TAHUN 2021
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT)
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan yang Maha Esa, karena atas Izinnya penyusunan Rencana Kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur dapat tersusun dengan sistematis dan tepat waktu. Tujuan menyusun Rencana Kerja Tahun 2021 yaitu memuat visi dan misi, tujuan dan sasaran serta strategi dan kebijakan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan sebagai arahan dalam pembangunan kepariwisataan di tahun 2021.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, dimana Perangkat Daerah mempunyai kewajiban untuk menyusun rencana kerja (Renja) setiap tahunnya.
Berdasarkan hal tersebut dan sebagai tindak lanjut dan penjabaran dari Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra OPD), dan penyusunan RAPBD maka Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur perlu menyusun Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (RKT- OPD) Tahun 2021. Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021 menjadi dasar acuan pelaksanaan kinerja, program dan kegiatan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021.
Usulan kegiatan sebagaimana yang tertuang dalam Rancangan Renstra OPD, disusun dengan mempertimbangkan sasaran strategis PD dan isu-isu strategis Pemerintah Kabupaten Lombok Timur serta kemampuan keuangan daerah sebagaimana tercantum dalam rancangan awal RKPD tahun 2021.
Dengan tersusunnya Rencana Kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur tahun 2021, diharapkan program dan kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana sesuai dengan yang telah direncanakan, dan dapat dijadikan pedoman bagi penyelenggaraan kegiatan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur untuk masa yang akan datang, masukan dan saran konstruktif sangat diharapkan dalam rangka penyempurnaan Renja Dinas Pariwisata di masa berikutnya.
Wabillaahittaufiqu Walhidaayah Wassalaamua’laiqum Wr. Wb.
Selong, 15 Februari 2021 KEPALA DINAS PARIWISATA KABUPATEN LOMBOK TIMUR,
Dr. H. MUGNI, SS.M.Pd.
NIP. 19681231 199403 1 089
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
BAB I ... 1
PENDAHULUAN... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Landasan Hukum ... 4
1.3. Maksud Dan Tujuan ... 5
1.4. Sistematika Penulisan ... 6
BAB II ... 7
HASIL EVALUASI RENJA TAHUN 2020 ... 7
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Derah... 19
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD ... 34
BAB III ... 45
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN ... 45
3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ... 45
3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur ... 48
3.3. Program dan Kegiatan ... 52
BAB V ... 78
PENUTUP... 78
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pembangunan kepariwisataan daerah yang merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dalam rangka mencapai masyarakat yang adil, makmur, sejahtera. Pembangunan kepariwisataan daerah juga merupakan rangkaian pembangunan nasional yang berkesinambungan dari seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021 merupakan implementasi teknis bidang pariwisata dari Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018-2023, Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 52 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 53 Tahun 2016 tentang Tugas Fokok dan Pungsi Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur tentang tugas pokok dan fusngsi Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur dalam menyelenggaraan urusan dibidang kepariwisataan.
Perencanaan kerja merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah pada tahun n+1 dalam rangka pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, yang saat ini dijadikan sebagai salah satu instrumen pertanggungjawaban. Perencanaan kerja ini merupakan pengintegrasian antara sumber daya manusia dengan berbagai sumber daya lainnya yang dimiliki organisasi, sehingga diharapkan mampu menjawab tuntutan perkembangan pariwisata Kabupaten Lombok Timur untuk 1 (satu) tahun ke depan.
Proses Penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
a. Pembentukan Tim Penyusunan Renja Perangkat Daerah Anggota tim adalah pejabat dan staf yang benar-benar siap dalam hal waktu, dan memiliki kemampuan teknis untuk bertugas secara penuh dalam menyiapkan dokumen Renja Perangkat Daerah.
b. Orientasi mengenai Renja Perangkat Daerah Orientasi diberikan kepada tim untuk penyamaan persepsi terkait teknis penyusunan Renja, hubungan Renja Perangkat
Daerah dengan dokumen perencanaan lain, serta mengetahui aspek-aspek regulasi yang terkait dengan perencanaan dan penganggaran daerah.
c. Penyusunan Agenda Kerja Agenda kerja disusun untuk merinci setiap tahapan kegiatan penyusunan dokumen Renja sampai dengan penetapan Renja Perangkat Daerah.
d. Pengumpulan Data dan Informasi Pengumpulan data dapat dilakukan berdasarkan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Menyusun daftar data/informasi yang dibutuhkan bagi penyusunan Renja dan disajikan dalam bentuk matrik (check list) untuk memudahkan analisis;
2) Mengumpulkan data/informasi dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan;
3) Menyiapkan tabel-tabel/matrik kompilasi data yang sesuai dengan kebutuhan analisis.
Dengan ditetapkannya UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), diamanatkan bahwa setiap daerah harus menyusun rencana pembangunan daerah secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan, dengan jenjang perencanaan yaitu perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah maupun perencanaan tahunan. Untuk setiap daerah (kabupaten/kota) harus menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Sementara itu paralel dengan pembuatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sesuai dengan pasal 7 UU Nomor 25 tahun 2004 juga mewajibkan setiap Perangkat Daerah membuat dan memiliki Rencana Kerja Tahunan (RKT) Perangkat Daerah, yang disusun dengan berpedoman kepada Renstra Perangkat Daerah dan mengacu kepada RKPD. Sedangkan RKPD dijadikan dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD), Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
Rencana Kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur tahun 2021 berfungsi sebagai dokumen perencanaan tahunan, penyusunannya dengan memperhatikan seluruh aspirasi pemangku kepentingan pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Lombok Timur melalui penyelenggaraan Musrenbang tahunan yang diselenggarakan secara berjenjang untuk keterpaduan Rancangan Renja Perangkat
Daerah. Sesuai amanat tersebut maka Dinas Pariwisata Kabupaten Lomok Timur sebagai Perangkat Daerah pada tahun 2021 ini menyusun Rencana Kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur tahun 2021. Renja Perangkat Daerah merupakan dokumen rencana pembangunan yang berjangka waktu 1 (satu) tahun, guna mengoperasionalkan RKPD yang disertai dengan upaya mempertahankan dan meningkatkan capaian kinerja pelayanan masyarakat yang sudah dicapai oleh Perangkat Daerah, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Rencana Kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021, merupakan rencana pembangunan tahunan yang pada dasarnya disusun untuk mewujudkan visi Bupati Lombok Timur, seperti yang tertuang dalam Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur tahun 2019 – 2023, mengacu pada visi pembangunan Lombok Timur tahun 2019 – 2023 yaitu:
Sejalan dengan Visi Kabupaten Lombok Timur tahun 2019-2023, yaitu
“ LOMBOK TIMUR YANG ADIL, SEJAHTERA DAN AMAN ”.” Artikulasi dari visi tersebut adalah Adil diartikan bahwa seluruh masyarakat Lombok Timur dapat menikmati hasil pembangunan yang sama antar satu daerah dengan daerah lainnya sesuia dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Tidak ada diskriminasi dalam bentuk apapun, semua masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dalam meningkatkan taraf kehidupan, memperoleh pekerjaan, mendapatkan pelayanan, pendidikan, kesehatan, agama, mengemukakan pendapat, melaksanakan hak politik, menciptakan keamanan serta mendapatakan perlindungan dan kesamaan di depan hukum. Sejahtera. diartikan bahwa, sebagai hasil dari diwujudkannya pembangunan yang berkeadilan, masyarakat Lombok Timur akan memiliki kesempatan untuk memperoleh tingkat pendapatan yang memadai, terpenuhinya kebutuhan dasar berupa sandang, pangan dan papan, tingkat pendidikan yang cukup dan derajat yang baik, sehingga dapat hidup layak. Aman. Diartikan bahwa, masyarakat Lombik Timur hidup dalam suasana tenteram, tertib dan harmonis.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur tahun 2021, akan dijadikan sebagai pedoman dan rujukan dalam menyusun program dan kegiatan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur tahun 2021 yang telah ditetapkan.
Prioritas pembangunan kepariwisataan mengarah pada pencapaian sasaran-sasaran pembangunan, yang dalam penyusunannya juga memperhatikan program dan kebijakan dari pemerintah pusat yang dilaksanakan di daerah.
1.2. Landasan Hukum
1. UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, 2. UU No. 11 Tahun 2010 tentang Benda Cagar Budaya,
3. UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, 4. UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah,
5. UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,
6. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah, 7. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Kab/kota 8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
9. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 05 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 6 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Timur.
10. Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 52 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 53 Tahun 2016 tentang Tugas Fokok dan Pungsi Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur;
11. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Rencana Jangak Panjang Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018 s.d 2023.
1.3. Maksud Dan Tujuan
Rencana Kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur tahun 2021 dimaksudkan untuk menetapkan dokumen perencanaan yang memuat program dan kegiatan pembangunan daerah bidang pariwisata, yang menjadi tolok ukur penilaian kinerja Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur dalam melaksanakan tugas dan fungsinya selama tahun 2021.
Tujuan :
1. Sebagai acuan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur dalam mengoperasionalkan RKPD Lombok Timur tahun 2021, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam rangka mencapai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur;
2. Merumuskan program dan kegiatan pembangunan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur selama tahun 2021;
3. Sebagai arah kebijakan penyelenggaraan pembangunan bidang pariwisata tahun 2020;
4. Sebagai acuan atau dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang akan dituangkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) pada setiap tahun anggaran;
5. Untuk memadukan gerak antara pemerintah, pelaku pariwisata, pelaku seni dan budaya serta masyarakat dalam mengembangkan kepariwisataan di Kabupaten Lombok Timur.
1.4. Sistematika Penulisan
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017, sistematika penulisan Rencana Strategis ditetapkan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penulisan
BAB II HASIL EVALUASI RENJA TAHUN LALU
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu dan Capaian Renstra OPD 2.2 Analisis Kinerja Pelayanan OPD
2.3 Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD 2.4 Review Rancangan Awal RKPD
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat BAB III TUJUAN DAN SASARAN SKPD
3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional 3.2 Tujuan dan Sasaran Renja OPD
3.3 Program dan Kegiatan
BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN OPD BAB V PENUTUP
BAB II
HASIL EVALUASI RENJA TAHUN2020
Evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja OPD, mengandung arti bahwa setiap akhir tahun anggaran dilakukan proses pengukuran kinerja, evaluasi dan analisis pencapaian kinerja. Pengukuran Kinerja merupakan proses membandingkan target kinerja dengan realisasinya yang digunakan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan/program/kebijakan sesuai dengan sasaran dan tugas yang ditetapkan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Bupati Lombok Timur, Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan target kinerja atas kegiatan kegiatan yang tercantum dalam APBD Tahun Anggaran 2020 dan tahun berjalan (2021) telah di tetapkan pada saat pengajuan anggaran untuk kegiatan yang bersangkutan dalam formulir Rencana Kerja Anggaran dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RKA-DPA) berupa : input, output, dan outcome. Evaluasi kinerja dilakukan dengan menghitung pencapaian kinerja dengan cara membandingkan antara rencana kinerja dengan realisasi indikator dari setiap kegiatan serta rencana kinerja dan realisasi dari setiap kinerja sasaran.
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja 2020 dan Capaian Renstra Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur
Evaluasi pelaksanaan Renja SKPD sedikitnya memiliki pokok-pokok materi yang disajikan, antara lain :
1. Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja/hasil/keluaran yang direncanakan;
2. Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja/hasil/keluaran yang direncanakan;
3. Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja/hasil/keluaran yang direncanakan;
4. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target kinerja program/kegiatan;
5. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra Perangkat Daerah;
dan
6. Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut.
Untuk Mengakomodir hal-hal tersebut, berikut adalah penjelasan berdasarkan IKU 2 (dua) tahun lalu dan tabel Renja OPD per tahun 2021 sebagai berikut :
➢ Indikator Kinerja Utama (IKU) adalah dasar atau target utama yang merupakan hasil yang ingin dicapai oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur yang diturunkan menjadi beberapa Program dan Kegiatan. IKU Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur pada RPJMD 2018-2023 adalah ”Tingkat Kunjungan Wisatawan” dengan realisasi IKU pada tahun 2020 mengalami penurunan yang disebabkan karena pendemi Covid-19 dimana Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerihtah pusat yang sifatnya secara nasional sehingga mengakibatkan gerak perjalanan wisata menjadi mengalami penurunan secara drastic, Target IKU dan realisasi Pada tahun 2020 dapat dilihat pada tabel berikut ini:
No Indikator
Kinerja Satuan
Target Kinerja
Kondisi Kinerja Rata-
Rata Akhir Renstra
Capaian Kinerja Pertahun
Persentase Capaian
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2018 2019 2020 2018 2019 2020
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 12 13 14 14
1
Jumlah kunjungan wisatawan
Orang
15,000 50,000
60,000 20.000 25.000 30.000 185.000 48,882
58,417 12.923 325.88
116.83 21,54
a. Nusantara Orang 9,800
30,120
34,200 3,000 5,000 7,000 76.620 29,648
21,053 1,467 302.53
69.90 5,69
b. Mancanegara Orang 5,200 19,880 25800 17,000 20,000 23,000 172.073 19,234
37,364 11,456 369.88
187.95 33,50
2
Jumlah penyelenggaraan event
kepariwisataan
Kali 5 5 6 7 8 9 35 5 6 6 100.00 120.00 100
Pada Tahun 2020, ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan di targetkan sebanyak 60.000 orang namun yang terealisasi sejumlah 12.923 orang wisatawan, dengan rincian wisatawan nusantara sejumlah 11.456 orang dan wisatawan mancanegara sejumlah 1.467 orang atau capaian 21,54 % dengan predikat Kurang Berhasil. Salah satu faktor penyebab menurunnya jumlah wisatawan berkunjung ke Lombok Timur, hal ini disebabkan akibat adanya bencana non alam yaitu pandemi covid 19 yang melanda seluruh wilayah indonenesia khusunya di wilayah Kabupaten Lombok Timur sehingga ditupnya sektor pariwisata seperti peyedia jasa pelayanan wisata travel,
guide/porter, perhotelan, restoran/rumah makan, tempat hiburan dan sejumlah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lombok Timur yang puncaknya dimulai dari bulan maret s.d Juni dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) baik tingkat Pusat, Provinsi, hingga Kabupaten/Kota, yang mengakibatkan semakin terpuruknya ekonomi masyarakat terlebih di sektor pariwisata terjadi PHK besar besaran, sektor pariwisata mulai dibuka khususnya di Kabupaten Lombok Timur sekitar bulan juli. Seperti hotel/Penginapan, Desa Wisata dan destinasi wisata sudah mulai bergerak dan menerima kunjugan wisata dengan catatan penerapan protokol kesehatan dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh gugus tugas penanganan covid 19 yang telah diatur oleh masing-masing Daerah.
Upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam memulihkan eknomi khsusnya disektor pariwisata di masa pandemic covid 19:
1. Pemulihan sektor pariwisata ditengah pandemic covid 19 dengan melakukan berbagai macam upaya seperti :
a. Pemberlakuan SOP Protokol Kesehatan yang ketat di semua destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lombok Timur
b. Melakukan sosialisi dan edukasi kepada pelaku wisata, pengelola destinasi wisata dan stackeholder lainnya dengan berbagai macam kegiatan pelatihan dan pembinaan.
c. Memaksimalkan upaya promosi pariwisata dengan memanfaakan teknologi sebagai sarana yang paling efektif dalam mempromosikan pariwisata ditengah pandemi covid 19.
2. Memberikan stimulan bantuan paket sembako untuk pelaku industri pariwisata yang terkena dampak pandemi covid 19 dari Kementrian Pariwsiata dan Ekonomi Kreatif sebanyak 1.237 orang yang terdiri dari berbagai cluster pekerjaan seperti Hotel/Restoran/Villa/Kottage, Pokdarwis, Guide, Porter, Travel, Asongan, Lapak Kuliner, Sanggar/Seniman, Ekraf/IKM dan Homestay.
3. Melakukan rekopusing anggaran yang memfokuskan kepada pemulihan ekonomi akibat pandemi covid 19, yang terdiri dari belanja langsung sebesar Rp.
1.747.430.000,- yang sumber pendanaannya dari APDB sebesar Rp. 867.225.000 dan APBN (DAK fisik dan non fisik) sebesar Rp. 880.205.000,-.
4. Pemulihan ekonomi disektor pariwisata juga harus diimbangi dengan Pembanguanan fasilitas dibeberapa destinasi wisata seperti :
d. Penataan dan Pembangunan Destinasi wisata sembalun dengan meningkatkan fasilitas penginapan cemara siu, rehabilitasi penginapan puri rinjani, pembangunan mushalla dan MCK,
e. Penataan jalan dalam kawasan wisata Pantai Labuhan Haji, pembangunan mushalla, MCK, dan Panggung Kesenian di Desa Wisata Pringgasela.
f. Pembangunan MCK di destinasi wisata Pesanggrahan Timbanuh Pringgasela g. Pembangunan fasilitas Berugak di Destinasi Wisata Gunung Malang
Pringgabaya dan
h. Pengadaan Alat Aoutbond untuk kelompok sadar wisata di Desa Sajang Kecamatan Sembalun
i. Pembangunan jalan dalam kawasan wisata Desa Masbagik Utara Kecamatan Masbagik
5. Peningkatan kapasitas SDM pelaku wisata melalui kegiatan dan mensertifikasi tenaga pelaku wisata sebagai legalitas dan upaya peningakatan pelayanan dibidang kepariwisataaan.
Untuk mencapai target dari sasaran 1 “Terwujudnya kualitas pengelolaan destinasi dan promosi pariwisata yang efektif ”, Dinas Pariwisata melakukan upaya- upaya melalui Program Pengembangan Desatinasi yang diampu oleh bidang teknis yaitu Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dengan indikator kinerja dan sasaran sebagai berikut :
1. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata dengan kegiatan sebagai berikut : a) Kegiatan Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pariwisata dengan
tujuan melakukan Pembenahan infrastruktur destinasi pariwisata untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas fasilitas pariwisata pada kawasankawasan strategis. Destinasi potensial yang ditata sebagai berikut :
- Kecamatan Sembalun : Melakukan penatan, penambahan fasilitas penginapan Cemara Siu, Rehabilitas Penginapan Puri Rinjani dan Pengadaan Alat Outbond untuk Kelompok Sadar Wisata yang ada di Desa Sajang Sembalun dan pembangunan fasilitas berugak destinasi wisata gunung malang pringgabaya yang didukung pendanaannya melalui dana APBD.
b) Kegiatan Penataan Kawasan Pariwisata (DAK) dengan tujuan melakukan penataan Kawasan pariwisata strategis dalam kawasan destinasi wisata prioritas seperti :
- Kecamatan Pringgasela merupakan desa wisata sekaligus desa budaya yang sangat potensial didukung pembangunan fasilitas berupa MCK di Desa Timbanuh, MCK dan Mushalla di Desa Pringgasela dan Panggung Kesenian di Desa Pengadangan.
- Kecamatan Labuhan Haji dengan lokus pembangunan penataan jalan dalam kawasan wisata, penimbunan dan penanaman rumput atau bunga sebagai lahan hijau di kawasan wisata pantai labuhan haji dan sekitarnya.
- Kecamatan Sembalun dengan pembangunan fasilitas umum seperti MCK dan Mushalla di Desa Sembalun Lawang/Sembalun Bumbung.
2. Program Pengembangan Kemitraan dengan kegiatan sebagai berikut :
a. Pembinaan Pelaku Jasa Usaha Sarana Wisata yang tujuannya melakukan pembinaan kepada pelaku jasa usaha sarana wisata dengan meningkatkan pemahaman dan penerapan standarisasi pelayanan kepariwisataan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku dengan sasaran pengelola destinasi wista sebanyak 50 Orang.
b. Pembinaan Pelaku Jasa usaha wisata yang tujuannya melakukan pembinaan kepada pelaku jasa usaha wisata dengan meningkatkan pemahaman dan penerapan standarisasi pelayanan kepariwisataan sesuai dengan peraturan perundang undang yang berlaku dengan sasaran jasa usaha stravel, hiburan dan SPA/Salon sebanyak 50 Orang
c. Penyusunan Kajian Akademis Rancangan Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kabupaten Lombok Timur yang tujuannya untuk menciptakan dokumen perencanaan pembangunan pariwisata yang diarahkan kepada kemudahan dalam berivestasi dibidang kepariwisataan dengan mengoptimalkan potensi wisata yang ada yang akan berdampak kepada meningkatnya prekonomian masyarakat dan jumlah kunjungan wisata.
Jadi dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa promosi wisata akan lebih efektif apabila didukung dengan fasilitas dan infrastruktur pariwisata yang memadai yang dikolaborasikan dengan penyelenggaraan event kepariwisata yang berkualitas didukung dengan SDM pelayanan kepariwisataan yang memadai melalui kelembagaan kepariwisataan, desa wisata dan memaksimalkan fungsi ekonomi kreatif guna meningkatkan jumlah kunjungan wisata.
2. Capaian Kinerja Sasaran 2 “Terwujudnya penyelenggaraan event kepariwisataaan yang berkualitas”
Pada tahun 2020 ditargetkan jumlah penyelenggaraan event kepariwisataan sebanyak 6 kali yang terealisasi adalah sebanyak 6 kali atau mencapai 100% dengan predikat Sangat Berhasil. Sasaran ini merupakan sasaran yang diemban oleh “Bidang Pemasaran dan Bidang Penngembangan Kapasitis Pelaku Wisata”. Sebagai tugas utamanya, maka untuk mencapai target sasaran tersebut dituangkan menjadi sebuah program kegiatan, berikut program kegiatan Bidang Pemasaran Pariwisata beserta dukungan Program Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata dan Kegiatannyasebagai berikut :
➢ Bidang Pemasaran
a. Kegiatan Pengembangan Jaringan Kerjasama Promosi Pariwisata Output kegiatan ini adalah kerjasama melalui media-media seperti media cetak lokal dan media elektronik Seluruh output ini mendukung rutinitas pemasaran pariwisata dan event-event yang diselenggarakan pada tahun berjalan.
b. Kegiatan Peningkatan Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Pemasaran Pariwisata Output kegiatan ini adalah memanfaatkan teknologi sebagai media promosi pariwisata daerah yang paling efektif yang memudahkan masyarakat untuk mengakses kalender event promosi pariwisata daerah melalui www dinpar.lomboktimurkab.go.id yang telah tersusun secara sistematis yang menyajikan iformasi kalender event yang menarik untuk dijadikan sebagai paket wisata khusus pada tahun berjalan.
c. Pelaksanaan Promosi Pariwisata Nusantara Di Dalam Dan Di Luar Negeri Pariwisata Output kegiatan ini adalah memfasilitasi penyelenggaraan event kepariwisataan yang telah teragenda dan berkolaborasi dengan masyarakat sebagai ujung tombak penyelenggaraan berikut penyelenggaraan event kepariwisataan yang telah dilaksanakan yang terdiri dari :
- Kura-Kura Beach Festival dilaksanakan bulan februari yang berlokasi di EkasBuana Kecamatan Jerowaru
- Sayembara Iklan Jurnalistik dilaksanakan bulan oktober yang berlokasi di Kecamatan Selong
- Lomba Vedeo Iklan Destinasi Pariwisata dilaksanakan bulan November yang berlokasi di Kecamatan Selong
- Alunan Budaya III Desa Pengadangan dilaksanakan bulan November yang berlokasi di Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela.
- Festival Masbagik dilaksanakan bulan Desember yang berlokasi di Kecamatan Masbagik
- Gebyar Pesona Pesisir Tanjung Luar dilaksanakan bulan Desember yang berlokasi di Kecamatan di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak.
➢ Bidang Pengembangan Kapasitisa Pelaku Wisata
Bidang Pengembangan Kapasitas Pelasku Wisata merupakan urusan pendukung sasaran 2. Target yang ingin dicapai adalah dilatihnya 116 Orang dari tenaga kerja penyangga kepariwisataan yang memiliki kemampuan kopetensi pengembangan kepariwisataan yang baik dan teraplikasi sebagai sebuah profesi yang mampu mendorong kemajuan pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur. Pada pelaksanaannya menerapkan protocol kesehatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh gugus tugas penanganan covid 19, realisasi yang didapatkan adalah maksimal yaitu 100% dari target yang ditetapkan dengan didukung oleh 1 Program dan 7 Kegiatan yang dapat dideskripsikan sebagai berikut :
a. Pendataan Tenaga Kerja Kepariwisataan dan Kunjungan Wisata Output kegiatan ini adalah terinventarisasinya informasi terkait pertumbuhan tenaga kerja kepariwisataan yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur dalam bentuk data tenaga kerja kepariwisataan di Lombok Timur berjumlah 3.328 Orang.
b. Pelatihan Tata Kelola Homestay/Pondok Wisata Output kegiatan ini adalah untuk melakukan pembinaan dan pelatihan kepada pengelola Homestaya/Pondok Wisata dengan sasaran Pengelola Homestay yang tersebar pada beberapa Desa Wisata di Kabupaten Lombok Timur dalam rangka mendukung peningkatan kualitas akomodasi berbasis masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di kabupaten Lombok Timur dengan jumlah peserta 40 0rang yang berasal dari Asosiasi Homestay, Penyedia jasa homestay dan pengelola desa wisata di Kabupaten Lombok Timur.
c. Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata output kegiatan ini adalah terdapatnya pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan serta mampu mengelola potensi dayatarik wisata sebagai atraksi wisata yang mampu meningkatkan jumlah kunjung wisatawan, peserta berjumlah 40 orang yang berasal dari, Kelompok Sadar Wisata, Pengelola Desa Wisata dan Pengelola Kawasan Destinasi Wisata di Kabupaten Lombok Timur.
d. Meet Up POKDARWIS Output pelaksanaan ini adalah menyatukan konsep pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan yang dijalankan oleh masyarakat lokal melalui pengelolaan pokdarwis serta meningkatkan kualitas jejaring internal kelompok sadar wisata yang ada, peserta berjumlah 75 orang yang berasaldari perwakilan Pokdarwis se- Kabupaten Lombok Timur.
e. Pengembangan Desa Menuju Desa Wisata Baru Output pelaksanaan kegiatan ini adalah terbentuknya desa wisata baru dengan menajment pengelolaan yang sesuai dengan regulasi yang telah di tetapkan serta mendorong kelembagaan desa wisata didalam meningkatkan kualitas kinerja kelompok sebagai motor penggerak pengembangan desa wisata yang berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur.
f. Pelatihan Pemandu Wisata Selam Output kegiatan ini adalah mendorong profesionalitas kepemanduan wisata selam yang tersertifikasi agar mampu memaksimalkan dayatarik wisata selam sebagai satu paket wisata unggulan yang mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, peserta berjumlah 40 orang 70 % berasal dari pengelola kawasan pesisir dan 30% berasal dari kawasan pegunungan (mengingat pariwisata Lombok timur pada kawasan pegunungan sudah mulai berkembang sehingga peserta yang berasal dari kawasan pegunungan sebagai motor marketing kawasan pesisir dengan dayatarik selam) di Kabupaten Lombok Timur.
g. Pelatihan Pemandu Wisata Balawista Output pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatkatkan kualitas pengelolaan wisata bahari dan wisata tirta pada bidang pengamanan/penyelamatan dalam bentuk potensi SAR yang terletak pada destinasi wisata tirta sebagai upaya meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk melakukan kunjungan, peserta berjumlah 40 orang yang berasal dari pengelola desa wisata yang memiliki dayatarik wisata tirta, pengelola wisata tirta di kabupaten Lombok Timur.
h. Penyediaan Bahan Pelatihan Keperluan Rapat dan Evaluasi output kegiatan ini adalah support seluruh pelaksanaan kegiatan pelatihan peningkatan kualitas SDM yang terbagi menjadi 4 pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Lombok Timur.
Tabel II-2 T-C. 29 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja OPD dan Pencapaian RENSTRA OPD s/d Tahun 2020 Kabupaten Lombok Timur
No. Nama Program/Kegiatan SATUAN
Keluaran/Output
% KET.
Uraian Target Realisasi
1 2 3 4 5 6 8
1 URUSAN PILIHAN PARIWISATA
A Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
% Persentase jumlah peningkatan pelayanan administrasi perkantoran yang memadai
80 80
100
1 Penyediaan jasa surat menyurat Buah Jumlah tersalurnya surat keluar yang bertanggung jawab dan tepat waktu
500 721 144 2 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya
air dan listrik
Bulan Jumlah pemenuhan jasa penyediaan komunikasi sumber daya air listrik
12 12
100 3 Penyediaan jasa pemeliharaan dan
perizinan kendaraan dinas/operasional
Unit Terpenuhinya jasa pemeliharaan kendaraan dinas operasional
17 17
100 4 Penyediaan jasa administrasi keuangan % Pesetase
pengelolaan jasa administrasi keuangan yang memadai
90 90
100
5 Penyediaan jasa kebersihan kantor Gedung Terpenuhinya Jasa Kebersihan Kantor Dalam Rangka Menciptakan Lingkungan Kantor yang Bersih dan Sehat
1 1
100
6 Penyediaan alat tulis kantor % Persentase jumlah
terpenuhinya kebutuhan alat tulis kantor yang cukup memadai
90 90
100
7 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor
Gedung Jumlah pemenuhan Instalasi
Listrik/Penerangan lingkungan kantor yang maksimal
1 1
100
8 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
Bulan Jumlah pemenuhan media informasi dan bahan bacaan
12 12
100 9 Penyediaan makanan dan minuman Kotak Tersedianya
Makanan dan Minuman Dalam Rangka
Meningkatkan Mutu Pelayanan
Pelaksanaan Tugas
840 711
85
10 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah
% Persentase jumlah pengetahuan dan pemahaman SDM aparatur dalam pelaksanaan tugas
85 85
100
11 Pelaksanaan verifikasi hibah/bansos Kelompok Jumlah kelompok calon penerima hibah yang sudah di verifikasi sesuai dengan peraturan perundang – undangan
10 1
10
B Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
% Persentase jumlah sarana dan parasaran gedung kantor yang memadai
80 80
100
12 Pembangunan gedung kantor Gedung
Tersedianya gedung kantor pariwisata yang berarsitektur SASAK
1 1
100
13 Pengadaan peralatan gedung kantor Jenis Jumlah pemenuhan peralatan dan perlengkapan kantor yang cukup dengan personil yang ada
4 4
100
14 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
Unit
Jumlah pemenuhan pemeliharaan rutin kendaraan dinas oprasioanl
17 17
100
15 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor
% Persentase jumlah pemenuhan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan kerja
80 80
100
C Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
Dokumen Jumlah perwujudan penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD yang tepat waktu.
10 10 100
16 Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
Dokumen Jumlah perwujudan penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD yang tepat waktu.
10 10
100
D Pogram Manajemen Pengelolaan Aset/Barang Daerah
Dokumen Jumlah dokumen inventaris barang milik daerah yang valid
3 3
100 17 Peningkatan Manajemen Pengelolaan
Asset/Barang Daerah (SIMDA BMD)
Dokumen Jumlah dokumen inventaris barang milik daerah yang valid
3 3
100
E Program pengembangan pemasaran pariwisata
Orang Jumlah kunjungan wisatawan
nusantara dan wisatawan mancanegara
60.000 12.923 22
18 Peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata
Media
Jumlah
informasi/pegetahuan perkembangan pariwisata melalui media massa/internet
3 3
100
19 Pengembangan jaringan kerja sama promosi pariwisata
Media
Jumlah mitra kerjasama promosi pariwisata daerah dalam mewujudkan pariwisata daerah
20
20
100
20 Pelaksanaan promosi pariwisata nusantara di dalam dan di luar negeri
Orang
Jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara
60.000 12.923 21.54
21 Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pengembangan pemasaran pariwisata
% Persentase jumlah informasi data potensi atraksi wisata dan
teridentifikasinya permasalahan pemasaran pariwisata
90 90 100
22 Pekan Pesona Gumi Selaparang Kali Jumlah
penyelenggaraan event kepariwisataan melalui pekan pesona gumi selaparang
6 6
100
F Program pengembangan destinasi pariwisata
Lokasi Jumlah destinasi wisata yang ditingkatkan sarana dan prasarananya
12 12
100 23 Peningkatan pembangunan sarana dan
prasarana pariwisata
Lokasi Jumlah destinasi wisata yang ditingkatkan sarana dan prasarananya
3 3
100 24 Penataan kawasan pariwisata (DAK) Lokasi
Jumlah destinasi
wista yang ditata 9 9
100
G Program pengembangan Kemitraan % Persentae jumlah jasa usaha wisata dan usaha sarana wisata yang bonavit
85 85
100 25 Pembinaan Pelaku Jasa Usaha Wisata Orang
Jumlah Pelaku Jasa Usaha Wisata yang dilatih
40 40
100
26 Pembinaan Pelaku Jasa Usaha Sarana Wisata
Orang Jumlah Pelaku Jasa Usaha Sarana Wisata yang dilatih
50 50
100 27 Penyusunan Kajian Akademis Rancangan
Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kabupaten Lombok Timur
Dokumen Tersedianya dokumen penyusunan
RIPPARDA Lombok Timur
1 1
100
H Program Pengembangan Pelaku Wisata % Persentase jumlah POKDARWIS yang mandiri
55 55
100 28 Pendataan Tenaga Kerja Kepariwisataan
dan Kunjungan Wisata
% Persentase jumlah tenaga kerja tenaga kerja pariwisata dan kunjungan wisata
75 75
100 29 Pelatihan Tata Kelola Homestay/Pondok
Wisata
Orang Jumlah tenaga pemandu wisata homestay/pondok wisata yang dilatih
40 40
100 30 Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata Orang
Jumlah tenaga pemandu wisata tata kelola destinasi wisata yang dilatih
40 40
100
31 Meet Up POKDARWIS Orang
Jumlah koordinasi antar kelompok sadar wisata se Kabupaten Lombok Timur
75 75
100
32 Pengembangan Desa Menuju Desa Wisata Baru
% Persentase jumlah pengembangan dan pembinaan desa wisata menuju desa wisata baru
75 75
100
33 Pelatihan Pemandu Wisata Selam Orang Jumlah tenaga pemandu wisata snorkeling yang dilatih
40 40
100 34 Penyediaan Bahan Pelatihan Keperluan
Rapat dan Evaluasi
Kegiatan
Jumlah penyediaan bahan pendukung kegiatan
4 4
100 35 Pelatihan Pemandu Wisata Balawista Orang Jumlah tenaga
pemandu wisata balawista yang dilatih
40 40
100
Capaian Kinerja Berdasar IKU RPJMD 21,54
Kurang Berhasil
Capaian Kinerja Berdasar IKU OPD
100 Persen
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Derah
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah dan diperjelas dengan Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 52 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 53 Tahun 2016 tentag kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur. Dinas Pariwisata dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut.
1. Kepala Dinas
➢ Tugas
Merumuskan kebijakan teknis, perencanaan, strategis, pembinaan, fasilitasi, pengkajian, koordinasi, analisis dan evaluasi penataan bidang pariwisata.
➢ Fungsi
a. Perumusan kebijakan di bidang destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, kemitraan, sumber daya manusia dan ekonomi kreatif;
b. Pelaksanaan kebijakan di bidang destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, kemitraan, sumber daya manusia dan ekonomi kreatif;
c. Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan di bidang destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, kemitraan, sumber daya manusia dan ekonomi kreatif;
d. Pelaksanaan administrasi dinas pariwisata;
e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh bupati sesuai tugas dan fungsinya.
2. Sekretaris
➢ Tugas
Melaksanakan Penyiapan bahan dan merumuskan kebijakan teknis, pembinaan, pengoordinasian, peneyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayana administrasi, pelaksanaan di bidang perencaan, evaluasi, keugan, umum dan kepegawian.
➢ Fungsi
a. Penyusunan program kerja Dinas;
b. Penyusunan program kerja Sekretariat Dinas;
c. Pengelolaan rumah tangga, tata usaha, kearsipan, kerumahtanggaan, pengelolaan barang, kehumasan, kepustakaan dan efisiensi tata laksana Dinas;
d. Penyusunan kebijakan penataan organisasi Dinas;
e. Pengelolaan keuangan Dinas;
f. Pengelolaan data dan pengembangan sistem informasi Dinas;
g. Fasilitasi pelaksanaan koordinasi dan pengembangan kerjasama teknis, evaluasi dan penyusunan pelaporan kerja Dinas;
h. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan pelaporan progam Sekretariat Dinas;
dan
i. Pelaksanaan tugas kedinasan yang diberikan oleh Kepala Dinas.
a. Subbagian Program dan Pelaporan
➢ Tugas
Melaksanakan pengeloaan penyusunan program dan pelaporan Dinas.
➢ Fungsi
a). Penyiapan bahan pengoordinasian penyusunan program, monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan Dinas;
b). Menyusun dan membuat Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP);
c). Pengelolaan penyusunan anggaran Dinas;
d). Menyiapkan data pendukung laporan penyelenggaraan pemerintah daerah;
e). Menyiapkan laporan berkala bulanan, triwulan dan tahunan;
f). Melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan serta Menyusun laporan hasil pelaksanaannya; dan
g). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.
b. Subbagian Keuangan
➢ Tugas
Melaksanakan penyusunan dan pengelolaan administrasi keuangan Dinas.
➢ Fungsi
a). Penatausahaan keuangan Dinas;
b). Penyusunan pelaporan keuangan;
c). Penyusunan pertanggungjawaban anggaran dinas; dan
d). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan;
c. Subbagian Umum dan Kepegawaian
➢ Tugas
Melaksanakan pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian.
➢ Fungsi
a). Pengelolaan rumah tangga dan tata usaha Dinas b). Pengelolaan barang/jasa Dinas;
c). Penyiapan bahan penyusunan rancangan produk hukum;
d). Penyiapan bahan penyusunan kebijakan penataan organisasi Dinas;
e). Pengelolaan layanan administrasi kepegawaian Dinas; dan f). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.
3. Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata
➢ Tugas
Melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan kebijakan daerah dalam bidang destinasi dan industri pariwisata.
➢ Fungsi
a). Penyusunan rencana kerja bidang destinasi dan industri pariwisata;
b). Pelaksanaan urusan pembinaan bidang destinasi dan industri pariwisata;
c). Pelaksanaan kerjasama dalam pengembangan destinasi dan industri pariwisata;
d). Peningkatan kualitas dan kuantitas potensi obyek dan daya tarik wisata;
e). Peningkatan kualitas dan kuantitas jasa usaha wisata dan usaha sarana wisata;
f). Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan bidang destinasi dan industri pariwisata; dan
g). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Dinas.
a. Seksi Pengembangan Daya Tarik Wisata
➢ Tugas
Melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan keibijakan daerah dalam bidang pengembangan daya tarik wisata.
➢ Fungsi
a). Penyusunan rencana kerja seksi pengembangan daya tarik wisata;
b). Pelaksanaan program dan kegiatan seksi pengembangan daya tarik wisata;
c). Pelaksanaan pengembangan obyek dan daya tarik wisata;
d). Pelaksanaan pendataan dan identifikasi kondisi potensi obyek dan daya tarik wisata;
e). Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan seksi pengembangan daya tarik wisata; dan
f). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan;
b. Seksi Pengembangan Kawasan Pariwisata
➢ Tugas
Melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan keibijakan daerah dalam bidang pengembangan kawasan pariwisata.
➢ Fungsi
a). Penyusunan rencana kerja seksi pengembangan kawasan pariwisata;
b). Pelaksanaan program dan kegiatan seksi pengembangan kawasan pariwisata;
c). Pelaksanaan perumusan kebijakan di bidang perancangan destinasi, amenitas, aksebilitas, dalam rangka pengembangan kawasan pariwisata;
d). Pelaksanaan penyiapan bahan koordinasi dengan instansi terkait provinsi dan pusat dalam rangka pengembangan kawasan pariwisata, pengembangan sadar wisata serta pengembangan potensi masyarakat;
e). Pelaksanaan pengembangan dan pembinaan jasa usaha pariwisata;
f). Pelaksanaan pendataan dan identifikasi standarisasi jasa usaha pariwisata;
g). Pelaksanaan fasilitasi klasifikasi jasa usaha pariwisata.
h). Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan seksi pengembangan kawasan pariwisata; dan.
i). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.
c. Seksi Pengembangan Industri Pariwisata
➢ Tugas
Melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan keibijakan daerah dalam bidang pengembangan industri pariwisata.
➢ Fungsi
a). Penyusunan rencana kerja seksi pengembangan industri pariwisata;
b). Pelaksanaan program dan kegiatan seksi pengembangan industri pariwisata;
c). Pelaksanaan dan penyiapan bahan koordinasi terkait penerbitan rekomendasi tanda daftar usaha pariwisata;
d). Pelaksanaan pengembangan dan pembinaan usaha saran pariwisata;
e). Pelaksanaan pendataan dan identifikasi standarisasi produk usaha sarana pariwisata;
f). Pelaksanaan fasilitasi klasifikasi usaha sarana pariwisata;
g). Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan seksi pengembangan industri pariwisata; dan.
h). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.
4. Bidang Pemasaran Pariwisata
➢ Tugas
Melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan kebijakan daerah dalam bidang pemasaran pariwisata.
➢ Fungsi
a). Penyusunan rencana kerja bidang pemasaran pariwisata;
b). Pelaksanaan urusan pembinaan bidang pemasaran pariwisata;
c). Pelaksanaan pengembangan promosi pariwisata secara terpadu baik di dalam maupun di luar negeri;
d). Pelaksanaan pembinaan, partisipasi dan fasilitasi penyelenggaraan promosi kepariwisataan terpadu dengan stakeholder pariwisata lainnya;
e). Pengelolaan pusat informs pariwisata, pemberian layanan informasi kepada wisatawan dan masyarakat;
f). Pelaksanaan penelitian dan pengembangan potensi pasar kepariwisataan;
g). Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan bidang pemasaran pariwisata; dan.
h). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh kepala Dinas.
a. Seksi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata
➢ Tugas
Melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan keibijakan daerah dalam bidang strategi dan komunikasi pemasaran pariwisata.
➢ Fungsi
a). Penyusunan rencana kerja seksi strategi dan komunikasi pemasaran pariwisata;
b). Pelaksanaan program dan kegiatan seksi strategi dan komunikasi pemasaran pariwisata;
c). Pelaksanaan pelayanan informsi pariwisata kepada wisatawan dan masyarakat;
d). Pelaksanaan pendataan dan identifikasi bahan informsi dan promosi pariwisata;
e). Pelaksanaan dan penyiapan bahan koordinasi dalam rangka pengumpulan, pengelolaan bahan-bahan informasi pariwisata, perancangan dan kerjasama, pemantaua dan evaluasi strategi pemasaran pariwisata;
f). Penyelenggaraan Tourist Information Centre (TIC/Tourist Information Service (TIS);
g). Penyiapan bahan informasi dan promosi pariwisata;
h). Pelaksanaan penyebarluasan bahan informasi dan promosi pariwisata;
i). Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan seksi strategi dan komunikasi pemasaran pariwisata; dan
j). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh tasan.
b. Seksi Analisis Data Pasar Pemasaran Pariwisata
➢ Tugas
Melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan keibijakan daerah dalam bidang analisis data pasar pemasaran pariwisata.
➢ Fungsi
a). Penyusunan rencana kerja seksi analisis data pasar pemasaran pariwisata;
b). Pelaksanaan program dan kegiatan seksi analisis data pasar pemasaran pariwisata;
c). Pelaksanaan kerjasama dengan instansi lain terkait penyusunan data dan pasar pariwisata;
d). Pelaksanaan pengembangan dan pembinaan Analisa pasar;
e). Penyiapan bahan pelaksanaan identifikasi potensi dan permasalahan pemasaran;
f). Penyiapan bahan pelaksanaan analisis pemasaran produk baru;
g). Penyiapan bahan penyusunan rekomendasi hasil analisis pasar.
h). Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan seksi analisis data pasar pemasaran pariwisata; dan.
i). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.
c. Seksi Pemasaran Pariwisata
➢ Tugas
Melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan keibijakan daerah dalam bidang pengembangan pemasaran pariwisata dalam dan luar negeri.
➢ Fungsi
a). Penyusunan rencana kerja seksi pengembangan pemasaran pariwisata dalam dan luar negeri;
b). Pelaksanaan program dan kegiatan seksi pengembangan pemasaran pariwisata secara terpadu;
c). Penyiapan bahan penyusunan perencanaan promosi pariwisata secara terpadu;
d). Penyiapan bahan penyelenggaraan dan kerjasama penyelenggaraan event serta berpartisipasi dalam pameran/event pemasaran pariwisata di dalam dan luar negeri;
e). Pelaksanaan pendataan dan identifikasi pameran atau event pemasaran pariwisata dalam dan luar negeri;
f). Pelaksanaan travel exchange dan roadshow di dalam dan luar negeri;
g). Pelaksanaan Familiarization trip, press tour dan widya wisata;
h). Pelaksanaan promosi melalui media;
i). Penyeiapan penyelenggaraan koordinasi, pembinaan dan fasilitasi kegiatan promosi pariwisata terpadu dengan/antar pemerintah provinsi, kabupaten/kota, industri pariwisata, asosiasi dan stakeholder pariwisata;
j). Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan seksi pengembangan pemasaran pariwisata dalam dan luar negeri; dan
k). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan 5. Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
➢ Tugas
Melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan kebijakan daerah dalam bidang pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi pariwisata kreatif.
➢ Fungsi
a). Penyusunan rencana kerja bidang sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif;
b). Pelaksanaan urusan pembinaan bidang sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif;
c). Pelaksanaan pengembangan promosi pariwisata secara terpadu baik di dalam maupun di luar negeri;
d). Peningkatan kualitas dan kuantitas potensi sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif;
e). Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kerja sumber daya pariwisata, kelembagaan pariwisata dan pengembangan kapasitas masyarakat;
f). Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan bidang sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif;
g). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh kepala Dinas.
a. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur
➢ Tugas
Melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan keibijakan daerah dalam bidang pengembangan sumber daya manusia aparatur.
➢ Fungsi
a). Penyusunan rencana kerja seksi pengembangan sumber daya manusia aparatur;
b). Pelaksanaan program dan kegiatan seksi pengembangan sumber daya manusia aparatur;
c). Pelaksanaan pendataan, identifikasi, pengelolaan dan pemutakhiran data tenaga kerja kepariwisataan dan ekonomi kreatif;
d). Pemberian lisensi atau legalitas bagi tenaga kerja kepariwisataaan dan ekonomi kreatif;
e). Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan seksi pengembangan sumber daya manusia aparatur; dan
f). Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.
b. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif
➢ Tugas
Melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan keibijakan daerah dalam bidang pengembangan sumber daya manusia kepariwisataan dan ekonomi kreatif.