• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anotasi Artikel Militer Dan Konstruksi I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Anotasi Artikel Militer Dan Konstruksi I"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

ANOTASI ARTIKEL Militer Dan Konstruksi Identitas Nasional: Analisis Buku Teks Pelajaran Sejarah Sma Masa Orde Baru

Oleh

Prayer Yoshua Aritonang 171314008

A. Judul : Militer Dan Konstruksi Identitas Nasional: Analisis Buku Teks Pelajaran Sejarah Sma Masa Orde Baru

B. Nama Pengarang: Hieronymus Purwanta C. Jurnal: Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

D. Penerbit: Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang E. Tahun Terbit: 1 Januari 2013

F. Ringkasan isi:

Militer dan Konstruksi Identitas Nasional: Analisis Buku Teks Pelajaran Sejarah Sma Masa Orde Baru

(2)

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan buku teks pelajaran sejarah untuk SMA sebagai subjek kajian. Penelitian mengkaji 9 buku teks pelajaran sejarah yang digunakan dalam pembelajaran pada 3 periode kurikulum nasional, yaitu 1975, 1984 dan 1994. Adapun peristiwa se-jarah yang dikaji difokuskan pada masa revolusi kemerdekaan (1945-1950), dengan

pertimbangan bahwa militer Indonesia mewacanakan “semangat 1945” sebagai ikon penting mereka. Pengkajian terhadap kehadiran kepent-ingan militer dilakukan dengan menganalisis term-term superior, baik dalam bentuk kata, kalimat maupun frasa.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam buku teks pela-jaran sejarah, kehadiran kepentingan militer antara lain tampak dari menon-jolnya narasi tentang konflik fisik. Di antara berbagai peristiwa sepanjang periode revolusi kemerdekaan Indonesia, yang paling menonjol dibahas ada-lah konflik fisik antara Indonesia dengan bangsa- bangsa asing, terutama Jepang, Sekutu (Inggris) dan Belanda.

Pengutamaan konflik fisik dapat disimak antara lain pada judul bab yang merepresentasikannya, seperti “Perang Kemerdekaan” (Siswoyo, 1979: 192; No-tosusanto dkk., 1981: 97; 1992: 127; dan Moedjanto dkk., 1992: 91). Dengan judul “Perang Kemerdekaan” pengarang bermaksud menyampaikan pesan bahwa sebagai besar konflik yang terjadi dalam bentuk konflik terbuka atau perang. Tidak hanya pada judul bab, pe-nonjolan konflik fisik juga terdapat pada isi buku teks pelajaran sejarah. Ditinjau dari genetika historis, konflik antara In-donesia dengan bangsa-bangsa asing pada periode revolusi kemerdekaan terutama dikarenakan oleh adanya per-benturan kepentingan. Di satu pihak, Indonesia digambarkan sebagai bangsa merdeka dan eksistensinya sah secara hukum internasional.

(3)

kemerdekaan.Sebaliknya, penegasian terhadap peran diplomasi yang dijalankan oleh para pemimpin nasional akan menyam-paikan pesan bahwa diplomasi merupa-kan solusi terjelek, karena hanya menghasilkan kerugian bagi bangsa In-donesia. Dengan wacana militeristik yang diproduksi oleh buku teks pela jaran sejarah akan mengembangkan karakter generasi muda yang memuja kekerasan sebagai jalan untuk mem-peroleh kebenaran, dan bukan diskusi kritis seperti diwacanakan oleh Haber-mas (McCarthy, 2009).

1

Referensi

Dokumen terkait

ABRI, bersama-sama dengan Golongan Karya (Golkar, dan anggotanya banyak dari kalangan militer), adalah dua kekuatan politik pada masa Orde Baru yang dijadikan oleh Presiden

Dalam buku teks sejarah untuk kurikulum tahun 1994, penjelasan tentang kebijakan kolonial Belanda di bidang pendidikan hanya berisi sebagian kecil (hanya satu halaman) dan

Metode yang digunakan pun adalah Critical Discourse Analysis (CDA) terhadap narasi yang terdapat pada buku teks pelajaran sejarah dari kedua negara sebagai subjek kajian.. Selain

ristiwa dan perspektif yang terpintal dalam uraian sejarah nasional sudah se- harusnya bersifat teleologis atau me-427 Evaluasi Buku Teks Pelajaran Sejarah pada Masa Orde Baru nuju

Apalagi jika terkait dengan tema-tema sejarah yang penuh kontroversi, pemerintah Orde Baru mengontrol pembelajaran sejarah sedemikian rupa agar sejalan dengan versi resmi

Dalam buku teks sejarah, bukan saja konsep Reformasi bermakna dan diopinikan baik, sedangkan zaman pemerintahan Orde Baru (1966- 1998) bersifat buruk, melainkan juga para

Kepercayaan diri di kalangan militer yang begitu tertuang dalam masa Orde Baru, di mana tentara sendiri (ABRI) yang seharusnya merupakan alat negara yang bertugas menjaga pertahanan

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN Pada masa Orde Baru, buku teks sejarah juga mencoba menekankan ideologi nasionalis Buku-buku tersebut sering kali menekankan pentingnya kebangsaan Indonesia