• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHASA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI ILMIAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAHASA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI ILMIAH"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAHASA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI ILMIAH

KETERTARIKAN TERHADAP PENELITIAN

Tugas ini disusun untuk memenuhi UTS mata kuliah Bahasa sebagai

Sarana Komunikasi Ilmiah

Oleh

AINUN LUTFI ALFIATIN

1815153973

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

(2)

KETERTARIKAN TERHADAP PENELITIAN KEMAMPUAN NATURALIS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

DENGAN MENGGUNAKAN SIKLUS BELAJAR (LEARNING CYCLE 5E)

Pada penelitian yang akan saya lakukan, saya mengambil judul yang terkait dengan kemampuan naturalis siswa dalam pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dengan menggunakan model pembelajaran siklus belajar (Learning cycle 5E). Dimana berdasarkan pada observasi singkat yang telah saya lakukan sebelumnya, saya menemukan antusias siswa pada pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) masih sangat minim. Hal ini dikarenakan beberapa faktor yang mungkin terjadi pada proses pembelajaran diantaranya adalah kurangnya variasi guru dalam memberikan pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dimana mayoritas guru masih menggunakan metode ceramah sehingga terkesan membosankan. Selain itu strategi yang digunakan masih berpusat pada guru (teacher centered) dan tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Di samping itu penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran masih sangat jarang bahkan tidak pernah. Sehingga siswa dituntut untuk membayangkan secara abstrak materi yang sedang dipelajari. Sedangkan pada hakikatnya menurut Jean Piaget anak usia sekolah dasar berada pada tahapan perkembangan operasional konkrit. Pada tahap ini, anak sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika atau operasi, tetapi hanya untuk objek fisik yang ada saat ini. 1Dalam tahap ini, anak telah hilang kecenderungan terhadap animism dan articialisme. Oleh karena itu, dalam pembelajaran seharusnya digunakan media pembelajaran yang konkrit supaya peserta didik lebih mudah memahami materi yang sedang dipelajari.

Ilmu Pengetahuan Alam atau yang disingkat dengan IPA adalah salah satu mata pelajaran pokok yang harus diajarkan di Sekolah Dasar.2 Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu mata pelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berfikir kritis dalam menganalisa suatu materi. Seharusnya dalam pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam peserta didik diajarkan melalui proses praktikum atau observasi langsung ke lapangan yang dilakukan sendiri oleh peserta didik. Namun, pada praktiknya masih sering ditemukan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang tidak dilakukan secara konkrit. Hal ini sangat disayangkan mengingat potensi peserta didik diyakini akan lebih baik jika melakukan pembelajaran secara langsung di lingkungan sekitar. Selain dapat meningkatkan potensi peserta didik dalam pembelajaran jika dilakukan pembelajaran secara langsung di lingkungan sekitar akan meningkatkan kemampuan naturalis peserta didik.

Kemampuan naturalis itu sendiri merupakan salah satu dari sembilan macam kecerdasan yang dikemukakan oleh Howard Gardner. Sudah seharusnya dalam proses

1Fati ah I da, Perkembangan Teori Kognitif Jean Piaget , Intelektualita. Vol 3. No. 1. Juni 2015 2Ne g Mu u Kur iawa , Tati “u iati, Pendekatan Contextual Teaching and Learning (Ctl) dan

(3)

pembelajaran seorang guru memperhatikan hal ini sebagai salah satu aspek untuk memahami potensi kecerdasan siswa. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan potensi kecerdasan masing-masing siswa secara maksimal. Pada dasarnya manusia memiliki semua kecerdasan itu namun hanya beberapa kecerdasan saja yang menonjol dari dirinya. Hal ini dapat disebabkan dari potensi bawaan yang dimiliki seseorang atau potensi mana yang biasa diasah. Oleh karena itu, saya tertarik untuk menggali kemampuan naturalis peserta didik dalam pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan naturalis pada peserta didik yakni dengan pengamatan terhadap lingkungan di sekitar sekolah secara langsung. Selain melibatkan peserta didik aktif dalam pembelajaran hal ini juga diyakini dapat menampilkan materi pembelajaran secara konkrit. Thomas Amstrong mengungkapkan bahwa belajar dengan cara naturalis akan lebih bersemangat ketika terlibat dalam pengalaman di alam terbuka.3

Siklus belajar (Learning Cycle 5E) merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered). Fase kegiatan pembelajaran pada siklus belajar (Learning Cycle 5E) berupa rangkaian tahap-tahap kegiatan yang telah diorganisasi sedemikian rupa, meliputi pembangkitan minat (engagement), eksplorasi (exploration), penjelasan (explanation), elaborasi (elaboration), dan evaluasi (evaluation).4 Aktivitas pada siklus belajar (Learning cycle 5E) lebih banyak ditentukan oleh peserta didik. Sehingga peserta didik dapat menguasai kompetensi yang harus dicapai pada saat pembelajaran dengan berperan aktif pada proses pembelajaran. Siklus belajar (Learning Cycle 5E) merupakan model pembelajaran yang berlandaskan pada teori konstruktivistik. Konstruktivistik merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan merupakan hasil konstruksi (bentukan).5 Pada pembelajaran teori konstruktivistik menekankan pentingnya peserta didik membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan dalam proses pembelajaran. Sehingga proses belajar mengajar lebih berpusat pada siswa dan guru sebagai fasilitator. Siklus belajar (Learning Cycle 5E) ini mempunyai tujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka alami dengan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Dengan begitu proses pembelajaran yang dilakukan peserta didik akan lebih bermakna sehingga peserta didik dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran.

Berdasarkan pengamatan saya terkait dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar yang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional

3Mila Dwi Ca dra, Pembelajaran Berbasis

Multiple Intelligences , Jur al Pe didika Guru “ekolah Dasar Tahu ke IV Agustus 5

4Elies “eptia a, Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan

Prestasi Belajar , Jur al Pe didika I do esia, O li e , http://u .a .id , diakses ta ggal 8 Mei 8

5“u arsih, Implementasi Teori Pembelajaran Konstruktivistik dalam Pembelajaran Mata Kuliah

(4)

dan belum sesuai dengan potensi yang seharusnya dimiliki oleh peserta didik. Oleh karena itu, saya tertarik untuk meningkatkan kemampuan naturalis peserta didik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Dimana kemampuan naturalis itu sendiri merupakan salah satu kemampuan yang di kemukakan oleh Howard Gardner yang berkaitan dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang berhubungan dengan lingkungan alam. Selain itu rasa ingin tahu saya terhadap penggunaan Siklus belajar

(5)

DAFTAR PUSTAKA

Fatimah Ibda, “Perkembangan Teori Kognitif Jean Piaget”, 2018 Intelektualita. Vol 3 No. 1 Juni 2015

Neng Mumun Kurniawan, Tati Sumiati, “Pendekatan Contextual Teaching and

Learning (Ctl) dan Aplikasinya dalam Pembelajaran IPA Sekolah Dasar”,

Metodik Didaktik Vol. 10, No. 1 Juli 2015

Mila Dwi Candra, “Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences”, Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 12 Tahun ke IV Agustus 2015

Elies Septiana, “Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Untuk

Meningkatkan Aktivitas Dan Prestasi Belajar”, Jurnal Pendidikan Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

Kesepadanan dan kesatuan ialah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang

pada pemakaian bahasa yang dapat diterima atau dipahami dengan baik oleh lawan tutur ... Kata/Istilah yang Tepat dan Sesuai.. Bahasa yang Singkat dan Jelas..

Ketertarikan Terhadap Rancangan Penelitian Tindakan Kelas ( Classroom Action Research ) dengan Menggunakan Pendekatan Saintifik dalam Meningkatkan Keterampilan.. Berpikir Kritis

Model pembelajran Learning Cycle 7E diawali dengan mendatangkan pengetahuan awal peserta didik, melibatkan peserta didik dalam kegiatan pengalaman langsung, peserta

Hal itu mengakibatkan peserta didik tidak mempunyai kesempatan untuk menemukan sendiri fakta dan konsep atau memperoleh pengetahuan secara inkuiri.Hasil observasi terhadap

Learning cycle dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa karena model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkontruksi pengetahuan yang dimiliki serta

Salah satunya adalah metode pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) yaitu merupakan sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para

Dengan demikian, seorang klinikus dituntut untuk mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang memadai dalam mendiagnosa tumor ganas.3 Hal inilah mungkin yang menyebabkan terjadinya