Persepsi Petani Terhadap Peran Tenaga Pendamping Mahasiswa / Alumni Pada Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai
(Upsus
(Farmers Perception Of Role associate personnel Student / Alumni On Production Improvement Program Special Effort Rice, Corn, Soybeans (Upsus
1
Program Studi Agribisnis,
Abstrak- Peran pendamping merupakan bersama penyuluh dalam
kegiatan percepatan pencapaian swasembada sentra produksi dengan melibatkan
pemantau/supervisor, terhadap peran tenaga PAJALE di Kabupaten survey. Analisis yang deskriptif. Hasil penelitian deskriptif yang dilakukan (Mahasiswa dan Alumni) kabupaten Nagan Raya.
Kata Kunci: Program Upsus,
Abstract -The co-laborers’ role is an activity which is conducted together in the field in collaboration with the extension agents in improving the effectiveness of the implementations of programs accelerating self
corn, and soybean in the
alumni, lecturers as well as supervisors. The purpose of this study is to know the farmers’ perceptions towards the role of university students/ alumni as the co laborers participating in UPSUS
conducted using survey method. The analysis used in this study was descriptive analysis. Based on the descriptive analysis conducted, the results show that farmers’ agree that the existence of co
alumni) has contributed well to UPSUS PAJALE program in Nagan Raya. Keywords: UPSUS Program,
Corn, and
Persepsi Petani Terhadap Peran Tenaga Pendamping Mahasiswa / Alumni Pada Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai
(Upsus – Pajale) Di Kabupaten Nagan Raya
(Farmers Perception Of Role associate personnel Student / Alumni On Production Improvement Program Special Effort Rice, Corn, Soybeans (Upsus
In Nagan Raya)
Dedy Irmayanda1, Azhar1, Zakiah1
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala
Peran pendamping merupakan kegiatan yang dilakukan penyuluh dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan
percepatan pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai di dengan melibatkan mahasiswa alumni, dosen pemantau/supervisor, Tujuan dari penelitian ini mengetahui
terhadap peran tenaga pendamping mahasiswa alumni pada program UPSUS Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini dilakukan
survey. Analisis yang digunakan pada dalam penelitian ini penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan
deskriptif yang dilakukan maka persepsi petani terhadap tenaga pendamping Alumni) telah berperan baik pada Program UPSUS PAJALE di kabupaten Nagan Raya.
Kunci: Program Upsus, Peran Pendamping, Padi, Jagung dan
laborers’ role is an activity which is conducted together in the field in collaboration with the extension agents in improving the effectiveness of the implementations of programs accelerating self-sufficiency programs of rice, corn, and soybean in the production centers by involving university students/ alumni, lecturers as well as supervisors. The purpose of this study is to know the farmers’ perceptions towards the role of university students/ alumni as the co laborers participating in UPSUS-PAJALE in Nagan Raya. This study was conducted using survey method. The analysis used in this study was descriptive analysis. Based on the descriptive analysis conducted, the results show that farmers’ agree that the existence of co-laborers program (university st
alumni) has contributed well to UPSUS PAJALE program in Nagan Raya. Keywords: UPSUS Program, Farmers’ Perception, Co-laborers Role, Rice,
and Soybean.
Persepsi Petani Terhadap Peran Tenaga Pendamping Mahasiswa / Alumni Pada Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai
(Farmers Perception Of Role associate personnel Student / Alumni On Production Improvement Program Special Effort Rice, Corn, Soybeans (Upsus - Pajale)
Universitas Syiah Kuala
dilakukan dilapangan efektivitas pelaksanaan program dan kedelai di sentra-dosen serta tenaga persepsi petani program UPSUS-ini dilakukan dengan metode ini yaitu analisis berdasarkan analisis tenaga pendamping pada Program UPSUS PAJALE di
Jagung dan Kedelai laborers’ role is an activity which is conducted together in the field in collaboration with the extension agents in improving the effectiveness of sufficiency programs of rice, production centers by involving university students/ alumni, lecturers as well as supervisors. The purpose of this study is to know the farmers’ perceptions towards the role of university students/ alumni as the co-n Nagaco-n Raya. This study was conducted using survey method. The analysis used in this study was descriptive analysis. Based on the descriptive analysis conducted, the results show that laborers program (university students and alumni) has contributed well to UPSUS PAJALE program in Nagan Raya.
Indonesia merupakan Negara agraris dan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Kebutuhan pangan nasional terus meningkat, tetapi dilain pihak ketersediaan lahan pertanian terus menyempit akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan sektor lain seperti: pemukiman, industri dan infrastuktur. Berku
dengan anomali iklim akibat pemanasan global telah menyebabkan berkurangnya pasokan pangan (food shortage
Pemerintah telah mengantisipasi kondisi tersebut melalui program u khusus (UPSUS) untuk swasembada berkelanjutan pangan nasional. Program upsus tersebut hanya untuk tiga komoditas utama yaitu padi, jagung, dan kedelai (PAJALE) dalam rangka mensukseskan kedaulatan pangan dalam tiga tahun mendatang di era pemerintahan
beberapa provinsi di Indonesia, salah satunya adalah di Provinsi Aceh. Program Upsus juga mendapat dukungan dari TNI Angkatan Darat, yaitu dengan ditandatanganinya MOU antara Menteri Pertanian RI dengan Kepala Angkatan Darat (KSAD) bahwa seluruh BABINSA akan membantu petani agar program swasembada pangan ini dapat terwujud pada tahun 2017 (Kurniawan, 2015).
Menurut Robbins (2003) yang mendeskripsikan bahwa persepsi merupakan kesan yang diperoleh oleh indiv
(diorganisir), diintepretasi dan kemudian dievaluasi, sehingga individu tersebut memperoleh makna.
langsung dari petani tentang bagaimana keberhasilan Progam
dengan adanya program tersebut dapat diterima atau tidak. Keberhasilan peran pendamping mahasiswa dapat dinilai dari respon atau persepsi dari petani tersebut.
Peran pendamping merupakan kegiatan yang dilakukan dilapangan bersama penyuluh dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan percepatan pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai di sentra produksi dengan melibatkan
pemantau/supervisor.
pembimbingan atau pemberian kesempatan kepada masyarakat, khususnya masyarakat miskin yang dilakukan oleh para pendamping atau fasilitator melalui serangkaian aktivitas yang memungkinkan komunitas tersebut memiliki kemampuan dan kepercayaan diri dalam menghadapi permasalahan di seputar kehidupannya. Pendampingan sebagai suatu strategi yang umum digunakan oleh pemerintah dan lembaga non profit dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas dari sumber daya manusia, sehingga mampu mengi
bagian dari permasalahan yang dialami dan berupaya untuk mencari alternatif pemecahan masalah yang dihadapi. Kemampuan sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh keberdayaan dirinya sendiri. Oleh karena itu sangat dibutuhka kegiatan pendampingan. Pendampingan merupakan suatu strategi yang sangat menentukan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat (Suharto, 2005).
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan Negara agraris dan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Kebutuhan pangan nasional terus meningkat, tetapi dilain pihak ketersediaan lahan pertanian terus menyempit akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan sektor lain seperti: pemukiman, industri dan infrastuktur. Berkurangnya lahan pertanian produktif ditambah dengan anomali iklim akibat pemanasan global telah menyebabkan berkurangnya
food shortage) dan harga pangan yang terus meningkat. Pemerintah telah mengantisipasi kondisi tersebut melalui program u khusus (UPSUS) untuk swasembada berkelanjutan pangan nasional. Program upsus tersebut hanya untuk tiga komoditas utama yaitu padi, jagung, dan kedelai (PAJALE) dalam rangka mensukseskan kedaulatan pangan dalam tiga tahun mendatang di era pemerintahan Presiden Jokowi yang dilaksanakan serentak di beberapa provinsi di Indonesia, salah satunya adalah di Provinsi Aceh. Program Upsus juga mendapat dukungan dari TNI Angkatan Darat, yaitu dengan ditandatanganinya MOU antara Menteri Pertanian RI dengan Kepala Angkatan Darat (KSAD) bahwa seluruh BABINSA akan membantu petani agar program swasembada pangan ini dapat terwujud pada tahun 2017 (Kurniawan, Menurut Robbins (2003) yang mendeskripsikan bahwa persepsi merupakan kesan yang diperoleh oleh individu melalui panca indera kemudian di analisa (diorganisir), diintepretasi dan kemudian dievaluasi, sehingga individu tersebut memperoleh makna. Persepsi Petani terhadap Program Upsus adalah respon langsung dari petani tentang bagaimana keberhasilan Progam Upsus dan apakah dengan adanya program tersebut dapat diterima atau tidak. Keberhasilan peran pendamping mahasiswa dapat dinilai dari respon atau persepsi dari petani
Peran pendamping merupakan kegiatan yang dilakukan dilapangan bersama dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan percepatan pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai di sentra
produksi dengan melibatkan mahasiswa/alumni, dosen serta tenaga
pemantau/supervisor. Departemen Sosial (2005), pendampingan adalah proses pembimbingan atau pemberian kesempatan kepada masyarakat, khususnya masyarakat miskin yang dilakukan oleh para pendamping atau fasilitator melalui serangkaian aktivitas yang memungkinkan komunitas tersebut memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi permasalahan di seputar Pendampingan sebagai suatu strategi yang umum digunakan oleh pemerintah dan lembaga non profit dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas dari sumber daya manusia, sehingga mampu mengindentifikasikan dirinya sebagai bagian dari permasalahan yang dialami dan berupaya untuk mencari alternatif pemecahan masalah yang dihadapi. Kemampuan sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh keberdayaan dirinya sendiri. Oleh karena itu sangat dibutuhka kegiatan pendampingan. Pendampingan merupakan suatu strategi yang sangat menentukan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat (Suharto, 2005).
Indonesia merupakan Negara agraris dan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Kebutuhan pangan nasional terus meningkat, tetapi dilain pihak ketersediaan lahan pertanian terus menyempit akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan sektor lain seperti: pemukiman, rangnya lahan pertanian produktif ditambah dengan anomali iklim akibat pemanasan global telah menyebabkan berkurangnya
) dan harga pangan yang terus meningkat.
Pemerintah telah mengantisipasi kondisi tersebut melalui program upaya khusus (UPSUS) untuk swasembada berkelanjutan pangan nasional. Program upsus tersebut hanya untuk tiga komoditas utama yaitu padi, jagung, dan kedelai (PAJALE) dalam rangka mensukseskan kedaulatan pangan dalam tiga tahun Presiden Jokowi yang dilaksanakan serentak di beberapa provinsi di Indonesia, salah satunya adalah di Provinsi Aceh. Program Upsus juga mendapat dukungan dari TNI Angkatan Darat, yaitu dengan ditandatanganinya MOU antara Menteri Pertanian RI dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) bahwa seluruh BABINSA akan membantu petani agar program swasembada pangan ini dapat terwujud pada tahun 2017 (Kurniawan, Menurut Robbins (2003) yang mendeskripsikan bahwa persepsi merupakan idu melalui panca indera kemudian di analisa (diorganisir), diintepretasi dan kemudian dievaluasi, sehingga individu tersebut Persepsi Petani terhadap Program Upsus adalah respon Upsus dan apakah dengan adanya program tersebut dapat diterima atau tidak. Keberhasilan peran pendamping mahasiswa dapat dinilai dari respon atau persepsi dari petani
Peran pendamping merupakan kegiatan yang dilakukan dilapangan bersama dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan percepatan pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai di sentra-sentra ahasiswa/alumni, dosen serta tenaga pendampingan adalah proses pembimbingan atau pemberian kesempatan kepada masyarakat, khususnya masyarakat miskin yang dilakukan oleh para pendamping atau fasilitator melalui serangkaian aktivitas yang memungkinkan komunitas tersebut memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi permasalahan di seputar Pendampingan sebagai suatu strategi yang umum digunakan oleh pemerintah dan lembaga non profit dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas ndentifikasikan dirinya sebagai bagian dari permasalahan yang dialami dan berupaya untuk mencari alternatif pemecahan masalah yang dihadapi. Kemampuan sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh keberdayaan dirinya sendiri. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kegiatan pendampingan. Pendampingan merupakan suatu strategi yang sangat menentukan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat (Suharto, 2005).
Meskipun program pendampingan telah dilakukan namun kenyataannya belum ada sebuah kajian khusus yang mengkaji mengenai peran pendampingan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji
terhadap peran tenaga pendamping mahasiswa peningkatan produksi padi, jagung, kedelai (upsus Raya.
Tujuan penelitian ini a
peran tenaga pendamping mahasiswa/alumni berperan baik pada program UPSUS-PAJALE di Kabupaten Nagan Raya.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survey. Metode survey adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta
gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan tentang institusi sosial dan ekonom
(Nazir, 2005). Populasi pada penelitian ini yaitu semua petani yang menerima Program UPSUS. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 50 orang petani. Petani tersebut tersebar di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Suk
Kecamatan Tripa Makmue, Kecamatan Tadu Raya, Kecamatan Darul Mamur. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan sampel secara sensus (Sampling Jenuh).Sampling jenuh
anggota populasi digunaka
dianggap kecil atau kurang dari 100 (Sugi
tersebut maka jumlah sampel pada penelitian ini adalah 50 orang petani diambil dari keseluruhan populasi.
Model analisa data yang digunakan untuk mengetahui pengetahuan petani tentang persepsi petani terhadap peran pendamping mahasiswa/alumni dalam keberhasilan penyuluh petani padi, jagung, dan kedelai dan juga dengan melihat tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) p
PAJALE. Analisis
Deskriptif yaitu teknik mengumpulkan, mengelola, menyajikan dan menjabarkan hasil penelitian sesuai informasi yang di dapatkan peneliti dilapangan. Dat diperoleh akan dipaparkan dan dianalisis dengan menggunakan Tabel tunggal, sehingga data dapat dibaca dengan mudah untuk mengetahui jawaban dari masalah yang diteliti (Sugiyono, 2011). Skala pengukuran yang digunakan yaitu skala pengukuran likert. D
dijabarkan menjadi komponen yang dapat diukur. Komponen yang dapat diukur ini dijadikan sebagai tolak ukur untuk menyusun item instrumen dapat berupa pertanyaan dan dijawab oleh responden. Jawaban dari se
digolongkan menjadi 5 golongan yaitu sangat setuju = skor 5, setuju = skor 4, kurang setuju = skor 3, tidak setuju = skor 2, sangat tidak setuju = skor 1.
mengetahui kategori data skor maka perhitungan nya adalah sebagai beri
Meskipun program pendampingan telah dilakukan namun kenyataannya belum ada sebuah kajian khusus yang mengkaji mengenai peran pendampingan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana persepsi petani peran tenaga pendamping mahasiswa pada program upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung, kedelai (upsus-pajale) di Kabupaten Nagan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi petani terhadap peran tenaga pendamping mahasiswa/alumni berperan baik pada program
PAJALE di Kabupaten Nagan Raya.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survey. Metode survey adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta
gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara aktual baik tentang institusi sosial dan ekonomi dari suatu kelompok atau dari suatu daerah (Nazir, 2005). Populasi pada penelitian ini yaitu semua petani yang menerima Program UPSUS. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 50 orang petani. Petani tersebut tersebar di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Suk
Kecamatan Tripa Makmue, Kecamatan Tadu Raya, Kecamatan Darul Mamur. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan sampel secara sensus
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil atau kurang dari 100 (Sugiyono, 2005). Berdasarkan pendapat tersebut maka jumlah sampel pada penelitian ini adalah 50 orang petani diambil dari keseluruhan populasi.
Model analisa data yang digunakan untuk mengetahui pengetahuan petani tentang persepsi petani terhadap peran pendamping mahasiswa/alumni dalam keberhasilan penyuluh petani padi, jagung, dan kedelai dan juga dengan melihat tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) pendampingan dalam Program UPSUS PAJALE. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Deskriptif yaitu teknik mengumpulkan, mengelola, menyajikan dan menjabarkan hasil penelitian sesuai informasi yang di dapatkan peneliti dilapangan. Dat diperoleh akan dipaparkan dan dianalisis dengan menggunakan Tabel tunggal, sehingga data dapat dibaca dengan mudah untuk mengetahui jawaban dari masalah yang diteliti (Sugiyono, 2011). Skala pengukuran yang digunakan yaitu skala pengukuran likert. Dengan skala likert variabel yang tidak dapat diukur dijabarkan menjadi komponen yang dapat diukur. Komponen yang dapat diukur ini dijadikan sebagai tolak ukur untuk menyusun item instrumen dapat berupa pertanyaan dan dijawab oleh responden. Jawaban dari setiap pertanyaan tersebut digolongkan menjadi 5 golongan yaitu sangat setuju = skor 5, setuju = skor 4, kurang setuju = skor 3, tidak setuju = skor 2, sangat tidak setuju = skor 1.
mengetahui kategori data skor maka perhitungan nya adalah sebagai beri
Meskipun program pendampingan telah dilakukan namun kenyataannya belum ada sebuah kajian khusus yang mengkaji mengenai peran pendampingan. bagaimana persepsi petani pada program upaya khusus pajale) di Kabupaten Nagan
persepsi petani terhadap peran tenaga pendamping mahasiswa/alumni berperan baik pada program
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survey. Metode survey adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari keterangan secara aktual baik i dari suatu kelompok atau dari suatu daerah (Nazir, 2005). Populasi pada penelitian ini yaitu semua petani yang menerima Program UPSUS. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 50 orang petani. Petani tersebut tersebar di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Suka Makmue, Kecamatan Tripa Makmue, Kecamatan Tadu Raya, Kecamatan Darul Mamur. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan sampel secara sensus adalah teknik penentuan sampel apabila semua n sebagai sampel. Biasanya dilakukan jika populasi ono, 2005). Berdasarkan pendapat tersebut maka jumlah sampel pada penelitian ini adalah 50 orang petani diambil Model analisa data yang digunakan untuk mengetahui pengetahuan petani tentang persepsi petani terhadap peran pendamping mahasiswa/alumni dalam keberhasilan penyuluh petani padi, jagung, dan kedelai dan juga dengan melihat endampingan dalam Program UPSUS dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Deskriptif yaitu teknik mengumpulkan, mengelola, menyajikan dan menjabarkan hasil penelitian sesuai informasi yang di dapatkan peneliti dilapangan. Data yang diperoleh akan dipaparkan dan dianalisis dengan menggunakan Tabel tunggal, sehingga data dapat dibaca dengan mudah untuk mengetahui jawaban dari masalah yang diteliti (Sugiyono, 2011). Skala pengukuran yang digunakan yaitu engan skala likert variabel yang tidak dapat diukur dijabarkan menjadi komponen yang dapat diukur. Komponen yang dapat diukur ini dijadikan sebagai tolak ukur untuk menyusun item instrumen dapat berupa tiap pertanyaan tersebut digolongkan menjadi 5 golongan yaitu sangat setuju = skor 5, setuju = skor 4, kurang setuju = skor 3, tidak setuju = skor 2, sangat tidak setuju = skor 1. Untuk mengetahui kategori data skor maka perhitungan nya adalah sebagai berikut:
Rentang skor = (jumlah = 2 30 = 2 24 = 12
Total score 6 – 18 = katergori 0 (tidak berperan baik berdasarkan persepsi Total score 19 – 30 =
Kriteria Penentuan
Batas atas = jumlah pertanyaan x skor tertinggi = 6 x 5
= 30 =ଷ
ଷx 100 % = 100 %
Batas bawah = jumlah pertanyaan x skor terendah = 6 x 1
= 6 =
ଷx 100 % = 20 % Range ( R ) = skor tertinggi
= 100 % = 80 %
Kategori ( K ) = berperan baik = 1 tidak berperan baik = 0
Interval =ோ
= 80 % / 2 = 40% Skor standar = 100%
Kriteria objektif :
Hipotesis 0 = Tenaga pendamping tidak berperan bai
Hipotesis a = Tenaga pendamping berperan baik terhadap Program Upsus Kriterial pengujian hipotesis
Terima H0 = jika kategori 1
terhadap Program Upsus Terima Ha = jika kategori 1
terhadap Program Upsus.
Program UPSUS PAJALE merupakan salah satu program yang diterapkan oleh pemerintah secara khusus dalam hal peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Persepsi petani terhadap peran tenaga pendamping mahasiswa/alumni
2 dah) skor teren jumlah -nggi skor terti (jumlah 6
18 = katergori 0 (tidak berperan baik berdasarkan persepsi petani)
30 = kategori 1(berperan baik berdasarkan persepsi petani) enentuan Hipotesis
= jumlah pertanyaan x skor tertinggi = 6 x 5
x 100 % = 100 %
= jumlah pertanyaan x skor terendah = 6 x 1
x 100 % = 20 %
= skor tertinggi - skor terendah = 100 % - 20 %
= 80 %
= berperan baik = 1 tidak berperan baik = 0 = 80 % / 2 = 40%
= 100% - 40% = 60%
= Tenaga pendamping tidak berperan baik terhadap Program Upsus = Tenaga pendamping berperan baik terhadap Program Upsus Kriterial pengujian hipotesis
= jika kategori 1≤60%, maka tenaga pendamping tidak berperan baik terhadap Program Upsus.
= jika kategori 1 > 60%, maka tenaga pendamping berperan baik terhadap Program Upsus.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Program UPSUS PAJALE merupakan salah satu program yang diterapkan oleh pemerintah secara khusus dalam hal peningkatan produksi padi, jagung dan ersepsi petani terhadap peran tenaga pendamping mahasiswa/alumni 18 = katergori 0 (tidak berperan baik berdasarkan persepsi
persepsi petani)
k terhadap Program Upsus = Tenaga pendamping berperan baik terhadap Program Upsus
tenaga pendamping tidak berperan baik > 60%, maka tenaga pendamping berperan baik
Program UPSUS PAJALE merupakan salah satu program yang diterapkan oleh pemerintah secara khusus dalam hal peningkatan produksi padi, jagung dan ersepsi petani terhadap peran tenaga pendamping mahasiswa/alumni
sangat diharapkan dalam keberhasilan program tersebut karena keberhasilan program UPSUS dapat meningkatkan kesejahtraan petani khususnya petani padi, jagung dan kedelai.
Untuk melihat berper
mahasiwa/alumni terhadap program UPSUS PAJALE tersebut dapat dinilai berdasarkan persepsi atau pendapat dari para petani. Penilaiannya dilakukan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan mengenai peran pendamping mahasiswa/alumni terhadap program UPSUS PAJALE. Jawaban dari setiap pertanyaan tersebut digolongkan menjadi 5 golongan yaitu sangat setuju = skor 5, setuju = skor 4, kurang setuju = skor 3, tidak setuju = skor 2, sangat tidak setuju = skor 1.
Total skor yang didapat berdasarkan hasil dari penjumlahan skor pada tiap tiap pertanyaan dapat menjawab hipotesis yang ada. Setelah itu dihitung rentang skornya, maka dapat disimpulkan bahwa total skor 6 sampai 18 digolongkan sebagai katagori 0 (tidak berperan baik) da
sebagai katagori 1 (berperan baik). Adapun hasil dari penilitian ini ditabulasikan sebagai berikut :
Tabel 1. Kategori Jumlah dan Presentase Kriteria Peran Pendamping Upsus berdasarkan persepsi petani di Kabupaten
Kategori 1 (Berperan Baik) 0 (Tidak Berperan Baik) Total
Sumber: Data Primer (2014)
Berdasarkan kriteria penerimaan hipotesis, dimana jika presentase kategori 1 lebih dari 60% maka hipotesa alternati
pada penelitian ini sebesar 82% menunjukkan bahwa berdasarkan persepsi petani peran pendamping UPSUS di Kabupaten Nagan Raya sudah baik.
adalah peran yang bersinggungan langsung
pendamping mahasiswa dikatakan baik apabila para pendamping mahasiswa tersebut mampu mendongkrak petani untuk menghasilkan produksi yang lebih baik.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk pengujian hipotesis maka dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Sebanyak 41 orang responden atau 82% dari total 50 orang responden yang menjawab kuisioner dengan total score diatas 18. Total score tersebut dikatagorikan 1.
sangat diharapkan dalam keberhasilan program tersebut karena keberhasilan program UPSUS dapat meningkatkan kesejahtraan petani khususnya petani padi,
Untuk melihat berperan baik atau tidaknya tenaga pendamping
mahasiwa/alumni terhadap program UPSUS PAJALE tersebut dapat dinilai berdasarkan persepsi atau pendapat dari para petani. Penilaiannya dilakukan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan mengenai peran pendamping hasiswa/alumni terhadap program UPSUS PAJALE. Jawaban dari setiap pertanyaan tersebut digolongkan menjadi 5 golongan yaitu sangat setuju = skor 5, setuju = skor 4, kurang setuju = skor 3, tidak setuju = skor 2, sangat tidak setuju = g didapat berdasarkan hasil dari penjumlahan skor pada tiap tiap pertanyaan dapat menjawab hipotesis yang ada. Setelah itu dihitung rentang
maka dapat disimpulkan bahwa total skor 6 sampai 18 digolongkan sebagai katagori 0 (tidak berperan baik) dan total skor 19 sampai 30 digolongkan sebagai katagori 1 (berperan baik). Adapun hasil dari penilitian ini ditabulasikan
. Kategori Jumlah dan Presentase Kriteria Peran Pendamping Upsus berdasarkan persepsi petani di Kabupaten Nagan Raya Tahun 2015
Kategori Jumlah (orang) Persentase (%)
1 (Berperan Baik) 41
0 (Tidak Berperan Baik) 9
50
Sumber: Data Primer (2014)
Berdasarkan kriteria penerimaan hipotesis, dimana jika presentase kategori maka hipotesa alternatif diterima. Persentase peran pendamping pada penelitian ini sebesar 82% menunjukkan bahwa berdasarkan persepsi petani peran pendamping UPSUS di Kabupaten Nagan Raya sudah baik.
adalah peran yang bersinggungan langsung dengan petani. Suatu peran pendamping mahasiswa dikatakan baik apabila para pendamping mahasiswa tersebut mampu mendongkrak petani untuk menghasilkan produksi yang lebih Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk pengujian hipotesis maka pat dijelaskan sebagai berikut :
Sebanyak 41 orang responden atau 82% dari total 50 orang responden yang menjawab kuisioner dengan total score diatas 18. Total score tersebut sangat diharapkan dalam keberhasilan program tersebut karena keberhasilan program UPSUS dapat meningkatkan kesejahtraan petani khususnya petani padi,
an baik atau tidaknya tenaga pendamping
mahasiwa/alumni terhadap program UPSUS PAJALE tersebut dapat dinilai berdasarkan persepsi atau pendapat dari para petani. Penilaiannya dilakukan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan mengenai peran pendamping hasiswa/alumni terhadap program UPSUS PAJALE. Jawaban dari setiap pertanyaan tersebut digolongkan menjadi 5 golongan yaitu sangat setuju = skor 5, setuju = skor 4, kurang setuju = skor 3, tidak setuju = skor 2, sangat tidak setuju = g didapat berdasarkan hasil dari penjumlahan skor pada tiap-tiap pertanyaan dapat menjawab hipotesis yang ada. Setelah itu dihitung rentang maka dapat disimpulkan bahwa total skor 6 sampai 18 digolongkan n total skor 19 sampai 30 digolongkan sebagai katagori 1 (berperan baik). Adapun hasil dari penilitian ini ditabulasikan
. Kategori Jumlah dan Presentase Kriteria Peran Pendamping Upsus Nagan Raya Tahun 2015
Persentase (%) 82 18 100
Berdasarkan kriteria penerimaan hipotesis, dimana jika presentase kategori diterima. Persentase peran pendamping pada penelitian ini sebesar 82% menunjukkan bahwa berdasarkan persepsi petani peran pendamping UPSUS di Kabupaten Nagan Raya sudah baik. Peran tersebut dengan petani. Suatu peran pendamping mahasiswa dikatakan baik apabila para pendamping mahasiswa tersebut mampu mendongkrak petani untuk menghasilkan produksi yang lebih Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk pengujian hipotesis maka Sebanyak 41 orang responden atau 82% dari total 50 orang responden yang menjawab kuisioner dengan total score diatas 18. Total score tersebut
2. Sebanyak 9 orang responden atau 18% dari total 50 orang
menjawab kuisioner dengan total score dibawah 18. Total score tersebut dikatagorikan 0.
Dengan demikian secara keseluruhan, rata
dengan katagori 1 diatas 60%. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis pada penelitian ini diterima (terima Ha tolak Ho), artinya tenaga pendamping mahasiswa berperan baik terhadap Program UPSUS. Hal ini sesusai dengan kriteria pengujian hipotesis yang telah diuraikan pada metode analisis, yaitu jika katagori 1 > 60% maka tenaga pendamping mah
Program UPSUS.
Berdasarkan analisis deskriptif yang dilakukan maka persepsi petani terhadap tenaga pendamping (Mahasiswa dan Alumni) telah berperan baik pada Program UPSUS.
Sebesar 82% dari semua respon
UPSUS PAJALE di kabupaten Nagan Raya sudah baik dan 18% responden menunjukan bahwa peran pendamping UPSUS PAJALE di kabupaten Nagan Raya tidak baik.
Departemen Sosial RI. (2005
Perlindungan Dan Trauma Center
Kurniawan, Hakim.
2017. Artikel. 2015.
Nazir, M. 2005.Metode Penelitian.
Robbins, Stephen P, 2003. Perilaku Organisasi, Jilid 2, PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta.
Sugiyono. 2005.Metode Penelitian Administratif
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R& D.
Bandung.
Sebanyak 9 orang responden atau 18% dari total 50 orang
menjawab kuisioner dengan total score dibawah 18. Total score tersebut Dengan demikian secara keseluruhan, rata-rata jawaban dari responden dengan katagori 1 diatas 60%. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis pada i diterima (terima Ha tolak Ho), artinya tenaga pendamping mahasiswa berperan baik terhadap Program UPSUS. Hal ini sesusai dengan kriteria pengujian hipotesis yang telah diuraikan pada metode analisis, yaitu jika katagori 1 > 60% maka tenaga pendamping mahasiswa berperan baik terhadap
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan analisis deskriptif yang dilakukan maka persepsi petani terhadap tenaga pendamping (Mahasiswa dan Alumni) telah berperan baik pada Sebesar 82% dari semua responden menunjukan bahwa peran pendamping UPSUS PAJALE di kabupaten Nagan Raya sudah baik dan 18% responden menunjukan bahwa peran pendamping UPSUS PAJALE di kabupaten Nagan
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Sosial RI. (2005), Pendoman Pendamping
Perlindungan Dan Trauma Center, Jakarta: Depsos RI
Kurniawan, Hakim. 2015. Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Pangan 2015
. Artikel. http://biogen.litbang.pertanian.go.id. Di akses 11
Metode Penelitian.Ghalia Indonesia. Jakarta.
Robbins, Stephen P, 2003. Perilaku Organisasi, Jilid 2, PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta.
Metode Penelitian Administratif. Alfabeta. Bandung.
Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R& D.
Sebanyak 9 orang responden atau 18% dari total 50 orang responden yang menjawab kuisioner dengan total score dibawah 18. Total score tersebut rata jawaban dari responden dengan katagori 1 diatas 60%. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis pada i diterima (terima Ha tolak Ho), artinya tenaga pendamping mahasiswa berperan baik terhadap Program UPSUS. Hal ini sesusai dengan kriteria pengujian hipotesis yang telah diuraikan pada metode analisis, yaitu jika asiswa berperan baik terhadap
Berdasarkan analisis deskriptif yang dilakukan maka persepsi petani terhadap tenaga pendamping (Mahasiswa dan Alumni) telah berperan baik pada den menunjukan bahwa peran pendamping UPSUS PAJALE di kabupaten Nagan Raya sudah baik dan 18% responden menunjukan bahwa peran pendamping UPSUS PAJALE di kabupaten Nagan
Pada Rumah
2015. Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Pangan
2015-. Di akses 11 Agustus
Robbins, Stephen P, 2003. Perilaku Organisasi, Jilid 2, PT. Indeks Kelompok
. Alfabeta. Bandung.
Suharto, Edi. 2005.
Bandung: Rafika Persada
Suharto, Edi. 2005. Membangun Masyarakat Memberdayakan
Bandung: Rafika Persada.