LAPORAN PRAKTIKUM
MATA KULIAH IKTIOLOGI
Oleh:
Nama
: Ainia Gita Tiara Shanti
NIM
: L1C015014
Kelompok : 10
Asisten
: Lesa Triwahyanti
KEMENTRIAN RISET DAN TEKNOLOGI TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PURWOKERTO
BAB I PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin ) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yakni hewan yang memiliki tulang belakang. Sesuai dengan ilmu yang mempelajari tentang beraneka macam ikan yaitu ikhtiologi. Ikhtiologi merupakan gabungan dari bahasa Yunani yaitu “ichthyes” yang artinya ikan dan Logos artinya ilmu. Dengan demikian ikhtiologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari ikan dengan segala aspek kehidupannya. Ikan didefinisikan sebagai binatang vertebrata yang berdarah dingin (polikiloterm), hidup dalam lingkungan air, pergerakan dan kesetimbangan badannya terutama menggunakan sirip dan pada umumnya bernafas dengan insang.
Pengetahuan tentang klasifikasi dan taksonomi diperlukan adanya identifikasi dari berbagai parameter morfologi dari bentuk tubuh ikan. Melihat morfologi ikan kita dapat mengelompokkan ikan atau hewan air. Sistem atau cara pengelompokan ini dikenal dengan istilah sistematika atau taksonomi.
Identifikasi merupakan kegiatan untuk mencari dan mengenal ciri-ciri yang beraneka ragam dari individu-individu. Kemudian mencari perbedaan-perbedaan yang mantap sifatnya diantara individu-individu yang nampaknya sama. Identifikasi ikan juga meliputi jumlah dari spine,dan rays pada sirip yang berbeda, jumlah sisik sepanjang linea lateralis, bentuk kepala, bentuk sirip, dan lain sebagainya. Pekerjaan mencari dan mengenal ciri-ciri taksonomi individu yang beraneka ragam dan memasukannya dalam suatu takson merupakan cara untuk mengidentifikasi suatu spesies. Identifikasi ini ditinjau dari segi ilmiah, sebab seluruh pekerjaan berikutnya sangat tergantung dari hasil identifikasi yang benar dari suatu spesies yang sedang diteliti.
tersebut tua dapat berubah-ubah, terutama pada ikan dan hewan air lainnya yang mengalami metamorfosis dan mengalami proses adaptasi terhadap lingkungan (habitat). Namun demikian pada sebagian besar ikan bentuk tubuhnya relatif tetap, sehingga kalaupun terjadi perubahan, perubahan bentuk tubuhnya relatif sangat sedikit
Sistem Pencernaan adalah suatu sistem menerima makan, mencernanya untuk dijadikan energi dan nutrein, kemudian mengeluarkan sisa-sisa proses itu melalui anus. Secara umum sistem pencernaan merupakan proses penyederhanaan makanan melalui mekanisme fisik dan kimiawi sehingga makanan menjadi bahan yang mudah diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Dimana diawali dengan suatu lubang yang disebut mulut, makanan dimasukkan pada lubang akhir yang disebut anus, dimana merupakan tempat sisa makanan yang tidak dicerna untuk dibuang melalui anus.
Sistem pencernaan ikan diawali dari rongga mulut yang terdiri dari gigi-gigi dan lidah. Tidak semua ikan memiliki gigi dan lidah yang digunakan untuk mencerna makanan. Proses pencernaan makanan dari rongga mulut masuk ke kerongkongan dan selanjutnya ke lambung, makanan masuk ke usus. Dari usus bermuara cairan empedu yang membantu proses pencernaan usus halus, sari-sari makanan diserap dan selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh bagian tubuh. Sisa-sisa makanan yang tidak diserap dikeluarkan melalui anus.
Ikan mempunyai sistem ekskresi berupa ginjal dan suatu lubang pengeluaran yang disebut urogenital. Lubang urogenital ialah lubang tempat bermuaranya saluran ginjal dan saluran kelamin yang berada tepat dibelakang anus. Ikan memiliki sistem ekskresi yang terdiri dari ginjal (terutama) dan suatu lubang yang disebut urogenital sebagai tempat bermuaranya saluran ginjal dan saluran kelamin yang terdapat di belakang anus. Sistem urigenitalia berasal dari kata uropoetica (urinaria) dan genitalia. Hal ini memiliki maksud bahwa sistem urigenitalia ini terdiri dari dua sistem yaitu sistem urinaria dan sistem genitalia yang diantara keduanya mempunyai keterkaitan satu sama lain karena memiliki satu lubang pelepasan yang sama.
1.2. Tujuan Praktikum
Mahasiswa dapat mengidentifikasi suatu specimen ikan tertentu dan memberikan klasifikasinya
Mahasiswa dapat mengenal bentuk, bagian, ciri-ciri tubuh luar ikan sehingga diharapkan mahasiswa dapat membuat diskripsi tentang jenis ikan tertentu
Mahasiswa dapat mengenal bagian-bagian dari alat pencernaan makanan dari beberapa jenis ikan yang termasuk dalam kelompok herbivora, carnivora, dan omnivora.
BAB II
MATERI DAN METODE
2.1. Materi 2.1.1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu : alat bedah
baki paraffin
buku
kunci identifikasi
jarum penusuk
kamera pensil.
2.1.2. Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
Ikan Mas
Ikan Nila
Ikan Lele
Ikan Gurame
Ikan Bandeng
Ikan Kembung
Ikan Kurisi
2.1. Metode 2.2.1. Cara Kerja
Ikan yang akan diidentifikasi diambil kemudian diamati menggunakan buku taksonomi dan kunci identifikasi.
Morfologi
Ikan yang telah mati (diawet dengan formalin atau dirusak saraf pusatnya) diletakkan pada baki bedah dengan posisi, kepala di sebelah kiri dan punggung di atas. Sirip-sirip ikan dibuat dalam posisi meregang yaitu diregang dengan bantuan jarum penusuk. Ikan yang sudah disiapkan tadi digambar, gambar dibuat sketsa terlebih dahulu agar terlihat mirip dengan keadaan aslinya. Dalam membuat sketsa bagian tubuh ikan diukur kemudian diperbesar/diperkecil ukuran tersebut sesuai yang diinginkan. Posisi bagian ubuh ikan diperiksa, misal letak sirip, mata dan sebagainya. Ikan digambar degan garis yan tegas bukan arsiran. Diberi nama daerah dan nama ilmiah. Diberi keterangan dibawah gambar tentang : bentuk tubuh, bentuk mulut, letak sungut, posisi sirip perut terhadap sirip dada, bentuk-bentuk sirip ekor, dan ciri-ciri khusus pada ikan
Sistem Pencernaan
Melihat bentuk dan letak gonad (testes dan ovarium), serta ginjal dan saluran-salurannya maka harus dilakukan pembedahan. Pembedahan dilakkan dengan hati-hati akan mencegah alat reproduksi rusak. Untuk memudahkan pekerjaan maka saluran pencernaannya harus dibuang, sehingga alat reproduksi dapat terlihat jelas. Testes ataupun ovarium dapat diletakkan diluar tubuh ikan dengan cara menariknya, dalam ini harus menggunakan pinset dan gunting.
2.2.1. Waktu dan Tempat
No Kegiatan
Bulan : April Minggu
Tempat
1 2 3
1 Identifikasi Ikan dan
Morfologi Ikan Lab. FPIK
2 Sistem Pencernaan Lab. FPIK
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil
IDENTIFIKASI
1. Ikan Lele
Kingdom : Animalia Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Ordo : Ostariophysi Famili : Clariidae Genus : Clarias Spesies : Clarias batrachus
2. Ikan Bandeng
Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Ordo : Malacopterygii Famili : Chanidae
Genus : Chanos
Spesies : Chanos chanos
3. Ikan Nilem
Kingdom : Animalia Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Ordo : Ostariophysi Famili : Cyprinidae Genus : Osteochilus Spesies : Osteochilus hasselti
4. Ikan Mas
Spesies : Cyprinus carpio
5. Ikan Gurame
Kingdom : Animalia Filum : Chordata
Class : Pisces
Ordo : Labyrinthici Family : Anabantidae Genus : Osphronemus
Spesies : Osphronemus gouramy lae
6. Ikan Kembung
7. Ikan Kurisi
3. Ikan Lele
(Cyprinus carpio)
Com-Superior Emaginate - Thoracic
1) Ikan Nila
Gambar 1. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Keterangan :
1. Mulut 2. Lambung 3. Usus 4. Anus
Panjang Total Ikan : 15, 5 cm Panjang Usus ikan : 103 cm Perbandingan : 1 : 6 Sifat Ikan : Herbivora
Gambar 2. Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Keterangan :
1. Mulut 2. Lambung 3. Usus 4. Anus
Panjang total ikan : 13 cm
Panjang usus ikan : 60 cm
Perbandingan : 1 : 4 cm
Sifat ikan : Herbivore
3) Ikan Lele
1. Mulut 2. Lambung 3. Usus 4. Anus
Panjang total ikan : 29 cm
Panjang usus ikan : 39 cm
Perbandingan : 1 : 1,4 cm
Sifat ikan : Carnivora
SISTEM UROGENITAL
1. Ikan Nilem Jantan
Keterangan : 1. Operkulum
2. Testes Berpasangan 3. Ginjal
4. Anus
Jenis Kelamin : Jantan
Ciri Khusus : 1. operkulum lebih kasar 2. Panjang tubuh lebih pendek 3. Warna tubuh lebih pucat
4. Saat distriping mengeluarkan sperma 5. Warna gonad putih
2. Ikan Nilem Betina
Keterangan : 1. Operkulum 2. Ovarium 3. Ginjal 4. Anus
Jenis Kelamin : Betina
Ciri Khusus : 1. Operkulum lebih halus 2. Panjang tubuh lebih panjang 3. Warna tubuh lebih cerah
4. Saat distriping mengeluarkan telur 5. Warna gonad kuning telur
3.2. Pembahasan 3.2.1. Identifikasi Ikan