HAKIKAT DAN KONSEP
PERSPEKTIF GLOBAL
A. GLOBAL DAN GLOBALISASI
Global
artinya sesuatu hal yang berkaitan
dengan dunia, internasional, atau seluruh
jagat raya (concerning the whole earth).
Kejadian,
misalnya Bom Bali I dan Bom
Bali II, Bom di Kedutaan Australia, Bom
di Hotel J.W Marriot dan Ritz Carlton
mempengaruhi opini masyarakat dunia
terhadap bangsa Indonesia sehingga
secara stereotipe bangsa Indonesia
dicap sebagai negara teroris.
Kegiatan
, misalnya negara Pakistan
•
Sikap,
misalnya Presiden AS ke-44, Barrack
Husein Obama, yang menyatakan sikap
“menghormati umat muslim” di dunia,
mendapatkan sambutan hangat bukan
hanya dari negara-negara Islam, bahkan
seluruh dunia sehingga ia mendapatkan
nobel perdamaian.
•
Ke
empatnya
merupakan hal-hal yang dapat
•
Sehingga,
global
didalam pembahasan
materi-materi,
memiliki
pengertian
menyeluruh, dimana dunia tidak lagi
dibatasi oleh batas negara, wilayah, ras,
warna kulit dan sebagainya.
•
Globalisasi
adalah suatu proses dengan
• Istilah globalisasi saat ini menjadi sangat
popular karena berkaitan dengan gerak pembangunan di Indonesia, terutama berkaitan dengan sistem ekonomi terbuka dan perdagangan bebas.
• Era globalisasi ditandai dengan adanya
•
Menurut Hamijoyo dalam Mimbar (1990)
mengemukakan bahwa ciri-ciri globalisasi,
antara lain :
1.
Globalisasi
perlu didukung oleh kecepatan
informasi,
kecanggihan
teknologi,
transportasi
dan
komunikasi
yang
diperkuat oleh tatanan organisasi dan
manajemen yang tangguh.
2.
Globalisasi
telah
melampaui
batas
tradisional geopolitik. Batas tersebut harus
tunduk pada kekuatan teknologi, ekonomi,
social
politik
dan
sekaligus
mempertemukan
tatanan
yang
CIRI-CIRI GLOBALISASI
3.
Adanya ketergantungan antar negara.
GLOBALISASI MEMPUNYAI DAMPAK
POSITIF DAN NEGATIF. TILAAR (1998)
•
Dampak positif globalisasi adalah munculnya
masyarakat megakompetisi, dimana setiap
orang berlomba berbuat yang terbaik untuk
mencapai yang terbaik.
•
Untuk berkompetisi dibutuhkan kualitas yang
•
Namun, globalisasi dapat menjadi ancaman
bagi budaya bangsa. Globalisasi akan
melahirkan
budaya
global
sehingga
mengancam budaya lokal yang menjadi
karakteristik budaya nasional. Apalagi jika
tingkat pendidikan masyarakat rendah, hal
ini akan menjadi penyebab cepatnya
masyarakat
terseret
arus
globalisasi
dengan menghilangkan jati diri dan
identitas bangsa.
•
Contohnya, remaja di Indonesia dapat
Tilaar
(1998) mengemukakan bahwa
Tillaar (1998) juga mengemukakan tentang kemampuan, kreasi yang neghasilkan produk-produk berkualitas tinggi.
Dalam bidang politik, ditandai dengan
Masyarakat yang demokratis
adalah
masyarakat
yang
menghormati hak asasi manusia,
merupakan masyarakat madani
yang hak dan kewajibannya
dijunjung tinggi.
B. PERSPEKTIF GLOBAL
•
Perspektif
adalah cara pandang atau cara
berpikir seseorang tentang suatu obyek.
•
Perspektif global
adalah suatu cara
• Perspektif global adalah suatu pandangan
yang timbul akibat suatu kesadaran bahwa hidup ini adalah untuk kepentingan global yang lebih luas. Dalam cara berpikir, seseorang harus berpikir global, dan dalam bertindak dapat secara lokal (think globally and act locally).
• Sebagai pendidik, guru memerlukan suatu
Istilah-istilah dan pemahaman yang
sempit
seperti
kesukuan,
kedaerahan,
barat-timur,
putih-hitam, dapat memunculkan
benih-benih konfik sehingga memunculkan
pertentangan dunia
Olah
karena
itu,
guru
harus
• Peran guru dalam memahamkan nilai-nilai
kebaikan adalah sebagai komunikator atau penghubung antara peserta didik dengan dunia luar. Untuk itu seorang guru harus :
1. Tertarik dan peduli terhadap kejadian dan kegiatan pada masyarakat (lokal, nasional, internasional).
2. Proaktif mencari informasi-informasi (nasional dan internasional).
3. Bersifat terbuka, menerima pembaharuan.
C. PENDIDIKAN GLOBAL
• Pendidikan global merupakan upaya sistematis untuk membentuk wawasan dan perspektif mahasiswa dan perspektif siswa, karena melalui pendidikan global siswadibekali materi secara utuh dan menyeluruh berkaitan dengan masalah global.
• Pendidikan global mempersiapkan siswa untuk
memahami dan mengatasi adanya ketergantungan global dan keberagaman budaya, yang mencakup hubungan, kejadian dan kekuatan yang tidak dapat diisikan kedalam batas-batas negara dan budaya (Hoopes,1997).
• Pendidikan global memiliki tiga tujuan yaitu:
1. Memberikan pengalaman yang mengurangi
2. Memberikan pengalaman yang
memper-siapkan
siswa
untuk
mendekatkan
diri
dengang
keragaman global. Kegunaan dari
tujuan
ini
adalah
untuk
mendiskusikan tentang relatifsme
budaya dan keutamaan etika.
• Pendidikan global mempersiapkan masa depan siswa
dengan memberikan keterampilan analisis dan evaluasi yang luas. Keterampilan ini akan membekali siswa untuk memahami dan memberikan reaksi terhadap isu internasional dan antar budaya.
• Pendidikan global juga mengenalkan siswa dengan
berbagai strategi untuk berperan serta secara lokal, nasional dan internasional.
• Harus menyajikan informasi yang relevan untuk
meningkatkan kemampuan terlibat dalam kebijakan publik.
• Pendidikan global mengkaitkan isu global dengan
DIMENSI, TUJUAN DAN MANFAAT
PERSPEKTIF GLOBAL
A.
Dimensi Perspektif Global
Perspektif global bertolak dari
Dalam kaitannya dengan budaya dalam era
globalisasi, Makagiansar (Mimbar,1990)
mengajukan empat dimensi, yaitu :
2.
ereafrmasi
dan
mengembangkan
identitas budaya dan setiap kelompok
manusia
berhak
diakui
identitas
budayanya.
3.Partisipasi, bahwa dalam pengembangan
suatu bangsa dan Negara partisipasi dari
masyarakat sangat diperlukan.
B. MANFAAT PERSPEKTIF GLOBAL
Manfaat dan kegunaan mempelajari perspektif
global adalah :
1. Meningkatkan wawasan dan kesadaran para
guru dan siswa bahwa kita bukan hanya penghuni satu daerah tetapi mempunyai ketergantungan dengan orang lain di belahan bumi yang lain. Oleh karena itu sikap kita harus mencerminkan “ sikap ketergantungan” tersebut.
2. Menambah dan memperluas pengetahuan kita
MANFAAT PERSPEKTIF GLOBAL
3. Mengkondisikan para mahasiswa untuk
berpikir
integral
bukan
general,
sehingga suatu gejala atau masalah
dapat ditanggulangi dari berbagai
aspek.
C. TUJUAN PERSPEKTIF GLOBAL
Tujuan diberikannya perspektif global menurut
Marryfeld, 1977 adalah :
1. Mendorong mahasiswa untuk mempelajari lebih
banyak tentang materi dan masalah yang berkaitan dengan masalah global.
2. Mendorong para guru untuk mempelajari
masalah yang berkaitan dengan masalah lintas budaya.
3. Pengembangkan dan memahami makna
Berdasarkan tujuan tersebut maka, peran guru
adalah :
1. Memberikan bekal pengetahuan kepada siswa
tentang pentingnya pengetahuan global dalam memahami maslah-masalah tertentu.
2. Meningkatkan kesadaran dan wawasan anak
didik sebagai landasan dalam melakukan tindakan yang berdampak global.
3. Memberikan contoh dan teladan dalam
D. MASALAH DALAM PENDIDIKAN
GLOBAL
Pada pelaksanaan pembelajaran di sekolah, guru
mengalami beberapa permasalahan dalam
mengajarkan perspektif global, diantaranya:
1. Menurut kurikulum KTSP, dalam pelajaran IPS
MASALAH DALAM PENDIDIKAN GLOBAL
2. Masalah global adalah masalah integral yaitu
suatu permasalahan yang dapat dilihat dari berbagai bidang ilmu. Sementara pada materi pelajaran IPS di SD masih menitikberatkan pada materi bidang studi yaitu sejarah dan geograf.
3. Mata kuliah perspektif global tergolong baru, para
guru belum memiliki pengalaman cukup untuk mengajar materi persepktif global di SD.
4. Buku sumber untuk pelajaran perspektif global di
Arti Penting Wawasan Berperspektif Global
dalam Pengelolaan Pendidikan di Indonesia
Pendidikan
memiliki
keterkaitan
erat
dengan globalisasi
Dalam menuju
era globalisasi
, Indonesia
pendidikan harus dirancang sedemikian rupa agar
memungkinkan para anak didik dapat
mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami dan kreatif dalam suasana penuh kebebasasn, kebersamaan dan tanggung jawab.
pendidikan harus dapat menghasilkan lulusan
URGENSI WAWASAN PERSEPEKTIF GLOBAL
DALAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN
Apa pentingnya wawasan ber-perspektif
global dalam pengelolaan pendidikan?
Tujuan umum pengetahuan tentang perspektif
global adalah selain untuk menambah
wawasan juga untuk menghindarkan diri dari
cara berpikir sempit, terkotak oleh
batas-batas subyektif, primordial (lokalitas) seperti
perbedaan warna kulit, ras, nasionalisme yang
sempit, dsb.
dengan wawasan perspektif global kita dapat:
1. menghindarkan diri dari cara berpikir sempit
dan terkotak-kotak oleh batas subyektif sehingga pemikiran kita lebih berkembang.
2. melihat sistem pendidikan di negara lain yang
telah maju dan berkembang.
3. membandingkannya dengan pendidikan di
negara kita, mana yang dapat diterapkan dan mana yang sekerdar untuk diketahui saja.
4. mencontoh sistem pendidikan yang baik di
Tentu kita masih ingat dulu ketika Malaysia
mengimpor guru-guru dari Indonesia untuk mendidik anak-anak mereka. Namun kini justru Malaysia-lah yang lebih maju pendidikannya dari negara kita. Apa yang salah?
Kalau boleh dikatakan, bahwa mereka mau belajar
dan mempelajari serta terus meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Salah satunya yaitu dengan melihat kondisi di sekitarnya (negara lain, Indonesia).
Dengan demikian wawasan ber-perspektif global
Penerapan Pengelolaan Pendidikan dengan
Wawasan Berperspektif Global di Indonesia
Dalam
penerapan
pengelolaan
pendidikan
dengan
wawasan
berprespektif global, akan di bahas lebih
ke pendidikan yang berwawasan global.
Pendidikan yang berwawasan global ini
PERFEKTIF REFORMASI
Pendidikan berwawasan global merupakan suatu
proses pendidikan yang dirancang untuk
mempersediakan anak didik dengan kemampuan dasar intelektual dan tanggung jawab guna memasuki kehidupan yang bersifat kompetitif dan dengan derajat saling menggantungkan antar bangsa yang sangat tinggi.
Pendidikan harus mengkhaitkan proses pendidikan
yang berlangsung di sekolah dengan nilai-nilai yang selalu berubah di masyarakat global. Dengan
demikian, sekolah harus memiliki orientasi nilai, di
mana masyarakat tersebut harus selalu dikaji
Implikasi dari pendidikan berwawasan
global menurut perfektif reformasi
tidak hanya bersifat
perombakan
kurikulum
, tetapi juga
merombak
sistem,
struktur
dan
proses
pendidikan.
Pendidikan dengan kebijakan dasar
Pendidikan berwawasan global harus
merupakan
kombinasi
antara
kebijakan yang mendasarkan pada
mekanisme pasar
.
Maka dari itu, sistem dan struktur
Kebijakan pendidikan yang berada di antara
kebijakan sosial dan mekanisme pasar, memiliki arti bahwa pendidikan tidak semata-mata di tata dan diatur dengan menggunakan perangkat aturan sebagaimana yang berlaku sekarang ini, serba seragam, rinci dan instruktif.
Pendidikan juga di atur layaknya suatu Mall,
Selain itu, pendidikan berwawasan
global bersifat sistematik organik,
dengan ciri-ciri feksibel-adaptif dan
kreatif demokratis.
Bersifat
sistemik-organik
artinya
Fleksibel-adaptif,
artinya bahwa pendidikan
lebih ditekankan sebagai suatu proses
learning daripada teaching.
Anak didik dirangsang untuk
memiliki
motivasi
untuk mempelajari sesuatu yang
harus dipelajari dan
continues learning
.
Tetapi, anak didik tidak akan dipaksa untuk
dipelajari.
Materi yang dipelajari
bersifat integrated
,
materi satu dengan yang lain dikaitkan
secara padu dan dalam
open-sistem
environment
. Pada pendidikan tersebut
Kreatif
demokratis
,
berarti
pendidikan
senantiasa menekankan pada suatu sikap
mental untuk senantiasa menghadirkan suatu
yang baru dan orisinil.
Secara
paedagogis, kreativitas dan demokrasi
merupakan dua sisi dari mata uang.
Tanpa
demokrasi
tidak akan ada proses kreatif
,
sebaliknya
tanpa proses kreatif demokrasi
Untuk memasuki era globalisasi pendidikan harus
bergeser ke arah pendidikan yang berwawasan global.
Dari perspektif kurikuler pendidikan berwawasan
global berarti menyajikan kurikulum yang bersifat interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner.
Berdasarkan perspektif reformasi, pendidikan
berwawasan global berarti menuntut kebijakan pendidikan tidak semata-mata sebagai kebijakan sosial, melainkan suatu kebijakan yang berada di antara kebijakan sosial dan kebijakan yang mendasarkan pada mekanisme pasar.
Maka dari itu, pendidikan harus memiliki kebebasan
PERSPEKTIF KURIKULER
Pendidikan berwawasan global dapat dikaji
berdasarkan pada dua perspektif yaitu
perspektif reformasi
dan
perspektif kurikuler
.
Berdasarkan
persperktif kurikuler
, pendidikan
CIRI-CIRI PERSPEKTIF
KURIKULER
1.
Mempelajari budaya, sosial, politik dan
ekonomi bangsa lain dengan titik berat
memahami adanya saling ketergantungan
2.
Mempelajari
barbagai
cabang
ilmu
pengetahuan untuk dipergunakan sesuai
dengan kebutuhan lingkungan setempat, dan
3.