• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 11 hal. Put. Nomor 1799 K/Pdt/2016

P U T U S A N

Nomor 1799 K/Pdt/2016

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G

memeriksa perkara perdata pada tingkat kasasi telah memutus sebagai berikut dalam perkara:

1. ANDREAS TAHU BEREK, bertempat tinggal di Dusun Bei

Seran, Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka;

2. BEATRIKS BALOK BEREK, bertempat tinggal di Dusun Bei

Seran, Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka;

Keduanya dalam hal ini memberi kuasa kepada Marselinus Bere Eduk, S.H., Advokat, berkantor di Jalan Nai Bili Nekafehan, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 1 Februari 2016; Para Pemohon Kasasi dahulu Para Penggugat/Para Terbanding;

L a w a n :

1. MARTINA ABUK, bertemnpat tinggal di Dusun Bei Kolo, DesaKateri, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka;

2. ELISABETH AEK, bertempat tinggal di Dusun Bei Kolo, Desa

Kateri, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka; Para Termohon Kasasi dahulu Para Tergugat/Para Pembanding;

D a n

VINSENSIUS BABU, beralamat di Kantor camat Malaka Tengah,

Kabupaten Malaka;

Turut Termohon Kasasi dahulu Turut Tergugat/Turut Terbanding; Mahkamah Agung tersebut;

Membaca surat-surat yang bersangkutan;

Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata sekarang Para Pemohon Kasasi dahulu sebagai Para Penggugat/Para Terbanding telah menggugat sekarang Para Termohon Kasasi dan Turut Termohon Kasasi dahulu sebagai Para Tergugat/Para Pembanding dan Turut Tergugat/Turut Terbanding di muka persidangan Pengadilan Negeri Atambua pada pokoknya atas dalil-dalil:

1. Bahwa orang tua Penggugat yang bernama Daniel Bere Oan (alm) dan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 11 hal. Put. Nomor 1799 K/Pdt/2016

Kristina Seu Seran (almh) memiliki sebidang tanah yang kini telah menjadi bidang tanah sengketa yang terletak di lokasi We Bete Mate, Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka dengan batas-batas tanah sengketa sebagai berikut:

- Utara berbatasan dengan Klemens Bau dan Paulus Nahak; - Selatan berbatasan dengan Beatriks Balok;

- Timur berbatasan dengan Klemens Bau; - Barat berbatasan dengan Beatriks Balok;

2. Bahwa Daniel Bere Oan menikah dengan Kristina Seu Seran melahirkan anak-anak, antara lain:

2.1. Andreas Tahu/Penggugat I; 2.2. Blasius Tahu (alm);

2.3. Lidwina Anok; 2.4. Moses Mau (alm); 2.5. Elisabeth Luruk;

2.6. Beatriks Balok Berek/Penggugat II; 2.7. Klara Soi;

3. Bahwa pada tahun 1949, orang tua Para Penggugat sudah membuka lahan baru dan membuat rumah tempat tinggal di atasnya sehingga Penggugat I terlahir di atas tanah sengketa pada tahun 1950 dan berikut juga saudara-saudara dari Penggugat I yang lainnya, juga diahirkan di atas tanah sengketa;

4. Bahwa selain membuat rumah tempat tinggal, orang tua Para Penggugat juga mengolah tanah sengketa menjadi kebun dengan ditanami tanaman umur pendek berupa jagung, kacang, pisang dan umbi-umbian;

5. Bahwa kurang lebih pada tahun 1975, Penggugat I bersama Daniel Bere Oan (alm)/ayah Para Penggugat mulai menanam pohon-pohon berupa jati, kemiri dan mahoni di atas tanah sengketa;

6. Bahwa setelah meninggalnya kedua orang tua Para Penggugat dan terjadi kelongsoran tanah pada tahun 2012, akhirnya Para Penggugat pergi meninggalkan tanah sengketa hingga sekarang;

7. Bahwa setelah berpindah rumah tempat tinggal pun, Para Penggugat masih bercocok tanam di atas tanah sengketa hingga sampai dengan timbulnya masalah antara Para Penggugat dengan Tergugat I pada tahun 2014; 8. Bahwa pada tahun 2012 ketika tanaman jati yang ditanam oleh Penggugat I

sudah mulai besar sehingga Penggugat I menebangnya sebanyak 6 (enam) pohon jati dan Penggugat I menebang lagi jati sebanyak 6 (enam) pohon pada

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 11 hal. Put. Nomor 1799 K/Pdt/2016

tahun 2014 akan tetapi tidak ada seorang pun yang pergi menegur Penggugat I pada saat jati tersebut ditebang pada tahun 2012 dan 2014;

9. Bahwa pada tahun 2014, tanpa sepengetahuan Para Penggugat, Tergugat I Martina Abuk secara Melawan hak dan Melawan Hukum melakukan aksi bongkar pagar di atas tanah sengketa dan berusaha ingin menguasai tanah sengketa;

10. Bahwa akibat dari perbuatan yang dilakukan oleh Tergugat I tersebut sehingga masalah tanah sengketa diurus di tingkat Desa dan hasilnya tanah sengketa dibagi menjadi 2 (dua) bagian, dengan pembagian yang tidak berimbang yakni Penggugat II Beatriks Balok cuma mendapat 24 m x 50 m, sedangkan Tergugat I Martina Abuk mendapat bagian yang lebih luas yakni 24 m x 80 m, sedangkan tanaman jati, kemiri dan mahoni di atasnnya tidak disebutkan secara jelas siapa yang menjadi pemiliknya;

11. Bahwa kemudian masalah tanah sengketa tersebut diselesaikan lagi di kecamatan, akan tetapi selama urusan masalah tanah sengketa di tingkat kecamatan, Tergugat I Martina Abuk tidak pernah hadir dan malah berita acara yang dibuat oleh Turut Tergugat Vinsensius Babu sebagai ketua tim Penyelesaian sengketa tanah ,tertulis nama Tergugat I Martina Abuk akan tetapi Turut Tergugat menyuruh Tergugat II Elisabeth Aek membubuhkan tanda tangannya di atas nama Tergugat I bahwa seolah-olah tanda tangan di dalam berita acara penyelesaian tersebut merupakan tanda tangan dari Tergugat I Martina Abuk;

12. Bahwa perbuatan Tergugat II Elisabeth Aek yang membubuhkan tanda tangannya di atas nama Tergugat I Martina Abuk dan perbuatan Turut Tergugat Vinsensius Babu yang menyuruh Tergugat II Elisabeth Aek membubuhkan tanda tangannya di atas nama Tergugat I Martina Abuk di dalam berita acara tersebut,sudah sangat tentu dapat merugikan Para Penggugat dan dengan demikian berita acara penyelesaian tanah sengketa di tingkat kecamatan adalah cacat hukum;

13. Bahwa selain perbuatan Turut Tergugat Vinsensius Babu yang menyuruh Tergugat II membubuhkan tanda tangannya mengatas namakan Tergugat I, Turut Tergugat juga membuat berita acara penyelesaian masalah tanah sengketa yang isinya sangat merugikan Para Penggugat yakni tanah sengketa diserahkan seutuhnya kepada Tergugat I Martina Abuk dan Turut Tergugat juga membuat ultimatum di dalam berita acara tersebut yang isinya juga lagi-lagi sangat merugikan Para Penggugat yakni memberi batas waktu yang sangat tidak wajar kepada Para Penggugat untuk melanjutkan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 11 hal. Put. Nomor 1799 K/Pdt/2016

masalah tersebut ke Pengadilan dengan batas waktu cuma 7 (tujuh) hari saja yakni dari tanggal 20 Maret 2015 sampai dengan 27 Maret 2015 dan jika lebih dari tanggal 27 Maret 2015 maka tanah sengketa menjadi milik Tergugat I;

14. Bahwa perbuatan Para Tergugat maupun perbuatan Turut Tergugat sebagaimana yang dikemukakan di atas merupakan Perbuatan Melawan Hukum dam Melawan Hak Para Penggugat yang sangat merugikan Para Penggugat sehingga tanah sengketa harus dikembalikan kepada Para Penggugat sebagai pemilik yang sah dari pewaris Daniel Bere Oan dan Kristina Seu Seran;

15. Bahwa untuk menjamin agar Para Tergugat tidak mengalihkan tanah sengketa kepada pihak lain,maka mohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Klasa I B Atambua untuk meletakkan Sita Jaminan terlebih dahulu atas tanah sengketa walaupun ada upaya hukum Banding dan Kasasi;

Bahwa berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas Para Penggugat mohon kepada Pengadilan Negeri Klas I B Atambua agar memberikan putusan sebagai berikut:

Primair:

1. Menerima dan mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya; 2. Menyatakan hukum bahwa Para Penggugat adalah sebagai ahli waris yang

sah dari pewaris Daniel Bere Oan dan Kristina Seu Seran;

3. Menyatakan hukum bahwa bidang tanah sengketa yang terletak di We Bete Mate, Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka dengan batas-batas sebagai berikut: Utara berbatasan dengan Klemens Bau dan Paulus Nahak. Selatan berbatasan dengan Beatriks Balok. Timur berbatasan dengan Klemens Bau. Barat berbatasan denan Beatriks Balok. adalah milik Para Penggugat;

4. Menyatakan hukum bahwa perbuatan Tergugat I yang membongkar pagar di atas tanah sengketa dan ingin menguasai tanah sengketa merupakan Perbuatan Melawan Hukum dan Melawan Hak Para Penggugat yang sangat merugikan Para Penggugat;

5. Menyatakan hukum bahwa perbuatan Tergugat II yang menanda tangani berita acara penyelesaian sengketa tanah atas nama Tergugat I merupakan Perbuatan Melawan Hukum dan melawan hak Para Penggugat yang sangat merugikan Para Penggugat;

6. Menyatakan hukum bahwa perbuatan Turut Tergugat yang menyuruh Tergugat II menanda tangani berita acara penyelesaian tanah sengketa di

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 11 hal. Put. Nomor 1799 K/Pdt/2016

kecamatan mewakili Tegugat I, kemudian membuat berita acara yang isinya yakni tanah sengketa diserahkan seluruhnya kepada Tergugat I dengan ultimatum batas waktu yang sangat tidak wajar kepada Penggugat untuk mengajukan gugatan merupakan Perbuatan Melawan Hukun dan Melawan hak Para Penggugat, dan sangat merugikan Para Penggugat;

7. Menghukum Para Tergugat atau siapa saja yang menguasai tanah sengketa untuk dikembalikan kepada Penggugat;

8. Menyatakan hukum bahwa Sita Jaminan yang diletakkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Klasa I B Atambua atas tanah sengketa adalah sah dan berharga;

9. Menghukum Para Tergugat dan Turut Tergugat secara tanggung renteng untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini;

Subsidair:

- Jika Pengadilan berpendapat lain maka mohon Putusan yang seadil-adilnya; Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Para Tergugat dan Turut Tergugat mengajukan eksepsi yang pada pokoknya sebagai berikut:

Eksepsi Para Tergugat:

1. Bahwa menurut adat istiadat orang Malaka Hak Warisan diteruskan/ diberikan kepada anak perempuan, bukan kepada anak laki-laki;

2. Bahwa anak laki-laki yang telah berumah tangga tidak lagi bersama-sama dengan orang tuanya untuk menggarap satu ladang apa lagi sampai bersama orang tua menanam tanaman umur panjang seperti : Pohon Jati, Kemiri, Mahoni, Nangka, Kelapa, dan lain-lain;

3. Bahwa anak laki-laki yang sudah berkeluarga meminta sebidang tanah milik orang tuanya untuk bercocok tanam, hal itu hanya sementara dan tidak boleh menanam tanaman umur panjang sebab dikemudian hari akan terjadi percecokan karena telah melanggar kesepakatan;

4. Bahwa anak laki-laki yang sudah berkeluarga dan menggarap kebun/tanah milik orang tuanya dan dengan kesadaran telah menanam tanaman umur panjang maka sesuai dengan kesepakatan bersama, semua tanaman di atas tanah kebun tersebut dikembalikan dan diserahkan kepada orang tuanya untuk diwariskan kepada anak perempuan;

Eksepsi Turut Tergugat:

- Bahwa Penggugat telah menarik Turut Tergugat menjadi pihak dalam perkara a quo secara pribadi/in person, padahal seyogianya Turut Tergugat merupakan Tim yang terdiri dari 1 orang ketua, 1 orang Sekretaris dan 8 orang anggota yang dibentuk oleh Camat Malaka Tengah untuk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 11 hal. Put. Nomor 1799 K/Pdt/2016

menyelesaikan permasalahan tanah yang terletaki di We Bete Mate, Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupten Malaka antara Para Penggugat dengan Para Tergugat;

- Bahwa tindakan Turut Tergugat didasarkan atas perintah Camat Malaka Tengah kepada Tim Penyelesaian masalah tanah Kecamatan Malaka Tengah yang diketuai oleh Turut Tergugat berdasarkan Surat Keputusan Nomor 02 tahun 2015 tanggal 17 Februari 2015;

- Bahwa kedudukan Turut Tergugat bersama Tim bentukan Camat Malaka Tengah adalah sebagai bentuk nyata dari perintah undang undang dalam rangka memelihara ketentaraman dan ketertiban dalam masyarakat serta pelaksanaan pembinaan kemasyarakatan, sehingga keberadaan Turut Tergugat bersama tim sebagai wakil dari pemerintah in casu Kecamatan Malaka Tengah untuk menyesaikan permasalahan yang ada dalam masyarakat dan Tim tersebut bertanggungjawab kepada Camat;

- Bahwa dalam surat gugatan Penggugat ternyata gugatan tersebut diajukan kepada Turut Tergugat sebagai ketua Tim secara personal dan bukan kepada Tim Penyelesain masalah Tanah Kecamatan Malaka Tengah yang terdiri dari 10 orang (yang hadir dan turut tanda tangan 7 orang) atau institusi/lembaga yang menugaskan Turut Tergugat bersama tim, sehingga gugatan Penggugat dikategorikan sebagai gugatan yang kabur dan atau salah subyek/error in subject;

Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Atambua telah memberikan Putusan Nomor 17/Pdt.G/2015/PN Atb., tanggal 27 Agustus 2015 dengan amar sebagai berikut:

Dalam Eksepsi:

- Menolak Eksepsi yang diajukan oleh Tergugat I, Tergugat II dan Turut Tergugat;

Dalam Pokok Perkara:

- Mengabulkan gugatan Penggugat sebagian;

- Menyatakan hukum bahwa Para Penggugat adalah sebagai ahli waris yang sah dari pewaris Daniel Bere Oan dan Kristina Seu Seran;

- Menyatakan hukum bahwa bidang tanah sengketa yang terletak di We Bete Mate Desa kateri Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka dengan batas-batas sebagai berikut:

- Utara berbatasan dengan Klemens Bau dan Paulus Nahak; - Selatan berbatasan dengan Beatrik Balok;

- Timur berbatasan dengan Klemens Bau;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 11 hal. Put. Nomor 1799 K/Pdt/2016

- Barat berbatasan dengan Beatrik Balok;

Adalah milik Para ahli waris Daniel Bere Oan dan Kristina Seu Seran dalam hal ini adalah diserahkan kepada Para Penggugat;

- Menyatakan hukum bahwa Perbuatan Tergugat I yang membongkar pagar di atas tanah sengketa dan ingin menguasai tanah sengketa merupakan perbuatan melawan hukum dan melawan hak Para Penggugat;

- Menghukum Para Tergugat atau siapa saja yang menguasai tanah sengketa untuk dikembalikan kepada Para Penggugat;

- Menghukum Turut Tergugat untuk tunduk pada Putusan ini; - Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya;

- Menghukum Tergugat I dan Tergugat II secara tanggung renteng untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini yang sampai saat ini ditaksir sebesar Rp4.891.000,00 (empat juta delapan ratus sembilan puluh satu ribu rupiah);

Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan Para Tergugat putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Kupang dengan Putusan Nomor 168/PDT/2015/PT KPG, tanggal 11 Januari 2016 dengan amar sebagai berikut:

- Menerima permohonan banding dari Tergugat I Tergugat II/Pembanding I dan Pembanding II;

- Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Atambua Nomor 17/Pdt.G/2015/ PN Atb., tanggal 27 Agustus 2015 yang dimohonkan banding tersebut;

Dengan Mengadili Sendiri : Dalam Eksepsi:

- Menyatakan Eksepsi Tergugat I Tergugat II/Pembanding I Pembanding II dan Turut Tergugat/Turut Terbanding tidak dapat diterima;

Dalam Pokok Perkara:

1. Menyatakan gugatan Penggugat/Terbanding tidak dapat diterima (niet

ontvanklijk verklaard);

2. Menghukum penggugat I dan Penggugat II/Terbanding I dan Terbanding II untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam kedua tingkat peradilan secara tanggung renteng, yang dalam tingkat banding ditetapkan sebesar Rp150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupah);

Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada Para Penggugat/Para Terbanding pada tanggal 22 Januari 2016 kemudian terhadapnya oleh Para Penggugat/Para Terbanding dengan perantaraan kuasanya, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 1 Februari 2016 diajukan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 11 hal. Put. Nomor 1799 K/Pdt/2016

permohonan kasasi secara lisan pada tanggal 3 Februari 2016 sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 17/Akta.Pdt/2015/PN Atb., yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Atambua, permohonan tersebut diikuti dengan memori kasasi yang memuat alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri tersebut pada tanggal 11 Februari 2016;

Bahwa memori kasasi dari Para Pemohon Kasasi/Para Penggugat/Para Terbanding tersebut telah diberitahukan kepada Para Termohon Kasasi/Para Tergugat/Para Pembanding pada tanggal 15 Februari 2016, kemudian Para Termohon Kasasi/Para Tergugat/Para Pembanding mengajukan jawaban memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Atambua pada tanggal 23 Februari 2016;

Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut secara formal dapat diterima;

Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Para Pemohon Kasasi/Para Penggugat/Para Terbanding dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya sebagai berikut:

1. Bahwa Judex Facti Putusan Pengadilan Tinggi Kupang dalam pertimbangan halaman 38 alinea ketiga dan halaman 39 alinea pertama di mana Pengadilan Tinggi menghendaki agar Para Pemohon Kasasi/Penggugat mencantumkan dalam petitum gugatan yakni memohon agar Pengadilan Negeri membatalkan surat Keputusan camat Malaka Tengah Nomor 02 Tahun 2015 tanggal 17 Pebruari 2015 adalah bertentangan dengan esensi kewenangan mengadili pada lingkup Pengadilan Negeri sebab Pengadilan Negeri tidak berhak membatalkan suatu surat keputusan pejabat (Camat) dan yang berhak membatalkan suatu surat keputusan pejabat (Camat) adalah Pengadilan Tata Usaha Negara. Dan untuk itu dimohon agar keberatan tersebut dapat diterima dan Mahkamah Agung dapat membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Kupang;

2. Bahwa Judex Facti Pengadilan Tinggi Kupang telah melampaui batas kewenangannya, yang selengkapnya dalam surat putusan halaman 38 alinea pertama yang berbunyi “...,dan disamping itu di atas tanah sengketa ternyata melekat hak ulayat/hak adat suku Uma Bei Kolo sehingga gugatan Penggugat yang tidak lengkap tersebut dapat di kualifikasi sebagai gugatan yang kabur (obscuur libel) dan gugatan penggugat dinyatakan tidak dapat diterima (niet onvanklijk verklaard);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 11 hal. Put. Nomor 1799 K/Pdt/2016

Bahwa Judex Facti putusan Pengadilan Tinggi yang demikian telah merugikan Para Pemohon Kasasi sebab mengenai hak ulayat/hak adat suku Uma Bei Kolo sama sekali tidak pernah terungkap di persidangan baik itu dalam bukti surat Penggugat dan Tergugat, keterangan saksi-saksi Penggugat dan tergugat maupun keadaan pada saat Pemeriksaan Setempat dan bahkan hingga keadaan sekarang pun dalam perkara a quo sama sekali tidak ada intervensi dari ketua suku Uma Bei Kolo atau pun pihak lain yang mengklaim bahwa tanah sengketa merupakan hak ulayat suku Uma Bei Kolo ataupun pihak ketiga. Dan dengan demikian Pengadilan Tinggi Kupang telah memutuskan hal-hal yang tidak diminta oleh Para pihak dan hal-hal yang tidak terungkap di persidangan dan untuk itu dimohon agar keberatan tersebut dapat diterima dan Mahkamah Agung dapat membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Kupang;

3. Bahwa Judex Facti putusan Pengadilan Tinggi Kupang tidak ikut mempertimbangkan “bermanfaat atau tidaknya pernyataan Banding oleh Para Pembanding” sebab ketika Para Termohon Kasasi/semula Pembanding pada saat menyatakan Banding saja pun, sama sekali Pernyataan Banding itu sudah tidak berguna lagi untuk kepentingan Para Termohon Kasasi/ Pembanding karena sebelum perkara a quo diputus di tingkat Pengadilan Negeri Atambua, Para Termohon Kasasi/Pembanding/Tergugat telah “mengakui” dalam jawabannya yang menyatakan bahwa tanah sengketa bukan merupakan milik Tergugat I/Termohon Kasasi I, Pengakuan yang selengkapnya berbunyi “tanah sengketa bukan milik Tergugat I Martina Abuk/sekarang Termohon Kasasi I (vide jawaban Para Tergugat halaman 4 point 7 a dan b yang kemudian disalin kembali dalam putusan Pengadilan Negeri Atambua halaman 10);

Bahwa oleh karena keberatan Para Pemohon Kasasi tersebut di atas yaitu bahwa walaupun Judex Facti Putusan Pengadilan Tinggi menyatakan gugatan tidak dapat diterima dan bahkan menolak gugatan sekalipun, tidaklah mungkin tanah sengketa menjadi hak Termohon kasasi I Martina Abuk dikarenakan Para Termohon Kasasi sendiri yang mengakui dalam jawabannya bahwa tanah sengketa bukan miliknya.sedangkan Para Pemohon Kasasi dalam perkara a quo telah membuktikan bahwa tanah sengketa merupakan milik Para Pemohon Kasasi. Dengan demikian Para Termohon Kasasi ketika mengajukan Banding waktu itu sama sekali tidak berguna lagi perkara a quo bagi kepentingan hak Para Termohon Kasasi/ Para Pembanding/Para Tergugat;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 11 hal. Put. Nomor 1799 K/Pdt/2016

Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat:

Bahwa alasan-alasan kasasi tersebut tidak dapat dibenarkan, oleh karena setelah memeriksa secara seksama memori kasasi tanggal 11 Februari 2016 dihubungkan dengan kontra memori kasasi tanggal 22 Februari 2016 serta pertimbangan Judex Facti dalam hal ini putusan Pengadilan Tinggi Kupang yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Atambua, tidak salah menerapkan hukum dengan pertimbangan sebagai berikut;

Bahwa gugatan Penggugat cacat formil karena gugatan Penggugat kurang pihak (plurium litis coersertium);

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, ternyata putusan

Judex Facti/Pengadilan Tinggi Kupang dalam perkara ini tidak bertentangan

dengan hukum dan/atau undang undang, maka permohonan kasasi yang diajukan oleh Para Pemohon Kasasi: ANDREAS TAHU BEREK dan kawan tersebut harus ditolak;

Menimbang, bahwa oleh karena permohonan kasasi dari Para Pemohon Kasasi ditolak dan Para Pemohon Kasasi ada di pihak yang kalah, maka Para Pemohon Kasasi dihukum untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini;

Memperhatikan Undang Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Undang Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang Undang Nomor 3 Tahun 2009 serta peraturan perundangan lain yang bersangkutan;

M E N G A D I L I:

1. Menolak permohonan kasasi dari Para Pemohon Kasasi: 1. ANDREAS

TAHU BEREK, 2. BEATRIKS BALOK BEREK tersebut;

2. Menghukum Para Pemohon Kasasi/Para Penggugat/Para Terbanding untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sejumlah Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah);

Demikianlah diputuskan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim pada hari Senin, tanggal 29 Agustus 2016 oleh Soltoni Mohdally, S.H., M.H., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, H. Hamdi, S.H., M.Hum., dan Sudrajad Dimyati, S.H., M.H., Hakim-hakim Agung sebagai Hakim Anggota dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis dengan dihadiri Para Hakim Anggota tersebut

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 11 hal. Put. Nomor 1799 K/Pdt/2016

dan Rudi Rafli Siregar, S.H., M.H., Panitera Pengganti dan tidak dihadiri oleh Para pihak.

Hakim-Hakim Anggota: Ketua Majelis,

ttd./. ttd./.

H. Hamdi, S.H., M.Hum. Soltoni Mohdally, S.H., M.H.

ttd./.

Sudrajad Dimyati, S.H., M.H.

Panitera Pengganti,

ttd./.

Rudi Rafli Siregar, S.H., M.H. Biaya-biaya Kasasi: 1. M e t e r a i……….. Rp 6.000,00 2. R e d a k s i……….. Rp 5.000,00 3. Administrasi kasasi……….. Rp489.000,00 Jumlah ……… Rp500.000,00 Untuk Salinan Mahkamah Agung R.I

a.n. Panitera Panitera Muda Perdata

Dr. Pri Pambudi Teguh, S.H.,M.H. NIP : 19610313 198803 1 003.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

 Bahwa Pembanding/ Tergugat tidak sependapat dengan pertimbangan hukum Judex Factie Pengadilan Agama Mataram paragraf ke-4 ha 33 yang pada pokoknya telah

Dengan demikian, sudah sepantasnya bagi Judex Facti meneliti lebih jauh mengenai sah atau tidaknya Perjanjian lisensi tersebut, kiranya yang mulia Hakim agung

- Bahwa, petimbangan hukum Judex Facti pada halaman 22 alinea ke 3 poin 4 yang manyatakan ”...surat perjanjian kerja waktu tertentu antara Penggugat/Termohon Kasasi dengan

Bahwa Pemohon Kasasi I, II, III (semula Termohon I, II, III PKPU/Pailit) sangat keberatan dengan pertimbangan hukum Judex Facti pada paragraf ke-7 halaman 14

Bahwa putusan Judex Facti yang tidak disertai dengan pertimbangan hukum adalah putusan yang bertentangan dengan Pasal 23 ayat (1) Undang Undang Nomor 14 Tahun 1970

Bahwa pertimbangan hukum putusan Judex Facti dengan mengabulkan gugatan Penggugat dapat dibenarkan, karena ternyata Penggugat telah berhasil membuktikan kebenaran

Namun di lain pihak Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya (Judex Facti) dalam pertimbangannya pada halaman 70 paragraf 2 berpendapat sebagai berikut: “menimbang, bahwa

dan tingkat Judex Facti terbukti telah khilaf dan keliru dalam memberikan putusannya, karena tidak mempertimbangkan Pasal 2 DU Desain Industri mengenai Dasar