KONSEP DASAR KEPERAWATAN
MAKALAH MODEL KONSEP DAN TEORI KEPERAWATAN
MENURUT HILDEGARD E PEPLAU
OLEH : KELOMPOK
1. NUR INDAH RETNO ( 47011084 ) 2. RIZKY HANDIKA (470114094 ) 3. ROCHMAD SALIS ( 470114095 ) 4. WENY ISTIANA ( 470114120 )
AKADEMI KEPERAWATAN MADIUN
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-NYA kepada kami, sehingga kami
dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah mata kuliah Ilmu Keperawatan
Dasar tentang “Tokoh Keperawatan: di dunia” sesuai dengan waktu yang telah di
tentukan.
Pembuatan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas kami dalam
menempuh pembelajaran di semester ini,kami mengucapkan terimah kasih kepada
:
1. Direktur Akper Madiun
2. Dosen pembimbing akademik Akper Madiun
3. Dosen Konsep Dasar Keperawatan
4. Semua pihak yang ikut serta berpartipasi dalam pembuatan makalah ini.
Penulis berharap dengan disusunnya makalah ini dapat sedikit banyak
menambah pengetahuan para pembaca. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan
makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan makalah ini.
Penyusun
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI... ii
DAFTAR TABEL... ii
BAB I PENDAHULUAN... 1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Rumusan Masalah... 1
1.3 Tujuan Penulisan... 2
1.4 Kegunaan... 2
1.5 Metode Penulisan... 2
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Teori Keperawatan Hildegard E. Peplau... 3
2.2 Tahapan Peplau dalam Keperawatan... 4
2.3 Teori Peplau dan Konsep Empat Besar... 6
2.4 Konsep Mayor Dari Teori Peplau... 7
BAB III PENUTUP... 8
DAFTAR PUSTAKA... 9
DAFTAR TABEL
2.1 Fase Hubungan Perawat-Pasien... 6BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu keperawatan didasarkan pada suatu teori yang sangat luas. Proses keperawatan adalah metode dimana suatu konsep diterapkan dalam praktik keperawatan. Keperawatan merupakan suatu bentuk layanan kesehatan professional yang merupakan bagian integral dari layanan kesehatan yang berdasarkan pada ilmu dan etika keperawatan.
Keperawatan sebagai bagian intergral dari pelayanan kesehatan, ikut menentukan mutu dari pelayanan kesehatan.
Untuk menjalankan tugas keperawatan, banyak teori keperawatan yang digunakan, salah satunya adalah Hildegard E. Peplau. Model konsep dan teori keperawatan yang dijelaskan oleh Peplau menjelaskan tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain yang menggunakan dasar hubungan antar manusia yang mencakup 4 komponen sentral yaitu klien, perawat, masalah kecemasan yang terjadi akibat sakit dan proses interpersonal.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun problem yang perlu dibahas dalam makalah ini adalah mengenai bagaimanakah model keperawatan menurut Hildegard E. Peplau, yaitu:
1. Bagaimanakah teori keperawatan Hildegard E. Peplau?
2. Bagaimanakah tahapan model keperawatan Hildegard E. Peplau?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana model konsep keperawatan Hildegard E.Pelpau.
2. Agar mahasiswa mampu memahami, mengaplikasi, dan menerapkan model-model konsep dan teori keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan diberbagai situasi.
1.4 Manfaat
1. Menambah pengetahuan kita sebagai mahasiswa perawat tentang model-model konsep keperawatan.
2. Menjadi penyemangat dan menambah kinerja kita sebagai perawat agar tidak pantang menyerah dalam merawat pasien dan memperjuangkan nasib perawat. 3. Dapat menjadi inspirasi kita dalam praktik keperawatan
4. Menjadi dasar bagi mahasiswa keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan.
5. Untuk puskesmas, rumah sakit, posyandu dan lain- lain, makalah ini sangatlah bermanfaat karena lingkungan merupakan hal yang harus di perhatikan dalam perawatan pasien.
1.5 Metode Penulisan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Teori Keperawatan Hildegard E. Peplau
Teori yang dikembangkan Hildegard E Peplau adalah keperawatan spikodinamik (Psychodynamyc Nursing). Teori ini dipengaruhi oleh model hubungan interpesonal yang bersifat terapeutik (significant therapeutic interpersonal process). Hildegard E. Peplau mendefenisikan teori keperawatan psikodinamikanya sebagai berikut:
Perawatan psikodinamik adalah kemampuan untuk memahami perilaku seseorang untuk membantu mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan yang dirasakan dan untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip kemanusiaan yang berhubungan dengan masalah-masalah yang muncul dari semua hal atau kejadian yang telah dialami.
Pengalaman keperawatan Dr. Peplau adalah:
Sebagai perawat privat dan umum dibidang keperawatan RS
Terlibat dalam riset keperawatan
Perawat privat di keperawatan psikiatri
Mengajar perawatan psikiatri untuk beberapa tahun
Ia sebagai profesor emetris dari Rutgres University
Peplau menerbitkan Buku Interpersonal Relation in Nursing pada tahun 1952 Artikel-artikel di majalah-majalah profesional dan topik konsep-konsep interpersonal sampai pada isu-isu keperawatan yang terbaru. Dan selanjutnya Peplau mengembangkan teori keperawatan yang dikenal dengan Psychodynamic Nursing.
1. Pasien
Sistem dari yang berkembang terdiri dari karakteristik biokimia, fisiologis, interpersonal dan kebutuhan serta selalu berupaya memenuhi kebutuhannya dan mengintegrasikan belajar pengalaman. Pasien adalah subjek yang langsung dipengaruhi. .Oleh adanya proses interpersonal.
2. Perawat
Perawat berperan mengatur tujuan dan proses interaksi interpersonal dengan pasien yang bersifat partisipatif, sedangkan pasien mengendalikan isi yang menjadi tujuan. Hal ini berarti dalam hubungannya dengan pasien, perawat berperan sebagai mitra kerja, pendidik, narasumber, pengasuh pengganti, pemimpin dan konselor sesuai dengan fase proses interpersonal.
3. Masalah Kecemasan yang terjadi akibat sakit / Sumber Kesulitan
Ansietas berat yang disebabkan oleh kesulitan mengintegrasikan pengalaman interpersonal yang lalu dengan yang sekarang ansietas terjadi apabila komunikasi dengan orang lain mengancam keamanan psikologi dan biologi individu. Dalam model peplau ansietas merupakan konsep yang berperan penting karena berkaitan langsung dengan kondisi sakit.
4. Proses Interpersonal
Proses interpersonal yang dimaksud antara perawat dan pasien ini menggambarkan metode transpormasi energi atau ansietas pasien oleh perawat yang terdiri dari 4 fase.
2.2 Tahapan Peplau dalam Keperawatan
Untuk mencapai tujuan dari hubungan interpersonal tersebut maka harus melalui penggunaan step-step atau fase-fase sebagai berikut:
1. Fase Orientasi
bekerja sama secara kolaborasi dengan pasien dan keluarganya dalam menganalisis situasi yang kemudian bersama-sama mengenali, memperjelas dan menentukan masalah untuk ada setelah masalah diketahui, diambil keputusan bersama untuk menentukan tipe bantuan apa yang diperlukan. Perawat sebagai fasilitator dapat merujuk klien ke ahli yang lain sesuai dengan kebutuhan
2. Fase Identifikasi
Fase ini fokusnya memilih bantuan profesional yang tepat, pada fase ini pasien merespons secara selektif ke orang-orang yang dapat memenuhi kebutuhannya. Setiap pasien mempunyai respons berbeda-beda pada fase ini. Respons pasien terhadap perawat:
Berpartisipasi dan interpendent dengan perawat
Anatomy dan independent
Pasif dan dependent 3. Fase Eksploitasi
Fase ini fokusnya adalah menggunakan bantuan profesional untuk alternatif pemecahan masalah. Pelayanan yang diberikan berdasarkan minat dan kebutuhan dari pasien. Pasien mulai merasa sebagai bagian integral dari lingkungan pelayanan. Pada fase ini pasien mulai menerima informasi-informasi yang diberikan padanya tentang penyembuhannya, mungkin berdiskusi atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada perawat, mendengarkan penjelasan-penjelasan dari perawat dan sebagainya.
4. Fase Resolusi
Terjadi setelah fase-fase sebelumnya telah berjalan dengan sukses. Fokus pada fase ini mengakhiri hubungan profesional pasien dan perawat dalam fase ini perlu untuk mengakhiri hubungan teraupetik meraka. Dimana pasien berusaha untuk melepaskan rasa ketergantungan kepada tim medis dan menggunakan kemampuan yang dimilikinya agar mampu menjalankan secara sendiri.
Fase Fokus
Identifikasi Eksploitasi Resolusi
Pemilihan bantuan profesional yang tepat
Penggunaan bantuan profesional untuk pemecahan masalah alternatif
Pemutusan hubungan professional
2.1 Fase Hubungan Perawat-Pasien
PROSES KEPERAWATAN FASE-FASE PEPLAU
Pengkajian OrientasiPerawat dan pasien sebagai orang yang asing, pertemuan diawali oleh pasien yang mengekspresikan perasaan butuh, bekerja sama mengenali dan menentukan masalah
Diagnosa Keperawatan Pasien menjelaskan perasaan butuh Perencanaan Identifikasi. Meletakkan tujuan yang
interpendent, pasien mempunyai perasaan memiliki dan merespons secara selektif untuk memenuhi kebutuhannya
Implementasi Eksploitasi. Pasien secara selektif mencari siapa yang dapat memberi inisiatif oleh pasien
Evaluasi Resolusi. Terjadi setelah fase-fase yang lain sukses secara lengkap kemudian dilakukan pengakhiran hubungan
2.2 Hubungan Fase-Fase Peplau Dengan Proses Keperawatan
2.3 Teori Peplau dan Konsep Empat Besar
2.4 Konsep Mayor Dari Teori Peplau
Empat konsep mayor dari teori Peplau: a. Manusia
Manusia adalah organisme yang hidup dalam keseimbangan yang tidak stabil b. Lingkungan
Peplau mendefenisikan lingkungan sebagai bentuk di luar organisme dalam konteks kebudayaan, dari sini kebudayaan dan kepercayaan diaktualisasikan
c. Keperawatan
Keperawatan adalah alat pendidikan untuk kekuatannya bertujuan untuk mendukung kekuatan seseorang dalam kreativitas langsung, produktivitas, dan sikap individual dari kehidupan masyarakat
d. Kesehatan
Peplau mendefinisikan kesehatan sebagai gerak progresif individu dan proses makhluk lain secara terus menerus dalam kelangsungan kreativitas, produktivitas dan sikap individual dari kehidupan masyarakat
Proses Keperawatan Tahapan Peplau
Penilaian
Pengumpulan data dan analisis Tidak perlu selalu berarti "kebutuhan yang dirasakan" mungkin perawat dimulai.
Diagnosa keperawatan
Ringkasan pernyataan berdasarkan analisis.
Perencanaan
Saling menetapkan tujuan.
Orientasi
Perawat dan pasien datang bersama-sama sebagai orang asing, pertemuan yang
diprakarsai oleh pasien yang mengungkapkan "kebutuhan yang dirasakan", bekerja sama untuk mengenali, memperjelas, dan mendefinisikan fakta terkait dengan kebutuhan.
(Catatan: pengumpulan data kontinu.) Pasien menjelaskan "kebutuhan yang dirasakan."
Identifikasi
Pelaksanaan
Rencana memulai ke arah pencapaian tujuan yang saling ditetapkan.Dapat dicapai dengan perawatan pasien, kesehatan profesional, atau keluarga pasien.
Evaluasi
Berdasarkan saling didirikan perilaku akhir yang diharapkan. Dapat menyebabkan penghentian atau inisiasi rencana baru.
menanggapi mereka yang bisa memenuhi kebutuhan.
Eksploitasi
Pasien secara aktif mencari dan menggambar pada pengetahuan dan keahlian dari mereka yang dapat membantu.
Resolusi
Terjadi setelah fase lain yang berhasil diselesaikan dan telah dipenuhi. Menyebabkan diberhentikan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
http://aindriblog.wordpress.com/2012/11/25/teori-dan-konsep-keperawatan-menurut-hildegard-e-peplau/
http://en.wikipedia.org/wiki/Hildegard_Peplau
http://zoeralovers.blogspot.com/2013/02/model-konsep-epeplau.html