• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

42

Pelaksanaan penelitian dilakukan pada dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dilakukan pada 33 siswa kelas IV SD Negeri 08 Salatiga dengan menggunakan pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran, sedangkan kelompok kontrolnya dilakukan pada 36 siswa kelas IV SD Negeri 12 Salatiga dengan menggunakan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran.

Waktu pelaksanaan penelitian pada kedua kelompok dilaksanakan secara bersamaan sesuai dengan tahapannya, karena jadwal kedua SD selalu bersamaan baik hari maupun jam pelajarannya. Diawali pada tanggal 2 Maret 2013 dengan memberikan soal uji kesetaraan kepada dua kelompok berupa 25 soal pilihan ganda untuk mengukur kemampuan awal siswa. Kemudian dilanjutkan dengan 3 kali pertemuan untuk kegiatan belajar mengajar dengan perlakuan yang sudah didesain pada masing masing kelompok. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2013 dengan materi sub unit 1 tentang perkembangan teknologi produksi. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2013 dengan materi sub unit 2 tentang perkembangan teknologi komunikasi. Kemudian pertemuan terakhir pada tanggal 11 April 2013 dengan materi sub unit tentang perkembangan teknologi transportasi dilanjutkan dengan pemberian soal uji kemampuan belajar IPS setelah pemberian perlakuan berupa 25 soal pilihan ganda untuk mengukur kemampuan akhir siswa setelah perlakuan.

Supaya lebih jelas jadwal kegiatan penelitian di SD Negeri 08 dan SD Negeri 12 Salatiga yang dilaksanakan dicantumkan pada tabel berikut ini:

(2)

Tabel 11

Kegiatan pelaksanaan penelitian di SD Negeri 08 Salatiga Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga

Semester 2/2012-2013

No Hari/tanggal Uraian kegiatan 1 Sabtu, 02-03-2013

Memberikan tes awal untuk kelas IV SD N 08 Salatiga dan IV SD N 12 Salatiga yang digunakan untuk uji kesetaraan dua kelompok penelitian

2 Kamis, 21-03-2013

Pertemuan 1

Mengajar sub unit 1 tentang perkembangan teknologi produksi pada kelas IV SD N 08 Salatiga sebagai kelompok eksperimen dengan perlakuan pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran dan kelas IV SD N 12 Salatiga sebagai kelompok kontrol dengan perlakuan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran

3 Kamis, 28-03-2013

Pertemuan 2

Mengajar sub unit 2 tentang perkembangan teknologi komunikasi pada kelas IV SD N 08 Salatiga sebagai kelompok eksperimen dengan perlakuan pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran dan kelas IV SD N 12 Salatiga sebagai kelompok kontrol dengan perlakuan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran

4 Kamis, 11-04-2013

Pertemuan 3

Mengajar sub unit 3 tentang perkembengan teknologi transportasi pada kelas IV SD N 08 Salatiga sebagai kelompok eksperimen dengan perlakuan pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran dan kelas IV SD N 12 Salatiga sebagai kelompok kontrol dengan perlakuan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran. Kemudian pada dua kelompok diberikan soal uji kemampuan tentang semua materi yang telah disampaikan pada sub unit 1 – sub unit 3

Secara umum ada beberapa kendala dalam proses penelitian, yang pertama berupa jadwal mengajar yang selalu bersama pada dua kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol karena kedua kelompok walaupun berbeda SD tetapi masih dalam satu gugus, dan berada dalam satu lokasi, sehingga peneliti membutuhkan bantuan

(3)

teman sebagai observer pada kelompok kontrol. Kemudian kegiatan penelitian terpotong oleh waktu tes tengah semester pada minggu setelah pemberian soal uji kesetaraan, kemudian terpotong kembali oleh hari jeda tes tengah semester pada minggu setelah pertemuan 1 dan 2 menuju pertemuan 3, sehingga membuat proses penelitian berjalan lama. Secara terperinci berdasarkan keterlaksanaan sintak pembelajaran yang sudah didesain pada kedua kelompok yaitu kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol akan dijelaskan satu persatu.

Pertama perlakuan pada kelompok eksperimen pada pertemuan pertama yang dilakukan pada hari Kamis, 21 Maret 2013 dengan jumlah siswa 33 berarti hadir semua. Gambaran umum keterlaksanaan sintak dijelaskan sebagai berikut: (1) Guru menyampaikan salam pembuka sudah berhasil dilakukan dengan baik, (2) Guru menyampaikanapersepsi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran belum dilakukan, (4) Guru meminta siswa diminta menonton video tentang berbagai macam proses produksi yang meliputi perkembangan, jenis-jenis dampak teknologi produksi dll. sudah dilakukan dengan baik, bahkan siswa sangat anthusias dalam menonton video ini, (5) Guru membentuk siswa menjadi enam kelompok, dan setiap anggota kelompok diberi nomor sudah dilakukan, tetapi teknik pembentukan kelompok masih belum efektif karena guru menunjuk siswa untuk masuk per kelompok sehingga membutuhkan waktu yang lama, (6) Guru membagikan pada setiap kelompok lembar kerja siswa (LKS) tentang perkembangan teknologi produksi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (7) Guru meminta siswa mendiskusikan lembar kerja siswa (LKS) tentang perkembangan teknologi produksi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (8) Guru meminta agar setiap kelompok memutuskan jawaban yang paling benar dan haruslah semua anggota mengetahui jawabannya sudah berhasil dilakukan dengan baik, (9) Guru memanggil atau menyebut salah satu nomor dan setiap siswa dari tiap kelompok yang bernomor sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk seluruh kelas, kemudian guru secara acak memilih kelompok yang harus menjawab pertanyaan tersebut sudah dilakukan tetapi pada penyebutan nomor pertama siswa masih bingung

(4)

karena pada awal tidak dijelaskan langkah-langkah pembelajarannya. Kemudian guru menjelaskan langkah-langkahnya, dan pada penyebutan nomor selanjutnya siswa sudah bisa menyesuaikan dan sangat antusias, (10) Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan kepada siswa yang sudah menjawab pertanyaan belum dilakukan, (11) Guru mengajak siswa bersama-sama meluruskan dan menarik kesimpulan tentang jawaban yang baru saja dibacakan sudah berhasil dilakukan dengan baik, (12) Guru dengan siswa membuat refleksi tentang pembelajaran hari ini dengan memberikan pengarahan agar menggunakan teknologi produksi sebagaimana mestinya agar tidak terjadi dampak yang merugikan alam sudah berhasil dilaksanakan dengan baik, (13) Guru menyampaikan pembelajaran selanjutnya tentang teknologi komunikasi juga belum dilakukan karena terpotong waktu yang sudah habis. Secara keseluruhan dapat disimpulkan keterlaksanaan sintak pembelajaran masih belum 100%. Dari 13 sintak pembelajaran ada 2 sintak yang terlewati dan ada 11 sintak yang sudah dilaksanakan walaupun masih ada kesalahan-kesalahan teknik penyampaian. Setelah pelajaran usai guru kembali di evaluasi untuk lebih teliti dalam melaksanakan sintak yang sudah didesain, sehingga pada pertemuan selanjutnya semua sintak dapat dilaksanakan sepenuhnya.

Pada pertemuan kedua pada kelas eksperimen yang dilakukan pada hari Kamis, 28 Maret 2013 dengan jumlah siswa 30, berarti ada 3 siswa yang tidak masuk. Pada pertemuan kedua keterlaksanaan sintak pembelajaran sudah sepenuhnya dilaksanakan bisa dilihat dari 13 sintak yang ada semuanya berhasil dilakukan. Untuk lebih menjelaskan gambaran keterlaksanaan sintak pembelajaran, dari sintak 1-13 disajikan sebagai berikut : (1) guru menyampaikan salam pembuka sudah berhasil dilakukan dengan baik, (2) guru menyampaikanapersepsi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (3) guru menyampaikan tujuan pembelajaran sudah berhasil dilakukan dengan baik, (4) guru meminta siswa diminta menonton video tentang berbagai macam kegiatan komunikasi yang meliputi perkembangan, jenis-jenis dampak teknologi komunikasi dll. sudah berhasil dilakukan dengan baik, (5) Guru membentuk siswa menjadi enam kelompok, dan setiap anggota kelompok diberi nomor. Pada tahap ini, sudah berhasil

(5)

dilakukan dengan baik oleh guru, karena kelompok menyesuaikan dengan kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan pertama. Tetapi masih ada kendala karena ada 3 siswa yang tidak masuk, dan kebetulan 2 siswa yang tidak masuk tersebut berada dalam satu kelompok, jadi ada siswa dari kelompok lain yang dimasukkan dalam kelompok yang kurang, (6) guru membagikan pada setiap kelompok lembar kerja siswa (LKS) tentang perkembangan teknologi komunikasi. Pada tahap ini, sudah berhasil dilakukan dengan baik, (7) guru meminta siswa mendiskusikan lembar kerja siswa (LKS) tentang perkembangan teknologi komunikasi. Pada tahap ini sudah berhasil dilakukan dengan baik, (8) guru meminta agar setiap kelompok memutuskan jawaban yang paling benar dan haruslah semua anggota mengetahui jawabannya sudah berhasil dilakukan dengan baik, (9) guru memanggil atau menyebut salah satu nomor dan setiap siswa dari tiap kelompok yang bernomor sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk seluruh kelas, kemudian guru secara acak memilih kelompok yang harus menjawab pertanyaan tersebut sudah berhasil dilakukan dengan baik karena siswa sudah paham langkah-langkah pembelajarannya pada pertemuan pertama, (10) guru memberikan umpan balik positif dan penguatan kepada siswa yang sudah menjawab pertanyaan sudah dilakukan dengan baik, (11) guru mengajak siswa bersama-sama meluruskan dan menarik kesimpulan tentang jawaban yang baru saja dibacakan sudah berhasil dilakukan dengan baik, (12) guru dengan siswa membuat refleksi tentang pembelajaran hari ini dengan memberikan pengarahan agar menggunakan teknologi komunikasi sebagaimana mestinya agar tidak terjadi dampak yang merugikan diri sendiri maupun orang lain sudah berhasil dilakukan dengan baik (13) guru menyampaikan pembelajaran selanjutnya tentang teknologi transportasi sudah dilakukan dengan baik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan keterlaksanaan sintak pembelajaran sudah 100% terlaksana. Dari 13 sintak pembelajaran sudah dilaksanakan sepenuhnya.

Pada pertemuan ketiga pada kelas eksperimen yang dilakukan pada hari Kamis, 11 April 2013 dengan jumlah siswa 33, berarti siswa masuk semua.Pada pertemuan ketiga keterlaksanaan sintak pembelajaran sudah sepenuhnya dilaksanakan bisa

(6)

dilihat dari 13 sintak yang ada, semuanya berhasil dilakukan. Untuk lebih menjelaskan gambaran keterlaksanaan sintak pembelajaran, dari sintak 1-13 disajikan sebagai berikut: (1) guru menyampaikan salam pembuka sudah berhasil dilakukan dengan baik, (2) guru menyampaikanapersepsi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (3) guru menyampaikan tujuan pembelajaran sudah berhasil dilakukan dengan baik, (4) guru meminta siswa diminta menonton video tentang berbagai macam kegiatan transportasi yang meliputi perkembangan, jenis-jenis dampak teknologi transportasi dll. sudah berhasil dilakukan dengan baik, (5) guru membentuk siswa menjadi enam kelompok, dan setiap anggota kelompok diberi nomor. Pada tahap ini, sudah berhasil dilakukan dengan baik oleh guru, karena kelompok menyesuaikan dengan kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan pertama, (6) guru membagikan pada setiap kelompok lembar kerja siswa (LKS) tentang perkembangan teknologi transportasi. Pada tahap ini, sudah berhasil dilakukan dengan baik, (7) guru meminta siswa mendiskusikan lembar kerja siswa (LKS) tentang perkembangan teknologi produksi. Pada tahap ini sudah berhasil dilakukan dengan baik, (8) guru meminta agar setiap kelompok memutuskan jawaban yang paling benar dan haruslah semua anggota mengetahui jawabannya sudah berhasil dilakukan dengan baik, (9) guru memanggil atau menyebut salah satu nomor dan setiap siswa dari tiap kelompok yang bernomor sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk seluruh kelas, kemudian guru secara acak memilih kelompok yang harus menjawab pertanyaan tersebut sudah berhasil dilakukan dengan baik karena siswa sudah paham langkah-langkah pembelajarannya pada pertemuan pertama, (10) guru memberikan umpan balik positif dan penguatan kepada siswa yang sudah menjawab pertanyaan sudah dilakukan dengan baik, (11) guru mengajak siswa bersama-sama meluruskan dan menarik kesimpulan tentang jawaban yang baru saja dibacakan sudah berhasil dilakukan dengan baik, (12) guru dengan siswa membuat refleksi tentang pembelajaran hari ini dengan memberikan pengarahan agar menggunakan teknologi transportasi sebagaimana mestinya agar tidak terjadi dampak yang merugikan diri sendiri maupun orang lain maupun alam sudah berhasil dilakukan dengan baik, (13) siswa

(7)

mengerjakan soal evaluasi tentang perkembangan teknologi produksi, teknologi komunikasi dan teknologi transportasi sudah dilakukan dengan baik dan siswa secara tepat waktu menghabiskan jam pelajaran. Secara keseluruhan dapat disimpulkan keterlaksanaan sintak pembelajaran pada pertemuan ketiga sudah 100% terlaksana. Dari 13 sintak pembelajaran sudah dilaksanakan sepenuhnya.

Kedua perlakuan pada kelompok kontrol pada pertemuan pertama yang dilakukan pada hari Kamis, 21 Maret 2013 dengan jumlah siswa 36, berarti siswa masuk semua. Pada pertemuan pertama ini keterlaksanaan sintak pembelajaran belum sepenuhnya dilaksanakan bisa dilihat dari 16 sintak yang ada 3 sintak yang belum dilakukan dan 13 sintak sudah berhasil dilakukan. Untuk lebih menjelaskan gambaran keterlaksanaan sintak pembelajaran, dari sintak 1-16 disajikan sebagai berikut: (1) guru menyampaikan salam pembuka sudah berhasil dilakukan dengan baik, (2) guru menyampaikanapersepsi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (3) guru menyampaikan tujuan pembelajaran sudah berhasil dilakukan dengan baik, (4) guru meminta siswa untuk menonton video tentang berbagai macam proses produksi yang meliputi perkembangan, jenis-jenis dampak teknologi produksi dll. sudah berhasil dilakukan dengan baik meskipun dalam mengoperasikan LCD masih mengalami kesulitan, (5) guru mengadakan tanya jawab tentang pengetahuan siswa berkaitan dengan video yang telah dilihat, pada tahap ini sudah berhasil dilakukan dengan baik oleh guru, (6) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang perkembangan teknologi produksi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (7) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang jenis-jenis teknologi produksi sudah berhasil dilakukan dengan baik (8) Guru menyampaikan bahan pelajaran tentang teknologi produksi masa lalu sudah berhasil dilakukan dengan baik, (9) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang teknologi produksi masa kini sudah berhasil dilakukan dengan baik (10) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang teknologi produksi di sekitar kita sudah berhasil dilakukan dengan baik, (11) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang dampak positif dan dampak negatif teknologi produksi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (12) guru meminta siswa untuk menghubungkan dan membandingkan

(8)

bahan ceramah yang telah diterimanya belum dilakukan, (13) guru meminta siswa untuk mencatat tentang perkembangan teknologi produksi, sudah berhasil dilakukan dengan baik, (14) guru menegaskan kembali materi tentang perkembangan teknologi produksi yang belum dipahami oleh siswa sudah berhasil dilakukan dengan baik (15) Guru mengajak siswa bersama-samamembuat refleksi tentang pembelajaran hari ini dengan memberikan pengarahan agar menggunakan teknologi produksi sebagaimana mestinya agar tidak terjadi dampak yang merugikan alam belum dilakukan, (16) guru menyampaikan pembelajaran selanjutnya tentang teknologi komunikasi belum dilakukan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan keterlaksanaan sintak pembelajaran masih belum 100%. Dari 16 sintak pembelajaran ada 3 sintak yang terlewati dan ada 13 sintak yang sudah dilaksanakan. Setelah pelajaran usai guru kembali di evaluasi untuk lebih teliti dalam melaksanakan sintak yang sudah didesain, sehingga pada pertemuan selanjutnya semua sintak dapat dilaksanakan sepenuhnya.

Pada pertemuan kedua pada kelompok kontrol yang dilakukan pada hari Kamis, 28 Maret 2013 dengan jumlah siswa 36, berarti siswa masuk semua. Pada pertemuan kedua ini keterlaksanaan sintak sudah sepenuhnya dilaksanakan bisa dilihat dari 16 sintak sudah berhasil dilakukan dengan baik. Untuk lebih menjelaskan gambaran keterlaksanaan sintak pembelajaran, dari sintak 1-16 disajikan sebagai berikut : (1) guru menyampaikan salam pembuka sudah berhasil dilakukan dengan baik, (2) guru menyampaikan apersepsi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (3) guru menyampaikan tujuan pembelajaran sudah berhasil dilakukan dengan baik, (4) guru meminta siswa untuk menonton video tentang berbagai macam kegiatan komunikasi yang meliputi perkembangan, jenis-jenis dampak teknologi komunikasi dll. sudah berhasil dilakukan dengan baik, (5) guru mengadakan tanya jawab tentang pengetahuan siswa berkaitan dengan video yang telah dilihat, pada tahap ini sudah berhasil dilakukan dengan baik oleh guru, (6) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang perkembangan teknologi komunikasi sudah berhasil dilakukan dengan baik (7) Guru menyampaikan bahan pelajaran tentang jenis-jenis teknologi komunikasi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (8) guru menyampaikan bahan

(9)

pelajarantentang teknologi komunikasi masa lalu sudah berhasil dilakukan dengan baik, (9) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang teknologi komunikasi masa kini sudah berhasil dilakukan dengan baik, (10) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang teknologi komunikasi di sekitar kita sudah berhasil dilakukan dengan baik, (11) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang dampak positif dan dampak negatif teknologi komunikasi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (12) guru meminta siswa untuk menghubungkan dan membandingkan bahan ceramah yang telah diterimanya sudah berhasil dilakukan dengan baik, (13) guru meminta siswa untuk mencatat tentang perkembangan teknologi komunikasi, sudah berhasil dilakukan dengan baik, (14) guru menegaskan kembali materi tentang perkembangan teknologi komunikasi yang belum dipahami oleh siswa sudah berhasil dilakukan dengan baik, (15) guru dengan siswa membuat refleksi tentang pembelajaran hari ini dengan memberikan pengarahan agar menggunakan teknologi komunikasi sebagaimana mestinya agar tidak terjadi dampak yang merugikan diri sendiri maupun orang lain sudah berhasil dilakukan dengan baik, (16) guru menyampaikan pembelajaran selanjutnya tentang teknologi transportasi sudah berhasil dilakukan dengan baik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan keterlaksanaan sintak pembelajaran sudah 100% terlaksana. Dari 16 sintak pembelajaran, semua sintak telah dilaksanakan.

Pada pertemuan ketiga pada kelompok kontrol yang dilakukan pada hari Kamis, 11 April 2013 dengan jumlah siswa 36, berarti siswa masuk semua.Pada pertemuan ketiga ini keterlaksanaan sintak sudah sepenuhnya dilaksanakan, bisa dilihat dari 16 sintak yang ada, semua sudah berhasil dilakukan. Untuk lebih menjelaskan gambaran keterlaksanaan sintak pembelajaran, dari sintak 1-16 disajikan sebagai berikut: (1) guru menyampaikan salam pembuka sudah berhasil dilakukan dengan baik, (2) guru menyampaikanapersepsi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (3) guru menyampaikan tujuan pembelajaran sudah berhasil dilakukan dengan baik, (4) guru meminta siswa untuk menonton video tentang berbagai macam kegiatan transportasi yang meliputi perkembangan, jenis-jenis dampak teknologi transportasi dll. sudah berhasil dilakukan dengan baik, (5) guru mengadakan tanya jawab tentang

(10)

pengetahuan siswa berkaitan dengan video yang telah dilihat, pada tahap ini sudah berhasil dilakukan dengan baik oleh guru. (6) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang perkembangan teknologi transportasi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (7) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang jenis-jenis teknologi transportasi sudah berhasil dilakukan dengan baik (8) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang teknologi transportasi masa lalu sudah berhasil dilakukan dengan baik, (9) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang teknologi transportasi masa kini sudah berhasil dilakukan dengan baik (10) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang teknologi transportasi di sekitar kita sudah berhasil dilakukan dengan baik, (11) guru menyampaikan bahan pelajaran tentang dampak positif dan dampak negatif teknologi transportasi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (12) guru meminta siswa untuk menghubungkan dan membandingkan bahan ceramah yang telah diterimanya sudah berhasil dilakukan dengan baik, (13) guru meminta siswa untuk mencatat tentang perkembangan teknologi transportasi sudah berhasil dilakukan dengan baik, (14) guru menegaskan kembali materi tentang perkembangan teknologi transportasi yang belum dipahami oleh siswa sudah berhasil dilakukan dengan baik, (15) guru dengan siswa membuat refleksi tentang pembelajaran hari ini dengan memberikan pengarahan agar menggunakan teknologi transportasi sebagaimana mestinya agar tidak terjadi dampak yang merugikan diri sendiri maupun orang lain maupun alam sudah berhasil dilakukan dengan baik, (16) Siswa mengerjakan soal evaluasi tentang perkembangan teknologi produksi, teknologi komunikasi dan teknologi transportasi sudah berhasil dilakukan dengan baik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan keterlaksanaan sintak pembelajaran pada pertemuan ketiga sudah 100% terlaksana. Dari 16 sintak pembelajaran sudah semuanya dilaksanakan.

4.2 Hasil Penelitian

Dalam hasil penelitian akan dibahas mengenai deskripsi data dan analisis data. Dalam deskripsi akan disajikan data hasil belajar yang diperoleh dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sedangkan dalam analisis data akan disajikan uji

(11)

normalitas, homogenitas sebagai uji prasyarat dan uji t pada data hasil belajar yang diperoleh dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

4.2.1 Deskripsi Data

Dalam deskripsi data akan disajikan data hasil belajar IPS yang diperoleh dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, grafik diagram batang dan dalam bentuk statistik deskriptif.

Data hasil belajar untuk kelompok eksperimen dan kontrol setelah diberi perlakuan disajikan dalam bentuk tabel destribusi frekuensi, grafik diagram batang dan dalam bentuk statistik deskriptif berikut ini :

Data hasil belajar IPS kelompok eksperimen disajikan dalam tabel destribusi frekuensi. Untuk menyusun tabel destribusi diawali dengan menentukan banyak kelas dan kelas. Untuk menentukan banyak kelas dan interval kelas digunakan rumus seperti dibawah ini:

Banyaknya kelas = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 log 33 = 1 + 3,3 log (10 x 3,3) = 1 + 3,3 (1 + 0,518) = 1 + (3,3 x 1,518) = 1 + 5,009 = 6,009

= di bulatkan menjadi 6 kelas Range = Skor maksimal – skor minimal

= 100 – 64 = 36

Interval =

=

(12)

Berikut disajikan destribusi frekuensi skor hasil belajar kelompok eksperimen dalam tabel 12 berikut :

Tabel 12

Destribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar IPS Kelompok Eksperimen SD Negeri 08 Salatiga Kecamatan Sidorejo

Kota Salatiga 2012-2013

No. Interval Frekuensi (%)

1 100 1 3,03% 2 93 – 99 3 9,09% 3 86 – 92 7 21,21% 4 78 – 85 9 27,27% 5 71 – 77 7 21,21% 6 64-70 6 18,18% Jumlah 33 100%

Dari tabel distribusi frekuensi yang terlihat pada Tabel 12, disajikan juga dalam bentuk diagram batang berikut ini :

Gambar 2. Diagram Batang Penyebaran Data Nilai Hasil Belajar IPS Kelompok Eksperimen

Data hasil belajar IPS kelompok kontrol disajikan dalam tabel destribusi frekuensi. Untuk menyusun tabel destribusi diawali dengan menentukan banyak kelas daninterval kelas. Untuk menentukan banyak kelas dan interval kelas digunakan rumus seperti dibawah ini:

(13)

Banyaknya kelas = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 log 36 = 1 + 3,3 log (10 x 3,6) = 1 + 3,3 (1 + 0,556) = 1 + (3,3 x 1,556) = 1 + 5,134 = 6,134

= dibulatkan menjadi 6 kelas Range = Skor maksimal – skor minimal

= 92 - 52 = 40

Interval =

=

= 6,83 dibulatkan menjadi 7

Berikut disajikan destribusi frekuensi skor hasil belajar IPS kelompok kontrol dalam Tabel 13 berikut :

(14)

Tabel 13

Destribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar IPS Kelompok Kontrol SD Negeri 12 Salatiga Kecamatan Sidorejo

Kota Salatiga 2012-2013

No. Interval Frekuensi (%)

1 87 – 93 2 5,55% 2 80 – 86 8 22,22% 3 73 – 79 5 13,88% 4 66 – 72 9 25% 5 59 – 65 7 19,44% 6 52 – 58 5 13,88% Jumlah 36 100%

Dari tabel destribusi frekuensi yang terlihat pada Tabel 13, disajikan juga dalam bentuk diagram batang berikut ini :

Gambar 3. Diagram Batang Penyebaran Data Nilai Hasil Belajar IPS Kelompok Kontrol

Data hasil belajar IPS kelompok eksperimen dan kelompuk kontrol juga disajikan dalam statistik deskriptif sebagai berikut:

(15)

Tabel 14

Statistik Deskriptif Hasil Belajar IPS Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol SD Negeri 08 dan SD Negeri 12 SalatigaKecamatan Sidorejo

Kota Salatiga 2012-2013

Dari tabel 15 terlihat bahwa nilai hasil belajar IPS terendah pada kelompok eksperimen sebesar 64 dan nilai tertinggi mencapai 100, sedangkan pada kelompok kontrol nilai terendah sebesar 52 dan nilai tertinggi mencapai 92. Rata-rata hasil belajar sebesar 81,21 pada kelompok eksperimen dengan standar deviasi 10,173 sedangkan untuk kelompok kontrol rata-rata hasil belajarnya sebesar 71,11 dengan standar deviasi sebesar 10,169.

4.2.2 Analisis Data

Dalam analisis data akan disajikan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, kemudian uji t terhadap data hasl belajar IPS pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

4.2.2.1 Uji T

Uji t dilakukan untuk melihat perbedaan rerata skor hasil belajar IPS setelah dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Perbedaan rerata hasil belajar IPS digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar setelah diberikan perlakuan pada masing-masing kelompok.

Uji normalitas dilakukan untuk melihat data tersebut terdestribusi normal apa tidak. Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan onesample – kolmogrov test pada SPSS versi 20. Jika sig. > 0,05 maka sebaran data tersebut normal, sedangkan jika sig. < 0,05 maka sebaran data tersebut tidak normal. Hasil uji normalitas hasil belajar IPS dapat dilihat pada Tabel 15.

(16)

Tabel 15

Hasil Analisis Uji Normalitas Hasil Belajar IPS Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol SD Negeri 08 dan SD Negeri 12 Salatiga

Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga 2012-2013

Dari hasil uji normalitas, terlihat bahwa pada uji Kolmogorov-Smirnov nilai signifikan pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol sebesar 0,200, yang berarti bahwa signifikasi lebih besar dari 0,05 maka keduakelompok tersebut berdistribusi normal.

Normalitas skor hasil belajar IPS pada kedua kelas yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol secara visual tersajikan pada gambar berikut:

Gambar 4. Normal Plot Q-Q Skor Hasil Belajar IPS Pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Setelah dilakukan uji normalitas, syarat berikutnya yang perlu dipenuhi untuk melakukan uji t adalah menguji homogenitas. Uji homogenitas dimaksudkan apakah suatu data mempunyai varians yang sama di antara anggota grup data tersebut. Uji

(17)

homogenitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lavene statistic test pada SPSS versi 20. Jika sig. > 0,05 maka data tersebut homogen, sedangkan jika sig. < 0,05 maka data tersebut tidak homogen. Berikut ini disajikan hasil dari uji homogenitas hasil belajar IPS dari kelompok eksperimen maupun kelompok Kontrol.

Tabel 16

Hasil Analisis Uji Homogenitas Hasil Belajar IPS Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol SD Negeri 08 dan SD Negeri 12 Salatiga

Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga 2012-2013

Berdasarkan hasil analisis uji homogenitas pada kelompok ekperimen dan kelompok kontrol yang tersaji pada Tabel 17, diketahui bahwa tingkat signifikansi sebesar 0.742. Karena kriteria nilai signifikan < 0,05, maka data berasal dari populasi yang mempunyai varian yang sama atau homogen.

Setelah dilakukan uji prasyarat maka akan dilakukan uji t untuk mengetahui adakah perbedaan pengaruh yang signifikan antara penerapan pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran dengan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas 4SD Semester 2/2012-2013. Jika sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak terdapat perbedaan rerata hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sedangkan jika sig. (2-tailed) < 0,05 maka terdapat perbedaan rerata hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pengujiannya disajikan pada tabel berikut ini:

(18)

Tabel 17

Hasil Analisis Uji T Hasil Belajar IPS Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol SD Negeri 08 dan SD Negeri 12 Salatiga Kecamatan Sidorejo

Kota Salatiga 2012-2013

Berdasarkan hasil pengujian yang tersaji pada Tabel 17, nilai sig. (2-tailed) = 0,000 > 0,05.

4.2 Pembahasan

Pada bagian ini akan dibahas mengenai uji hipotesis dan pembahasan hasil penelitian. Pada bagian uji hipotesis berisi tentang jawaban dari rumusan masalah yang telah dirumuskan yaitu apakah Ho yang diterima dan Ha yang ditolak atau bahkan sebaliknya Ho yang ditolak dan Ha yang diterima. Sedangkan pembahasan hasil penelitian berisi tentang penjelasan hasil analisis data perbedaan rerata hasil belajar IPS yang akan membuktikan bahwa perbedaan rerata yang terjadi pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol akan dilihat sebagai perbedaan pengaruh pada kedua kelompok.

4.3.1 Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan berdasarkan hasil uji t pada Tabel 18. Analisis uji t digunakan untuk uji perbedaan rerata hasil belajar IPS yang akan dilihat sebagai perbedaan pengaruh pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hipotesis yang akan diuji adalah hipotesis yang sebagaimana telah dirumuskan pada bab 2. Rumusan hipotesis itu adalah sebagai berikut:H0 = πO2 = πO4 tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara penerapan model pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran dengan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran terhadap hasil belajarIPS pada kelas 4 SD semester

(19)

2/2012-2013. Sedangkan Ha = πO2 ≠ πO4 : ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara penerapan pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran dengan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran terhadap hasil belajar IPS pada kelas 4 SD semester 2/2012-2013.

Pengujian hipotesis didasarkan pada besarnya nilai signifikansi pada tabel uji t Independet Samples Test, jika sig. (2-tailed) > 0.05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dan sebaliknya jika sig. (2-tailed) < 0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dari dasar pengambilan keputusan tersebut, hasil analisis uji t Independet Samples Testmenunjukkan signifikansi sebesar 0.000.Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa signifikansi 0,000 < 0.05, maka H0 yang ditolak dan Ha yang diterima.

Dengan demikian maka H0 yang menyatakan tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara penerapan pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran dengan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran terhadap hasil belajar IPS pada kelas 4 SD semester 2/2012-2013 ditolak. Sedangkan Ha yang menyatakan ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara penerapan pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran dengan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran terhadap hasil belajar IPS pada kelas 4 SD semester 2/2012-2013 diterima.

4.3.2 Pembahasan Hasil Penelitian

Dari hasil analisis data yang telah dilakukan, yaitu uji t yang merupakan uji perbedaan rerata hasil belajar yang dilihat sebagai perbedaan pengaruh antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat terlihat bahwa signifikansi 0,000 < 0,05. Dan telah dilakukan uji hipotesis yang hasilnya H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara penerapan pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran dengan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran terhadap hasil belajar IPS pada kelas 4 SD semester 2/2012-2013. Derajat kesalahan yang dipakai dalam penelitian

(20)

ini adalah 5% artinya hasil analisis data mempunyai peluang kesalahan sebesar 5% dengan peluang kebenaran sebesar 95%.

Untuk lebih menguatkan uji hipotesis yang menunjukkan bahwa ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara penerapan pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran dengan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran terhadap hasil belajar IPS pada kelas 4 SD semester 2/2012-2013 dapat dilihat juga dari hasil analisis data deskriptif yang menunjukkan perbedaan nilai terendah, nilai tertinggi, dan rata-rata hasil belajar IPS pada kedua kelompok. Nilai terendah pada kelompok eksperimen adalah 64 dan nilai tertinggi mencapai 100 dengan rata-rata mencapai 81,21. Sedangkan pada kelompok kontrol yang diperoleh nilai terendah sebesar 52 dan nilai tertinggi 92 dengan rata-rata sebesar 71,11. Dari hasil tersebut ternyata rata-rata hasil belajar IPS pada kelompok eksperimen lebih baik dibanding dengan rata-rata hasil belajar IPS pada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran yang diterapkan pada kelompok eksperimen memberikan pengaruh yang berbeda dengan penerapan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran pada kelompok kontrol.

Pembelajaran tipe NHT memiliki perbedaan pengaruh dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Perbedaan pengaruh ini karena pembelajaran tipe NHT memiliki beberapa kelebihan yang membuat siswa aktif diantaranya adalah terjadinya interaksi antara siswa melalui diskusi atau siswa secara bersama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, siswa pandai maupun lemah sama-sama memperoleh manfaat melalui aktivitas belajar kooperatif, dengan bekerja secara kooperatif ini, kemungkinan konstruksi pengetahuan akan menjadi lebih besar atau kemungkinan untuk siswa dapat sampai pada kesimpulan yang diharapkan, dan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya, berdiskusi dan bakat kepemimpinan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengalaman belajar itu lebih memberikan pengaruh daripada sekedar menerima transfer ilmu saja.

(21)

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil dari kajian penelitian relevan yang dilakukan Efi Andriyani pada Tahun 2011 dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD N Blotongan 02 Salatiga Semester II Tahun 2010/2011.Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran NHT berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas V SD N Blotongan 02 Salatiga Semester II Tahun 2010/2011. Selain itu juga penelitian yang dilakukan oleh Elvera Dwi Wijayanti pada tahun 2011 dengan judul "Pengaruh Penggunaan pembelajaran kooperatif Teknik Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran IPS Kelas V SDN Gladagsari Tahun Pelajaran 2010/2011". Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif Teknik Numbered Head Together (NHT) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran metode konvensional.

Jadi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran tipe NHT berbantuan media video pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar IPS kelas 4 SD dibandingkan dengan pembelajaran konvensional berbantuan media video pembelajaran. Karena pembelajaran tipe NHT lebih memiliki kelebihan-kelebihan yang dapat membuat siswa aktif dalam mendapatkan pengalaman belajar dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.

Referensi

Dokumen terkait

Gangguan stres adalah menggambarkan suatu situasi yang dapat menimbulkan perubahan bagi secara fisik dan juga psikis (Losyk, 2007: 10), dampaknya pun ada yang

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat-Nya yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan kepada penulis, sehingga penulis dapat

Kemudian harga-harga output dan biaya per unit dari input setiap tahun digandakan dengan kuantitas output yang dihasilkan dan kuantitas input yang digunakan pada periode

memberikan inspirasi mereka untuk mencapai hal-hal yang luar biasa. Biasanya seseorang akan menerima dan melakukan perubahan jika diberikan tantangan-tantangan

Dalam mengukur parameter clarity, saya dibantu oleh beberapa teman sebagai penerima suara yang mendengarkan di posisi tengah dan sisi sisi aula barat ( posisi pendengar dan penonton

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat- Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Hubungan Caregiver Self-efficacy dengan

Perbedaan dari ketiga video profile tersebut dengan Perancangan Video Profil sebagai Media Informasi Pada Lorin Solo Hotel adalah dilihat dari konsep video dengan

Atas dasar uraian yang telah dikemukakan, maka rumusan penelitian ini adalah “Pengaruh Jumlah Penduduk, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah Wisatawan,