• Tidak ada hasil yang ditemukan

DRAFT RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA MOJOKERTO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DRAFT RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA MOJOKERTO"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)

DRAFT

RENCANA STRATEGIS

(RENSTRA)

DINAS PEKERJAAN UMUM

KOTA MOJOKERTO

2014-2019

PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO

2014

(2)

DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI Bab I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ……… 1 1.2. Landasan Hukum ……… 3

1.3. Maksud dan Tujuan ……… 5

1.4 Sistematika Penulisan……… 5

Bab II. GAMBARAN LAYANAN DINAS PEKERJAAN UMUM 2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi………...… 10 2.2. Sumber Daya Dinas Pekerjaan Umum ……… 21 2.3. Kinerja Pelayaan Dinas Pekerjaan Umum………. 27 2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan ... ... 33

Bab III. ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. Identifikasi Permasalahan berdasarkan TUPOKSI DPU ... ... 35

3.2. Telaahan Fisi, Misi dan Program Kepala Daerah Terpilih ... ... 38

3.3. Telaahan Renstra Kementrian ... ... 41

3.5. Penentuan Isu-Isu Strategis ... ... 47

Bab IV. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi DPU ……… ... ... 50

(3)

4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah………... ... ... 53 4.3. Strategi dan Kebijakan DPU……….

57

Bab V. RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, IDIKATOR KINERJA

KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

4.3. Rencana Program dan Kegiatan………. 60

Bab VI. INDIKATOR KINERJA DPU YANG MENGACU PADA TUJUAN

DAN SASARAN RPJMD

6.1. Indikator Kinerja DPU yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD…… ... ... 74

Bab VII. PENUTUP ... ... 75

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dengan terjadinya perubahan yang cepat di era otonomi daerah (desentralisasi) telah menjadi peluang sekaligus tantangan yang besar bagi pemerintah daerah dalam menjalankan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Tuntutan masyarakat terhadap perubahan ke arah yang lebih baik tercermin dalam proses pemilihan kepala daerah secara langsung dan menjadi dasar yang kuat bagi terwujudnya cita-cita reformasi di negara ini. Dengan ditetapkannya pasangan Walikota dan Wakil Walikota Kota Mojokerto terpilih secara aman, tertib dan lancar memberikan keyakinan, dorongan yang kuat bagi seluruh stakeholders untuk bersama-sama melaksanakan pembangunan sesuai dengan peranannya masing-masing. Agar pelaksanaan pembangunan lebih terarah kepada sasaran pembangunan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, diperlukanlah suatu dokumen perencanaan pembangunan yang matang melalui koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergi antara pemerintah pusat, propinsi dan daerah.

Dengan ditetapkannya dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) tahun 2014-2019 sebagai penjabaran dari visi dan misi Walikota terpilih, memberikan arahan yang jelas bagi seluruh

stakeholders untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada melalui penyusunan program-program pembangunan prioritas jangka menengah daerah dan menjadi pedoman bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun dokumen Rencana Strategis (Renstra) SKPD selaku pengguna anggaran/pengguna barang.

Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya, dalam hal ini strategi berarti membuat suatu cara yang lebih baik dari cara yang dipergunakan sebelumnya sesuai dengan kondisi yang berkembang saat ini. Sedangkan perencanaan strategis merupakan proses penyusunan perencanaan jangka panjang sehingga proses ini lebih banyak menggunakan proses analitik, tujuannya adalah untuk menyusun strategi sehingga sesuai dengan misi, sasaran serta kebijakan.

(5)

Rencana Strategis (Renstra) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 ( lima) tahun yang berfungsi sebagai pedoman dan arah perencanaan pembangunan selama lima tahun untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pekerjaan Umum tahun 2014-2019, disusun untuk menjabarkan visi, misi, tujuan, strategi dan kebijakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang memuat tugas pokok dan fungsi, gambaran kondisi capaian kinerja dan hasil kinerja yang ingin dicapai serta program dan kegiatan pokok yang bersifat indikatif serta bersinergi dengan visi misi Pemerintah Daerah Kota Mojokerto yang akan diraih oleh Kepala Daerah Terpilih.

Rencana Strategis Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto meliputi uraian visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan yang prioritas dan realistis dengan mempertimbangkan unsur-unsur masalah dan potensi yang dimiliki organisasi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Demikian pula tuntutan dan kebutuhan program pembangunan yang berorientasi perkembangan masa depan, termasuk tuntutan dan aspirasi yang berkembang saat ini baik dari lingkungan sejawat Dinas/Lembaga/Instansi Pemerintah maupun dari

stakeholder lainnya.

Penyusunan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto ini, disamping berdasarkan pada tugas dan fungsi SKPD, juga berlandaskan pada pemetaan kondisi lingkungan serta isu-isu strategis yang terus berkembang serta mengacu pada arah kebijakan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Propinsi Jawa Timur , Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) melalui RPJM Kementrian Pekerjaan Umum.

Tahapan penyusunan rancangan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto dapat digambarkan dalam bagan alir sebagaimana Gambar 1.1

(6)

Gambar 1.1

Bagan Alir Penyusunan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto

1.2. Landasan Hukum

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang

Pengelolaan Keuangan Daerah.

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.

6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Negara/Daerah.

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

PENYUSUNAN RPJMD Persiapan Penyusunan Renstra-SKPD Analisis Gambaran pelayanan SKPD Perumusan Isu-isu strategis berdasarkan tusi Perumusan Strategi dan kebijakan Perumusan rencana kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif berdasarkan rencana program prioritas RPJMD Pengolahan data dan informasi Perumusan visi dan misi SKPD Perumusan Tujuan Perumusan sasaran Rancangan Renstra-SKPD · Pendahuluan · Gambaran pelayanan SKPD

· isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan fungsi

· visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi dan kebijakan

· rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif

· indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD. Perumusan

indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran

RPJMD SPM Renstra-KL dan Renstra Kabupaten/ Kota SE KDH ttg Penyusunan Rancangan Renstra-SKPD dilampiri dengan indikator keluaran program dan PAGU

per SKPD Penelaahan RTRW Verifikasi Rancangan Renstra SKPD dgn Rancangan Awal RPJMD Rancangan Renstra-SKPD Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian Rancangan Renstra-SKPD kepada Bappeda sesuai Tidak sesuai Penyusunan Rancangan RPJMD Pelaksanaan Musrenbang RPJMD Perumusan Rancangan Akhir RPJMD Penyempurnaan Rancangan Renstra-SKPD Penetapan Renstra-SKPD RENSTRA-SKPD Penyesuaian Rancangan Renstra-SKPD berdasarkan hasil verifikasi

PENYUSUNAN RANCANGAN RENSTRA SKPD PENYUSUNAN RANCANGAN AKHIR PENETAPAN

Verifikasi Rancangan Akhir Renstra SKPD Rancangan Akhir Renstra SKPD sesuai Tidak sesuai PERDA ttg RPJMD Penelaahan KLHS Renstra-KL dan Renstra Kabupaten/ Kota Renstra-KL dan Renstra SKPD Prov

(7)

10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014.

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal.

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pemerintahan Dalam Negeri Di Kabupaten/Kota.

15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

16. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/Prt/M/2010 Tanggal 25 Oktober 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.

17. SEB Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala BAPPENAS dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 0008/M.PPN/01/2007/050/264A/SJ tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Musrenbang tahun 2007.

18. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Timur 2005 – 2025.

19. Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kota Mojokerto.

20. Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 4 Tahun 2008 tentang Organisasi Dinas-Dinas Kota Mojokerto.

21. Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah ( RPJPD ) Kota Mojokerto Tahun 2005-2025.

22. Peraturan Walikota Mojokerto Nomor 18 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas Pokok Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto.

(8)

1.3. Maksud dan Tujuan

Adapun maksud penyusunan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto 2014-2019 adalah sebagai arah dan pedoman perencanaan dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur urusan bidang pekerjaan umum di daerah Kota Mojokerto sehingga pelaksanaan pembangunan urusan terkait bisa dilaksanakan secara terpadu, sinergis, harmonis dan berkesinambungan.

Sedangkan tujuan disusunnya Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto 2014-2019 adalah untuk :

a) Menjabarkan visi dan misi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto ke dalam tujuan dan sasaran pembangunan tahun 2014-2019;

b) Menetapkan berbagai program dan kegiatan prioritas yang disertai dengan indikasi pagu anggaran dan target indikator kinerja yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pada tahun 2014-2019.

c) Sebagai pedoman pelaksanaan program dan kegiatan agar lebih terarah, efektif dan efisien sesuai perencanaan dan penganggaran. d) Sebagai pedoman untuk penilaian kinerja Dinas Pekerjaan Umum

dalam rangka akuntabilitas kinerja instansi publik

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto terdiri dari 6 ( Enam ) bab pembahasan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan, Metode Penyusunan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto, Hubungan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto dengan Dokumen Perencanaan Lainnya, Sistematika Penulisan

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PEKERJAAN UMUM

KOTA MOJOKERTO

Memuat informasi tentang peran (tugas dan fungsi) Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan

(9)

capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto periode sebelumnya, mengemukakan capaian program prioritas Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto ini.

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto

Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto, struktur organisasi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto, serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon dibawah kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto. Uraian tentang struktur organisasi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto ditujukan untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil, dan tata laksana Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto (proses, prosedur, mekanisme).

2.2 Sumber Daya Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto Memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, asset/modal, dan unit usaha yang masih operasional.

2.3 Kinerja Pelayanan SKPD

Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto berdasarkan sasaran/target Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atau indikator kinerja pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto dan/atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh pemerintah.

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD Bagian ini mengemukakan hasil analisis terhadap Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto, hasil telaahan terhadap RTRW, dan hasil analisis terhadap KLHS yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi

(10)

pengembangan pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto pada lima tahun mendatang. Bagian ini mengemukakan macam pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan.

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto.

Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah Terpilih.

Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto yang terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Selanjutnya berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto, dipaparkan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut. Faktor-faktor inilah yang kemudian menjadi salah satu bahan perumusan isu strategis pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto.

3.3 Telaahan Renstra

Bagian ini mengemukakan apa saja faktor-faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto yang mempengaruhi permasalahan pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto ditinjau Renstra K/L maupun dari Renstra DPU Bina Marga dan Pematusan, Cipta Karya dan Tata Ruang, Pengairan Propinsi Jawa Timur.

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

(11)

Pada bagian ini dikemukakan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto yang mempengaruhi permasalahan pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto ditinjau dari implikasi RTRW dan KLHS.

3.5 Penentuan Isu-isu Strategis

Pada bagian ini direview kembali faktor-faktor dari pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto yang mempengaruhi permasalahan pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto ditinjau dari:

1. Gambaran pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto;

2. Sasaran jangka menengah pada Renstra Kementrian Pekerjaan Umum dan Kementrian Perumahan Rakyat; 3. Implikasi RTRW bagi pelayanan Dinas Pekerjaan

Umum Kota Mojokerto; dan

4. Implikasi KLHS bagi pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto

Selanjutnya dikemukakan metoda penentuan isu-isu strategis dan hasil penentuan isu-isu strategis tersebut. Dengan demikian, pada bagian ini diperoleh informasi tentang apa saja isu strategis yang akan ditangani melalui Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto tahun rencana.

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

4.1 Visi dan Misi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan visi dan misi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto.

4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto.

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto .

4.3 Strategi dan Kebijakan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto.

(12)

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan strategi dan kebijakan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto dalam lima tahun mendatang.

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR

KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

Pada bagian ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif.

BAB VI INDIKATOR KINERJA DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA MOJOKERTO PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

BAB VII PENUTUP

Dan pada bab terakhir ini berisikan tentang Program Transisi dan Kaidah Pelaksanaan.

(13)

BAB II

GAMBARAN LAYANAN DINAS PEKERJAAN UMUM

KOTA MOJOKERTO

2.1. Tugas , Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 4 Tahun 2008 tentang Organisasi Dinas-dinas Kota Mojokerto pada Bab III Pasal 6 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Susunan Organisasi, Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian urusan daerah di bidang Pekerjaan Umum yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pelayanan Pekerjaan Umum dengan kebijakan Walikota.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Dinas Pekerjaan Umum mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis lingkup pekerjaan umum yang meliputi bidang Bina Marga, Cipta Karya dan Pengairan.

2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum yang berkaitan dengan bidang Bina Marga, Cipta Karya dan Pengairan. 3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas lingkup Pekerjaan Umum yang

meliputi Bidang Bina Marga, Cipta Karya, Pengairan. 4. Pengelolaan urusan ketatausahaan dinas.

5. Pembinaan terhadap UPTD Pemadam Kebakaran.

6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya

Adapun dalam melaksanakan tugas-tugas pokok tersebut di dalam Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto terdapat tiga bidang, satu Sekretariat dan satu Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Pemadam Kebakaran (PMK).

2.1.1 Sekretariat

Sekretariat Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto mempunyai tugas menyelenggarakan pengelolaan penyusunan perencanaan dan program, urusan keuangan, kepegawaian dan umum dan mengkoordinasikan secara teknis dan administratif pelaksanaan kegiatan Dinas serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut Sekretariat mempunyai tiga sub bagian, yaitu Sub Bagian Penyusunan Program (Sungram), Sub Bagian Keuangan dan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

(14)

1) Sub Bagian Penyusunan Program

Tugas-tugas yang harus dilaksanakan pada Sub Bagian Penyusunan Program antara lain adalah :

a. Menghimpun data dan menyiapkan bahan dalam rangka penyusunan program kerja dan rencana kerja.

b. Menyiapkan bahan penyusunan peraturan per-Undang-undangan di Bidang Pekerjaan Umum.

c. Menyiapkan bahan pembinaan organisasi dan tata laksana dinas. d. Menyusun dan menyiapkan laporan kegiatan dinas.

e. Melaksanakan koordinasi dalam rangka perencanaan program kerja dan rencana kerja Bidang Pekerjaan Umum.

f. Menyiapkan bahan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program kerja. g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan

bidang tugasnya. 2) Sub Bagian Keuangan

Sedangkan untuk Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas antara lain : a. Menghimpun dan menyusun Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan

Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

b. Melakukan pengelolaan keuangan anggaran dinas.

c. Mengurus pembayaran gaji, keuangan perjalanan dinas dan keuangan lainnya.

d. Menyusun dan menyiapkan laporan pertanggungjawaban keuangan. e. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai

dengan bidang tugasnya.

3) Sub Bagian Kepegawaian dan Umum

Untuk Sub Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas :

a. Menyusun dan memelihara data administrasi kepegawaian serta data kegiatan yang berhubungan dengan kepegawaian.

b. Melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pengembangan pegawai, mutasi pegawai serta pengelolaan administrasi kepegawaian.

c. Melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan, kegiatan pemberian informasi dan hubungan masyarakat.

(15)

d. Menyusun rencana kebutuhan dan melaksanakan pengelolaan barang milik dinas serta mengurus pemeliharaan kebersihan dan keamanan kantor.

e. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya.

2.1.2 Bidang Bina Marga

Bidang Bina Marga mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Pekerjaan Umum di bidang kebinamargaan dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Bidang Bina Marga mempunyai fungsi :

a. Penyusunan perencanaan teknis dan program serta pengelolaan dan pemutakhiran data jalan.

b. Penyelenggaraan, pembinaan, pengawasan, pengendalian dan pelaksanaan kegiatan pembangunan dan peningkatan serta pemeliharaan jalan.

c. Penyelenggaraan, pembinaan, pengawasan, pengendalian dan pelaksanaan kegiatan pembangunan dan penggantian serta pemeliharaan jembatan.

d. Pembinaan, pengawasan, pengendalian dan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan peralatan dan perbekalan, perijinan pemanfaatan jalan dan jembatan serta penanggulangan akibat bencana alam.

e. Pelaksanaan analisa, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan serta pemeliharaan peralatan dan perbekalan.

f. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan Instansi terkait, lembaga non pemerintah dan masyarakat dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Bidang Bina Marga terbagi atas tiga seksi yaitu seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatann dan seksi Peralatan dan Perbekalan.

1) Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan

mempunyai tugas :

a. Menyiapkan dan mengumpulkan bahan dalam rangka menyusun program dan prakiraan biaya pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan dan jembatan.

(16)

b. Menyusun pemutakhiran program dan prakiraan biaya pelaksanaan peningkatan jalan dan jembatan.

c. Melaksanakan penelitian dan pengkajian dokumen teknis, pembinaan dan pengawasan kegiatan pembangunan jalan dan jembatan, peningkatan jalan dan penggantian jembatan.

d. Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan pembangunan jalan dan jembatan, peningkatan jalan dan penggantian jembatan.

e. Menyelenggarakan kegiatan pengumpulan, pemutakhiran dan penyimpanan data-data mengenai jalan dan jembatan

f. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan Instansi terkait, lembaga non pemerintah dan masyarakat dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Bina Marga sesuai dengan bidang tugasnya.

2) Seksi Peralatan dan Perbekalan

mempunyai tugas :

a. Menyusun rencana kebutuhan peralatan termasuk alat berat.

b. Melaksanakan perawatan dan perbaikan segala kendaraan dan peralatan berat.

c. Memelihara, mengawasi dan mengolah inventarisasi perbekalan. d. Mengatur pemakaian peralatan.

e. Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan penyediaan dan pemeliharaan peralatan dan perbekalan.

f. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dan lembaga non pemerintah serta masyarakat dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Bina Marga sesuai dengan bidang tugasnya.

3) Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

mempunyai tugas :

a. Mengumpulkan data dan bahan dalam rangka menyusun program, prakiraan biaya pemeliharaan jalan dan jembatan.

(17)

b. Menyusun pemutakhiran program data kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan.

c. Melaksanakan penelitian dan pengkajian dokumen teknis pemeliharaan jalan dan jembatan serta penanggulangan kerusakan jalan dan jembatan akibat bencana alam.

d. Melaksanakan program pemeliharaan jalan dan jembatan.

e. Melaksanakan pembinaan dan pengendalian kegiatan pemeliharaan, perijinan pemanfaatan jalan dan jembatan serta penanggulangan kerusakan jalan dan jembatan.

f. Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan penyediaan dan pemeliharaan peralatan dan perbekalan.

g. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dan lembaga non pemerintah serta masyarakat dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Sub Dinas Bina Marga sesuai dengan bidang tugasnya.

2.1.3 Bidang Cipta Karya

mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Pekerjaan Umum di bidang keciptakaryaan dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Bidang Cipta Karya mempunyai fungsi :

a. Penyusunan perencanaan teknis dan program serta pengelolaan dan pemutakhiran data di bidang perumahan, penyehatan lingkungan dan pemukiman, tata bangunan serta penataan ruang kota.

b. Pelaksanaan penertiban, pengawasan, pengendalian terhadap pembangunan perumahan, lingkungan pemukiman khusus dan penerbitan perijinan layak huni.

c. Pelaksanaan pengawasan, pengendalian, penyuluhan, bantuan teknik, pelaksanaan pengelolaan kegiatan pembangunan, pemeliharaan, pemanfaatan sarana prasarana di bidang teknik penyehatan lingkungan.

d. Pelaksanaan pembangunan, bantuan teknik, pengawasan teknis pembangunan gedung pemerintahan dan bangunan umum serta pengaturan dan pengendalian perijinan bangunan.

(18)

e. Pelaksanaan pengawasan, pemantauan dan evaluasi serta perijinan dan pengendalian pemanfaatan ruang.

f. Pelaksanaan analisa, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan dibidang keciptakaryaan.

g. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait, lembaga non pemerintah dan masyarakat dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

Dalam menjalankan tugasnya, dalam Bidang Cipta Karya terdapat tiga seksi yaitu seksi Pemukiman dan Penyelamatan Lingkungan, seksi Tata Bangunan dan seksi Tata Ruang dan Jasa Konstruksi.

1) Seksi Pemukiman dan Penyehatan Lingkungan

mempunyai tugas:

a. Menyusun perencanaan teknis pembangunan, perbaikan, peremajaan dan pengembangan pemukiman serta prasarana lingkungan

b. Menyiapkan bahan dan melakukan pembinaan, bimbingan dan penyuluhan tentang pembangunan dan perbaikan pemukiman dan sarana air bersih dan penyehatan lingkungan

c. Melakukan pengawasan, pengendalian dalam pembangunan, perbaikan, peremajaan, pemeliharaan dan pengembangan pemukiman dan prasarana lingkungan, air bersih serta penyehatan lingkungan

d. Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan yang berkaitan dengan pemukiman dan penyehatan lingkungan

e. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dan lembaga non pemerintahan serta masyarakat dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas

f. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Cipta Karya sesuai dengan bidang tugasnya.

2) Seksi Tata Bangunan

mempunyai tugas :

a. Menyusun perencanaan teknis pembangunan, perbaikan, peremajaan, pengembangan dan pembiayaan serta penyelenggaraan perumahan dan prasarana lingkungan serta penataan bangunan

b. Melaksanakan pembangunan, renovasi, perawatan, pengawasan dan pengendalian serta perawatan bangunan gedung daerah

(19)

c. Menyiapkan bahan fasilitasi pembiayaan, peraturan, penyerasian pembangunan perumahan dengan penataan ruang, penanganan sengketa bidang perumahan serta pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan pembangunan dan pengelolaan perumahan

d. Melakukan pemeriksaan dan menyiapkan rekomendasi pengesahan perencanaan pelaksanaan bangunan gedung daerah dan pemanfaatan bangunan gedung daerah

e. Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan penyelenggaraan perumahan dan tata bangunan;

f. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dan lembaga non pemerintahan serta masyarakat dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas;

g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Cipta Karya sesuai dengan bidang tugasnya.

3) Seksi Pengendalian Tata Ruang dan Jasa Konstruksi

mempunyai tugas:

a. Mengumpulkan data dan informasi sebagai bahan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan tata ruang

b. Melaksanakan koordinasi, pemantauan, pembinaan dan evaluasi pelaksanaan tata ruang

c. Melaksanakan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan sistem informasi jasa konstruksi dalam wilayah kota

d. Melaksanakan penyusunan standarisasi teknis dan memberikan penyuluhan pelatihan dan informasi teknis bangunan, pembinaan pengembangan teknologi konstruksi serta menyiapkan bahan penerbitan perijinan usaha jasa konstruksi

e. Menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian dalam bidang penataan ruang dan jasa konstruksi

f. Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan pelaksanaan penataan ruang dan jasa konstruksi

g. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dan lembaga non pemerintah serta masyarakat dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas

h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Cipta Karya sesuai dengan bidang tugasnya.

(20)

2.1.4 Bidang Pengairan

mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Pekerjaan Umum di bidang Pengairan dan melaksanakan tugas lain-lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud Bidang Pengairan mempunyai fungsi :

1. Penyusunan perencanaan teknis, program, pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengairan;

2. Pengawasan, pengendalian, pelaksanaan pembangunan, rehabilitasi, peningkatan dan pengembangan, operasi serta pemeliharaan dan pengamanan bangunan/aset pengairan;

3. Pengelolaan perijinan, pengamanan pemanfaatan air permukaan dan atau sumber air serta rekomendasi perijinan penambangan bahan galian golongan C pada alur sungai;

4. Penanggulangan bencana banjir dan bencana alam lainnya serta usaha-usaha pengendalian erosi di bidang teknik sipil;

5. Penanggulangan dan pengelolaan data serta pelaporan di bidang pengairan;

6. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait, lembaga non pemerintahan dan masyarakat dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

Bidang Pengairan mempunyai dua seksi yaitu seksi Pembangunan Saluran Pengairan dan seksi Pemeliharaan Saluran Pengairan

1) Seksi Pembangunan Saluran Pengairan

mempunyai tugas :

a. Melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pengendalian pembangunan dan rehabilitasi jaringan saluran irigasi primer dan sekunder

b. Menyiapkan bahan pemberian ijin pembangunan, pemanfaatan, pengubahan atau pembongkaran bangunan dan saluran irigasi pada jaringan irigasi primer dan sekunder dalam daerah irigasi yang berada dalam wilayah kota

c. Menyiapkan bahan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain dibidang pembangunan saluran pengairan

d. Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas

e. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengairan sesuai dengan bidang tugasnya.

2) Seksi Pemeliharaan Saluran Pengairan mempunyai tugas :

(21)

a. Melaksanakan penyusunan inventarisasi bangunan pengairan dan melakukan pemeliharaan untuk yang terjadi kerusakan.

b. Melaksanakan pendataan, dokumentasi, inventarisasi, perijinan dan pengawasan penggunaan air permukaan dan sumber air, pengawasan penambangan bahan galian golongan C pada alur sungai.

c. Melaksanakan penyusunan pedoman dan tatalaksana, penelitian dibidang operasi hidrologi dan hidrometri, pengawasan dan pengendalian kualitas air dan sumber air.

d. Menyiapkan bahan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

e. Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.

f. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pengairan sesuai dengan bidang tugasnya.

2.1.5 UPTD Pemadam Kebakaran

mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemadaman kebakaran serta perlindungan keselamatan jiwa dan harta benda dari ancaman bahaya kebakaran. Untuk menyelenggarakan tugas dimaksud UPTD Pemadam Kebakaran mempunyai fungsi :

1. Penyusunan petunjuk dan pedoman tentang usaha pencegahan kebakaran kepada masyarakat serta Badan atau Lembaga Pemerintah maupun swasta

2. Pelaksanaan koordinasi dan bimbingan teknis terhadap unit-unit pemadam kebakaran Instansi Pemerintah, swasta dan masyarakat 3. Pelaksanaan usaha-usaha pencegahan terhadap bahaya kebakaran dan

kegiatan operasional pemadam kebakaran

4. Penyelenggaraan koordinasi tugas pemadaman dan pencegahan kebakaran dengan Instansi terkait

5. Pelaksanaan pengawasan terhadap kelengkapan peralatan penanggulangan kebakaran

6. Pembuatan laporan secara berkala tentang kegiatan penanggulangan dan pemadaman kebakaran.

2.1.6 Kelompok Jabatan Fungsional

Selain Sekretariat dan bidang-bidang yang ada di Dinas Pekerjaan umum Kota Mojokerto terdapat pula Kelompok Jabatan Fungsional yang tugasnya antara lain :

(22)

7. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas sesuai dengan keahlian dan kebutuhan kegiatan teknis di bidang keahlian masing-masing

8. Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh Tenaga Fungsional Senior selaku ketua kelompok yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas

9. Kelompok Jabatan Fungsional dapat dibagi kedalam Sub-sub sesuai dengan kebutuhan dan masing-masing dipimpin oleh Tenaga Fungsional Senior

10. Jumlah Tenaga Fungsional ditentukan berdasarkan sifat, jenis dan beban kerja yang ada

11. Pembinaan terhadap tenaga dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

2.1.7 Struktur Organisasi

Diterapkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah baik propinsi, kabupaten dan kota untuk menyusun dan menetapkan organisasi perangkat daerahnya sesuai kebutuhan. Dengan kewenangan tersebut, diperlukan dukungan kemampuan teknis dan wawasan yang luas dari pelaku dibidang kelembagaan pemerintah daerah. Berdasarkan Pasal 6 Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 4 Tahun 2008 tentang Organisasi Dinas-Dinas Kota Mojokerto dan Peraturan Walikota N0 18 Tahun 2008 tentang rincian tugas pokok dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto. Bagan struktur organisasi yang meliputi :

a. Kepala Dinas Pekerjaan Umum

b. Sekretariat terdiri dari 3 (Tiga) Sub Bagian yaitu : 1) Sub Bagian Penyusunan Program

2) Sub Bagian Keuangan

3) Sub Bagian Kepegawaian dan Umum

c. Bidang Bina Marga terdiri dari 3 (Tiga) Sub bidang yaitu : 1) Sub bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan

2) Sub bidang Peralatan dan Perbekalan

3) Sub bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

d. Bidang Cipta Karya terdiri dari 3 (Tiga) Sub bidang yaitu : 1) Sub bidang Pemukiman dan Penyehatan Lingkungan 2) Sub bidang Tata Bangunan

(23)

3) Sub bidang Pengendalian Tata Ruang dan Jasa Konstruksi e. Bidang Pengairan terdiri atas 2 (Dua) Sub bidang yaitu :

3) Sub bidang Pembangunan Saluran Pengairan 4) Sub bidang Pemeliharaan Saluran Pengairan

f. Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD ) Pemadam Kebakaran g. Kelompok Jabatan Fungsional

Bagan Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto sebagai berikut :

(24)

Gambar 2.1

Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto

SUB BIDANG PEMBANGUNAN JALAN & JEMBATAN BIDANG BINA MARGA SUB BIDANG PERALATAN & PERBEKALAN SUB BIDANG PEMELIHARAAN JALAN & JEMBATAN BIDANG CIPTA KARYA SUB BIDANG PEMUKIMAN & PENYEHATAN LINGKUNGAN

SUB BIDANG TATA BANGUNAN

SUB BIDANG PENGENDALIAN TATA RUANG & JASA

KONSTRUKSI BIDANG PENGAIRAN SUB BIDANG PEMBANGUNAN SALURANPENGAIRAN SUB BIDANG PEMELIHARAAN SALURAN PENGAIRAN SUB BAGIAN KEUANGAN SEKRETARIAT SUB BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM SUB BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KEPALA DINAS UPTD PEMADAM KEBAKARAN

(25)

2.2. Sumber Daya Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto 1. Komposisi Pegawai

Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto berdasarkan struktur organisasi jumlah pegawai yang tersedia sampai dengan saat ini sebanyak 50 orang Pegawai Negeri Sipil. Tingkat pendidikan dan pangkat / golongan Pegawai Negeri Sipil di lingkup Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 2.1

Komposisi pegawai dinas pekerjaan umum Kota mojokerto

Kedudukan dalam Organisasi Komposisi Pegawai

Laki-laki Perempuan Jumlah

1 2 3 4

i. Dinas Pekerjaan Umum

1.1 Kepala Dinas Pekerjaan Umum 1 - 1

ii. Sekretariat 4 6 10

2.1 Sekretaris - 1 1

2.2 Ka. Sub.Bag. Penyusunan Program - 1 1

2.2.1 Staf Pendukung 1 - 1

2.3 Ka. Sub. Bag. Keuangan 1 - 1

2.3.1 Staf Pendukung 2 2

2.4 Ka. Sub. Bag. Kepegawaian dan Umum

1 - 1

2.4.1 Staf Pendukung 1 2 3

iii. Bidang Bina Marga 8 1 9

3.1 Kepala Bidang Bina Marga 1 - 1

3.2 Kepala Sub bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan

1 - 1

3.2.1 Staf Pendukung 1 1 2

3.3 Kepala Sub bidang Peralatan dan Perbekalan

1 - 1

3.3.1 Staf Pendukung 3 - 3

3.4 Kepala Sub bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

1 - 1

3.4.1 Staf Pendukung - - -

iv. Bidang Cipta Karya 7 3 10

4.1 Kepala Bidang Cipta Karya 1 - 1

4.2 Kepala Sub bidang Permukiman dan Penyehatan Lingkungan

- 1 1

(26)

1 2 3 4

4.3 Kepala Sub bidang Tata Bangunan 1 - 1

4.3.1 Staf Pendukung 1 1 2

4.4 Kepala Sub bidang Pengendalian Tata Ruang dan Jasa Konstruksi

- 1 1

4.4.1 Staf Pendukung 1 - 1

v.Bidang Pengairan 6 1 7

5.1 Kepala Bidang Pengairan 1 - 1

5.2 Kepala Sub bidang Pembangunan Saluran Pengairan

1 1

5.2.1 Staf Pendukung 3 - 3

5.3 Kepala Sub bidang Pemeliharaan Saluran Pengairan

1 - 1

5.3.1 Staf Pendukung - 1 1

vi. UPTD Pemadam Kebakaran 13 0 13

6.1 Kepala UPTD PMK 1 - 1

6.2 Kepala Sub Bagian Tata Usaha 1 - 1

6.2.1 Staf Pendukung 11 - 11

JUMLAH 39 11 50

2. Pegawai Menurut Status, Pangkat dan Golongan

Dari komposisi pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto yang keseluruhan berjumlah 50 orang, keseluruhanya telah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Secara lengkap gambaran tentang kepegawaian pada oganisasi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto menurut status, pangkat dan golongan adalah sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 2.2

Jumlah pegawai menurut status, pangkat dan golongan (per – desember 2013)

Status Kepeg. / Pangkat Gol./ Ruang Ka. Dinas Pekerj aan Umum

Unit Kerja di Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Sekreta riat Bidang Cipta Karya Bidang Bina Marga Bidang Pengair an UPTD PMK TOTAL

A. Pegawai Negeri Sipil

(PNS)

50

1. Pembina Utama Muda IV/c - - - -

2. 2. Pembina Tk.I IV/b 1 1 - - - - 1

3. Pembina IV/a - - - - 1 1 2

4. Penata Tk.I III/d - 2 1 3 1 - 7

5. Penata III/c - 1 1 1 1 - 4

6. Penata Muda Tk.I III/b - 3 5 2 1 1 12

(27)

8. Pengatur Tk.I II/d - - - 1 1

9. Pengatur II/c - - 1 - 2 6 9

10. Pengatur Muda Tk.I II/b - 2 - - 1 1 4

11. Pengatur Muda II/a - - - 2 2

12. Juru Muda Tk.I I/b - 1 - 1 - - 2

13. Juru Muda I/a - - - - -

TOTAL 1 9 10 9 7 13 50

3. Pegawai Menurut Tingkat Pendidikan

Mengacu pada klasifikasi status pegawai, maka tingkat pendidikan yang ditamatkan oleh pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto, adalah sebagai berikut :

Tabel 2.3

Jumlah pegawai menurut latar belakang pendidikan yang ditamatkan

Status Kepeg. / Pangkat

Ka. DPU

Unit Kerja di Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum

Total Sekreta riat Bidang Cipta Karya Bidang Bina Marga Bidang Pengairan UPTD PMK A. Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1. S-2 - 2 3 - 1 1 7 2. S-1 1 3 6 5 3 - 18 3. D-3 - 0 1 - 2 - 3 4. SLTA/Sederajat - 5 2 1 9 17 5. SLTP/Sederajat - - - 1 - 3 4 6. SD/Sederajat - 1 - - - - 1 Total 1 11 10 8 7 13 50

4. Pegawai Menurut Tingkat Latar Belakang Disiplin Ilmu Pendidikan

Sebagai Instansi teknis Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto memiliki pegawai dengan latar belakang disiplin ilmu pendidikan yang beragam. Latar belakang disiplin ilmu pendidikan yang ditamatkan oleh pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto, adalah sebagai berikut :

(28)

Tabel 2.4

Jumlah pegawai menurut latar belakang disiplin ilmu Pendidikan yang ditamatkan

Status Kepeg. / Pangkat

Ka. DPU

Unit Kerja di Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum

Total Sekre-tariat Bidang Cipta Karya Bidang Bina Marga Bidang Pengairan UPTD PMK B. Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1. Ilmu Pemerintahan - - - - 2. Ilmu Sosial - 3 1 2 - 5 11 3. Ilmu Ekonomi - 4 - - 1 - 4 4. Ilmu Teknis - 2 10 4 7 5 29 5. Ilmu Umum 1 1 - 1 - 3 6 Total 1 10 11 7 8 13 50

Secara kelembagaan, eksistensi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto mengalami penguatan karena secara eksplisit mengemban amanat dari peraturan perundang-undangan yang ada. Oleh karenanya, amanat tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional dan efektif. Untuk memenuhi harapan tersebut, perlu diidentifikasi bagaimana kondisi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto, bagaimana kondisi yang diinginkan pada masa yang akan datang, dan bagaimana cara mencapai kondisi yang diinginkan tersebut. Berangkat dari pemikiran tersebut, berikut ini digambarkan kondisi umum Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto :

a. Kualitas Sumber Daya Manusia Dinas Pekerjaan Umum

Jumlah aparat Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto sampai dengan awal bulan Desember 2013 sebanyak 54 orang. Untuk mengetahui gambaran kompetensi aparat Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, maka dapat diuraikan berdasarkan tingkat pendidikan formal, golongan / kepangkatan, pendidikan dan pelatihan serta diklat penjenjangan ( struktural ), sebagai berikut :

(29)

Tabel 2.5

Tingkat pendidikan formal Pegawai

No. Pendidikan Jumlah (Orang ) Prosentase 1. 2. 3. 4. 5. 6. Strata Dua Strata Satu Diploma Tiga (D3) SLTA / Sederajat SLTP / Sederajat SD / Sederajat 4 20 3 18 4 1 11 % 41 % 6 % 33 % 7 % 2 % Total 50 100 % Tabel 2.6

Latar belakang disiplin ilmu Pegawai

No. Pendidikan Jumlah (Orang ) Prosentase 1. 2. 3. 4. 5. Ilmu Pemerintahan Ilmu Sosial Ilmu Ekonomi Ilmu Teknik Ilmu Umum 0 12 4 32 6 0 % 22 % 7 % 59 % 11 % Total 50 100 % Tabel 2.7

Pendidikan dan pelatihan struktural

No. Pendidikan Jumlah (Orang ) Prosentase

1. 2. 3.

SPAMEN / PIM II SPAMA / PIM III

ADUM / ADUMLA / PIM IV

1 5 12 5 % 28 % 67 % Total 18 100 %

Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa kualifikasi pendidikan bidang teknik sebanyak 32 orang ( 64 % ), dan bidang lainnya

(30)

sebanyak 18 orang ( 36 % ) ini menunjukkan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto selaku instansi teknis, tenaga teknis menjadi mayoritas. Namun demikian, memperhatikan dari sekian banyaknya kegiatan yang harus ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum maka kebutuhan kuantitas personil yang ada masih belum mencukupi. Ditinjau dari tingkat pendidikan pegawai dengan kualifikasi sarjana sebanyak 24 orang ( 48 % ) dan pendidikan tingkat SLTA, SLTP dan SD sebanyak 26 orang ( 52 % ). Hal ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto secara umum masih mampu untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi organisasi walupun secara nyata sebagai lnstansi teknis belum ideal. Mengingat banyaknya beban pekerjaan/kegiatan yang dilaksanakan. Dari jumlah pegawai yang menduduki jabatan Eselon II, Eselon III dan Eselon IV sebagian besar sudah mengikuti diklat struktural pimpinan.

5. Sarana Prasarana Aparatur

Sarana Prasarana yang dimiliki untuk mendukung pelaksanaan tugas yang ada di Dinas Pekerjaan Umum secara garis besar dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2.9

Kondisi Inventaris Kantor

No. Klasifikasi Inventaris Jumlah ( unit )

Kondisi Sangat

Baik Baik Cukup Kurang

1. Peralatan Kantor 280 20% 40% 25% 15% 2. Alat Berat/Besar 9 - - 75% 15% 3. Bangunan/ Sarana Prasarana 3 - 100% - - 4. Kendaraan 11 - 60% 20% 20% Total 320 5% 55% 30% 10%

Sumber : Diolah dari data Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto 2009

Data diatas menunjukkan bahwa inventaris kantor untuk peralatan kantor yang berjumlah 280 unit sebagian besar masih dalam kondisi wajar (sangat baik, baik dan cukup) (85%), sedangkan alat berat berjumlah 24 unit telah mengalami penyusutan atau umur pemakaian yang lama (75%). Selain

(31)

itu inventaris kantor berupa bangunan/ sarana prasarana dengan jumlah 7 Unit dalam kondisi baik. Untuk kendaraan berupa kendaraan dinas, mobil operasional, alat angkutan dan kendaraan roda dua hampir semuanya dalam kondisi baik ( 80% ). Sehingga dari data tersebut dapat diketahui bahwa peralatan yang menunjang operasional kegiatan terutama alat berat untuk mencapai target capaian perlu dilakukan perbaikan / pemeliharaan guna mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan kedepan.

2.3. Kinerja Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto

Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja SKPD berdasarkan sasaran/target Renstra SKPD periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atau indikator kinerja pelayanan SKPD dan/atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh pemerintah.

Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto dapat dilihat pada tabel 2.10, sedangkan gambaran realisasi anggaran dapat dilihat pada tabel 2.11 berikut.

(32)

Tabel 2.10

Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto Indikator Kinerja

sesuai tugas dan Fungsi

SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya

Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Pada Tahun ke- 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013

(2) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

Jumlah Pegawai yang mendapat uang lembur

9 orang 9 orang 30 orang 30 orang 30 orang 9 orang 9 orang 30

orang 30 orang 30 orang Jumlah sarana komunikasi SDA & Listrik yang berfungsi baik

3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening 3

rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening 3 rekening Jumlah kendaraan Dinas/Operasionall dalam kondisi baik

5 kend 5 kend 5 kend 6 kend 6 kend 5 kend 5 kend 5 kend 6 kend 6 kend

Jumlah ruangan yang terjaga kebersihannya

8 ruang 8 ruang 8 ruang 8 ruang 8 ruang 8 ruang 8 ruang 8 ruang 8 ruang 8 ruang

Jumlah karyawan yang terbayar honornya

22 org 22 org 25 org 25 org 25 org 22 org 22 org 25 org 25 org 25 org

Jumlah peralatan kerja dalam kondisi baik

12 buah 12 buah 12 buah 12 buah 12 buah 12 buah 12 buah 12 buah 12 buah 12 buah

Jumlah kebutuhan ATK yang mempu mencukupi kebutuhan

25 jenis 25 jenis 25 jenis 25 jenis 25 jenis 25 jenis 25 jenis 25 jenis 25 jenis 25 jenis

Jumlah barang

(33)

penggandaan yang dibutuhkan Jumlah komponen listrik yang berfungsi baik

5 jenis 5 jenis 5 jenis 5 jenis 5 jenis 5 jenis 5 jenis 5 jenis 5 jenis 5 jenis

Jumlah peralatan dan perlengkapan yang masih bisa digunakan

- 7 jenis 10 jenis 6 jenis 6 jenis - 7 jenis 10 jenis 6 jenis 6 jenis

Jumlah bahan bacaan yang diperlukan

5 jenis 6 Jenis 7 jenis 8 jenis 9 jenis 5 jenis 6 Jenis 7 jenis 8 jenis 9 jenis

Jumlah bahan logistik yang diperlukan

9 jenis 9 jenis 9 jenis 9 jenis 9 jenis 9 jenis 9 jenis 9 jenis 9 jenis 9 jenis

Jumlah kegiatan yang perlu penyediaan mamin

2 keg 2 keg 2 keg 2 keg 2 keg 2 keg 2 keg 2 keg 2 keg 2 keg

Jumlah rapat koordinasi yang dihadiri

110 kali 112 kali 115 kali 115 kali 115 kali 110 kali 112 kali 115 kali 115 kali 115 kali

Jumlah peserta yang mengikuti Bintak

60 org 50 org 50 org 50 org 60 org 50 org 50 org 50 org

Jumlah pakaian

kerja lapangan 13 stel 13 stel - - - 13 stel 13 stel - - -

Jumlah gedung

yang terbangun 1 ged 2 ged 1 ged 1 ged 2 ged 1 ged

Jumlah gedung

yang terpelihara 1 ged 1 ged 1 ged 1 ged 1 ged 1 ged 1 ged 1 ged 1 ged 1 ged

Jumlah gedung

(34)

Jumlah saluran drainase/gorong-gorong yang berfungsi baik

2066,5 m 2012,1 m 3200 m 3360 m 2261 m -

Jumlah jalan yang

terbangun 1 ruas - - 2 ruas 1 ruas 1 ruas - 6 ruas 4 ruas

Jumlah jembatan

terbangun - - - 1 buah 1 buah - - - - -

Jumlah jalan

dalam kondisi baik 10 ruas 13 ruas 10 ruas 8 ruas 9 ruas 10 ruas 13 ruas 10 ruas 13 ruas 8 ruas

Dokumen Renja

yang tersusun 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah

Jumlah peralatan dan perlengkapan yang berfungsi baik

- 2 jenis 2 jenis 2 jenis 2 jenis 2 jenis 2 jenis 2 jenis 2 jenis

Jumlah saluran irigasi yang sudah diplengseng

- 2 keg 1 keg 1 keg 1 keg - 2 keg 1 keg 1 keg 1 keg

Jumlah pintu air yang berfungsi baik

2 pintu 6 pintu 1 pintu 2 pintu 6 pintu 5

pintu air 12

pintu air

Jumlah sanitasi

yang terbangun 260 m3 174 m2 3 keg 2 keg 2 keg 260 m3 174 m2 3 keg 1 keg 1 keg

Jumlah Panjang plengsengan yang sudah terbangun

5 lok 2 lok 2 lok 2 lok 2 lok 5 lok 2 lok 2 lok 2 lok 2 lok

Jumlah pompa dan rumah pompa yang berfungsi baik

(35)

Jumlah panjang sungai yang berfungsi normal

40 lok 40 lok 40 lok 40 lok 40 lok 40 lok 40 lok 40 lok 40 lok 8 lok

Jumlah prasarana lingkungan yang dibangun

48 buah 75 buah 145 buah 145 buah 145 buah 48 buah 75 buah 75 buah 145

buah

148 buah Panjang jalan dan

jembatan lingkungan dalam kondisi baik 4825 m 1661 m 1550m 1700 m 1700 m 4825 m 1661 m 2039 m 1700 m 1700 m Terbangunnya area pedagang kaki lima

- 1 unit 2 unti - 1 unit - 1 unit 2 unit - 1 unit

jumlah taman yang dibangun pada RTH

(36)

Tabel 2.11

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto Uraian Anggaran Pada Tahun (ribu) Realisasi Anggaran Pada Tahun (ribu)

Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke-

Rata-rata Pertumbuhan 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 Anggaran Realisasi (2) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH -Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah 22.000 22.000 16.000 22.000.000 16.000 15.265 16.065 17.430 10.350 16.060 0,69 0,73 1,09 0,00 1,004 1372,73 0,28

-Retribusi Izin Mendirikan

Bangunan 450.000 490.261 1,09

-Retribusi Ijin Jasa

Konstruksi 35.000 40.054 1,14

-Penjualan Drum Bekas 1.793,5 1.323 2.640

BELANJA DAERAH BELANJA TIDAK LANGSUNG -Belanja Pegawai 2.052.739 2.091.051 2.429.581 2.533.630 2.922.499 176.700 37.330 253.449 121.025 2.572.794 0,086 0,018 0,104 0,048 0,880 0,38 24,74 BELANJA LANGSUNG -Belanja Pegawai 231.765 37.380 272.735 144.065 224.178 176.700 37.330 253.449 121.025 200.429 0,76 0,999 0,929 0,840 0,894 5,54 5,13 -Belanja Barang dan Jasa 7.623.623 4.774.851 14.050.320 17.017.938 27.102.026 7.386.634 4.618.740 13.501.891 15.165.130 25.812.111 0,97 0,97 0,96 0,89 0,95 2,37 2,37 -Belanja Modal 23.700.848 15.009.586 22.721.721 23.676.596 24.294.895 20.330.504 13.034.839 15.742.263 19.196.730 16.226.408 0,86 0,87 0,69 0,81 0,67 0,22 -0,09

(37)

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto

Tantangan yang perlu diantisipasi oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto dalam melaksanaan pembangunan infrastruktur daerah adalah sebagai berikut:

1. Terbatasnya lahan untuk pembangunan sarana sanitasi bagi masyarakat.

2. Perilaku masyarakat yang kurang baik dalam pengelolaan limbah rumah tangga.

3. Letak geografis Kota Mojokerto yang rendah dan dilewati oleh sungai-sungai besar sebagai saluran hilir dari sungai-sungai di wilayah Kabupaten Mojokerto.

4. Pengelolaan sungai dan saluran yang berada di Kota Mojokerto kebanyakan masih menjadi kewenangan propinsi.

5. Lemahnya pengawasan proyek dari konsultan terhadap pelaksanaan pembangunan konstruksi yang dilakukan oleh kontraktor.

6. Adanya pesaing lain/swasta (khususnya dalam persewaan alat berat).

7. Semakin banyaknya ruko-ruko dan perumahan yang dibangun oleh pengembang tanpa di dukung fasilitas keamanan pencegahan bahaya kebakaran yang memadai.

Peluang dalam pengembangan pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto dalam melaksanaan pembangunan infrastruktur daerah antara lain:

1. Adanya aparatur yang sebagian besar berpendidikan tinggi sehingga mempunyai kemampuan dan dedikasi dalam bidang teknis.

(38)

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN

FUNGSI

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto.

Perencanaan Strategis Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto 2014-2019 adalah perencanaan yang merupakan keberlanjutan dari pembangunan tahun-tahun sebelumnya, sehingga dalam merumuskan arah kebijakan dan strategi pembangunan kedepan tidak lepas dari kondisi riil capaian pembangunan tahun sebelumnya. Lima tahun pertama dan kedua Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto telah menghasilkan berbagai kemajuan yang cukup berarti namun masih menyisahkan berbagai permasalahan pembangunan daerah yang merupakan kesenjangan antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan yang bermuara pada tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Potensi permasalahan pembangunan daerah pada umumnya timbul dari kekuatan yang belum didayagunakan secara optimal, kelemahan yang tidak diatasi, peluang yang tidak dimanfaatkan, dan ancaman yang tidak diantisipasi. Untuk mendapatkan gambaran awal bagaimana permasalahan infrastruktur dapat dipecahkan dan diselesaikan dengan baik, tiap-tiap permasalahan juga diidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilannya dimasa datang. Faktor faktor penentu keberhasilan adalah faktor kritis, hasil kinerja, dan faktor-faktor lainnya yang memiliki daya ungkit yang tinggi dalam memecahkan permasalahan pembangunan ataudalam mewujudkan keberhasilan penyelenggaraan urusan pemerintahan.

Pada bagian ini, akan diuraikan permasalahan yang paling krusial tentang layanan dasar di tiap Bidang/UPTD sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing melalui penilaian terhadap capaian kinerja yang belum mencapai target yang ditetapkan dalam RPJMD Tahun 2009-2013. Permasalahan akan diuraikan untuk mengetahui faktor-faktor, baik secara internal maupun eksternal, yang menjadi pendorong munculnya permasalahan tersebut. Identifikasi permasalahan pada tiap urusan dilakukan dengan memperhatikan capaian indikator kinerja pembangunan dan hasil evaluasi pembangunan lima tahun terakhir sebagai berikut :

1. Sekretariat

(39)

b) Masih kurangnya tenaga pengelola kegiatan dan administrasi keuangan yang bersertifikat.

c) Kapasitas pengendalian dan evaluasi terhadap hasil-hasil pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto belum optimal.

2. Bidang Bina Marga

a) Belum seluruhnya jalan dan jembatan dalam kondisi mantap, sesuai dengan kapasitas jalan.

b) Sarana pendukung pemeliharaan jalan (stoom walls) yang sudah cukup tua.

3. Bidang Cipta karya

1. Belum sepenuhnya masyarakat mendapatkan akses terhadap air minum yang layak,

2. Belum optimalnya peran pemerintah dalam menyadarkan masyarakat tentang pengelolaan air limbah yang benar,

3. Belum optimalnya sarana dan prasarana dasar pendukung aksebilitas masyarakat miskin di perkotaan dan perdesaan, dikarenakan keterbatasan anggaran Daerah,

4. Belum optimalnya pelayanan exsaminasi teknis bangunan gedung negara, bangunan gedung yang dilindungi dan dilestarikan, dikarenakan SDM nya yang kurang.

4. Bidang Pengairan

a) Masih sering timbulnya genangan saat musim hujan yang disebabkan penyumbatan oleh pendangkalan dan pengurangan permukaan basah saluran b) Masih kurangnya kesadaran sebagian masyarakat untuk ikut serta memelihara

bangunan air.

permasalahan-permasalahan pelayanan Dinas Pekerjaan Umum beserta faktor- faktor yang mempengaruhinya dapat dilihat pada tabel 3.1

(40)

Tabel 3.1

Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Dinad Pekerjaan Umum KOTA MOJOKERTO

Aspek Kajian Capaian/ Kondisi Saat ini Standar yang Digunakan

Faktor yang Mempengaruhi

Permasalahan Pelayanan SKPD Internal (Kewenangan SKPD) Eksternal (Diluar Kewenangan SKPD) (1) (2) (3) (4) (5) (6) BIDANG BINA MARGA Aksebilitas jaringan jalan 80,6% SPM Bidang Bina Marga Anggaran, perencanaan jalan baru, pengadaan tanah Permasalahan pembebasan tanah

Belum adanya informasi pengembangan jalan baru, pengadaan tanah belum tersedia sebelum konstruksi jalan akan dibangun Mobilitas jaringan Jalan 100% SPM Bidang Bina Marga Anggaran, perencanaan jalan baru, pengadaan tanah Pertumbuhan penduduk dan peningkatan volume kendaraan yang pesat, Tidak ada Keselamatan Jaringan Jalan 50% SPM Bidang Bina Marga Anggaran, perencanaan trotoar baru, dan perbaikan trotoar yang sesuai ketentuan

Tidak ada Ruang milik jalan yang terbatas sehingga kondisi ideal jalan dan pelengkap jalan tidak tercapai Kondisi ruas jalan

90% SPM Bidang Bina Marga Anggaran, tata cara penanganan jalan rusak, drainase jalan tidak ada Tonase kendaraan tidak sesuai, hujan tidak menentu, kerusakan jalan tidak dapat diprediksi kejadiannya Tidak ada

Kecepatan ruas jalan

90% SPM Bidang Bina Marga Anggaran, perencanaan pelebaran jalan, pelebaran botle neck, pembebasan tanah Pertumbuhan penduduk dan peningkatan volume kendaraan yang pesat,

Belum adanya informasi pelebaran jalan dan , pengadaan tanah harus tersedia sebelum

konstruksi jalan dibangun

BIDANG PENGAIRAN Tidak terjadi genangan > 2 kali setahun 50% SPM Bidang Bina Pengairan - Belum terintegrasinya saluran drainase - Kurangnya personil bidang pengairan

-Curah hujan yang tidak menentu -Saluran awal dan akhir di kabupaten - Master Plan Drainase yang ada belum memadai

Masih adanya daerah genangan lebih dari dua kali setahun di sebagian wilayah kota mojokerto setiap tahun

(41)

Tersedianya sistem jaringan drainase skala kawasan dan skala kota sehingga tidak terjadi genangan (lebih dari 30 cm, selama 2 jam) dan tidak lebih dari 2 kali setahun 50% SPM Bidang Bina Pengairan Belum terintegrasinya saluran drainase

-Curah hujan yang tidak menentu -Saluran awal dan akhir di kabupaten - Master Plan Drainase yang ada belum memadai

Masih terjadinya

genanangan lebih dari 30 cm selama 2 jam di sebagian wilayah Kota Mojokerto

Tersedianya air irigasi untuk pertanian rakyat pada sistem irigasi yang sudah ada

70% SPM Bidang Bina Pengairan - Kurangnya personil bidang pengairan - Saluran irigasi Tersier dan Kwarter yang tersedia belum berfungsi maksimmal - Meningkatnya alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman

Belum sepenuhnya terpenuhi kebutuhan air irigasi untuk pertanian

BIDANG CIPTA KARYA

Pelayanan air bersih 3,5 % Pembangunan sarana dan prasarana pengembangan jaringan air minum Kebijakan pengalokasian

anggaran -Keterbatasan lahan -Keterbatasan anggaran Sanitasi 55 % Pembangunan sarana dan prasarana Sanitasi Kebijakan pengalokasian anggaran -Keterbatasan lahan -Keterbatasan anggaran Kawasan kumuh 16 % Pemb. sarana dan

prasarana lingk Perkotaan Kebijakan pengalokasian anggaran -Keterbatasan lahan -Keterbatasan anggaran Pelaksanaan pembangunan sesuai dengan aturan tata ruang yang ditetapkan

50 % SPM Bidang Tata Ruang · Belum seluruhnya pelaksanaan pembangunan sesuai dengan RTRW · Belum tersusunya software terkait pengawasan perencanaan pembangunan sesuai dengan tata ruang · Keterbatas an personil yang menangani Tata Ruang · Belum tersusunnya aturan Perda Bangunan Gedung, Rencana Deatail Tata Ruang, Dokumen SPIP (Strategi Pengembangan Pemukiman Infrastruktur Perkotaan) · Kurangnya informasi terkait rekomendasi pemberi Ijin Pemanfaatan Ruang (IPR) Pemberian rekomendasi perijinan 50 % SPM Bidang Tata Ruang · Kurangny a kelengkapan dari pemohon perijinan pengurusan IUJK dan IMB sehingga memperlambat proses, apalagi tahun 2014 mulai · Kemudaha n prosedur pengurusan SBU (Sertifikat Badan Usaha) baru · Belum maksimalnya pelayanan terhadap masyarakat terkait pemberian rekomendasi IUJK dan IMB

(42)

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah Terpilih.

Menelaah visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan tersebut dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi Walikota dan wakil walikota Mojokerto tersebut. Hasil identifikasi Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto tentang faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ini juga akan menjadi input bagi perumusan isu-isu strategis pelayanan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mojokerto. Dengan demikian, isu-isu yang dirumuskan tidak saja berdasarkan tinjauan terhadap kesenjangan pelayanan, tetapi juga berdasarkan kebutuhan pengelolaan faktor-faktor agar dapat berkontribusi dalam pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih.

3.2.1. Visi

Visi merupakan pernyataan cita-cita atau impian sebuah kondisi yang ingin dicapai di masa depan. Kondisi yang dicita-citakan atau diimpikan tersebut adalah kondisi yang di akhir periode dapat diukur capaiannya melalui berbagai usaha pembangunan. Usaha-usaha pembangunan yang dilaksanakan, umumnya berorientasi untuk memperbaiki tingkat hidup (level of living) masyarakat. Visi disusun dengan

diberlakukannya aturan SBU baru

· Perlu adanya sosialisasi pentingnya pengurusan IMB dan IUJK · Belum adanya Software terkait pengawasan pemberian rekomendasi IUJK dan IMB

· Keterbatas an personil yang menangani pemberian rekomendasi IMB dan IUJK

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Adapun maksud dan tujuan penyusunan Rencana Strategis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk ini adalah sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan

Maksud Penyusunan Rencana Strategis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto Tahun 2021 – 2026 adalah untuk menyediakan dokumen perencanaan untuk kurun waktu

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mojokerto. Perencanaan Strategis Dinas Perumahan dan

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mojokerto. Perencanaan Strategis Dinas Perumahan dan

Rencana Strategis Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kota Payakumbuh Tahun 2012 – 2017 merupakan perencanaan pelaksanaan pembangunan untuk lima tahun yang mencakup

Rencana Strategis Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Batu tahun 2018 - 2022 merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang disusun OPD

Maksud dari penyusunan Perubahan Rencana Strategis Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Mojokerto Tahun 2018 - 2023 adalah untuk melakukan penyesuaian

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kota Mojokerto, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto merupakan Dinas