• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO KONSTRUKSI DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN KAPUK NAGA INDAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO KONSTRUKSI DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN KAPUK NAGA INDAH"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO KONSTRUKSI DENGAN

METODE FAULT TREE ANALYSIS PADA PROYEK PEMBANGUNAN

JEMBATAN KAPUK NAGA INDAH

Albertus Patrickson, Tri Joko Wahyu Adi dan Yusronia Eka Putri

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111

E-mail: [email protected]

Abstrak- Risiko merupakan kemungkinan atau

ketidakpastian terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan dalam setiap kegiatan manusia yang dapat menimbulkan dampak negatif. Ketidakpastian dalam pelaksanaan proyek konstruksi perlu dihindari agar dapat meminimasi dampak yang timbul. Dalam banyak kasus dampak dari proyek konstruksi lebih mempengaruhi dalam hal anggaran biaya. Semakin besar peluang risiko terjadi maka semakin besar pula biaya yang dikeluarkan. Oleh karena itu, risiko konstruksi yang mungkin terjadi perlu dilakukan identifikasi sumber penyebabnya agar dapat mengurangi dampak yang akan timbul terhadap biaya proyek.

Demikian halnya dalam pembangunan Jembatan Kapuk Naga Indah (KNI) merupakan pembangunan jembatan sepanjang 1050 m yang melintasi laut di utara pulau jawa menuju komplek perumahan Kapuk Naga Indah. Terdapat banyak sumber risiko yang dapat diidentifikasi dan memiliki kemungkinan akan menghambat pencapaian sasaran proyek dari segi anggaran biaya. Identifikasi dimulai dari studi literatur dan survei pendahuluan untuk mengetahui failure yang mungkin terjadi dari setiap pekerjaan. Kemudian dari failure tersebut dicari sumber risiko dan probabilitas kejadian dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis. Pada masing-masing failure juga diberikan penilaian dampak terhadap biaya proyek berdasarkan expert

judgement dari responden sehingga akan menghasilkan

nilai risiko yang diperoleh dari hasil perkalian antara nilai probabilitas dan dampak terhadap biaya. Berdasarkan nilai risiko tersebut akan dibuat ranking risiko untuk menentukan risiko apa saja yang bersifat dominan sehingga perlu diambil tindak mitigasi untuk mengurangi peluang terjadinya risiko dan dampak yang akan ditimbulkan.

Dari hasil analisis yang dilakukan diketahui risiko yang bersifat dominan dari hasil perhitungan nilai risiko antara lain keruntuhan/terjatuhnya girder dengan nilai risiko 25, kerusakan tiang pancang baja saat pemancangan dengan nilai risiko 20, kemiringan tiang tidak presisi tiang pancang baja dengan nilai risiko 15, keterlambatan pekerjaan tiang pancang baja dan keterlambatan pekerjaan tiang pancang beton yang masing-masing mempunyai nilai risiko 10. Tindak mitigasi yang dilakukan antara lain menggunakan operator berpengalaman, pengawasan ketat pada saat penyambungan pengelasan, melakukan penyelidikan

tanah dasar secara detail, menghitungan kedalaman konfigurasi pemancangan yang matang serta membuat penjadwalan produksi dan pengawasan kedatangan material yang teliti.

Kata Kunci : Identifikasi Risiko, Fault Tree

Analysis, Probabilitas Kejadian, Nilai

Risiko, Mitigasi.

I. PENDAHULUAN

etiap kegiatan yang dilakukan manusia khususnya dalam proyek konstruksi tidak lepas dari risiko yang bersifat tidak pasti. Untuk mendekati ketidakpastian tersebut dapat diantisipasi melalui manajemen risiko. Manajemen risiko merupakan pendekatan terorganisasi untuk menemukan risiko-risiko yang potensial sehingga dapat mengurangi terjadinya hal-hal di luar dugaan dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang ada dari segi pelaksanaan, alat, material dan sumber daya manusia. Dari tahap identifikasi dapat dilihat kemungkinan potensi risiko dari setiap aktifitas dan kemudian dianalisis besarnya probabilitas munculnya dan dampak dari biaya yang akan timbul terhadap kelangsungan proyek konstruksi. Dampak dari risiko tersebut kemudian perlu dilakukan mitigasi untuk mengurangi besarnya risiko yang akan terjadi.

Dalam pembangunan konstruksi jembatan Kapuk Naga Indah, selama pembangunan proyek jembatan kemungkinan akan menimbulkan berbagai risiko yang terjadi sehingga diperlukan perencanaan manajemen risiko yang mencakup keseluruhan kegiatan proyek. Banyak sumber risiko yang dapat menghambat pencapaian sasaran proyek baik secara biaya, mutu maupun waktu, terlebih mayoritas pelaksanaan dilaksanakan di laut yang mempunyai tingkat bahaya/hazard yang tinggi. Dengan demikian pada penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis risiko dengan metode Fault Tree Analysis dan merencanakan mitigasi untuk mereduksi risiko dari lingkup pekerjaan persiapan, pekerjaan frontage

U-turn, pekerjaan pile slab, pekerjaan jembatan,

pekerjaan bangunan pelengkap dan listrik, serta pekerjaan aspal dan oprit pada proyek jembatan Kapuk Naga Indah (KNI).

(2)

II. METODOLOGI PENELITIAN

Secara singkat konsep penelitian dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini:

Gambar 1. Metodologi Penelitian

Gambar 1. Metodologi Penelitian

III. ANALISA DAN PEMBAHASAN

Dalam pengumpulan informasi untuk menunjang penelitian ini, dibutuhkan beberapa responden yang dipilih untuk diperoleh keterangan mengenai identifikasi, penilaian probabilitas dan dampak risiko dan tindak mitigasi dari risiko yang dominan akan terjadi pada proyek Jembatan Kapuk Naga Indah. Responden tersebut antara lain:

1. Project Manager

Pada proyek ini jabatan tersebut diisi oleh Ir. Yahya Mauluddin. Beliau telah berpengalaman dalam proyek konstruksi lebih dari 19 tahun.

2. Site Operasional Manager

Pada proyek ini jabatan tersebut diisi oleh Ir. Joko Suparto yang berpengalaman dalam proyek lebih dari 24 tahun.

3. Site Engineering Manager

Pada proyek ini jabatan tersebut diisi oleh Fairuzabady, ST yang baru mengenyam pengalaman selama 1 tahun.

4. Unit K3LM

Pada proyek ini jabatan tersebut diisi oleh Dwi Arie Aditya Permana, Amd yang baru pengalaman selama 1 tahun.

5. Staf Teknik

Pada proyek ini jabatan tersebut diisi oleh Adryan Fauzi, Amd yang telah berpengalaman dalam proyek konstruksi lebih dari 2 tahun.

A.

Identifikasi Risiko

Langkah awal dalam identifikasi risiko adalah membuat daftar failure/kegagalan dari masing-masing proses pekerjaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui risiko-risiko yang relevan dengan proyek pembangunan Jembatan Kapuk Naga Indah dan kemudian digunakan dalam kuisioner pendahuluan untuk mengetahui risiko-risiko yang mungkin terjadi.

Dalam pengambilan keputusan relevan atau tidaknya suatu variabel ditentukan dengan perbandingan 3:2. Dari 5 (lima) responden yang terlibat, apabila dalam satu variabel risiko terdapat 3 (tiga) pendapat relevan dan 2 (dua) pendapat tidak relevan maka variabel tersebut dinyatakan relevan dan sebaliknya apabila terdapat 3 (tiga) pendapat tidak relevan dan 2 (dua) pendapat relevan maka variabel tersebut dinyatakan tidak relevan.

Dari hasil survei kuisioner pendahuluan didapat

failure/kegagalan yang relevan dari setiap pekerjaan

terdapat pada tabel 1 di bawah ini: Tabel 1.

Identifikasi Risiko yang Relevan No. Uraian Kegiatan Failure / Risiko

1. Mobilisasi dan - Keterlambatan

Demobilisasi mobilisasi

2. Pembuatan Jalan - Kerusakan jalan

Sementara eksisting

3. Pekerjaan Subbase - Penurunan tanah Frontage U-turn

4. Pekerjaan Tiang - Kerusakan beton pada Pancang Beton saat pemancangan dia. 60cm - Kemiringan tiang tidak

presisi

- Keterlambatan

pekerjaan 5. Pek. Abutment - Keterlambatan

Jembatan pekerjaan

Latar Belakang

Perumusan Masalah

Identifikasi Risiko :

- Membuat daftar variabel risiko berdasarkan studi literatur

- Relevansi variabel risiko dengan melakukan survey pendahuluan

- Mengidentifikasi sumber penyebab terjadinya failure/risiko berdasarkan metode

Fault Tree Analysis

Analisa Risiko :

- Penilaian probabilitas dan dampak risiko yang ditimbulkan terhadap biaya dengan survey kuisioner utama.

- Menentukan ranking risiko berdasarkan nilai risiko (Probabilitas x Dampak)

Mitigasi Risiko :

- Menentukan mitigasi risiko berdasarkan nilai risiko terbesar (risiko dominan) untuk mengurangi peluang dan dampak yang ditimbulkan.

(3)

Tabel 1.

Identifikasi Risiko yang Relevan (lanjutan) No. Uraian Kegiatan Failure / Risiko

6. Pekerjaan Tiang - Kerusakan tiang baja Pancang Baja pada saat pemancangan dia. 60cm - Kemiringan tiang tidak

presisi

- Keterlambatan

pekerjaan

7. Pekerjaan Pier - Kerusakan struktur pier

Jembatan - Keterlambatan

pekerjaan

8. Pekerjaan Girder - Keruntuhan/terjatuh Jembatan - Kerusakan struktur

girder

9. Pekerjaan Plat - Keretakan plat lantai Lantai Jembatan - Keterlambatan

pekerjaan

10. Pekerjaan Aspal - Permukaan perkerasan

dan Oprit bergelombang

- Keterlambatan

pekerjaan Sumber : Hasil survei kuisioner

B. Identifikasi Sumber Penyebab Risiko Dengan Metode Fault Tree Analysis

Setiap failure/risiko dianalisis apa saja yang menjadi sumber penyebab risiko dimana masuk dalam kategori intermediate event yang kemudian sampai pada kategori basic event sehingga dapat disusun konstruksi pohon kegagalannya (Fault Tree) sebagai contoh dalam penggambaran diagram konstruksi pohon kegagalan seperti gambar 2.

Analisis penentuan sumber penyebab dilakukan berdasarkan pendapat dan masukkan dari expert yang menangani proyek. Untuk hasil lengkap analisis sumber penyebab risiko dan penggambaran diagram FTA masing-masing failure dapat dilihat dalam halaman lampiran 6 dan lampiran 7.

Gambar 2. Diagram Fault Tree Analysis

Setelah selesai penggambaran diagram FTA, maka langkah selanjutnya adalah penetuan cut set. Contoh minimal cut set dengan metode Mocus pada

failure/risiko keruntuhan/terjatuhnya girder jembatan

adalah sebagai berikut : 1. Minimal cut set Gate A

Gate A akan terjadi apabila Gate B atau Gate

C terjadi.

Gate A

B C

2. Minimal cut set Gate B

Gate B akan terjadi apabila Gate 1 atau Gate 2

atau Gate 3 terjadi.

Gate B

1 2 3

3. Minimal cut set Gate C

Gate C akan terjadi apabila Gate 4 atau Gate

D terjadi.

Gate C

4 D

4. Minimal cut set Gate D

Gate C akan terjadi apabila Gate 5 dan Gate 6

terjadi.

Gate D

5 6

Berdasarkan minimal cut set di atas, diketahui bahwa keruntuhan/terjatuhnya girder akan terjadi apabila :

1. Safety factor kecil, atau 2. Elevasi >2,5%, atau 3. Kapasitas dinamo kecil, atau 4. Operator kurang terampil, atau

5. Kurang koordinasi dan metode kerja tidak sesuai

C. Perhitungan Nilai Probabilitas Risiko

Nilai probabilitas suatu risiko didapatkan dari survei kuisioner yang diajukan kepada responden untuk mengukur tingkat kemungkinan sumber risiko terjadi pada setiap kegagalan/failure. Nilai probabilitas diambil berdasarkan kejadian yang telah terjadi di proyek menurut pendapat responden dan dihitung dimulai dari basic event kemudian akan membentuk suatu top event/failure sehingga akan diketahui besarnya nilai probabilitas yang muncul pada top event/failure.

Perhitungan nilai probabilitas untuk risiko keruntuhan/ terjatuhnya girder jembatan:

1. Nilai probabilitas basic event

a. Safety factor kecil (P1) = 0,60 b. Elevasi > 2,5% (P2) = 0,60

(4)

c. Kapasitas dinamo kecil (P3) = 0,50 d. Operator kurang terampil (P4) = 0,19 e. Kurangnya koordinasi (P5) = 0,15 f. Metode kerja tidak sesuai (P6) = 0,10 2. Nilai probabilitas intermediate event (PD)

PD = P5 x P6 = 0,15 x 0,10 = 0,015

3. Nilai probabilitas intermediate event (PC) PC = 1- [(1-PD) (1-P4)]

= 1- [(1-0,015) (1-0,19)] = 0,20

4. Nilai probabilitas intermediate event (PB) PB = 1- [(1-P1) (1-P2) (1-P3)]

= 1- [(1-0,6) (1-0,6) (1-0,5)] = 0,80

5. Nilai probabilitas intermediate event (PA) PA = 1- [(1-PD) (1-P4)]

= 1- [(1-0,8) (1-0,2)] = 0,936

PA merupakan Top Event, maka nilai probabilitas dari risiko keruntuhan/terjatuhnya girder yaitu sebesar 0,936 x 100% = 93,6% sehingga masuk dalam interval 5 (lihat tabel 2). Untuk hasil perhitungan nilai probabilitas failure lainnya dapat dilihat pada halaman lampiran 6 draft tugas akhir.

D. Perhitungan Nilai Risiko

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai probabilitas dan dampak terhadap biaya masing-masing kegagalan/failure yang kemudian dilanjutkan dengan perhitungan nilai risiko yang merupakan perkalian dari probabilitas dan dampak untuk dapat menetukan ranking risiko. Nilai probabilitas dan dampak diberikan masing-masing dalam 5 (lima) skala penilaian pada tabel 2 dan tabel 3 dibawah ini.

Tabel 2.

Kategori Penilaian Probabilitas

Interval Prosentase Kejadian

1 ≤ 20% 2 > 20% - 40% 3 > 40% - 60% 4 > 60% - 80% 5 > 80% - 100% Tabel 3.

Kategori Penilaian Dampak Terhadap Biaya

Interval Prosentase Biaya

1 ≤ 1% dari Nilai Kontrak 2 > 1 - 2% dari Nilai Kontrak 3 > 2 - 3% dari Nilai Kontrak 4 > 3 - 4% dari Nilai Kontrak 5 > 4% dari Nilai Kontrak

Untuk hasil perhitungan nilai risiko pada seluruh

failure yang terjadi dapat dilihat pada tabel 4 dibawah

ini:

Tabel 4.

Nilai Risiko Pada Masing-Masing Failure

No Uraian

Kegiatan Failure / Risiko

Dampak Prob. Risk Value ( I ) ( P ) (P x I) 1. Mobilisasi dan Demobilisasi - Keterlambatan mobilisasi 1 5 5 2. Pembuatan Jalan Sementara - Kerusakan jalan eksisting 1 4 4 3. Pekerjaan

Subbase - Penurunan tanah 1 5 5

Frontage U-turn 4. Pekerjaan Tiang Pancang Beton dia. 60cm - Kerusakan beton pada saat pemancangan 2 4 8 - Kemiringan tiang tidak presisi 1 5 5 - Keterlambatan pekerjaan 2 5 10

5. Pekerjaan Abutment - Keterlambatan pekerjaan 1 5 5

6.

Pekerjaan Tiang Pancang Baja dia. 60cm

- Kerusakan tiang baja pada saat pemancangan 4 5 20 - Kemiringan tiang tidak presisi 3 5 15 - Keterlambatan pekerjaan 2 5 10 7. Pekerjaan Pier Jembatan - Kerusakan struktur pier 2 5 10 - Keterlambatan pekerjaan 2 5 10 8. Pekerjaan Girder Jembatan - Keruntuhan/ terjatuh 5 5 25 - Kerusakan struktur girder 3 2 6 9. Pekerjaan Plat

Lantai - Keretakan plat lantai 1 2 2

- Keterlambatan

pekerjaan 1 4 4

10. Pekerjaan Aspal dan Oprit -

Permukaan perkerasan bergelombang 1 5 5 - Keterlambatan pekerjaan 1 5 5

Sumber : Hasil perhitungan

Contoh perhitungan nilai risiko untuk 5 besar risiko dominan berdasarkan ranking risiko:

1. Failure keruntuhan/ terjatuhnya girder

Prob. kejadian = 93,6% (interval 5) Dampak thd biaya = 5 (>4% dari nilai kontrak) Nilai risiko = Probabilitas x Dampak

= 5 x 5 = 25

2. Failure kerusakan tiang pancang baja saat

pemancangan

Prob.kejadian = 87,4% (interval 5) Dampak thd biaya = 4 (>3-4% dr nilai kontrak) Nilai risiko = Probabilitas x Dampak

= 5 x 4 = 20

(5)

3. Failure kemiringan tiang tidak presisi tiang

pancang baja

Prob. kejadian = 97,4% (interval 5) Dampak thd biaya = 3 (>2-3% dr nilai kontrak) Nilai risiko = Probabilitas x Dampak

= 5 x 3 = 15

4. Failure keterlambatan pekerjaan tiang pancang

baja

Prob. kejadian = 89,5% (interval 5) Dampak thd biaya = 2 (>1-2% dr nilai kontrak) Nilai risiko = Probabilitas x Dampak

= 5 x 2 = 10

E. Tindak Mitigasi Untuk Risiko Dominan

Berdasarkan analisis risiko yang telah dilakukan dari 18 risiko yang telah diidentifikasi, didapatkan lima risiko dominan berdasarkan nilai risiko (untuk lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran 8).

Risiko pertama dengan nilai risiko terbesar 25 adalah risiko keruntuhan/terjatuhnya girder jembatan. Tindak mitigasi yang perlu dilakukan yaitu dengan melakukan pengecekan launcher sebelum dilakukannya erection serta didukung oleh operator alat yang terampil serta pada saat pelaksanaan dilakukan pada saat hari cerah dan kondisi terang (cukup penerangan) sehingga operator alat maupun tenaga kerja yang lain dapat saling berkoordinasi dengan baik satu sama lain.

Risiko kedua dengan nilai risiko 20 adalah risiko kerusakan tiang pancang baja pada saat pemancangan. Tindak mitigasi yang perlu dilakukan yaitu dengan cara pengawasan ketat pada saat penyambungan pengelasan karena apabila terjadi kesalahan pengelasan dapat berakibat kebocoran/ masuknya air laut ke dalam tiang pancang serta dengan memilih bahan coating yang sesuai spesifikasi agar tidak mudah terkelupas pada saat pemancangan.

Risiko ketiga dengan nilai risiko 15 adalah risiko kemiringan tiang tidak presisi. Tindak mitigasi yang perlu dilakukan yaitu dengan memilih tenaga kerja surveyor yang berpengalaman dalam pengukuran dan melakukan penyelidikan tanah dasar secara detail untuk mendeteksi lokasi karang laut.

Risiko keempat dengan nilai risiko 10 adalah risiko keterlambatan pekerjaan tiang pancang baja. Tindak mitigasi yang perlu dilakukan yaitu dengan merencanakan metode setting angkur tongkang yang matang, penjadwalan produksi dan mencari/menyewa alat pancang yang masih baru agar tidak rusak ketika digunakan.

Risiko kelima dengan nilai risiko 10 adalah risiko keterlambatan pekerjaan tiang pancang beton. Tindak mitigasi yang perlu dilakukan yaitu dengan melakukan perhitungan konfigurasi pemancangan yang matang serta penjadwalan produksi dan kedatangan material dimonitoring dengan teliti.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

Penelitian ini menghasilkan risiko keruntuhan/ terjatuhnya girder jembatan sebagai risiko yang paling dominan. Tindak mitigasi yang perlu dilakukan yaitu dengan melakukan pengecekan launcher sebelum dilakukannya erection serta didukung oleh operator alat yang terampil serta pada saat pelaksanaan dilakukan pada saat hari cerah dan kondisi terang (cukup penerangan) sehingga operator alat maupun tenaga kerja yang lain dapat saling berkoordinasi dengan baik satu sama lain.

Pada dasarnya penelitian ini mengukur dan menilai probabilitas kejadian berdasarkan expert jugdement yang bersifat subjektif dari satu orang responden sehingga hasil yang didapakan kurang akurat. Untuk mengantisipasi kelemahan penilaian tersebut perlu dilakukan penilaian lebih dari satu responden agar hasil yang didapatkan nilai probabilitas kejadian yang lebih akurat.

V. DAFTAR PUSTAKA

Adi, T.J.W. 2011. Metoda Pengukuran Potensi

Kecelakaan Kerja pada Proyek Konstruksi.

Seminar nasional teknik sipil ATPW 2012, Dipoma 3 Teknik Sipil ITS.

Clemens, P.L. 2002. Fault Tree Analysis 4th edition. Jacobs Sverdrup, G.W. University.

Flanagan, R., dan Norman, G. 1993. Risk

Management and Construction. Blackwell

Science, London.

Gray,C.F dan E.W.Larson. 2006. Project management: The Managerial Process 3th Edition. Andi Offset,Yogyakarta

Moddares, M., Kaminskiy, M., dan Krivtsov, V. 1999.

Reliability Engineering and Risk Analysis: A Practical Guide. Marcel Dekker Inc., USA.

Octavia, Rahmi D. 2011. Identifikasi dan Analisa

Risiko Konstruksi dengan Metode FMEA dan FTA pada Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Nagreg V Bandung. Laporan Tugas

Akhir Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan ITS, Surabaya.

Project Management Institute, 2008. A Guide to the

Project Management Body of Knowledge,

4th Edition. USA.

Ramli, Soehatman. 2010. Sistem Manajemen

Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001. Dian Rakyat, Jakarta.

Santosa, Budi. 2009. Manajemen Proyek (Konsep

dan Implementasi). Graha Ilmu, Yogjakarta.

Soeharto, Iman. 2001. Manajemen Proyek (Dari

konseptual sampai operasional) Jilid 2.

Erlangga, Jakarta.

Summerhayes, S.D. 2010. Design Risk Management

Contribution to Health and Safety. John

Gambar

Gambar 1. Metodologi Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang diperoleh dari penglolahan data deskriptif adalah untuk risiko dengan frekuensi paling dominan menempatkan sumber risiko desain dan teknologi

Dengan perhitungan yang sama dengan persepsi konsultan didapat, menurut Owner, risiko tertinggi adalah jenis risiko Tenaga kerja yang tidak punya kemampuan/skill sebesar 15.0117

Dari risiko – risiko dominan (major risk), dilakukan tindakan mengurangi risiko (risk reduction), mengalihkan risiko (risk transfer) dan menghindari risiko (risk avoidance),

Sedangkan hasil analisis data menunjukkan ada empat risiko utama yang berpengaruh pada kinerja masa pemeliharaan proyek konstruksi gedung di wilayah Surakarta,

Identifikasi serta analisa risiko pada proyek tersebut diharapkan dapat diketahui risiko-risiko kecelakaan kerja yang dominan terjadi, penyebab dari kecelakaan kerja terbesar

Berdasarkan hasil analisa dapat diketahui variabel-variabel risiko yang signifikan terhadap aspek waktu maupun terhadap aspek biaya pada proyek Pembangunan Rusunami

Dari hasil analisis data dan perhitungan diketahui bahwa, kinerja pelaksanaan proyek dari segi waktu mengalami keterlambatan yang ditunjukkan dengan nilai SPI <

Hasil yang diperoleh dari penglolahan data deskriptif adalah untuk risiko dengan frekuensi paling dominan menempatkan sumber risiko desain dan teknologi