• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karya Terbesar. Semarang, 1 April 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Karya Terbesar. Semarang, 1 April 2012"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Manusia diciptakan oleh Allah menurut gambar dan rupa-Nya. Keadaan manusia pertama sempurna karena diciptakan menurut citra Allah. Manusia pertama, yaitu Adam, dapat memiliki persekutuan yang indah dengan Allah. Namun dosa telah membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah. Dosa telah membangun kesenjangan dan jurang yang tak terseberangi antara Allah dan manusia. Oleh karena kasih-Nya, Ia memberikan anugerah terbesar kepada manusia yaitu keselamatan melalui karya penebusan Anak-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus. Melalui penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya, manusia yang percaya kepada-Nya telah dibebaskan dan diselamatkan dari maut. Di bulan April ini kita akan merenungkan kembali karya Allah yang terbesar dalam kehidupan kita. Salib-Nya / Salib-Salib-Nya / Selama mulia ... Salib Kristus bukan tanda kekalahan tetapi kemenangan. Oleh sebab itu kita patut bersukacita dan memberitakan Kabar Baik ini kepada keluarga dan orang-orang lain di sekitar kita 

Karya Terbesar

Redaksi Sinar Kasih mengucapkan terima kasih atas persembahan yang telah diberikan oleh pembaca yang budiman. Perlu Saudara ketahui bahwa persembahan yang Saudara berikan sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan Sinar Kasih bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah-daerah yang sulit mendapatkan buku renungan harian. Apabila Saudara rindu untuk mendukung pelayanan tersebut,

Saudara dapat mengirimkannya melalui wesel pos ke Redaksi Sinar Kasih, Jl. Pringgading 13 Semarang - 50135, atau transfer melalui BCA KCP

Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381. Tuhan Yesus Kristus membalas setiap dukungan doa dan dana Saudara

dengan berkat-Nya yang melimpah.

Semarang, 1 April 2012

Penasihat : Pdt. Indrawan Eleeas, Budhi Wibowo 

Pemimpin Redaksi : Lydia Lianawati  Redaktur Pelaksana : Pdt. Petrus F. Setiadarma, Pdt. Lukas Budijana, Pdt. Agus Sutrisno, Pdt. Anon D. Lukito  Sekretaris : Bibit Gunawan  Bendahara : Bambang Santoso Penulis : Pdt. Indrawan Eleeas (IE), Pdt. Petrus F.S. (PF), Pdt. Lukas Budijana (LB), Pdt. Anon Dwi Lukito (ADL), Pdt. Agus Sutrisno (AS), Pdt. Sudra Militanto (SM), Pdt. Lie Yun Ling (YL), Rony Chandra (RC), Leny Pancaningrum (LP), Imeiliana (MI), Lydia Lianawati (LL), Pdt. Dedy Irianto (DI), Teng Yoe Hong (YH)  Desain Grafis/Layout :

Rahelia Linda Pengganti ongkos cetak : Rp 4000,- (empat ribu

email : renungan _sk@yaho o.com webs ite : www .sinarkas ih.net Ruang T anya J awab :

sinarkasihsm ash@gma il.com Jl. Pringgading 13 Semarang-50135 Telp. 024-3540563 Fax. 024-3559861

(2)

Harga berlangganan untuk satu eksemplar (termasuk ongkos kirim): Jawa dan Bali : 6 bulan Rp 33.000,- 12 bulan Rp 65.000,-Luar Jawa : 6 bulan Rp 36.000,- 12 bulan Rp 71.000,-Pembayaran dapat melalui:

Wesel Pos : Redaksi SINAR KASIH

Jl. Pringgading 13 Semarang, 50135

Bank : BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381

Untuk mempermudah proses berlangganan, bukti pembayaran dan formulir berlangganan harap di-fax ke (024)3559861, atau dikirim via pos. Renungan Sinar Kasih akan segera dikirimkan selambatnya 1 bulan setelah

bukti pengiriman biaya berlangganan kami terima.

Tanda tangan pelanggan

(_____________________)

Harap diisi dengan huruf cetak

Nama : _____________________________________________ Alamat : _____________________________________________ _____________________________________________ Kota & Kode Pos : _____________________________________________ Telepon/HP : _____________________________________________

Ada kuasa yang menyelamatkan dalam darah anak domba Allah.

Gereja-gereja dalam memberitakan Injil Yesus

Kristus. D O A K A N r e n u n g k a

Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi. Keluaran 12 : 23

Darah Anak Domba

Keluaran 12:1-28

Alkitab terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Apa yang tercantum dalam Perjanjian Lama merupakan bayangan yang akan digenapi di dalam Perjanjian Baru. Bagian ini berbicara tentang Paskah yang Tuhan tetapkan bagi umat Israel. Tuhan memberi perintah kepada umat Israel untuk menyembelih anak domba dan mengoleskan darahnya pada bagian ambang atas dan kedua tiang pintu rumah masing-masing.

Ketetapan Tuhan yang dilaksanakan oleh umat Israel membawa akibat yang sangat menakjubkan. Mengapa? Tuhan memperlakukan secara berbeda antara rumah-rumah orang Israel yang telah dioles dengan darah anak domba, dengan rumah-rumah orang Mesir. Malam itu Tuhan menjalani Mesir dan menurunkan tulah kesepuluh yaitu anak sulung mati, namun rumah-rumah yang diolesi dengan darah anak domba selamat dari musibah/bencana.

Ketetapan Tuhan ini perlu diajarkan kepada keturunan orang percaya supaya mereka tahu bahwa Tuhan meluputkan dan menyelamatkan rumah orang percaya. Artinya, setiap orang percaya yang melaksanakan ketetapan Tuhan akan terpelihara dari malapetaka. Dalam Perjanjian Baru, pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di atas salib Kalvari adalah korban yang sempurna.

Bagai darah anak domba, darah Tuhan Yesus yang tertumpah meluputkan dan menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ia mengampuni dosa dan kesalahan manusia. Dosa-dosanya dihapuskan. Hidup orang percaya terjamin dan dilepaskan dari tuntutan hukuman akibat dosa. Sudahkah Saudara mengucap syukur atas pengorbanan Tuhan Yesus yang telah menebus kita? (LB)

2 Samuel 13-15

Bacaan Alkitab Setahun

(3)

Harga berlangganan untuk satu eksemplar (termasuk ongkos kirim): Jawa dan Bali : 6 bulan Rp 33.000,- 12 bulan Rp 65.000,-Luar Jawa : 6 bulan Rp 36.000,- 12 bulan Rp 71.000,-Pembayaran dapat melalui:

Wesel Pos : Redaksi SINAR KASIH

Jl. Pringgading 13 Semarang, 50135

Bank : BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381

Untuk mempermudah proses berlangganan, bukti pembayaran dan formulir berlangganan harap di-fax ke (024)3559861, atau dikirim via pos. Renungan Sinar Kasih akan segera dikirimkan selambatnya 1 bulan setelah

bukti pengiriman biaya berlangganan kami terima.

Tanda tangan pelanggan

(_____________________)

Harap diisi dengan huruf cetak

Nama : _____________________________________________ Alamat : _____________________________________________ _____________________________________________ Kota & Kode Pos : _____________________________________________ Telepon/HP : _____________________________________________

Ada kuasa yang menyelamatkan dalam darah anak domba Allah.

Gereja-gereja dalam memberitakan Injil Yesus

Kristus. D O A K A N r e n u n g k a

Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi. Keluaran 12 : 23

Darah Anak Domba

Keluaran 12:1-28

Alkitab terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Apa yang tercantum dalam Perjanjian Lama merupakan bayangan yang akan digenapi di dalam Perjanjian Baru. Bagian ini berbicara tentang Paskah yang Tuhan tetapkan bagi umat Israel. Tuhan memberi perintah kepada umat Israel untuk menyembelih anak domba dan mengoleskan darahnya pada bagian ambang atas dan kedua tiang pintu rumah masing-masing.

Ketetapan Tuhan yang dilaksanakan oleh umat Israel membawa akibat yang sangat menakjubkan. Mengapa? Tuhan memperlakukan secara berbeda antara rumah-rumah orang Israel yang telah dioles dengan darah anak domba, dengan rumah-rumah orang Mesir. Malam itu Tuhan menjalani Mesir dan menurunkan tulah kesepuluh yaitu anak sulung mati, namun rumah-rumah yang diolesi dengan darah anak domba selamat dari musibah/bencana.

Ketetapan Tuhan ini perlu diajarkan kepada keturunan orang percaya supaya mereka tahu bahwa Tuhan meluputkan dan menyelamatkan rumah orang percaya. Artinya, setiap orang percaya yang melaksanakan ketetapan Tuhan akan terpelihara dari malapetaka. Dalam Perjanjian Baru, pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di atas salib Kalvari adalah korban yang sempurna.

Bagai darah anak domba, darah Tuhan Yesus yang tertumpah meluputkan dan menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ia mengampuni dosa dan kesalahan manusia. Dosa-dosanya dihapuskan. Hidup orang percaya terjamin dan dilepaskan dari tuntutan hukuman akibat dosa. Sudahkah Saudara mengucap syukur atas pengorbanan Tuhan Yesus yang telah menebus kita? (LB)

2 Samuel 13-15

Bacaan Alkitab Setahun

(4)

Dua hari menjelang Paskah, Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan”(Matius 26:2). Yesus sudah mengetahui waktunya sudah dekat. Saat itu kematian-Nya tinggal menghitung jam saja. Itu artinya bahwa tidak lama lagi akan ada perpisahan antara Yesus dan murid-murid-Nya.

Perkataan Yesus tersebut membuat suasana pada malam Paskah itu menjadi sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi Yesus mengatakan bahwa di antara keduabelas murid-Nya ada satu yang akan menyerahkan Yesus (Matius 26:21). Suasana menjadi semakin terasa mengharukan ketika Yesus memimpin “Perjamuan Malam” atau yang biasa disebut dengan “Perjamuan Kudus”. Saat itu Ia mengambil roti dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku,” kemudian Ia mengambil cawan dan berkata: “Minumlah, … inilah darah-Ku”. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa darah-Nya ditumpahkan bagi banyak orang dengan satu tujuan yaitu untuk pengampunan dosa.

Darah Tuhan Yesus mengalir di salib Kalvari supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh pengampunan dosa. Dosa manusia tidak dapat dihapus dengan cara apa pun kecuali dengan darah Tuhan Yesus. Setelah Tuhan Yesus mengampuni kita, maka kita terlepas dari ikatan dosa dan kita terikat dengan darah-Nya yang adalah darah perjanjian. Kita tidak lagi hidup di bawah kutuk dosa. Itu sama artinya bahwa kita diselamatkan dari hukuman kekal.

Pengorbanan Tuhan Yesus Kristus untuk memberikan pengampunan adalah karya terbesar yang dianugerahkan bagi kita. Untuk itu kita patut bersyukur dan menghargai karya-Nya dengan cara hidup benar di hadapan-Nya.(LL)

Pengampunan dosa oleh darah Tuhan Yesus Kristus

memperdamaikan kita dengan Allah.

Kerajaan Mesias telah tergenapi melalui dan di

dalam Yesus Kristus. Keluarga kita yang masih di

luar Kristus.

Agar setiap orang menerima anugerah keselamatan di dalam

Kristus. “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” Matius 21:5

Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Matius 26:28

Tak Hanya Janji

Pengampunan

Matius 21:1-11 Matius 26:26-29

Sering kita mendengarkan sebuah ungkapan seperti ini: ”Yang penting bukti bukan janji.” Ungkapan ini mengandung makna bahwa janji-janji saja tidak ada gunanya kalau tidak dibuktikan. Bagaimana dengan janji dan nubuat tentang keselamatan yang Tuhan telah berikan? Ada dua hal penting yang dapat kita perhatikan.

Pertama, pemberitahuan tentang kedatangan Sang Raja telah dinubuatkan sebelumnya (Zakharia 9:9). Putri Sion sebagai gambaran umat Allah. Kedatangan Kristus sungguh ditunggu-tunggu oleh pengikut-Nya dengan pengharapan yang besar. Mereka diajak untuk melihat, mengagumi dan menyambut-Nya karena Ia adalah Raja yang dinubuatkan itu.

Kedua, gambaran kedatangan Kristus sebagai Raja dalam kemuliaan. Namun Dia melakukan dalam kelemahlembutan-Nya bukan dengan kebesaran-Nya yang menggambarkan hati-Nya yang penuh belas kasihan untuk mengerjakan karya keselamatan. Ia rela menanggung semua penderitaan dan hinaan yang menyakitkan sampai kepada kematian-Nya di kayu salib. Penampilan-Nya sederhana. Ia duduk di atas keledai, seekor binatang yang diciptakan untuk menanggung beban. Sebuah ajakan bagi pengikut-Nya bahwa yang termiskin pun dapat berbesar hati untuk mendekati-Nya.

Yesus telah memenuhi nubuatan yang membuktikan bahwa Ia benar-benar Mesias. Saat Yesus memasuki Yerusalem dengan menunggangi seekor k e l e d a i , D i a m e m b u k t i k a n t e n t a n g k e r a j a a n - N y a d e n g a n kelemahlembutan hati-Nya dan yang telah digenapi melalui diri-Nya dalam segala hal yang diperbuat dan yang diderita-Nya. Jadi, kita tidak perlu ragu akan janji-janji Tuhan karena pasti digenapi.(AS)

2 Samuel 19-21

2 Samuel 16-18 Bacaan Alkitab Setahun

Bacaan Alkitab Setahun senin, 2 april 2012 selasa, 3 april 2012

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

(5)

Dua hari menjelang Paskah, Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan”(Matius 26:2). Yesus sudah mengetahui waktunya sudah dekat. Saat itu kematian-Nya tinggal menghitung jam saja. Itu artinya bahwa tidak lama lagi akan ada perpisahan antara Yesus dan murid-murid-Nya.

Perkataan Yesus tersebut membuat suasana pada malam Paskah itu menjadi sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi Yesus mengatakan bahwa di antara keduabelas murid-Nya ada satu yang akan menyerahkan Yesus (Matius 26:21). Suasana menjadi semakin terasa mengharukan ketika Yesus memimpin “Perjamuan Malam” atau yang biasa disebut dengan “Perjamuan Kudus”. Saat itu Ia mengambil roti dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku,” kemudian Ia mengambil cawan dan berkata: “Minumlah, … inilah darah-Ku”. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa darah-Nya ditumpahkan bagi banyak orang dengan satu tujuan yaitu untuk pengampunan dosa.

Darah Tuhan Yesus mengalir di salib Kalvari supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh pengampunan dosa. Dosa manusia tidak dapat dihapus dengan cara apa pun kecuali dengan darah Tuhan Yesus. Setelah Tuhan Yesus mengampuni kita, maka kita terlepas dari ikatan dosa dan kita terikat dengan darah-Nya yang adalah darah perjanjian. Kita tidak lagi hidup di bawah kutuk dosa. Itu sama artinya bahwa kita diselamatkan dari hukuman kekal.

Pengorbanan Tuhan Yesus Kristus untuk memberikan pengampunan adalah karya terbesar yang dianugerahkan bagi kita. Untuk itu kita patut bersyukur dan menghargai karya-Nya dengan cara hidup benar di hadapan-Nya.(LL)

Pengampunan dosa oleh darah Tuhan Yesus Kristus

memperdamaikan kita dengan Allah.

Kerajaan Mesias telah tergenapi melalui dan di

dalam Yesus Kristus. Keluarga kita yang masih di

luar Kristus.

Agar setiap orang menerima anugerah keselamatan di dalam

Kristus. “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” Matius 21:5

Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Matius 26:28

Tak Hanya Janji

Pengampunan

Matius 21:1-11 Matius 26:26-29

Sering kita mendengarkan sebuah ungkapan seperti ini: ”Yang penting bukti bukan janji.” Ungkapan ini mengandung makna bahwa janji-janji saja tidak ada gunanya kalau tidak dibuktikan. Bagaimana dengan janji dan nubuat tentang keselamatan yang Tuhan telah berikan? Ada dua hal penting yang dapat kita perhatikan.

Pertama, pemberitahuan tentang kedatangan Sang Raja telah dinubuatkan sebelumnya (Zakharia 9:9). Putri Sion sebagai gambaran umat Allah. Kedatangan Kristus sungguh ditunggu-tunggu oleh pengikut-Nya dengan pengharapan yang besar. Mereka diajak untuk melihat, mengagumi dan menyambut-Nya karena Ia adalah Raja yang dinubuatkan itu.

Kedua, gambaran kedatangan Kristus sebagai Raja dalam kemuliaan. Namun Dia melakukan dalam kelemahlembutan-Nya bukan dengan kebesaran-Nya yang menggambarkan hati-Nya yang penuh belas kasihan untuk mengerjakan karya keselamatan. Ia rela menanggung semua penderitaan dan hinaan yang menyakitkan sampai kepada kematian-Nya di kayu salib. Penampilan-Nya sederhana. Ia duduk di atas keledai, seekor binatang yang diciptakan untuk menanggung beban. Sebuah ajakan bagi pengikut-Nya bahwa yang termiskin pun dapat berbesar hati untuk mendekati-Nya.

Yesus telah memenuhi nubuatan yang membuktikan bahwa Ia benar-benar Mesias. Saat Yesus memasuki Yerusalem dengan menunggangi seekor k e l e d a i , D i a m e m b u k t i k a n t e n t a n g k e r a j a a n - N y a d e n g a n kelemahlembutan hati-Nya dan yang telah digenapi melalui diri-Nya dalam segala hal yang diperbuat dan yang diderita-Nya. Jadi, kita tidak perlu ragu akan janji-janji Tuhan karena pasti digenapi.(AS)

2 Samuel 19-21

2 Samuel 16-18 Bacaan Alkitab Setahun

Bacaan Alkitab Setahun senin, 2 april 2012 selasa, 3 april 2012

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

(6)

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

Getsemani merupakan tempat pergumulan bagi Yesus sebelum tersalib. Yang dilakukan Yesus di Getsemani adalah berdoa. Dalam catatan penulis Injil Matius dikatakan Yesus berdoa sebanyak tiga kali. Dan yang juga menarik adalah ucapan dalam ketiga doa Yesus sama semuanya (Matius 26:44). Ucapan doanya berupa permohonan untuk melepaskan dari cawan atau penderitaan salib, namun Yesus menyerahkan sepenuhnya pada kehendak Bapa. Itulah doa Yesus.

Mengapa Yesus berdoa? Dalam catatan penulis Injil Matius, Yesus berdoa karena menghadapi ancaman penangkapan orang-orang yang membenci-Nya atau orang-orang yang menolak-Nya dan merencanakan membunuh-Nya. Perhatikan kata-kata Yesus, “Lihat, saatnya sudah tiba bahwa Anak manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa”(Matius 26:45). Apa yang dihadapi Yesus merupakan ancaman kematian. Jelas Yesus menghadapi pergumulan dahsyat. Dibutuhkan kekuatan istimewa bahkan boleh dikatakan super istimewa bagi Yesus secara manusia untuk menghadapi dan mengalaminya.

Dalam kondisi menghadapi ancaman penderitaan yang membawa kematian, Yesus perlu memperoleh kekuatan. Dari siapa? Dari Bapa. Bagaimana cara memperolehnya? Melalui doa. Tidak cukup satu kali berdoa. Yesus berdoa tiga kali. Artinya doa yang berkesinambungan.

Melalui doa Yesus tersebut, Yesus secara manusia menerima kekuatan super istimewa dari Bapa. Jalan ke salib yang penuh penderitaan mampu dilewati-Nya. Klimaksnya saat Yesus disalib dan mati. Yesus kuat menanggungnya. Doa memberi kekuatan super luar biasa saat kita menghadapi pergumulan dan tantangan apa pun. (IE)

Doa memberi kemenangan atas penderitaan.

Ya Tuhan, ajarku tekun berdoa.

Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. Matius 26:44

Doa Memberi Kekuatan

Matius 26:36-46

kamis, 5 april 2012

rabu, 4 april 2012 1 Raja-Raja 1-2

2 Samuel 22-24 Bacaan Alkitab Setahun

Bacaan Alkitab Setahun

Hadapi setiap pergumulan bersama dengan Tuhan

Yesus.

Setiap umat Tuhan agar semakin percaya dengan

segenap hati kepada Tuhan. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Lukas 22:44

Pergumulan Terbesar

Lukas 22:39-46

Setiap orang pasti punya pergumulannya masing-masing. Dalam setiap pergumulan, adakalanya membuat kita menangis karena beratnya masalah yang kita alami. Tetapi tahukah bahwa pergumulan kita tidak pernah seberat pergumulan yang pernah Tuhan Yesus alami.

Di dalam Ibrani 12:4 dikatakan, “Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.” Tuhan Yesus bahkan pernah merasa sangat ketakutan, dan seperti mau mati rasanya yaitu ketika Dia sedang berdoa di taman Getsemani di malam hari sebelum Dia ditangkap untuk disalibkan (Matius 26:38). Secara kemanusiaan-Nya, Yesus mengalami tekanan yang luar biasa saat itu, baik tekanan secara mental maupun spiritual. Pergumulan Kristus yang begitu besar itu telah menjadikan peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Lukas 22:44). Ketakutan Yesus saat itu bukan karena dia takut mati di kayu salib, namun karena Ia harus menanggung murka Allah atas dosa manusia, dan terpisah dari Allah Bapa-Nya. Sebagai puncaknya di atas kayu salib Yesus berseru, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

(Matius 27:46). Yesus telah berhasil melewati pergumulan-Nya yang terbesar itu dan menang.

Saudara, Tuhan Yesus mengaruniakan kemenangan kepada kita yang percaya kepada-Nya. Pergumulan berat apa yang sedang Saudara hadapi saat ini? Pandanglah dan percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kita akan dikuatkan. Bagi orang yang percaya kepada-Nya, tidak ada pergumulan yang terlalu berat yang tidak dapat diselesaikan. Jangan takut! Tetaplah kuat! (DI)

(7)

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

Getsemani merupakan tempat pergumulan bagi Yesus sebelum tersalib. Yang dilakukan Yesus di Getsemani adalah berdoa. Dalam catatan penulis Injil Matius dikatakan Yesus berdoa sebanyak tiga kali. Dan yang juga menarik adalah ucapan dalam ketiga doa Yesus sama semuanya (Matius 26:44). Ucapan doanya berupa permohonan untuk melepaskan dari cawan atau penderitaan salib, namun Yesus menyerahkan sepenuhnya pada kehendak Bapa. Itulah doa Yesus.

Mengapa Yesus berdoa? Dalam catatan penulis Injil Matius, Yesus berdoa karena menghadapi ancaman penangkapan orang-orang yang membenci-Nya atau orang-orang yang menolak-Nya dan merencanakan membunuh-Nya. Perhatikan kata-kata Yesus, “Lihat, saatnya sudah tiba bahwa Anak manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa”(Matius 26:45). Apa yang dihadapi Yesus merupakan ancaman kematian. Jelas Yesus menghadapi pergumulan dahsyat. Dibutuhkan kekuatan istimewa bahkan boleh dikatakan super istimewa bagi Yesus secara manusia untuk menghadapi dan mengalaminya.

Dalam kondisi menghadapi ancaman penderitaan yang membawa kematian, Yesus perlu memperoleh kekuatan. Dari siapa? Dari Bapa. Bagaimana cara memperolehnya? Melalui doa. Tidak cukup satu kali berdoa. Yesus berdoa tiga kali. Artinya doa yang berkesinambungan.

Melalui doa Yesus tersebut, Yesus secara manusia menerima kekuatan super istimewa dari Bapa. Jalan ke salib yang penuh penderitaan mampu dilewati-Nya. Klimaksnya saat Yesus disalib dan mati. Yesus kuat menanggungnya. Doa memberi kekuatan super luar biasa saat kita menghadapi pergumulan dan tantangan apa pun. (IE)

Doa memberi kemenangan atas penderitaan.

Ya Tuhan, ajarku tekun berdoa.

Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. Matius 26:44

Doa Memberi Kekuatan

Matius 26:36-46

kamis, 5 april 2012

rabu, 4 april 2012 1 Raja-Raja 1-2

2 Samuel 22-24 Bacaan Alkitab Setahun

Bacaan Alkitab Setahun

Hadapi setiap pergumulan bersama dengan Tuhan

Yesus.

Setiap umat Tuhan agar semakin percaya dengan segenap hati kepada

Tuhan. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Lukas 22:44

Pergumulan Terbesar

Lukas 22:39-46

Setiap orang pasti punya pergumulannya masing-masing. Dalam setiap pergumulan, adakalanya membuat kita menangis karena beratnya masalah yang kita alami. Tetapi tahukah bahwa pergumulan kita tidak pernah seberat pergumulan yang pernah Tuhan Yesus alami.

Di dalam Ibrani 12:4 dikatakan, “Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.” Tuhan Yesus bahkan pernah merasa sangat ketakutan, dan seperti mau mati rasanya yaitu ketika Dia sedang berdoa di taman Getsemani di malam hari sebelum Dia ditangkap untuk disalibkan (Matius 26:38). Secara kemanusiaan-Nya, Yesus mengalami tekanan yang luar biasa saat itu, baik tekanan secara mental maupun spiritual. Pergumulan Kristus yang begitu besar itu telah menjadikan peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Lukas 22:44). Ketakutan Yesus saat itu bukan karena dia takut mati di kayu salib, namun karena Ia harus menanggung murka Allah atas dosa manusia, dan terpisah dari Allah Bapa-Nya. Sebagai puncaknya di atas kayu salib Yesus berseru, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

(Matius 27:46). Yesus telah berhasil melewati pergumulan-Nya yang terbesar itu dan menang.

Saudara, Tuhan Yesus mengaruniakan kemenangan kepada kita yang percaya kepada-Nya. Pergumulan berat apa yang sedang Saudara hadapi saat ini? Pandanglah dan percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kita akan dikuatkan. Bagi orang yang percaya kepada-Nya, tidak ada pergumulan yang terlalu berat yang tidak dapat diselesaikan. Jangan takut! Tetaplah kuat! (DI)

(8)

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

Tuhan Yesus benar-benar disalib. Rasul Paulus menyatakan, "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Pernyataan Rasul Paulus tersebut mengutip kata-kata yang tertulis di dalam kitab Taurat Musa (Ulangan 21:23). Orang yang disalib adalah orang yang terkena kutuk Allah. Mengapa dia terkena kutuk Allah? Jawabannya jelas yaitu karena dosa (Ulangan 21:22).

Pertanyaannya, apakah Tuhan Yesus yang menjadi manusia adalah orang yang berbuat dosa? Kitab Suci menyatakan bahwa Tuhan Yesus sebagai manusia tidak berbuat dosa (Ibrani 4:15). Lalu, mengapa Yesus harus disalib? Kitab Suci menyatakan, “Supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain”(Galatia 3:14). Berarti, oleh salib Yesus, kutuk diubah menjadi berkat. Berkat apa? Berkat jasmani dan rohani.

Karena kutuk berkaitan dengan “hukuman” atas kehidupan jasmani. Akibatnya adalah hasil bumi tidak ada, hasil ternak tidak ada, kerusuhan, timbulnya bermacam-macam penyakit, bencana alam dan seterusnya sebagaimana tercantum dalam kitab Ulangan 28:15-45. Hidup di dalam kutuk benar-benar hidup dalam duka nestapa. Siapa yang dapat melepaskan dari kutuk tersebut? Hanya Tuhan Yesus yang mampu melepaskannya. Melalui salib-Nya, kutuk ditanggung-Nya. Ganti kutuk, berkat-berkat dilimpahkan-Nya.

Berkat-berkat jasmani dapat dibaca di dalam kitab Ulangan 28:1-14. Bukan saja berkat jasmani yang dilimpahkan melalui salib-Nya, tetapi berkat-berkat rohani juga. Firman-Nya berkata, “Oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu” (Galatia 3:14). Salib Yesus mengalirkan berkat jasmani dan berkat rohani. (IE)

Dosa dan kutuk telah dipakukan di atas salib.

Tuhan Yesus telah mati agar kita beroleh damai

sejati. Terima kasih untuk

salib-Mu. mau menerima Tuhan Yesus Orang-orang yang belum

Kristus. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita,

oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Roma 5:8

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Galatia 3:13

Yesus Mati Bagiku

Tergantung Di Salib

Roma 5:1-11 Galatia 3:9-14

Benarkah ketenaran dan kekayaan dapat menjamin kebahagiaan seseorang? Seorang gitaris musik rock terkenal bernama Jimi Hendrix, hidup dengan perilaku yang sangat buruk yaitu melakukan seks bebas dan kecanduan obat bius. Tahun 1970 di akhir konsernya, dia bertanya kepada penonton: "Bila Anda tahu tentang kedamaian yang sejati, saya ingin Anda menjumpai saya di belakang panggung." Tak seorang pun yang bisa memberi jawaban. Beberapa hari kemudian Jimi meninggal karena over dosis obat. Ternyata ketenaran, kekayaan, dan pemuasan hawa nafsu tidak membawa kedamaian.

Seandainya Jimi Hendrix tahu bahwa ada Pribadi yang bisa memberi kedamaian sejati bahkan Pribadi tersebut rela mati bagi dia, maka dia tidak akan melakukan tindakan yang buruk. Pribadi tersebut adalah Tuhan Yesus Kristus yang tidak pernah berbuat dosa namun menanggung hukuman dosa di Golgota.

Mengapa Tuhan Yesus harus menerima hukuman mati? Pertama,

supaya kita didamaikan dengan Allah sehingga kita beroleh keselamatan kekal melalui iman percaya kita kepada-Nya (ayat 10).Kedua, supaya kita beroleh damai sejahtera sehingga dalam menghadapi pergumulan apa pun tidak putus asa atau berkeinginan untuk bunuh diri, karena selalu ada pengharapan di dalam Tuhan Yesus (ayat 1, 3-5). Lalu apa respons kita? Jangan pernah tinggalkan iman percaya kita, karena Yesus telah rela mati untuk kita. Ia menebus kita bukan dengan barang yang fana namun dengan darah-Nya yang mahal. Ketiga, dalam menghadapi pergumulan, percayalah bahwa Tuhan Yesus turut menanggung beban pergumulan kita, sehingga kita beroleh pengharapan yang pasti di dalam Dia. (LP)

sabtu, 7 april 2012

jumat, 6 april 2012 1 Raja-Raja 6-7

1 Raja-Raja 3-5 Bacaan Alkitab Setahun

(9)

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

Tuhan Yesus benar-benar disalib. Rasul Paulus menyatakan, "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Pernyataan Rasul Paulus tersebut mengutip kata-kata yang tertulis di dalam kitab Taurat Musa (Ulangan 21:23). Orang yang disalib adalah orang yang terkena kutuk Allah. Mengapa dia terkena kutuk Allah? Jawabannya jelas yaitu karena dosa (Ulangan 21:22).

Pertanyaannya, apakah Tuhan Yesus yang menjadi manusia adalah orang yang berbuat dosa? Kitab Suci menyatakan bahwa Tuhan Yesus sebagai manusia tidak berbuat dosa (Ibrani 4:15). Lalu, mengapa Yesus harus disalib? Kitab Suci menyatakan, “Supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain”(Galatia 3:14). Berarti, oleh salib Yesus, kutuk diubah menjadi berkat. Berkat apa? Berkat jasmani dan rohani.

Karena kutuk berkaitan dengan “hukuman” atas kehidupan jasmani. Akibatnya adalah hasil bumi tidak ada, hasil ternak tidak ada, kerusuhan, timbulnya bermacam-macam penyakit, bencana alam dan seterusnya sebagaimana tercantum dalam kitab Ulangan 28:15-45. Hidup di dalam kutuk benar-benar hidup dalam duka nestapa. Siapa yang dapat melepaskan dari kutuk tersebut? Hanya Tuhan Yesus yang mampu melepaskannya. Melalui salib-Nya, kutuk ditanggung-Nya. Ganti kutuk, berkat-berkat dilimpahkan-Nya.

Berkat-berkat jasmani dapat dibaca di dalam kitab Ulangan 28:1-14. Bukan saja berkat jasmani yang dilimpahkan melalui salib-Nya, tetapi berkat-berkat rohani juga. Firman-Nya berkata, “Oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu” (Galatia 3:14). Salib Yesus mengalirkan berkat jasmani dan berkat rohani. (IE)

Dosa dan kutuk telah dipakukan di atas salib.

Tuhan Yesus telah mati agar kita beroleh damai

sejati. Terima kasih untuk

salib-Mu. mau menerima Tuhan Yesus Orang-orang yang belum

Kristus. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita,

oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Roma 5:8

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Galatia 3:13

Yesus Mati Bagiku

Tergantung Di Salib

Roma 5:1-11 Galatia 3:9-14

Benarkah ketenaran dan kekayaan dapat menjamin kebahagiaan seseorang? Seorang gitaris musik rock terkenal bernama Jimi Hendrix, hidup dengan perilaku yang sangat buruk yaitu melakukan seks bebas dan kecanduan obat bius. Tahun 1970 di akhir konsernya, dia bertanya kepada penonton: "Bila Anda tahu tentang kedamaian yang sejati, saya ingin Anda menjumpai saya di belakang panggung." Tak seorang pun yang bisa memberi jawaban. Beberapa hari kemudian Jimi meninggal karena over dosis obat. Ternyata ketenaran, kekayaan, dan pemuasan hawa nafsu tidak membawa kedamaian.

Seandainya Jimi Hendrix tahu bahwa ada Pribadi yang bisa memberi kedamaian sejati bahkan Pribadi tersebut rela mati bagi dia, maka dia tidak akan melakukan tindakan yang buruk. Pribadi tersebut adalah Tuhan Yesus Kristus yang tidak pernah berbuat dosa namun menanggung hukuman dosa di Golgota.

Mengapa Tuhan Yesus harus menerima hukuman mati? Pertama,

supaya kita didamaikan dengan Allah sehingga kita beroleh keselamatan kekal melalui iman percaya kita kepada-Nya (ayat 10).Kedua, supaya kita beroleh damai sejahtera sehingga dalam menghadapi pergumulan apa pun tidak putus asa atau berkeinginan untuk bunuh diri, karena selalu ada pengharapan di dalam Tuhan Yesus (ayat 1, 3-5). Lalu apa respons kita? Jangan pernah tinggalkan iman percaya kita, karena Yesus telah rela mati untuk kita. Ia menebus kita bukan dengan barang yang fana namun dengan darah-Nya yang mahal. Ketiga, dalam menghadapi pergumulan, percayalah bahwa Tuhan Yesus turut menanggung beban pergumulan kita, sehingga kita beroleh pengharapan yang pasti di dalam Dia. (LP)

sabtu, 7 april 2012

jumat, 6 april 2012 1 Raja-Raja 6-7

1 Raja-Raja 3-5 Bacaan Alkitab Setahun

(10)

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

Ada beberapa perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Salah satunya adalah bahwa laki-laki lebih mengandalkan rasio atau logika pemikiran (thinking), sedangkan perempuan lebih mengandalkan emosi atau perasaan (feeling). Keduanya sama baik asalkan diterapkan pada situasi dan kondisi yang tepat.

Dalam perikop ini, beberapa perempuan menerapkan secara tepat perasaan mereka. Mereka telah menerima kasih Yesus Kristus yang besar, sehingga mereka setia mengikut Dia sejak dari Galilea, dan menyaksikan semua penderitaan, kematian dan penguburan Yesus (Lukas 23:49,55). Perasaan kasih itu tidak hanya mereka pendam, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata, yaitu menyediakan rempah-rempah dan minyak mur (Lukas 23:56a). Tentu pada hari Yesus wafat dan pada hari Sabat keesokan harinya, hati mereka gundah gulana, dan penuh dengan kesedihan. Itulah sebabnya pada hari pertama sesudah Sabat, pagi-pagi sekali mereka menjenguk ke kubur dan mendapati Yesus Kristus sudah bangkit. Penebus mereka tidak tetap mati, melainkan hidup (ayat 5).

Itu adalah “fajar baru”, saat yang mengubah kegelapan menjadi terang; mengubah keraguan menjadi percaya; dan mengubah keputusasaan menjadi hidup penuh pengharapan. Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati menunjukkan bahwa Ia Mahakuasa; Ia menang atas dosa, maut dan neraka. Ia hidup!

Fajar baru kebangkitan Kristus tidak bisa membuat para perempuan itu berdiam diri. Mereka langsung memberitakan Kabar Baik itu kepada para rasul (ayat 10). Kebangkitan Kristus memberikan fajar baru bagi kesaksian hidup orang percaya: hidup yang berkemenangan, hidup yang berpengharapan. Sebab Dia hidup, ada hari esok! (PF)

Kebangkitan Yesus Kristus memberikan kemenangan,

Dosa dan maut telah dikalahkan!

Agar kuasa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dialami

semua orang percaya. Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.

Lukas 24:6

Fajar Baru

Lukas 24:1-12

senin, 9 april 2012

minggu, 8 april 2012 1 Raja-Raja 10-12

1 Raja-Raja 8-9 Bacaan Alkitab Setahun

Bacaan Alkitab Setahun

Apakah kita lebih memilih menerima sesuatu untuk

kesenangan diri sendiri daripada memperjuangkan

kebenaran?

Ya Allah, berikanlah kepada kami keberanian

untuk memperjuangkan kebenaran. Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini. Matius 28:15

Dusta atau Kebenaran

Matius 28:11–15

Setelah Yesus mati dan dikuburkan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi menghadap Pilatus. Mereka bermaksud meminta kubur Yesus dijaga dan dimeteraikan agar murid-murid-Nya tidak dapat mencuri mayat Yesus. Namun yang terjadi? Yang terjadi adalah gempa bumi yang hebat kemudian turunlah seorang malaikat dari langit menggulingkan penutup batu kubur Yesus, dan ternyata yang tampak adalah kubur Yesus telah kosong. Melihat kejadian tersebut penjaga-penjaga itu menjadi gentar ketakutan (Matius 28:4). Dengan segera mereka melaporkan kejadian tersebut kepada imam-imam kepala. Dan di sinilah sebuah kebohongan diciptakan untuk menutupi kenyataan yang ada. Dengan memberikan sejumlah uang kepada penjaga-penjaga kubur itu dan mengarang sebuah cerita palsu bahwa murid-murid-Nyalah yang telah mencuri mayat Yesus. Itu sebabnya sampai saat ini sebagian besar orang menganggap bahwa peristiwa kebangkitan Yesus hanya sebuah isapan jempol belaka.

Penjaga-penjaga kubur Yesus bisa saja menjadi pembawa kabar kebangkitan Yesus yang pertama kali, sebelum Maria Magdalena dan Maria yang lain. Namun sangat disayangkan sekali karena mereka lebih memilih untuk menerima uang pemberian imam-imam kepala dan merahasiakannya, lalu mengarang cerita bohong. Para penjaga tersebut lebih memilih keamanan dan kebahagiaan mereka sendiri yang hanya sekejap saja, jika dibandingkan dengan mempercayai kabar keselamatan yang dapat menyelamatkan mereka dan mewartakannya kepada orang banyak.

Kebohongan tidaklah berbuah apa-apa, tetapi kebenaran akan membawa kehidupan bagi orang lain.(MI)

(11)

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

Ada beberapa perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Salah satunya adalah bahwa laki-laki lebih mengandalkan rasio atau logika pemikiran (thinking), sedangkan perempuan lebih mengandalkan emosi atau perasaan (feeling). Keduanya sama baik asalkan diterapkan pada situasi dan kondisi yang tepat.

Dalam perikop ini, beberapa perempuan menerapkan secara tepat perasaan mereka. Mereka telah menerima kasih Yesus Kristus yang besar, sehingga mereka setia mengikut Dia sejak dari Galilea, dan menyaksikan semua penderitaan, kematian dan penguburan Yesus (Lukas 23:49,55). Perasaan kasih itu tidak hanya mereka pendam, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata, yaitu menyediakan rempah-rempah dan minyak mur (Lukas 23:56a). Tentu pada hari Yesus wafat dan pada hari Sabat keesokan harinya, hati mereka gundah gulana, dan penuh dengan kesedihan. Itulah sebabnya pada hari pertama sesudah Sabat, pagi-pagi sekali mereka menjenguk ke kubur dan mendapati Yesus Kristus sudah bangkit. Penebus mereka tidak tetap mati, melainkan hidup (ayat 5).

Itu adalah “fajar baru”, saat yang mengubah kegelapan menjadi terang; mengubah keraguan menjadi percaya; dan mengubah keputusasaan menjadi hidup penuh pengharapan. Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati menunjukkan bahwa Ia Mahakuasa; Ia menang atas dosa, maut dan neraka. Ia hidup!

Fajar baru kebangkitan Kristus tidak bisa membuat para perempuan itu berdiam diri. Mereka langsung memberitakan Kabar Baik itu kepada para rasul (ayat 10). Kebangkitan Kristus memberikan fajar baru bagi kesaksian hidup orang percaya: hidup yang berkemenangan, hidup yang berpengharapan. Sebab Dia hidup, ada hari esok! (PF)

Kebangkitan Yesus Kristus memberikan kemenangan,

Dosa dan maut telah dikalahkan!

Agar kuasa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dialami

semua orang percaya. Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.

Lukas 24:6

Fajar Baru

Lukas 24:1-12

senin, 9 april 2012

minggu, 8 april 2012 1 Raja-Raja 10-12

1 Raja-Raja 8-9 Bacaan Alkitab Setahun

Bacaan Alkitab Setahun

Apakah kita lebih memilih menerima sesuatu untuk

kesenangan diri sendiri daripada memperjuangkan

kebenaran?

Ya Allah, berikanlah kepada kami keberanian

untuk memperjuangkan kebenaran. Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini. Matius 28:15

Dusta atau Kebenaran

Matius 28:11–15

Setelah Yesus mati dan dikuburkan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi menghadap Pilatus. Mereka bermaksud meminta kubur Yesus dijaga dan dimeteraikan agar murid-murid-Nya tidak dapat mencuri mayat Yesus. Namun yang terjadi? Yang terjadi adalah gempa bumi yang hebat kemudian turunlah seorang malaikat dari langit menggulingkan penutup batu kubur Yesus, dan ternyata yang tampak adalah kubur Yesus telah kosong. Melihat kejadian tersebut penjaga-penjaga itu menjadi gentar ketakutan (Matius 28:4). Dengan segera mereka melaporkan kejadian tersebut kepada imam-imam kepala. Dan di sinilah sebuah kebohongan diciptakan untuk menutupi kenyataan yang ada. Dengan memberikan sejumlah uang kepada penjaga-penjaga kubur itu dan mengarang sebuah cerita palsu bahwa murid-murid-Nyalah yang telah mencuri mayat Yesus. Itu sebabnya sampai saat ini sebagian besar orang menganggap bahwa peristiwa kebangkitan Yesus hanya sebuah isapan jempol belaka.

Penjaga-penjaga kubur Yesus bisa saja menjadi pembawa kabar kebangkitan Yesus yang pertama kali, sebelum Maria Magdalena dan Maria yang lain. Namun sangat disayangkan sekali karena mereka lebih memilih untuk menerima uang pemberian imam-imam kepala dan merahasiakannya, lalu mengarang cerita bohong. Para penjaga tersebut lebih memilih keamanan dan kebahagiaan mereka sendiri yang hanya sekejap saja, jika dibandingkan dengan mempercayai kabar keselamatan yang dapat menyelamatkan mereka dan mewartakannya kepada orang banyak.

Kebohongan tidaklah berbuah apa-apa, tetapi kebenaran akan membawa kehidupan bagi orang lain.(MI)

(12)

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

Kira-kira 12 km dari Yerusalem, ada sebuah kampung bernama Emaus yang namanya menjadi catatan sejarah di Alkitab. Kampung Emaus menjadi terkenal setelah Lukas menceritakan tentang sebuah perjalanan dua orang murid Yesus yang salah satunya bernama Kleopas, dari Yerusalem ke Emaus. Masih dalam suasana sedih dalam perjalanan itu mereka berdua berbicara tentang Yesus yang dihukum mati di atas salib, tetapi dikabarkan hidup kembali. Mereka terheran-heran dan tidak memercayai bahwa Yesus hidup kembali. Sementara mereka sedang bercakap-cakap, Yesus datang dan ikut dalam percakapan itu. Tetapi anehnya, mereka berdua tidak mengenali Yesus, malah Yesus dikira orang asing yang tidak tahu apa-apa tentang peristiwa yang sedang terjadi.

Setelah mereka tiba di rumah, kedua murid itu menawari Yesus mampir ke rumah mereka dan tinggal bersama mereka berhubung hari menjelang malam. Yesus menerima tawaran itu. Di kampung Emaus inilah di rumah kedua murid Yesus itu, terjadi momen yang tak terlupakan yaitu dalam acara makan malam bersama. Pada saat itu Yesus memecah-mecahkan roti dan mengulurkan tangan-Nya untuk memberikan roti itu kepada mereka. Pada saat itulah mata mereka terbuka dan mengenali Yesus. Apa yang membuat mereka mengenali Yesus? Pasti tangan Yesus yang berlubang paku itulah karena setelah peristiwa itu, mereka percaya bahwa Yesus benar-benar hidup kembali. Hati mereka diliputi dengan sukacita besar, sehingga memutuskan segera kembali ke Yerusalem dan menceritakan peristiwa itu kepada kesebelas murid Yesus.

Tangan yang berlubang paku itulah yang telah menyelamatkan kita. Ceritakanlah perbuatan-Nya yang besar itu kepada setiap orang yang belum percaya kepada-Nya. (LL)

Bukalah mata, kenalilah Dia yang tangan-Nya

berlubang paku.

Dosa mendatangkan kebinasaan, pembenaran

oleh karya Kristus mendatangkan kehidupan. Tuhan, singkapkan mataku

untuk mengenali keberadaan-Mu.

Agar setiap anak Tuhan bersyukur atas karya penebusan Tuhan Yesus

Kristus. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah

ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23

Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Lukas 24:30

Dosa Dan Akibatnya

Emaus

Roma 6:15-23 Lukas 24:13-35

Apakah dosa itu? Ada orang-orang yang mendefinisikan dosa sekedar sebagai kelemahan, kelainan, atau ketidakberdayaan manusia. Akibatnya, semakin banyak orang berbuat dosa tanpa menyadari akibatnya. Dengan jelas Alkitab memberikan pengajaran yang penting tentang dosa.

Pertama, semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Jika ada yang merasa dirinya orang baik dan saleh, maka kesalehan manusia bagaikan kain kotor di hadapan Allah (Yesaya 64:6). Kedua, dalam keadaan sebagai orang berdosa, manusia adalah hamba dosa (lebih tepatnya: budak dosa), yang membawanya kepada kematian/maut (ayat 16). Dengan demikian manusia tidak akan dapat membebaskan dirinya dari dosa dengan kemampuannya sendiri. Yang ada hanya kecemaran dan kedurhakaan (ayat 19). Mungkin saja ia ingin melakukan apa yang baik, tetapi selalu yang jahat yang dilakukan, sama seperti pengalaman Rasul Paulus sebelum bertobat (Roma 7:21-24). Ketiga, akibat dari dosa harus ditanggung oleh manusia yang bersangkutan, yaitu maut (ayat 23). Maut berarti kebinasaan, berada dalam posisi keterpisahan dari Allah selama-lamanya. Ia akan menderita dalam kekekalan. Keempat, manusia hanya bisa terlepas dari belenggu dosa apabila ia menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi (ayat 23). Di dalam Dia manusia dipindahkan dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran; dari hidup yang sia-sia menjadi hidup yang berarti; dari kegelapan kepada terang; dari maut kepada hidup.

Mari kita bersyukur atas karya Tuhan Yesus Kristus yang telah menebus kita dengan darah-Nya, dan berjanjilah untuk tetap setia kepada-Nya. (PF)

rabu, 11 april 2012

selasa, 10 april 2012 1 Raja-Raja 16-18

1 Raja-Raja 13-15 Bacaan Alkitab Setahun

(13)

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

Kira-kira 12 km dari Yerusalem, ada sebuah kampung bernama Emaus yang namanya menjadi catatan sejarah di Alkitab. Kampung Emaus menjadi terkenal setelah Lukas menceritakan tentang sebuah perjalanan dua orang murid Yesus yang salah satunya bernama Kleopas, dari Yerusalem ke Emaus. Masih dalam suasana sedih dalam perjalanan itu mereka berdua berbicara tentang Yesus yang dihukum mati di atas salib, tetapi dikabarkan hidup kembali. Mereka terheran-heran dan tidak memercayai bahwa Yesus hidup kembali. Sementara mereka sedang bercakap-cakap, Yesus datang dan ikut dalam percakapan itu. Tetapi anehnya, mereka berdua tidak mengenali Yesus, malah Yesus dikira orang asing yang tidak tahu apa-apa tentang peristiwa yang sedang terjadi.

Setelah mereka tiba di rumah, kedua murid itu menawari Yesus mampir ke rumah mereka dan tinggal bersama mereka berhubung hari menjelang malam. Yesus menerima tawaran itu. Di kampung Emaus inilah di rumah kedua murid Yesus itu, terjadi momen yang tak terlupakan yaitu dalam acara makan malam bersama. Pada saat itu Yesus memecah-mecahkan roti dan mengulurkan tangan-Nya untuk memberikan roti itu kepada mereka. Pada saat itulah mata mereka terbuka dan mengenali Yesus. Apa yang membuat mereka mengenali Yesus? Pasti tangan Yesus yang berlubang paku itulah karena setelah peristiwa itu, mereka percaya bahwa Yesus benar-benar hidup kembali. Hati mereka diliputi dengan sukacita besar, sehingga memutuskan segera kembali ke Yerusalem dan menceritakan peristiwa itu kepada kesebelas murid Yesus.

Tangan yang berlubang paku itulah yang telah menyelamatkan kita. Ceritakanlah perbuatan-Nya yang besar itu kepada setiap orang yang belum percaya kepada-Nya. (LL)

Bukalah mata, kenalilah Dia yang tangan-Nya

berlubang paku.

Dosa mendatangkan kebinasaan, pembenaran

oleh karya Kristus mendatangkan kehidupan. Tuhan, singkapkan mataku

untuk mengenali keberadaan-Mu.

Agar setiap anak Tuhan bersyukur atas karya penebusan Tuhan Yesus

Kristus. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah

ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23

Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Lukas 24:30

Dosa Dan Akibatnya

Emaus

Roma 6:15-23 Lukas 24:13-35

Apakah dosa itu? Ada orang-orang yang mendefinisikan dosa sekedar sebagai kelemahan, kelainan, atau ketidakberdayaan manusia. Akibatnya, semakin banyak orang berbuat dosa tanpa menyadari akibatnya. Dengan jelas Alkitab memberikan pengajaran yang penting tentang dosa.

Pertama, semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Jika ada yang merasa dirinya orang baik dan saleh, maka kesalehan manusia bagaikan kain kotor di hadapan Allah (Yesaya 64:6). Kedua, dalam keadaan sebagai orang berdosa, manusia adalah hamba dosa (lebih tepatnya: budak dosa), yang membawanya kepada kematian/maut (ayat 16). Dengan demikian manusia tidak akan dapat membebaskan dirinya dari dosa dengan kemampuannya sendiri. Yang ada hanya kecemaran dan kedurhakaan (ayat 19). Mungkin saja ia ingin melakukan apa yang baik, tetapi selalu yang jahat yang dilakukan, sama seperti pengalaman Rasul Paulus sebelum bertobat (Roma 7:21-24). Ketiga, akibat dari dosa harus ditanggung oleh manusia yang bersangkutan, yaitu maut (ayat 23). Maut berarti kebinasaan, berada dalam posisi keterpisahan dari Allah selama-lamanya. Ia akan menderita dalam kekekalan. Keempat, manusia hanya bisa terlepas dari belenggu dosa apabila ia menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi (ayat 23). Di dalam Dia manusia dipindahkan dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran; dari hidup yang sia-sia menjadi hidup yang berarti; dari kegelapan kepada terang; dari maut kepada hidup.

Mari kita bersyukur atas karya Tuhan Yesus Kristus yang telah menebus kita dengan darah-Nya, dan berjanjilah untuk tetap setia kepada-Nya. (PF)

rabu, 11 april 2012

selasa, 10 april 2012 1 Raja-Raja 16-18

1 Raja-Raja 13-15 Bacaan Alkitab Setahun

(14)

Lebah adalah jenis serangga yang memiliki senjata berupa sengat! Amat berbahaya apabila kita mengganggu sarang lebah, karena sangat mungkin lebah-lebah itu panik, lalu menyerang dengan sengatannya. Badan bisa panas dingin dan bengkak apabila terkena sengatan lebah. Ada racun di dalam sengat yang masuk ke tubuh seseorang.

Renungan hari ini berbicara tentang dipatahkannya kekuatan maut yang disebut oleh Rasul Paulus sebagai sengat maut! Sengat maut adalah dosa! Memang dosa adalah kekuatan yang buruk dan merusak hidup manusia. Dosa dikendalikan oleh Iblis yang berjuang untuk menghancurkan hidup manusia. Dosa menyeret manusia untuk makin mengalami kekacauan dalam hidupnya, sampai berujung pada kematian kekal.

Bagaimana seseorang bisa mengalahkan sengat maut? Manusia tidak berdaya dan tidak mungkin menang atas serbuan dosa! Manusia menjadi frustrasi saat berupaya untuk menjadi orang baik. Semakin berjuang untuk baik, semakin jahat hidupnya. Pikiran seringkali berisi hal yang buruk, kotor dan negatif. Sengat maut leluasa menggocoh hidup manusia, sehingga manusia hidup dari satu dosa kepada perbuatan dosa berikutnya.

Kemenangan atas sengat maut hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. Di atas salib Kalvari, kekuatan sengat maut dipatahkan. Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tidak perlu hidup sebagai budak dosa! Ada kemenangan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Itu sebabnya, dengan mantap katakan: “Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, aku patahkan kuasa dosa!” Hiduplah dalam kemenangan yang Tuhan Yesus berikan, bukan menjadi tawanan dosa!(LB)

Ada kuasa dalam nama

Tuhan Yesus Kristus. Darah-Nya menciptakan hidup yang baru.

Orang yang terikat minum-minuman keras dan

narkoba.

Ya Tuhan, perbaruilah hidupku oleh darah-Mu. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas. 1 Petrus 1:18

Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? 1 Korintus 15:55

Darah-Nya

Mengubah Hidup Kita

Maut Telah Dikalahkan

1 Petrus 1:18-25 1 Korintus 15:35-57

Judul renungan hari ini mengacu pada 1 Petrus 1:18-19. Penebusan bukan dilakukan oleh emas dan perak melainkan oleh darah Kristus. Ditebus dari siapa? Kalau kita bayangkan rumah gadai, tebusan terjadi karena barang hak milik kita telah kita bebaskan dari rumah gadai. Berarti telah terjadi perpindahan tangan pemilik. Itu arti kata “tebus” dalam kehidupan sehari-hari.

Namun kata “tebus” dalam pengertian Kitab Suci berbeda. Kita tidak digadaikan. Tapi kita telah jatuh ke dalam dosa. Oleh karena dosa, cara hidup kita menjadi sia-sia. Darah-Nya telah menebus kita dari dosa.

Kitab Suci terjemahan bahasa Indonesia memakai istilah “cara hidup yang sia-sia”. Kitab Suci terjemahan bahasa Inggris, King James Version memakai istilah “from your vain conversation”. Sedangkan terjemahan New International Version memakai istilah “from the empty way of life”. Istilah “vain conversation” berarti “percakapan sia-sia”. Sedangkan istilah “way of life” berarti “jalan hidup” atau mirip dengan terjemahan bahasa Indonesia “cara hidup”.

Sebenarnya terdapat korelasi antara “percakapan/conversation” dan “cara hidup/way of life”. Artinya, dari kata-kata atau ajaran yang disampaikan akan menghasilkan cara hidup. Apabila kata-kata atau ajaran salah disampaikan turun temurun maka generasi-generasi akan hidup keliru. Mengakibatkan kerusakan karakter.

Mengubah karakter tidak mudah, karena berkaitan dengan pembentukan yang salah di dalam otak, apalagi kalau bersifat turun temurun. Di dalam otak sudah terbentuk kode-kode yang keliru. Bagaimana cara menghapusnya? Nas kita berkata oleh darah Yesus kita telah ditebus. Artinya, oleh kuasa darah-Nya, kode-kode otak yang keliru telah dihapus. Dijadikan baru. Menghasilkan hidup baru.(IE)

jumat, 13 april 2012

kamis, 12 april 2012 1 Raja-Raja 21 - 2 Raja-Raja 2

1 Raja-Raja 19-21 Bacaan Alkitab Setahun

Bacaan Alkitab Setahun

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

(15)

Lebah adalah jenis serangga yang memiliki senjata berupa sengat! Amat berbahaya apabila kita mengganggu sarang lebah, karena sangat mungkin lebah-lebah itu panik, lalu menyerang dengan sengatannya. Badan bisa panas dingin dan bengkak apabila terkena sengatan lebah. Ada racun di dalam sengat yang masuk ke tubuh seseorang.

Renungan hari ini berbicara tentang dipatahkannya kekuatan maut yang disebut oleh Rasul Paulus sebagai sengat maut! Sengat maut adalah dosa! Memang dosa adalah kekuatan yang buruk dan merusak hidup manusia. Dosa dikendalikan oleh Iblis yang berjuang untuk menghancurkan hidup manusia. Dosa menyeret manusia untuk makin mengalami kekacauan dalam hidupnya, sampai berujung pada kematian kekal.

Bagaimana seseorang bisa mengalahkan sengat maut? Manusia tidak berdaya dan tidak mungkin menang atas serbuan dosa! Manusia menjadi frustrasi saat berupaya untuk menjadi orang baik. Semakin berjuang untuk baik, semakin jahat hidupnya. Pikiran seringkali berisi hal yang buruk, kotor dan negatif. Sengat maut leluasa menggocoh hidup manusia, sehingga manusia hidup dari satu dosa kepada perbuatan dosa berikutnya.

Kemenangan atas sengat maut hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. Di atas salib Kalvari, kekuatan sengat maut dipatahkan. Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tidak perlu hidup sebagai budak dosa! Ada kemenangan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Itu sebabnya, dengan mantap katakan: “Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, aku patahkan kuasa dosa!” Hiduplah dalam kemenangan yang Tuhan Yesus berikan, bukan menjadi tawanan dosa!(LB)

Ada kuasa dalam nama

Tuhan Yesus Kristus. Darah-Nya menciptakan hidup yang baru.

Orang yang terikat minum-minuman keras dan

narkoba.

Ya Tuhan, perbaruilah hidupku oleh darah-Mu. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas. 1 Petrus 1:18

Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? 1 Korintus 15:55

Darah-Nya

Mengubah Hidup Kita

Maut Telah Dikalahkan

1 Petrus 1:18-25 1 Korintus 15:35-57

Judul renungan hari ini mengacu pada 1 Petrus 1:18-19. Penebusan bukan dilakukan oleh emas dan perak melainkan oleh darah Kristus. Ditebus dari siapa? Kalau kita bayangkan rumah gadai, tebusan terjadi karena barang hak milik kita telah kita bebaskan dari rumah gadai. Berarti telah terjadi perpindahan tangan pemilik. Itu arti kata “tebus” dalam kehidupan sehari-hari.

Namun kata “tebus” dalam pengertian Kitab Suci berbeda. Kita tidak digadaikan. Tapi kita telah jatuh ke dalam dosa. Oleh karena dosa, cara hidup kita menjadi sia-sia. Darah-Nya telah menebus kita dari dosa.

Kitab Suci terjemahan bahasa Indonesia memakai istilah “cara hidup yang sia-sia”. Kitab Suci terjemahan bahasa Inggris, King James Version memakai istilah “from your vain conversation”. Sedangkan terjemahan New International Version memakai istilah “from the empty way of life”. Istilah “vain conversation” berarti “percakapan sia-sia”. Sedangkan istilah “way of life” berarti “jalan hidup” atau mirip dengan terjemahan bahasa Indonesia “cara hidup”.

Sebenarnya terdapat korelasi antara “percakapan/conversation” dan “cara hidup/way of life”. Artinya, dari kata-kata atau ajaran yang disampaikan akan menghasilkan cara hidup. Apabila kata-kata atau ajaran salah disampaikan turun temurun maka generasi-generasi akan hidup keliru. Mengakibatkan kerusakan karakter.

Mengubah karakter tidak mudah, karena berkaitan dengan pembentukan yang salah di dalam otak, apalagi kalau bersifat turun temurun. Di dalam otak sudah terbentuk kode-kode yang keliru. Bagaimana cara menghapusnya? Nas kita berkata oleh darah Yesus kita telah ditebus. Artinya, oleh kuasa darah-Nya, kode-kode otak yang keliru telah dihapus. Dijadikan baru. Menghasilkan hidup baru.(IE)

jumat, 13 april 2012

kamis, 12 april 2012 1 Raja-Raja 21 - 2 Raja-Raja 2

1 Raja-Raja 19-21 Bacaan Alkitab Setahun

Bacaan Alkitab Setahun

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

(16)

Saat ini penawaran untuk melakukan transaksi dengan sistem kredit semakin marak. Pembayaran tidak dilakukan di awal, namun akan ditagihkan kemudian secara mencicil/mengangsur. Barang yang dibeli bisa dibawa pulang pada saat itu juga meskipun pembayarannya belum dilunasi. Kita bisa menggunakan dan memakai barang tersebut selama pembayaran yang kita lakukan lancar. Kalau pembayaran menunggak, maka penagihan dan penyitaan dimungkinkan terjadi.

Jadi dalam kasus ini barang yang sudah dibawa pulang itu sesungguhnya belum benar-benar menjadi milik kita. Kepemilikan masih berada di tangan si pemberi pinjaman. Apabila kita sudah melunasi pembayarannya, maka kita menjadi pemilik yang sah. Sebagai pemilik yang sah, kita mempunyai hak untuk melakukan apa saja terhadap barang tersebut. Namun pada umumnya, kita jauh lebih cermat merawat barang milik kita sendiri, apalagi jika harganya mahal.

Seperti itu pula sebenarnya hidup kita, yaitu seperti orang yang menunggak cicilan. Sedangkan Kristus melalui karya-Nya di kayu salib telah melunasi tunggakan kita (ayat 20). Karena itu kini kita milik-Nya (ayat 19). Namun demikian kita diberi hak untuk mengelola kehidupan yang telah dilunasi itu. Yang sering kita lupa ialah mahalnya harga yang dibayarkan oleh Kristus demi melunasi kehidupan kita. Tetapi dengan menyadari kemurahan Allah yang sudah melunaskan, maka kini kita diberi kehormatan menjadi “bait Roh Kudus” (ayat 19) dan menjadi pengelolanya yang baik. (RC)

Betapa besarnya kemurahan Allah yang

sudah melunaskan kehidupan kita.

Apa yang bisa kita persembahkan atas

pengorbanan-Nya? Syukur untuk

kemurahan-Mu ya Allah. Setiap orang bisa menikmati kebebasan dari hukuman akibat dosa.

….. yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Titus 2:14

Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 1 Korintus 6:20

Dibebaskan

Lunas

Titus 2:11-15 1 Korintus 6:12-20

Dalam sebuah persekutuan para narapidana (napi) di sebuah Lembaga Pemasyarakatan, seorang napi tampak bersemangat ketika memuji Tuhan dengan pujian berjudul “Sekarang Saya Sudah Bebas”. Ia menyanyi dengan suara lantang sambil bertepuk tangan dan berdiri meloncat-loncat kegirangan. Mengapa ia tampak berbeda dari yang lainnya? Karena satu hari lagi ia akan terbebas dari hukuman.

Hidup bebas adalah harapan setiap narapidana. Sebagai warga masyarakat, ia bisa kembali menikmati udara bebas di luar penjara; ia bisa berkumpul kembali dengan keluarga; ia bisa melakukan berbagai aktivitas di mana saja dan kapan saja. Tetapi, apakah hanya mereka yang di dalam penjara saja yang mengalami hukuman? Tidak. Meskipun kita hidup di alam bebas, namun secara rohani kita seperti orang yang terpenjara. Kita menjadi orang-orang hukuman oleh karena kuasa maut yaitu dosa dan kejahatan kita sendiri yang telah membelenggu hidup kita. Kita membutuhkan seorang yang mampu membebaskan kita. Dan hanya Tuhan Yesus Kristus yang mampu melakukannya. Yesus Kristus telah menyerahkan diri-Nya. Ia mengorbankan diri dihina, disiksa dan mati disalib untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan menguduskan kita menjadi suatu umat kepunyaan-Nya.

Tuhan Yesus sudah bangkit dari kematian. Mari kita tinggalkan kehidupan duniawi yang membelenggu dan membuat kita terperosok dalam penderitaan. Bangkitlah bersama Tuhan Yesus! Nikmati kebebasan yaitu hidup dalam sukacita sambil menanti penggenapan pengharapan yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus. (SM/LL)

minggu, 15 april 2012

sabtu, 14 april 2012 2 Raja-Raja 6-8

2 Raja-Raja 3-5 Bacaan Alkitab Setahun

Bacaan Alkitab Setahun

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

(17)

Saat ini penawaran untuk melakukan transaksi dengan sistem kredit semakin marak. Pembayaran tidak dilakukan di awal, namun akan ditagihkan kemudian secara mencicil/mengangsur. Barang yang dibeli bisa dibawa pulang pada saat itu juga meskipun pembayarannya belum dilunasi. Kita bisa menggunakan dan memakai barang tersebut selama pembayaran yang kita lakukan lancar. Kalau pembayaran menunggak, maka penagihan dan penyitaan dimungkinkan terjadi.

Jadi dalam kasus ini barang yang sudah dibawa pulang itu sesungguhnya belum benar-benar menjadi milik kita. Kepemilikan masih berada di tangan si pemberi pinjaman. Apabila kita sudah melunasi pembayarannya, maka kita menjadi pemilik yang sah. Sebagai pemilik yang sah, kita mempunyai hak untuk melakukan apa saja terhadap barang tersebut. Namun pada umumnya, kita jauh lebih cermat merawat barang milik kita sendiri, apalagi jika harganya mahal.

Seperti itu pula sebenarnya hidup kita, yaitu seperti orang yang menunggak cicilan. Sedangkan Kristus melalui karya-Nya di kayu salib telah melunasi tunggakan kita (ayat 20). Karena itu kini kita milik-Nya (ayat 19). Namun demikian kita diberi hak untuk mengelola kehidupan yang telah dilunasi itu. Yang sering kita lupa ialah mahalnya harga yang dibayarkan oleh Kristus demi melunasi kehidupan kita. Tetapi dengan menyadari kemurahan Allah yang sudah melunaskan, maka kini kita diberi kehormatan menjadi “bait Roh Kudus” (ayat 19) dan menjadi pengelolanya yang baik. (RC)

Betapa besarnya kemurahan Allah yang

sudah melunaskan kehidupan kita.

Apa yang bisa kita persembahkan atas

pengorbanan-Nya? Syukur untuk

kemurahan-Mu ya Allah. Setiap orang bisa menikmati kebebasan dari hukuman akibat dosa.

….. yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Titus 2:14

Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 1 Korintus 6:20

Dibebaskan

Lunas

Titus 2:11-15 1 Korintus 6:12-20

Dalam sebuah persekutuan para narapidana (napi) di sebuah Lembaga Pemasyarakatan, seorang napi tampak bersemangat ketika memuji Tuhan dengan pujian berjudul “Sekarang Saya Sudah Bebas”. Ia menyanyi dengan suara lantang sambil bertepuk tangan dan berdiri meloncat-loncat kegirangan. Mengapa ia tampak berbeda dari yang lainnya? Karena satu hari lagi ia akan terbebas dari hukuman.

Hidup bebas adalah harapan setiap narapidana. Sebagai warga masyarakat, ia bisa kembali menikmati udara bebas di luar penjara; ia bisa berkumpul kembali dengan keluarga; ia bisa melakukan berbagai aktivitas di mana saja dan kapan saja. Tetapi, apakah hanya mereka yang di dalam penjara saja yang mengalami hukuman? Tidak. Meskipun kita hidup di alam bebas, namun secara rohani kita seperti orang yang terpenjara. Kita menjadi orang-orang hukuman oleh karena kuasa maut yaitu dosa dan kejahatan kita sendiri yang telah membelenggu hidup kita. Kita membutuhkan seorang yang mampu membebaskan kita. Dan hanya Tuhan Yesus Kristus yang mampu melakukannya. Yesus Kristus telah menyerahkan diri-Nya. Ia mengorbankan diri dihina, disiksa dan mati disalib untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan menguduskan kita menjadi suatu umat kepunyaan-Nya.

Tuhan Yesus sudah bangkit dari kematian. Mari kita tinggalkan kehidupan duniawi yang membelenggu dan membuat kita terperosok dalam penderitaan. Bangkitlah bersama Tuhan Yesus! Nikmati kebebasan yaitu hidup dalam sukacita sambil menanti penggenapan pengharapan yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus. (SM/LL)

minggu, 15 april 2012

sabtu, 14 april 2012 2 Raja-Raja 6-8

2 Raja-Raja 3-5 Bacaan Alkitab Setahun

Bacaan Alkitab Setahun

D O A K A N D O A K A N r e n u n g k a r e n u n g k a

Referensi

Dokumen terkait

The groups treatment further was evaluated Mann and Whitney test and the results of analysis data ALT activity was interpreted if the combi- nation extract of

Oleh karena itu, dengan ketulusan dan kerendahan hati penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan semangat, dukungan,

Melakukan komunikasi dengan pasien yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda dengan pasien merupakan tantangan tersendiri bagi mahasiswa karena adanya

Dengan demikian, komunikasi terapeutik dan caring merupakan suatu proses interaksi yang penting untuk diterapkan oleh perawat kepada pasien serta menjadi suatu ciri

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan bank set shoot dari sisi kanan dan kiri ring basket pada tim bolabasket putri SMP Negeri

Universitas Kristen Maranatha

Based on this background, this research aimed at determining the effect of Rosella flower infusion in the level of Serum Glutamate Pyruvate transaminase (SGPT) in

melakukan akses terhadap proses atau runtime yang terdapat pada sistem. operasi dimana