PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI YANG DAPAT DIBEBASKAN DARI SANKSI HUKUMAN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PN NO : 82/PID. B/2008/PN.
Teks penuh
Dokumen terkait
20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi adalah keadaan yang dapat dijadikan alasan pemberatan pidana bagi pelaku tindak pidana korupsi yaitu apabila tindak
Efektivitas pengaturan transfer dana khususnya melalui media elektronik pada bank dalam perspektif Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang dan Rekomendasi FATF, dari pihak
Sri Redjeki Hartono, SH yang antara lain menyatakan bahwa tindak pidana ini meru- pakan tindak pidana dalam lingkup tindak pidana perbankan; surat audit penghitungan kerugian
1 tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang telah dipenuhi oleh perbuatan terdakwa dan oleh karena menurut pertimbangan Hakim
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menganalisis pertimbangan hakim yang menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana kesusilaan dihubungkan
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tenang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang termasuk dalam tindak pidana korupsi adalah : “Setiap orang dikategorikan melawan hukum, melakukan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1 Mengetahui secara jelas penerapan hukum pidana materil dalam membuktikan unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan kepada Terdakwa dan berdasarkan
9 di dakwakan kepada terdakwa terbukti, tetapi perbuatan itu merupakan suatu tindak pidana, maka terdakwa lepas dari segala tuntutan hukum.” Dari bunyi pasal 191 ayat 2 KUHAP diatas