• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

11

BAB II

LANDASAN TEORI

II.1. Multimedia

Multimedia adalah beberapa kombinasi dari teks, gambar, audio dan video dikirim ke anda melalui komputer atau alat elektronik lainya atau dengan manipulasi digital. Menurut Steinmetz, multimedia adalah gabungan dari seminimalnya sebuah media diskrit dan sebuah media kontinu. Media diskrit adalah sebuah media dimana validitas datanya tidak tergantung dari kondisi waktu, termasuk didalamnya teks dan grafik, sedangkan yang dimaksud media kontinu adalah sebuah media dimana validitas datanya tergantung dari kondisi waktu, termasuk di dalamnya suara dan video. Multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi berarti banyak dan media berarti media atau perantara. Multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur yaitu teks, grafik, suara, video dan animasi yang menghasilkan presentasi yang menakjubkan. Multimedia juga mempunyai komunikasi interaktif yang tinggi. Bagi pengguna komputer multimedia dapat diartikan sebagai informasi komputer yang dapat disajikan melalui audio atau video, teks, grafik dan animasi.

Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Dalam definisi ini terkandung empat komponen penting multimedia. Pertama, harus ada komputer yang

(2)

mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar. Kedua, harus ada link yang menghubungkan pemakai dengan informasi. Ketiga, harus ada alat navigasi yang membantu pemakai menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung. Keempat, multimedia menyediakan tempat kepada pemakai untuk mengumpulkan, memproses, dan mengkomunikasikan informasi dengan ide. Jika salah satu komponen tidak ada, bukan multimedia dalam arti luas namanya. Misalnya, jika tidak ada komputer untuk berinteraksi, maka itu namanya media campuran, bukan multimedia. Kalau tidak ada alat navigasi yang memungkinkan untuk memilih jalannya suatu tindakan maka itu namanya film, bukan multimedia. Demikian juga jika tidak mempunyai ruang untuk berkreasi dan menyumbangkan ide sendiri, maka nama televisi, bukan multimedia. Dari beberapa definisi di atas, maka multimedia ada yang online (internet) dan multimedia ada yang offline (tradisional) (Mahfi Triansyah dan Fitro Nur Hakim, 2014).

Jenis–jenis multimedia antara lain (Mahfi Triansyah dan Fitro Nur Hakim, 2014) : 1. Multimedia Interaktif

2. Multimedia Hiperaktif 3. Multimedia Linear

4. Multimedia Presentasi Pembelajaran 5. Multimedia Pembelajaran Mandiri 6. Multimedia Kits

7. Hypermedia 8. Media Interaktif 9. Virtual Realitas

(3)

II.1.1. Komponen Multimedia

Adapun dalam teknologi multimedia terdapat beberapa komponen yang dapat digunakan dan digabungkan, komponen-komponen multimedia tersebut sebagai berikut (Dwiwidya Winaryono dan Eko Budi Setiawan, 2015) :

1. Teks

Teks adalah suatu kombinasi huruf yang membentuk satu kata atau kalimat yang menjelaskan suatu maksud atau materi pembejalaran yang dapat dipahami oleh orang yang membacanya. Teks merupakan dasar dari pengolahan kata dan informasi berbasis multimedia. Teks adalah bentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan. Penggunaan teks pada multimedia perlu memperhatikan jenis huruf, ukuran huruf, dan style hurufnya.

2. Gambar

Gambar merupakan penyampaian informasi dalam bentuk visual. Gambar berarti pula gambar raster (halftone drawing), salah satunya foto. Elemen gambar digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan lebih jelas. Gambar dapat meringkas data yang kompleks dengan cara yang baru dan lebih berguna.

3. Video

Video pada dasarnya adalah alat atau media yang dapat menampilkan simulasi benda nyata. Menurut Agnew dan Kellerman mendefinisikan video sebagai media digital yang menunjukan susunan atau urutan gambar-gambar bergerak dan dapat memberikan ilusi. Video juga merupakan informasi yang disajikan dalam kesatuan utuh objek yang dimodifikasi sehingga terlihat saling mendukung penggambaran yang seolah-olah terlihat hidup.

(4)

4. Animasi

Animasi adalah suatu tampilan yang menggabungkan antara media teks, grafik, dan suara dalam suatu aktivitas pergerakan. Animasi merupakan menampilkan frame gambar secara cepat untuk menghasilkan gerakan pada gambar tersebut.

5. Audio

Audio didefinisikan sebagai beberapa macam bunyi dalam bentuk digital. Penggunaan audio pada multimedia dapat berupa narasi, lagu, dan sound effect.

6. Interaktivitas

Aspek interaktif pada multimedia dapat berupa navigasi, simulasi, permainan dan latihan. Apabila dalam suatu aplikasi multimedia diberikan suatu kemampuan untuk mengontrol elemen-elemen yang ada, maka multimedia tersebut disebut dengan interactive multimedia.

II.1.2. Tujuan dan Manfaat Multimedia

Beberapa tujuan dan manfaat multimedia antara lain (Rini Sovia, 2011) :

1. Keunggulan dalam bersaing sesungguhnya, ialah keunggulan di bidang komunikasi. 2. Multimedia mempertajam pesan.

3. Fakta menyatakan bahwa orang akan mampu mengingat pesan 80% dengan melihat, mendengar, melakukan.

4. Media indera yang digabungkan, nilai yang diperoleh akan lebih dari pada jika media itu dibagi-bagi.

(5)

Ditinjau dari segi bahasa, kata ”hidroponik” berasal dari bahasa Yunani, yaitu hydro (bermakna air) dan ponos (berarti daya/kerja). Dengan demikian, hidroponik adalah air yang bekerja atau berdaya. Kemudian, kata “bekerja atau berdaya” ini berubah menjadi budi daya. Jadi, hidroponik dapat diartikan sebagai suatu pengerjaan atau pengelolaan air sebagai media tumbuh tanaman tanpa menggunakan unsur hara mineral yang dibutuhkan dari nutrisi yang dilarutkan dalam air.

Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa yang disebut hidroponik adalah budi daya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Oleh karena itu, hidroponik juga dikenal dengan istilah soilless culture atau budi daya tanaman tanpa tanah. Tentu saja, pada era yang cuacanya tak menentu ini (ekstrem), budi daya tanaman tanpa tanah sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia.

Dalam pola pertanian hidroponik, yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi, dengan air sebagai sumber nutrisi dari tanaman. Oleh karena itu, meskipun tidak melibatkan tanah dalam media tanamnya, tanaman hidroponik tetap tumbuh, bahkan kualitasnya lebih unggul dari pada tanaman biasa (Hendro Wibowo, 2015 : 14-15).

II.2.1. Perkembangan Hidroponik di Indonesia

Indonesia telah mengembangkan hidroponik sejak tahun 1980. Artinya, indonesia lebih dulu mengembangkan hidroponik dari pada Malaysia. Dulu, pada masa awal perkembangannya, daerah penanaman hidroponik hanya berada di sekitar Jabodetabek. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan hidroponik yang kini melanda seluruh masyarakat indonesia, maka daerah penanaman hidroponik pun turut meluas hingga hampir seluruh indonesia.

(6)

Di Jawa Barat, sentra penanaman hidroponik sederhana berada di Lembang, Purwakarta, dan Garut. Di Jawa Timur, sentra penanaman hidroponik ada di Nangkojajar (Pasuruan) dan Batu (Malang). Dari daerah itulah, berbagai jenis sayuran hidroponik dipasarkan di dalam negri dan luar negri.

Di Indonesia, hidroponik yang berkembang pertama kali adalah hidroponik substrat. Setelah hidroponik substrat, hidroponik NFT mulai dikenal di Indonesia. Kemudian, berkembang pula hidroponik aeroponic yang memberdayakan udara. Sampai saat ini, hidroponik mulai digandrungi oleh masyarakat Indonesia, baik yang bertujuan komersial maupun koleksi pribadi (Hendro Wibowo, 2015 : 20-21).

II.2.2. Keunggulan dan Kelemahan Hidroponik

Sistem hidroponik memiliki sejumlah keunggulan dan kelemahan sekaligus. Adapun berbagai keunggulan dari sistem hidroponik adalah sebagai berikut (Hendro Wibowo, 2015 : 22) :

1. Tidak membutuhkan tanah.

2. Tidak membutuhkan banyak air. Artinya, air terbatas dapat digunakan sebagai media hidroponik. Hal ini dikarenakan air akan terus bersirkulasi dalam sistem.

3. Mudah dalam pengendalian nutrisi, sehingga pemberian nutrisi bisa lebih efisien. 4. Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan.

5. Memberikan hasil yang lebih banyak. 6. Mudah dalam memanen hasil.

(7)

7. Steril dan bersih.

8. Bebas dari tumbuhan pengganggu atau gulma. 9. Tanaman tumbuh lebih cepat.

10. Sangat cocok didaerah dengan tanah yang gersang. 11. Sangat cocok untuk lahan terbatas.

12. Mengurangi pencemaran zat kimia ke tanah. 13. Kandungan gizi tanaman hidroponik lebih tinggi.

Adapun beberapa kelemahan dari sistem hidroponik adalah sebagai berikut (Hendro Wibowo, 2015 : 23) :

1. Membutuhkan biaya yang besar, karena perangkat dalam sistem hidroponik sulit diperoleh dan harganya mahal.

2. Memerlukan ketelitian dan kemampuan khusus.

3. Bila terjadi kesalahan pada sistemnya, maka tanaman akan mati.

II.2.3. Media Tanam Hidroponik

Dalam sebuah budi daya pertanian, media tanam merupakan salah satu faktor penting. Sebab, pada media tanam itulah, tanaman akan tumbuh dan berkembang. Itu berarti, media tanam sangat mempengaruhi perkembangan tanaman. Media yang cocok untuk tanaman hidroponik yaitu (Hendro Wibowo, 2015 : 24-36) :

1. Arang Sekam

Arang sekam adalah arang yang terbuat dari sekam. Sekam ialah bagian dari bulir padi-padian (serealis) berupa lembaran yang kering, bersisik, dan tidak dapat dimakan, yang melindungi bagian dalam (endospermium dan embrio). Selain padi, sekam juga dihasilkan

(8)

oleh tanaman jagung dan gandum. Arang sekam adalah sekam padi kering yang dibakar sampai menjadi arang. Dalam dunia pertanian, arang sekam dimanfaatkan untuk menggemburkan tanah, serta sebagai bahan pembuatan kompos, bokashi, takakura, media tanam, dan media persemaian. Pemanfaatan arang sekam padi tersebut dikarenakan keunggulan-keunggulan yang dimilikinya, yakni mudah mengikat air, tidak cepat lapuk, tidak cepat menggumpal, tidak mudah ditumbuhi fungi dan bakteri, dapat menyerap senyawa toksin atau racun dan melepaskannya kembali saat penyiraman, serta merupakan sumber kalium bagi tanaman.

2. Spons

Spons (selain sebagai alat cuci) ternyata sangat baik dijadikan sebagai media tanam bagi tanaman hidroponik. Bahkan, hasilnya pun lebih bagus. Pertumbuhan tanaman lebih prima dan dapat dipakai selama-lamanya. Kelebihan lainnya, spons bisa menyimpan air sampai 2 minggu, ditambah daya tahannya terhadap jamur. Selain itu, sifat spons yang ringan dan mudah dipindahkan serta ditempatkan di mana pun membuat media ini menjadi pilihan bnayak orang.

3. Expanded Clay

Expanded clay yaitu sejenis tanah liat yang sudah berisi mineral penting bagi pertumbuhan tanaman muda. Media ini sangat cocok untuk penyemaian.

4. Rockwool

Rockwool dikenal juga dengan mineral wool. Media ini tergolong bahan anorganik, sehingga tidak mudah melapuk serta tidak mengandung benih hama dan penyakit. Selain itu, kelebihan lainnya dari media ini adalah bahannya kecil dan ringan, tetapi mampu menyimpan air dalam jumlah yang cukup banyak. Rockwool juga memiliki rongga udara

(9)

yang sangat banyak, sehingga akar tanaman bisa bernapas dengan sangat baik. Di Eropa, media ini telah digunakan untuk sayuran hidroponik komersial.

5. Cocopeat

Cocopeat yaitu bahan yang terbuat dari serbuk kelapa. Cocopeat adalah media tanam yang ramah lingkungan karena berasal dari bahan organik yang aman. Dalam aplikasinya sebagai media tanam hidroponik, cocopeat biasanya dicampur dengan arang sekam. Tujuannya adalah meningkatkan aerasi dan pasokan oksigen.

6. Perlite

Perlite adalah kaca vulkanik amorf yang memiliki kandungan air yang relatif tinggi, yang biasanya dibentuk oleh hidrasi obsidian. Media ini cocok untuk penetasan telur hewan dan mempercepat pertumbuhan tanaman dari bijinya.

7. Pumice

Pumice juga dapat dijadikan media tanam bagi tanaman hidroponik. Pumice berasal dari batuan basalt yang terdapat di pantai akibat letusan gunung berapi beratus tahun sebelumnya.

8. Vermiculite

Vermiculite adalah media tanam hidroponik yang terbuat dari batuan yang dipanaskan dengan batuan yang cukup tinggi. Vermiculite memiliki sifat yang agak mirip dengan perlite. Namun, bedanya, vermiculite mempunyai daya serap air lebih tinggi dan berat. Dalam aplikasinya sebagai media tanam hidroponik, vermiculite bisa dicampur dengan perlite.

(10)

9. Hydroton

Hydroton merupakan media tanam buatan dengan bahan dasar lampung yang dipanaskan. Sebagai media tanam, hydroton merupakan media tanam hidroponik yang baik karena cukup stabil dan memiliki pH netral. Kelebihan lain dari media ini adalah bisa digunakan berulang-ulang, sehingga dapat menghemat media tanam. (Hendro Wibowo, 2015 : 24-36)

II.2.4. Teknik-Teknik Penanaman Secara Hidroponik

Hingga kini, ada sekitar enam teknik yang umum digunakan dalam hidroponik, yaitu (Hendro Wibowo, 2015 : 43-66) :

1. Sistem Aeroponic

Aeroponic merupakan suatu cara bercocok tanam sayuran di udara tanpa penggunaan tanah. Dalam hal ini, nutrisi disemprotkan pada akar tanaman, sedangkan air yang berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Dengan demikian, sistem aeroponic menerapkan sistem kerja khusus, yaitu air dan nutrisi yang diserap tanaman diberikan dalam bentuk butiran kecil atau kabut.

2. Sistem Tetes (Drip System)

Ada dua jenis sistem tetes yang umum digunakan yakni :

a. Sistem tetes putar atau sirkulasi. Dengan sistem tetes jenis pertama ini, maka air nutrisi yang digunakan untuk menetesi tanaman akan jatuh lagi mengalir lewat akar ke suatu penampung, dan dari tempat penampung tersebut akan diteteskan lagi pada tanaman. b. Sistem tetes habis atau nonsirkulasi. Dengan sistem tetes kedua ini, air nutrisi yang

(11)

3. Sistem NTF (Nutrient Film Technique)

Dalam sistem ini, ada kata film. Ini dikarenakan tanaman tumbuh pada aliran tipis yang menyerupai lapisan film. Sistem ini paling mudah dijumpai ketika ingin belajar hidroponik. Sebab, sistem ini memiliki lebih banyak kemudahan dibandingkan sistem yang lain.

4. Sistem EBB dan Flow

Sistem EBB dan flow dikenal dengan sistem pasang surut. Sistem pasang surut adalah suatu sistem menanam hidroponik, yang nutrisi atau pupuknya diberikan dengan cara menggenangi/merendam media tanam (zona akar) untuk beberapa waktu tertentu. Setelah itu, nutrisi dialirkan kembali ke bak penampungan.

5. Sistem Water Culture

Sistem water culture atau deep water culture termasuk salah satu teknik hidroponik yang paling sederhana dari semua sistem hidroponik aktif. Cara kerja dari teknik ini adalah menggantung tanaman pada baki/wadah, sehingga akar tanaman tersebut terendam di dalam air yang telah dicampur larutan nutrisi dan diberi oksigen.

6. Wick System

Di antara berbagai sistem hidroponik, wick system merupakan jenis hidroponik yang paling sederhana. Sebab, pada prinsipnya, wick system hanya membutuhkan sumbu yang dapat menghubungkan antara larutan nutrisi pada bak penampung dengan media tanam, sehingga sistem ini juga dikenal dengan sistem sumbu.

II.2.5. Jenis Sayuran Dengan Hidroponik

Ada beberapa jenis tanaman yang dapat ditanam secara hidroponik yaitu (Hendro Wibowo, 2015 : 79-112) :

(12)

Selain memiliki nilai ekonomis tinggi, selada termasuk salah satu jenis tanaman yang lebih tahan terhadap serangan penyakit, sehingga cukup menguntungkan dan memiliki prospek cerah sebagai tanaman hidroponik.

2. Seledri Hidroponik

Jenis tanaman lainnya yang cocok ditanam dengan sistem hidroponik adalah seledri. Prospek dari tanaman seledri pun tak kalah menjanjikan dari tanaman selada. Tanaman seledri yang juga dikenal ”daun sop” ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat untuk keperluan dapur maupun pengobatan.

3. Tomat Hidroponik

Jenis tanaman sayur buah yang bisa ditanam dengan sistem hidroponik adalah tomat. Tomat hidroponik adalah tomat yang tumbuh dalam larutan nutrisi, bukan di tanah. Menanam tomat hidroponik memungkinkan petani untuk membesarkan tomat dalam lingkungan yang terkendali, dengan sedikit resiko penyakit, pertumbuhan yang lebih cepat, dan hasil buah yang lebih besar.

4. Mentimun Hidroponik

Mentimun termasuk salah satu tanaman sayur buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Budi daya mentimun dengan sistem hidroponik lebih mudah dilakukan dan tidak membutuhkan tempat yang luas.

5. Sawi Hidroponik

Jenis tanaman sayur lainnya yang dapat ditanam dengan sistem hidroponik adalah sawi. Keuntungan budi daya sawi secara hidroponik adalah proses budi dayanya sangat mudah dan tidak ribet bila dibandingkan dengan penanaman biasa.

(13)

6. Bayam Hidroponik

Menanam sayur bayam melalui proses hidroponik sangat mudah, karena yang dibutuhkan hanyalah ketelitian.

7. Pokcoy Hidroponik

Pokcoy sering juga disebut sawi sendok, karena ukurannya kecil dan bentuknya seperti sendok makan. Lantaran termasuk jenis tanaman sawi, maka cara budi daya pokcoy secara hidroponik pun hakikatnya sama dengan budi daya tanaman hidroponik lainnya.

8. Cabai Hidroponik

Menanam cabai juga bisa dilakukan dengan sitem hidroponik, baik NTF, water culture, maupun sumbu.

II.3. Perancangan Instruksional Model ADDIE

ADDIE adalah model perancangan instruksional yang berupa proses umum yang secara tradisional digunakan oleh perancang instruksional ataupun pengembangan pelatihan. Model ADDIE merupakan inti perancangan instruksional dan menjadi dasar sistem perancangan instruksional (Instructional System Design-ISD). Ulasan yang dibuat Zulrahmat Togala untuk buku Instructional Design: The ADDIE Approach, menjelaskan aktivitas yang dilakukan pada masing-masing tahap sebagai berikut (Muhammad Rusdi Tanjung dan Tri Fitrianingsih Parsika, 2014) :

1. Analisis

Pada fase analisis, dilakukan pendefinisian permasalahan instruksional, tujuan instruksional, dan sasaran pembelajaran. Pada fase ini juga dilakukan identifikasi atas lingkungan pembelajaran, pengetahuan dan keahlian yang saat ini sudah dimiliki oleh siswa. Fase ini

(14)

dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait hal-hal berikut : Siapa pemirsanya (audiens), apa yang perlu mereka pelajari, berapa anggarannya, opsi apa saja yang tersedia untuk menyajikan materi (delivery), kendala apa saja yang ada, kapan proyek harus selesai, dan apa yang harus dilakukan siswa untuk mengetahui kompetensi mereka?.

2. Desain

Fase desain terkait dengan penentuan sasaran, instrumen penilaian, latihan, konten, dan analisis yang terkait materi pembelajaran, rencana pembelajaran dan pemilihan media. Fase desain dilakukan secara sistematis dan spesifik. Aktivitas yang dilakukan pada tahap desain biasanya meliputi pemilihan lingkungan belajar yang paling sesuai dengan mempelajari jenis keahlian kognitif yang diperlukan untuk mencapai tujuan instruksional, menulis sasaran instruksional, memilih pendekatan secara keseluruhan, bentuk dan tampilan program : unit outline, pembelajaran dan modul, merancang materi kursus secara spesifik untuk digunakan pada medium elektronik interaktif

3. Pengembangan (development)

Pada fase ini dilakukan pembuatan dan penggabungan aset konten yang sudah dirancang pada fase desain. Pada fase ini dibuat storyboard, penulisan konten dan perancangan grafis yang diperlukan. Jika melibatkan e-learning, programmer akan bekerja untuk mengintegrasikan teknologi yang diperlukan. Aktivitas yang dilakukan pada fase ini meliputi pembuatan atau pengumpulan media yang diperlukan, menggunakan kekuatan internet atau media elektronik untuk menyajikan informasi dalam berbagai format multimedia sehingga dapat memenuhi keinginan siswa, dan mendefinisikan interaksi yang sesuai, yang harus dalam bentuk kreatif, inovatif, dan mendorong siswa untuk terpancing belajar lebih lanjut.

(15)

4. Implementasi

Pada fase ini, dibuat prosedur untuk pelatihan bagi peserta pelatihan dan instrukturnya/fasilitator. Pelatihan bagi fasilitator meliputi materi kurikulum, hasil pembelajaran yang diharapkan, metoda penyampaian dan prosedur pengujian. Aktivitas lain yang harus dilakukan pada fase ini meliputi penggandaan dan pendistribusian materi, handout dan bahan pendukung lainnya, serta persiapan jika terjadi masalah teknis dan mendiskusikan rencana alternatif dengan siswa.

5. Evaluasi

Fase evaluasi terdiri atas dua bagian yaitu formatif dan sumatif. Evaluasi formatif terjadi disetiap tahapan proses ADDIE. Evaluasi sumatif terdiri atas test yang dirancang untuk domain yang terkait kriteria tertentu dan memberikan peluang umpan balik dari pengguna.

Parekh (Parekh, 2006) mencantumkan ADDIE sebagai salah satu metoda pengembangan aplikasi multimedia untuk produk CBT. Model ADDIE juga digunakan untuk pengembangan website berbasis multimedia (Peterson, 2003), serta aplikasi pembelajaran berbasis multimedia lainnya (Arkun & Akkoyunlu, 2008).

(16)

Gambar II.1. Elemen-elemen Utama dalam Model Pendekatan Sistem pada Desain Instruksional dan Development

(Sumber : Muhammad Rusdi Tanjung dan Tri Fitrianingsih Parsika, 2014)

II.4. Macromedia Flash 8

Macromedia Flash Propessional 8.0 adalah program animasi berbasis vektor yang sangat populer dan paling banyak digunakan saat ini untuk membuat animasi dan aplikasi web profesional yang dinamis dan interaktif. Selain itu Flash juga dapat digunakan untuk membuat animasi logo, kartun, game, menu interaktif, e-card, screen saver, form isian interaktif, aplikasi multimedia, hingga aplikasi ponsel yang kini mulai populer dengan memanfaatkan fitur Flash Lite yang ada di dalam Flash Propessional 8.0 (Liza Yulianti, et al., 2013).

II.4.1. Memulai Macromedia Flash

Untuk memulai bekerja dengan flash 8.0, diawali dengan membuka program tersebut. Klik tombol “start” pada sudut kiri taskbar, lalu ke “all Program”, lalu ke “Macromedia“ folder

(17)

Kemudian pilih “macromedia flash 8” atau “start” lalu tekan “macromedia flash 8” dapat dilihat pada gambar II.2 .

Gambar II.2. Tampilan Start Program Macromedia Flash 8.0 (Sumber : Liza Yulianti, et al., 2013)

II.4.2. Pengenalan Komponen Macromedia Flash

(18)

Gambar II.3. Tampilan Macromedia Flash 8 (Sumber : Liza Yulianti, et al., 2013)

Keterangan :

1. Menu Bar adalah kumpulan menu yang terdiri dari daftar menu-menu yang digolongkan dalam satu kategori.

2. Tool Box adalah kumpulan tool-tool yang sering digunakan untuk melakukan seleksi gambar, menggambar, memberi warna objek, memodifikasi objek, dan mengatur besar kecil tampilan stage.

3. Stage adalah area untuk berkreasi dalam membuat animasi.

4. Time Line Panel adalah sebuah jendela panel yang digunakan untuk mengelompokkan dan mengatur isi sebuah movie.

(19)

5. Color Mixer adalah jendela panel yang digunakan untuk membuat dan mengedit sebuah warna atau sebuah gradasi warna.

6. Property Inspector adalah sebuah jendela panel yang sering digunakan untuk mengubah atribut-atribut objek.

7. Scane digunakan untuk mengorganisir secara berkesinambungan.

8. Library adalah jendela panel yang berisi objek-objek yang digunakan dalam movie atau tempat dimana objek-objek diorganisasikan

9. Components adalah sebuah jendela panel yang berisi klip-klip movie.yang kompleks serta terdifinisi dengan serangkaian metode action script yang dapat diset ulang dan di beri opsi-opsi tambahan.

10. Action Script, sebuah jendela panel untuk menuliskan baris script dengan menggunakan bahasa pemrograman flash.

II.4.3. Animasi Dalam Flash

Menurut Widada (2010:16) Animasi pada Macromedia flash terbagi menjadi tiga macam yaitu Frame by frame, Motion Tween, dan Shapes Tween. Adapun perbedaannya (Liza Yulianti, et al., 2013) :

1. Frame by frame

Animasi Frame by frame adalah animasi yang disusun berdasarkan perubahan objek pada tiap-tiap frame. Pada jendela Timeline ditandai dengan dot-dot hitam. Cara pembuatan animasinya adalah: klik frame 1 layer 1 lalu buat objek pertama, klik kanan frame 2 layer 1 kemudian insert Keyframe, hapus objek pertama buat kembali objek kedua, klik kanan frame 3 layer 1 kemudian insert Keyframe, hapus objek kedua buat objek untuk ketiga, lakukan

(20)

hingga untuk frame selanjutnya dengan cara yang sama, untuk menjalankan animasi tekan Ctrl + Enter, seperti gambar II.4.

Gambar II.4. Animasi Frame By Frame (Sumber : Liza Yulianti, et al., 2013)

2. Motion Tween

Motion Tween adalah animasi yang digunakan untuk menggerakkan atau memindahkan sebuah objek dari satu posisi ke posisi yang lain, berdasarkan batas-batas keyframe tertentu. Pada jendela timeline ditandai dengan adanya dua buah keyframe, sebuah anak panah dengan background berwarna biru. Cara pembuatan animasi yaitu klik frame 1 layer 1 buat objek, klik kanan frame 1 layer 1 lalu create motion tween, klik kanan frame 20 layer 1 kemudian insert keyframe pindahkan objek ke posisi lain, untuk menjalankan animasi tekan Ctrl + Enter, seperti gambar II.5.

(21)

Gambar II.5. Animasi Motion Tween (Sumber : Liza Yulianti, et al., 2013)

3. Shape Tween

Shape tween adalah animasi yang digunakan untuk mengubah sebuah objek dari satu bentuk kebentuk yang lain atau mengubah pewarnaan sebuah objek dari satu warna ke warna yang lain. Pada jendela timeline ditandai dengan dua buah keyframe, sebuah anak panah dengan background berwarna hijau. Cara pembuatan animasi yaitu klik frame 1 layer 1 buat objek pertama, klik kanan frame 20 layer 1 kemudian insert keyframe, klik frame antara 1-20 (misal frame 10) buka property, tentukan jenis animasi shape pada bagian tween, klik frame 20 layer 1 lalu buat objek kedua, untuk menjalankan animasi tekan Ctrl + Enter, seperti gambar II.6.

(22)

Gambar II.6. Animasi Shape Tween (Sumber : Liza Yulianti, et al., 2013)

Gambar

Gambar  II.1. Elemen-elemen Utama dalam Model Pendekatan Sistem pada Desain  Instruksional dan Development
Gambar  II.2. Tampilan Start Program Macromedia Flash 8.0  (Sumber : Liza Yulianti, et al., 2013)
Gambar  II.3. Tampilan Macromedia Flash 8  (Sumber : Liza Yulianti, et al., 2013)  Keterangan :
Gambar II.4. Animasi Frame By Frame  (Sumber : Liza Yulianti, et al., 2013)
+3

Referensi

Dokumen terkait

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Penerima Tunjangan Profesi Bagi Guru

Cetakan SS304 memiliki konduktifitas termal yang lebih tinggi, oleh karena itu cetakan SS304 memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menyebarkan panas sehingga panas dari

IX B MALANG KEDUNGKANDANG 78 C Terakreditasi 29 SD MUHAMMADIYAH 06 JL.. KOLONEL SUGIONO VD/48 KEDUNGKANDANG 78 C Terakreditasi 30 SD NEGERI BUMIAYU

Laporan tugas akhir ini berkaitan dengan salah satu protocol routing dalam Mobile ad hoc network (MANET) yaitu protocol routing Ad hoc on demand multipath distance

Berdasarkan data ukuran tubuh tenaga kerja dan ukuran stasiun kerja (kursi, meja kerja dan monitor yang dipakai dalam bekerja) dapat dianalisa ada atau tidaknya kesesuaian

Informan 100 berpendapat bahwa ia merasa percaya diri dengan merek telepon selulernya sekarang karena merek telepon selulernya banyak dimiliki orang, hanya saja fiturnya

Slide 7-3 Kecurangan Pengendalian internal Prinsip-prinsip aktivitas pengendalian internal Keterbatasan Setara kas Kas yang penggunaannya dibatasi Saldo kompensasi Membuat

Keterampilan Menyusun RPP sesuai dengan kaidah-kaidah BK Pengamatan Tes tertulis Penugasan Lembar pengamatan Pilihan ganda Rubrik penilaian  Modul  Bahan Tayang 