• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDEKS TENDENSI KONSUMEN SULAWESI BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "INDEKS TENDENSI KONSUMEN SULAWESI BARAT"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

No. 30/05/76 Th.XI, 5 Mei 2017

INDEKS

TENDENSI

KONSUMEN

SULAWESI

BARAT

TRIWULAN

I

TAHUN

2017

A. Penjelasan Umum

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi konsumen yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada setiap triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang. ITK <100 menunjukkan kondisi ekonomi konsumen mengalami penurunan dari triwulan sebelumnya; =100 menunjukkan kondisi ekonomi konsumen sama dengan triwulan sebelumnya sedangkan >100 kondisi ekonomi konsumen lebih baik dari triwulan sebelumnya.

Jumlah sampel STK di Provinsi Sulawesi Barat sebanyak 120 rumah tangga sebagai responden yang tersebar di semua kabupaten di Sulawesi Barat. Responden STK Sulawesi Barat pada triwulan I 2017 didominasi oleh rumah tangga yang berpenghasilan dua juta rupiah ke atas (76,11 persen). Dilihat dari tingkat pendidikannya, tertinggi yang ditamatkan, sebesar 61,95 persen rumah tangga sampel STK dikepalai oleh kepala rumah tangga yang berpendidikan tamat SLTA. Sementara itu kepala rumah tangga dengan tingkat pendidikan tamat perguruan tinggi dan SLTP ke bawah masing-masing sebanyak 27,43 persen dan 10,62 persen.

B. Kondisi Ekonomi Konsumen Triwulan I Tahun 2017

 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulawesi Barat pada triwulan I tahun 2017 sebesar 100,58, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Membaiknya kondisi ekonomi konsumen terutama karena peningkatan konsumsi rumah tangga baik makanan maupun non makanan (nilai indeks 105,00).

 Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sulampua, perolehan ITK Sulawesi Barat berada pada urutan ke-4. ITK tertinggi sebesar 104,71 di Provinsi Gorontalo dan terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara 89,89.

 Posisi ITK Sulawesi Barat berada di bawah ITK nasional yang sebesar 102,27.

C. Perkiraan Ekonomi Konsumen Triwulan II Tahun 2017

 Optimisme konsumen di Sulawesi Barat dalam menyongsong perekonomian mendatang pada triwulan II tahun 2017 diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 14,23 poin menjadi 114,81.

 Optimisme konsumen Sulawesi Barat dalam menyambut kondisi perekonomian triwulan II tahun 2017 berada pada urutan ke-2 se Sulampua. Perkiraan tendensi konsumen tertinggi di Provinsi Gorontalo (nilai indeks 117,08) dan terendah di Provinsi Sulawesi Tengah (nilai indeks 106,43).

(2)

1.

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I Tahun 2017

Indeks tendensi konsumen (ITK) merupakan indeks komposit persepsi rumah tangga yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumen terhadap situasi perekonomian pada trwulan berjalan. ITK dibentuk dari tiga variabel. Variabel tersebut adalah pendapatan rumah tangga, pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan, dan tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan dan non makanan.

ITK Sulawesi Barat pada triwulan I-2017 sebesar 100,58, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Kondisi ini didorong oleh naiknya tingkat konsumsi (nilai indeks sebesar 105,00), dan indeks pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi (nilai indeks sebesar 103,24). Dengan demikian, ekonomi konsumen masih meningkat meskipun pendapatan rumah tangga menurun (nilai indeks sebesar 97,30). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1

Indeks Tendensi Konsumen Triwulan IV Tahun 2016 dan Triwulan I Tahun 2017

Menurut Variabel Pembentuknya

Variabel Pembentuk

Trw IV Tahun

2016

Trw I Tahun

2017

(1)

(2)

(3)

Pendapatan rumah tangga

102,54

97,30

Pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi

105,99

103,24

Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan dan non makanan

107,01

105,00

Indeks Tendensi Konsumen

104,44

100,58

Tingkat konsumsi masyarakat Sulawesi Barat pada triwulan ini tidak setinggi triwulan sebelumnya. Konsumsi rumah tangga pada triwulan ini lebih banyak digunakan untuk keperluan konsumsi makanan dibandingkan non makanan. Masyarakat masih meningkatkan konsumsinya meskipun pada triwulan ini pendapatan rumah tangga menurun menurut persepsi konsumen. Angka inflasi Kota Mamuju triwulan I tidak jauh berbeda dibandingkan triwulan sebelumnya. Indeks pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi triwulan I ini masih di atas 100 yang artinya inflasi yang terjadi tidak berpengaruh terhadap tingkat konsumsi rumah tangga. Situasi/kondisi persepsi perekonomian konsumen Sulawesi Barat tergambar pada Tabel 1.

Berdasarkan nilai ITK , Sulawesi Barat termasuk dalam empat provinsi di kawasan Sulampua yang masih mengalami perbaikan ekonomi konsumen pada triwulan I ini. Sedangkan provinsi lainnya memiliki ITK di bawah nilai 100. Hanya satu provinsi di kawasan sulampua yang memiliki angka indeks di atas nasional yaitu Provinsi Gorontalo (nilai ITK sebesar 112,47). Sementara Provinsi Sulawesi Utara memiliki nilai ITK terendah, yaitu sebesar 89,89. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1.

(3)

Gambar 1

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I Tahun 2017 di Kawasan Sulampua dan Nasional

2.

Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan II Tahun 2017

ITK Sulawesi Barat pada triwulan II-2017 mendatang diperkirakan sebesar 114,81. Artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan lebih baik dari triwulan I-2017. Tingkat optimisme konsumen pada triwulan II-2017 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2017 (sebesar 100,58). Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II-2017 didorong oleh perkiraan peningkatan pendapatan rumah tangga (nilai indeks sebesar 116,26) dan rencana pembelian barang tahan lama, rekreasi, dan pesta/hajatan (nilai indeks sebesar 112,26). Perkiraan ekonomi konsumen Sulawesi Barat triwulan II-2017 dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2

Perkiraan dan Realisasi Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I Tahun 2017, dan Perkiraan ITK Triwulan II Tahun 2017 menurut Variabel Pembentuknya

Variabel Pembentuk Trw I Tahun 2017 Trw II Tahun 2017

(1) (2) (3)

Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang 104,89 116,26

Rencana pembelian barang-barang tahan lama (elektronik, perhiasan, perangkat komunikasi, meubelair, peralatan rumah tangga, kendaraan bermotor, tanah, rumah), rekreasi, dan pesta/hajatan

100,18 112,26

Perkiraan*) Indeks Tendensi Konsumen 103,18 114,81

Realisasi Indeks Tendensi Konsumen 100,58 XX

Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II-2017 terjadi pada seluruh provinsi di kawasan sulampua. Terdapat dua provinsi yang memiliki nilai indeks di atas nasional. Provinsi dengan perkiraan nilai ITK triwulan II-2017 tertinggi adalah Provinsi Gorontalo (nilai ITK

89.89 97.96 101.02 98.57 104.71 100.58 98.26 101.71 98.57 92.84 85 87 89 91 93 95 97 99 101 103 105

Sulut Sulteng Sulsel Sultra Gorontalo Sulbar Maluku Malut Papbar Papua

Nasional 102,27

Sulampua 97,85

(4)

sebesar 117,08). Sedangkan provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK triwulan II-2017 terendah adalah Provinsi Sulawesi Tengah (nilai ITK sebesar 106,43). Perkiraan nilai ITK triwulan II-2017 di kawasan sulampua dan nasional dapat dilihat pada Gambar 2 dan Tabel 3.

Gambar 2

Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I Tahun 2017 di Kawasan Sulampua dan Nasional

Tabel 3

Perkiraan Capaian ITK Provinsi se Sulampua Triwulan II Tahun 2017 mendatang menurut Variabel Pembentuknya

Provinsi Perkiraan Pendapatan Rumah Tangga Mendatang Barang-Barang Tahan Lama Rencana Pembelian Indeks Tendensi Perkiraan Konsumen (1) (2) (3) (4) Gorontalo 120.00 111.97 117.08 Sulawesi Barat 116.26 112.26 114.81 Maluku Utara 115.18 107.58 112.42 Sulawesi Tenggara 122.21 92.06 111.26 Sulawesi Utara 114.41 104.13 110.68 Maluku 110.23 108.31 109.53 Sulawesi Selatan 114.38 97.43 108.22 Papua 113.03 97.77 107.49 Papua Barat 109.75 102.43 107.09 Sulawesi Tengah 105.76 107.59 106.43 Sulampua 110,73 101,31 107,31 Nasional 119,40 101,03 112,73 110.68 106.43 108.22 111.26 117.08 114.81 109.53 112.42 107.09 107.49 100 102 104 106 108 110 112 114 116 118

Sulut Sulteng Sulsel Sultra Gorontalo Sulbar Maluku Malut Papbar Papua

Nasional 112,73 Sulampua

(5)

Informasi lebih lanjut hubungi:

Suntono, SE, M.Si

Kepala BPS Provinsi Sulawesi Barat

Telepon: (62-426) 21265

Faks: (62-426) 22103

E-mail: [email protected]

BADAN PUSAT STATISTIK

PROVINSI SULAWESI BARAT

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Xu (2010) menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam proses belajar akan dapat mendukung self regulated learning

Pada tabel 4.5 dari keempat variabel yang digunakan dalam penelitian ini, variabel yang signifikan adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), Penanaman Modal Asing (PMA) dan Ang katan

  Zaman  Wilayat  di  mana  para  aulia  menunjukkan  manusia  jalan  kepada  Allah  s.w.t  sehingga  akhir  zaman.  Bila  zaman  Nubuwwah  berakhir,  maka  dari 

Globalisasi ekonomi adalah meningkatnya saling ketergantungan ekonomi antara negara-negara di dunia berkat percepatan pergerakan barang, jasa, teknologi, dan modal lintas

Layanan Pengadaan Secara Elektronik yang selanjutnya disebut LPSE Kabupaten Ogan Ilir adalah Unit Kerja Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Elektronik

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Padi Sawah Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Wetland Paddy per Districts

Sepuluh tahun setelah kerusuhan Mei 1998, pertanggungjawaban atas rangkaian penyerangan dan kekerasan yang terjadi masih belum tercapai. Kendati pun proses reformasi

Kebiasaan dalam pengelolaan pembuatan kue rumahan di Desa Lampanah memiliki kebiasaan kurang baik, hal ini di sebabkan karena pengelolaan kue rumahan oleh