• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pokok pokok ajaran agama islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pokok pokok ajaran agama islam"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

POKOK – POKOK

AJARAN AGAMA

ISLAM

(2)

Aqidah

Aqidah adalah suatu istilah untuk menyatakan “kepercayaan” atau Keimanan yang teguh serta kuat dari seorang mukmin yang telah mengikatkan diri kepada Sang

Pencipta. Makna dari keimanan kepada Allah adalah sesuatu yang berintikan tauhid, yaitu berupa suatu kepercayaan, pernyataan, sikap mengesankan Allah, dan

mengesampingkan penyembahan selain kepada Allah.

Ajaran mengenai aqidah ini merupakan tujuan utama Rasul diutus ke dunia, yang mana hal ini dinyatakan dalam AL-qur’an, yang berbunyi:

(3)

Aqidah menurut bahasa bermakna ikatan, sangkutan atau simpul, membangun lengkung, mengokohkan, membuat dan mengadakan perjanjian, berasal dari kata

‘aqada-ya’qidu. Sedangkan secara istilah Aqidah bermakna keyakinan yang kuat

yang dipercayai dalam hati, lafadz jama’nya Aqaid. (al-Munawwir,1984:1023). Secara keseluruhan Aqidah merupakan suatu kepercayaan dan keyakinan yang menyatakan bahwa Allah SWT disebut juga “Tauhid”, dari kata “Wahhada – Yuwahhidu”,yang

artinya mengesakan.

Aqidah dalam nilai dan penerapannya jika diamalkan dengan baik sangat

(4)

Nilai dan Pengaruh Aqidah

Nilai Aqidah dalam Kehidupan Pribadi dan Sosial

Aqidah dapat mengendalikan perasaan seseorang yang kemudian membuatnya

memiliki pertimbangan penuh dalam melakukan tindakan-tindakannya. Sehingga apa yang kita lakukan adalah perbuatan yang berdasarkan pada kaidah bahwa Allah

melihat dan mengamati kita di mana saja dan kapan saja. Hal ini akan menghalangi kita agar tidak akan terdorong oleh luapan-luapan perasaan atau tindakan yang

melampaui batas-batas ketentuan Allah. Salah satunya tercermin dengan bersikap bijaksana dalam berperilaku dan interaksi sosialnya.

Tanpa aqidah, masyarakat akan berubah kembali menjadi masyarakat Jahiliyah yang diwarnai oleh kekacauan dimana-mana, masyarakat tersebut akan diliputi oleh

(5)

Ruang Lingkup Aqidah Islam

Ruang Lingkup Akidah Islam membahas empat hal yaitu

Ilahiyat adalah pembahasan mengenai masalah Ketuhanan yang terutama membahas tentang Allah.

Nubuwwat adalah pembahasan mengenai utusan-utusan Allah seperti para nabi dan rasul.

Ruhaniyyat adalah pembahasan mengenai makhluk gaib seperti Jin, Malaikat, dan Iblis.

(6)

Rukun Iman

(7)

1.

Iman kepada Allah, berarti meyakini dengan hati tanpa ada keraguan

bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa dan Maha Kuasa, tidak beranak

dan tidak diperanakkan, serta tidak ada satupun yang menyerupai-Nya.

2.

Iman kepada Malaikat, meyakini bahwa Allah menciptakan malaikat, yakni

makhluk ghaib yang diciptakan dari cahaya yang senantiasa patuh

melaksanakan tugas-tugas yang diberikan-Nya.

3.

Iman kepada Kitab, meyakini bahwa Allah menurunkan wahyu kepada

nabi dan rasul yang tertulis dalam kitab-kitab-Nya. Kitab Suci yang

disebutkan dalam Al-Qur’an ada empat, yaitu Kitab Taurat yang

(8)

4.

Iman kepada Rasul, meyakini bahwa Allah memilih hamba-Nya untuk

dijadikan Rasul yang menjadi pembimbing bagi umat manusia agar

berada di jalan yang diridhai Allah.

5.

Iman kepada Hari Akhir adalah meyakini bahwa akan adanya kehidupan

yang kekal abadi setelah alam semesta ini hancur, meskipun hanya Allah

yang tahu pasti kapan datangnya (bahkan nabi dan rasul pun tidak tahu).

(9)

Syariah Islam

Syariah adalah sebutan terhadap pokok ajaran Allah dan

rasul-Nya yang merupakan jalan atau pedoman hidup manusia dalam

melakukan hubungan vertical kepada penciptanya (Allah),

(10)

Dari segi tujuan, Syari’ah memiliki pengertian ajaran yang menjaga

kehormatan manusia sebagai makhluk termulia dengan memelihara atau

menjamin lima hal penting, yaitu:

◦ Menjamin kebebasan beragama (Berketuhanan Yang Maha Esa)

◦ Menjamin kehiupan yang layak (memelihara jiwa)

◦ Menjamin kelangsungan hidup keluarga (menjaga keturunan)

◦ Menjamin kebebasan berpikir (memelihara akal)

◦ Menjamin kehidupan dengan tersedianya lapangan kerja yang pantas (memelihara harta)

(11)

Implementasi Syariah Islam

1.

Ibadah

2.

Muamalah

(12)

Ibadah

Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’ (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah:

1. Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para Rasul-Nya.

2. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah SWT , yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.

3. Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah SWT, baik berupa ucapan atau perbuatan.

Ibadah dalam pengertian luas atau umum,yaitu segala perbuatan yang dilakukan

seseorang dengan niat untuk mencari keridaan Allah, seperti seorang suami

(13)

Fungsi Ibadah

Mewujudkan hubungan antara hamba dengan Tuhannya.

Mendidik mental dan menjadikan manusia ingat akan

kewajibannya.

(14)

Hakikat Ibadah

Hakikat ibadah itu adalah melaksanakan apa yang Allah cintai dan ridhai dengan penuh ketundukan dan perendahan diri kepada Allah.

◦Ibadah akan terwujud dengan cara melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.

◦Hakikat ibadah sebagai cinta.

◦Jihad di jalan Allah (berusaha sekuat tenaga untuk meraih segala sesuatu yang dicintai Allah).

◦Takut, maksudnya tidak merasakan sedikitpun ketakutan kepada segala bentuk dan jenis makhluk melebihi ketakutannya kepada Allah SWT.

Dengan demikian orang yang benar-benar mengerti kehidupan adalah yang mengisi

waktunya dengan berbagai macam bentuk ketaatan, baik dengan melaksanakan perintah maupun menjauhi larangan. Sebab dengan cara itulah tujuan hidupnya akan terwujud

(15)

Muamalah

Muamalah adalah tukar menukar barang, jasa atau sesuatu

yang memberi manfaat dengan tata cara yang ditentukan.

(16)

Pengertian Jual-Beli

Jual beli dalam bahasa Arab terdiri dari dua kata yang mengandung makna yang berlawanan yaitu Al Bai’ yang artinya jual dan As Syira’a yang artinya beli. Menurut hukum Syara, jual-beli adalah kegiatan tukar menukar benda dengan kesepakatan (akad) atas dasar suka sama suka.

(17)

Rukun dan Syarat Jual-Beli

Ada 3 (tiga) rukun dalam jual beli yang harus dilakukan :

◦Penjual atau pembeli harus dalam keadaan sehat akalnya dan baligh.

◦Orang gila tidak sah dalam melakukan jual-beli. Tidak ada paksaan diantara penjual dan pembeli.

◦Syarat Ijab dan Kabul

Ijab adalah perkataan untuk menjual atau transaksi menyerahkan. Kabul adalah ucapan si pembeli atas jawaban dari penjual. Ijab Kabul harus saling rela (ridha) yang direalisasikan dalam perkataan : aku jual, aku beli, aku berikan, aku ambil, dan aku terima. Jika penjual dan pembeli berjauhan, jual beli juga sah dilakukan dalam bentuk tertulis atau bisa diwakilkan.

Ada Benda yang Diperjual-belikan

Barang yang diperjual-belikan harus seperti berikut :

Suci atau bersih barangnya ◦Harus diteliti lebih dulu

Tidak berada dalam proses penawaran orang lain ◦Bukan hasil monopoli yang merugikan

◦Milik sendiri atau yang diberi kuasa

(18)

Perilaku yang harus dimiliki oleh

Penjual

• Berlaku benar (lurus)

Seorang muslim dituntut untuk berlaku benar, seperti halnya pada jual-beli, baik segi promosi atau penetapan harganya. Berdusta dalam berdagang sangat dicela terlebih diiringi dalam sumpah Allah “Empat macam yang dimurkai Allah, yaitu penjual yang suka bersumpah, orang miskin yang

congkak, orang tua renta yang berzina, dan pemimpin yang zalim.” (HR Nasai dan Ibnu Hibban) • Menepati amanat

Hal yang harus dijelaskan penjual kepada pembeli adalah ciri-ciri, kualitas barang, dan harga barang tanpa melebih-lebihkan. Agar pembeli tidak merasa tertipu dan dirugikan.

• Jujur

Sikap jujur menghindarkan diri dalam hal yang merugikan satu pihak. Jujur dalam hal timbangan, kualitas, dan kuantitas.

• Khiar

(19)

Hukum Jual Beli

• Haram : Jika melanggar syarat/rukun jual beli atau melakukan larangan jual beli. • Mubah : Jual beli pada umumnya hukumnya mubah.

• Wajib : Jual beli hukumnya menjadi wajib tergantung situasi dan kondisi.

Adapun Larangan dalam Jual-Beli yaitu:

◦Membeli barang diatas harga pasaran

◦Membeli barang yang sudah dipesan orang lain

◦Membeli/menjual barang dengan menipu

◦Menimbun barang yang dijual agar harga naik

◦Menghambat orang lain mengetahui harga pasar agar membeli barangnya

◦Menyakiti penjual/pembeli untuk mendapatkan barangnya

◦Menyembunyikan cacat pada barang yang dijual

◦Menjual barang dengan kredit dengan imbalan bunga yang ditetapkan

◦Menjual/membeli barang haram

(20)

Implementasi dalam kehidupan

sehari-hari

Hukum Pernikahan

◦Dalam pengertian yang luas, pernikahan adalah merupakan suatu ikatan lahir antara dua orang, laki-laki dan perempuan, untuk hidup bersama dalam suatu rumah tangga dan keterunan yang dilangsungkan menurut ketentuan - ketentuan syariat islam. Pengertian pernikahan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun1974 tentang Perkawinan, perkawinan yaitu ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

(21)

Hukum Pernikahan

1. Zaiz (boleh) ini asal hukumnya menikah.

2. Sunnah, bagi orang yang berkehendak serta cukup nafkah sandang pangan dan lain-lainnya.

3. Wajib, bagi orang yang cukup sandang pangan dan di khawatirkan terjerumus ke lembah perzinahan.

4. Makruh, bagi orang yang tidak mampu memberi nafkah.

(22)

Rukun Nikah

Rukun nikah dalam islam itu ada 5, yaitu sebagai berikut:

1. Ada mempelai yang akan menikah. 2. Ada wali yang menikahkan.

3. Ada ijab dan kabul dari wali dan mempelai laki-laki. 4. Ada dua saksi pernikahan tersebut.

(23)

Syarat dalam pernikahan

Syarat pengantin laki-laki yaitu ada tiga : 1. Tidak di paksa atau terpaksa.

2. Tidak dalam ihram haji atau umrah.

3. Islam apabila menikah dengan perempuan Islam.

Syarat pengantin perempuan yaitu ada lima : 1. Bukan perempuan dalam iddah.

2. Tidak dalam ikatan perkawinan dengan orang lain.

3. Antara laki-laki dan perempaun tersebut bukan muhrim. 4. Tidak dalam ihram haji dan umrah.

(24)

Syarat-syarat wali : • Islam

• Laki-laki

• Baligh dan berakal

• Merdeka bukan sahaya • Bersifat adil

• Bisa berbicara dan melihat • Waras (berakal)

(25)

Daftar Pustaka

◦Mubarak, Zakky. 2007. Menjadi Cendikiawan Muslim : Kuliah Islam di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Magenta Bhanti Guna

◦Mujilan dkk. 2016-2017. Buku Ajar MPK Agama Islam. Depok: Universitas Indonesia

◦Kaelany. 2012. Islam Agama Universal. Jakarta: Midada Rahma Press

◦ http://www.habibullahurl.com/2015/08/macam-macam-kitab-yang-diturunkan-oleh-allah-swt.html. [12 Maret 2017]

◦https://muslimah.or.id/7017-pembagian-tauhid-dalam-al-quran.html. [12 Maret 2017]

◦http://warohmah.com/iman-kepada-malaikat/ [12 Maret 2017]

Referensi

Dokumen terkait

Latar Belakang: Nefropati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskuler pada diabetes melitus akibat hiperglikemia kronik. Strategi diet untuk memperlambat

Rendahnya kinerja pegawai bukan hanya kesalahan karyawan, organisasi atau perusahaan tidak hanya melihat dari aspek kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan

Kim dan kawan-kawan [11] telah melakukan penelitian untuk meningkatkan kadar nikel dalam nikel laterit kadar rendah yang mempunyai kandungan awal nikel 1,50% dan besi

Dengan singkat dapat dikatakan bahwa asumsi dasar, postulat atau anggapan dasar harus didasarkan atas kebenaran yang telah diyakini oleh peneliti, sebagai bahan pendukung

 Direct Labor Cost Method Direct Labor Cost Method  Direct Labor Hours Method Direct Labor Hours Method  Machine Hours Machine Hours.  Activity-based Costing (ABC)

Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ali Rosidi (2010) yang berjudul hubungan kebiasaan cuci tangan dan sanitasi makanan dengan kejadian diare pada anak

Faktor Biaya Persalinan Hasil penelitian analisis faktor yang memengaruhi ibu dalam memilih persalinan di rumah oleh bidan, faktor biaya persalinan memengaruhi ibu

Formwork/bekisting menggunakan papan dan kayu 5/5 berasal dari jenis kayu klas III, bekisting yang dipasang harus kuat dan kokoh tidak boleh goyang atau lepas. Untuk pelaksanaan