• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

9

LANDASAN TEORI

2.1 Sistem Informasi Akuntansi 2.1.1 Pengertian Sistem

M enurut M ulyadi (2001, p5) sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.

M enurut M athiassen (2000, p9) sistem adalah “ a collection of components that implement modeling requirements, functions, and interface.”, yang berarti kumpulan komponen yang menerapkan model kebutuhan, fungsi dan tampilan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah gabungan komponen yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu.

2.1.2 Pengertian Informasi

M enurut M cleod (2004, p3) informasi adalah “processed data that is meaningful ; it usually tells the user something that she or he did not already know”, yang berarti data proses yang berarti, biasanya memberitahukan pengguna mengenai hal yang tidak diketahui sebelumnya. Jadi informasi adalah data yang telah mengalami proses sehingga menjadi berguna bagi para pemakai.

(2)

M enurut O’Brien yang diterjemahkan oleh Fitriasari dan Kwary (2005, p38) informasi adalah data yang telah diubah menjadi konteks yang berarti dan berguna bagi para pemakai akhir tertentu.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah mengalami proses sehingga menjadi berguna bagi para pemakai.

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

M enurut Jones dan Rama (2006, p5) Sistem Informasi Akuntansi adalah “a subsystem of an MIS that provides accounting and financial information, as well as other information obtained in the routine processing of accounting transactions”, yang berarti suatu subsistem dari sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi akuntansi dan manajemen yang diperoleh dalam kegiatan rutin dari transaksi akuntansi.

M enurut Bodnar dan Hopwood (2001, p1), “Accounting Information Systems is collection of resources, such as people and equipment, designed to transform financial and other data into information ”, yang berarti kumpulan dari sumber daya, seperti manusia dan peralatan, untuk mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem komputer yang dirancang untuk menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, dan informasi lainnya yang diperoleh dari mengumpulkan dan memproses berbagai transaksi perusahaan.

(3)

2.1.4 Komponen S istem Informasi Akuntansi

Romney dan Steinbart (2006, p6-7) menyatakan, ”Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari lima komponen, yaitu :

1. People, yang mengoperasikan sistem dan melakukan berbagai fungsi. 2. Procedures, baik yang manual maupun otomatis termasuk dalam kegiatan

pengumpulan, pemrosesan, dan penyimpanan data tentang kegiatan organisasi.

3. Data, tentang kegiatan / proses bisnis organisasi. 4. Software, digunakan untuk memproses data organisasi.

5. Information Technology Infrastructure, termasuk didalamnya komputer, dan peralatan komunikasi jaringan”

2.1.5 Kegunaan Sistem Informasi Akuntansi

M enurut Jones dan Rama (2006, p6), kegunaan dari Sistem Informasi Akuntansi adalah :

a. Producing External Reports

Businesses use of accounting information system to produce special reports to satisfy the information needs of investors, creditors, tax collectors, regulatory agencies and others.

b. Supporting Routine Activities

Managers need an accounting information system for handling routine operating activities during the firm’s operating cycle.

(4)

c. Decision Support

Information is also needed for nonroutine decision support at alllevels of an organization.

d. Planning and Controlling

An information system is required for planning and control activities as well. Information concerning budgets and standard costs is stored by the information system, and reports are designed to compare budgets figures to accrual amounts.

e. Implementing Internal Control

Internal controls includes the policies, procedures, and information system used to protect a company’s assets from loss or embezzlement and to maintain accurate financial data. It is possible to build controls into a computerized accounting information system to help reach these goals. Yang berarti :

a. M enghasilkan Laporan Eksternal

Penggunaan sistem informasi akuntansi untuk menghasilkan laporan khusus untuk memenuhi kebutuhan investor, kreditur, kolektor pajak, agen hukum, dan lainnya.

b. M endukung Aktivitas Rutin

M anajer membutuhkan sistem informasi akuntansi untuk mengatasi operasi rutin dari siklus operasi perusahaan.

c. M embantu Pengambilan Keputusan

Informasi juga dibutuhkan untuk hal-hal nonrutin seperti mendukung proses pengambilan keputusan untuk berbagai level dalam organisasi.

(5)

d. Kontrol dan Perencanaan

Sistem informasi dibutuhkan untuk aktivitas perencanaan dan kontrol, seperti hal-hal yang berhubungan dengan anggaran dan biaya standar yang disimpan dalam sistem informasi, dan laporan didesain untuk membandingkan antara yang direncanakan dengan hasil sebenarnya. e. Penerapan Kontrol Internal

Kontrol internal mencakup aturan, prosedur dan sistem informasi yang digunakan untuk melindungi aset perusahaan dari kehilangan atau pencurian, dan untuk memelihara keakuratan data keuangan. Hal ini mungkin untuk menciptakan kontrol ke sistem akuntansi yang terkomputerisasi untuk mencapai tujuan ini.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi adalah subsistem dari sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi akuntansi dan manajemen untuk mengubah data akuntansi menjadi informasi.

2.1.6 Pengertian Analisis Sistem

M enurut O’Brien yang diterjemahkan oleh Fitriasari dan Kwary (2005, p518), analisis sistem merupakan studi mendalam mengenai informasi yang dibutuhkan oleh pemakai akhir yang menghasilkan persyaratan fungsional (functional requirement) yang digunakan sebagai dasar untuk desain sistem informasi baru.

M enurut M ulyadi (2001, p41) analisis sistem adalah mengidentifikasi informasi yang diperlukan oleh pemakai untuk melaksanakan pekerjaannya.

(6)

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Analisis Sistem adalah sebuah proses dalam mengamati kinerja sistem yang ada untuk menghasilkan sistem yang baru agar dapat digunakan oleh user.

2.1.7 Pengertian Perancangan Sistem

M enurut M ulyadi (2001, p51) desain sistem adalah proses penterjemahan kebutuhan pemakai informasi kedalam alternative rancangan sistem informasi yang diajukan pada pemakai informasi untuk pertimbangan. M enurut O’Brien yang diterjemahkan oleh Fitriasari dan Kwary (2005, p521) desain sistem terdiri dari aktivitas desain yang menghasilkan spesifikasi sistem yang memenuhi persyaratan fungsional yang dikembangkan dalam proses analisis sistem.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa perancangan sistem adalah suatu tahapan dimana kita harus menentukan bagaimana membangun atau menyusun sistem informasi yang terbaik sesuai dengan kebutuhan pemakai informasi.

2.2 Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Objek Orinted 2.2.1 UML (Unified Modeling Language)

2.2.1.1 Pengertian UML (Unified Modeling Language)

M enurut Jones dan Rama (2006, p60) Unified Modeling Language (UML) adalah “ a language used for specifying,visualizing, constructing, and documenting an information system “, yang berarti

(7)

suatu bahasa untuk menentukan, menggambarkan, membuat, dan mendokumentasikan suatu sistem informasi.

M enurut Larman (2002, p4) “UML is a language for specifying, visualizing, constructing, and documenting the artifacts of software systems, as well as for bussiness modeling and other non-software systems.“, yang berarti UM L adalah bahasa untuk menspesifikasikan, memvisualisasikan, mengkonstruksikan dan mendokumentasikan hal-hal dari sistem software, sama seperti model bisnis dan sistem non-software lainnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Unified Modeling Language (UML) adalah suatu alat yang digunakan untuk mendesain dokumentasi data.

2.2.1.2 Activity Diagram

2.2.1.2.1 Identifikasi Event

Pedoman untuk menentukan events menurut Jones dan Rama (2006, p21) yaitu:

1. Recognize the first event in a process when a person or department with in a organization becomes responsible for an activity.

2. Ignore activities that do not require participation by an internal agent.

3. Recognize a new event when responsibility is transferres from one internal agent to another.

(8)

4. Recognize a new event when a process has been interrupted and resumed later by the same internal agent.

5. Use an event name and description that reflects the broad nature of the event.

Yang berarti :

1. M engenali event pertama dalam suatu proses ketika orang atau bagian pada organisasi bertanggung jawab pada suatu kegiatan.

2. Abaikan kegiatan yang tidak dilakukan oleh internal agent. 3. M engenali event baru ketika perpindahan tanggung jawab

antara internal agent dengan yang lainnya.

4. M engenali event baru ketika suatu proses akan dilakukan atau dijadwalkan kembali oleh internal agent yang sama.

5. M emberikan nama pada event.

2.2.1.2.2 Pengertian Workflow Table

M enurut Jones dan Rama (2006, p73) workflow table yaitu “ information in a simple two-column format called ”, yang berarti suatu table yang terbagi menjadi dua kolom table yang mengidentifikasikan para actor dan aktivitas yang dilakukan dalam suatu proses.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa workflow table adalah tabel dua kolom yang menunjukkan hubungan antara aktor dan aktivitas yang saling berhubungan dalam suatu proses.

(9)

2.2.1.2.3 Pengertian Activity Diagram

M enurut Jones dan Rama (2006, p60) UML Activity Diagram merupakan “ a map in understanding business processes by showing the sequence of activities in the process “, yang berarti sebuah diagram yang menunjukkan urutan aktivitas dalam suatu proses.

M enurut Whitten (2004, p450) UML Activity Diagram merupakan , ”a diagram that can be used to graphically depict the flow of abusiness process, the steps of a use case, or the logic of an object behavior”, yang berarti Sebuah diagram yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan secara grafis alir proses bisnis, tahap-tahap dari use case, atau logika dari object behavior.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa activity diagram adalah diagram yang menunjukkan rangkaian aktivitas dalam proses yang menunjukkan tampilan dan operasi dan transisi-transisi yang dipicu oleh kelengkapan atas operasi.

2.2.1.2.4 Klasifikasi Activity Diagram 2.2.1.2.4.1 Overview Acti vity Diagram

M enurut Jones dan Rama (2006, p61), overview activity diagram adalah “The overview activity diagram presents a high-level view of the business process by documenting the key events, the sequence of these events, and the information flows among these events”, yang berarti

(10)

diagram yang menggambarkan tampilan level tinggi dari proses bisnis dengan mendokumentasikan event-event yang penting, urutannya, dan informasi yang menyertai event tersebut.

M enurut Jones dan Rama (2006, p65) dalam menyiapkan overview activity diagram terdapat langkah-langkah sebagai berikut :

• Membaca narasi dan mengidentifikasi event-event yang penting.

• Mencatat narasi secara jelas untuk mengidentifikasi event-event yang terlibat di dalamnya.

• Menggambarkan agent (aktor) yang terlibat dalam proses bisnis yang terjadi.

• Membuat diagram masing-masing event dan menunjukkan urutan event yang terjadi.

• Menggambarkan dokumen yang dibuat dan digunakan dalam proses bisnis, serta menggambarkan aliran informasi dari dokumen tersebut.

• Menggambarkan table files yang dibuat dan digunakan dalam proses bisnis, serta menggambarkan aliran informasi dari files tersebut.

(11)

2.2.1.2.4.2 Detailed Activity Diagram

Detailed activity diagram menurut Jones dan Rama (2006, p61) adalah “The detailed diagram is similar to a map of a city or town. It provides a more detailed representation of the activities associated with one or two events shown on the overview diagram”, yang berarti diagram yang menggambarkan aktivitas yang saling berhubungan secara detail atau rinci dengan satu atau dua event yang terdapat pada overview diagram.

M enurut Jones dan Rama (2006, p80), dalam menyiapkan detailed activity diagram terdapat langkah-langkah sebagai berikut :

a. M encatat narasi untuk menunjukkan aktivitas. b. M enyiapkan workflow table.

c. M engidentifikasi detailed diagram yang dibutuhkan.

2.2.1.2.5 Komponen-Komponen Activity Diagram

M enurut Jones dan Rama (2006, p62), komponen utama activity diagram adalah :

a. Swimlane

“swimlane is a column in an activity diagram that separates activities or events according to the person or department responsible for the particular event or activity”, yang berarti sebuah kolom dalam activity diagram yang memisahkan aktivitas

(12)

atau event berdasarkan orang atau departemen yang bertanggun g jawab atas aktivitas atau event yang berhubungan.

b. “Agen outside the organization (e.g., the customer) are also represented in swimlanes”, yang berarti agen-agen di luar organisasi (seperti konsumen) ditampilkan dalam swimlane.

c. “The computer system used to record and process AIS data is represented by a swimlane”, yang berarti sistem komputer digunakan untuk mencatat dan memproses data SIA ditampilkan dalam sebuah swimlane.

d. A solid circle

“Represents the start of the process. It appears in the swimlane of the agent (inside or outside the organization) who initiates the process”, yang berarti sebuah lingkaran berisi menunjukkan awal dari proses. Ini muncul dalam swimlane agen (dalam maupun luar perusahaan) yang memulai proses.

e. Event

f. Continuous lines with arrows are used to show the sequence of events”, yang berarti garis panah menunjukkan urutan dari event.

(13)

reports”, yang berarti kita menggunakan simbol dokumen untuk menampilkan dokumen sumber dan laporan-laporan.

h. “Dotted line with arrows are used to represent the flow of information between events”, yang berarti garis panah terputus-putus menunjukkan arus informasi antara event.

i. “Data may be read from or recorded in computer files during business events”, yang berarti data bisa dibaca dari atau dicatat dalam komputer selama event bisnis.

j. “Dotted lines are used to connect events and tables to show how table data are created or used by events”, yang berarti garis putus-putus digunakan untuk menghubungkan event dan table untuk menunjukkan bagaimana table data dibuat dan digunakan oleh event.

k. “A bull’s eye represents the end of the process”, yang berarti sebuah sasaran menunjukkan akhir dari proses.

(14)

2.2.1.3 UML Class Diagram 2.2.1.3.1 Pengertian Class

M enurut M athiassen (2000, p49) Class adalah, “A description of a collection of objects sharing structure, behavioral pattern, and attributes”, yang berarti kumpulan objek-objek yang memiliki struktur, sifat-sifat dan atribut yang sama.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa class adalah kumpulan dari definisi data dan fungsi-fungsi ke dalam satu unit.

2.2.1.3.2 Pengertian Attribute

M enurut M athiassen (2000, p89) Attribute adalah, “A descriptive property of a class or an event”, yang berarti sebuah sifat dari suatu kelas yang menjelaskan kelas tersebut.

M enurut Jones dan Rama (2006, p162), “attribute is a smallest unit of data that can have meaning to a user”, yang berarti attribute adalah unit data terkecil yang memiliki makna bagi user.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa attribute adalah data item yang didefinisikan dalam sebuah class.

2.2.1.3.3 Pengertian Behaviour

M enurut M athiassen (2000, p89) Behaviour adalah, “A description of possible event traces for all objects in a class”,

(15)

yang berarti deskripsi dari event trace yang memungkinkan untuk semua objek dalam suatu class memiliki pengaruh pada event.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa behaviour adalah event-event yang mungkin dilakukan oleh semua objek dalam suatu class.

2.2.1.3.4 Pengertian Event

M enurut Jones dan Rama (2006, p4), “event are activities that happen at a particular point in time.”, yang berarti event adalah kejadian yang terjadi pada suatu waktu tertentu.

M enurut M athiassen (2000, p51), event adalah “An instantaneous incident involving one or more objects.”, yang berarti kejadian yang terjadi seketika, yang mencakup satu atau lebih objek.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa event adalah kegiatan yang terjadi pada saat tertentu secara langsung yang terdiri dari satu atau lebih objek.

2.2.1.3.5 Pengertian UML Class Diagram

M enurut Jones and Rama (2006, p181), ”UML Class Diagram is a database that can used to document table in an AIS. Relationship between tables and attributes of tables”. Yang berarti UML Class Diagram adalah suatu database yang dapat digunakan untuk mendokumentasikan tabel dalam sistem

(16)

informasi akuntansi dan menjelaskan hubungan antar tabel dan perlengkapan dalam tabel tersebut”.

Menurut Whitten (2004, p455), ”Class diagram is a graphical deciption of system’s static object structure, showing object classes that the system is composed of as well as the relationship between those object classes”, yang berarti Class diagram adalah gambaran dari struktur obyek dalam sistem yang menunjukkan kelas obyek bahwa sistem tersusun atas kelas obyek yang saling memiliki hubungan”.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa UML class diagram adalah sekumpulan atas class - class, interface – interface yang dihubungkan dengan class yang lainnya.

2.2.1.3.6 Hubungan – Hubungan dalam Class Diagram 1. One to one

Hubungan one to one antara entity tidak dekat seperti hubungan one to many, tetapi dapat terjadi dalam AIS (Accounting Information System).

2. One to many/ many to one

Hubungan one to many atau hubungan many to one dalam biasa digunakan dalam sistem akuntansi.

3. Many to many

Hubungan many to many dapat diubah kedalam dua hubungan dalam menambahkan suatu table diantaranya.

(17)

2.2.1.4 UML Use Case Diagram

2.2.1.4.1 Pengertian Use Case

M enurut Jones dan Rama (2006, p267), “Use Case is sequence of steps that occur when an “actor” is interacting with the system for a particular purpose.”, yang berarti use case adalah rangkaian langkah-langkah yang melibatkan interaksi antara pelaku dan sistem untuk tujuan tertentu.

M enurut M athiassen (2000, p119), “Use Case is a pattern for interaction between the system and actors in the application domain.”, yang berarti use case adalah pola dari interaksi antara sistem dan aktor dalam application domain.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa use case adalah pola dari interaksi antara sistem dan aktor dalam application domain untuk tujuan yang nyata.

2.2.1.4.2 Pengertian Actor

M enurut pengertian M athiassen (2000, p119) “Actor is an abstrtaction of users or other systems that interact with the target system” yang berarti actor adalah sebuah hasil abstraksi dari user atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem target.

M enurut Jones dan Rama (2006, p267),”an actor can be a person, computer, or event another system.”, yang berarti aktor dapat diartikan orang, komputer, atau bahkan sistem yang lain.

(18)

Jadi, dapat disimpulkan bahwa actor adalah peranan dalam bentuk abstraksi yang berinteraksi dengan target sistem.

2.2.1.4.3 Pengertian Use Case Diagram

M enurut Jones dan Rama (2006, p288), use case diagram adalah “A list of use cases that occur in an application and that indicate the actor responsible for each use case.”, yang berarti daftar dari use case yang terjadi dalam aplikasi dan mengindikasi tanggung jawab actor untuk setiap use case.

Sedangkan menurut M athiassen (2000, p343), ”A use case diagram shows the relationship among actors and use cases.”, yang berarti use case diagram menampilkan hubungan antara actor dan use case.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa use case diagram adalah suatu diagram yang menampilkan hubungan antara actor dengan use case di dalam sistem dan menampilkan aktor-aktor yang berpartisipasi dalam use case tertentu.

2.2.1.4.4 Simbol Use Case Diagram

M enurut M athiasen (2000, p343) use case diagram menampilkan hubungan antara aktor dan use case. Ada beberapa elemen atau symbol yang terdapat pada use case diagram yaitu :

(19)

a. Actor

Actor1

b. Use Case

UseCase1

c. Use Case Group

System

d. Paticipation

2.2.2 Rancangan Database

2.2.2.1 Pengertian Rancangan Database

M enurut Jones dan Rama (2006, p156), Database adalah “comprehensive collection of related data.”, yang berarti kumpulan dari data yang luas dan berhubungan. Jadi database adalah kumpulan data yang terhubung yang dibutuhkan untuk mendukung operasi organisasi.

M enurut Connoly dan Begg (2002, p279), database design adalah “ the process of creating a design that will support the enterprise’s

(20)

operations and objectives ”, yang berarti perancangan database adalah proses perancangan untuk sebuah basis data yang mendukung operasi dan tujuan perusahaan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa database adalah sekumpulan data dan file yang saling berhubungan dan dibutuhkan untuk mendukung operasi organisasi.

2.2.2.2 Tahapan Perancangan Database

M enurut Connolly dan Begg (2002, p281-282), Ada tiga tahapan rancangan database yaitu :

1. Conceptual Database Design

”The process of constructing a model of the information used in an enterprise, independent of all physical considerations”, yang berarti Proses untuk membangun satu model dari keterangan yang dipergunakan pada satu perusahaan, tidak terikat dari semua bahan pertimbangan fisik.

2. Logical Database Design

”The process of constructing a model of the information used in an enterprise based on a specific data model, but independent of a particular DBMS and other physical considerations”, yang berarti Proses untuk membangun satu model dari keterangan yang dipergunakan pada satu perusahaan berlandaskan satu model data spesifik, tetapi tidak terikat dari DBMS tertentu dan bahan pertimbangan phisik lain.

(21)

3. Physical Database Design

”The process of producing a description of the implementation of the database on secondary storage; it describes the base relations, file organizations, and indexes

used to achieve efficient access to the data, and any associated integrity constraints and security measure”, yang berarti Proses untuk menghasilkan satu uraian tentang implementasi dari database pada gudang sekunder; ini mendeskripsikan hubungan dasar, data organisasi, dan tolak ukur yang dipergunakan untuk mencapai akses efisien ke data, dan apapun batasan integritas berhubungan dan ukuran jaminan keamanan.

2.2.3 Rancangan Formulir

2.2.3.1 Pengertian Rancangan Formulir

M enurut M ulyadi (2001, p3) formulir adalah dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi.

M enurut Jones dan Rama (2006, p315), “Form is a formatted document containing blank fields that users can fill in with data”, yang berarti formulir adalah suatu dokumen yang terancang yang berisi field kosong yang dapat diisi data oleh pemakai.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa formulir adalah tampilan pada layar yang berupa tabel-tabel yang merupakan inti dari database yang dapat digunakan untuk mengentry dan mengedit data.

(22)

2.2.3.2 Jenis Tipe Input Form

Jenis-jenis formulir menurut Jones dan Rama (2006, p262-264) yaitu:

1. Single Record Entry Form

Digunakan untuk meng-entry atau memodifikasi suatu record pada satu tabel.

2. Tabular Entry Form

Digunakan untuk meng-entry atau memodifikasi beberapa record pada satu table.

3. Multi Table Entry Form

Digunakan untuk meng-entry atau memodifikasi record dalam satu atau lebih tabel.

2.2.3.3 Elemen Penting Form

M enurut Jones dan Rama (2006, p268-270), ada lima elemen penting form, yaitu Attributes Recorded in Tables, Attributes Displayed from Table, Calculated Fields, Foreign Keys, dan Queries.

a) Attributes Recorded in Tables

”Attributes Recorded in Tables are indicated in the documentation”, yang berarti Atribut yang disimpan di dalam tabel yang menunjukkan di dalam pola dokumen.

b) Attributes Displayed from Table

”Additional attributes may be displayed from other tables to help the oder entry clerk. This attributes are obtained by reading from

(23)

tables. In other words, the user is not recording new data for these attribute”, yang berarti atribut tambahan dapat ditampilkan dari table lain untuk membantu dalam mencatat penulisan pesanan. Atribut ini dapat dilihat dari tabel. Dengan kata lain, user tidak mencatat lagi data baru untuk atribut ini.

c) Calculated Fields

”Forms may also include fields calculated from the data in tables. For example, the Quantity fields (Order_Detail Table) and Price fields (Inventory Table) can be used to compute the Extended_Price”,

yang berarti formulir juga termasuk dalam fields calculate dari data dalam tabel. Sebagai contoh : kolom kuantitas (Order_Detail Table) dan kolom harga (Tabel Persediaan) dapat digunakan untuk menghitung jumlah harga.

d) Foreign Keys

”A final issue to consider as you develop the form template relates to foreign keys”, yang berarti pokok persoalan terakhir untuk mempertimbangkan perkembangan pola fomulir yang berhubungan dengan foreign key.

e) Queries

”In Microsoft Access, the main form and subforms are each designed to capture information in a table or query. If the main form consists of data from two tables (Order and Customer), you should join the main form tables into a join query before building

(24)

your form. Queries make it easier to link related data”, yang berarti dalam Microsoft Access, setiap fomulir utama dan subforms dirancang untuk menangkap informasi dalam tabel dan queries. Jika fomulir utama memiliki data dari dua tabel (order dan customer), kita harus menggabungkan table fomulir utama ke join query sebelum kita membuat fomulir. Queries mempermudah menghubungkan data yang terkait.

2.2.4 Rancangan Layar

2.2.4.1 Pengertian Rancangan Layar

M enurut M athiassen (2000, p151) Interface adalah “Facilities that make a system`s model and functions available to actor ”, yang berarti fasilitas yang memampukan model sistem dan fungsinya tersedia bagi pelaku.

M enurut Britton dan Doake (2003, p268) Layar atau interface adalah suatu tampilan yang berhubungan dengan dunia luar.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Interface adalah sekumpulan pengenalan operasi umum yang berhubungan dengan dunia luar dan dapat dilihat secara eksternal yang membuat sebuah model dan fungsi sistem yang dapat digunakan oleh pelaku.

(25)

2.2.4.2 Elemen Rancangan Layar

M enurut Jones dan Rama (2006, p271-272), ada enam elemen rancangan layar yaitu Text Boxes, Labels, Look-Up Feature, Command Buttons, Radio Buttons, Check Boxes.

a. Text Boxes

”Text Boxes are spaces on a form that are used to enter information that is added to a table or to display information that is read from a table”, yang berarti text boxes adalah tempat dalam fomulir yang digunakan untuk pemasukan informasi yang ditambahkan ke tabel atau untuk menampilkan informasi yang dibaca dari tabel.

b. Labels

”Labels help the user understand what information needs to be entered”, yang berarti labels membantu pengguna untuk mengerti informasi apa yang dibutuhkan atau dimasukkan.

c. Look-Up Feature

”A look-Up Feature is frequently added to text boxes that are used for entering foreign keys”, yang berarti Look-Up Feature sering ditambahkan untuk text boxes yang digunakan untuk memasukkan foreign key.

d. Command Buttons

”Command button s are used to performan action”, yang berarti command buttons digunakan untuk melaksanakan sebuah aktivitas atau tindakan.

(26)

e. Radio Buttons

”Radio button allows users to select one of a set of option”, yang berarti radio button memberikan kesempatan pada user untuk memilih satu dari beberapa pilihan.

f. Check Boxes

”Check boxes are similar to radio buttons, but more than one option can be selected”, yang berarti check boxes mirip dengan radio buttons, tapi bisa memilih lebih dari satu pilihan yang dapat dipilih.

2.2.5 Rancangan Laporan

2.2.5.1 Pengertian Rancangan Laporan

M enurut M ulyadi (2001, p5), laporan adalah informasi yang merupakan keluaran sistem akuntansi dan berbentuk hasil cetak komputer dan tayangan pada layar monitor komputer.

M enurut Jones dan Rama (2006, p201) “Report is a formatted and organized presentation of data.”, yang berarti laporan adalah data yang sudah diatur dan difomat tampilannya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa laporan merupakan suatu hasil dari sekumpulan data-data yang diolah menjadi suatu informasi dan dicetak atau ditampilan menjadi hasil laporan.

(27)

2.2.5.2 Elemen Rancangan Laporan

M enurut Jones dan Rama (2006, p214-215) ada lima elemen rancangan laporan yaitu Label Boxes and Text Boxes, Grouping Attribute, Group Header, Group Detail, Group Footer.

a. Label Boxes and Text Boxes

”Two important element of any report are labels and data. In Microsoft Access, these element are reffered to as label boxes and text boxes.

Label Boxes display descriptive text and are unaffected by data in a

table. Label Boxes are static and do not change when the underlying data changes. Text Boxes display data taken or derived from a table. Text Boxes are dynamic. The information displayed in a text box depends on the current contents of an uderlying table ”, yang berarti dua elemen penting dari berbagai laporan adalah labels dan data. Dalam Microsoft Access, elemen ini tertuju pada label boxes dan text boxes. Tampilan label boxes menerangkan text dan tidak memiliki dampak oleh data di dalam tabel. Label boxes statis dan tidak berubah ketika data dasar berubah. Tampilan Text Boxes menerangkan data yang diambil atau diperoleh dari tabel. Text Boxes dinamis. Informasi yang diterangkan dalam text boxes tergantung pada isi sementara dari tabel dasar.

b. Grouping Attribute

”Grouped reports are grouped by something”, yang berarti kelompok laporan yang dikelompokkan oleh sesuatu.

(28)

c. Group Header

”The group header can be used to present information that is common to the group”, yang berarti group header dapat digunakan untuk informasi yang sekarang dimana hal itu umum untuk kelompok.

d. Group Detail

”Transactions pertaining to the group are listed in the group detail section”, yang berarti berhubungan dengan kelompok transaksi yang telah diurutkan ke dalam bagian rinci kelompok.

e. Group Footer

”Group Footers can also be used to provide useful information in group report. The footer is often used to present summary information about the group”, yang berarti group footer dapat juga digunakan untuk mendapatkan informasi yang berguna dalam laporan yang dikelompokan”.

2.2.6 Navigation Diagram

M enurut M athiassen (2000, p344), “A navigation diagram is a special kind of statechart diagram that focuses on the overall dynamics of the user interface.”, yang berarti navigation diagram adalah jenis khusus dari statechart diagram yang menitikberatkan pada tampilan user interface.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa navigation diagram adalah diagram yang menunjukkan keterlibatan dan transisi diantara windows atau interface atau diagram pemandu bagi user yang ingin mengetahui langkah-langkah

(29)

sistem. Navigation diagram biasanya digunakan untuk membuat user interface dari program yang akan dibuat.

2.3 Teori Khusus

2.3.1 Pengertian Pendapatan

M enurut Standar Akuntasi Keuangan Per 1 September 2007 (2007, PSAK No.23), pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode bila arus masuk tersebut menyebabkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

2.3.2 Siklus Pendapatan

M enurut Jones dan Rama (2006, p443), siklus pendapatan pada tipe organisasi yang berbeda memiliki ciri yang mirip dan meliputi beberapa atau seluruh operasi dibawah ini:

1. Respond to customer inquiries.

2. Develop agreements with customer to provide goods and services in the future.

3. Provide services or ship goods to the customer. 4. Recognize claim for goods and services provided. 5. Collect cas.

6. Deposit cash in the Bank. 7. Prepare report.

(30)

Yang berarti :

1. M enanggapi keterangan pelanggan.

2. M engadakan perjanjian dengan pelanggan mengenai penyediaan barang dan jasa di masa mendatang.

3. M enyediakan jasa atau mengantar barang kepada pelanggan. 4. M engakui tagihan atas barang dan jasa yang diberikan. 5. M enagih kas.

6. M enyimpan kas di Bank. 7. M empersiapkan laporan.

2.3.3 Pengertian Pengakuan Pendapatan

M enurut Stice, Stice, dan Skousen (2004, p567), pengakuan mengacu pada waktu pencatatan transaksi dalam pembukuan. Terdapat dua kriteria FASB untuk pengakuan pendapatan dan keuntungan, yaitu pendapatan dan keuntungan umumnya diakui bila:

1. Pendapatan atau keuntungan tersebut sudah direalisasikan atau dapat direalisasi.

2. Pendapatan atau keuntungan tersebut diperoleh dari penyelesaian secara substansial atau aktivitas-aktivitas yang terkait dengan proses menghasilkan.

(31)

M etode pengakuan pendapatan terdiri dari 2 metode, yaitu : 1. M etode persentase penyelesaian

Adalah dimana suatu perusahaan mengakui pendapatan dan biaya dari suatu kontrak saat kontrak tersebut sedang bergerak menuju penyelesaian dan bukannya menangguhkan pengakuan dari unsur-unsur ini sampai kontrak selesai. M etode ini dikelompokkan dalam 2 kategori, yaitu:

a. Ukuran masukkan yang meliputi :

1. M etode biaya ke biaya. Langkah-langkah metode ini adalah:

• Membandingkan biaya yang sudah dikeluarkan dengan taksiran terbaru mengenai jumlah total biaya yang diharapkan untuk menyelesaikan proyek.

• Menentukan laba tahun berjalan dengan mengalihkan persentase yang dihasilkan dari perbandingan antara biaya yang sudah dikeluarkan dan jumlah total biaya yang diharapkan dengan laba bersih yang diharapkan dari proyek. 2. M etode usaha atau effort

M etode usaha yang dicurahkan yang didasarkan pada ukuran tertentu dari pekerjaan yang dilaksanakan. Dalam menghitung tingkat penyelesaian proyek menggunakan cara yang sama dengan metode biaya ke biaya namun menggunakan ukuran yang berbeda. Ukuran yang meliputi : jam kerja, upah buruh, jam mesin atau kuantitas bahan.

(32)

b. Ukuran keluaran

M enggunakan metode yang didasarkan pada unit yang dihasilkan dan pertambahan nilai. Termasuk dalam metode ini didasarkan pada unit yang diproduksi, tahapan-tahapan kontrak yang telah dicapai, dan nilai tambah. Estimasi-estimasi pada metode ukuran keluaran biasanya didasarkan pada kemajuan fisik yang dibuat atas suatu kontrak.

2. M etode kontrak selesai

Langkah-langkah dalam metode kontrak selesai adalah sebagai berikut : • Membebankan semua biaya-biaya langsung dan biaya tidak langsung

dapat dialokasikan ke dalam suatu perkiraan persediaan,yaitu pembangunan dalam pelaksanaan ( construction in progress ).

• Mengajukan faktur atas kontrak pembangunan, jika faktur melebihi biaya pembangunan maka perkiraan itu akan dimasukkan ke dalam hutang lancar.

• Membuat ayat-ayat pembukuan untuk mengakui pendapatan dan biaya, dan untuk menutup perkiraan persediaan dan kemajuan faktur.

2.3.4 Pengertian Kontrak Konstruksi

M enurut Standar Akuntasi Keuangan Per 1 September 2007 (2007, PSAK No.34), kontrak konstruksi adalah suatu kontrak yang dinegosiasikan secara khusus untuk konstruksi suatu aset atau suatu kombinasi aset yang

(33)

berhubungan erat satu sama lain atau saling tergantung dalam hal rancangan, teknologi, dan fungsi atau tujuan penggunaan pokok.

Referensi

Dokumen terkait

• Read, merupakan fungsi yang ditimbulkan oleh kebutuhkan akan informasi dalam pekerjaan yang dilakukan oleh aktor dan menghasilkan tampilan sistem yang berhubungan

Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem infomasi merupakan komponen yang saling berhubungan dan terdiri dari manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan data

Jadi berdasarkan kutipan tersebut dapat diartikan bahwa sistem informasi merupakan suatu kumpulan dari kompenen yang saling berhubungan yang mengumpulkan, memproses,

Jadi tujuan pembuatan use case diagram ini adalah untuk menjelaskan siapa aktor yang akan menggunakan sistem dan apa yang dikerjakan dengan sistem.. Berikut adalah tahap- tahap

1) Buat presedence diagram masing-masing operasi. 2) Kelompokkan operasi-operasi ke dalam kolom, tampilkan dalam kolom 1 semua operasi yang tidak mempunyai pendahulu. Dalam kolom

Jadi dapat disimpulkan bahwa Basis Data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa

Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan elemen-elemen yang saling berhubungan, saling mempengaruhi serta saling berkaitan satu dengan yang lainnya dalam melakukan

• File record dengan tipe baris yang sama, tetapi satu atau lebih kolom merupakan pilihan, jadi beberapa baris memiliki nilai untuk kolom tersebut, tapi yang lain tidak (disebut