• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT. GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT. GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk."

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEUANGAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR

30 JUNI 2011 dan 2010 (UN AUDITED)

DAN

31 DESEMBER 2010 (AUDITED)

Kantor dan Pabrik :

Jl. Margomulyo No. 29ª

Greges- Asemrowo - Surabaya

Tlp : 031-7490598 fax : 031-7490581

(2)

PT. GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk.

Daftar Isi

Halaman

Surat Pernyataaan Direksi tentang tanggung jawab

Atas Laporan Keuangan.

LAPORAN KEUANGAN- untuk periode yang berakhir

Pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 (Un Audited)

Dan 31 Desember 2010 (Audited)

N e r a c a 1

Laboran Laba Rugi Komprehensif 3

Laboran Perubahan Ekuitas 4

Laporan Arus Kas 5

(3)

TENTANG TANGGUNG

JAWAB

ATAS LAPORAN

KEUANGAN

PERIODE ENAM BULAN YANG

BERAKHIR

30

JUNI

2O1I

PT.

GUNAWAN DIANJAYA

STEEL

TBK.

Kami yang bertanda tangan dibawah

ini

:

1.

N

a

m

a

Alamat kantor

Alamat Domisili sesuai

KTP

:

Nomor Telepon

Jabatan

2.Nama

Alamat kantor

Alamat Domisili sesuai KTP

Nomor Telepon

Jabatan

Tetsuro Okano

Jl. Margomulyo No. 29A

Greges

-

Asemrowo - Surabaya Apartemen Paragon

No.

1581,

Jl. Mayjen Sungkono 101-103,

Surabaya

60256

031- 7490598

-psw

304

Direktur Utama

Gwie Gunadi Gunawan

Jl. Margomulyo No. 29A

Greges

-

Asemrowo - Surabaya

Jl. Dharmahusada Indah

Bll47

RT/RW 002/008

Mulyorejo

-

Surabaya 60115 031- 7490598 psw-307

Direktur Menyatakan

bahwa

:

1,

Bertanggung

jawab atas

penyusunan

dan

penyajian laporan keuangan PT. Gunawan Dianjaya Steel Tbk.

2.

Laporan keuangan

PT.

Gunawan Dianjaya Steel

Tbk.

telah disusun dan disajikan

sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

3. a.

Semua

informasi

dalam laporan

keuangan PT. Gunawan Dianjaya Steel Tbk. telah dimuat secara lengkap dan benar.

b.

Laporan

keuangan

PT.

Gunawan Dianjaya Steel

Tbk. tidak

mengandung

informasi atau

fakta

material yang

tidak

benar, dan

tidak

menghilangkan

informasi atau fakta material.

4.

Bertanggung

jawab

atas system pengendalian intern dalam PT. Gunawan Dianjaya

Steel Tbk.

Demikian pernyataan

ini

dibuat dengan sebenarnya.

Atas nama dan mewakili Direksi"

Direktur Utama"

Surabaya,

27

Juli

2011

METERAI Nfl"/ Direktur,

(4)

- 1 -

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. LAPORAN POSISI KEUANGAN 30 JUNI 2011 DAN 31 DESEMBER 2010 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Un Audited Audited

Catatan 30 Juni 2011 31 Desember 2010

A S E T

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 2b, 2m, 3,33,37 4.498.416.260 3.720.875.161

Investasi Jangka Pendek 2c,2m, 4,33,37 6.372.072.022 6.046.577.601

Piutang usaha

Pihak ketiga 2d, 2m, 5,33,37 107.045.140.441 77.699.773.574

Pihak berelasi 2d, 2e, 5,37 12.345.412.726 12.218.901.448 Piutang lain-lain

Pihak ketiga 2e,6,37 1.932.058.103 3.613.699.194

Pihak berelasi 2e, 6,37 2.108.117.003 545.180.150

Persediaan 2f, 7,8,37 401.866.434.263 556.893.664.606

Pajak dibayar dimuka 9 6.506.956.587 4.485.916.252

Biaya dibayar dimuka 2g, 10 620.390.253 269.206.106

Uang muka pembelian 11 65.092.927.226 44.103.806.112

Jumlah Aset Lancar 608.387.924.884 709.597.600.204

ASET TIDAK LANCAR

Taksiran tagihan Pajak Penghasilan 32 6.691.760.545 26.709.497.840

Aset pajak tangguhan 2o, 32 16.852.315.771 56.801.157.527

Aset tetap – setelah dikurangi akumulasi Penyusutan sebesar Rp 422.437.879.462 pada tanggal 30 Juni 2011 dan

Rp. 415.503.654.526 pada tanggal

31 Desember 2010 2h, 12 245.700.600.448 246.469.275.174

Aset tidak digunakan dalam usaha 2i, 13 24.267.728.792 24.267.728.792

Properti investasi 2j, 14 981.311.177 981.311.177

Aset lain-lain bersih 2h,15 9.447.798.340 9.743.042.038

Jumlah Aset Tidak Lancar 303.941.515.073 364.972.012.548

JUMLAH ASET 912.329.439.957 1.074.569.612.752

(5)

Un Audited Audited

Catatan 30 Juni 2011 31 Desember 2010

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK Hutang usaha

Pihak ketiga 2m,16,37 14.590.788.707 312.532.154.596

Pihak berelasi 2e, 2m, 7,16,37 103.210.439.536 64.490.483.236

Hutang lain-lain

Pihak ketiga 2m,17 1.895.967.824 1.900.803.124

Pihak berelasi - -

Hutang pajak 2o, 18 4.955.466.396 7.019.337.231

Beban yang masih harus dibayar 2m, 19 9.854.440.169 9.989.883.707

Hutang bunga 20,35,37 3.868.650.000 12.936.747.553

Uang muka penjualan 21 14.780.004.431 10.946.407.673

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 153.155.757.063 419.815.817.120

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja 2k, 22 10.188.324.169 9.040.508.552

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 10.188.324.169 9.040.508.552

Jumlah Liabilitas 163.344.081.232 428.856.325.672

EKUITAS

Modal saham – nilai nominal Rp 100,- per saham

Modal dasar 28.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor

penuh 8.200.000.000 saham 1a, 1b, 23 820.000.000.000 820.000.000.000

Agio Saham 1b,24 56.413.555.015 56.413.555.015

Defisit ( 127.428.196.290) (230.700.267.935)

Jumlah Ekuitas 748.985.358.725 645.713.287.080

JUMLAH LIABILITAS

DAN EKUITAS 912.329.439.957 1.074.569.612.752

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan

(6)

- 3 –

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

UNTUK PERIODE ENAM BULAN BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2011 DAN 2010

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Un Audited Un Audited

Catatan 30 Juni 2011 30 Juni 2010

PENJUALAN BERSIH 2n,25,35 1.154.564.677.988 893.448.810.418

BEBAN POKOK PENJUALAN 2n,26 ( 967.373.121.485) (711.075.481.368)

LABA KOTOR 187.191.556.503 182.373.329.050

Beban penjualan 2n, 28 ( 46.636.721.668) ( 30.121.863.812)

Beban umum dan administrasi 2n, 29 ( 14.938.709.574) ( 15.381.498.826)

Pendapatan lain-lain 2n, 27 20.781.426.048 12.242.944.436

Beban Lain-lain ( 3.192.629) ( 18.925.834)

Biaya Pendanaan 2n, 30 ( 3.366.883.751) ( 4.607.512.538)

Pendapatan Pendanaan 2n, 31 193.438.472 16.942.105.826

LABA SEBELUM PAJAK 143.220.913.401 161.428.578.302

BEBAN PAJAK PENGHASILAN : 2o, 32

Kini - -

Tangguhan ( 39.948.841.756) (42.340.924.156)

Jumlah Taksiran (Beban) Pajak ( 39.948.841.756) (42.340.924.156)

LABA KOMPREHENSIF BERSIH

PERIODE BERJALAN 103.272.071.645 119.087.654.146 Rata-rata tertimbang jumlah saham yang

beredar

8.200.000.000 8.200.000.000

LABA KOMPREHENSIF

PER SAHAM DASAR 2q 12,6 14,5

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan

(7)

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2011 DAN 2010

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Modal

Ditempatkan dan Agio Saham Defisit Jumlah Ekuitas Catatan Disetor Penuh

Saldo 1 Januari 2010 820.000.000.000 56.413.555.015 (402.127.882.780) 474.285.672.235

Laba Komprehensif periode s/d 30 Juni 2010

2a,2n - - 119.087.654.146 119.087.654.146

Saldo 30 Juni 2010 (Un Audited) 820.000.000.000 56.413.555.015 (283.040.228.634) 593.373.326.381

Saldo 1 Januari 2011 820.000.000.000 56.413.555.015 (230.700.267.935) 645.713.287.080 Laba Komprehensif periode s/d 30

Juni 2011

2ª, 2n - - 103.272.071.645 103.272.071.645

Saldo 30 Juni 2011 (Un Audited) 820.000.000.000 56.413.555.015 (127.428.196.290) 748.985.358.725

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

(8)

- 5 –

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. LAPORAN ARUS KAS

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2011 DAN 2010

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Un Audited Un Audited 30 Juni 2011 30 Juni 2010

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 1.179.028.329.190 1.020.720.330.121 Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan

dan beban operasional lainnya (1.182.844.473.635) (1.020.173.038.995) Kas dihasilkan dari aktivitas operasi (3.816.144.445) 547.291.126

Penerimaan dari restitusi pajak 20.124.852.295 -

Penghasilan bunga 193.438.472 138.095.032 Pembayaran bunga (4.165.781.304) (14.280.944.924) Pembayaran pajak penghasilan (4.951.035.232) (6.533.027.000) Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 7.385.329.786 (20.128.585.766)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penjualan aset tetap - 110.000.000 Investasi Jangka Pendek - (6.130.228.781) Perolehan aset tetap (6.165.550.210) (573.140.000) Kas Bersih yang Digunakan untuk

Aktivitas Investasi (6.165.550.210) (6.593.368.781)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Hutang lembaga keuangan bukan bank - - Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan - -

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS

DAN SETARA KAS 1.219.779.576 (26.721.954.547)

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 3.720.875.161 40.234.402.367 Dampak perubahan selisih kurs terhadap

kas dan setara kas (442.238.477) (945.813.889)

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 4.498.416.260 12.566.633.931

PENGUNGKAPAN TAMBAHAN : Aktivitas yang tidak mempengaruhi kas :

Reklasifikasi Properti Investasi ke dalam Aset Tanah - 1.364.000.000 Reklasifikasi sebagian Uang Muka Pembelian

Lain-lain ke dalam Aset Tetap Bangunan - 11.186.744.290 Reklasifikasi sebagian Uang Muka Pembelian suku-

cadang ke dalam Aset Tidak digunakan dalam usaha - 5.868.861.053

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan

(9)

1. UMUM

a. Pendirian Perusahaan

PT Gunawan Dianjaya Steel (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6, tahun 1968 jo. Undang-Undang No. 12, tahun 1970 berdasarkan akta Notaris Jamilah Nahdi, S.H., No. 6, tanggal 8 April 1989. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-2.11174.HT.01.01, Th.1989 tanggal 11 Desember 1989 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 15, tanggal 20 Pebruari 1990. Pada tahun 2004, status Perusahaan mengalami perubahan menjadi Penanaman Modal Asing sesuai dengan persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal dengan No.15N/PMA/2004, tanggal 26 Pebruari 2004.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., MSi, No. 73, tanggal 16 Juli 2009, mengenai perubahan status Perusahaan dari tertutup menjadi terbuka dan perubahan seluruh Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan dengan rencana Perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana sahamnya kepada masyarakat. Akta perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-35724.AH.01.02. Tahun 2009, tanggal 28 Juli 2009.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah berusaha dalam bidang industri penggilingan plate baja canai panas, yang disebut juga Hot Rolling Steel Plate. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1993 dan hasil produksi Perusahaan dipasarkan di dalam dan luar negeri.

Lokasi kantor dan pabrik berada di Jalan Margomulyo No. 29 A, Tandes, Surabaya, Jawa Timur.

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada tanggal 9 Desember 2009, Perusahaan memperoleh surat pemberitahuan efektifnya pernyataan pendaftaran dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dengan surat nomor No. S-10539/BL/2009 dalam rangka penawaran umum perdana 1.000.000.000 lembar saham Perusahaan kepada masyarakat, harga penawaran umum saham Perusahaan sebesar Rp 160,-/lembar saham dengan nilai nominal Rp 100,-/lembar saham. Pada tanggal 23 Desember 2009 seluruh saham Perusahaan sejumlah 8.200.000.000 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Selisih lebih antara harga penawaran saham dengan nilai nominal per saham setelah memperhitungkan biaya penerbitan saham dicatat sebagai ”Agio Saham” yang disajikan dalam ekuitas pada neraca.

c. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut :

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Eng Gwan Kwik Komisaris : Erich Krieger Komisaris Independen : Jo Denie Direksi

Direktur Utama : Tetsuro Okano

Direktur : Gwie Gunadi Gunawan

Gwie Gunato Gunawan

Hadi Sutjipto

Direktur Tidak Terafiliasi : Saiful Fuad

Jumlah karyawan tetap Perusahaan adalah 481 dan 488 orang masing-masing pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010.

(10)

-7 -

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

30 JUNI 2011 DAN 2010 SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Gaji dan tunjangan lain yang diberikan untuk Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebesar Rp 1.793.593.000,- dan Rp 1.687.875.000,- masing pada tanggal 30 Juni 2011 dan 30 Juni 2010.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) mengenai Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan, yang diedarkan oleh Bapepam dan LK bagi emiten atau perusahaan publik industri manufaktur.

Laporan keuangan disusun berdasarkan pada saat terjadinya (accrual basis) dengan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk persediaan yang dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.

Sejak 1 Januari 2011, Perusahaan telah mengadopsi PSAK No. 1 (Revisi2009), mengenai “Penyajian Laporan Keuangan”, PSAK No.2 (Revisi2009), mengenai “Laporan Arus Kas” dan PSAK No.3 (Revisi2010), mengenai “Laporan Keuangan Enterim”, yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011.

Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas disajikan dengan menggunakan metode langsung.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah.

b. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktunya tiga bulan atau kurang dari tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas kewajiban dan pinjaman lainnya serta tidak dibatasi penggunaannya.

c. Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek merupakan deposito yang jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi terealisasi dalam satu tahun dari tanggal pelaporan disajikan sebagai investasi sementara dan dinyatakan sebesar nilai nominal.

d. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain

Piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi dipasar aktif.

Pada saat pengakuan awal, piutang diakui pada nilai wajarnya dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah dikurangai penyisihan piutang ragu-ragu.

Penurunan Nilai

Penyisihan piutang ragu-ragu, dibentuk pada saat terdapat bukti objektif bahwa saldo piutang tidak dapat ditagih. Piutang ragu-ragu dihapuskan pada saat piutang tersebut tidak tertagih.

e. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, seperti yang dinyatakan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010) , mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak berelasi ” yang efektif berlaku mulai 1 Januari 2011.

(11)

Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat harga dan persyaratan normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

f. Persediaan

Sejak 1 Januari 2009, Perusahaan telah mengadopsi PSAK No. 14 (Revisi 2008), mengenai ”Persediaan” yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009 dan diterapkan secara prospektif.

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi neto (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted-average method).

g. Biaya Dibayar di Muka

Biaya dibayar di muka dibebankan pada usaha sesuai masa manfaatnya.

h. Aset Tetap

Berdasarkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), mengenai “Aset Tetap”, suatu entitas harus memilih model biaya (cost model) atau model revaluasi (revaluation model) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset tetap. Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method), kecuali hak atas tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap adalah sebagai berikut:

Tahun

Bangunan 25

Mesin dan peralatan 15

Kendaraan 5

Inventaris 4

Harga perolehan hak atas tanah terdiri atas biaya notaris, sertifikat Hak Guna Bangunan, Biaya pematangan tanah dan biaya-biaya lain. Dengan hak atas tanah, Perusahaan mendapatkan hak untuk menggunakan tanah untuk suatu jangka waktu yang tetap. Perusahaan tidak menyusutkan hak atas tanah karena pihak manajemen berkeyakinan bahwa hak tersebut dapat diperpanjang tanpa tambahan biaya yang signifikan dan dapat dipindahtangankan, sehingga taksiran masa manfaat hak atas tanah secara efektif tidak terbatas.

Sesuai dengan PSAK No. 47 mengenai ”Akuntansi Tanah”, tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya-biaya tertentu sehubungan dengan perolehan tanah atau perpanjangan hak tanah atau hak guna usaha ditangguhkan dan diamortisasi selama periode berlakunya dengan menggunakan metode garis lurus (straigh-line methode).

Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi konprehensif pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutan dan amortisasi dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi konprehensif tahun yang bersangkutan.

(12)

-9 -

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

30 JUNI 2011 DAN 2010 SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Sesuai dengan PSAK No. 48 (Revisi 2009), mengenai “Penurunan Nilai Aset”, yang efektif berlaku mulai 1 Januari 2011, mewajibkan Perusahaan melakukan penelaahan atas indikasi penurunan nilai aset ke nilai wajar apabila terjadi indikasi kejadian atau peristiwa bahwa nilai tercatat tidak dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai aset dibebankan sebagai rugi dalam laporan laba rugi konprehesif.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari ”Aset tetap”. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.

i. Aset yang Tidak Digunakan dalam Usaha

Aset yang tidak digunakan dalam usaha dinyatakan sebesar nilai terendah antara nilai tercatat dan nilai realisasi bersih dan tidak disusutkan.

j. Properti Investasi

Berdasarkan PSAK No. 13 (Revisi 2007), mengenai ”Properti Investasi”, Perusahaan telah memilih model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran investasinya.

Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Properti investasi diukur sebesar nilai perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan setiap akumulasi kerugian penurunan nilai, kecuali tanah tidak disusutkan.

k. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja

Perusahaan mengakui kewajiban atas imbalan kerja karyawan yang tidak didanai sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No.13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (UU No.13/2003).

Sesuai PSAK No. 24 (Revisi 2004) mengenai “Imbalan Kerja”, biaya penyisihan imbalan kerja karyawan menurut UU No.13/2003 ditentukan berdasarkan penilaian aktuaria menggunakan metode Projected Unit Credit. Keuntungan dan kerugian aktuaria diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuaria bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari jumlah yang lebih besar antara nilai kini imbalan pasti dan nilai wajar aset program pada tanggal neraca. Keuntungan dan kerugian aktuaria ini diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan rata-rata sisa masa kerja karyawan. Kemudian, biaya jasa lalu yang timbul akibat penerapan program imbalan pasti atau perubahan program imbalan pasti yang terhutang, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) sampai imbalan tersebut menjadi hak karyawan (vested).

l. Biaya Penerbitan Saham

Biaya-biaya penerbitan saham yang terjadi sehubungan dengan penerbitan efek ekuitas dikurangkan langsung dari agio saham yang diperoleh dari penawaran efek tersebut.

m. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi konprehensif tahun berjalan.

(13)

Pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, kurs yang digunakan dihitung berdasarkan rata-rata kurs beli dan jual yang dipublikasikan terakhir pada periode yang bersangkutan untuk uang kertas dan/atau kurs transaksi Bank Indonesia sebagai berikut:

30 Juni 2011 31Desember 2010

EUR 1, Euro Eropa 12.462 11.956 US$ 1, Dolar Amerika Serikat 8.597 8.991 CAD 1, Dolar Kanada 8.884 8.987 SIN$ 1, Dolar Singapura 6.985 6.981 JPY 100, Yen Jepang 107 110

n. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan dari penjualan domestik diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat penyerahan barang di atas kapal di pelabuhan pengirim (f.o.b. shipping point). Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

o. Taksiran Pajak Penghasilan

Taksiran pajak penghasilan dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak dalam periode yang bersangkutan. Penangguhan pajak penghasilan dilakukan untuk mencerminkan pengaruh pajak atas perhitungan beda temporer antara pelaporan komersial dan fiskal, dan akumulasi kompensasi rugi fiskal.

p. Informasi Segmen

Sejak 1 Januari 2011, Perusahaan telah mengadopsi PSAK No. 5 (Revisi 2009) mengenai “Segmen Operasi”, yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011 dan diterapkan secara prospektif.

Informasi segmen Perusahaan disajikan menurut segmen operasi. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas; a). yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); b). hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumberdaya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan c). tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

q. Laba per Saham Dasar

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang dari saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama periode berjalan.

r. Penggunaan Estimasi

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Karena terdapatnya risiko yang melekat dalam suatu estimasi, hasil sebenarnya yang akan dilaporkan di masa mendatang mungkin didasarkan pada jumlah yang berbeda dari estimasi tersebut.

(14)

-11 -

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

30 JUNI 2011 DAN 2010 SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. KAS DAN SETARA KAS

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Pihak ketiga - Kas Tunai :

Rupiah 12.500.001 12.499.802 Dollar Amerika Serikat 3.814.927 4.481.101 Sub-jumlah 16.314.928 16.980.903 Pihak ketiga - Bank Rupiah :

PT. Bank Central Asia Tbk. 1.945.708.812 432.117.432 PT. Bank Ekonomi Raharja Tbk 524.844.416 1.055.084.132 Citibank N.A 5.305.753 5.474.137 PT. Bank Pan Indonesia Tbk. 1.857.365 2.053.864 Deutsche Bank AG 1.931.769 2.117.769 PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 152.281.517 850.000 PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk 794.385.494 386.352.624 PT. Bank Permata Tbk 9.652.206 -

Pihak ketiga - Bank Dollar Amerika Serikat :

Deutsche Bank AG 46.324.848 48.485.046 DBS Bank 24.018.559 71.972.508 PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. 11.962.809 1.604.028.740 PT. Bank OCBC NISP Tbk. - PT. Bank Central Asia Tbk. 74.773.177 15.736.226 PT. Bank Pan Indonesia Tbk. 17.583.012 18.695.256 PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 49.739.914 15.531.771 Standard Chartered Bank 751.269.123 45.394.753 PT. Bank Permata 70.462.558 -

Sub-Jumlah 4.482.101.332 3.703.894.258 Jumlah 4.498.416.260 3.720.875.161

Tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang terdapat pada pihak-pihak berelasi.

4. INVESTASI JANGKA PENDEK

Merupakan investasi dalam bentuk deposito kepada pihak ketiga yang dipergunakan sebagai jaminan sehubungan dengan penerbitan Bank Garansi kepada PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) yang diterbitkan oleh PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan jangka waktu 1 tahun sejak tanggal 21 Juni 2010 dan 21 Juni 2011. Saldo pada tanggal 30 Juni 2011 adalah sebagai berikut :

30 Juni 2011 31 Desember 2010 PT. Bank Mandiri :

- Rupiah 2.250.000.000 2.069.550.000 - Dolar Amerika Serikat 4.122.072.022 3.977.027.601 Jumlah 6.372.072.022 6.046.577.601

Tingkat suku bunga per tahun untuk deposito berjangka adalah sebagai berikut :

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Rupiah 7% 7% Dollar Amerika Serikat 0,25% - 0,75% 0,75%

(15)

5. PIUTANG USAHA

Akun ini terdiri dari:

a. Rincian piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Pihak Ketiga : Luar Negeri 18.017.738.362 - Dalam Negeri 89.027.402.079 77.699.773.574 Sub – jumlah 107.045.140.441 77.699.773.574 Pihak Berelasi (lihat catatan 7)

PT Beton Jaya Manunggal Tbk 12.345.412.726 12.218.901.448 Jumlah 119.390.553.167 89.918.675.022

b. Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Pihak Ketiga :

1 – 30 hari 59.514.168.325 38.247.541.948 31 – 60 hari 13.881.738.286 33.505.936.046 Lebih dari 60 hari 33.649.233.830 5.946.295.580 Sub – Jumlah 107.045.140.441 77.699.773.574

Pihak Berelasi (lihat catatan 7)

1 – 30 10.793.002.380 7.378.892.934 31 – 60 hari 1.552.410.346 4.840.008.514 Sub – Jumlah 12.345.412.726 12.218.901.448 Jumlah 119.390.553.167 89.918.675.022

c. Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Pihak Ketiga :

Dollar Amerika Serikat 23.099.828.542 -

Rupiah 83.945.311.899 77.699.773.574 Sub – Jumlah 107.045.140.441 77.699.773.574

Pihak Berelasi (lihat catatan 7)

Rupiah 12.345.412.726 12.218.901.448 Jumlah 119.390.553.167 89.918.675.022 Pada tanggal 30 Juni 2011 tidak terdapat piutang usaha yang dijadikan sebagai jaminan Hutang Perusahaan dan tidak terdapat jaminan yang diterima Perusahaan atas piutang tersebut.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap piutang usaha masing-masing pelanggan pada 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa seluruh piutang dapat ditagih, oleh karena itu piutang ragu-ragu ditetapkan nihil.

Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha tersebut.

(16)

-13 -

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

30 JUNI 2011 DAN 2010 SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6. PIUTANG LAIN-LAIN

Akun ini terdiri dari

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Piutang lain-lain : Pihak Ketiga : Jonathan 840.000.000 2.633.000.000 Budi Handoyo 970.000.000 970.000.000 Tanto Setiawan 100.000.000 - Lain – lain 22.058.103 10.699.194 Sub – Jumlah 1.932.058.103 3.613.699.194 Pihak Berelasi (lihat catatan 7):

Gwie Gunadi Gunawan 37.434.317 125.180.150 Tetsuro Okano 260.000.000 370.000.000 Gwie Gunawan 1.018.927.271 -

Eng Gwan Kwik 50.000.000 50.000.000 Gwie Gunato Gunawan 741.755.415 -

Sub – Jumlah 2.108.117.003 545.180.150 Jumlah 4.040.175.106 4.158.879.344

Tidak terdapat jaminan yang diterima Perusahaan atas piutang tersebut.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap piutang lain-lain pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, manajemen Perusahaan berkeyakinan tidak terdapat bukti obyektif bahwa piutang mengalami penurunan nilai, oleh karena itu tidak ditentukan adanya penurunan nilai piutang lain-lain.

7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak-pihak berelasi dilakukan dengan tingkat harga wajar dan syarat normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga. Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

Sifat Hubungan Pihak-pihak Berelasi - Pemegang saham Perusahaan PT. Jaya Pari Steel Tbk (PT. JPS)

PT. Betonjaya Manunggal Tbk. (PT. BJM). - Komisaris utama PT. JPS dan

Pemegang saham PT. JPS Gwie Gunawan - Komisaris utama Perusahaan Eng Gwan Kwik

- Direksi Perusahaan Tetsuro Okano

Gwie Gunadi Gunawan Gwie Gunato Gunawan Transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

a) Perusahaan melakukan penjualan produknya kepada PT. BJM untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 dan 30 Juni 2010 masing-masing sebesar Rp 49.340.926.010,- dan Rp 48.891.307.790,- atau 4,27 % dan 5,47 % dari jumlah penjualan bersih (lihat catatan 25). Saldo piutang yang timbul dari transaksi tersebut disajikan sebagai akun “Piutang Usaha – Pihak berelasi” dalam laporan posisi keuangan (lihat Catatan 5).

(17)

b) Perusahaan melakukan pembelian bahan baku dari PT JPS untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011dan 2010 masing-masing sebesar Rp 129.477.235.019,- atau 17,19% dan Rp 59.202.230.573 atau 6,36% dari jumlah pembelian bersih (lihat catatan 26).

Perusahaan melakukan pembelian untuk dipakai sendiri Besi beton polos dari PT. BJM untuk periode yang berakhir 30 Juni 2011 sebesar 75.135.522,-

Pada tanggal 30 Juni 2011 saldo yang timbul dari transaksi tersebut disajikan sebagai akun “Hutang Usaha – Pihak Berelasi” dalam laporan posisi keuangan (lihat Catatan 16).

c) Perusahaan melakukan pembayaran terlebih dahulu atas pengeluaran pribadi pihak-pihak berelasi. Saldo yang timbul dari transaksi tersebut disajikan sebagai akun “Piutang Lain-lain – Pihak Berelasi” dalam laporan posisi keuangan (lihat catatan 6).

8. PERSEDIAAN

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Bahan baku 261.292.434.703 410.369.585.334 Barang jadi – plate 116.491.294.458 132.613.598.722 Suku cadang 11.756.357.900 179.644.953 Barang jadi – waste plate 12.109.037.125 8.191.257.125 Bahan Pembantu 217.310.077 5.539.578.472 Jumlah – Bersih 401.866.434.263 556.893.664.606

Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak ada persediaan usang dan oleh karena itu penyisihan persediaan usang ditetapkan nihil.

Seluruh persediaan tidak diasuransikan karena sifat persediaan yang ada tidak mudah mengalami kerusakan.

Seluruh Persediaan yang ada tidak dijadikan jaminan atas hutang Perusahaan

9. PAJAK DIBAYAR DI MUKA

Akun ini merupakan Pajak Pertambahan Nilai dan saldo pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 masing-masing sebesar Rp 6.506.956.587,- dan Rp 4.485.916.252,-.

10. BIAYA DIBAYAR DI MUKA

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Asuransi 505.837.208 168.996.520 Sewa 9.397.258 100.209.586 Perjalanan Dinas 51.185.000 -

Custom Import Clearance 24.824.475 - Perbaikan aset tetap 16.500.000 - Lain-lain 12.646.312 -

(18)

-15 -

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

30 JUNI 2011 DAN 2010 SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. UANG MUKA PEMBELIAN

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Bahan baku 55.218.682.421 40.113.977.192 Mesin pendukung dan suku cadang 9.874.244.805 3.908.297.920 Lain-lain - 81.531.000 Jumlah 65.092.927.226 44.103.806.112

Pada tahun 2010, uang muka pembelian sebesar Rp 16.690.086.025,- direklasifikasi ke aset tetap (lihat catatan 12)

12. ASET TETAP

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2011

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir

Nilai Tercatat

Hak atas tanah 138.024.695.465 - - - 138.024.695.465 Bangunan 84.830.911.503 - - - 84.830.911.503 Mesi dan peralatan 426.804.988.344 6.064.069.370 - - 432.869.057.714 Kendaraan 3.620.005.273 - - - 3.620.005.273 Inventaris 2.152.353.062 101.480.840 - - 2.253.833.902 Sub - Jumlah 655.432.953.647 6.165.550.210 - - 661.598.503.857 Aset dalam Penyelesaian : Mesin 6.539.976.053 - - - 6.539.976.053 Jumlah 661.972.929.700 668.138.479.910 Akumulasi Penyusutan Bangunan 29.210.717.629 1.730.334.654 - - 30.941.052.283 Mesindan peralatan 381.790.593.636 4.906.333.040 - - 386.696.926.676 Kendaraan 2.405.692.011 276.365.740 - - 2.682.057.751 Inventaris 2.096.651.250 21.191.502 - - 2.117.842.752 - - Jumlah 415.503.654.526 6.934.224.936 - - 422.437.879.462 Nilai Buku 246.469.275.174 245.700.600.448 31 Desember 2010

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir

Nilai Tercatat

Hak atas tanah 136.660.695.465 - - 1.364.000.000 138.024.695.465 Bangunan 73.192.084.399 1.552.467.132 100.000.000 10.186.359.972 84.830.911.503 Mesindan peralatan 427.387.488.344 17.500.000 600.000.000 - 426.804.988.344 Kendaraan 3.668.554.473 549.850.000 598.399.200 - 3.620.005.273 Inventaris 2.132.857.822 29.060.000 9.564.760 - 2.152.353.062 Sub - Jumlah 643.041.680.503 2.148.877.132 1.307.963.960 11.550.359.972 655.432.953.647 Aset dalam Penyelesaian : Mesin - 36.250.000 - 6.503.726.053 6.539.976.053 Jumlah 643.041.680.503 2.185.127.132 1.307.963.960 18.054.086.025 661.972.929.700

(19)

Akumulasi Penyusutan Bangunan 26.050.895.071 3.225.155.844 65.333.286 - 29.210.717.629 Mesindan peralatan 356.730.066.937 25.547.436.699 486.910.000 - 381.790.593.636 Kendaraan 2.403.073.525 585.777.669 583.159.183 - 2.405.692.011 Inventaris 2.020.899.807 85.316.203 9.564.760 - 2.096.651.250 Jumlah 387.204.935.340 29.443.686.415 1.144.967.229 - 415.503.654.526 Nilai Buku 255.836.745.163 246.469.275.174

Rincian pengurangan aset tetap pada tahun 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Harga Perolehan - 1.307.963.960

Harga jual - 848.636.364 Nilai buku - 162.996.731

Laba pelepasan aset tetap - 685.639.633 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

30 Juni 2011 30 Juni 2010 Beban pokok penjualan 6.029.533.964 13.969.962.494 Beban Penjualan (catatan 28) 127.928.568 93.134.608 Beban umum dan administrasi (catatan 29) 776.762.404 613.589.170 Jumlah 6.934.224.936 14.676.686.272

Aset tetap, kecuali hak atas tanah, diasuransikan bersama terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya (all risk) berdasarkan suatu paket polis dengan jumlah nilai pertanggungan sebesar US$ 69.200.000 dan Rp 84.108.000.000. Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut.

Pada tahun 2010, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari uang muka pembelian dan properti investasi, masing-masing sebesar Rp 16.690.086.025 dan Rp 1.364.000.000 (lihat catatan 11 dan 14).

Seluruh aset tetap Perusahaan tidak dijadikan jaminan hutang Perusahaan.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang menunjukkan adanya penurunan nilai aset tetap Perusahaan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010.

13. ASET TIDAK DIGUNAKAN DALAM USAHA

Akun ini merupakan tanah, bangunan dan mesin yang belum digunakan dalam usaha. Saldo pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 masing-masing sebesar Rp 24.267.728.792,-.

14. PROPERTI INVESTASI

Properti investasi merupakan tanah yang belum digunakan untuk kegiatan Perusahaan yang terletak di desa Gending, Kabupaten Gresik seluas 62.760 m2, desa Lakarsantri, Kodya Surabaya seluas 540 m2 dan desa Sukolilo, Kabupaten Pasuruan seluas 310 m2. Tanah yang terletak di desa Lakarsantri, Kodya Surabaya dan di desa Sukolilo, Kabupaten Pasuruan tersebut masih atas nama PT. Taman Dayu dan PT. Ciputra Surya Tbk. yang penguasaannya dibuktikan dengan perjanjian jual beli.

(20)

-17 -

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

30 JUNI 2011 DAN 2010 SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pada tahun 2010, properti investasi yang berupa tanah seluas 540 m2 yang terletak di desa Lakarsantri, kodya Surabaya tersebut diatas telah digunakan untuk kegiatan operasional Perusahaan dan direklasifikasi kedalam perkiraan “Aset tetap tanah” (lihat catatan 12), dengan nilai sebesar Rp 1.364.000.000,00

15. ASET LAIN-LAIN BERSIH

Pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, asset lain-lain merupakan beban ditangguhkan atas pengurusan balik nama Hak Guna Bangunan (HGB) No. 330 dan N0. 329, masing-masing seluas 73.300 M2 dan 18.990M2, yang sebelumnya atas nama PT. Gunawan Dian Steel Pipe dan PT. Baja Inti Manunggal.

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Beban ditangguhkan 10.431.944.000 10.431.944.000 Akumulasi Amortisasi ( 984.145.660) ( 688.901.962) Nilai Buku 9.447.798.340 9.743.042.038

16. HUTANG USAHA

Akun ini terdiri dari:

a. Rincian hutang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Pihak Ketiga :

Stemcor (S.E.A) Pte Ltd 11.777.890.000 310.093.949.496 PT Samator 220.143.419 193.605.522 CV Sekawan Jaya 173.250.000 559.471.000 PT Betjik Djoyo 127.987.500 119.618.350 CV Kencana Abadi 72.234.360 -

Morgan Construction Co. 160.053.300 -

PT Pakta Anugerah Gemilang 86.150.000 31.000.000 PT. Bina Ceria Bersama 85.320.000 -

Century Bearindo International 243.215.390 16.944.290 PT Putra Mapan Sentoso 21.500.000 -

Benteng Anugrah Sejahtera 101.369.992 -

PT. Fajar Mas Murni - 171.806.250 PT. Intecs Tehnikatama Industri 270.196.050 -

Aneka Gas Industri 200.852.139 151.491.505 Lain-lain 1.050.626.557 1.194.268.183 Sub Jumlah 14.590.788.707 312.532.154.596

Pihak Berelasi (lihat catatan 7) :

PT Jaya Pari Steel Tbk 103.164.000.000 64.490.483.236 PT Beton Jaya Manunggal Tbk 46.439.536 -

Sub Jumlah 103.210.439.536 64.490.483.236 Jumlah 117.801.228.243 377.022.637.832

(21)

b. Analisis umur hutang usaha adalah sebagai berikut: 30 Juni 2011 31 Desember 2010 Pihak Ketiga : - 1 – 30 hari 13.297.684.178 118.462.990.447 - 31– 60 hari 953.746.459 137.854.707.769 - 61 – 90 hari 339.358.070 56.214.456.380 Sub – Jumlah 14.590.788.707 312.532.154.596

Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (lihat catatan 7)

- 1– 30 hari 46.439.536 64.490.483.236 - 31– 60 hari 103.164.000.000 - Sub – Jumlah 103.210.439.536 64.490.483.236 Jumlah 117.801.228.243 377.022.637.832

c. Rincian hutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 31 Desember 2010

Pihak Ketiga :

Dolar Amerika Serikat 12.103.472.006 310.093.949.496 Rupiah 2.487.316.701 2.438.205.100 Sub- Jumlah 14.590.788.707 312.532.154.596

Pihak Berelasi (lihat catatan 7)

Dolar Amerika Serikat 103.164.000.000 58.613.488.479 Rupiah 46.439.536 5.876.994.757 Sub Jumlah 103.210.439.536 64.490.483.236 Jumlah 117.801.228.243 377.022.637.832

Tidak terdapat jaminan yang diberikan oleh Perusahaan atas seluruh hutang usaha tersebut diatas termasuk hutang kepada Stemcor (S.E.A) Pte. Ltd. Yang merupakan hutang pembelian atas bahan baku (steel slab) (lihat catatan 26 dan 35).

17. HUTANG LAIN-LAIN

Akun ini terutama merupakan uang muka pelanggan dan hutang lainnya yang terdiri dari:

Pihak Ketiga : 30 Juni 2011 31 Desember 2010 Aida M 840.745.765 691.590.148 Stemcor Pte. Ltd. 762.894.934 - Tippins Incorporate 257.910.000 269.730.000 Seco Control 34.388.000 35.964.000 Lain-lain 29.125 903.518.976 Jumlah 1.895.967.824 1.900.803.124

(22)

-19 -

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

30 JUNI 2011 DAN 2010 SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. HUTANG PAJAK

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Pajak Penghasilan : Pasal 26 4.776.107.316 6.911.822.228 Pasal 21 167.107.182 72.303.499 Pasal 23 12.251.898 28.807.804 Pasal 25 - 793.700 Pasal 4 (ayat 2) - 5.610.000 Jumlah 4.955.466.396 7.019.337.231

19. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Ongkos angkut 3.414.823.168 4.026.436.442 Gas Alam/LNG 2.712.237.490 2.619.391.269 Biaya pelabuhan 1.992.480.032 706.977.792 Gaji dan upah - 201.478.660 Listrik dan air 88.921.054 48.582.500 Asuransi 334.454.703 -

Import Clearance 1.301.910.145 -

Biaya Komisi Penjualan - 320.030.060 Lain-lain 9.613.577 2.066.986.984 Jumlah 9.854.440.169 9.989.883.707

20. HUTANG BUNGA

Akun ini terdiri dari :

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Stemcor(S.E.A) Pte. Ltd.,(US $1.438.855,25

dan US $ 450.000 masing-masing pada

tanggal 31 Desember 2010 dan 30 Juni 2011 3.868.650.000

12.936.747.553 Jumlah 3.868.650.000 12.936.747.553

Pada tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan mencatat jumlah diskon atas pembebasan bunga terhutang kepada Stemcor (S.E.A) Pte Ltd sebesar US $ 1,800,108.30 yang disajikan sebagai bagian dari akun ” Pendapatan Pendanaan ” pada laporan laba rugi komprehensif mencatat jumlah diskon atas pembebasan bunga.

21. UANG MUKA PENJUALAN

Terdiri dari :

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Murinda Iron & Steel 4.946.923.000 -

PT Bangun Sarana Baja 1.623.589.620 - PT Bakrie Metal Industries 1.201.962.100 - PT. Prakarsa Langgeng Majubersama 1.640.967.200 -

(23)

PT.Khalista Arta Buana 1.115.460.560 -

PT Pelita Tatamas Jaya 783.015.432 1.258.173.257 PT Karunia Berca Indonesia - 444.089.159 PT Alim Ampuhjaya Steel 270.502.598 -

PT Cilegon Fabricators 24.306.956 - PT Bangun Bejana Baja 435.192.139 - PT. Atamora Tehnik Makmur 204.066.000 - PT Prakarsalanggeng Majubersama 357.269.838 - PT. Tunas Perkasa Tekindo 265.398.000 - CV. Sumber Baru 589.700.000 - PT. Geluran Adikarya 329.294.760 - PT. Alim Ampuh Jaya Steel 516.409.530 -

PT Swakarsa - 344.400.210 PT Metal Hitech Engginering - 941.776.506 PT Tunas Perkasa Tekindo - 359.147.850 PT Tiga Jaya 576.845.239 PT Wagner Biro Indonesia - 5.860.187.988 PT Sinar Putra Pemuda - 493.765.455 Lain-lain 475.946.698 668.022.009 Jumlah 14.780.004.431 10.946.407.673

22. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA

Perusahaan menetapkan manfaat untuk karyawan yang mencapai usia pensiun 56 tahun berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Manfaat tersebut tidak didanai.

Rincian berikut ini menjelaskan komponen dari imbalan kerja bersih untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, yang diakui pada laporan laba rugi komprehensif dan nilai yang diakui pada laporan posisi keuangan atas kewajiban diestimasi atas imbalan kerja, dengan rincian sebagai berikut :

a. Beban imbalan kerja karyawan :

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Biaya jasa kini 473.806.270 947.612.539 Biaya bunga 633.207.556 1.266.415.112 Amortisasi dari biaya jasa lalu

Yang belum diakui –non vested 9.262.509

18.525.018 Amortisasi keuntungan aktuaria 42.887.482 85.774.965 Pembayaran manfaat pesangon ( 11.348.200) ( 1.213.863.422) Jumlah beban imbalan kerja 1.147.815.617 1.104.464.212

b.Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Nilai kini kewajiban 17.453.527.154 15.487.214.470 Biaya jasa lalu yang belum diakui

- non vested ( 243.603.985)

( 252.866.494) Keuntungan aktuarial yang belum diakui ( 7.021.599.000) ( 6.193.839.424) Jumlah 10.188.324.169 9.040.508.552

(24)

-21 -

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

30 JUNI 2011 DAN 2010 SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Kewajiban diestimasi atas imbalan pasca kerja dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit, dengan asumsi-asumsi sebagai berikut :

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Usia pensiun normal 56 tahun 56 tahun Kenaikan gaji setahun 10% 10 % Bunga diskonto 9% 9 %

Mutasi kewajiban diestimasi atas imbalan kerja pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010, adalah sebagai berikut :

30 Juni 2011 31 Desember 2010 Saldo awal tahun 9.040.508.552 7.936.044.340 Penambahan selama periode berjalan

(lihat catatan 29)

1.147.815.617 1.104.464.212

Jumlah 10.188.324.169 9.040.508.552

Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa jumlah penyisihan tersebut adalah memadai untuk memenuhi ketentuan dalam UU No. 13/2003 dan PSAK No. 24 (Revisi 2004).

23. MODAL SAHAM

Rincian pemegang saham dan jumlah kepemilikannya pada tanggal 30 Juni 2011 adalah sebagai berikut:

Nilai Nominal Rp. 100 per saham Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Disetor Penuh Kepemilikan

Pemegang Saham (Lembar) (%) Jumlah Kelywood Holding Limited 4.212.730.000 51.37 421.273.000.000 Bavarian Venture Investment 2.947.140.000 35.94 294.714.000.000 PT Jaya Pari Steel Tbk 680.000.000 8,29 68.000.000.000 PT Beton Jaya Manunggal 195.000.000 2,38 19.500.000.000 Masyarakat 165.130.000 2,02 16.513.000.000 Jumlah 8.200.000.000 100 820.000.000.000

Rincian pemegang saham dan jumlah kepemilikannya pada tanggal 31 Desember 2010 adalah

sebagai berikut: Nilai Nominal Rp. 100 per saham

Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Disetor Penuh Kepemilikan

Pemegang Saham (Lembar) (%) Jumlah Kelywood Holding Limited 4.212.730.000 51.37 421.273.000.000 Bavarian Venture Investment 2.947.140.000 35.94 294.714.000.000 PT Jaya Pari Steel Tbk 680.000.000 8,29 68.000.000.000 PT Beton Jaya Manunggal 187.407.500 2,29 18.740.750.000 Masyarakat 172.722.500 2,11 17.272.250.000 Jumlah 8.200.000.000 100 820.000.000.000

(25)

24. AGIO SAHAM

Akun ini merupakan selisih lebih jumlah yang diterima dari nilai nominal saham yang di terbitkan berkaitan dengan penawaran umum perdana saham Perusahaan, setelah dikurangi biaya penerbitan saham terkait, sebagai berikut :

Selisih lebih jumlah yang diterima dari

Nilai nominal 60.000.000.000 Biaya Penerbitan Saham ( 3.586.444.985) Jumlah Agio Saham 56.413.555.015

25. PENJUALAN BERSIH

Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 30 Juni 2010 Plate ekspor 703.913.685.835 538.207.685.458 Plate lokal 384.547.512.540 295.975.474.650

Waste plate 66.140.078.400 59.683.517.480

Jumlah 1.154.601.276.775 893.866.677.588 Retur dan potongan penjualan (36.598.787) (417.867.170) Penjualan Bersih 1.154.564.677.988 893.448.810.418

Rincian penjualan bersih berdasarkan sifat hubungan adalah sebagai berikut :

Juni 2011 Juni 2010 Pihak ke-tiga 1.105.223.751.978 844.557.502.628 Pihak –pihak berelasi (lihat catatan 7) 49.340.926.010 48.891.307.790 Penjualan Bersih 1.154.564.677.988 893.448.810.418

Perusahaan melakukan penjualan produknya kepada pihak-pihak berelasi sampai dengan 30 Juni 2011 dan 2010 masing-masing sebesar 4,27% dan 5,47% dari jumlah penjualan bersih (lihat catatan 7).

Tidak terdapat penjualan kepada pihak ketiga dan pihak-pihak berelasi yang melebihi 10% dari total penjualan bersih untuk periode 30 Juni 2011 dan 2010.

26. BEBAN POKOK PENJUALAN

Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 30 Juni 2010 Bahan baku awal 410.369.585.334 145.669.314.262 Pembelian 753.019.724.211 930.845.034.221 Produksi ulang 167.315.000 160.995.000 Bahan baku akhir ( 261.292.434.703) (393.046.351.984) Pemakaian bahan baku 902.264.189.842 683.628.994.499 Tenaga kerja langsung 5.060.897.350 4.541.545.450 Beban pabrikasi 49.052.850.987 61.755.872.321 Beban Pokok Produksi 956.377.938.179 749.926.409.270

(26)

-23 -

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

30 JUNI 2011 DAN 2010 SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Persediaan barang jadi :

Awal periode :

- Plat 132.613.598.722 73.296.054.920 - Waste 8.191.257.125 6.573.150.000 Produksi Ulang ( 167.315.000) (160.995.000) Plat dipakai sendiri ( 1.042.025.958) (312.524.605)

Akhir periode :

- Plat ( 116.491.294.458) (109.838.205.717) - Waste ( 12.109.037.125) (8.408.407.500) Beban Pokok Penjualan 967.373.121.485 711.075.481.368

Pembelian kepada Stemcor (S.E.A) Pte. Ltd., pada periode sampai dengan 30 Juni 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp 619.481.825.282,- dan Rp 866.043.597.540,- atau sebesar 82,27% dan 93,04% yang merupakan pembelian melebihi 10% dari jumlah pembelian bersih masing-masing periode.

27. PENDAPATAN LAIN-LAIN

Akun ini terdiri dari :

30 Juni 2011 30 Juni 2010 Laba selisih kurs 16.199.340.024 11.514.655.526 Penjualan scrap dan serbuk baja 4.578.939.431 618.288.910 Laba penjualan aset tetap - 110.000.000 Lain-lain 3.146.593 -

Jumlah 20.781.426.048 12.242.944.436

28. BEBAN PENJUALAN

Akun ini terdiri dari :

30 Juni 2011 30 Juni 2010 Pengangkutan eksport 38.339.406.968 23.835.823.458 Ongkos angkut lokal 5.764.470.862 3.901.119.667 Gaji 1.357.235.110 1.289.006.760 Penyusutan (lihat catatan 12) 127.928.568 93.134.608 Perlengkapan kantor 236.715.771 283.548.516 Listrik dan air 54.848.957 45.928.518 Pajak 192.144.068 242.061.838 Telepon dan telex 29.898.703 21.984.735 Promosi dan iklan - 79.450.428 Lain-lain 534.072.661 329.805.284 Jumlah 46.636.721.668 30.121.863.812

(27)

29. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

Akun ini terdiri dari :

30 Juni 2011 30 Juni 2010 Gaji 3.364.231.322 3.221.190.195 Kantor 618.417.989 1.007.398.234 Pajak 4.231.042.893 6.671.683.309 Sumbangan 1.304.260.186 865.470.514 Perjalanan Dinas 944.516.521 776.355.475 Penyusutan (lihat Catatan 12) 776.762.404 613.589.170 Listrik dan Air 387.634.059 303.519.180 Konsultan 312.590.679 475.273.813 Asuransi 32.370.050 339.854.215 Representasi 157.467.177 204.751.521 Telepon dan teleks 114.191.712 131.097.546 Perijinan 209.389.200 57.748.000 Pengobatan 197.528.185 -

Imbalan kerja (lihat catatan 22) 1.147.815.617 -

Lain-lain 1.140.491.580 713.567.654 Jumlah 14.938.709.574 15.381.498.826

30. BIAYA PENDANAAN

Akun ini merupakan merupakan biaya bunga atas hutang pembelian bahan baku kepada Stemcor (S.E.A) Pte Ltd. Pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp 3.366.883.751,- dan Rp 4.607.512.538,-

31. PENDAPATAN PENDANAAN

Akun ini terdiri dari :

30 Juni 2011 30 Juni 2010

Pendapatan Pendanaan :

Pendapatan Bunga 193.438.472 138.095.032 Laba atas penghapusan hutang - 16.804.010.794 Jumlah 193.438.472 16.942.105.826

32. PAJAK PENGHASILAN

Pajak Kini

Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran penghasilan (beban) pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 dengan taksiran laba fiskal adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 30 Juni 2010 Laba sebelum taksiran beban pajak 143.220.913.401 161.428.578.302 Ditambah (dikurangi ) Beda tetap :

Pajak dan denda 2.607.048.399 6.913.745.147 Sumbangan 1.304.260.186 865.470.514

(28)

-25 -

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

30 JUNI 2011 DAN 2010 SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pengobatan 197.528.185 212.380.000 Jamuan 111.249.846 81.617.690 Penghasilan bunga ( 193.438.472) (138.095.032)

Ditambah (dikurangi ) Beda temporer :

Amortisasi biaya ditangguhkan 295.243.698 -

Penyusutan ( 6.765.341.900) 1.626.700.294 Imbalan kerja 1.147.815.617 -

Taksiran laba fiskal 141.925.278.960 170.990.396.915 (Rugi) fiskal tahun 2009 ( 450.792.830.038 ( 450.792.830.038) Laba fiskal tahun 2010 243.996.863.543 -

Koreksi dari SKP atas SPT PPH-Badan

Tahun 2009 12.547.805.475 -

Saldo taksiran (Rugi) Fiskal ( 52.322.882.060) (279.802.433.123)

Perhitungan beban pajak kini untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 30 Juni 2010 Taksiran penghasilan kena pajak Beban pajak kini Nihil Nihil Dikurangi pembayaran pajak penghasilan :

Pasal 22 107.115.000 6.533.027.000 Jumlah 107.115.000 6.533.027.000 Taksiran Tagihan Pajak Penghasilan

Periode sebelumnya 6.584.645.545 20.124.852.292 Jumlah Taksiran Tagihan Pajak Penghasilan 6.691.760.545 26.657.879.292

Pada tanggal 09 Mei 2011 Perusahaan mendapatkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) No. 00018/406/09/092/11 sehubungan dengan permohonan pengembalian pajak Penghasilan (Restitusi PPh-Badan) sebesar Rp 20.124.852.295,-, pengembalian pajak penghasilan tersebut telah diterima oleh Perusahaan dan rugi fiskal ditetapkan untuk tahun buku 2009 sebesar Rp 438.245.024.563,-.

Sesuai dengan SPT PPH-Badan Tahun 2010 Perusahaan mengajukan permohonan pengembalian Pajak Penghasilan (restitusi) atas Pajak Penghasilan sebesar Rp 6.584.645.545,- di dalam neraca dilaporkan sebagai bagian dari akun ”Taksiran Tagihan Pajak Penghasilan”.

Pajak Tangguhan

Perhitungan taksiran penghasilan (beban) pajak tangguhan – bersih untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 30 Juni 2010 Penghasilan (Beban) Pajak Tangguhan :

Laba Fiskal ( 35.481.319.740)

(42.747.599.230) Amortisasi biaya ditangguhkan 73.810.924 -

Penyusutan ( 1.691.335.475) 406.675.074 Imbalan kerja 286.953.904 -

Selisih Rugi fiskal SPT dengan SKP

hasil pemeriksaan pajak ( 3.136.951.369)

-

Penghasilan (Beban) Pajak Tangguhan ( 39.948.841.756) (42.340.924.156)

(29)

Rekonsiliasi antara taksiran penghasilan (beban) pajak yang dihitung dari laba akuntansi sebelum taksiran penghasilan (beban) pajak tangguhan yang tercantum dalam laporan laba rugi konprehensif untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 30 Juni 2010 Laba sebelum taksiran penghasilan

(beban) pajak 143.220.913.401

161.428.578.302

Persentase tarif pajak

25 % X Rp 143.220.913.401 35.805.228.350 -

25 % X Rp 161.428.578.302 - 40.357.144.576 Jumlah 35.805.228.350 40.357.144.576 Pengaruh pajak atas beda tetap 4.191.973.024 2.018.303.338 Penghasilan yang dikenakan pajak final ( 48.359.618) (34.523.758) Penghasilan (Beban) Pajak 39.948.841.756 42.340.924.156

Pengaruh pajak atas beda waktu antara pelaporan komersial dan fiskal adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 30 Juni 2010 Aset Pajak Tangguhan :

Akumulasi Rugi Fiskal 13.080.720.515 69.950.608.289 Penyisihan nilai persediaan -

Aset tetap 3.586.463.799 5.134.815.004 Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja 2.547.081.042 1.984.011.085 Aset lain-lain ( 2.361.949.585) (2.583.382.359)

Aset Pajak Tangguhan 16.852.315.771 74.486.052.019

Berdasarkan evaluasi, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa saldo aset pajak tangguhan dapat terealisasi.

Pada bulan September 2008, Presiden Republik Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengesahkan Undang-Undang No.36 tahun 2008 tentang perubahan ke empat atas Undang-Undang No. 7 tahun 1983 atas Pajak Penghasilan telah disahkan. Undang-Undang ini berlaku efektif sejak 1 Januari 2009. Perubahan signifikan yang diatur dalam Undang-Undang, salah satunya adalah perubahan tarif pajak penghasilan badan menjadi tarif tunggal, yaitu sebesar 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. .

33.ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING

Rincian saldo aset dan Liabilitas dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:

30 Juni 2011 Valuta –USD Setara Rupiah

Aset :

Kas dan setara kas 122.130 1.049.948.927 Investasi Jangka Pendek 479.478 4.122.072.022 Piutang usaha pihak ketiga 2.686.964 23.099.828.542 Uang muka pembelian 7.569.112 65.071.653.196 Jumlah aset 10.857.684 93.343.502.687

(30)

-27 -

PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

30 JUNI 2011 DAN 2010 SERTA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Liabilitas :

Hutang Usaha 13.407.872 115.267.472.006 Hutang Bunga 450.000 3.868.650.000 Hutang lain-lain 220.535 1.895.938.699 Biaya masih harus dibayar 201.954 1.736.194.240 Jumlah kewajiban 14.280.361 122.768.254.945 Liabilitas – bersih 3.422.677 29.424.752.258

31 Desember 2010 Valuta – USD Setara Rupiah

Aset :

Kas dan setara kas 202.906 1.824.325.401 Investasi jangka pendek 442.334 3.977.027.601 Jumlah aset 645.240 5.801.353.002 Liabilitas : Hutang Usaha 41.008.502 368.707.437.975 Hutang bunga 1.438.855 12.936.747.553 Hutang lain-lain 110.920 997.284.148 Beban masih harus dibayar 35.594 320.030.060 Jumlah Liabilitas 42.593.871 382.961.499.736 Liabilitas bersih – bersih 41.948.631 377.160.146.734

34. INFORMASI SEGMEN

Perusahaan hanya menghasilkan 1 (satu) jenis produk (baja) yang tidak memiliki karakteristik yang berbeda, baik dalam proses produksi, golongan pelanggan, pendistribusian produk. Sehingga Perusahaan hanya mempunyai satu segmen usaha.

Segmen Geografis

Perusahaan beroperasi di Jl. Margomulyo No. 29A Surabaya – Indonesia.

Berikut ini adalah jumlah penjualan bersih Perusahaan berdasarkan pasar geografis.

30 Juni 2011 30 Juni 2010 Lokal 450.650.992.153 355.241.124.960 Ekspor : Asia 549.543.703.809 77.514.334.859 Timur Tengah 14.741.134.119 36.354.427.084 Eropa 118.802.276.296 3.430.256.654 Australia 20.826.571.611 420.908.666.861 Sub – jumlah 703.913.685.835 538.207.685.458 Jumlah 1.154.564.677.988 893.448.810.418 Nilai tercatat aset segmen dan penambahan aset tetap, seluruhnya berada dalam satu wilayah geografis yaitu Surabaya – Indonesia.

35. KOMITMEN

a. Perusahaan melakukan perjanjian kerjasama trade finance dalam bentuk flexibilitas pembayaran impor bahan baku (steel slab) dengan Stemcor (S.E.A) Pte, Ltd., Singapura

Referensi

Dokumen terkait

Hukum seharusnya menegakkan hak memperoleh keturunan yang ada dalam Pasal 28 B ayat 1 UUD NRI Tahun 1945, namun terbatas pada ruang lingkup memperoleh keturunan hanya pada satu

Hasil dari penelitian ini adalah dua buah web service yaitu webserice Perpustakaan dan webservice akademik dan dua buah aplikasi client berupa client operator

 Siswa diberikan bangun datar yang disediakan guru (sesuai dengan langkah pertama pembelajaran matematika realistik yaitu guru memberikan masalah kontektual

Instalasi CSSD melayani semua unit di rumah sakit yang membutuhkan kondisi steril, mulai dari proses perencanaan, penerimaan barang, pencucian, pengemasan &

Dalam setiap aksi dilakukan pengguna, maka harus ada umpan balik yang sesuai dengan aksi tersebut sehingga pengguna untuk mengerti sistem aplikasi tersebut, seperti memberikan

Penguasaan kompetensi profesional konselor terbentuk melalui latihan menerapkan kompetensi akademik dalam bidang bimbingan dan konseling yang telah dikuasai itu

Dari beberapa hasil wawancara yang telah dilakukan dalam penelitian ini sesuai dengan teori yang menjelaskan bahwa Penggajian, sistem penilaian, pelatihan, seleksi, desain

6) Sebagai langkah awal maka akan kita bentuk Tim Kelompok Kerja yang bertugas mempersiapkan segala data dukung yang berkaitan dengan penilaian Zona Integritas