3. METODE PENELITIAN
3.1. Definisi Konseptual 3.1.1. Citra
M.F.Vos (1992, p.24) mendefinisikan citra korporat sebagai “the image of organization as it is experienced by the various publics”. Definisi ini mengandung
makna bahwa citra terbentuk dari apa yang dialami publik mengenai organisasi. Semua yang dilakukan oleh perusahaan akan membentuk citra di mata publiknya, sehingga apa yang dilakukan negatif juga akan mempengaruhi penilaian buruk dari publik pada perusahaan.
Citra yang dimaksud disini adalah citra radio Suara Surabaya menurut pengunjung acara Jazz Traffic Festival, dimana citra dipandang sebagai gambaran publik terhadap perusahaan.
3.2. Definisi Operasional
Definisi operasional, yang disebut juga definisi fungsional, yaitu definisi operasional yang dapat diukur, menyatakan suatu konsep yang diukur dalam suatu penelitian (Sevilla, 1993, p.19-26).
Dalam penelitian ini, citra radio Suara Surabaya akan diukur dengan menggunakan indikator citra perusahaan oleh Vos (1992,122) :
3.2.1. Primary Impression
Berupa kesan pertama yang diberikan oleh konsumen terhadap perusahaan. Pengukurannya :
a. Pemahaman Pribadi
1) Responden mengetahui bahwa Suara Surabaya adalah sebuah radio 2) Responden mengetahui bahwa radio Suara Surabaya adalah radio berita. 3) Responden mengetahui bahwa radio Suara Surabaya adalah radio yang ber-genre musik Jazz.
4) Responden mengetahui bahwa radio Suara Surabaya sering menginfokan keadaan lalu lintas.
b. Kesadaran
2) Responden menyadari bahwa JTF diselenggarakan oleh radio Suara Surabaya.
3) Responden sadar bahwa radio Suara Surabaya satu-satunya radio berita yang menyajikan konser music seperti JTF.
4) Responden sadar bahwa acara JTF berkaitan dengan program on-air Jazz Traffic Suara Surabaya.
3.2.2. Familiarity
Pengetahuan publik akan perusahaan (produk, layanan, kegiatan, dan kebijakan perusahaan)
Pengukurannya : a. Pengetahuan
1) Responden mengetahui radio Suara Surabaya memiliki Suara Surabaya Media yang meliputi Majalah Surabaya City Guide, SuaraSurabaya.net, Media Sosial Suara Surabaya (Twitter,Facebook,Instagram)
2) Responden mengetahui bahwa radio Suara Surabaya on-air selama 24 jam.
3) Responden mengetahui bahwa dirinya bisa melaporkan kejadian di sekitar ke radio Suara Surabaya
4) Responden mengetahui bahwa JTF diselenggarakan oleh radio Suara Surabaya.
5) Responden mengetahui bahwa JTF sudah diadakan selama 7x. 6) Responden mengetahui program on-air Jazz Traffic.
b. Intensitas
1) Responden sering mendengarkan informasi lalu lintas di radio Suara Surabaya.
2) Responden sering mendengarkan laporan pendengar di siaran radio Suara Surabaya.
3) Responden sering mendengar promosi acara JTF di siaran radio Suara Surabaya.
4) Responden sering melihat publikasi acara JTF. c. Sifat keterlibatan
1) Responden pernah mengirimkan informasi terkait sebuah sebuah kegiatan atau kejadian di sekitar ke radio Suara Surabaya melalui Media sosial/Telepon/ SMS.
2) Responden pernah menjadi pengunjung JTF.
3) Responden merekomendasikan acara JTF ke orang lain. 3.2.3. Perception
Karakter yang publik identikkan dengan perusahaan secara spontan. Pengukurannya :
a. Karakteristik Perusahaan (Radio Berita)
1) Responden teringat News-Interaktif-Solutif ketika mendengarkan nama radio Suara Surabaya.
2) Siaran radio Suara Surabaya berisikan berita yang bisa dipercaya (kredible) dan aktual.
3) Penyiar radio Suara Surabaya, interaktif dengan pendengarnya.
4) Siaran radio Suara Surabaya memberikan solusi atau solutif terhadap berita lalu lintas yang disiarkan.
3.2.4. Preference
Publik dapat memilih karakter yang disukai dari perusahaan itu sendiri dan memberi penilaian dari tiap karakteristik.
Pengukurannya :
a. Keputusan terhadap karakteristik perusahaan
1) Responden memutuskan untuk mendengarkan radio Suara Surabaya karena berita yang disampaikan bisa dipercaya (kredible) dan akurat. 2) Responden memutuskan untuk melaporkan kejadian atau kegiata n disekitar saya karena penyiar yang interaktif
3) Responden memutuskan untuk mendengarkan radio Suara Surabaya karena ingin mencari tahu solusi permasalahan lalu lintas
3.2.5. Position
Posisi perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain Pengukurannya :
Perbandingan adalah istilah matematika untuk membandingkan dua obyek atau lebih
1) Radio Suara Surabaya lebih banyak menginformasikan lalu lintas dibanding radio sejenis.
2) Konten berita yang disiarkan lebih cepat didapatkan dibanding radio sejenis.
3) Penyiar radio Suara Surabaya lebih interaktif dibanding penyiar radio sejenis.
4) Penyampaian berita radio Suara Surabaya lebih jelas dan lugas dibandingkan radio sejenis..
b. Memiliki perbedaan dengan organisasi lain (hal terfavorit)
Perbedaan adalah suatu hal yang membuat perbedaan dengan dua objek atau lebih
1) Responden lebih menyukai musik yang diputarkan di radio Suara Surabaya.
2) Responden lebih menyukai cara penyampaian berita di radio Suara Surabaya.
3) Responden lebih menyukai bentuk program on-air maupun off-air radio Suara Surabaya.
3.3. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan jenis deskriptis bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variable yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian (Bungin, 2005, p.36). Format deskriptif digunakan untuk menggambarkan tentang karakteristik (ciri-ciri) individu, situasi atau kelompok tertentu (Ruslan, 2003, p.12).
3.4. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode survei. Menurut Irawan Soeharto (dalam Ruslan, 2003, p.21) penelitian survei adalah penelitian pengamatan yang berskala besar pada kelompok-kelompok manusia. Yang dimaksud dengan pengamatan di sini, tidak terbatas pada pengamatan penglihatan, tetapi data yang dikumpulkan secara tidak sengaja ditimbulkan oleh
peneliti seperti dilakukan dalam suatu eksperimen tertentu. Jadi bahan-bahan yang dikumpulkan dalam survei adalah data yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari berjalan secara wajar.
3.5. Subjek dan Objek Penelitian
Dalam penelitian ini, subjek penelitiannya adalah pengunjung acara Jazz
Traffic Festival yang dipilih acak dari data pengunjung acara sebanyak 96 orang. Sedangkan objeknya adalah citra radio Suara Surabaya (Primary Impression, Familiarity, Perception, Preference, Position) melalui acara Jazz Traffic Festival yang sudah diadakan sejak 2011 hingga tahun ini secara berturut-turut.
3.6. Populasi dan Sampel 3.6.1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik.sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu (Sugiyono, 2011, p.80).
Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung acara Jazz Traffic
Festival minimal pernah hadir 1x. Pemilihan ini berdasarkan pada acara yang sudah terselenggara di tahun lalu (sejak 2011-2017). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Surabaya yang pernah hadir dalam acara Jazz
Traffic Festival sebanyak 2.315 orang, yang dikategorikan sebagai berikut : Tabel 3.1 Jumlah Pengunjung Jazz Traffic Festival tahun 2017 menurut
kategori pengunjung
Sumber : : Data R&D Radio Suara Surabaya,2017 Pengunjung dari kategori Jumlah Pengunjung
Mahasiswa 933 orang
Umum 1382 orang
3.5.2 Sampling
Sampling atau Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2011, p.81). Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel tersebut, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi dan harus betul-betul representative (mewaikili).
Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan teknik sampling kuota. Sampling kuota adalah metode memilih sampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam jumlah atau kuota yang diinginkan. Hasilnya berupa kesan-kesan umum yang masih kasar yang tak dapat dipandang sebagai generalisasi umum (Nasution, 2003, p.97). Pemilihan populasi yaitu pengunjung acara Jazz Traffic Festival
radio Suara Surabaya dengan jumlah sebanyak 2.315 orang dari 2 kategori pengunjung berdasarkan tiket JTF 2017. Pemilihan populasi ini berdasarkan beberapa hal, yaitu :
1. Publik yang diharapkan hadir oleh radio Suara Surabaya bersifat umum. 2. Pengunjung yang pernah menghadiri acara Jazz Traffic Festival minimal 1x. 3. Berusia 17-40 tahun, dengan pertimbangan bahwa pada usia tersebut
seseorang dapat dikategorikan dewasa, dan dianggap telah memiliki kemandirian dan pengetahuan yang cukup baik dalam menerima informasi (Hurlock, 2004, p.259)
Jumlah sampel yang dipergunakan dalam penelitian ditentukan berdasarkan rumus Slovin, yaitu :
𝑛 = 𝑁 1 + 𝑁𝑒2 Dimana : n = jumlah sampel N = jumlah populasi e = kesalahan sampel
𝑛 = 2315 1 + 2315 (0.1)2 𝑛 = 2315 1 + 2315 (0.01) 𝑛 = 2315 1 + 23.15 𝑛 = 2315 24.15 𝑛 = 95.8/96
Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 96 orang, yang terbagi dalam 48 responden dari kategori tiket umum, dan 48 responden dari kategori tiket mahasiswa. Hal ini dikarenakan pihak radio Suara Surabaya tidak menitik beratkan salah satu kategori sebagai sasaran pengunjung acara Jazz
Traffic Festival.
3.7. Teknik Pengumpulan Data 3.7.1 Data Primer
Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2011, p.225). Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini sebagai pengumpulan data dalam bentuk kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden unutk dijawabnya. Kuesioner dapat berupa pertanyaan.pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos, atau internet (p.142). Variabel kuesioner akan disusun berdasarkan variable yang ditentukan peneliti.
3.7.2. Data Sekunder
Sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono, 2011, p.225). Data sekunder penelitian ini dapat berasal dari literature buku, jurnal, ataupun internet.
3.8 Teknik Analisis Data
Data yang peneliti akan dapatkan dari hasil kuesioner diolah dengan bantuan program SPSS Statistic 23.0 untuk membantu proses analisa data.
Beberapa tahapan yang akan dilakukan peneliti dalam menganalisis data ialah (Ruslan, 2003 p.165-168) :
a. Pengeditan (Editing)
Pengeditan merupakan proses pengecekan dan penyesuaian yang diperlukan terhadap data penelitian, yaitu untuk memudahkan proses pemberian kode dan pemrosesan data melalui teknik statistic, data diperoleh tersebut dihimpun oleh peneliti melalui teknik survey dan observasi. Editing merupakan upaya menghindari kesalahan, pengecekan kelengkapan pengisian lembaran atau relevansi jawaban tertulis, keterbacaan tulisan, dan kejelasan makna serta menelaah kesiapan dalam suatu pencatatan yang dilakukan oleh pengumpulan data.
b. Pemberian Kode (Coding)
Pemberian data atau koding adalah proses identifikasi dan klasifikasi data penelitian ke dalam skor numeric atau karakter symbol-simbol tertentu. Penelitian ini menggunakan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengembangkan instrument yang digunakan untuk mengukur sikap, persepsi dan pendapat seseorang atau sekelompok orang terhadap potensi dan permasalahan suatu objek, rancangan suatu produk, proses membuat produk yang telah dikembangkan atau diciptakan (Sugiyono, 2016, 165).
Jawaban setiap instrument yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, daftar pertanyaan memiliki empat kategori jawaban, dengan pemberian angka sebagai berikut:
Sangat Setuju (SS) = 5 Setuju (S) = 4 Netral (N) = 3 Tidak Setuju (TS) = 2 Sangat Tidak Setuju (STS) = 1
Dengan cara yang demikian maka kecenderungan responden untuk menjawab pada kolom tertentu dari bentuk checklist dapat dikurangi. Dengan model ini juga responden akan selalu membaca pernyataan setiap item instrument dan juga jawabannya. Data yang diperoleh dari skala tersebut adalah berupa data interval (Sugiyono, 2016, p.169)
Dalam pengukuran ini, angka 1 berada pada tingkatan paling rendah dan angka 5 berada pada tingkatan paling tinggi. Dalam penelitian ini, jawaban netral atau ragu-ragu ditiadakan dengan alasan (Hadi, 2000, p.52):
1. Kategori ini memiliki arti ganda, bias diartikan belum dapat memberikan jawaban, netral, ragu-ragu.
2. Tersedianya jawaban di tengah menimbulkan kecenderungan untuk menjawab ke tengah, terutama bagi mereka yang ragu-ragu akan kecenderungan jawabannya.
3. Disediakan jawaban di tengah akan menghilangkan banyaknya data penelitian, sehingga mengurangi banyaknya informasi yang dapat dijaring dari responden.
c. Tabulasi
Tahapan ini adalah proses penyusunan data ke dalam bentuk tabel-tabel, dan tabulasi silang adalah untuk memecah data lebih lanjut dan dimana setiap satuan kesatuan data dalam setiap kategori menjadi dua atau lebih sebagai subsatuan. Peneliti akan menggunakan table frekuensi untuk menganalisis data dalam penelitian ini.
Untuk menghitung kriteria objektif dari keseluruhan tiap-tiap pernyataan, peneliti menggunakan rumus untuk menghitung interval citra yaitu (Sudjana,2005, p.47) :
𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙 = 𝑅𝑎𝑛𝑔𝑒
𝐾𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖 Keterangan :
Range : skor tertinggi – skor terendah
Skoring : skoring terendah atau tertinggi x jumlah pertanyaan
Kategori : kriteria yang disusun pada kriteria objektif suatu variable (2, positif dan negatif)
Dengan memberi nilai 1 untuk sangat tidak setuju dan 5 untuk sangat setuju.
𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙 = 𝑅𝑎𝑛𝑔𝑒 𝐾𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖= 5 − 1 2 = 4 2= 2 Kriteria penilaian : Skor tertinggi – interval = 5-2 = 3
Dari perhitungan diatas, dapat disimpulkan bahwa: Interval 1-3 dapat dikategorikan sebagai citra negatif Interval > 3-5 dapat dikategorikan sebagai citra positif 3.9 Uji Reliabilitas dan Uji Validitas
3.9.1. Reliabilitas Data
Kriyantono (2006, p.143) menyatakan bahwa alat ukur tersebut secara konsisten memberikan hasil atau jawab yang sama terhadap gejala yang sama, walau digunakan berulang kali. Reliabilitas mengandung arti bahwa alat ukur tersebut stabil (tidak berubah-ubah), dapat diandalkan (dependable), dan tetap/ajeg (consistent).
Reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Suatu data dinyatakan reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam obyek yang sama menghasilkan data yang sama, atau peneliti sama dalam waktu berbeda menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data bila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda (Sugiyono, 2011, p.268).
Menurut Konting dalam Iskandar (2008, p.95) nilai reliabilitas alpha cronbach nilai 0.60 sering digunakan sebagai nilai reliabilitas dalam suatu penelitian. Jadi pernyataan dikatakan valid bila nilai reliabilitasnya lebih besar dari 0.60. pengukuran uji reliabilitas dengan menggunakan rumus berikut:
𝑟11 = ( 𝑘 𝑘 − 1) (1 − ΣSi 𝑆𝑡) Keterangan : 𝑟11: Nilai Reliabilitas
ΣSi: Jumlah varians skor tiap-tiap item 𝑆𝑡 : Varians total
𝑘 : Jumlah item 3.9.2. Validitas Data
Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data “yang tidak berbeda” antar data yang dilaporkan oleh
peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian (Sugiyono, 2011, p.267).
Sebelum peneliti menyebarkan kuesioner kepada seluruh responden penelitian yang berjumlah 100 orang, peneliti terlebih dahulu melakukan uji validitas dan realibilitas kuesioner kepada setengah dari responden yaitu 30 orang. Metode yang sering digunakan untuk mencari validitas kuesioner adalah menghitung korelasi antara masing-masing pernyataan dengan menggunakan rumus tekniks korelasi “product moment”. Formulanya adalah sebagai berikut:
𝑟 = 𝑁(Σ𝑋𝑌) − (Σ𝑋Σ𝑌)
√{𝑁Σ𝑋2− (Σ𝑋)2}{𝑁ΣY2− (ΣY)2}
Dengan keterangan sebagai berikut:
r = koefisien korelasi pearson product moment X = skor pernyataan ke-n
Y = skor total
XY = skor pernyataan ke-n dikalikan total
N = jumlah responden (Kriyantono, 2006, p. 173-174)
Hasil uji validitas didapat dari hasil corrected item total correlations
dengan ketentuan bahwa variabel yang diteliti dinyatakan valid apabila nilai
corrected item total correlations lebih besar dibandingkan dengan r tabel (Sugiyono, 2011, p. 267). Dari rumus di atas diperoleh r tabel untuk penelitian ini adalah 0,361 dengan menggunakan n = 30 dengan taraf signifikan sebesar 10% (Sugiyono, 2011, p. 267).