• Tidak ada hasil yang ditemukan

cbd konser

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "cbd konser"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

CASE BASED DISCUSSION

PERAWATAN SALURAN AKAR

(2)

LATAR BELAKANG

Perawatan endodontik merupakan bagian dari ilmu kedokteran gigi yang menyangkut perawatan penyakit atau cedera pada jaringan pulpa dan jaringan periapikal. Tujuan perawatan endodontik adalah mengembalikan keadaan gigi yang sakit agar dapat diterima secara biologik oleh jaringan sekitarnya sehingga gigi dapat dipertahankan selama mungkin didalam

mulut.

Perawatan saluran akar merupakan pilihan perawatan pulpa non vital untuk penyakit pulpa pada saluran akar dengan menghilangkan bakteri

dan produk metabolismenya dari sistem saluran akar (Stock dkk., 2004). Tujuan perawatan saluran akar yaitu membersihkan dan mendisinfeksi sistem saluran akar sehingga mengurangi munculnya

bakteri, menghilangkan jaringan nekrotik, dan membantu proses penyembuhan periapikal (Rhodes, 2006).

Perawatan saluran akar merupakan pilihan perawatan pulpa non vital untuk penyakit pulpa pada saluran akar dengan menghilangkan bakteri

dan produk metabolismenya dari sistem saluran akar (Stock dkk., 2004). Tujuan perawatan saluran akar yaitu membersihkan dan mendisinfeksi sistem saluran akar sehingga mengurangi munculnya

bakteri, menghilangkan jaringan nekrotik, dan membantu proses penyembuhan periapikal (Rhodes, 2006).

Perawatan endodontik terbagi atas perawatan pulpa vital dan non vital. Perawatan pulpa vital merupakan perawatan untuk memelihara pulpa

baik yang belum terinfeksi bakteri maupun yang sudah terinfeksi. Perawatan pulpa nonvital didasarkan pada adanya kemungkinan penyebaran infeksi pada pulpa yang mati dan inflamasi sisa jaringan

(3)

LAPORAN KASUS

Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke RSGM Baiturrahmah dengan keluhan ingin memperbaiki gigi depan atas yang berlubang dan telah berubah warna sejak waktu remaja. Sebelumnya pasien pernah mengeluhkan rasa sakit pada giginya, pernah bengkak dan sudah berapa lama ini gigi tidak pernah sakit lagi. Pemeriksaan Ekstra Oral TMJ normal dan bibir simetris, dan pemeriksaan intra oral

menunjukan perubahan warna pada gigi 21, test Clorethil (-), perkusi (+), palpasi (-),

mobility (-), dan cavity test (-). Pasien memiliki oral hygiene yang baik. Hasil pemeriksaan

radiologi menunjukan adanya gambaran radiolusen berbatas difus pada apeks gigi.

Pasien tidak memiliki alergi obat dan penyakit sistemik. Diagnosa yang didapatkan setelah dilakukan pemeriksaan adalah nekrosis pulpa yang disertai abses periapikal, rencana

perawatan yang dilakukan adalah perawatan saluran akar dan prognosanya baik.

Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke RSGM Baiturrahmah dengan keluhan ingin memperbaiki gigi depan atas yang berlubang dan telah berubah warna sejak waktu remaja. Sebelumnya pasien pernah mengeluhkan rasa sakit pada giginya, pernah bengkak dan sudah berapa lama ini gigi tidak pernah sakit lagi. Pemeriksaan Ekstra Oral TMJ normal dan bibir simetris, dan pemeriksaan intra oral

menunjukan perubahan warna pada gigi 21, test Clorethil (-), perkusi (+), palpasi (-),

mobility (-), dan cavity test (-). Pasien memiliki oral hygiene yang baik. Hasil pemeriksaan

radiologi menunjukan adanya gambaran radiolusen berbatas difus pada apeks gigi.

Pasien tidak memiliki alergi obat dan penyakit sistemik. Diagnosa yang didapatkan setelah dilakukan pemeriksaan adalah nekrosis pulpa yang disertai abses periapikal, rencana

(4)

Alat Bahan

1. Alat standar. 2. Nerbeken.

3. Bur sesuai dengan fungsinya. 4. Eksplorer/barbed broach. 5. Jarum miller.

6. Endo block.

7. Jarum file dan reamer. 8. Endobox

9. Spuit irigasi. 10. Lentulo 11. Sprider. 12. Plugger

1. Paper point untuk mengeringkan saluran akar.

2. Larutan irigasi (H2O, NaOCl) 3. Bahan dressing

4. Gutta percha.

5. Eugenol dan Endomethason. 6. Cavit/tumpatan sementara. 7. Alkohol.

(5)

CARA KERJA

•Kunjungan ke-I ( 15-Juni-2016) -Menegakkan diagnosa dengan melakukan pemeriksaan subjektif, objektif, dan preoperatif radiograf

-Trepanasi abses menggunakan jarum miller dengan cara memasukkan jarum miller 1 mm lebih panjang dari panjang kerja

-Medikamentosa dengan memberikan obat metronidazol 500 mg 3 kali sehari selama 3 hari.

(6)

•Kunjungan ke-II ( 22-Juli-2016)

-Dilakukan anamnesa kepada pasien, dan pasien tidak mengeluhkan adanya rasa sakit -Akses koronal dengan melakukan tahapan buka atap pulpa menggunakan contra angel high speed dan endo akses bur. Setelah

terbuka, atap pulpa diperlebar dengan

menggunakan diamendo bur. Out line form dibentuk seperti segitiga dengan puncak segitiga berada di singulum

-Ekstirpasi menggunakan jarum ekstirpasi yang berfungsi untuk mengeluarkan

jaringan pulpa yang nekrortik di dalam

saluran akar dengan gerakan searah dengan jarum jam, setelah dirasakan adanya

tahanan jarum ekstirpasi ditarik keluar. -Pengukuran panjang kerja dengan

(7)

•Kunjungan III (24-Juni-2016)

- Preparasi biomekanis saluran akar

dengan tehnik step back menggunakan jarum k-file, dan didapatkan

- Setiap pergantian jarum K-file dilakukan

irigasi pada saluran akar menggunakan NaOCl dan H2O2 3% secara bergantian dengan spuit plastik disposible dan kelebihan larutan irigasi di absorbsi dengan kapas untuk memonitor debris yang keluar dari saluran akar.

- Keringkan saluran akar dengan menggunakan paper point No. 100 sasuai MAF

- Sterilisasi saluran akar/dressing menggunakan pulperyl dengan cara mengoleskan paper point yang telah diolesi bahan pulperyl kedinding saluran akar.

- Letakkan kapas steril diatas kavitas agar cavit tidak masuk kedalam saluran akar

- Tumpatan sementara menggunakan

cavit dengan tehnik inkremental, aplikasikan selapis demi selapis lalu dipadatkan.

- Kontrol 3-5 hari kemudian.

•Kunjungan III (24-Juni-2016)

- Preparasi biomekanis saluran akar

dengan tehnik step back menggunakan jarum k-file, dan didapatkan

- Setiap pergantian jarum K-file dilakukan irigasi pada saluran akar menggunakan NaOCl dan H2O2 3% secara bergantian dengan spuit plastik disposible dan kelebihan larutan irigasi di absorbsi dengan kapas untuk memonitor debris yang keluar dari saluran akar.

- Keringkan saluran akar dengan menggunakan paper point No. 100 sasuai MAF

- Sterilisasi saluran akar/dressing menggunakan pulperyl dengan cara mengoleskan paper point yang telah diolesi bahan pulperyl kedinding saluran akar.

- Letakkan kapas steril diatas kavitas

agar cavit tidak masuk kedalam saluran akar

- Tumpatan sementara menggunakan cavit dengan tehnik inkremental, aplikasikan selapis demi selapis lalu dipadatkan.

- Kontrol 3-5 hari kemudian.

No. K-file Panjang kerja

(8)

•Kunjungan ke IV ( 28-Juni-2016)

-Dilakukan anamnesa kepada pasien, dan pasien tidak mengeluhkan adanya rasa sakit

-Buka tambalan sementara menggunakan contra angel high speed dengan round bur, dan ambil kapas menggunakan pingset

- Kemudian masukkan paper point ke dalam saluran akar

-Periksa paper point masih basah atau kering dan berbau atau tidak, jika basah dan berbau berarti saluran akar belum steril sementara jika sudah kering dan tidak berbau berarti saluran akar sudah steril.

-Dari hasil pemeriksaan ternyata paper point masih basah dan berbau, maka dilanjutkan tindakan irigasi saluran akar dengan NaOCl 2,5% kemudian irigasi lagi dengan H2O2 3% menggunakan spuit plastik disposible

-Lakukan sterilisasi saluran akar/dressing kembali menggunakan vitapex dengan cara mengoleskan paper point yang telah diolesi bahan vitapex kedinding saluran akar.

-Letakkan kapas steril diatas kavitas agar cavit tidak masuk kedalam saluran akar

-Tumpatan sementara menggunakan cavit dengan tehnik inkremental, aplikasikan selapis demi selapis lalu dipadatkan.

-Dikarenakan libur lebaran, pasien didatangkan 1 bulan yang kemudian •Kunjungan ke IV ( 28-Juni-2016)

-Dilakukan anamnesa kepada pasien, dan pasien tidak mengeluhkan adanya rasa sakit

-Buka tambalan sementara menggunakan contra angel high speed dengan round bur, dan ambil kapas menggunakan pingset

- Kemudian masukkan paper point ke dalam saluran akar

-Periksa paper point masih basah atau kering dan berbau atau tidak, jika basah dan berbau berarti saluran akar belum steril sementara jika sudah kering dan tidak berbau berarti saluran akar sudah steril.

-Dari hasil pemeriksaan ternyata paper point masih basah dan berbau, maka dilanjutkan tindakan irigasi saluran akar dengan NaOCl 2,5% kemudian irigasi lagi dengan H2O2 3% menggunakan spuit plastik disposible

-Lakukan sterilisasi saluran akar/dressing kembali menggunakan vitapex dengan cara mengoleskan paper point yang telah diolesi bahan vitapex kedinding saluran akar.

-Letakkan kapas steril diatas kavitas agar cavit tidak masuk kedalam saluran akar

-Tumpatan sementara menggunakan cavit dengan tehnik inkremental, aplikasikan selapis demi selapis lalu dipadatkan.

(9)

•Kunjungan ke V (29-Juli-2016)

-Dilakukan anamnesa kepada pasien, dan pasien tidak mengeluhkan adanya rasa sakit

-Buka tambalan sementara menggunakan contra angel high speed dengan round bur, dan ambil kapas menggunakan pingset - Kemudian masukkan paper point ke dalam saluran akar

-Periksa paper point masih basah atau kering dan berbau atau tidak, jika basah dan berbau berarti saluran akar belum steril

sementara jika sudah kering dan tidak berbau berarti saluran akar sudah steril.

-Dari hasil pemeriksaan ternyata paper point sudah kering dan tidak berbau, maka dilanjutkan tindakan obturasi.

-Obturasi saluran akar dilakukan secara kondensasi lateral.

Saluran akar dapat dilakukan obturasi dengan syarat gigi tersebut asimptomatis, dan saluran akar cukup kering dan tidak berbau. -Pilih master gutta percha atau tug back dengan ukuran 90 sesuai dengan MAF, sebagai master cone.

-Dinding saluran akar diolesi dengan pasta saluran akar/sealer yaitu endometason dan eugenol menggunakan lentullo.

-Master gutta percha diukur sesuai panjang kerja yaitu 21 mm, selanjutnya master gutta percha diolesi dengan sealer lalu

dimasukkan ke dalam saluran akar, semaksimal mungkin ditekan kearah lateral menggunakan spreader, sisa ruang saluran akar diisi lagi dengan gutta percha tambahan no 15 dan 20 sampai penuh.

-Kelebihan gutta percha dipotong sampai orifice menggunakan ekskavator yang dipanaskan.

-Kemudian dipadatkan menggunakan plugger -Lakukan RO foto pengisian

•Kunjungan ke V (29-Juli-2016)

-Dilakukan anamnesa kepada pasien, dan pasien tidak mengeluhkan adanya rasa sakit

-Buka tambalan sementara menggunakan contra angel high speed dengan round bur, dan ambil kapas menggunakan pingset - Kemudian masukkan paper point ke dalam saluran akar

-Periksa paper point masih basah atau kering dan berbau atau tidak, jika basah dan berbau berarti saluran akar belum steril

sementara jika sudah kering dan tidak berbau berarti saluran akar sudah steril.

-Dari hasil pemeriksaan ternyata paper point sudah kering dan tidak berbau, maka dilanjutkan tindakan obturasi.

-Obturasi saluran akar dilakukan secara kondensasi lateral.

Saluran akar dapat dilakukan obturasi dengan syarat gigi tersebut asimptomatis, dan saluran akar cukup kering dan tidak berbau. -Pilih master gutta percha atau tug back dengan ukuran 90 sesuai dengan MAF, sebagai master cone.

-Dinding saluran akar diolesi dengan pasta saluran akar/sealer yaitu endometason dan eugenol menggunakan lentullo.

-Master gutta percha diukur sesuai panjang kerja yaitu 21 mm, selanjutnya master gutta percha diolesi dengan sealer lalu

dimasukkan ke dalam saluran akar, semaksimal mungkin ditekan kearah lateral menggunakan spreader, sisa ruang saluran akar diisi lagi dengan gutta percha tambahan no 15 dan 20 sampai penuh.

-Kelebihan gutta percha dipotong sampai orifice menggunakan ekskavator yang dipanaskan.

(10)

- Jika telah hermetis dan tidak over/under filling dilanjutkan dengan pemberian basis GIC tipe 3 yang diaduk menggunakan glass plate dan semen spatele, lalu dibawa ke kavitas

menggunakan plastis instrumen.

- Kemudian kavitas ditumpat menggunakan cavit dengan tehnik inkremental, aplikasikan selapis demi selapis lalu dipadatkan.

- Kontrol satu minggu kemudian.

•Kunjungan ke-VIII ( 5-Agustus-2016)

- Dilakukan anamnesa kepada pasien,

dan pasien tidak mengeluhkan adanya rasa sakit, pemeriksaan objekif juga didapatkan hasil

perkusi,palpasi,moblity yang negatif, dan tidak ada kelainan di RO foto

- Selanjutnya dirujuk ke bagian

prosthodonti untuk dilakukan

perawatan akhir (Follow Up Dowel Crown).

•Kunjungan ke-VIII ( 5-Agustus-2016)

- Dilakukan anamnesa kepada pasien,

dan pasien tidak mengeluhkan adanya rasa sakit, pemeriksaan objekif juga didapatkan hasil

perkusi,palpasi,moblity yang negatif, dan tidak ada kelainan di RO foto

- Selanjutnya dirujuk ke bagian

prosthodonti untuk dilakukan

(11)

Pembahasa

n

Radiografi Kedokteran Gigi

Radiografi dental merupakan bagian yang penting dalam perawatan gigi. Bersamaan dengan pemeriksaan oral, radiografi dental

memberikan gambaran yang lengkap dalam pemeriksaan rongga mulut. Gambaran yang di hasilkan foto Rontgen sangat membantu dalam penatalaksanaan berbagai kasus, terutama penegakkan

(12)

Akses Korona ( Buka atap pulpa)

Pembukaan atap pulpa (BAP) dilakukan dengan bur high speed yang digunakan untuk mendapatkan akses dan membentuk kavitas. Diamond bur ( endo akses bur ) digunakan untuk

penetrasi awal atap dari ruang pulpa dan untuk membuang atap ruang pulpa tanpa merusak dasarnya (Louis, 1995).

Preparasi Akses korona merupakan fase yang paling penting dari aspek teknik perawatan akar. Akses korona merupakan kunci untuk membuka pintu bagi keberhasilan tahap pembersihan, pembentukan dan obturasi saluran akarnya (Grossman, 1995). Tujuan preparasi akses koronal adalah :

• Membuat akses yang lurus.

• Menghemat preparasi jaringan gigi.

• Membuka atap ruang pulpa (Weine, 2004). Akses Korona ( Buka atap pulpa)

Pembukaan atap pulpa (BAP) dilakukan dengan bur high speed yang digunakan untuk mendapatkan akses dan membentuk kavitas. Diamond bur ( endo akses bur ) digunakan untuk

penetrasi awal atap dari ruang pulpa dan untuk membuang atap ruang pulpa tanpa merusak dasarnya (Louis, 1995).

Preparasi Akses korona merupakan fase yang paling penting dari aspek teknik perawatan akar. Akses korona merupakan kunci untuk membuka pintu bagi keberhasilan tahap pembersihan, pembentukan dan obturasi saluran akarnya (Grossman, 1995). Tujuan preparasi akses koronal adalah :

• Membuat akses yang lurus.

• Menghemat preparasi jaringan gigi.

(13)

Pengukuran panjang kerja

• Perawatan saluran akar tidak mungkin berhasil dengan baik apabila pembersihan dan pembentukan saluran akar serta pengisian saluran akar tidak dilakukan dengan optimal. Untuk mencapai kondisi diatas maka dibutuhkan suatu penentuan panjang kerja yang akurat. Menentukan panjang kerja secara tepat merupakan salah satu faktor penting pada

tahap-perawatan endodontik dan juga menentukan kegagalan ataupun keberhasilan dari perawatan tersebut.

• Secara umum ada tiga metode pengukuran panjang kerja, yaitu metode ; radiografik, elektronik, dan taktil.

• Pengukuran panjang kerja dengan metode radiografi harus di dahului oleh penentuan daerah titik referensi atau titik acuan. Untuk gigi anterior titik referensi terletak diinsisal, dan pada gigi posterior terletak ditonjol gigi.

• Metode radiografi ini dimulai dengan eksplorasi saluran akar menggunakan jarum file yang kecil. Jarum file yang dipakai pada foto rontgen harus diatas nomor 15, agar ujung

instrumen ini dapat terlihat jelas dalam film rontgen.

Instrumen harus berhenti paling sedikit 0,5 sampai 1 mm lebih pendek daripada saluran yang diukur (Hardianti, 2014)

Pengukuran panjang kerja

• Perawatan saluran akar tidak mungkin berhasil dengan baik apabila pembersihan dan pembentukan saluran akar serta pengisian saluran akar tidak dilakukan dengan optimal. Untuk mencapai kondisi diatas maka dibutuhkan suatu penentuan panjang kerja yang akurat. Menentukan panjang kerja secara tepat merupakan salah satu faktor penting pada

tahap-perawatan endodontik dan juga menentukan kegagalan ataupun keberhasilan dari perawatan tersebut.

• Secara umum ada tiga metode pengukuran panjang kerja, yaitu metode ; radiografik, elektronik, dan taktil.

• Pengukuran panjang kerja dengan metode radiografi harus di dahului oleh penentuan daerah titik referensi atau titik acuan. Untuk gigi anterior titik referensi terletak diinsisal, dan pada gigi posterior terletak ditonjol gigi.

• Metode radiografi ini dimulai dengan eksplorasi saluran akar menggunakan jarum file yang kecil. Jarum file yang dipakai pada foto rontgen harus diatas nomor 15, agar ujung

instrumen ini dapat terlihat jelas dalam film rontgen.

(14)

Preparasi Biomekanis

Preparasi biomekanis saluran akar adalah salah satu langkah penting dalam perawatan endodonti yang bertujuan untuk

membentuk dan membersihkan sistem saluran akar sebelum dilakukan pengisian saluran akar. Saluran akar dapat dibentuk dengan instrumen tangan ataupun rotary instrument dan harus selalu disertai dengan tindakan irigasi saluran akar.

Pada kasus ini teknik preparasi yang dilakukan adalah teknik step back dimana dilakukan preparasi pada sepertiga apikal terlebih dahulu sampai didapatkan MAF (master apical file) dan

melanjutkan dengan preparasi 2/3 korona dengan setiap

pergantian file panjang kerja dikurang 1. pada tahap ini setiap pergantian file dilakukan irigasi.

Preparasi Biomekanis

Preparasi biomekanis saluran akar adalah salah satu langkah penting dalam perawatan endodonti yang bertujuan untuk

membentuk dan membersihkan sistem saluran akar sebelum dilakukan pengisian saluran akar. Saluran akar dapat dibentuk dengan instrumen tangan ataupun rotary instrument dan harus selalu disertai dengan tindakan irigasi saluran akar.

Pada kasus ini teknik preparasi yang dilakukan adalah teknik step back dimana dilakukan preparasi pada sepertiga apikal terlebih dahulu sampai didapatkan MAF (master apical file) dan

melanjutkan dengan preparasi 2/3 korona dengan setiap

(15)

Irigasi

Tindakan irigasi saluran akar sangat penting karena bertujuan untuk menghilangkan debris, smear layer beserta

mikroorganisme dari saluran akar yang tidak dapat dijangkau hanya dengan menggunakan instrumen mekanis (Louis, 1995). Bahan yang dapat digunakan untuk irigasi antara lain hidrogen peroksidase (H2O2) 3%, NaOCl, 3%, EDTA 15%,Chlorhexidine, dan Akuades.

(16)

Sterilisasi saluran akar/ dressing

Sterilisasi saluran akar bertujuan untuk mematikan sisa–sisa kuman yang ada di dalam saluran akar dan tubuli dentin, yang tidak dapat dicapai pada waktu preparasi ruang pulpa. Preparasi biomekanis hanya dapat menghilangkan 70% kuman dalam saluran akar dan tubuli dentin (Irawan, 2010).

Obat sterilisasi yang digunakan dalam sterilisasi saluran akar antara lain adalah kalsium hidroksida (Ca(OH)2). Kalsium hidroksida mempunyai sifat mampu membunuh

mikroorganisme, merangsang pembentukan jaringan keras, melarutkan jaringan, mempunyai efek bakterisidal dan

disinfektan, mencegah resorbsi tulang, mengurangi rasa sakit, tidak menyebabkan perubahan warna, daya iritasi ringan, menghambat inflamasi. (Yanti, 2001; Winata, 2012)

Sterilisasi saluran akar/ dressing

Sterilisasi saluran akar bertujuan untuk mematikan sisa–sisa kuman yang ada di dalam saluran akar dan tubuli dentin, yang tidak dapat dicapai pada waktu preparasi ruang pulpa. Preparasi biomekanis hanya dapat menghilangkan 70% kuman dalam saluran akar dan tubuli dentin (Irawan, 2010).

Obat sterilisasi yang digunakan dalam sterilisasi saluran akar antara lain adalah kalsium hidroksida (Ca(OH)2). Kalsium hidroksida mempunyai sifat mampu membunuh

mikroorganisme, merangsang pembentukan jaringan keras, melarutkan jaringan, mempunyai efek bakterisidal dan

(17)

Obturasi

Tahap pengisian saluran akar merupakan tahapan yang dilakukan setelah preparasi saluran akar untuk menutup seluruh sistem saluran akar secara hermetis hingga kedap cairan (tight fluid seal).

Syarat untuk melakukan pengisian saluran akar adalah : • Tidak ada keluhan penderita

• Tidak ada gejala klinik

• Tidak ada eksudat yang berlebihan (saluran akar kering) • Tumpatan sementara baik, hasil perbenihan negative. Tujuan pengisian saluran akar yaitu untuk mencegah masuknya cairan maupun kuman dari jaringan periapikal kedalam saluran akar agar tidak terjadi infeksi ulang.

Pada kasus ini bahan pengisi yang digunakan adalah gutta perca dengan bahan sealer endometason dan eugenol.

Keuntungannya adalah, bersifat plastis, larut dalam kloroform / ekaliptol, dapat beradaptasi dengan baik terhadap dinding

(18)

Adapun syarat-syarat sealer adalah biokompatibilitas, tidak terjadi pengerutan pada saat pengerasan, dapat diukur waktu pengerasannya, melekat ke dinding kanal dengan baik,

radiopak, tidak mewarnai gigi, mampu dilarutkan dengan baik menggunakan bahan pelarut, tidak larut oleh cairan jaringan pada mulut, bakteriostatik, dan dapat menutup bagian apikal,

lateral, dan koronal akar gigi (Tarigan, 2006)

Pada kasus ini menggunakan teknik kondensasi. Teknik ini

dilakukan dengan memasukkan guttap point ke dalam saluran akar,kemudian dilakukan kondensasi atau penekanan kearah lateral maupun kearah vertikal. Indikasi teknik ini jika bentuk saluran akarnya oval atau tidak teratur.

Adapun syarat-syarat sealer adalah biokompatibilitas, tidak terjadi pengerutan pada saat pengerasan, dapat diukur waktu pengerasannya, melekat ke dinding kanal dengan baik,

radiopak, tidak mewarnai gigi, mampu dilarutkan dengan baik menggunakan bahan pelarut, tidak larut oleh cairan jaringan pada mulut, bakteriostatik, dan dapat menutup bagian apikal,

lateral, dan koronal akar gigi (Tarigan, 2006)

Pada kasus ini menggunakan teknik kondensasi. Teknik ini

(19)

Perawatan saluran akar adalah perawatan yang paling

banyak dilakukan dalam kasus perawatan endodontik.

Perawatan saluran akar dapat dibagi atas tiga tahap utama

yaitu : 1. preparasi biomekanis saluran akar atau

pembersihan dan pembentukan (cleaning dan shaping), 2.

disinfeksi saluran akar dan 3. obturasi saluran akar.

Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan

perawatan endodontik seperti pengetahuan operator yang

kurang, skill yang kurang, bekerja tidak sesuai SOP,

pemilihan bahan yang tidak sesuai indikasi dan yang

lainya. Oleh sebab itu, pentingnya semua hal tersebut

dipahami oleh operator sebagai kunci keberhasilan

perawatan endodontik, sehingga didapatkan prognosa

perawatan yang baik serta hasil yang memuaskan.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Sedangkan penjumlahan dengan aturan jajargenjang yaitu dengan memperte mukan kedua awal vektor, kemudian membuat vektor kembarannya pada masing- masing ujung kedua

Kemudian setelah negara RI sebagai negara Kesatuan Republik Indonesia 

Perusahaan dewasa ini menganggap bahwa promosi merupakan bagian penting dari pemasaran, karena pihak perusahaan berharap dengan promosi yang dilaksanakan secara

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul ”Pengaruh Free

Dalam penelitian ini, variabel independen yang akan digunakan adalah profitabilitas, struktur aktiva, pertumbuhan penjualan, likuiditas, operating leverage dan

Faktor eksternal yang dimaksud dalam penelitian ini adalah unsur-unsur atau hal-hal yang mendorong siswa melakukan kegiatan senam aerobik di SMK Negeri Se

Penelitian ini dilatar belakangi berdasarkan fenomena yang ada menunjukkan bahwa masih kurangnya kinerja Guru SMKN 2 dibidang Komunikasi Organisasi, Kerjasama Tim dan

Susilawati, Meningkatkan Hasil Belajar Menggunakan Media Tabel Perkalian dalam Matematika Kelas III SDN 15 Segedog , (Universitas Tanjungpura Pontianak).. bantuan SPSS 21