• Tidak ada hasil yang ditemukan

M01574

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " M01574"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

AGENT 0F CHANGE TO BE A TRANSFORMER1

(Membangun Kemitraan Antar Jemaat Demi Keselamatan Bangsa)

(Terang, Garam, Sesawi & Ragi) Pendahuluan

Apa yang menyebabkan mutu, kualitas hidup dan moralitas Kristen semakin merosot? Semakin jarang kita temui suara-suara keras didikan dan pengajaran yang tegas akan standar moral dan karakter Kristen dibawakan dimimbar-mimbar. Orang Kristen semakin dibuai dengan berbagai janji-janji Tuhan, jaminan kemakmuran, jaminan pemulihan, dan jaminan kesembuhan. Kehidupan bergereja justru semakin menggiring orang Kristen terpisah dengan dunia luar (Kristian, 2012). Kita cenderung eksklusif membangun dunia kita sendiri. Perayaan-perayaan gerejawi dan kristiani tanpa kita sadari justru semakin membuat kita menjadi asing dimata masyarakat sekitar. Meskipun banyak kegiatan-kegiatan spektakuler di gelar di gereja sebagai wujud kepedulian terhadap dunia, sayangnya kebanyakan acara dan kegiatan tersebut hanya bisa dipahami oleh kalangan gereja sendiri. Dan hanya menjadi tontonan masyarakat, yang sebenarnya membutuhkan sesuatu yang lebih konkrit, sesuatu yang lebih nyata bisa dirasakan dan tersentuh. Padahal gereja memiliki tanggung jawab terbesar dalam hal ini adalah tanggung jawab Iman Kristen.

Tanggung jawab adalah kata yang dalam bahasa Inggris responsibility berasal dari kata response (respons/tanggapan) dan ability (kemampuan). Tanggung jawab adalah kemampuan kita merespons atau menanggapi tiap kejadian yang terjadi di dalam hidup kita. Jika kita melihat dalam perspektif iman Kristen, kejadian negatif direspons dengan nilai positif yang lebih besar, hasilnya akan menjadi positif dan menjadi pelajaran serta pengalaman yang berharga (Matius 5:43-44). Tanggung jawab di sini dimengerti bukan sebagai kewajiban (beban), tetapi komitmen sebagai panggilan untuk bersekutu, bersaksi dan melayani (Meta, 2005). Persekutuan di sini adalah persekutuan antara Kristus sebagai Kepala dan Gereja sebagai Tubuh-Nya. Persekutuan itu harus terjalin antara anggota yang satu dengan anggota yang lain, karena persekutuan itu bersifat dinamis (selalu bergerak, giat, tidak kaku), dan terbuka (tidak menutup diri, tidak egois, tidak sombong). Kesaksian yang dimaksudkan disini adalah evangelisasi sebagai bentuk pembinaan bagi warga gereja supaya tetap hidup, menghayati injil dari segi perkataan maupun perbuatan, dan pekabaran Injil sebagai upaya memberitakan Injil ke dalam dunia bagi mereka yang belum percaya. Sedangkan melayani dihubungkan dengan pelayanan kasih, anggota saling membantu dalam penderitaan, saling menolong yang kuat menanggung yang lemah (Roma 15: 1), melayani orang miskin (Yakobus 2:5), mengunjungi anak yatim dan lain sebagainya.

Melalui komitmen sebagai pengurus dan pelayan gereja, kita dipanggil dan diutus menjadi agent of change/agen perubahan. Agen perubahan bertujuan, agar kehadiran kita dapat mentransformasikan nilai-nilai yang kita yakini membawa perubahan spiritual, moral, dan

1

(2)

2

budaya. Seseorang yang menjadi agent of change, adalah orang yang memiliki konsep diri yang jelas, sehingga kehadirannya dapat mengubah dunia dan manusia sekitarnya.

Konsep diri adalah semua ide, kepercayaan, pandangan yang diketahui tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart dan Sundeen, 2006). Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuan, interaksinya dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya. Pemuda gereja yang mempunyai konsep diri positif akan menjadi individu yang mampu memandang dirinya secara positif, berani mencoba dan mengambil resiko, selalu optimis, percaya diri, dan antusias menetapkan arah dan tujuan hidup sebagai agent of change.

Agent of Change (Agen Perubahan)

Agent of change/agen perubahan (Moore, 2011) adalah transformasi nilai-nilai yang kita yakini sebagai karakter kekristenan melalui kehadiran gereja. Transformasi dalam pengertian sebagai pengurus dan pelayan gereja, kita harus menganggap diri sebagai agen yang kehadirannya membawa perubahan spiritual, moral, dan budaya yang mengubah dunia (visi), dengan berfungsi sebagai terang (cahaya), garam, sesawi dan ragi (misi).

1. Sebagai Terang

Kita diutus ke dunia gelap untuk memancarkan terang/cahaya kemuliaan, untuk membuat kemuliaan Allah, ada di mana-mana (Mazmur 19:1-4). Paulus mendesak orang percaya di Korintus untuk mencari dan mengharapkan kemuliaan Tuhan pada saat mereka berdoa dan belajar dalam Roh (2 Kor 3:2-18.). ayat 2 & 3 “kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan dapat dibaca oleh semua orang, ditulis bukan pada loh-loh batu melainkan pada loh-loh daging yaitu di dalam hati manusia”. Sebagai orang Kristen menguduskan Kristus sebagai Tuhan dalam hati mereka, menjadi penuh dengan harapan, ditandai dengan damai, sukacita, bersemangat dan diaktifkan untuk setiap perbuatan baik (1 Petrus 3:15; 2 Tim 3:15-17..).

Tanda dari hidup dalam terang adalah (Ministries, 2007) :

 Anda dilepaskan dari kuasa kegelapan dan dipindahkan ke dalam kerajaan Yesus (Kolose 1: 13)

 Anda telah dipanggil “keluar dari kegelapan kepada terang-Nya” (1 Petrus 2: 9-10).  Anda diberdayakan untuk “hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang”

(1 Yohanes 1:7; Efesus 1:3,19).

Anda adalah terang dunia dan hendaknya terang Anda bercahaya di depan orang (Matius 5: 14-16).

 Anda memiliki warisan sukacita, kasih dan kebebasan dari ikatan dosa.

(3)

3

berdampak positip apabila kehadiran kita menggugah orang lain untuk berubah dan berbuat sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi dirinya maupun orang lain.

Menjadi rekan sekerja Tuhan dan semakin hidup dalam terang melancarkan (Ministries, 2007):

 Kedatangan kerajaan Tuhan dan terlaksana kehendakNya di atas bumi  Tersingkapnya dan terusirnya kegelapan

 Hidup dalam kebenaran dan kebebasan

 Terlihatnya terang dan kemuliaan Tuhan oleh orang di sekeliling Anda  Bertumbuhnya pengertian Anda mengenai besarnya kasih Tuhan untuk Anda  Respons Anda mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan Anda

(Ulangan 6: 5; Matius 22: 37)  Mengasihi orang lain

 Bertumbuh dalam kedewasaan rohani  Hubungan yang sehat

 Mencari terlebih dulu kerajaanNya dan kebenaranNya (Matius 6: 33)

2. Sebagai Garam

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang” (Matius 5: 13). Fungsi utama garam pada zaman itu, selain dipakai untuk memberi cita rasa (enak) adalah mengawetkan daging dari proses pembusukan. Waktu itu belum ada tempat penyimpanan daging, dan temperatur setempat yang panas menyebabkan daging hewan cepat membusuk. Garam mencegah proses pembusukan tersebut. Kehadiran anak-anak Allah di dunia melalui kesaksian hidupnya yang benar, dapat menghambat/mencegah penyebaran ‘virus’ dosa di dunia ini. Kita tidak bisa berharap dunia akan menjadi semakin baik; dosa/kejahatan semakin berkurang, kecuali pada saat yang sama kita menyatakan kebenaran itu dalam kehidupan sehari-hari (Christian, 2012). Bagaimana kehadiran pemuda gereja dapat mencegah pembusukan/penyebaran dosa dengan menyatakan kebenaran di tengah-tengah keluarga, tempat kerja, gereja dan masyarakat!

Kita dipanggil untuk menolak segala sesuatu yang cenderung korupsi dan pembusukan, melestarikan semua yang sehat dan baik terhadap semua yang mengancam untuk merusak atau menghancurkannya. Sebagai agen, kita harus berbicara menentang kebohongan, menolak untuk berpartisipasi dalam pekerjaan kegelapan dan mempertahankan identitas/jati diri.

(4)

4

"Sebagai ilustrasi, ada seorang pendeta yang hendak menginjili kaum Nudis yang masih telanjang. Karena ingin menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dilayani, si pendeta itu pun datang dengan telanjang bulat. Di luar perkiraan pendeta, ternyata hari itu kaum Nudis justru berpakaian untuk menyambut kedatangan pendeta. Pendeta bisa seperti itu karena ia sedang menyesuaikan diri, bukan menempatkan diri (Lesminingtyas, 2012). Jadi, seharusnya kita tetap memegang nilai-nilai yang kita yakini, tanpa harus membuat perbedaan yang menyolok dengan lingkungan kita. Begitu kita memutuskan untuk mengikut Kristus, berarti kita harus siap berbeda dengan dunia. Hanya saja, kita tidak perlu menggembar-gemborkan perbedaan itu, supaya kehadiran kita tidak meresahkan dan ditolak orang-orang yang belum percaya.

3. Sebagai Sesawi dan Ragi

Jesus mengumpamakan Kerajaan Allah itu biji sesawi yang ditaburkan, tumbuh dan menjadi pohon yang besar, juga ragi yang diaduk ke dalam tepung terigu sampai khamir seluruhnya (Lukas 13:18-21). Sebagai sesawi dan ragi, kita harus menyadari bahwa setiap langkah iman, setiap perbuatan kasih, setiap kata kebenaran diucapkan dalam iman memiliki potensi untuk menyentuh jiwa seseorang dengan realitas dan kasih Yesus Kristus. Di tempat manapun kita berada dan bekerja, kehadiran kita bermakna secara militan, dalam pengertian makna hidup yang sebenarnya tidak ditentukan oleh kuantitas hidup, namun seberapa hidup kita berkualitas. Dengan kata lain, secara kuantitatif mungkin kita sedikit atau kecil tetapi secara kualitas kita punya power, pengaruh dan dipandang bermakna serta berharga dimata publik.

Menurut Weng Jen Wau, G.M. perusahan Boteli Valve Group yang berdiri di Wanzhou RRC yang masyarakatnya berieologi komunis,mengakui bahwa, perusahan tersebut dapat mencapai profit 5 juta dolar per bulan dan 40% hasil prouksinya dieksport ke seluruh dunia, karena hampir semua karyawannya orang Kristen serta menempatkan iman sebagai dasar pekerjaannya. Weng Jen juga memuji bagaimana pekerja Kristen di perusahan tersebut memang lebih jujur dan baik hati.

Kesimpulan

Sebagai pengurus dan pelayan gereja, agent of change merupakan sikap iman yang memberi makna bagi setiap peristiwa yang terjadi dalam suatu kehidupan. Meaning of life memberikan suatu kehidupan yang berkualitas dan sebagai agent of change akan melakukan perubahan spiritual, moral & budaya sebagai terang, garam & ragi. Menjadi agent of change merupakan suatu pilihan untuk mencapai visi gereja yaitu pengharapan akan keselamatan dalam Jesus Kritus.

(5)

5

Christian. (2012). Membaur Tapi Tidak Luntur, [Online]. Tersedia : http://remaja.co, [16 Maret 2012].

Freedom for the Captives Ministries. (2007). Hidup dalam Terang: Diterjemahkan dari “Out of Darkness into Light Wholeness Prayer Basic Modules”[Online]. Tersedia :

www.ministries.org, [16 Maret 2012].

H. Richard, Niebuhr. (1946). The Responsibility of the Church for Society. [Online]. Tersedia : www.religion.online.org, [8 Maret 2012].

Harry J. Flymn: Germain Grisez. (2009). Living A Christian Life; Chapter 6: Love, Justice, Mercy and Social Reponsibility, [Online]. Tersedia : www.twotly.org, [16 Maret 2012].

Holypop. (2011). Practical Application of Freedom, [Online]. Teredia : www.holypop.com, [16 Maret 2012].

Kristian. N. (2012). Minoritas: bagaimana seharusnya? YLSA (Yayaan Lembaga Sabda), [Online]. Tersedia : www.artikel.sabda.org, [16 Maret 2012].

Lesminingtyas. (2012). Peka Budaya. YLSA (Yayaan Lembaga Sabda), [Online]. Tersedia : www.artikel.sabda.org, [16 Maret 2012].

Meta: Activism, Churches & Christians Permalink. (2005). Faith and Responsibility. Public Christian. May 2, 2005, [Online]. Tersedia : www.publicchristian.com, [16 Maret 2012].

Stuart, G.W., Sundeen, S.J. ( 2006). Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC

T.M.Moore. (2011). The Church as Agent of Change. The World View Church. March 22, 2011, [Online]. Tersedia : www.worldviewchurch.org, [7 Maret 2012].

Referensi

Dokumen terkait

Pengurus gereja juga berpendapat bahwa laporan keuangan gereja penting bagi jemaat karena jemaat berhak mengetahui dana yang telah diberikan kepada gereja, sebagai

Selain kehadirannya sebagai pelayan publik, dilain sisi juga bertanggung jawab untuk melakukan keterbukaan informasi publik dalam hal kebijakan dan pelayanan publik.Dalam

P : Wujud konkret/perilaku seperti apa yang anda lakukan untuk menunjukkan identitas anda sebagai penganut agama tersebut?. I : Menjadi pelayan gereja dan

37 Dengan pengertian profesi dan jenis bidang profesi di atas maka dapat dipahami bahwa seorang pelayan gereja adalah seseorang yang memiliki profesi luhur yang berarti

Hasil dari penelitian ini adalah seorang pelayan di HKBP sudah memiliki patron dalam pelayan, terkhusunya Pendeta sebagai pemimpin gereja memiliki patron tugas dan tanggung jawab

Di Timur menguat bentuk Patriarkh dengan wilayah pelayanan gereja yang disebut sebagai Batrik yang cirinya sangat kuat menganggap diri sebagai ortodoks (maksudnya gereja

007/004 Sukabumi Utara (bersebelahan dengan gereja Siloam). Pemakaman dilaksanakan pada hari Jumat, 16 April 2021 pkl. Majelis Jemaat, Pelayan dan Pengurus Pelkat, Komisi dan BPPJ

Bobot dari kebersamaan yang dimaksudkan di sini pertama-tama adalah persekutuan, yaitu soal sehati dan sepikir sebagai pelayan – pelayan yang menerima panggilan pelayanan dalam