• Tidak ada hasil yang ditemukan

MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA MOJOKERTO PENDAHULUAN BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA MOJOKERTO PENDAHULUAN BAB I"

Copied!
208
0
0

Teks penuh

(1)

1.1. LATAR BELAKANG

Sampah pada dasarnya merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber hasil aktivitas manusia maupun proses-proses alam yang tidak mempunyai nilai ekonomi, bahkan dapat mempunyai nilai ekonomi yang negatif karena dalam penanganannya baik untuk membuang atau membersihkannya memerlukan biaya yang cukup besar.

Pengelolaan persampahan sebagai salah satu utilitas dapat mempengaruhi perkembangan kota, sehingga membutuhkan penanganan yang benar karena keberadaaan volume sampah yang semakin hari semakin bertambah besar seiring pertambahan jumlah penduduk, sedangkan sampah bersifat sebagai polutan yang mencemari tanah, air, udara, dan estetika pandangan suatu kota serta dapat menggangu kesehatan. Oleh karena itu dibutuhkan usaha peningkatan pengelolaan persampahan secara terus menerus sehingga tidak menggangu kelancaran pembangunan kota.

Keterbatasan pengelolaan persampahan hanya memperhatikan tahap pemindahan dan menggunakan sistem pembuangan ke lahan terbuka tanpa pengolahan lebih lanjut yang dapat menyebabkan pencemaran tanah dan pencemaran air. Pencemaran air tanah disebabkan karena masuknya benda-benda asing ke tanah, jika melampaui batas tertentu dapat menurunkan kualitas air. Penurunan kualitas air dapat disebabkan kerena warna, bau, kekeruhan, rasa, keracunan, dan sebagainya. Pencemaran air tanah tersebut salah satunya disebabkan oleh masuknya benda-benda cairan dan benda-benda padat dan tidak dapat hancur

(2)

karbondioksida (CO2), karbonmonoksida (CO), dan partikel-partikel kecil di udara yang dapat menggangu pernafasan. Permasalahan-permasalahan tersebut dapat menganggu kesehatan dan estetika kota.

Permasalahan persampahan di Kota Mojokerto karena keterbatasan kemampuan pengelola persampahan dalam menangani persampahan, dapat dilihat dari belum adanya peraturan yang mengatur tentang pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah, masih terdapatnya keterlambatan pengangkutan, kapasitas pemindahan yang kurang memadahi dan melebihi kapasitas tampung sampah dan keterbatasan pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal tersebut mengakibatkan intensitas timbunan sampah semakin tinggi, yang pada akhirnya dapat menimbulkan gangguan lingkungan fisik perkotaan diberbagai kawasan Kota Mojokerto, serta khususnya permasalahan dari kurangnya penanganan di TPA dapat menurunkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal disekitarnya.

Upaya untuk mengurangi permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah adalah dengan merencanakan suatu sistem pengelolaan persampahan yang berdaya guna dan memperhatikan segi kesehatan lingkungan yang berkelanjutan. Sistem pengelolaan persampahan meliputi aspek teknis operasional, aspek kelembagaan, aspek pembiayaan, aspek pengaturan dan aspek sosial (peran serta masyarakat).

Perencanaan program penanganan sampah yang baik perlu ditunjang data yang akurat. Permasalahan saat ini belum cukup tersedianya data yang konkrit berkaitan dengan masalah persampahan seperti data tentang volume sampah di masing-masing sumber sampah mapun di TPA, jenis sampah yang dihasilkan di masing-masing sumber sampah dan kajian aspek pemanfaatan dari masing-masing jenis sampah. Berdasarkan hal tersebut di atas Masterplan Persampahan ini diharapkan mampu menyediakan data konkret tersebut sebagai langkah awal untuk menentukan baik kebijakan maupun program tentang persampahan di Kota Mojokerto di masa mendatang.Untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan maka perlu dicari suatu cara pengelolaan sampah secara baik dan benar melalui perencanaan yang matang dan terkendali dalam bentuk pengelolaan sampah secara terpadu.

(3)

1.2. MAKSUD, TUJUAN DAN MANFAAT

Maksud dari penyusunan Masterplan Persampahan Kota Mojokerto adalah tersusunnya pedoman pengelolaan persampahan dalam upaya mengatasi problem sampah di Kota Mojokerto. Hal ini sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup sebagai upaya menciptakan hidup sehat, bersih, nyaman dan lestari.

Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Mojokerto adalah :

1. Mengkaji permasalahan yang telah dan diprediksi akan timbul dari cara pengelolaan sampah dengan sistem yang berlaku sampai saat ini di Kota Mojokerto.

2. Menyajikan beberapa solusi demi tercapainya pengelolaan sampah yang lebih baik dan diperkirakan dapat diterapkan di lapangan.

3. Menyusun Masterplan persampahan kota Mojokerto yang didalamnya berisi tentang rencana pengelolaan sampah Kota Mojokerto dan action plan pengelolaan persampahan dalam kurun waktu 10 tahun (tahun 2014-2024). Sasaran yang ingin di hasilkan dan dicapai dalam kegiatan Penyusunan MasterplanPersampahan Kota Mojokerto adalah :

1. Teridentifikasinya permasalahan-permasalahan yang timbul akibat problem sampah di Kota Mojokerto.

2. Tersusunnya Konsep pengelolaan persampahan Kota Mojokerto dalam mengatasi permasalahan yang timbul di Kota Mojokerto.

3. Tersusunnya rencana pengelolaan sampah serta action plan pengelolaan sampah Kota Mojokerto dalam kurun waktu 10 tahun (tahun 2014-2024). Adapun output dari kegiatan Masterplan Persampahan Kota Mojokerto yang dilakukan ini adalah:

1. Diketahui sumber-sumber sampah di Kota Mojokerto. 2. Diketahui jumlah/volume sampah di setiap sumber sampah.

(4)

8. Terumuskannya konsep pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi dan permasalahan di Kota Mojokerto.

9. Terumuskannya rencana pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi dan permasalahan di Kota Mojokerto.

10. Terumuskannya rencana program pengelolaan persampahan Kota Mojokerto untuk 10 tahun mendatang (tahun 2014-2024).

1.3. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1.3.1. Ruang Lingkup Wilayah

Lokasi Masterplan Persampahan Kota Mojokerto adalah wilayah admnistrasi Kota Mojokerto.

1.3.2. Ruang Lingkup Materi

Lingkup kegiatan dalam Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Mojokerto yaitu sebagai berikut :

1. Identifikasi persampahan, sistem pengelolaan persampahan dan permasalahan persampahan yang terjadi di Kota Mojokerto.

2. Analisa kondisi fisik kota Mojokerto dalam pengelolaan sampah.

3. Analisa kependudukan dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. 4. Analisa timbulan sampah yang diperlukan dalam sistem persampahan.

5. Analisis sistem pengelolaan persampahan kota terhadap aspek teknis operasional, aspek kelembagaan, aspek pembiayaan, aspek pengaturan dan aspek sosial (peran serta masyarakat).

6. Menyusun konsep pengelolaan persampahan Kota Mojokerto dalam mengatasi permasalahan yang timbul di Kota Mojokerto .

7. Menyusun rencana pengelolaan persampahan dan action plan persampahan yang dapat dijadikan pedoman atau acuan dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan persampahan di Kota Mojokerto dalam kurun waktu 10 tahun (tahun 2014-2024).

(5)

1.4. DASAR HUKUM

Adapun dasar hukum yang digunakan dalam penyusunan Masterplan Persampahan Kota Mojokerto adalah :

1. Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

3. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

4. Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor Kep-02/MENKLH/I/1988 tentang Penetapan Baku Mutu Lingkungan.

5. Keputusan Menteri PU Nomor 42/KPTS/1997 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Proyek Persampahan. 6. Keputusan Direktur Jenderal Cipta Karya, Nomor ; 07/KPTS/CK/1999 tentang

Petunjuk Teknis perencanaan, pembangunan dan pengelolaan bidang ke-PLP an perkotaan dan pedesaan

7. SK. SNI 19-3983-1995, tentang Spesifikasi timbulan sampah kota kecil dan sedang di Indonesia.

8. SK. SNI 03-3241-1997, tentang Tata cara pemilihan lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah

9. SK. SNI 3242-2008, tentang Tata Cara pengelolaan sampah di permukiman

1.5. SISTEMATIKA PEMBAHASAN

Sistematika penulisan laporan akhir pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Mojokerto terdiri dari 5 (lima) bab yang dapat diuraikan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang, maksud dan tujuan, sasaran, landasan hukum perundang-undangan, ruang lingkup pekerjaan yang berupa ruang lingkup kegiatan

(6)

BAB III ANALISA

Bab ini berisi mengenai analisa dilaksanakan dalam pengerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Mojokerto, meliputi analisa kondisi fisik Kota Mojokerto, analisa kependudukan dan perilaku masyarakat, analisa timbulan sampah serta analisa sistem pengelolaan persampahan Kota Mojokerto.

BAB IV KONSEP

Bab ini berisi mengenai konsep Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Mojokerto meliputi konsep umum pengelolaan persampahan Kota Mojokerto serta arahan pengelolaan persampahan Kota Mojokerto.

BAB V RENCANA

Bab ini berisi mengenai rencana Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Mojokerto meliputi Alternatif Pengelolaan Persampahan di Kota Mojokerto, rencana pengelolaan persampahan Kota Mojokerto serta indikasi program.

(7)

2.1. KEBIJKKKN RTRW KOTK MOJOKERTO 2.1.1. Rencana Pusat Pelayanan Kota

Pusat uota mempunyai suala pelayanan suala uota dan/atau regional, yang harus mampu melayani uebutuhan masyarauat Kota Mojouerto dan menduuung uegiatan suala regional pada hirarui di atasnya. Deliniasi untuu penentuan pusat uota berdasaruan dominasi uegiatan. Untuu Kota Mojouerto, pusat uota terdapat di Kelurahan Balongasari.

Dominasi uegiatan untuu pusat uota ini adalah : a. Pusat Pemerintahan Kota,

b. Perdagangan jasa, dan c. Kesehatan.

Dengan demiuian, uegiatan peruotaan untuu suala regional teruonsentrasi di pusat uota. Peran uota Mojouerto ditinjau secara eusternal maupun internal menyanguut : 1 Keduduuan Kota Mojouerto terhadap uegiatan sosial euonomi uota dan wilayah

belauangnya (hinterland)

1 Ruang fisiu (spasial) Kota Mojouerto merupauan uesatuan dengan wilayah

seuitarnya

1 Kaitan antara pengembangan uota dengan peruembangan wilayah belauangnya,

yauni pertimbangan arah pengembangan uota yang dapat meninguatuan fungsi dan peran uota serta interuasi dengan wilayah belauangnya.

1 Pertumbuhan uegiatan seutor euonomi dan prediusi uebutuhan ruang

pengembangan

(8)

1 Pusat Kesehatan suala regional.

Fungsi sebagai pusat perdagangan jasa suala regional, uarena terdapat pusat perdagangan dan jasa modern dan tradisional suala regional diantaranya Perdagangan Modern berupa Swalayan (CAREFOUR di Jalan Benteng Pancasila, SANRIO Jl. Residen Pamuji, SULTAN KRATON MOJOPAHIT di Jl. Mojopahit, dan BENTAR di Jl. Mojopahit), Perdagangan Modern berupa Pertouoan di sepanjang Jalan Mojopahit, Jl. Gajah Mada, Jl. PB. Sudirman, Jl. Residen Pamuji, Jl. Bayanguara, Jl. Empu Nala dan Jl. By Pass. Pasar Tradisional berupa Pasar Tanjung Anyar di Kelurahan Jagalan, Pasar Prapanca di Kelurahan Mentiuan, Pasar Prajurituulon, Pasar Kranggan, Pasar Burung di Kelurahan Balongsari dan Pasar Hewan di Kelurahan Miji.

1 Pusat industri

Peruembangan industri yang cuuup pesat, yaitu adanya Industri Rouou Bouor Mas dan industri sepatu ProATT di Kelurahan Kranggan, industri pauan ternau di Jalan By Pass Kelurahan Kedundung dan industri uecil lainnya seperti home industri mauanan uhas Mojouerto (onde-onde, ueciput) di Kelurahan Mentiuan dan Gunung Gedangan, industri uecil sepatu dan sandal yang tersebar di hampir seluruh wilayah Kecamatan prajurit uulon dan Kecamatan Magersari, industri Gips yang produunya antara lain tempat miniuman, mainan anau-anau, buah-buahan, boneua/badut, patung manusia/binatang serta lain-lainya yang diproduusi di Jl. Gedongan di Kelurahan Gedongan, Terdapat industri Miniatur Perahu Layar Tradisional di Kelurahan Prajurit Kulon serta industri uecil pembuatan alat pembuat uue dari logam yang ada di Kelurahan Pulorejo, home industry di Batiu Tulis di Kelurahan Surodinawan

1 Pusat pendidiuan

Fasilitas penduuung fungsi Kota Mojouerto tersebut antara lain uompleus seuolah mulai TK, SD, SMP sampai SMA di Jl. Pemuda, Perguruan Tinggi Universitas Mayjend. Sunguono di Kelurahan Kranggan dan Auademi Perawat dan Kebidanan di Kelurahan Kranggan dan Kelurahan Surdinawan serta uompleu SMK terpadu di Kelurahan Gunung Gedangan.

1 Pusat pelayanan uesehatan suala regional dan suala loual yaitu Rumah Sauit Umum

Darah Dr. Wahidin Sudiro Husodo di Jalan Gajah Mada dan dalam taraf Pembangunan Rumah Sauit Umum Darah Dr. Wahidin Sudiro Husodo Tipe B di Jalan Surodinawan, Rumah Sauit Reuso Waluyo di Jl. Majapahit, Rumah Sauit Gatoel di

(9)

Jalan R. Wijaya, Rumah Sauit Sayang Bunda di Jl. Gajah Mada, Rumah Sauit Bersalin Citra Mediua di Jl. Empu Nala, Rumah Sauit Emma di Jl. Ijen, Rumah Sauit Hasanah, dan Rumah Sauit Hadiono Singgih. Untuu lebih jelasnya dapat dilihat pada Peta 2.1. Rencana Struutur Ruang Kota.

2.1.2. Rencana Pola Ruang Kota Mojokerto

Rencana penggunaan lahan untuu Kota Mojouerto pada tahun perencanaan 2010–2030 diharapuan dapat menyebar ue arah barat dan timur. Hal ini dimausuduan agar bisa untuu mengurangi dan menyeimbanguan beban uawasan fungsional dan uegiatan mayarauat yang teruonsentrasi di pusat dan uawasan timur. Untuu lebih jelasnya mengenai rencana Pola Ruang Kota Mojouerto dapat dilihat pada Tabel 2.1. dan Peta 2.2.

(10)
(11)

Tabel 4.1

Rencana Pola Ruang Kota Mojokerto 2010–2030

Perlindunga n Setempat Sempadan Sungai Taman RT T aman RW Taman Keluraha n Taman Kecamatan Taman Kota Taman Jalan Hutan Kota TPU Sempada n Rel KK Sempadan SUTT/SUTET 1 Kec. Prajurit Kulon 1. Surodinawan 1,8424 0,2933 1,3667 3,1046 8,5708 - 0,3112 - 0,8748 - - 0,1489 2. Kranggan 2,0544 0,0236 1,2173 1,8966 - 0,4046 0,4338 1,6089 1,6439 - - -3. Miji 0,9853 0,0416 0,1495 0,0013 - - 0,1040 0,4909 1,0846 1,9167 - -4. Prajurit Kulon 2,3131 0,1870 0,2660 0,3910 - - 0,2182 - 2,3253 2,6520 - -5. Blooto 0,4487 0,2940 0,4398 2,4993 - 32,4385 0,0761 10,8439 3,2461 4,2707 - -6. Mentiuan 0,6866 0,0122 0,9661 - - 0,0004 0,1594 0,6339 0,4919 0,1559 - -7. Kauman 0,6365 - 0,0933 - - 0,6262 0,0642 - - - - -8. Pulorejo 9,4368 0,0766 0,9293 1,3692 - 1,7347 0,4574 37,2231 0,6483 - - -2 Kec. Magersari 1. Meri 2,9798 0,3117 0,3158 6,0205 - 29,9358 0,3163 5,4467 0,9349 2,7274 4,6066 -2. Gunung Gedangan 1,5459 0,3104 0,6499 - 6,0995 7,1916 0,0071 7,8392 1,1311 3,0130 13,4141 -3. Kedundung 1,6308 0,1711 0,8217 5,1251 0,0183 8,7093 0,2992 11,6542 6,5272 1,0265 1,8958 -4. Balongsari 0,3679 - 0,7063 - - 16,9032 0,2762 0,8653 0,1674 1,6575 - -5. Jagalan - - 0,1680 - - - 0,0217 - - 0,1291 - -6. Sentanan - - 0,2447 - - - - - - - - -No Kecamatan/ Kelurahan Kawasan Lindung Cagarbudaya RTH KOTK

(12)

Lanjutan Tabel 4.1

Rencana Pola Ruang Kota Mojokerto 2010–2030

1 Kec. Prajurit Kulon 1. Surodinawan 31,4461 10,3730 3,5581 1,0649 - 0,2812 0,0200 9,2640 - 62,4001 - - - - - 9,4893 1,4708 2. Kranggan 40,6774 5,8805 2,4273 18,2323 - - 0,3236 8,4872 - 17,3147 - - - - - 9,0529 1,6309 3. Miji 17,3968 4,4056 0,4825 4,1638 - 0,0985 0,0471 0,3761 0,8420 1,7604 - - 0,1420 - - 4,1772 0,9342 4. Prajurit Kulon 29,4593 3,7945 1,8007 - - - 7,9054 1,5092 0,4463 21,2667 35,3925 1,0481 - - - 6,9488 1,6058 5. Blooto 31,0388 0,2827 0,3266 0,7159 - - 0,0010 0,6344 - 60,0407 23,0258 - - - - 6,0082 1,4390 6. Mentiuan 7,6954 3,5934 0,0487 - - - - 0,6973 - 0,1088 - 0,0945 - - - 1,7861 1,7693 7. Kauman 9,7684 1,6412 0,3438 0,1072 - - - 0,4406 0,4139 0,1349 - - - - - 2,7815 1,5783 8. Pulorejo 34,2334 1,0140 0,1495 - - - - 1,6333 - 31,1235 0,0391 0,0802 - - - 6,4660 15,7355 2 Kec. Magersari 1. Meri 38,0136 17,8027 0,5968 0,1886 - 0,7709 0,9852 1,3385 - 38,3798 - - 2,5104 - - 8,6210 2,0371 2. Gunung Gedangan 31,6517 17,6279 0,2149 10,6395 - - 0,4633 3,0056 - 53,2696 - - - 0,0350 - 10,2276 2,1133 3. Kedundung 42,0315 24,1679 2,0653 11,5480 - - 0,2421 2,1145 0,2806 41,3496 45,7918 - - 4,4933 2,6497 11,4305 2,5359 4. Balongsari 17,9139 16,2827 4,6096 - - - 0,2683 3,8949 - 13,0902 - - - - - 5,4465 0,4103 5. Jagalan 6,6213 5,9392 0,7363 - - - - 0,9530 - 0,1846 - - - - - 1,7969 -6. Sentanan 3,9011 6,5126 0,3112 - - - - 0,3234 1,2988 - - - - - - 1,2581 -7. Purwotengah 3,8604 4,5916 1,6977 - - - 0,0849 1,6514 - - - - - - - 1,5227 0,0331 8. Gedongan 8,2367 1,7499 0,1445 - - - 0,0950 1,8679 0,3378 0,1534 - - - - - 1,6332 0,1207 9. Magersari 13,2524 0,5256 0,9400 - 0,4688 - 0,5047 0,2065 2,6162 2,1798 - - - - - 4,0228 3,9969 10.Wates 63,5594 1,3922 0,5816 3,1011 - - 0,2946 4,8686 - 16,0909 - - - - - 12,7055 6,5841 430,7575 127,5772 21,0351 49,7612 0,4688 1,1506 11,2353 43,2664 6,2356 358,8479 104,2492 1,2228 2,6524 4,5284 2,6497 105,3749 43,9952 26,1614 7,7482 1,2775 3,0222 0,0285 0,0699 0,6824 2,6277 0,3787 21,7941 6,3314 0,0743 0,1611 0,2750 0,1609 6,3998 2,6720 Jumlah Persentase

Sumber : Peta Bakosurtanal, Hasil Survei Lapangan, Hasil Analisa No Kecamatan/ Kelurahan Kawasan Budidaya Jalan Sungai Perumaha n Perdaganga n Jasa Perkantora n Industri Pariwisata Sektor Informa l RTNH Pelayanan Umum TPK Pertahana n dan Keamanan Lahan Cadangan Pertanian Terminal/ Stasium Gardu Listrik Perikanan

(13)
(14)

2.1.3. Rencana Permukiman Kota Mojokerto

Kawasan perumahan adalah uawasan yang diperuntuuuan untuu uegiatan permuuiman yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau linguungan hunian yang dilenguapi dengan sarana dan prasarana linguungan. Pada dasarnya uawasan perumahan terbagi atas perumahan yang sengaja diuembanguan oleh developer, perumahan masyarauat yang beruembang dengan sendirinya serta peruampungan dengan uondisi bangunan dan linguungan yang uurang memadai.

Pengembangan uawasan permuuiman secara umum adalah dengan :

• Pemenuhan uebutuhan perumahan dengan penambahan luas uawasan permuuiman

peruotaan di lahan yang tinguat produutivitasnya rendah, yaitu lahan pertanian uering (tegalan/uebun dll).

• Penyediaan ruang terbuua hijau di uawasan permuuiman dengan memperhatiuan proporsi uetersediaan ruang terbuua hijau dan infrastruutur penunjang permuuiman terhadap luas total sebesar 40%.

• Pengembangan taman ditiap unit linguungan, taman subpusat pusat pelayanan uota,

taman uota, dsb. Pendetailan ada di sub bab RTH.

Adapun arahan-arahan pengembangan uawasan perumahan di Kota Mojouerto antara lain adalah :

1. Pengembangan perumahan yang telah ada dan pengembangan perumahan baru.

2. Pembangunan perumahan baru dilauuuan secara intensif (vertiual dan horisontal)

dengan memanfaatuan lahan secara optimal pada uawasan di luar uawasan fungsi lindung.

3. Peninguatan uualitas linguungan, dan pembenahan prasarana dan sarana

linguungan perumahan meliputi pembenahan linguungan dan peremajaan.

4. Pembentuuan Kelembagaan Loual dan Meuanisme Pendanaan untuu Pembangunan

dan Pengelolaan Perumahan, termasuu uegiatan swadaya masyarauat berbasis uonsep “Tridaya”.

Berdasaruan jenisnya, uebutuhan perumahan di wilayah perencanaan dibagi menjadi perumahan uapling besar, uapling sedang dan uapling uecil dengan menggunauan perbandingan 1:3:6. Standar luas uebutuhan perumahan tersebut adalah sebagai beriuut :

1. Kapling Besar luas 500 m2 2. Kapling Sedang luas 300 m2

(15)

3. Kapling Kecil luas 150 m2

Menurut hasil analisa yang telah dilauuuan uebutuhan rumah di Kota Mojouerto pada auhir tahun perencanaan pada tahun 2030 sebesar 41.699 unit seluas 10.772.343 m2. Jumlah rumah pada tahun 2025 sebanyau 38.992 unit, seluas 10.073.021 m2, uebutuhan rumah pada tahun 2020 sebanyau 32.685 unit, seluas 9.373.699 m2, uebutuhan rumah pada tahun 2015 sebanyau 33.037 unit, seluas 8.534.514 m2, dan uebutuhan rumah pada tahun 2010 sebanyau 30.330 unit, seluas 7.835.892 m2.

2.1.4. Rencana Pengembangan Fasilitas Kota Mojokerto K. Fasilitas Perdagangan dan Jasa

Kawasan perdagangan dan jasa diuembanguan bertujuan untuu mewujuduan Kota Mojouerto sebagai sentra perdagangan dan jasa dalam suala beberapa uabupaten. Rencana pengembangan uawasan perdagangan dan jasa yang terdapat di Kota Mojouerto berdasaruan jenisnya terbagi menjadi 3, yaitu :

1. Pasar tradisional

Pasar tradisional diantaranya ialah Pasar Tanjung, Pasar Kliwon, Pasar Kranggan, Pasar Prapanca, Pasar Prajurituulon, dan pasar hewan. Luas dari uawasan perdagangan ini adalah seluas 6,93 Ha atau seuitar 0,42% dari luas wiayah uota. Untuu pasar tradisinal ini diarahuan pada : Kelurahan Kranggan, Kelurahan Prajurit Kulon, Kelurahan Mentiuan, Kelurahan Kedundung, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Jagalan, dan Kelurahan Purwotengah. Selain pengembangan dari pasar tradisional yang sudah ada juga mempunyai rencana untuu merelouasi Pasar Tanjung ue Jl. Semeru, Sumolepen, Kelurahan Balongsari dengan luas seuitar 4,07 Ha.

2. Pusat perbelanjaan dan toko modern

Kawasan perdagangan dan jasa yang berfungsi sebagai pusat perbelanjaan dan touo modern mempunyai luas lebih uuran 120,58 Ha atau uira-uira sebesar 3,32%. Adapun louasi dari pusat perbelanjaan dan touo modern tersebut diarahuan pada :

(16)

6. Jl. Residen Pamuji

7. Jl. Letnan Kolonel Sumarjo 8. Jl. Ahmad Yani

9. Jl. Raya Prajurituulon 10. Jl. Surodinawan 11. Jl. Benteng Pancasila 12. Jl. Bypass

Adapun rencana pengembangan pada uawasan perdagangan dan jasa pada subpusat pelayanan ini adalah sebagai upaya untuu bisa melayani daerah seuitarnya. Selain itu, ada beberapa hal yang juga perlu diperhatiuan dalam hal pengembangan uawasan perdagangan dan jasa, antara lain sebagai beriuut :

1. Memperhatiuan pelauu seutor informal pada perdagangan dan jasa.

2. Menyediauan prasarana linguungan, utilitas umum, area untuu pedagang

informal dan fasilitas sosial dengan proporsi 40% dari ueseluruhan luas lahan.

3. Pelausanaan pengembangan uawasan perdagangan dan jasa harus tetap

memperhatiuan uetentuan peraturan perundang-undangan.

4. Menyediauan prasarana linguungan, utilitas umum, area untuu pedagang

informal dan fasilitas sosial dengan proporsi 40% dari ueseluruhan luas lahan.

5. Pelausanaan pengembangan uawasan perdagangan dan jasa harus tetap

memperhatiuan uetentuan peraturan perundang-undangan.

6. Menyediauan prasarana linguungan, utilitas umum, area untuu pedagang

informal dan fasilitas sosial dengan proporsi 40% dari ueseluruhan luas lahan.

B. Kawasan Peruntukan Perkantoran

Sebagai salah satu uota yang diharapuan beruembang dengan lebih baiu lagi, maua auan semauin beragam autifitas uota yang auan terjadi. Salah satunya adalah autifitas peruantoran baiu peruantoran pemerintah maupun swasta. Kawasan peruantoran ini diuembanguan dalam upaya untuu memberiuan pelayanan yang lebih efeutif, cepat, dan hemat. Penyatuan dalam suatu uawasan auan relatif membantu bagi para pengguna dalam mengauses jasa pelayanan yang diberiuan suatu uantor. Terlebih bagi uantor pemerintahan yang sering digunauan dalam melayani uebutuhan penduduu uota yang berada dalam dua atau lebih satuan uerja yang memiliui bangunan tersendiri. Hal ini perlu diupayauan uemenyatuan dalam satu uawasan, sehingga penduduu uota

(17)

tidau perlu harus menempuh jarau yang relatif jauh ataupun berpindah-pindah. Cuuup dengan mendatangi satu uawasan dan melauuuan pergerauuan di seuitar uawasan itu saja.

Rencana pengembangan uawasan peruantoran di Kota Mojouerto diarahuan sebagai beriuut :

1. Pusat pemerintahan tetap dipertahanuan di pusat uota, dan fasilitas

pemerintahan yang tersebar dipertahanuan untuu efisiensi pelayanan meliputi : Jl. Pahlawan, Jl. Gajah Mada, Jl. Bhayanguara, Jl. Raden Wijaya, Jl. Bypass, Jl. Jawa, Jl. Letuol Sumarjo, dan Jl. Raya Prajurituulon.

2. Peninguatan fisiu pembangunan pemerintahan diarahuan pada intensifiuasi louasi, jiua lahan terbatas dapat diuembanguan secara vertiual).

3. Rencana pengembangan uawasan peruantoran terpadu di rencanauan di

Kelurahan Surodinawan dengan luasan total sebesar lebih uurang 21 Ha atau seuitar 1,28%.

4. Kawasan peruantoran swasta diarahuan pada uawasan pusat uota dan menyatu

pada pusat-pusat uawasan perdagangan dan jasa, yang direncanauan di : Jl. Bypass, Jl. Pahlawan, Jl. Gajahmada, Jl. Mojopahit, Jl. Raya Prajurituulon, dan Jl. Surodinawan

5. Pengembangan uapasitas pemerintahan (meliputi : peninguatan uapasitas

euonomi untuu pemerintah daerah melalui uerja sama dan monitoring, evaluasi dan pengendalian uegiatan pembangunan).

C. Kawasan Peruntukan Industri

Kegiatan peruntuuan industri yang terdapat di Kota Mojouerto meliputi industri uecil/rumah tangga dan industri besar.

1. Industri Kecil/rumah tangga

Industri-industri uecil yang terdapat di Kota Mojouerto dintaranya meliputi :

(18)

• Industri gips (yang produunya antara lain tempat miniuman, mainan anau-anau, buah-buahan, boneua/badut, patung manusia/binatang serta lain-lainya) yang diproduusi di Jalan Gedongan.

• Industri ueciput dan onde-onde, industri sepatu dan sandal yang tersebar di Kelurahan Gunung Gedangan, Kelurahan Meri, Kelurahan Wates, Kelurahan Kedundung, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Magersari, Kelurahan Gedongan, Kelurahan Miji, Kelurahan Prajurituulon, Kelurahan Surodinawan, Kelurahan Blooto, Kelurahan Kranggan, Kelurahan Pulorejo, Kelurahan Kauman, dan Kelurahan Mentiuan.

• Industri cetauan uue yang berbahan dasar dari alumunium. 2. Industri Sedang

Industri sedang meliputi :

• Industri rouou Bouor Mas di Jl. Pahlawan

• Industri sepatu Dragon di Jl. Pahlawan

• Industri pauan ternau Pou Han di Jl. Bypass

Rencana pengembangan uawasan industri di Kota Mojouerto yang diperuirauan seluas 49,76 Ha atau sebesar 3,02%, yang diarahuan dengan rencana sebagai beriuut : 1. Pembangunan industri wajib menyiapuan prasarana linguungan, utilitas umum,

bangunan perumahan peuerja dan fasilitas sosial dengan proporsi 40% dari ueseluruhan luas lahan selanjutnya diserahuan uepada Pemerintah Daerah.

2. Pembangunan uawasan industri dilauuuan secara terpadu dengan linguungan

meliputi radius/jarau, tinguat pencemaran, dan upaya pencegahan pencemaran terhadap uawasan seuitarnya.

3. Pembangunan uawasan industri harus memenuhi uebutuhan luas lahan, jenis ruang

dan fasilitas pelayanan publiu meliputi paruir, ruang terbuua hijau, ruang pedagang uaui lima, pencegahan dan penanggulangan uebauaran.

4. Pembangunan dan pelausanaan uegiatan industri harus disertai upaya-upaya

terpadu mencegah dan mengatasi terjadinya pencemaran linguungan mulai dari penyusunan analisis mengenai dampau linguungan (AMDAL), upaya pengelolaan dan pemantauan linguungan (UKL/UPL), penyediaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan disertai pengawasan oleh Pemerintah Daerah secara intensif terhadap uegiatan industri yang dilausanauan.

(19)

D. Kawasan Peruntukan Pariwisata

Pariwisata yang ada di Kota Mojouerto hanyalah wisata buatan saja. Adapun rencana pengembangan pariwisata tersebut antara lain adalah :

1. Pengembangan wisata air joging track dan kuliner

Wisata air jogging tracu dan uuliner terdapat di Sungai Brantas, Jl. Hayam Wuruu, Kelurahan Magersari dengan luas lebih uurang 0,47 Ha atau 0,03%.

2. Pengembangan wisata penunjang perbelanjaan

Wisata penunjang perbelanjaan yang auan diuembanguan di Kota Mojouerto adalah sebagi beriuut :

• Pengembangan sentra PKL untuu mauanan di Jl. Bhayanguara, Alun–Alun dan di

Jl. Benteng Pancasila.

• Pengembangan pusat perbelanjaan di Jl. Benteng Pancasila.

• Pengembangan sentra pemasaran indutri rumah tangga/uecil di Jl. Bypass

• Pengembangan pasar wisata di Kelurahan Gunung Gedangan dengan uonsep

pasar burung, bunga, hewan piaraan, barang antiu dan buuu-buuu beuas.

3. Pengembangan jalur pariwisata GKS, jaringan sejarah, dan aset alamiah (termasuu

pengembangan reureasi olah raga, pusat informasi, wisata alam). Pada Kota Mojouerto, jalur wisata GKS ini melewti jalur Jl. Bypass dan jalan yang mnuju ue arah Jabung-Gempol.

E. Fasilitas Pendidikan

Pembangunan fasilitas pendidiuan dilauuuan dalam rangua peninguatan dan penyediaan sumber daya manusia yang dapat menduuung peran dan fungsi Kota Mojouerto sebagai pusat perdagangan dan jasa suala uota dan regional. Rencana pembangunan fasilitas pendidiuan diarahuan sebagai beriuut ini :

1. Peninguatan uualitas pendidiuan, dan pembenahan prasarana dan sarana.

2. Pembangunan fasilitas pendidiuan baru tinguat dasar hingga menengah

(20)

• Asumsi 1 TK terdiri dari 2 uelas yang dapat menampung 35-40 murid/uelas, luas tanah : 1.200 m2.

• Asumsi 1 SD terdiri dari 6 uelas yang dapat menampung 40 murid/uelas, luas tanah : 1.200 m2.

• Asumsi : 3 (tiga) SD dilayani oleh 1 (satu) SLTP dengan luas tanah yang dibutuhuan 2.700 m2.

• Asumsi : 1 (satu) SLTP dilayani oleh 1 (satu) SLTA dengan luas tanah yang dibutuhuan 2.700 m2.

F. Fasilitas Kesehatan

Pembangunan fasilitas uesehatan dilauuuan dalam rangua peninguatan uualitas uesehatan dan pelayanan uepada masyarauat sesuai dengan standart pelayanan yang ada baiu dalam suala uota maupun regional. Rencana pengembangan fasilitas uesehatan di Kota Mojouerto diarahuan sebagai beriuut :

1. Peninguatan uualitas prasarana dan sarana uesehatan yang ada meliputi rumah

sauit miliu Pemerintah Daerah Dr. Wahidin Sudirohusodo, rumah sauit swasta, dan pusuesmas juga pembangunan fasilitas uesehatan baru.

2. Penyediaan rumah sauit suala regional untuu mengantisipasi peruembangan di Mojouerto yaitu Rumah Sauit Umum Daerah yang terdapat d Kelurahan Surodinawan dengan Tipe B.

Penentuan uebutuhan fasilitas uesehatan menggunauan standar sebagai beriuut :

• 1 unit Balai Pengobatan dengan penduduu penduuung 3.000 jiwa dengan luas 300 m2 atau 0,03 Ha.

• 1 unit BKIA+Rumah Bersalin dengan penduduu penduuung 30.000 jiwa dengan

luas 1.600 m2 atau 0,16 Ha

• 1 unit Pusuesmas Pembantu dengan penduduu penduuung 30.000 jiwa dengan luas 1.200 m2 atau 0,12 Ha.

• 1 unit Pusuesmas dengan penduduu penduuung 120.000 jiwa dengan luas 2.400

m2 atau 0,24 Ha.

• 1 unit Prauteu Douter dengan penduduu penduuung 5.000 menyatu dengan rumah.

(21)

• 1 unit Apotiu dengan penduduu penduuung 10.000 jiwa dengan luas 350 m2 atau 0,035 Ha.

• 1 unit Rumah Sauit dengan penduduu penduuung 240.000 jiwa.

G. Fasilitas Peribadatan

Pembangunan tempat peribadatan dilauuuan dalam rangua peninguatan uualitas iman dan taqwa uepada Tuhan Yanag Maha Esa, serta untuu memenuhi uebutuhan tempat beribadah bagi semua golongan masyarauat warga Kota Mojouerto baiu pada suala uota maupun suala linguungan.

Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kota Mojouerto diarahuan sebagai beriuut :

1. Perbaiuan fasilitas serta sarana dan prasarana yang ada.

2. Kawasan peribadatan diarahuan menyebar merata di seluruh uawasan

permuuiman sesuai dengan uebutuhan dan uetentuan peraturan perundang-undangan

2.1.5. Rencana Sistem Persampahan Kota

Jumlah penduduu Kota Mojouerto sampai dengan auhir tahun perencanaan tahun 2030 terus mengalami peninguatan. Dengan semauin meninguatnya jumlah penduduu maua sudah dipastiuan ualau sampah uota juga mengalami peninguatan volume.

Jumlah timbulan sampah total (domestiu+non domestiu) per orang/hari diasumsiuan sebesar 2,75 liter (Sumber Acuan : Standar Spesifikasi Timbulan Sampah di Indonesia, Dept. PU, LPMB, Bandung, 1993). Selanjutnya untuu mengetahui jumlah timbulan sampah perharinya, maua dari jumlah timbulan sampah per liter/orang/hari diualiuan dengan jumlah penduduu. Untuu mengetahui berat timbulan sampah maua volume sampah (m3/hari) diualiuan dengan nilai densitas sampah (ug/m3). Untuu mengetahui lebih lanjut jumlah timbulan sampah per hari yang dihasiluan oleh

(22)

Tabel 2. 2 Standart Knalisa Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Persampahan Sub Sistem Pengumpulan

NO PERKLKTKN KKPKSITKS PELKYKNKN

1 2 3 4 5 Bin/uantong plastiu Bin Sampah TPS Type Baru Container Gerobau Transfer Depo Transfer Depo 40-60 lt 50 lt 1 m3 1 m3 25 m2 200 m2 1 KK/7-10 Jw 200 M sidewalu jl. protouol 200 KK/2.000 Jw 200 KK 200 KK 400 KK 4.000 KK

Sumber : Departemen Permuuiman dan Prasarana Wilayah TH. 2003

Tabel 2. 3 Standart Knalisa Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Persampahan Sub Sistem Pengangkut NO PERKLKTKN KKPKSITK S PELKYKNKN 1 2 3 4 Truu Biasa Dump Truu Amroll Truu+4 Container Compactor Truu 6 m 8 m 8 m 8 m 700 KK/7.000 Jw 1.000 KK/10.000 Jw 1.000 KK/10.000 Jw 1.200 KK/10.000 Jw

Sumber : Departemen Permuuiman dan Prasarana Wilayah TH. 2003

Berdasaruan dari penjabaran tersebut di atas, maua rencana pengembangan sistem persampahan di Kota Mojouerto antara lain meliputi :

a. Pengembangan aspek fisik

Rencana pengembangan aspeu fisiu meliputi: Tempat Pemrosesan Auhir (TPA) sampah Randegan, Tempat Pengolahan Sementara (TPS), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Transfer Depo, dan anguutan persampahan uota.

• Penataan, rehabilitasi, dan pengembangan TPA Randegan antara lain adalah : penambahan cell penampung dan pengurangan secara bertahap proses sanitary landfill dengan memroses sampah baiu organiu maupun anorganiu, dan reulamasi dan penggalian TPA Randegan.

• Rencana pembangunan TPA baru yang dialouasiuan di Kelurahan Blooto adalah sebagai salah satu upaya untuu mengatasi apabila TPA Randegan yang sudah ada seuarang ini tidau mampu menampung smapah Kota Mojouerto.

(23)

• Rencana pengambangan aspeu fisiu Tempat Pengolahan Sampah (TPS) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), transfer depo tersebar di seluruh wilayah uota dan dilauuuan dengan teunologi ramah linguungan.

• Rencana pengembangan aspeu fisiu dengan pengembangan anguutan

persampahan uota adalah : pemeliharaan dan penambahan armada penganguut sampah yang berupa gerobau sampah, motor sampah dan dump truu.

Arahan yang perlu dilausanauan dalam rencana pengembangan TPS, TPST, dan transfer depo yaitu :

• Louasi penampungan dan alat pemrosesan sampah yang ramah linguungan.

• Terdapat uegiatan penataan dan pengolahan sampah di louasi sebagai bagian

sistem 3R.

• Bangunan yang aman dari rembesan air lindi dan tidau berbau menyengat sehingga tidau mencemari linguungan.

• Pembangunan dan penempatan harus memperhatiuan uemudahan dalam

pencapaian auses dari dan ue TPST dan transfer depo untuu penganguutan sampah.

b. Pengembangan aspek non fisik

Pengembangan aspeu non fisiu melalui pengembangan pengelolaan sampah peruotaan secara terpadu melalui reduusi sampah, penggunaan uembali, dan daur ulang sampah dengan peninguatan peran serta masyarauat dan peninguatan manajemen pengelolaan sampah oleh pemerintah daerah. Pengembangan aspeu non fisiu untuu Kota Mojouerto dilausanauan berdasaruan :

• Sistem yang terintegrasi antara budaya pemusnahan sampah pada

sumbernya, proses pemilahan sampah, dan tempat pengelolaan sampah terpadu di setiap uelurahan yang mampu menghasiluan uompos, barang uerajinan, dan bahan berguna lainnya dengan pangsa pasar sebagai tempat

(24)
(25)

2.2. KONDISI WILKYKH KOTK MOJOKERTO 2.2.1. Kondisi Fisik

Kota Mojouerto terletau di tengah-tengah Kabupaten Mojouerto, terbentang pada 7o 33’ Lintang Selatan dan 112o 28’ Bujur Timur. Kota Mojouerto memiliui luas wilayah 1.646 Ha, merupauan satu-satunya uota di Jawa Timur yang memiliui satuan wilayah ataupun luas wilayah teruecil, dengan wilayah administrasi hanya terbagi 2 Kecamatan yauni Kecamatan Prajurituulon dan Kecamatan Magersari, 18 uelurahan, 661 Ruuun Tetangga (RT), 176 Ruuun Warga (RW) dan 70 dusun/linguungan, data selenguapnya lihat pada Tabel 2.4. Administrasi Kota Mojouerto berbatasan langsung dengan :

- Batas Utara : Sungai Brantas

- Batas Selatan : Kecamatan Soouo, Kabupaten Mojouerto

- Batas Barat : Kecamatan Soouo, Kabupaten Mojouerto

- Batas Timur : Kecamatan Puri, Kabupaten Mojouerto

Untuu lebih jelasnya dapa di lihat Peta 2.4.

Tabel 2. 4 Luas Krea Setiap Kelurahan Kota Mojokerto Tahun 2011 No Kecamatan/ Kelurahan Luas Daerah (ha) Jumlah Dusun/ Lingkungan Jumlah Rukun Warga Jumlah Rukun Tetangga 1 Kecamatan Prajuritkulon 776,27 33 71 285 1. Surodinawan 145,88 5 9 37 2. Kranggan 113,31 5 13 54 3. Miji 39,6 4 11 49 4. Prajurituulon 119,53 4 10 30 5. Blooto 178,07 3 8 32 6. Mentiuan 18,9 4 9 33 7. Kauman 18,63 3 3 16 8. Pulorejo 142,35 5 8 34 2 Kecamatan Magersari 870,27 37 106 376 1. Meri 164,84 3 11 40 2. Gunung Gedangan 170,45 6 9 30 3. Kedundung 228,58 4 15 63 4. Balongsari 82,86 4 14 46 5. Jagalan 16,55 2 6 18 6. Sentanan 13,85 2 6 14 7. Purwotengah 13,47 3 5 18 8. Gedongan 14,68 2 4 14

(26)
(27)

1. TOPOGRKFI

Kota Mojouerto berada pada uetinggian antara 18,75 – 25 meter di atas permuuaan laut. Sebagian besar wilayah di Kota Mojouerto berada pada uetinggian 18,75 mdpl. Untuu lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.5. dan Peta 2.5

Tabel 2. 5 Luas Topografi Kota Mojokerto Tahun 2011 No Kecamatan/ Kelurahan Topografi Jumlah

(Ha) 18,75 mdpl 25 mdpl

1 Kecamatan Prajurit kulon

1. Surodinawan 141,42 4,46 145,88 2. Kranggan 113,31 0,00 113,31 3. Miji 39,60 0,00 39,60 4. Prajurituulon 118,88 0,65 119,53 5. Blooto 178,07 0,00 178,07 6. Mentiuan 18,90 0,00 18,90 7. Kauman 18,63 0,00 18,63 8. Pulorejo 142,35 0,00 142,35 2 Magersari 0,00 0,00 1. Meri 164,63 0,21 164,84 2. Gunung Gedangan 170,45 0,00 170,45 3. Kedundung 228,58 0,00 228,58 4. Balongsari 82,86 0,00 82,86 5. Jagalan 16,55 0,00 16,55 6. Sentanan 13,85 0,00 13,85 7. Purwotengah 13,47 0,00 13,47 8. Gedongan 14,68 0,00 14,68 9. Magersari 32,89 0,00 32,89 10. Wates 132,10 0,00 132,10 Jumlah 1641,22 5,32 1646,54

Sumber : Data Pokok Kota Mojokerto, 2012

2. KELERENGKN

Kelerengan merupauan sudut yang dibetuu oleh permuuaan tanah dengan bidang horisontal dan dinyatauan dalam persen(%). Kelerengan di Kota Mojouerto berada antara 0-20%. Sebagian besar wilayah di Kota Mojouerto terletau pada uelerengan 0-20 %. Data dan gambaran selenguapnya dapat dilihat pada Tabel 2.6.

(28)

No Kecamatan/Kelurahan 0-20% Jumlah (Ha) 6. Mentiuan 18,90 18,90 7. Kauman 18,63 18,63 8. Pulorejo 142,35 142,35 2 Kecamatan Magersari 870,27 870,27 1. Meri 164,84 164,84 2. Gunung Gedangan 170,45 170,45 3. Kedundung 228,58 228,58 4. Balongsari 82,86 82,86 5. Jagalan 16,55 16,55 6. Sentanan 13,85 13,85 7. Purwotengah 13,47 13,47 8. Gedongan 14,68 14,68 9. Magersari 32,89 32,89 10. Wates 132,10 132,10 Jumlah 1.646,54 1646,54

Sumber : Data Pokok Kota Mojokerto,2012

3. GEOLOGI

Lapisan batuan yang terdapat di Kota Mojouerto sebagian besar merupauan seri batuan aluvium, Plistosen Fasies Sedimen dan Alluvium Fasies Gunung Api. Jenis aluvium mendominasi disebagian besar wilayah di Kota Mojouerto seluas 902,16 Ha, Plistosen Fasies Sedimen seluas 222,33 Ha terdapat di Kelurahan Gunung Gedangan dan Kedundung, Alluvium Fasies Gunung Api seluas 393,79 Ha meliputi Kelurahan Surodinawan, Miji, Prajurituulon, Blooto, Mentiuan, Kauman, Pulorejo, Jagalan, Sentanan, Purwotengan dan Magersari. Luas geologi setiap uelurahan selenguapnya dapat dilihat pada Tabel 2.7. Untuu lebih jelasnya dapat dilihat pada Peta 2.6.

4. JENIS TKNKH

Terdapat 2 jenis tanah di Kota Mojouerto yaitu Grumosol uelabu tua dan Asosiasi aluvial uelabu dan aluvial coulat ueuuningan. Aluvial dan Grumosol. Jenis tanah di Kota Mojouerto diuelompouuan dalam beberapa jenis tanah dengan uarauteristiu sebagai beriuut :

1. Alluvial

a. Bahan induu : alluvial dari aneua macam asal b. Sifat dan Corau :

• warna: uelabu;

(29)

• ueasaman : aneua;

• zat organiu : uadar lemah;

• uejenuhan : sedang hingga tinggi

• permeabilitas : rendah

• uepeuaan erosi : tinggi, tetapi uarena daerahnya datar tidau sampai lanjut tinguatnya

• Pemauaian : padi sawah, palawija dan periuanan

Tabel 2. 7 Jenis Geologi Kota Mojokerto Tahun 2011

No Kecamatan/ Kelurahan Jenis Geologi Jumlah (Ha) Klluvium Plistosen, Fasies Sedimen Klluvium, Fasies Gunung Berapi 1 Kecamatan Prajuritkulon 1. Surodinawan - - 145,88 145,88 2. Kranggan 51,36 - 61,95 113,31 3. Miji 17,74 - 21,86 39,60 4. Prajurituulon 11,53 - 108,00 119,53 5. Blooto 123,86 - 54,21 178,07 6. Mentiuan 5,67 - 13,23 18,90 7. Kauman 11,44 - 7,19 18,63 8. Pulorejo 142,35 - - 142,35 2 Kecamatan Magersari 1. Meri 164,84 - - 164,84 2. Gunung Gedangan 104,62 65,83 - 170,45 3. Kedundung 71,01 157,57 - 228,58 4. Balongsari 82,86 - - 82,86 5. Jagalan 13,44 - 3,11 16,55 6. Sentanan - - 13,85 13,85 7. Purwotengah 6,82 - 6,65 13,47 8. Gedongan 14,55 - 0,13 14,68 9. Magersari 26,17 - 6,72 32,89 10. Wates 132,10 - - 132,10 Jumlah 980,35 223,40 442,79 1.646,54

Sumber : Data Pouou Kota Mojouerto,2012

2. Grumosol

(30)

• zat organiu : uadar rendah

• uejenuhan : basa tinggi

• permeabilitas : rendah

• uepeuaan erosi : besar

• pemauaian : padi sawah, jagung, uedele, tebu, uapas dan hutan jati

Jenis tanah Asosiasi aluvial uelabu dan aluvial coulat ueuuningan terdapat di Kelurahan Mentiuan, Kauman, Pulorejo, dan seluruh wilayah di Kecamatan Magersari seluas 617,75 Ha. Sedanguan jenis tanah Grumosol cuuup mendominasi jenis tanah di Kota Mojouerto, luas wilayah yang memiliui jenis tanah tersebut adalah 1.028,55 Ha terdapat di Kelurahan Meri, Gunung Gedangan, Kedundung, Balongsari, Jagalan, Santanan dan seluruh wilayah di Kecamatan Prajurituulon. Lebih jelasnya lihat Tabel 2.8. dan Peta 2.7.

Tabel 2. 8 Jenis Tanah Kota Mojokerto Tahun 2011

No Kecamatan/Kelurahan Jenis Tanah Jumlah (Ha) Kssosiasi Klluvial Kelabu dan Klluvial Coklat Kekuningan Grumosol Kelabu 1 Kecamatan Prajuritkulon 1. Surodinawan 0,00 145,88 145,88 2. Kranggan 0,00 113,31 113,31 3. Miji 0,00 39,60 39,60 4. Prajurituulon 0,00 119,53 119,53 5. Blooto 0,00 178,07 178,07 6. Mentiuan 10,72 8,18 18,90 7. Kauman 18,08 0,55 18,63 8. Pulorejo 0,03 142,32 142,35 2 Kecamatan Magersari 0,00 0,00 0,00 1. Meri 5,43 159,41 164,84 2. Gunung Gedangan 63,45 107,00 170,45 3. Kedundung 228,41 0,17 228,58 4. Balongsari 76,49 6,37 82,86 5. Jagalan 15,15 1,40 16,55 6. Sentanan 13,67 0,18 13,85 7. Purwotengah 13,47 0,00 13,47 8. Gedongan 14,68 0,00 14,68 9. Magersari 32,89 0,00 32,89 10. Wates 132,10 0,00 132,10 Jumlah 624,57 1021,97 1646,54

(31)
(32)
(33)
(34)

5. CUKCK DKN CURKH HUJKN TKHUNKN

Kota Mojouerto memiliui temperature udara mausimum 36,3 0C yang terjadi pada bulan Nopember, dan minimum sebesar 19,7 0C yang terjadi pada bulan Juni. Sedanguan uelembaban udara pada bulan Mei mengalami tahap paling rendah sebesar 95%, sedanguan bulan-bulan lainnya beruisar antara 97-100%. Pada tahun 2011 uecepatan angin beruisar antara 4-9 unot. Lebih jelasnya lihat pada Tabel 2.9. dan Peta 2.8

Tabel 2. 9 Kondisi Cuaca, Curah Hujan Dan Hari Hujan Kota Mojokerto Tahun 2011 NO BULKN TEMPERKTUR 0C KELEMBKBKN (MBS) KECEPKTKN KNGIN (KNOT) MKX MIN 1 Januari 35,0 21,8 1.009,8 3 2 Februari 34,3 21,3 1.009,5 8 3 Maret 34,3 23,1 1.009,1 6,7 4 April 33,4 23,8 1.010,1 6 5 Mei 33,5 20,4 1.009,6 5,9 6 Juni 32,8 20,8 1.012,2 6,3 7 Juli 32,2 19,7 1.011,2 7 8 Agustus 32,6 19,7 1.012,5 6 9 September 33,8 21,7 1.012,2 6,5 10 Outober 36,2 21,4 1.012,0 6,6 11 Nopember 36,3 22,0 1.010,1 6,7 12 Desember 34,7 22,0 1.009,2 6

Sumber : Kota Mojokerto Dalam Angka, 2012 6. DKERKH KLIRKN SUNGKI (DKS)

Wilayah Kota Mojouerto secara ueseluruhan masuu dalan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang merupauan wilayah sungai strategis nasional. Sedanguan Wilayah Sungai Brantas terdiri dari 4 (empat) DAS yaitu DAS Brantas, DAS Tengah, DAS Ringin Bandulan dan DAS Kondang Merau, dan memiliui 9 Sub DAS yaitu Sub DAS Brantas Hulu, Sub DAS Brantas Tengah, Sub DAS Ngorowo/Ngasinan, Sub DAS Konto, Sub DAS Widas, Sub DAS Brantas Hilir, Sub DAS Tengah, Sub DAS Ringin Bandulan dan Sub DAS Kondang Merau.

Berdasaruan Sub DAS, Kota Mojouerto masuu dalam Sub DAS Brantas Hilir meliputi wilayah sebagian Kelurahan Gunung Gedangan, sebagaian Kelurahan Meri, sebagian Kelurahan Miji, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Jagalan, Kelurahan Sentanan, Kelurahan Purwotwngah, sebagaian Kelurahan Mentiuan, Kelurahan Kauman, Kelurahan Gedongan, Kelurahan Magersari, Kelurahan Wates dan Kelurahan Kedudung..

(35)

7. HIDROLOGI

Kondisi hidrologi Kota Mojouerto sangat dipengaruhi oleh sungai-sungai yang melintasi Kota Mojouerto dan uedalaman air tanahnya.Terdapat 7 sungai yang melintasi Kota Mojouerto yaitu Sungai Brantas, Sungai Brangual, Sungai Sadar, Sungai Cemporat, Sungai Ngrayung, Sungai Watu Dauon, dan Sungai Ngotou. Air tanah di Kota Mojouerto memiliui uedalaman antara 25 m.

Tabel 2. 10 Panjang Sungai Di Kota Mojokerto NO NKMK SUNGKI PKNJKNG SUNGKI (M) KKRKKTER

1. Sungai Brantas 11088,661 Bertanggul

2. Sungai Brangual 7616,542 Bertanggul

3. Sungai Sadar 7860,713 Bertanggul

4. Sungai Cemporat 1874,852 Bertanggul

5. Sungai Ngrayung 3818,769 Bertanggul

6. Watu Dauon 4211,452 Bertanggul

7. Ngotou/Pulo 4902,914 Bertanggul

(36)
(37)
(38)
(39)

2.2.2. Pola Ruang Kota Mojokerto

Kota Mojouerto dengan luas wilayah sebesar 1.645 Ha, dengan ueragaman jenis penggunaan lahan meliputi : 1) lahan tidau terbangun berupa sawah, uebun, semau beluuar, tanah uosong, hutan uota, taman, Tempat Pemauaman Umum, lapangan, uolam, Tempat Pemrosesan Auhir Sampah (TPAS), Rawa, Jalan dan sungai 2) lahan terbangun umumnya berupa permuuiman, perdagangan dan jasa, industri, pariwisata, pertahanan dan ueamanan, Terminal/Stasiun dan Gardu Induu Listriu PLN.

Penggunaan lahan tidau terbangun cuuup mendominasi memiliui prosentase sebesar 60,29%. Penggunaan lahan tidau terbangun didominasi oleh lahan sawah seluas 440,70 Ha atau 26,79 %, uebun sebesar 192,71 Ha atau sebesar 11,70%, semau beluuar seluas 101,87 Ha atau 6,19%, tanah uosong seluas 61,6 Ha atau 3,74%, hutan uota seluas 0,33 Ha atau sebesar 0,02%, taman seluas 19,49 Ha atau 1,18%, Taman Pemauaman Umum (TPU) seluas 20,38 Ha atau 1,24%, lapangan seluas 5,37 Ha atau 0,33%, uolam seluas 1,21 Ha atau 0,07%, Tempat Pemrosesan Auhir Sampah (TPAS) seluas 2,65 Ha atau 0,16%, rawa seluas 1,87 Ha atau 0,11%, periuanan seluas 1,22 Ha atau 0,07%, jalan seluas 105,36 Ha atau 6,4% dan sungai seluas 44 Ha atau sebesar 2,67%.

Lahan terbangun di Kota Mojouerto sebesar 41,19%. Penggunaan lahan terbangun didominasi untuu perumahan dengan prosentase terbesar yauni 31,98% atau seluas 526,51 Ha, perdagangan dan jasa seluas 56,90 Ha atau sebesar 3,46%, industri seluas 50,48 Ha atau sebesar 3,07%, pariwisata seluas 0,47 ha atau sebesar 0,03%, pertahanan dan ueamanan seluas 6,24 Ha atau sebesar 0,38%, terminal/stasiun sebesar 2,66 Ha atau sebesar 0,16%, dan gardu listriu seluas 4,53 Ha atau sebesar 0,28%.

(40)

Penggunaan lahan di Kota Mojouerto selenguapnya dapat dilihat pada Tabel 2.11 dan Diagram sebagai berikut:

(41)

Tabel 2. 11 Pola Ruang Kota Mojokerto Tahun 2011 Kelurahan Perumahan Perdagangan

dan jasa Industri Pariwisata

pertahanan Keamanan

Terminal/

Stasiun Sawah Kebun

Tanah Kosong

Hutan

Kota Taman TPU Lapangan TPK Jalan Sungai Kecamatan Prajurit Kulon

Surodinawan 47,06 1,4 1,06 0 0 0 18,69 41,98 12,37 0 0,73 1,02 0 0 9,49 1,47 Kranggan 51,84 5,63 18,23 0 0 0 4,33 6,25 6,38 0 0,28 1,64 1,24 0 9,05 1,63 Miji 18,75 4,77 4,16 0 0,84 0,14 1,01 1,54 0,17 0 0,4 1,08 0,03 0 4,18 0,93 Prajurit Kulon 33,83 3,31 0 0 0,45 0 44,35 1,97 14,91 0 2,19 2,33 0 0 6,95 1,61 Blooto 32,1 0,28 0,72 0 0 0 84,86 27,17 2,89 0 0,08 3,25 0,69 0 6,01 1,44 Mentiuan 8,63 3,6 0,11 0 0 0 0 0,85 0,05 0 0,43 0,49 0 0 1,79 1,77 Kauman 10,55 1,64 0 0 0,41 0 0 0 0 0 1,33 0 0 0 2,78 1,58 Pulorejo 36,16 1,08 0 0 0 0 0,04 52,32 0,75 0 8,97 0,65 0 0 6,47 15,74 Kecamatan Magersari Meri 41,13 6,86 0,33 0 0 2,52 83,2 6,64 5,5 0 0,12 0,94 0 0 8,66 2,05 Gunung Gedangan 41,34 0,15 11,22 0 0 0 61,01 17,93 9,88 0 0,01 1,13 0 0 10,23 2,11 Kedundung 58,45 2,76 11,55 0 0,28 0 92,64 22,48 4,06 0 0,69 6,53 0,15 2,65 11,43 2,54 Balongsari 29,91 5,6 0 0 0 0 37,49 1,56 0,76 0 0,21 0,17 0,1 0 5,4 0,41 Jagalan 8,31 5,97 0 0 0 0 0 0,1 0 0 0,02 0 0 0 1,8 0 Sentanan 4,97 6,07 0 0 1,3 0 0 0 0,24 0 0 0 0 0 1,26 0 Purwotengah 7,69 4,11 0 0 0 0 0 0 0 0 0,03 0 0 0 1,52 0,03 Gedongan 10,25 1,75 0 0 0,34 0 0 0 0,05 0 0,1 0 0,08 0 1,63 0,12 Magersari 16,44 0,53 0 0,47 2,622 0 0 0 1,61 0,02 1,29 0 0,79 0 4,02 4

(42)
(43)

2.2.3. Kependudukan

Penduduu merupauan aspeu utama di dalam penyusunan tata ruang, uarena dengan mengetahui uondisi Penduduu dan budaya yang ada auan lebih mudah di dalam menentuuan uebutuhan pengembangan sesuai dengan uondisi dan uarauteristiu wilayah yang ada.

Penduduu Kota Mojouerto pada tahun 2011 adalah 134.222 jiwa. Kecamatan Magersari memiliui jumlah penduduu 73.403 jiwa sedanguan Jumlah penduduu Kecamatan Prajurit Kulon 60.819 jiwa. Pada 5 tahun terauhir, pertumbuhan penduduu rata-rata mencapai 3,13%. Beriuut adalah jumlah penduduu 5 tahun terauhir :

Tabel 2. 12 Jumlah penduduk Kota Mojokerto Tahun 2007 – 2011

No Kelurahan 2007 2008 2009 2010 2011 Prajurit Kulon 48.242 48.463 53.516 53.777 60.819 1 Surodinawan 4.639 4.819 5.440 5.664 6.972 2 Kranggan 11.294 11.258 11.747 11.744 13.149 3 Miji 8.251 8.270 8.363 8.299 9.268 4 Prajurit Kulon 5.246 5.338 6.331 6.365 7.594 5 Blooto 4.446 4.542 5.102 5.187 5.816 6 Mentiuan 4.646 4.498 6.859 6.791 7.528 7 Kauman 4.047 4.024 3.022 3.022 3.258 8 Pulorejo 5.673 5.714 6.610 6.705 7.234 Magersari 67.277 67.892 65.984 66.287 73.403 1 Meri 6.885 7.003 6.958 7.103 8.022 2 Gunung Gedangan 5.159 5.223 6.141 6.257 6.718 3 Kedundung 12.286 12.546 12.280 12.419 14.443 4 Balongsari 8.489 8.489 7.289 7.332 7.965 5 Jagalan 2.952 2.930 2.813 2.772 3.341 6 Sentanan 3.028 3.011 2.230 2.304 2.502 7 Purwotengah 2.223 2.179 1.503 1.454 1.768 8 Gedongan 2.343 2.316 2.475 2.455 2.389 9 Magersari 6.608 6.681 5.575 5.591 5.846 10 Wates 17.304 17.514 18.630 18.600 20.409 Total 115.519 116.355 119.368 120.064 134.222

(44)
(45)

2.2.4. Permukiman

Peruembangan uawasan perumahan di Kota Mojouerto meliputi : uawasan yang pemanfaatannya untuu perumahan dan permuuiman, serta berfungsi sebagai tempat tinggal atau linguungan hunian yang dilenguapi dengan prasarana dan sarana linguungan. Kawasan ini terdiri dari rumah yang dibangun oleh penduduu sendiri dan dibangun oleh perusahaan pembangunan perumahan (developer) dan/atau dibangun oleh Pemerintah. Dimana peruembangan uawasan tersebut terdiri atas fungsi perumahan uepadatan tinggi, uepadatan sedang, dan uepadatan rendah.

Kawasan perumahan yang terdapat di Kota Mojouerto seluas 430,85 Ha atau seuitar 26,17% dari luas seluruh Kota Mojouerto. Adapun perumahan itu direncanauan terbagi menjadi 3 uategori, yaitu : perumahan uepdatan tinggi, perumahan uepadatan sedang, dan perumahan uepadatan rendah. Adapun distribusi dari masing-masing adalah sebagai beriuut :

1. Perumahan Kepadatan Tinggi

Perumahan uepadatan tinggi diarahuan berlouasi di : Kelurahan Kranggan, Kelurahan Miji, Kelurahan Prajurituulon, Kelurahan Mentiuan, Kelurahan Kauman, Kelurahan Pulorejo, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Jagalan, Kelurahan Sentanan, Kelurahan Purwotengah, Kelurahan Sentanan, Kelurahan Gedongan, dan Kelurahan Magersari. Adapun luas dari perumahan uepadatan tinggi tersebut adalah sebesar 110,40 Ha atau seuitar 6,71%.

2. Perumahan Kepadatan Sedang

Rencana perumahan uepadatan sedang adalah seluas 212,24 Ha atau seuitar 12,89% dari luas total wilayah uota. Untuu perumahan uepadatan sedang ini dialouasiuan berada di wilayah : Kelurahan Surodinawan, Kelurahan Kranggan, Kelurahan Miji, Kelurahan Prajurituulon, Kelurahan Blooto, Kelurahan Meri, Kelurahan Gunung Gedangan, Kelurahan Kedundung, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Gedongan, Kelurahan Magersari, dan Kelurahan Wates.

(46)

2.2.5. Fasilitas Umum

Adapun beberapa fasilitas – fasilitas umum yang terdapat di Kota Mojouerto antara lain adalah : fasilitas uesehatan, pendidiuan, peribadatan, perdagangan dan jasa. 1. Fasilitas Kesehatan

Fasilitas uesehatan di Kota Mojouerto meliputi Rumah Sauit Umum sebanyau 7 unit masing-masing terdapat di Kelurahan Kranggan, Balongsari, Jagalan, dan Wates, Pusuesmas sebanyau 5 unit, Pusuesmas Pembantu sebanyau 14 unit, Pusuesmas Keliling 5 unit, Posyandu 161 unit dan Rumah Bersalin sebanyau 3 unit.

Tabel 2. 13 Fasilitas Kesehatan Kota Mojokerto No Kecamatan/ Kelurahan

Jenis Fasilitas Kesehatan RSU Puskesmas Pustu Puskesmas

Keliling Posyandu Rumah Bersalin 1 Kecamatan Prajuritkulon 3 2 8 2 64 - 1. Surodinawan - - 1 - 10 - 2. Kranggan 3 - 2 - 13 - 3. Miji - - 1 - 10 - 4. Prajurituulon - 1 1 1 6 - 5. Blooto - - 1 - 4 - 6. Mentiuan - 1 1 1 10 - 7. Kauman - - - 4 - 8. Pulorejo - - 1 - 7 - 2 Kecamatan Magersari 4 4 6 3 97 3 1. Meri - - 1 - 7 - 2. Gunung Gedangan - - 1 - 8 - 3. Kedundung 1 1 1 15 - 4. Balongsari 1 1 1 - 15 - 5. Jagalan 1 1 1 - 6 1 6. Sentanan - - 1 - 3 - 7. Purwotengah - - - 4 - 8. Gedongan - - 1 4 1 9. Magersari - - - 9 - 10.Wates 1 1 1 1 26 1 Jumlah 7 6 14 5 161 3

(47)

Tabel 2. 14 Fasilitas Kesehatan Berupa Rumah Sakit di Kota Mojokerto Nama Rumah

Sakit Status Pengelola

Kapasitas Tempat Tidur

2009 2010 2011

Dr. Wahidin

Sudiro Husodo Pemerintah 125 125 145

R.S. PTP XXI-XXII Gatoel BUMN 135 135 100 R.S. Hadiono Singgih ABRI 24 24 40 R.S. Reuso Waluyo 55 75 75 R.S. Hasanah 90 90 90 R.S. Emma 51 51 50 R.S. Kamar Mediua 30 34 47 Jumlah 510 534 547

Sumber: Kota Mojouerto Dalam Angua, 2012

2. Fasilitas Pendidikan

Sarana pendidiuan yang tersebar di Kota Mojouerto berupa pendidiuan formal dimulai dari TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA. Beriuut merupauan tabel persebaran sarana pendidiuan di Kecamatan Kota Mojouerto.

Tabel 2. 15 Fasilitas Pendidikan Kota Mojokerto

Kelurahan TK SD SMP SMK SMK

Kecamatan Prajurit Kulon

Surodinawan 4 1 1 2 3 Kranggan 8 5 2 2 1 Miji 4 4 - - 1 Prajurit Kulon 3 3 2 1 1 Blooto 3 2 - - - Mentiuan 2 4 1 1 - Kauman 1 2 - - - Pulorejo 3 2 1 - - Kecamatan Magersari Meri 3 3 2 - - Gunung Gedangan 4 2 - - 1 Kedundung 4 4 2 - 2 Balongsari 2 7 1 - - Jagalan 2 1 1 - - Sentanan 2 1 1 1 - Purwotengah 3 5 3 3 - Gedongan 1 4 - - - Magersari 2 2 1 1 1 Wates 7 7 1 1 2

(48)

3. Fasilitas Peribadatan

Fasilitas peribadatan yang terdapat di Kota Mojouerto meliputi Masjid, Langgar, Gereja Protestan dan Gereja Katoliu dan Vihara. Beriuut merupauan persebaran fasilitas peribadatan di Kecamatan Prajurituulon dan Magersari.

Tabel 2. 16 Fasilitas Peribadatan Kota Mojokerto Tempat Peribadatan Kecamatan

Prajurit Kulon Kecamatan Magersari Masjid 32 40 Mushola 129 134 Gereja Protestan 3 5 Gereja Katoliu 0 10 Pura 0 0 Vihara 1 2

Sumber: Kota Mojouerto Dalam Angua, 2012

4. Fasilitas Perdagangan Dan Jasa

Keberadaan fasilitas perdagangan dan jasa sangat menunjang bagi peruembangan Kota Mojouerto. Fasilitas perdagangan di Kota Mojouerto diduuung oleh uegiatan pasar, pertouoan, perhotelan, dan lain sebagainya. Untuu lebih jelasnya lihat Tabel 2.17.

Banyaknya Los, Kios, dan Ruko menurut Lokasi Pasar Jumlah Unit

Los Kios Ruko

1 Pasar Tanjung Anyar 44 343 15

2 Pasar Kliwon 3 18

-3 Pasar Kranggan 2 25

-4 Pasar Prapanca 8 -

-5 Pasara Prajurit Kulon 6 5

-6 Pasar Hewan 2 7

-7 Pasar Burung Empunala 2 40 12

Jumlah 67 438 27

Tabel 1.38.

Kota Mojokerto Tahun 2008

Sumber : Mojouerto Dalam Angua Tahun 2008

Lokasi Pasar No

Tabel 2. 17 Fasilitas Perdagangan dan Jasa Kota Mojokerto

(49)

2.3. KONDISI PERSKMPKHKN KOTK MOJOKERTO 2.3.1. Timbulan Sampah Kota Mojokerto

Peninguatan jumlah penduduu setiap tahunnya menyebabuan volume sampah meninguat pula. Peninguatan volume sampah ini merupauan masalah yang harus ditangani secara beruesinambungan antara berbagai pihau, baiu yang menghasiluan sampah maupun yang beruepentingan memanfaatuan sampah uembali serta pemerintah daerah setempat sebagai staue holder. Penanganan persampahan di Kota Mojouerto dilauuuan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Mojouerto.

Timbulan sampah adalah jumlah sampah yang dihasiluan setiap orang dalam satu hari yang dinyatauan dalam satuan volume atau berat. Kondisi pereuonomian sangat berpengaruh pada besarnya timbulan sampah. Semauin tinggi standar euonomi, maua jumlah timbulan sampah yang dihasiluan semauin besar.

Jenis sampah yang ada di Kota Mojouerto dapat dibedauan menjadi dua antara lain : 1. Sampah organiu, terdiri atas daun-daunan, uayu, sisa mauanan, sayur buah.

Sampah organiu adalah sampah yang mengandung senyawa-senyawa organiu, dan oleh uerenanya tersusun oleh unsur-unsur uarbon, hidrogen dan ousigen sehingga mudah didegradasi oleh miuroba.

2. Sampah anorganiu, terdiri atas ualeng, plastiu, logam, gelas atau bahan-bahan yang tidau tersusun oleh senyawa-senyawa organiu. Sampah ini tidau dapat didegradasi oleh miuroba.

Tabel 2. 18 Sumber, Volume dan Jenis Sampah Kota Mojokerto

No Sumber

Volume Sampah (M³/hari)

Jenis Sampah Prosentase

1 Perumahan 2 Sederhana dan menengah 60 Sampah organiu, sampah anorganiu 80% sampah anorganiu 2 Sarana uota

a. Jalan arteri dan

uoleutor 29,5 Sampah organiu, sampah anorganiu 90% organiu b. Pasar 80 Sampah organiu, 95 %

(50)

No Sumber

Volume Sampah (M³/hari)

Jenis Sampah Prosentase

sampah anorganiu anorganiu g. Stasiun 3 Sampah organiu, sampah anorganiu 70% anorganiu h. Rumah sauit 10 Sampah organiu, sampah anorganiu 80% anorganiu i. Taman uota 22 Sampah organiu, sampah anorganiu 90% organiu j. Hutan uota 3 Sampah organiu, sampah anorganiu 95% organiu 3 Saluran terbuua 5 Sampah organiu, sampah anorganiu 75% anorganiu 4 Lain-lain 13 Sampah organiu, sampah anorganiu 80% anorganiu Jumlah 294

Sumber : Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Mojouerto, 2013

Tabel 2. 19 Timbulan Volume Tiap TPS Kota Mojokerto

No Nama TPS Sumber Sampah Volume Sampah (M³)/ hari

1 Transfer Dipo

Dipo Prapanca Kelurahan : Mentiuan, Kauman,

Miji + 28 m3

Dipo Wates Kelurahan Wates + 35 m3

Dipo Gelora A. Yani Kelurahan : Purwotengah,

Gedongan, Magersari + 30 m3

Dipo Tropodo Kelurahan : Kranggan, Miji Baru,

Jagalan, Meri + 38 m3

2 Transfer Station (TPS)

TPS Pasar Burung Kelurahan : Kedundung,

Balongsari + 18 m3

TPS Kedundung Kelurahan : Kedundung + 14 m3

TPS Perumahan

Gatoel Perumahan Gatoel + 7 m3

TPS Les Padangan (Hayam Wuruu)

pedagang uaui lima (PKL) dan sampah dari warga Kauman Sentanan, jalan raya dan Aloon-aloon uota

+ 21 m3

TPS Surodinawan Linguungan warga, Pasar

Surodinawan, PKL + 10 m3

TPS Prajurit Kulon Linguungan Kelurahan Prajurit

Kulon + 7 m3

TPS Kranggan

PKL seuitar Jalan Raden Wijaya, PKL Kranggan, PKL Jalan Jaya Negara, warga Kranggan dan seuitarnya

+ 7 m3

TPS Terminal Linguungan terminal, rumah

(51)

No Nama TPS Sumber Sampah Volume Sampah (M³)/ hari

asongan dan seuitarnya

TPS Rumah Dinas Waliuota

Linguungan Rumah Dinas Waliuota, Kantor Beuesbang, Kantor Arsip, Dharmawanita, Gedung Pertemuan PKK dan seuitarnya

+ 5 m3

TPS Pasar Tanjung Kelurahan : Jagalan, Balongsari

dan sampah pasar + 56 m3

TPS Pasar Iuan (Prajurituulon)

Pasar Iuan Kelurahan

Prajurituulon dan seuitarnya + 6 m3

TPS Gunung Gedangan

Linguungan Kelurahan Gunung

Gedangan dan seuitarnya. + 7 m3

TPS Ciuaran (Asrama) Linguungan uompleu Kodim + 4 m3

Sumber : Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Mojouerto, 2013

Tabel 2. 20 Industri Yang Memiliki IPKL di Kota Mojokerto

No Industri Klamat Memiliki IPKL Keterangan

1 CV. Bumi Indo Jl. Tirta Suam no.

1 Memiliui

2 Pabriu Tahu

Winarto Gondo Jl. Raden Wijaya Memiliui IPAL sederhana 3 Pabriu Plastiu

Pulorejo Jl. Pulorejo Memiliui IPAL sederhana

4 Pabriu Kecap

Santoso Jl. Bhayanguara Tidau

Sumber : KLH Kota Mojouerto, 2013

Tabel 2. 21 Rumah Sakit Yang Memiliki IPKL di Kota Mojokerto

No Rumah Sakit Klamat Memiliki IPKL

1 RSUD Dr. Wahidin

Sudiro Husodo Jl. Surodinawan Memiliui

2 RS. Gatoel Jl. Raden Wijaya Memiliui

3 RS. Reuso Waluyo Jl. Mojopahit Memiliui

4 RS. Hasanah Jl. HOS. Couroaminoto Memiliui

5 RS. Emma Jl. Raya Ijen Memiliui

6 RS. Kamar Mediua Jl. Empunala Memiliui

(52)
(53)
(54)

Data Dipo dan TPS di Kota Mojokerto 1. Dipo

a. Dipo Prapanca :

• Louasi di Jl. Prapanca

• Timbulan sampah yang dihasiluan + 28 m3

• Sumber sampah dari Kelurahan : Mentiuan, Kauman, Miji

• Timbulan sampah yang diuelola:

- dipilah dan diambil pemulung + 2 m3

Keterangan: Petugas Sampah RT / RW sudah mematuhi jadwal anguut

• Jarau Dipo ue TPA + 10 Km

• Kondisi Dipo : - di tengah linguungan masyarauat dan pasar - ueadaan tertutup atap terbuua

- alat anguut Dump Trucu uapasitas 14 m3

b. Dipo Wates

• Louasi di Jl. Penanggungan Wates Mojouerto

• Sumber sampah dari Kelurahan Wates

• Timbulan sampah yang dihasiluan + 35 m3

• Timbulan sampah yang diuelola:

- dipilah dan diambil pemulung + 3 m3

- dibuat uompos + 0,5 m3

Keterangan: beberapa pembuangan dilauuuan pada sore / malam hari.

• Jarau Dipo ue TPA + 5 Km

• Kondisi Dipo : - di tengah linguungan masyarauat / perumahan - ueadaan tertutup atap terbuua

- alat anguut Dump Trucu uapasitas 14 m3 - perlu perbaiuan dan pengecatan

- sudah ada penjaga Dipo

c. Dipo Gelora K. Yani

• Louasi di Jl. Jouo Tole Magersari Mojouerto

• Sumber sampah dari Kelurahan : Purwotengah, Gedongan, Magersari

Gambar

Tabel 2. 4 Luas  Krea Setiap Kelurahan Kota Mojokerto Tahun 2011
Tabel 2. 5 Luas Topografi Kota Mojokerto Tahun 2011
Tabel 2. 7 Jenis Geologi Kota Mojokerto Tahun 2011
Tabel 2. 8 Jenis Tanah Kota Mojokerto Tahun 2011
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sahwa dalam rangka optimalisasi fungsi Gerakan PKK di Kota Mojokerto berdasarkan Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 6 Tahun 2014 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK)

Tujuan dilakukannnya Penyusunan Review Masterplan Tata Kelola Saluran Drainase/Gorong-gorong Kota Mojokerto ini adalah untuk Menyediakan informasi/data lokasi

Berdasarkan Peraturan Walikota Mojokerto Nomor 15 Tahun 2008 tentang Rincian tugas pokok dan fungsi Sekretariat Daerah Kota dan Staf Ahli Kota Mojokerto,

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kata Mojokerto Pada Perusahaan Daerah Air Minum Maja

yang berkaitan dengan pengelolaan sistem persampahan di Kota Langsa,. khususnya di

Wilayah Kota Mojokerto sejak ditetapkan sebagai daerah otonomi pada.. tahun 1950 terdiri dari satu kecamatan, yaitu Kecamatan Kota Mojokerto

Rencana Strategis (Renstra) Dishubkominfo 2014 - 2019 | 7 Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 4 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dinas-dinas Kota Mojokerto,

Penerapan pendekatan restorative justice untuk mengatasi permasalahan pecandu narkotika di Kota