• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

SESI 10:

Sistem Keuangan dan Lembaga

Keuangan Syariah

(2)

Konsep Uang

• KBBI  alat penukar /standar pengukur nilai

yang dikeluarkan pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak atau logam lain

• Kasmir (2008)  alat pembayaran umum,

pembayaran utang, pembelian barang pada suatu wilayah tertentu.

• Fiqih islam  alat tukar /transaksi dan

pengukur nilai barang dan jasa untuk memperlancar transaksi perekonomian

(3)

Konsep Uang

Jenis Uang berdasarkan konsep ekonomi islam:

Commodity Money  alat tukar yang memiliki nilai

komoditas apabila tidak digunakan sebagai uang.

▫ Full Bodied Money  cetak uang pada komoditas bernilai penuh (emas, perak)

▫ Representative Money  uang yang tidak dicetak dari logam mulia, namun representasinya

Uang yang dijamin (Fiduciary Money)  tidak lagi

dikaitkan pada logam mulia  rentan inflasi

▫ Token Money  tembaga ▫ Fiat Money  kertas

(4)

Fungsi Uang dalam Islam

1. Alat tukar

2. Satuan hitung  mengukur nilai barang dan

jasa yang diperdagangkan

3. Alat penyimpan kekayaan , dengan motif:

1. Kemudahan bertransaksi 2. Berjaga-jaga

(5)

Uang dan Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter dilakukan oleh otoritas moneter .

Instrumen Kebijakan Moneter Konvensional:

a) Kebijakan Pasar Terbuka

b) Penetuan Cadangan Wajib Minimum

c) Penentuan Discount Rate

d) Moral Suasion  Bank Sentral dapat

melakukan “pembujukan moral” bank umum untuk mengurangi/menambah / mengatur tingkat suku bunga pinjaman disetiap sektor

(6)

Uang dan Kebijakan Moneter

• Kebijakan moneter islam adalah menjaga

stabilitas mata uang sehingga pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

• Kebijakan moneter syariah tidak dapat

(7)

Sistem Keuangan

• Sistem Keuangan merupakan tatanan

perekonomian suatu negara yang berperan dan melakukan aktivitas jasa keuangan yang

diselenggarakan oleh lembaga keuangan.

• Peran sistem keuangan:

Mengalihkan dana yang tersedia dari penabung kepada pengguna yang kemudian melakukan transaksi perekonomian lain

(8)

Fungsi Sistem Keuangan

1) Memobilisasi Tabungan

2) Mengalokasikan sumber daya

3) Memantau para manajer melaksanakan

perusahaan

4) Memfasilitasi perdagangan, lindung nilai dan

diversifikasi risiko

5) Memfasilitasi transaksi barang dan jasa agar

(9)

Karakteristik Sistem Keuangan

Yang Baik:

1) Kredibilitas memiliki peran sangat penting

2) Kemampuan mengumpulkan, mengolah dan

menerjemahkan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi

3) Minimnya kasus penyelewengan

4) Kemampuan mendiversifikasi risiko dengan baik

5) Mekanisme transaksi keuangan yang cepat, aman

(10)

Sistem Keuangan Syariah

Memenuhi Prinsip syar’i:

a. Kebebasan bertransaksi (Sukarela dan tidak ada

yang terdzalimi dan tidak pada hal yang terlarang)

b. Bebas MAGHRIB (Maysir, Gharar, Riba)

c. Bebas rekayasa dan monopoli

d. Setiap pihak berhak mendapatkan informasi yang

berimbang

e. Mempertimbangkan pihak ke-3 yang mungkin

dirugikan

f. Atas dasar kerjasama dan saling menguntungkan

g. Ditujukan untuk kemaslahatan

(11)

LEMBAGA KEUANGAN: PENGERTIAN

SK MENKEU 792/1990 semua badan yang

kegiatannya bidang keuangan, menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat.

Intinya:

Perusahaan yang bergerak dibidang keuangan.

Bentuknya dapat berupa :

a. Lembaga Keuangan Konvensional

(12)

Lembaga Intermdiasi

• Perusahaan • Pemerintah • Rumah Tangga Unit Surplus • Bank • BPR • Reksadana • Asuransi • Dana Pensiun Lembaga Intermediasi • Pemerintah • Perusahaan • Rumah Tangga Unit Defisit

(13)

Lembaga Keuangan: Bentuk

Ditinjau dari kemampuan menghimpun dana

▫ Lembaga Keuangan Depositori:

 Bank Umum/BUS  BPR/BPRS

▫ Lembaga Keuangan Nondepositori/Lembaga Keuangan non Bank

(14)

LEMBAGA KEUANGAN: FUNGSI

• Penyedia Jasa Finansial

• Bagian terintegrasi dari unit yang diberi kuasa mengeluarkan uang giral

• Menciptakan uang

• Bagian terintegrasi dalam jaringan lembaga

(15)

FUNGSI JASA KEUANGAN

1. Fungsi Tabungan

2. Fungsi penyimpan kekayaan  instrumen

keuangan dalam Pasar Uang dan/atau Modal

3. Fungsi Transmutasi kekayaan  unit surplus

ke unit defisit

4. Fungsi Likuiditas

5. Fungsi pembiayaan

6. Fungsi Pembayaran

7. Fungsi diversifikasi risiko

8. Fungsi Manajemen portofolio

(16)

PRINSIP OPERASIONAL LKS

1)

Bebas MAGHRIB (MAysir, Gharar,

Haram, RIba dan Batil

2)

Menjalankan bisnis dengan

memperoleh keuntungan yang sah

menurut syariah

(17)

LEMBAGA FASILITATOR SISTEM

KEUANGAN SYARIAH

1. Bank Indonesia

2. Kementerian Keuangan OJK, Bapepam dan

Direktorat Pembiayaan Syariah (DPS)

3. DSN MUI

4. Dewan Pengawas Syariah (DPS)

(18)

18

Pembentukan OJK

OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK)

pengaturan dan pengawasan

Perbankan Pasar Modal

 Perasuransian,  Dana Pensiun,  Lembaga

Pembiayaan,  LJK Lainnya

REGULATOR & PENGAWAS LEMBAGA JASA KEUANGAN

YANG TERINTEGRASI  Perusahaan Sekuritas  Manajer Investasi IKNB  Bank Umum,  Bank Syariah,  BPR / BPRS Tugas OJK 31 Des 2013

(19)

19

Pembentukan OJK

Surplus Units Bank Non-Bank Pasar Uang Pasar Modal Financial Intermediaries Financial Markets  Penabung  Investor  Pengirim Dana  Peminjam  Pengusaha  Penerima Dana

STABILITAS SISTEM KEUANGAN

Macro Prudential oleh BI Micro Prudential oleh OJK Deficit Units Market Conduct & Consumer Protection Prudential Regulation

Untuk menuju stabilitas sistem keuangan, dilakukan pengaturan dan pengawasan

berdasarkan prinsip kehati-hatian dan secara simultan

dilakukan perlindungan konsumen jasa keuangan dan

market conduct.

Fokus pada kesehatan & keamanan lembaga

keuangan secara individual

Fokus pada market

conduct & melindungi

kosumen dari informasi yang tidak lengkap & praktek yang tidak fair

(20)

20

Pembentukan OJK

Ketua Wakil (Ketua Komite Etik) Anggota (Ex Officio BI) Anggota (Ex Officio Kemenkeu) Anggota (Ketua Dewan Audit) Anggota (Bid. Edukasi & Perlindungan Konsumen) Anggota (Kepala Eksekutif Pengawas IKNB) Anggota (Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal) Anggota (Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan) DK OJK

• Bersifat kolektif dan

kolegial

• Memiliki hak suara yang sama

• melaksanakan tugas

pengaturan

• Mengawasi pelaksanaan tugas Kepala eksekutif

Kepala Eksekutif

• memimpin pelaksanaan tugas

pengawasan Perbankan/ Pasar Modal/IKNB (a.l

pemeriksaan, penyidikan, perintah tertulis, pengelola statuter, mengenakan sanksi, memberi /mencabut izin) • melaporkan pelaksanaan

tugasnya kepada Dewan Komisioner

(21)

21

Catatan:

• Transisi dari BI dan Bapepam-LK ke OJK meliputi transisi

kewenangan, SDM, dokumen dan penggunaan kekayaan

• Selama masa transisi, BI dan Bapepam LK tetap melaksanakan kewenangannnya 22 Nov 2011 UU OJK disahkan (Masa Transisi) 31 Des 2012 Pengaturan dan Pengawasan Pasar Modal & IKNB beralih ke OJK 31 Des 2013 Pengaturan dan Pengawasan Perbankan beralih ke OJK 2015 Pengaturan dan Pengawasan LKM

Pengawasan Perbankan masih berada di BI

Pengawasan Pasar Modal dan IKNB masih berada di Bapepam-LK

Pembentukan OJK

(22)

22

Pembentukan OJK

• Credit: • Commercial • Retail • Cross-border • Counterparty • Liquidity: • IDR • USD • FX • Equity • Price • Interest Rate Tahap Awal - Mengelola masa transisi secara efektif - Meletakkan fondasi organisasi Tahap Kedua - Transformasi organisasi - Integrasi regulasi dan pengawasan LK - LK yang lebih tangguh dan kontributif Tahap Ketiga - Leading integrated regulator

- Peran strategis di level regional dan

internasional Proses Transisi

(23)

Pilar Jaring Pengaman Sistem Keuangan: Kemkeu, BI, OJK, LPS dan FSSK

BI

PRESIDEN

RekomendasiPencegahan & Penanganan Krisis

OJK LPS KEMKEU •Moneter • Sistem Pembayaran •Kebijakan Macroprudential pertukaran Informasi pertukaran Informasi Keputusan Pencegahan & Penanganan Krisis

•Program Penjaminan •Penyelesaian & Penanganan Bank Gagal

• Bendahara Negara • Otoritas Fiskal •Perbankan • Pasar Modal • IKNB KONDISI NORMAL KONDISI KRISIS DPR

(24)

STRUKTUR LEMBAGA KEUANGAN

SYARIAH di INDONESIA

Lembaga Keuangan Bank Lembaga Keuangan Non Bank

1. Bank Umum Syariah

2. Unit Usaha Syariah

3. Bank Pembiayaan

Rakyat Syariah

1. Pasar Modal

2. Pasar Uang  PUAS, SBIS

3. Perusahaan Asuransi

4. Dana Pensiun

5. Lembaga Pembiayaan

6. Pegadaian

7. Lembaga Keuangan Mikro

1. Lembaga Zakat 2. Lembaga Wakaf 3. BMT

(25)

Referensi

Dokumen terkait

Data dikumpulkan berdasarkan teknik pengumpulan data yang telah dipaparkaan di atas yang meliputi wawancara, observasi, serta dokumentasi. Data dikumpulkan

KALKULUS NAMA KELOMPOK NAMA KELOMPOK Kamarur Rama Kamarur Rama Hariandi Hariandi Devina Lorenza Devina Lorenza M.Naufal Raihandri M.Naufal Raihandri Jeffry Yanto Zebua Jeffry

Obs 4 Dokumen mutu yang ada di BAAK sudah dikelompokkan dengan baik berdasarkan prosedur pengendalian dokumen yang ada di LPMI, namun unit BAAK masih perlu bimbingan &

Berdasarkan penelitian diatas yang dilakukan oleh Sumra dan Manzoor (2011), Al-Smadi (2011), Sugiarto (2012), serta Egan (2013) diidentifikasi faktor-faktor yang dapat

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Metode ANFIS dapat digunakan untuk memprediksi nilai akhir dan kelulusan uji kompetensi CLCP yang

Peserta didik yang tidak lulus pada Ujian Sekolah pada tahun pelajaran sebelumnya yang akan megikuti Ujian Sekolah tahun pelajaran 2007/2008 boleh menempuh seluruh mata pelajaran

(3) LPSK menyampaikan salinan penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Korban, Keluarga, atau kuasanya dan kepada pelaku tindak pidana dan/atau pihak

Diperoleh data mengenai permasalahan dalam proses pembelajaran mata pelajaran IPA diantaranya: Sistem pembelajaran IPA yang belum memaksimalkan penggunaan model