BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Berdasarkan hasil dari pembangunan ekonomi yang sudah dapat dicapai
sampai pada saat ini merupakan suatu hasil atas kebersamaan dari sektor usaha
baik pihak swasta selaku perseroan terbatas dan koperasi.1
Pencapaian pemerataan kesejahteraan tersebut ialah bisa dengan cara
peralihan saham perseroan terbatas (selanjutnya disebut PT) kepada koperasi.
Upaya peralihan saham tersebut timbul berdasarkan suatu pemikiran untuk
membantu pengembangan koperasi khususnya permodalan koperasi yang Hasil dari
pembangunan tersebut sudah waktunya perlu diupayakan agar secara merata dapat
dirasakan bagi berbagai kalangan dan lapisan masyarakat guna meningkatkan
kesejahteraan. Pemerintah merupakan bagian yang terpenting dalam rangka
mewujudkan dan mencapai hasil guna secara maksimal dari pembangunan itu
sendiri yang mana sesuai dengan tujuan pemerintah untuk mencapai dan
memajukan kesejahteraan, baik kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi masyarakat
umum dan pemegang saham dari perseroan terbatas dan anggota koperasi sesuai
dengan Undang -Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
(selanjutnya disebut UU PT) dan Undang-Undang No.17 Tahun 2012 tentang
Perkoperasian (selanjutnya disebut UU Koperasi).
1
bertujuan untuk memajukan kesejahteraan ekonomi para anggota; disini letak
kekhususan koperasi dimana kesejahteraan ekonomi para anggota yang
menjadi tujuan utama,sehingga dapat dengan segera tercapainya pemerataan
hasil- hasil pembangunan dengan tepat dan sesuai dengan harapan perwujudan
kesejahteraan dari pembangunan itu sendiri.2
Perseroan terbatas dan koperasi keduanya memiliki peran yang sangat
penting dalam keikutsertaan dalam perananya di dalam kehidupan pembangunan
perekonomian di Indonesia sampai saat ini. Kemajuan atas perkembangan dan
pertumbuhan ekonomi yang baik dan wajar dapat terjadi apabila keduanya terikat
dan terjalin dengan berada dalam suatu hubungan dan ikatan kerjasama yang
menguntungkan. Peralihan saham yang dilakukan perseroan sebagai wujud
membantu pengembangan permodalan koperasi juga memberikan dampak
keuntungan bagi perseroan, yaitu; citra perusahaan dapat meningkat atau
membaik , daya saing perusahaan meningkat, daya beli masyarakat menguat, 3 dan koperasi yang menerima peralihan atas saham dapat mewujudkan tujuan
koperasi sesuai dengan UU Koperasi yaitu bertujuan meningkatkan kesejahteraan
anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, sekaligus sebagai bagian
yang tidak terpisahkan dari tatanan perekonomian nasional yang demokratis dan
berkeadilan.4
2
Andjar Pachta W, Hukum Koperasi Indonesia (Jakarta: PT. Kencana, 2007), hlm. 81.
3
Arya Maheka, Bagaimana Mendirikan Dan Mengelola Bisnis Secara Baik Dan Aman (Kanisius: Yogyakarta, 2008), hlm. 140.
4
Masih terdapatnya kesenjangan sementara tercapainya pemerataan
kesejahteraan ekonomi dan sosial baik bagi masyarakat umum merupakan tujuan
umum perseroan maupun koperasi sebagai suatu badan usaha, sehingga cara
untuk mengurangi kesenjangan tersebut ialah an dengan mengadakan peralihan
pemilikan atas saham perseroan kepada koperasi dianggap paling tepat.Mengapa
pencapaian kesejahteraan dilakukan dengan peralihan pemilikan atas
saham,karena dalam struktur perekonomian Indonesia pada umumnya, perseroan
terbatas dan koperasi mempunyai kedudukan,fungsi dan peran yang sama besar
dalam rangka mengembangkan dan menumbuhkan perekonomian nasional.5 Oleh karena itu peralihan pemilikan atas saham berarti adanya peralihan atas semua hal
yang ada kaitannya dengan hak dan kewajiban yang melekatkan pada saham yang
bersangkutan.Peralihan pemilikan saham mengandung arti bahwa yang dialihkan
tersebut meliputi hak-hak yang dapat di nikmati antara lain hak atas suatu
keuntungan perusahaan dan juga kemungkinan lain yaitu kewajiban menanggung
beban kerugian perusahaan (terbatas ).6
Peralihan saham perseroan terbatas kepada koperasi berarti terdapat
pemindahan pemilik dari pemilik semula kepada pemilik baru. Untuk itu perlu
diikuti suatu prosedur tertentu sesuai dengan sifat dan karakteristik
masing-masing pihak, baik yang mengalihkan maupun yang menerima peralihan
pemilikan atas saham. Sebagaimana Perseroan terbatas yang didukung oleh para
5
Sri Redjeki Hartono. Op. Cit,. hlm. 67.
6
pendiri diatur dan mengatur organisasi dan tata kerjanya berdasarkan
ketentuan-ketentuan UU PT yang telah dirumuskan di dalam anggaran dasar PT.7
Tanpa mengurangi maksud dan tujuan dari peralihan atas saham itu sendiri,
maka dimungkinkan koperasi mempunyai kemungkinan yang sama untuk
melaksanakan usaha yang sama dengan perseroan terbatas. Perseroan tertutup
maupun perseroan terbuka adalah badan hukum yang merupakan persekutuan
modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal
dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang
ditetapkan dalam undang-undang serta peraturan pelaksanaannya.8
Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau
badan hukum koperasi,dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai
modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama
di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi. Oleh karena
itu aturan mengenai peralihan pemilikan atas saham telah diatur dalam UU PT.
9
Perseroaan terbatas dan koperasi adalah badan hukum meskipun bersumber
dari dua undang-undang yang berbeda, sehingga keduanya adalah subyek hukum
dan merupakan pendukung hak dan kewajiban di dalam lalu lintas hukum pada
umumnya. Meskipun demikian keduanya tetap mempunyai karakteristik yang
berbeda satu terhadap yang lain dalam hal pada jati dirinya pendirian , misi atau
dan sasaran kerja serta jangkauan wilayah usaha dan pada akhirnya mengacu pada
7
Ibid., hlm. 69.
8
Pasal 1 Undang-Undang Nomor.17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian.
9
permodalan dan kemampuan intern yang berbeda antara keduanya sehingga untuk
itu perlu dilakukan analisis secara komprehensif, 10
1. Bagaimana permodalan dalam perseroan terbatas dan permodalan dalam
koperasi ?
termasuk analisis yuridis,
sehingga maksud baik dari peralihan saham tersebut diatas dapat terjadi dengan
aman melalui suatu proses yang wajar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku
tanpa mengurangi maksud dan tujuan dari peraalihan saham itu sendiri. Karena
peralihan saham UU PT, merupakan aspek hukum privat bahwa terdapat asas
kebebasan. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk menulis
skripsi yang membahas tentang “ Peralihan Saham PT.Tertutup kepada Koperasi Ditinjau dari Undang No.40 Tahun 2007 dan Undang-Undang No.17 Tahun 2012. “
B. Rumusan Masalah
Dari uraian tersebut sebelumnya, dalam penelitian ini akan dibahas
permasalahan sebagai berikut :
2. Bagaiamana syarat dan tata cara dalam peralihan saham perseroan terbatas ?
3. Bagaimana peralihan saham PT. Tertutup kepada koperasi ditinjau dari
Undang-Undang No.40 Tahun 2007 dan Undang – Undang No.17 Tahun
2012?
10
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Untuk mengetahui permodalan yang ada di perseroan terbatas berdasarkan
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian.
2. Untuk mengetahui peraturan perundang-undangan tentang syarat dan tata cara
peralihan saham Perseroan Terbatas.
3. Untuk mengetahui mekanisme yang dilakukan dalam peralihan saham
perseroan terbatas kepada koperasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 40
Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2012 tentang Koperasi.
Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
a. Memberikan pengetahuan yang besar bagi penulis sendiri bagaimana
bagaiamana mekanisme peralihan saham perseroan terbatas ke koperasi
b. Memberikan pembangunan ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu hukum
ekonomi, khususnya yang berkaitan dengan peralihan saham perseroan
terbatas ke koperasi
2. Manfaat praktis
a. Memberikan kontribusi terhadap masyarakat untuk dapat mengetahui
b. Memberikan masukan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan khususnya
hukum perusahaan dan juga memberikan pemahaman pada pihak terkait
seperti; praktisi hukum, praktisi legal corporate, dan juga mahasiswa
diharapkan memberikan manfaat yang cukup luas.
D. Keaslian Penulisan
Berdasarkan pemeriksaan dan hasil penelitian yang ada, penelitian
mengenai “ Pengalihan saham dari PT.Tertutup kepada Koperasi ditinjau dari
Undang -Undang No.40 Tahun 2007 dan Undang - Undang No.17 Tahun 2012”,
belum pernah di bahas oleh mahasiswa lain di lingkungan Universitas Sumatera
Utara dan penulisan ini asli disusun oleh penulis sendiri dan bukan plagiat atau
diambil dari penelitian orang lain. Berikut adalah beberapa penulisan yang pernah
dilakukan mahasiswa Fakultas Hukum USU yang berkaitan dengan peralihan
saham :
1. Jhon Indra G.Purba dengan judul ( Kedudukan Pemegang Saham Minoritas
Dalam PT.Tertutup studi kasus pada PT.Industri Pembungkus Internasional
Medan.)
2. Tri Kurniawan dengan judul ( Pengalihan Saham Dalam Perjanjian Jual Beli
Saham Melalui Internet Diakitkan Dengan Undang-Undang No.11 Tahun 2008
Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.)
3. Mariana Ramli dengan judul ( Perjanjian Tertutup Sebagai Hambatan
Persaingan Usaha Yang Sehat Ditinjau Dari Undang-Undang No.5 Tahun
Penulisan skripsi ini merupakan ide, gagasan pemikiran dan usaha penulis
sendiri bukan merupakan hasil ciptaan atau hasil penggandaan dari karya tulis
orang lain yang dapat merugikan pihak-pihak tertentu. Dengan ini penulis dapat
bertanggung jawab atas keaslian penulisan skripsi ini.
Perihal mendukung penulisan ini dipakai pendapat para sarjana yang
diambil atau dikutip berdasarkan daftar referensi dari buku para sarjana yang ada
hubungannya dengan masalah dan pembahasan yang disajikan, baik berupa karya
ilmiah maupun pasal-pasal dalam Peraturan Perundang-Undangan.
E. Tinjauan Kepustakaan
Perseroan Terbatas (PT) merupakan bentuk usaha kegiatan ekonomi yang
paling disukai saat ini, disamping karena pertanggung jawabannya yang bersifat
terbatas juga memberikan kemudahan bagi pemilik (pemegang saham) nya untuk
mengalihkan perusahaannya (kepada setiap orang) dengan menjual seluruh saham
yang dimilikinya pada perusahaan tersebut.11
Bentuk hukum seperti perseroan terbatas ini juga dikenal di negara- negara
lain seperti di : Malaysia disebut Sendirian Berbad ( SDN BHD ) , di Singapura
disebut Private Limited ( Pte Ltd ) , di Jepang disebut Kabushiki Kaisa , di Inggris
disebut Registered Companies, di Belanda disebut Naamloze Vennootschap (NV),
di Perancis disebut Societes A Responsabilite Limite ( SARL ).12
11
Ahmad Yani dan Gunawan Widjaja, Seri Hukum Bisnis Perseroan Terbatas (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2000), hlm.1.
12
Ibid, hlm.23.
Pengertian perseroan terbatas terdiri dari dua kata, yakni “perseroan” dan
“terbatas”. Perseroan merujuk kepada modal PT yang terdiri dari sero-sero atau
saham-saham. Adapun kata terbatas merujuk kepada pemegang saham yang
tanggungjawabnya hanya sebatas pada nilai nominal semua saham yang
dimilikinya. Dengan kata lain suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang
memiliki modal terdiri dari saham saham yang pemiliknya memiliki bagian
sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham
yang dapat diperjual belikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan
tanpa perlu membubarkan perusahaan. karena
Batasan yang diberikan tersebut di atas ada 5 (lima) hal pokok yang dapat
dikemukakan yaitu:
PT adalah perusahaan yang
modalnya terbagi atas saham-saham, dan tanggung jawab sekutu pemegang saham
terbatas pada jumlah saham yang dimilikinya. Sehubungan dengan itu orang yang
mempunyai tagihan terhadap PT tidak dapat langsung menagih kepada para
pemegang saham , melainkan kepada PT, sebab PT adalah badan hukum.
Berdasarkan Pasal 1 UU PT pengertian Perseroan Terbatas (Perseroan)
adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan
perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya
terbagi dalam saham, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam
undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya.
13
1. Perseroan terbatas merupakan suatu badan hukum
13
2. Didirikan berdasarkan perjanjian
3. Menjalankan usaha tertentu
4. Memiliki modal yang terbagi dalam saham-saham
5. Memenuhi persyaratan undang-undang
Upaya untuk menjadi badan hukum, PT harus memenuhi persyaratan dan
tata cara pengesahan perseroan terbatas sebagaimana yang diatur dalam UU PT,
yaitu pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. Tata cara
tersebut antara lain pengajuan dan pemeriksaan nama PT yang akan didirikan,
pembuatan Anggaran Dasar, dan pengesahan Anggaran Dasar oleh Menteri.
Perseroan terbatas sebagai persekutuan modal, kekayaan PT terdiri dari
modal yang seluruhnya terbagi dalam bentuk saham. Para pendiri PT
berkewajiban untuk mengambil bagian modal itu dalam bentuk saham dan mereka
mendapat bukti surat saham sebagai bentuk penyertaan modal. Tanggung jawab
para pemegang saham terbatas hanya pada modal atau saham yang dimasukkanya
ke dalam perseroan (limited liability). Segala hutang perseroan tidak dapat
ditimpakkan kepada harta kekayaan pribadi para pemegang saham, melainkan
hanya sebatas modal saham para pemegang saham itu yang disetorkan kepada
perseroan.
Perseroan tertutup adalah perseroan terbatas biasa, dimana modal perseroan
berasal dari kalangan tertentu, misalnya dari kalangan keluarga atau kerabat. Oleh
tertentu yang telah ditentukan dan tidak dijual kepada pihak umum. Biasanya pada
lembaran saham telah tertulis nama (atas nama) pemilik saham sehingga tidak
mudah untuk dipindahtangankan kepada pihak lain.14 Perseroan terbatas tertutup (closely held corporaion) yang sering disebut sebgai perusahaan pribadi (private
corporation). Saham perseroan terbatas tertutup hanya dipegang oleh beberapa
orang dan tidak djual ke masyarakat umum.15
Saham dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:16
1. Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim
a. Saham Biasa (common stock)
1) Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki
perusahaan
2) Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika
perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh
pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.
b. Saham Preferen (Preferred Stock)
1) Saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham
biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga
obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil, seperti yang
dikehendaki investor.
14
Alfian Malik, Pengantar BIsnis Jasa Pelaksana konstruksi (Yogyakarta: CV. Andi Offset., 2010), hlm. 52.
15
Ricky W. Griffin dan Ronald J. Ebert., Bisnis (jilid 1), edisikedelapan (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2006), hlm.11.1
16
2) Serupa saham biasa karena mewakili kepemilikan ekuitas dan
diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran
saham tersebut; dan membayar deviden.
3) Persamaannya dengan obligasi adalah adanya klaim atas laba dan aktiva
sebelumnya, devidennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan
memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan
saham biasa.
2. Ditinjau dari cara peralihannya
a. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
1) Pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah
dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya.
2) Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah
diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
b. Saham Atas Nama (Registered Stocks)
1) Merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, di
mana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu.
3. Ditinjau dari kinerja perdagangan
a. Blue-Chip Stocks
1) Saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi,
sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan
konsisten dalam membayar dividen.
1) Saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen
lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun
sebelumnya.
2) Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang
lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai.
3) Emiten ini tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan potensi
c. Growth Stocks
1) (Well-Known)
a) Saham -saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan
yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai
reputasi tinggi.
2) (Lesser-Known)
a) Saham dari emiten yang tidak sebagai leader dalam industri, namun
memiliki ciri growth stock.
b) Umumnya saham ini berasal dari daerah dan kurang populer di
kalangan emiten.
d. Speculative Stock
1) Saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh
penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan
penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti
1) Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun
situasi bisnis secara umum.
2) Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, di mana
emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari
kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada
masa resesi.
Undang-Undang Perseroan Terbatas pada Pasal 57 ayat (1) selanjutnya
menentukan bahwa jika saham yang hendak dialihkan adalah saham dalam
perseroan terbatas tertutup, maka dalam Anggaran Dasar perseroan terbatas
tersebut dapat diatur adanya ketentuan, yaitu :
1. Mewajibkan dilakukannya penawaran kepada pemegang saham dalam
perseroan terbatas terlebih dahulu sebelum saham perseroan terbatas
tersebut dijualkan kepada pihak ketiga.
Dalam hal anggaran dasar mengharuskan pemegang saham penjual
menawarkan terlebih dahulu sahamnya kepada pemegang saham
klasifikasi tertentu atau pemegang saham lain, dan dalam jangka waktu 30
hari terhitung sejak tanggal penawaran dilakukan ternyata pemegang
saham tersebut tidak membeli, pemegang saham penjual dapat
menawarkan dan menjual sahamnya kepada pihak ketiga. Setiap
pemegang saham penjual yang diharuskan menawarkan sahamnya tersebut
berhak menarik kembali penawaran tersebut, setelah lewatnya jangka
klasifikasi tertentu atau pemegang saham lain tersebut hanya berlaku 1
kali.
2. Mensyaratkan diperlukannya persetujuan organ perseroan terbatas, pada
umumnya Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ):
Pemberian persetujuan pemindahan hak atas saham yang memerlukan
persetujuan organ Perseroan atau penolakannya harus diberikan secara
tertulis dalam jangka waktu paling lama 90 hari terhitung sejak tanggal
organ Perseroan menerima permintaan persetujuan pemindahan hak
tersebut. Dalam jangka waktu tersebut telah lewat dan organ Perseroan
tidak memberikan pernyataan tertulis, organ perseroan dianggap
menyetujui pemindahan hak atas saham tersebut. Dalam hal pemindahan
hak atas saham disetujui oleh organ Perseroan, pemindahan hak harus
dilakukan dalam jangka waktu paling lama 90 hari terhitung sejak tanggal
persetujuan diberikan.
3. Mensyaratkan diperolehnya persetujuan/izin instansi yang berwenang
terlebih dahulu. Jika perseroan terbatas tersebut adalah perseroan terbatas
yang terbuka, maka berlaku ketentuan dalam peraturan
perundang-undangan dalam bidang pasar modal, termasuk Undang-Undang Pasar
Modal dan Peraturan BAPEPAM-LK sebagai pelaksanaan dari
Undang-Undang Pasar Modal tersebut.
Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau
modal untuk menjalankan usaha, yangmemenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama
di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.
Terdapat 6 elemen penting yang terkandung dalam pendirian koperasi,
yaitu:17
1. Koperasi adalah perkumpulan orang-orang (association of person)
2. Penggabungan orang-orang tersebut berdasar kesukarelaan (voluntarily joined
together)
3. Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai ( to achieve a common economic
end)
4. Koperasi yang dibentuk adalah suatu organisasi bisnis (badan usaha) yang
diawasi dan dikendalikan secara demokratis
5. Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan
6. Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang
Fungsi dan rinsip koperasi adalah:18
1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuna ekonomi anggota
pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan
kesejahteraan ekonomi dan sosialnya
2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan
manusia dan masyarakat
17
Arifin Sitio dan Halomoan Tamba, Koperasi: Teori & Praktik (Jakarta: Erlangga, 2001), hlm. 16-17.
18
3. Memperoleh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya
4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasonal
yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi
ekonomi.
Saham adalah surat berharga yang merupakan tanda kepemilikan seseorang
atau badan hukum terhadap suatu perusahaan19. Saham dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau
perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan
bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat
berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan
yang ditanamkan di perusahaan tersebut.20
Penelitian yang dipergunakan dalam menyelesaikan skripsi ini bersifat
deskriptif analisis yang mengacu kepada penelitian hukum yuridis normatif yaitu
menguji, mengkaji ketentuan-ketentuan penerapan peraturan yang mengatur
tentang peralihan saham perseroan terbatas tertutup ke koperasi. C. F. G Sunaryati
Hartono dalam bukunya Penelitian Hukum Di Indonesia Pada Akhir Abad Ke-20
mengatakan bahwa kegunaan metode penelitian hukum normatif adalah untuk
F. Metode Penelitian
1. Jenis dan sifat penelitian
19
L. Thian Hin. Panduan Berinvestasi Saham, (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2008), hlm. 15.
20
mengetahui atau mengenal apakah dan bagaimanakah hukum positifnya mengenai
suatu masalah yang tertentu. Dia juga mengatakan bahwa penelitian hukum
normatif juga dapat menjelaskan atau menerangkan kepada orang lain apakah dan
bagaimanakah hukumnya mengenai peristiwa atau masalah yang tertentu.21
Penelitian normatif dapat dikatakan juga dengan penelitian sistematik
hukum sehingga bertujuan mengadakan identifikasi terhadap
pengertian-pengertian pokok/dasar dalam hukum, yakni masyarakat hukum, subyek hukum,
hak dan kewajiban, peritiwa hukum, hubungan hukum dan obyek hukum
22
a. Bahan hukum primer
.
2. Sumber data
Sumber data diperoleh melalui data sekunder yaitu:
Diperoleh melalui Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan
Terbatas, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian dan
Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.
b. Bahan hukum sekunder
Bahan hukum sekunder berupa karya-karya ilmiah, berita-berita serta tulisan
dan buku yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diajukan.
c. Bahan hukum tertier
21
C. F. G. Sunaryati Hartono. Penelitian Hukum Di Indonesia Pada Akhir Abad Ke-20, (Penerbit Alumni: Bandung, 1994), hlm. 140.
22
Bahan hukum tertier berupa bahan-bahan yang memberikan petunjuk maupun
penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti
Kamus Hukum dan Kamus Bahasa Indonesia dan lain sebagainya.
3. Teknik pengumpulan data
Dalam penulisan skripsi ini teknik pengumpulan data dengan studi dokumen
dengan penulusuran pustaka (Library Research) yaitu mengumpulkan data dari
informasi dengan bantuan buku, karya ilmiah dan juga perundang-undangan yang
berkaitan dengan materi penelitian.
4. Analisis data
Metode analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini dengan memakai
data sekunder, yaitu bahan hukum yang memberikan penjelasan mengenai bahan
hukum primer seperti buku-buku, pendapat para sarjana, internet, dan makalah,
yang terkait dengan peralihan saham PT. Tertutup kepada koperasi, adalah metode
kualitatif.
G. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Diawali dengan latar belakang penelitian, yang berisi alasan-alasan
penulis mengambil judul sebagaimana tercantum diatas.
Uraian-uraian dalam bab ini ditujukan sebagai penjelasan awal mengenai
permasalahan dalam mengidentifikasi masalah sebagai proses
signifikasi pembahasan. Disamping itu untuk mempertegas
pembahasan dicantum pula maksud dan tujuan serta kegunaan
penelitian.
BAB II PERMODALAN DALAM PERSEROAN TERBATAS DAN KOPERASI
Menjelaskan bagaimana kedudukan perseroan terbatas dan
koperasi sebagai badang hukum serta permodalan dalam perseroan
terbatas dan permodalan dalam koperasi yang ada di Indonesia.
Dalam bab ini akan membahas secara normatif bagaimana
landasan hukum permodalan perseroan terbatas dan permodalan
koperasi di Indonesia.
BAB III SYARAT DAN TATACARA PERALIHAN SAHAM
Berisi syarat dan tata cara dalam peralihan saham perseroan
terbatas di Indonesia, dan bagaimana saham merupakan bagian dari
benda bergerak serta akibat hukumnya. Ada beberapa syarat dan
tata cara yang dapat dilakukan dalam peralihan saham perseroan
terbatas di Indonesia.
BAB IV PERALIHAN SAHAM PT TERTUTUP KEPADA
Alasan dilakukannya peralihan saham dari perseroan terbatas
tertutup kepada koperasi, bentuk peralihannya, mekanisme
peralihannya dan akibat dari peralihan saham perseroan terbatas
tertutup kepada koperasi yang ditinjau dari Undang-Undang No.40
Tahun 2007 dan Undang -Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang
Perkoperasian.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dan saran-saran