• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Sumber Daya Manusia (7)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Manajemen Sumber Daya Manusia (7)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas 1

1. Jelaskan pengertian rekrutmen, seleksi dan wawancara calon karyawan!

2. Sebutkan metode-metode yang dilakukan oleh perusahaan dalam merekrut calon karyawan!

3. Sebutkan tipe-tipe wawancara yang dilakukan oleh perusahaan!

Jawab :

1. Pengertian rekrutmen, seleksi dan wawancara calon karyawan

 Rekrutmen adalah membangun sebuah pasokan calon karyawan baru yang potensial

yang sewaktu-waktu organisasi dapat menariknya jika membutuhkannya. Perekrutan berisi praktek atau aktivitas yang dilakukan oleh organisasi dengan tujuan utama mengidentifikasi dan menarik karyawan potensial.

 Seleksi adalah suatu proses dimana sesuatu organisasi memilih orang atau

orang-orang yang terbaik dari suatu daftar pelamar yang memenuhi kriteria seleksi untuk posisi-posisi yang tersedia untuk diisi.

 Wawancara adalah percakapan formal dan mendalam yang dilakukan untuk

mengevaluasi hal-hal yang dapat diterimanya atau tidak. Pada tahap ini pewawancara berusaha mendapatkan jawaban tentang dua hal yaitu :

a. Dapatkah pelamar melaksanakan pekerjaan

b. Bagaimana kemampuan pelamar dibandingkan dengan pelamar-pelamar lain

2. Metode-metode dalam perekrutan calon karyawan a. Metode Internal

(2)

luas dapat memberikan kepada pelamar suatu impresi yang bagus bagi jabatan-jabatan diperusahaan.

b. Metode Eksternal

Perekrutan eksternal ini biasanya untuk posisi entry level atau posisi spesialis dilevel yang lebih tinggi. Beberapa metode perekrutan secara eksternal meliputi pelamar langsung, dan referrals, advertensi, agen-agen kerja, sekolah website dan lain-lain.

3. Tipe-tipe wawancara

Dua teknik wawancara yang biasa dipergunakan perusahaan dalam melakukan wawancara kerja adalah wawancara kerja tradisional dan wawancara kerja behavioral. Dalam prakteknya perusahaan seringkali mengkombinasikan kedua teknik iniuntuk memperoleh data yang lebih akurat.

a. Wawancara Non directive

Teknik ini menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka seperti “mengapa anda ingin bekerja di perusahaan ini”, dan “apa kelebihan dan kekurangan anda”. Kesuksesan atau kegagalan dalam wawancara tradisional akan sangat tergantung pada kemampuan si pelamar dalam berkomunikasi menjawab pertanyaan-pertanyaan, daripada kebenaran atau isi dari jawaban yang diberikan. Selain itu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan lebih banyak bersifat mengklarifikasikan apa yang ditulis dalam surat lamaran dan CV pelamar. Dalam wawancara kerja tradisional, recruiter biasanya ingin menemukan jawaban atas 3 (tiga) pertanyaan:

1. Apakah si pelamar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan?

2. Apakah si pelamar memiliki antusias dan etika kerja yang sesuai dengan harapan recruiter?

3. Apakah si pelamar akan bisa bekerja dalam team dan memiliki kepribadian yang sesuai dengan budaya perusahaan?

b. Wawancara Kerja Behavioral

(3)

sangat mengutamakan masalah-masalah kepribadian, dimaksudkan untuk mengetahui respon pelamar terhadap suatu kondisi atau situasi tertentu sehingga pewawancara dapat melihat bagaimana pelamar memandang suatu tantangan/permasalahan dan menemukan solusinya. Pertanyaan-pertanyaan yang biasanya diajukan antara lain: “coba anda ceritakan pengalaman anda ketika gagal mencapai target yang ditetapkan”, dan “berikan beberapa contoh tentang hal-hal apa yang anda lakukan ketika anda dipercaya menangani beberapa proyek sekaligus”. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut si pelamar perlu mempersiapkan diri untuk mengingat kembali situasi, tindakan dan hasil yang terjadi padasaat yang lalu. Selain itu, sangat penting bagi pelamar untuk memancing pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut dari pewawancara agar dapat menjelaskan secara rinci gambaran situasi yang dihadapinya. Untuk itu diperlukan ketrampilan berkomunikasi yang baik dari si pelamar. Keberhasilan atau kegagalan dalam wawancara ini sangat tergantung pada kemampuan pelamar dalam menggambarkan situasi yang berhubungan dengan pertanyaan pewawancara secara rinci dan terfokus. Dalam wawancara kerja behavioral, si pelamar harus dapat menyusun jawaban yang mencakup 4 (empat) hal:

1. Meggambarkan situasi yang terjadi saat itu;

2. Menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil untuk merespon situasi yang terjadi; 3. Menceritakan hasil yang dicapai, dan;

4. Apa hikmah yang di ambil dari kejadian tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan tugas atau task orientaion = TO adalah menjawab ialah pertanyaaan “WHAT” yaitu metode kerja apa yang paling efektif dan efisien yang digunakan dalam

Dalam menjalankan peran menantang yang baru, profesional HR harus berpikir di luar kotak organisasi tradisional HRM dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis dan

bekerja secara efektif sebagai satu kelompok atau tim dan berkontribusi terhadap kesuksesan organisasi. Menurut Bernardin dan Russel menyatakan MSDM berhubungan dengan

strategi, khususnya yang berkaitan dengan implikasi SDM. Memberikan dukungan dan kondisi yang akan membantu manajer untuk mencapai tujuannya. Menangani berbagai krisis dan

Untuk mengetahui keberhasilan atau kesuksesan kinerja pegawai dalam suatu organisasi tentunya perlu ada penilaian atau evaluasi. Kegiatan penilaian kinerja pegawai ini

Sedangkan menurut Teguh (2009) menjelaskan bahwa seleksi adalah proses yang terdiri dari beberapa langkah.. yang spesifik dari beberapa kelompok pelamar yang paling

Dalam wawancara kerja tradisional, recruiter biasanya ingin menemukan jawaban atas 3 (tiga) pertanyaan: apakah si pelamar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan untuk

Untuk menguji kebenaran dari hasil wawancara pada informan petama, maka dilakukan wawancara kepada informan yang lain, yaitu Kepala Bidang diklat Aparatur yang menagatakan bahwa :