• Tidak ada hasil yang ditemukan

rumusfisika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "rumusfisika"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

a.

a. Besaran PokokBesaran Pokok

Besaran pokok adalah besaran yang ditetapkan Besaran pokok adalah besaran yang ditetapkan terlebih dahulu .

terlebih dahulu . Besaran

Besaran Satuan Satuan SI SI Alat Alat ukurukur

Panjang

Panjang Meter ( Meter ( m m ))

Mistar, meteran Mistar, meteran gulung, jangka gulung, jangka sorong, sorong, mikrometer mikrometer sekrup sekrup Massa

Massa Kilogram ( Kilogram ( Kg Kg ))

Neraca lengan, Neraca lengan, neraca o’hauss, neraca o’hauss, neraca digital neraca digital Waktu

Waktu Sekon ( Sekon ( s s )) Jam, stopwatch,Jam, stopwatch,  jam atom  jam atom Kuat

Kuat arus arus Ampere Ampere ( ( A A )) AmmeterAmmeter Suhu

Suhu Kelvin Kelvin ( ( K K )) TermometerTermometer Jumlah

Jumlah zat

zat Mole ( mol )Mole ( mol )

--Intensitas Intensitas cahaya

cahaya Kandela ( Cd )Kandela ( Cd )

Lux meter, light Lux meter, light meter

meter

b.

b. Besaran turunanBesaran turunan

Besaran turunan adalah besaran yang Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari beberapa besaran pokok. diturunkan dari beberapa besaran pokok.

Besaran

Besaran Satuan Satuan SISI Massa

Massa jenis jenis Kg/mKg/m33

Kecepatan m/s

Kecepatan m/s

1.

1. Pengukuran panjangPengukuran panjang a.

a. Jangka sorongJangka sorong

Cara pengukuran Cara pengukuran skala utama skala utama skala nonius skala nonius b.

b. Mikrometer sekrupMikrometer sekrup

Padat

Padat Cair Cair GasGas

Letak beraturan dan Letak beraturan dan berdekatan

berdekatan

Letak tidak teratur Letak tidak teratur dan agak berjauhan dan agak berjauhan

Letak tidak teratur Letak tidak teratur dan berjauhan dan berjauhan Gerakan tidak Gerakan tidak bebas, bergetar di bebas, bergetar di tempat tempat Gerakan agak Gerakan agak bebas, tetapi tidak bebas, tetapi tidak meninggalkan meninggalkan tempat tempat

Gerakan bebas dan Gerakan bebas dan meninggalkan meninggalkan tempat tempat Gaya tarik Gaya tarik – – menarik sangat menarik sangat kuat kuat Gaya tarik Gaya tarik – – menarik kurang menarik kurang kuat kuat Gaya tarik Gaya tarik – – menarik sangat menarik sangat lemah lemah bentuk

bentuk tetap tetap bentuk bentuk yangyang berubah berubah – – ubah ubah sesuai tempat sesuai tempat

bentuk yang bentuk yang berubah berubah – – ubah ubah sesuai tempat sesuai tempat volume

volume tetap tetap volume volume tetap tetap volume volume yangyang berubah berubah – – ubah ubah

RUMUS FISIKA for UN

RUMUS FISIKA for UN

Skala utama Skala utama

Skala nonius Skala nonius

Menyerap kalor ( suhunya naik)

Menyerap kalor ( suhunya naik) : menguap, melebur : menguap, melebur , ,menyublimmenyublim

Melepas kalor (suhunya turun)

Melepas kalor (suhunya turun) : me: mengembun, ngembun, membeku,membeku, Menguap Menguap (evaporation) (evaporation) Mengembun Mengembun (condensation) (condensation) Membeku (freezing) Membeku (freezing) Melebur (melting) Melebur (melting) Menyublim Menyublim (sublimation) (sublimation) Mendeposisi Mendeposisi (deposition) (deposition) PADAT

PADAT CairCair

Gas Gas

NOTES : NOTES :

 Kohesi Kohesi ::gaya tarik partikel sejenisgaya tarik partikel sejenis

 Adhesi Adhesi ::gaya tarik partikel lain jenisgaya tarik partikel lain jenis

Miniskus Miniskus ::kelengkungan permukaan zat cairkelengkungan permukaan zat cair

 KapilaritasKapilaritas : : naik naik turunnya turunnya zat zat cair cair dalam dalam pipa pipa kapilerkapiler

Tegangan permukaanTegangan permukaan : kecenderungan : kecenderungan zat cair untuk zat cair untuk menegangmenegang

KOHESI > ADHESI

(2)

Keterangan : Keterangan :

 ρ

 ρ= massa jenis= massa jenis(density)(density) (kg/m(kg/m33 ; g/cm ; g/cm33))

m

m = = massa massa (mass) (mass) (kg (kg ; ; g)g) V

V = = volum volum (volume) (volume) (m(m33 ; cm ; cm33))

Perpindahan kalor Perpindahan kalor a.

a. KonduksiKonduksi 

 Ujung logam akan terasa panas saat ujung yangUjung logam akan terasa panas saat ujung yang lain di panaskan

lain di panaskan 

 Tangan terasa panas saat di masukkan di airTangan terasa panas saat di masukkan di air hangat

hangat a.

a. KonveksiKonveksi 

 Gerakan naik turunnya air saat di rebusGerakan naik turunnya air saat di rebus 

 Terjadinya angin darat dan lautTerjadinya angin darat dan laut 

 Ventilasi udaraVentilasi udara b.

b. RadiasiRadiasi 

 Sinar matahari sampai ke bumiSinar matahari sampai ke bumi 

 Kita ikut hangat saat di dekat api Kita ikut hangat saat di dekat api unggununggun

A.

A. Gerak Lurus beraturanGerak Lurus beraturan S = S = jarak ( jarak ( m )m ) V = Kecepatan ( m/s V = Kecepatan ( m/s22 ) ) t t = waktu = waktu ( s ( s )) contoh : contoh : 

 Mobil yang melaju di jalan raya denganMobil yang melaju di jalan raya dengan kecepatan 20 m/s

kecepatan 20 m/s

B.

B. Gerak lurus berubah beraturanGerak lurus berubah beraturan

1.

1. Di percepatDi percepat

a = percepatan ( m/s a = percepatan ( m/s22)) V

V11 = kec. awal ( m/ = kec. awal ( m/ s)s) V

V22 = kec.  = kec. Akhie Akhie m/s )m/s ) t

t = waktu = waktu ( ( s s ))

contoh: contoh: a.

a. Kelereng menuruni bidang miringKelereng menuruni bidang miring b.

b. Buah kelapa jatuhBuah kelapa jatuh

2.

2. Di perlambatDi perlambat

Contoh : Contoh : a.

a. Bola menggelinding di pasirBola menggelinding di pasir b.

b. Bola di lempar vertikal keatasBola di lempar vertikal keatas Pengisi

Pengisi Kelebihan Kelebihan KekuranganKekurangan

Raksa Raksa

 Mudah di lihat,Mudah di lihat, mengkilap mengkilap 

 Perubahan voluePerubahan volue teratur

teratur 

 Tidak membasahiTidak membasahi dinding kaca dinding kaca Mahal Mahal Tidak dapat Tidak dapat mengukur suhu mengukur suhu yang sangat yang sangat rendah rendah Zat berbahaya Zat berbahaya Alkohol Alkohol   MurahMurah 

 Dapat megukurDapat megukur suhu yang sangat suhu yang sangat rendah rendah Titik didih Titik didih rendah rendah Tidak berwarna, Tidak berwarna, susah di baca susah di baca Membasahi Membasahi dinding kaca dinding kaca V V m m

=

=

1 g/cm 1 g/cm33  =   = 1000 1000 Kg/mKg/m33 100 100oo TTB TTBoo 273 273oo 32 32oo 0 0oo 0 0oo tt   tK tK tF tF tR tR tC tC TTA TTA 373 373ooCC 212 212ooCC 80 80oo Termometer Lainnya Termometer Lainnya Kelvin Kelvin Fahrenheit Fahrenheit Reamur Reamur Celcius Celcius    00 1 0 0  0 1 0 0  0==    00 8 0  0 8 0  0==   3 2   3 2 2 21122  3322==    227733 37 3733  272733==        

5

5

=

=

4

4

=

=

  3 2

  3 2

9

9

=

=

 

 2

27

73

3

5

5

=

=



 

 





 

 



Q  = = kalor kalor yang yang di di terima terima / / di di lepas lepas ( ( J J ))

M

M = massa ( kg )= massa ( kg )

T

T = = perubahan perubahan suhu suhu ((00C )C )

L

L = kalor lebur ( J / Kg )= kalor lebur ( J / Kg )

U

U = = kalor kalor uap uap ( ( J J / / Kg Kg ))

4 4= m x U= m x U 1 1= m x C= m x Ceses x  x TT 2 2= m x L= m x L 3 3= m x C= m x Cairair x  x TT V V tt S S S S tt tt V V Ticker Timer Ticker Timer a = a =

−

−



V V tt V V tt

(3)

Gaya yang searah Gaya yang searah

Resultannya = 10 N + 20 N = 30 N Resultannya = 10 N + 20 N = 30 N

Berapakah percepatan yang di alami benda ? Berapakah percepatan yang di alami benda ? F = 20 + 35 = 55 N F = 20 + 35 = 55 N a = a =   

=

=

   

=

= 5

5 /

/

  1. 1. H. Newton 1H. Newton 1

Benda diam / bergerak dengan kece

Benda diam / bergerak dengan kece patan konstanpatan konstan Penerapan

Penerapan

Penumpang terdorong ke depan saat mobil Penumpang terdorong ke depan saat mobil tiba-tiba di rem

tiba di rem

Koin yang berada di atas kertas di me

Koin yang berada di atas kertas di me ja akanja akan tetap disana ketika kertas di tarik dengan tetap disana ketika kertas di tarik dengan cepatcepat mobil yang diam tiba

mobil yang diam tiba – – tiba melaju dengan tiba melaju dengan kencang, sehingga penumpang terdorong ke kencang, sehingga penumpang terdorong ke belakang

belakang 2.

2. H. Newton 2H. Newton 2

F

F = = resultan resultan gaya gaya ( ( N N )) M M = = massa massa ( ( kg kg )) a a = = percepatan percepatan ( ( m/sm/s22 ) ) Penerapan Penerapan

Dua ekor anjing yang saling beradu kekuatan Dua ekor anjing yang saling beradu kekuatan terpental akibat saling mendorong

terpental akibat saling mendorong

Gajah betina mendorong anaknya dengan hati Gajah betina mendorong anaknya dengan hati – –

hati ke sungai, karena massa tubuhya jauh lebah hati ke sungai, karena massa tubuhya jauh lebah besar besar 3. 3. H. Newton 3H. Newton 3 Penerapan Penerapan

Seekor ikan berenang dengan menggerakkan Seekor ikan berenang dengan menggerakkan sirip ke belakang

sirip ke belakang

Tangan menghantam tembok, tangan terasa Tangan menghantam tembok, tangan terasa sakit sakit W W = = Berat Berat ( ( N N )) M M = = massa massa ( ( kg kg )) g g = = Gravitasi Gravitasi (m/s(m/s22)) Massa Berat Massa Berat Di

Di manapun manapun tetap tetap BerubahBerubah – – ubah sesuai ubah sesuai tempatnya tempatnya Tidak di pengaruhi Tidak di pengaruhi gravitasi gravitasi Di pengaruhi gravitasi Di pengaruhi gravitasi Besaran

Besaran pokok pokok Besaran Besaran turunanturunan Satuan

Satuan Kg Kg Satuan Satuan NN

W

W = = Usaha Usaha ( ( Joule Joule )) F

F = = gaya gaya ( ( N N )) S

S = = jarak jarak ( ( m m ))

Hukum kekekalan energi

Hukum kekekalan energi : energi tidak dapat di : energi tidak dapat di ciptakan dan di musnahkan tetapi dapat di ubah dari ciptakan dan di musnahkan tetapi dapat di ubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain

bentuk satu ke bentuk yang lain

E.m

E.m = = energi energi mekanik mekanik ( ( Joule Joule )) E.P

E.P = = Energi Energi potensial potensial ( ( Joule Joule )) E.

E. K K = = Energi Energi Kinetik Kinetik ( ( Joule Joule )) M

M = = massa massa ( ( Kg)Kg) g

g = = gravitasi gravitasi Bumi Bumi ( ( m/sm/s22 ) ) h h = = tinggi tinggi ( ( m m )) V V = = kecepatan kecepatan ( ( m/s m/s )) 10 N 10 N 20 N20 N

Gaya yang berlawanan arah Gaya yang berlawanan arah

Resultannya = 20 N Resultannya = 20 N – – 10N = 10 N 10N = 10 N 10 N 10 N 2020 Resultan gaya Resultan gaya

Σ

ΣF = m . a

F = m . a m m aa FF

Σ

ΣF = 0

F = 0 F

Faksiaksi = - F = - Freaksireaksi

m m gg W W FF SS W W

E.m = E.P + E.K E.m = E.P + E.K E.P

E.P = = m m . . g g . . h h E.K E.K = = ½ ½ m m . . VV22

E. Potensial

E. Potensial : energi yang di miliki benda karena : energi yang di miliki benda karena letaknya . semakin jauh dari tanah ( tinggi ) letaknya . semakin jauh dari tanah ( tinggi ) energi nya semakin besar

energi nya semakin besar E. Kinetik

E. Kinetik : energi yang di miliki benda karena : energi yang di miliki benda karena er

(4)

KM = KM =   

=

=

    Wa Wa Fa Fa 1. 1. TUASTUAS Km = keuntungan mekanis Km = keuntungan mekanis Lk

Lk = = lengan lengan kuasakuasa Lb

Lb = = lengan lengan bebanbeban W W = = Berat Berat ( ( N N )) F F = Gaya/Kuasa ( = Gaya/Kuasa ( N N )) Jenis tuas Jenis tuas a.

a. KeKe – – 1 ( titik tumpu di tengah ) 1 ( titik tumpu di tengah ) Gunting , guntingkuku, tang Gunting , guntingkuku, tang b.

b. KeKe – – 2 ( beban di tengah ) 2 ( beban di tengah )

Gerobak beroda satu , pemotong kertas, Gerobak beroda satu , pemotong kertas, pelubang kertas

pelubang kertas c.

c. KeKe – – 3 ( kuasa di tengah ) 3 ( kuasa di tengah ) Lengan, alat pancing, sekop Lengan, alat pancing, sekop 2.

2. KatrolKatrol a.

a. Katrol tunggalKatrol tunggal KM = 1

KM = 1 Gaya = Berat Gaya = Berat

b.

b. Katrol bergerak/gandaKatrol bergerak/ganda KM = 2

KM = 2

Gaya = ½ Berat Gaya = ½ Berat

c.

c. Katrol majemukKatrol majemuk

KM = banyaknya katrol KM = banyaknya katrol Gaya = Gaya =   Berat Berat 3.

3. Bidang MiringBidang Miring

Contoh : baji, mur, baut, pisau, tangga. Contoh : baji, mur, baut, pisau, tangga.

1. 1. PADATPADAT P = Tekanan ( N/m P = Tekanan ( N/m22 ) ) F = Gaya/Gaya berat ( N F = Gaya/Gaya berat ( N )) A = Luas bidang ( m A = Luas bidang ( m22 ) ) Semakin kecil alas, semakin besar Semakin kecil alas, semakin besar tekana dan sebaliknya

tekana dan sebaliknya 2.

2. CAIRCAIR a.

a. Tekanan HIDROSTATISTekanan HIDROSTATIS

P = tekanan ( Pascal ) P = tekanan ( Pascal ) g = gravitasi ( m/s g = gravitasi ( m/s22 ) ) h = tinggi benda di lihat h = tinggi benda di lihat dari permukaan zat dari permukaan zat cair

cair

==massa jenis ( kg/mmassa jenis ( kg/m33 ) ) b.

b. Hukum PASCALHukum PASCAL

F = gaya ( N ) F = gaya ( N ) A = luas ( m A = luas ( m22 ) ) c.

c. Bejana BerhubunganBejana Berhubungan

==massa jenis ( kg/mmassa jenis ( kg/m33 ) ) H = tinggi zat cair (m) H = tinggi zat cair (m)

d.

d. Hukum ArchimedesHukum Archimedes KM = KM =









=

=

P

P

=

=

F

F

A

A

P = P =

 . g . h . g . h 1 1

.h

.h

11

 =

 =

22

.h

.h

22

1

1

 1

 1

=

=

2

2

 2

 2

Wu Wu Wa Wa Wu Wu Fa Fa  V  V  g g Fa Fa     

Fa = gaya apung atau gaya ke atas (N) Fa = gaya apung atau gaya ke atas (N) Wu = gaya berat benda di udara (N) Wu = gaya berat benda di udara (N) Wa = gaya berat benda di dalam air (N) Wa = gaya berat benda di dalam air (N)

Fa = gaya ke atas / gaya apung ( N ) Fa = gaya ke atas / gaya apung ( N )

  

  = massa jenis zat cair ( kg/m= massa jenis zat cair ( kg/m33))

V

V = volu= volume zat me zat cair yang cair yang tercelup tercelup (m(m33)) g

(5)

• satu getaran = B - C - B - A - Bsatu getaran = B - C - B - A - B •

• amplitudo = A - B atau B amplitudo = A - B atau B - C- C •

• satu getaran = X - Y - X - Z - Xsatu getaran = X - Y - X - Z - X •

• amplitudo = Namplitudo = N

Arah getar tegak lurus arah rambatan Arah getar tegak lurus arah rambatan

½

½ Gelombang Gelombang = = AC, AC, CE, CE, EG, EG, GI, GI, IK, IK, KMKM 1

1 gelombang gelombang = = ACE, ACE, CEG, CEG, EGI, EGI, GIK, GIK, IKMIKM Amplitudo

Amplitudo = BB’, DD’ , FF’, HH’ , JJ’, LL’= BB’, DD’ , FF’, HH’ , JJ’, LL’ contoh

contoh = = cahaya, cahaya, gelombang gelombang talitali

arah getar searah arah rambatan arah getar searah arah rambatan

1

1 gelombang gelombang = = 1 1 rapatan rapatan + + 1 1 rengganganrenggangan Contoh

Contoh = = bunyibunyi

1.

1. ResonansiResonansi

Ikut bergetarnya suatu benda karena benda Ikut bergetarnya suatu benda karena benda lain yang memiliki frekuensi yang sama lain yang memiliki frekuensi yang sama 2.

2. Gaung / kerdamGaung / kerdam

Bunyi pantul yang hanya terdengar sebagian Bunyi pantul yang hanya terdengar sebagian bersamaan dengan bunyi asli. Gaung terjadi bersamaan dengan bunyi asli. Gaung terjadi di ruang tertutup dan mengganggu bunyi asli di ruang tertutup dan mengganggu bunyi asli ( gedung, gua dll )

( gedung, gua dll ) 3.

3. GemaGema

Bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi Bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Gema terjadi di ruang terbuka (

asli. Gema terjadi di ruang terbuka ( lapangan,lapangan, pantai dll )

pantai dll )

Manfaat bunyi pantul Manfaat bunyi pantul a.

a. Mengukur panjang guaMengukur panjang gua b.

b. Mengukur kedalaman lautMengukur kedalaman laut c.

c. Mengetahui keretakan logamMengetahui keretakan logam d.

d. Proses USGProses USG

A.

A. Cermin DatarCermin Datar Sifat bayangan Sifat bayangan Maya Maya Sama besar Sama besar Tegak Tegak Terbalik ( kiri

Terbalik ( kiri – – kanan ) kanan )

B.

B. Cermin cekung Cermin cekung dan ldan lensa cembungensa cembung

( F + )

( F + )

( mengumpulkan sinar/konvergen)

( mengumpulkan sinar/konvergen) Pembentukan bayangan

Pembentukan bayangan 1.

1. Benda di Ruang 1Benda di Ruang 1

Maya, tegak di perbesar Maya, tegak di perbesar 2.

2. Benda di ruang 2Benda di ruang 2

Nyata , terbalik, di perbesar Nyata , terbalik, di perbesar 3.

3. Benda di ruang 3Benda di ruang 3

Nyata , terbalik, di perkecil Nyata , terbalik, di perkecil 4.

4. Benda di FBenda di F

Di tempat tak hingga Di tempat tak hingga 5.

5. Benda di 2F/R/MBenda di 2F/R/M

Nyata , terbalik, sama besar Nyata , terbalik, sama besar Gelombang Transversal

Gelombang Transversal

Gelombang Longitudinal Gelombang Longitudinal

Gelombang mekanik : butuh medium untuk merambat , Gelombang mekanik : butuh medium untuk merambat , contoh : gel.tali, bunyi, gel.air dll

contoh : gel.tali, bunyi, gel.air dll

Gelombang elektromagnetik : tidak butuh perantara Gelombang elektromagnetik : tidak butuh perantara untuk merambat , contoh:

untuk merambat , contoh: gel.radio, Tv, cahaya gel.radio, Tv, cahaya dlldll

V

V

 = =

tt

V =

V =

λ.

λ. 

V =

V =

T

T

f =

f =

n

n

tt

f =

f =

T

T

T =

T =

tt

n

n

T =

T =

λ 

λ 

 =

 =

n

n

V

V = = cepat cepat rambat rambat ( ( m/s m/s )) S S = = jarak jarak ( ( m m )) t t = = waktu waktu ( ( s s )) T T = = periode periode ( ( s s )) n

n = = banyak banyak gelombang gelombang ( ( buah buah )) f

f = = frekuensi frekuensi ( ( Hz Hz )) T

T = = periode periode ( ( s s ))

λ 

λ 

=

=

panjang satu gelombang ( m )panjang satu gelombang ( m )

Infrasonik Infrasonik

20 Hz

20 Hz 20 KHz20 KHz Audio sonik

Audio sonik UltrasonikUltrasonik

S =

S =

V .t

V .t

Jika ada pemantulanJika ada pemantulanS = jarak ( m )S = jarak ( m )

V = cepat rambat ( m/s ) V = cepat rambat ( m/s ) T = waktu ( s )

T = waktu ( s )

Untuk cermin lengkung dan lensa Untuk cermin lengkung dan lensa Ruang Benda + Ruang bayangan = 5

(6)

C.

C. Cermin cembung dan lensa cekungCermin cembung dan lensa cekung

( F - )

( F - )

( menyebarkan cahaya / divergen )

( menyebarkan cahaya / divergen ) Sifat bayangan selalu

Sifat bayangan selalu Maya , tegak, di perkecil Maya , tegak, di perkecil

F = Fokus / titik api F = Fokus / titik api S = jarak benda S = jarak benda S’= jarak bayangan S’= jarak bayangan M = perbesaran bayangan M = perbesaran bayangan h = tinggi benda h = tinggi benda h’ = tinggi bayangan h’ = tinggi bayangan S’ hasilnya

S’ hasilnya- , maka bayangannya maya- , maka bayangannya maya

A.

A. Mata ( nyata, terbalik, di perkecil )Mata ( nyata, terbalik, di perkecil ) Fungsi organ

Fungsi organ

1.

1. PupilPupil

Mengatur cahaya yang masuk dengan Mengatur cahaya yang masuk dengan cara menebal/menipis

cara menebal/menipis 2.

2. Retina : Membentuk bayanganRetina : Membentuk bayangan 3.

3. Aqueous humorAqueous humor

Membiaskan cahaya yang masuk Membiaskan cahaya yang masuk 4.

4. Iris : Memberi warnaIris : Memberi warna 5.

5. Bintik kuning Bintik kuning : paling : paling peka cahayapeka cahaya 6.

6. Lensa Lensa : : mengatur mengatur pembiasan pembiasan dandan memfokuskan bayangan

memfokuskan bayangan

Cacat mata

Cacat mata

1.

1. MIOPI ( R. Jauh ) ( MIOPI ( R. Jauh ) ( lensa Cekung )lensa Cekung )

Terjadi jika titik jauh mata bergeser mendekat Terjadi jika titik jauh mata bergeser mendekat

P

P = K= Kekuatan Lensa ekuatan Lensa ( di( dioptri )optri ) PR = titik jauh ( cm )

PR = titik jauh ( cm ) 2.

2. HIPERMETROPI ( R. Dekat ) ( Lensa cembung)HIPERMETROPI ( R. Dekat ) ( Lensa cembung)

Terjadi jika titik dekat mata bergeser menjauh Terjadi jika titik dekat mata bergeser menjauh

P

P = k= kekuatan Lensa ekuatan Lensa ( di( dioptri )optri ) PP = titik dekat ( cm )

PP = titik dekat ( cm ) 3.

3. PRESBIOPI (R. Ganda ) ( Lensa Rangkap )PRESBIOPI (R. Ganda ) ( Lensa Rangkap ) Mata tua

Mata tua 4.

4. SILINDRIS/ASTIGMATISME ( Lensa silindris )SILINDRIS/ASTIGMATISME ( Lensa silindris ) Tidak mampu membedakan garis lurus Tidak mampu membedakan garis lurus

B.

B. Lup ( kaca pembesar )Lup ( kaca pembesar )

Sifat

Sifat – – sifat cahaya sifat cahaya 1.

1. Memiliki energiMemiliki energi 2.

2. Dapat di pantulkanDapat di pantulkan 3.

3. Menembus benda beningMenembus benda bening 4.

4. Dapat di biaskanDapat di biaskan

Renggang

Renggang – – rapat = mendekati Garis Normal rapat = mendekati Garis Normal Rapat

Rapat – – renggang = menjauhi garis Normal renggang = menjauhi garis Normal

INGAT,,,,,,,,, INGAT,,,,,,,,,

Yang bisa berpindah hanya ELEKTRON

Yang bisa berpindah hanya ELEKTRON

Amperemeter di pasang seri Amperemeter di pasang seri Voltmeter di pasang paralel Voltmeter di pasang paralel

=

=





M

M =

=

S′

S′

SS

=

=

h′

h′

h

h

P =

P =

 −  − 

P = 4

P = 4

    

Tak berakomodasi , letak benda di F Tak berakomodasi , letak benda di F

P = P =



Berakomodasi , letak benda di ruang 1 Berakomodasi , letak benda di ruang 1

P = P =  + 1+ 1

+

+

PLASTIK PLASTIK EBONIT

EBONIT WOLWOL

-KACA

KACA SUTRASUTRA

+

(7)

-W

W = energi = energi ( ( Joule Joule )) P

P = = daya daya ( ( watt watt )) I

I = = arus arus ( ( A)A) T

T = = waktu waktu ( ( s s )) V

V = = tegangan tegangan jepit jepit ( ( V V )) R R = = hambatan hambatan ((

Ω

Ω

)) Cara pembuatan Cara pembuatan 1. 1. Di gosokDi gosok Ujung Ujung pertama yang pertama yang di sentuh akan di sentuh akan

menjadi kutub yang sama dengan kutub menjadi kutub yang sama dengan kutub magnet

magnet 2.

2. Di aliri Di aliri arus sarus searah earah (DC)(DC)

3.

3. Di induksi / di dekatkanDi induksi / di dekatkan Q menjadi Kutub U Q menjadi Kutub U P menjadi kutub S P menjadi kutub S

 Cara memperbesar elektromagnetCara memperbesar elektromagnet a.

a. Memperbanyak lilitanMemperbanyak lilitan b.

b. Memperbesar arusMemperbesar arus c.

c. Menambah besi lunak ke kumparanMenambah besi lunak ke kumparan

 Pemenfaatan elektromagnetPemenfaatan elektromagnet a.

a. Pengangkat bebanPengangkat beban b.

b. Bel listrikBel listrik c.

c. Relai magnetikRelai magnetik d.

d. Pesawat teleponPesawat telepon e.

e. saklarsaklar

F = gaya lorentz ( F = gaya lorentz ( N )N )

B = medan magnetik ( Tesla) B = medan magnetik ( Tesla) L = panjang kawat ( m ) L = panjang kawat ( m )

 Pemanfaatan Gaya lorentzPemanfaatan Gaya lorentz a.

a. Motor listrikMotor listrik

( kipas angin, bor listrik, pemutar CD ( kipas angin, bor listrik, pemutar CD )) b.

b. Alat ukur listrikAlat ukur listrik

( amperemeter, voltmeter, Avometer ) ( amperemeter, voltmeter, Avometer )

 Memperbesar GGL induksiMemperbesar GGL induksi 1.

1. Mempercepat gerak magnetMempercepat gerak magnet 2.

2. Memperbanyak jumlah lilitanMemperbanyak jumlah lilitan 3.

3. Memperbesar kekuatan magnetMemperbesar kekuatan magnet

  PemanfaatanPemanfaatan 1. 1. GeneratorGenerator 2. 2. TransformatorTransformator 3. 3. DinamoDinamo V = I . R V = I . R

I =

I =

+

+

V = tegangan jepit ( V ) V = tegangan jepit ( V ) I = kuat arus ( A ) I = kuat arus ( A ) R = hambatan ( R = hambatan ( ΩΩ))  = GGL ( V ) = GGL ( V ) R = hambatan dalam ( R = hambatan dalam (ΩΩ)) W = V.I.t W = V.I.t = I.R.I.t = I.R.I.t = P.t = P.t = =  

  

  

P = V.I. P = V.I. = I.R.I. = I.R.I. = =  = =   Biaya

Biaya = = energi energi dalam dalam KWh KWh x x waktu x tarifwaktu x tarif

F

(8)

N N = = lilitanlilitan I I = = Arus Arus ( ( A A )) V V = = Tegangan Tegangan ( ( V V )) P

P = = primer primer / / masukan masukan / / inputinput S

S = Sekunder = Sekunder / / keluaran keluaran / / outputoutput Jenis transformator Jenis transformator

Pasang Purnama / naik = membentuk sudut 180 Pasang Purnama / naik = membentuk sudut 18000 Pasang berbani / turun =

Pasang berbani / turun = membentuk sudut 90membentuk sudut 9000

Pasang Surut

Pasang Surut

STEP UP STEP UP Vs > Vp , Ns > Np , Is < Ip Vs > Vp , Ns > Np , Is < Ip STEP DOWN STEP DOWN Vs < Vp , Ns < Np , Is > Ip Vs < Vp , Ns < Np , Is > Ip Planet

Planet terbesar terbesar = = YupiterYupiter Planet

Planet bercincin bercincin horizontal horizontal = = SaturnusSaturnus Planet

Planet bercincin bercincin vertikal vertikal = = UranusUranus Disebut

Disebut bintang bintang kejora kejora / / bintang bintang pagi pagi = = VenusVenus Planet

Planet merah merah = = MarsMars

Pengelompokan planet Pengelompokan planet

1.

1. Bumi sebagai pembatasBumi sebagai pembatas

Inferior

Inferior : merkurius & Venus : merkurius & Venus

Superior

Superior : mars, yupiter, saturnus, uranus, : mars, yupiter, saturnus, uranus, neptunus

neptunus 2.

2. Asteroid sebagai pembatasAsteroid sebagai pembatas

Planet dalam/ inner planets

Planet dalam/ inner planets : merkurius, venus, : merkurius, venus, bumi, mars

bumi, mars

Planet luar/ outer planets

Planet luar/ outer planets : yupiter saturnus, : yupiter saturnus, uranus, neptunus

uranus, neptunus 3.

3. Berdasarkan ukuran dan komposisiBerdasarkan ukuran dan komposisi

Terestrial

Terestrial ( punyusunnya berupa batuan ) : ( punyusunnya berupa batuan ) : merkurius, venus, bumi, mars

merkurius, venus, bumi, mars

Jovian

Jovian ( berukuran besar, penyusunnya berupa es ( berukuran besar, penyusunnya berupa es dan gas hidrogen ) : yupiter, saturnus, uranus, dan gas hidrogen ) : yupiter, saturnus, uranus, neptunus

neptunus

Benda antarplanet Benda antarplanet

1.

1. Asteroid/ PlenetoidAsteroid/ Plenetoid

Bongkahan batu antara mars dan yupiter Bongkahan batu antara mars dan yupiter

2.

2. Komet / bintang berekorKomet / bintang berekor

Bongkahan es dan debu yang mengitari Bongkahan es dan debu yang mengitari matahari dengan orbit elips

matahari dengan orbit elips

Arah ekor selalu menjauhi matahari Arah ekor selalu menjauhi matahari

3.

3. MeteoridMeteorid

Batuan

Batuan – – batuan yang terletak di ruang antar batuan yang terletak di ruang antar planet

planet 4.

4. Meteor / bintang jatuhMeteor / bintang jatuh

Cahaya meteorid yang tampak akibat Cahaya meteorid yang tampak akibat bergesekan dengan atmosfer bumi bergesekan dengan atmosfer bumi 5.

5. MeteoritMeteorit

batuan meteorid yang sampai permukaan bumi batuan meteorid yang sampai permukaan bumi

1.

1. Terjadinya siang dan malamTerjadinya siang dan malam

2.

2. Gerak semu harian matahariGerak semu harian matahari

3.

3. Perbedaan waktuPerbedaan waktu

4.

4. Perubahan arah anginPerubahan arah angin 1.

1. Perbedaan lamanya siang dan malamPerbedaan lamanya siang dan malam 2.

2. Perubahan musimPerubahan musim 3.

3. Perubahan letak rasi bintangPerubahan letak rasi bintang 4.

4. Gerak semu tahunan matahariGerak semu tahunan matahari

Akibat Rotasi Bumi Akibat Rotasi Bumi

Akibat

Referensi

Dokumen terkait

Selain gaya penceritaan, dari sisi teknis produksi ( creative technic) juga mengenal gaya tersendiri, di antaranya adalah: (1) MTV influence , sejak kemunculan MTV, gaya video musik

mengistirahatkan tubuh (tidur) selama 15 menit agar tubuh pekerja kembali dalam kondisi fit untuk bekerja. 2) Perusahaan sebaiknya mengajukan permintaan kepada

Maskulin menurut Hoyenga &amp; Hoyenga (dalam Nauly, 2003) adalah ciri-ciri yang berkaitan dengan peran gender yang lebih umum terdapat pada laki-laki, atau suatu peran atau

Kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit tidak menular agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses

Saya yang bertanda tangan di bawah ini telah mendapat penjelasan tentang penelitian yang akan dilakukan oleh Sartina Lylys Susiyanti Malau, yang berjudul Pengetahuan Ibu

Network adalah jaringan dari sistem komunikasi data yang melibatkan sebuah atau lebih sistem komputer yang dihubungkan dengan jalur transmisi alat komunikasi membentuk satu

Residential Property Price Index Growth of Property Sales (% qtq).. • Residential property sales

Upaya untuk siswa/siswi yang berperilaku sudah baik harus bisa mempertahankan perilaku bersih dan sehat di sekolah dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak merokok di