• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan makna. Mata kuliah Leksikologi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perkembangan makna. Mata kuliah Leksikologi"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Perkembangan makna

Mata kuliah Leksikologi

(2)

Kelompok 6 :

Ahmad Ghozi Muflih

Aisyah Humayra

Asmaul Husna

Perkembangan

Makna

(3)

PERKEMBANGAN MAKNA

Faktor penyebab perubahan makna

Bentuk dan prosedur perubahan makna

Point pembahasan :

01

02

(4)

Perkembangan makna

Bahasa bersifat dinamis adalah Bahasa itu tidak terlepas dari berbagai kemungkinan perubahan yang sewaktu-waktu dapat terjadi, dan perubahan itu dapat terjadi pada semua tatakan linguistik, yaitu Fonologi, Morfolofi, Sintaksis, Semantik, dan Leksikon

(5)

Faktor penyebab perubahan makna

01

faktor bahasa, faktor kesejarahan, kebutuhan kata baru, dan faktor bahasa asing.

(6)

A. Faktor penyebab perubahan makna

1. Faktor bahasa

Perubahan pada aspek bahasa

Perubahan pada aspek Bahasa, meliputi 3 perubahan aspek :

Dari aspek fonologi misalnya, kata رصن (nashara) yang berarti menolong, akan berubah makna jika fonem ن yang ada di awal kata tersebut diubah menjadi fonem ب menjadi رصب (bashara) berarti melihat. Berarti perubahan makna disini, dari menolong menjadi melihat karena faktor kebahasaan (fonologi atau ilmu ashwat).

Dari aspek morfologi (ilmu shorof), misalnya kata ركذ (dzakara) maknanya menyebut atau mengingat, makna ini kemudian akan mengalami perubahan jika kata ركذ dibentuk menjadi ركاذ (bina' musyaarakah) sehingga maknanya berubah menjadi saling mengingatkan, bermusyawarah atau diskusi.

Dari aspek sintaksis (ilmu nahwu), misalnya kata برض (dharaba) yang bermakna memukul, jika kata kerja ini dibaca برض (dhuriba), ia akan berubah makna menjadi dipukul akibat perubahan dari kata kerja aktif (ma'lum) menjadi kata kerja pasif (majhul).

(7)

Perubahan pada kata yang sering di pakai

Fenomena ini dapat mengakibatkan perubahan makna kata tersebut melalui proses spesifikasi. Sebuah kata yang sering dijumpai dalam beberapa situasi, sehingga intensitas pemakaian kata yang sering dipakai memungkinkan terjadi nya perubahan. Misalnya kata رذج memiliki 3 arti yang sering ditemukan yaitu, akar tanaman yang berada didalam tanah, Huruf-huruf yang menjadi asal kata (kata dasar), Angka matematika (akar pangkat). Demikian juga dengan kata ةيلمع (operasi) bisa ditemukan di bidang militer, kedokteran, dan ekonomi.

Pengelompokan kata pada bidang tertentu

Setiap bidang kehidupan\kegiatan\keilmuan, yang dispesifikasi oleh manusia, memiliki sejumlah kosakata yang berkenaan dengan bidangnya itu. Contohnya, dalam bidang pertanian ada kosa kata seperti, menggarap, padi, menuai, membajak. Kosa kata yang pada mulanya hanya digunakan pada bidang-bidangnya itu, dalam perkembangan digunakan juga ke dalam bidang-bidang yang lain, dengan makna baru atau sedikit lain dengan makna aslinya. Misal kata menggarap dari bidang pertanian digunakan juga dibidang lain, seperti dalam menggarap skripsi, menggarap naskah drama, dan menggarap perancangan undang-undang pemilu.

(8)

Perubahan pada kata yang berindikator 'serupa‘

Sebuah kata dengan kata lain memiliki hubungan atau keterikatan, dalam ilmu balaghah disebut qarinah (indikator) bersifat rasional.

Apabila proses peminjaman kata karena adanya indikator keserupaan, dalam ilmu balaghah (Ilmu Bayan) disebut dengan Isti'arah. Sedangkan peminjaman kata karena tidak ada indikator keserupaan disebut Majaz Mursal.

Contoh istiarah atau peminjaman kata karena adanya indikator keserupaan’ pada kata تاملظلا

dan رونلا

pada firman allah:

رٓلا بَٰ تِك ۚ هَٰ نْل زن أ كْي لِإ ج ِرْخ تِل ساَّنلٱ ن ِم ِت َٰ م لُّظلٱ ى لِإ

ِروُّنلٱ ِب ِنْذِإِ

ْمِهِ ب ر َٰى لِإ ِط َٰ ر ِص ِزي ِز عْلٱ ِدي ِم حْلٱ

Artinya: "Alif, Laam Raa. (Ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Pada ayat di atas, kata ( تاملظلاkegelapan) dipinjam untuk menyebut ( للاظاkesesatan) dan

kata ( رونلاcahaya) dipinjam untuk menyebut ىدهلاpetunjuk), sebab antara kegelapan dengan kesesatan' dan cahaya dengan petunjuk', sama-sama memiliki indikator (qarinah) keserupaan yang sifatnya

rasional. Artinya, kegelapan mengindikasikan atau menandakan adanya kesesatan dan cahaya adalah indikasi adanya petunjuk kebenaran.

(9)

Perubahan pada kata yang berindikator 'tak serupa’

Sedangkan pergeseran kata yang tidak diakibatkan faktor keserupaan disebut Majaz Mursal.

Misalnya, kata (ناسل yang berarti lidah) di dalam firman Allah SWT:

ا نْب ه و و ْم ه ل ْن ِ م ا نِت مْح َّر ا نْل ع ج و ْم ه ل نا سِل قْد ِص اًّيِل ع

Artinya: "Dan kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat kami dan kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi".

secara leksikal kata قدصناسلartinya lisan yang jujur.maksudnya adalah Bahasa yang jujur atau baik.

(10)

Faktor penyebab perubahan makna

2. Faktor sejarah

Perubahan makna karena faktor sejarah berhubungan erat dengan perkembangan kata.

Dalam bahasa Arab misalnya kata بتك/ kataba/ pada awalnya digunakan bukan dengan makna yang kita kenal sekarang yaitu 'menulis, karena orang Arab Jahiliyah belum kenal budaya tulis-menulis.

Kata ini pada awalnya bermakna 'menjahit', menghubungkan kain yang satu dengan yang lain. Dalam perkembangannya ditemukan budaya tulis-menulis; menghubungkan huruf yang satu dengan huruf yang lainnya, pekerjaan ini mereka. sebut dengan lambang بتك/ kataba/. Dalam aspek sejarah, menurut Al-Khammas, perubahan makna bahasa bisa dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

Benda berubah, tetapi lafalnya tetap

Sesuatu benda atau bentuk atau fungsinya berubah, akan tetapi nama atau pelafalannya yang telah melekat itu itu berubah. Contohnya, pada awalnya kataةبابد sebuah alat yang terbuat dari kulit dan kayu berbentuk seperti tandu yang bisa dimasuki beberapa orang yang berfungsi sebagai alat perlindungan perang saat sedang mendekati benteng musuh, namun kini bentuknya telah berubah menjadi kendaaran perang yang terbuat dari baja, yang kini diartikan ةبابدadalah tank.

(11)

Perubahan sikap manusia terhadap sesuatu.

sebuah makna akan berubah jika kita sebgai manusia berubah juga dalam memahami dan menyikapi sebuah makna tertentu. Contoh, pada awalnya kata رمخ (khamer) pada masa jahiliyah merupakan lambang penghormatan atau jamuan kepada tamu. Tersedianya khamer merupakan kebanggaan bagi pemiliknya dan penghormatan bagi orang (tamu) yang disuguhi atau diberi khamer.

Perubahan pengetahuan manusia terhadap sesuatu

Pengetahuan yang dimiliki manusia tentang sesuatu, memiliki andil besar dalam membentuk makna yang ada di dalam benaknya Ketika pengetahuannya berubah, maka makna yang ada di benaknya juga akan berubah. Misalnya, kata ةرذلا (dzarrah) oleh para ilmuwan terdahulu dianggap sebagai benda terkecil yang oleh para filosof Yunani disebut dengan atom, yaitu benda terkecil yang tidak bisa terbagi lagi. Akan tetapi, para ilmuwan fisika di zaman modern mampu menyingkap bahwa ada benda-benda yang lebih kecil daripada dzarrah, yaitu: elektron, proton, dan neutron.

(12)

Faktor penyebab perubahan makna

3. Faktor sosial budaya

Karakteristik utama masyarakat adalah adanya perubahan dari satu waktu ke waktu yang lain. Sebuah komunitas masyarakat bisa bergabung dengan komunitas lainnya melalui berbagai cara.

Kosakata bahasa Arab banyak mengalami perubahan sejak munculnya agama Islam. Beberapa kata memiliki terminologi baru dalam pandangan Islam. Misalnya, kata mukmin bangsa Arab mengenal mukmin sebagai orang yang jujur.

4. Faktor Kemajuan Iptek

Adanya perkembangan konsep keilmuan dan teknologi dapat menyebabkan sebuah kata yang pada mulanya bermakna A menjadi bermakna B atau C. Umpamanya, kata sastra pada mulanya bermakna 'tulisan, huruf', lalu berubah menjadi makna 'bacaan', kemudian berubah lagi menjadi bermakna 'buku yang baik isinya dan baik pula bahasanya.

(13)

Faktor penyebab perubahan makna

5. Faktor kebutuhan kata baru

Faktor ini erat hubungannya dengan perkembangan peradaban. Semakin tinggi peradaban sebuah bangsa, semakin banyak pula bangsa lain yang turut memakai bahasanya. Ketika ada sesuatu atau produk yang baru, maka ia jelas membutuhkan nama sebagai identitas dari benda atau produk baru tersebut, agar mudah dikenal oleh manusia. Namun, manusia kebanyakan memuculkan lafal/kata dari deri atau pecahan kata asal, munculah polisemi, sinonim, atau isti’arah.

Contohnya, di bidang komputer, ada istilah seperti: windous ( ةدفان ), file ( فلم), mouse ) ةرأف (dan sebagainya. Padahal, makna asalnya ةدفان) berarti jendela) ( فلم) berarti tempat penyimpanan),

6. Faktor Para Penutur Bahasa

Pada dasarnya, segala perubahan makna kata lebih tergantung para penutur bahasa itu sendiri. Faktor perubahan makna dari sisi para penutur bahasa, terbagi sebagai berikut.

(14)

Pertukaran tanggapan indera

Panca indera manusia mempunyai fungsi masing-masing untuk menangkap gejala-gejala yang terjadi di dunia. Misalnya, rasa pedas, asin, manis ditangkap dengan alat indera perasa, yaitu lidah;

gejala yang berkenaan dengan bunyi ditangkap dengan alat indera pendengar telinga, dan gejala terang dan gelap ditangkap dengan alat indera mata.

Asosiasi perasaan para penutur bahasa

ya hubungan antara sebuah bentuk ujaran dengan sesuatu yang lain berkenaan dengan bentuk ujaran itu, sehingga dengan demikian bila disebut ujaran itu maka yang dimaksud adalah sesuatu yang lain yang berkenaan dengan ujaran itu. Contoh, "Supaya urusan cepat beres, beri saja amplop". Makna kata amplop sebenarnya adalah sampul surat. Akan tetapi dalam kalimat di atas, amplop itu bermakna 'uang sogok'. Berarti kata amplop dalam kalimat itu berasosiasi dengan uang sogok.

(15)

Faktor penyebab perubahan makna

7. Faktor bahasa asing

Di era globalisasi saat ini, kemudahan komunikasi dan kemudahan untuk mengakses informasi dari satu Negara ke Negara lain, mendorong penyerapan bahasa dari bangsa asing ke dalam bahasa pribumi semakin sering terjadi. Contoh: kata paper yang mana kita tau artinya kertas, “this is a paper cutter” artinya “ini sebuah pemotongan kertas”. Kata paper sering dikaitkan dengan karya ilmiah untuk didiskusikan dalam forum berupa seminar seperti dalam kalimat “para finalis diharapkan dapat menulis paper untuk disampaikan didepan forum”. Dengan demikian makna leksikal paper dalam bahasa inggris mengalami perluasan makna dalam bahasa Indonesia.

Di era globalisasi ini pula, penyerapan Bahasa dari bahasa asing ke dalam Bahasa pribumi lebih mudah karena akses internet. Contohnya pada kata ةباحصلا, telah diserap menjadi kata sahabat. Kata ini maaknanya kawan, teman, dan rekan.

(16)

02

BENTUK DAN PROSEDUR

PERUBAHAN MAKNA

(17)

Perubahan makna kosakata bahasa, menurut Mansoer Pateda, dapat berwujud penambahan dan pengurangan. Penambahan dan pengurangan yang terjadi tidak hanya dari segi kuantitas kata, tetapi juga dari segi kualitasnya.

Kualitas kata berarti berbicara masalah makna.

Menurut Samsuri, bentuk perubahan makna terjadi dalam bentuk penambahan, pengurangan dan perubahan secara total.

1. Makna Menambah/Meluas

Perubahan makna dalam bentuk penambahan atau meluas. adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata atau leksem yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna, tetapi kemudian karena Pada berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain. Contoh bentuk perluasan makna, menurut Abdul Chaer adalah kata saudara, pada mulanya bermakna 'seperut' atau 'sekandung' lalu maknanya berkembang menjadi siapa saja yang sepertalian darah. Bahkan sekarang siapapun bisa diseut sebagai saudara.

2. Makna Mengurang/Menyempit

Menurut Abdul Chaer yang dimaksud dengan makna mengurang menyempit adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya memiliki makna yang cukup luas, kemudian berubah menjadi terbatas. Kata serapan bahasa Arab misalnya adalah kata ٌ ملِاَع berart 'cendekiawan, tenaga ahli atau sarjana'.

Namun dalam bahasa Indonesia, kata ini mengandung arti: (1) Berilmu (terutama dalam hal agama Islam), (2) Saleh. Padahal dalam bahasa Arab'alim' adalah orang yang tahu tentang apa saja dan tidak terkait dengan taat atau tidaknya dalam beribadah.

(18)

3. Makna Berubah Total

Perubahan sebuah makna kata dari makna asalnya ke makna yang baru walaupun ada keterkaitan diantaranya , bahwa dalam bahasa Indonesia sekarang kata gapura telah berubah artinya menjadi 'pintu gerbang'.

Kata ini berasal dari bentuk adjektiva روفغ/ ghafuur/ artinya 'amat mengampuni. Asal-usulnya, konon pada zaman Walisanga, di Jawa berlaku kepercayaan bahwa siapa saja yang mau melewati gerbang ke Masjid Demak, maka dengan sendirinya orang itu akan memperoleh pengampunan dosa-dosa atas agama yang dipeluk sebelumnya.

Dengan demikian, telah terjadi perubahan makna secara total. Lebih lanjut, Al-Khammas memaparkan tentang prosedur dan contoh-contoh perubahan makna kata dalam bahasa Arab melalui beberapa macam cara, yaitu:

1. Takhsish (Spesifikasi/Penyempitan Makna)

صيصخت ةللادلا

وه نأ ريغتت ةللاد ةملكلا يتلا تناك لدت ىلع ناعم ةيلك حبصتل لدت ىلع ىنعم صاخ

perubahan makna dari sebuah kata yang pada asalnya menunjuk atau memiliki beberapa makna yang sifatnya. umum, berubah menjadi kata yang memiliki makna khusus. Dengan kata lain, sebuah kata yang asalnya memiliki makna umum/ luas, berubah menjadi kata yang hanya memiliki makna sempit/ terbatas. Dalam kosakata bahasa Arab, prosedur perubahan makna dari makna umum ke makna khusus ini, dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

(a) Fushah, yaitu perubahan makna dari umum ke khusus yang tidak menyebabkan kesalahan (lahn/ solecism), (b) 'Amiyah, yaitu perubahan makna dari umum ke khusus yang menyebabkan kesalahan leksim (lahn/solecism).

(19)

 Takhsish Fushah (tidak lahn)

Takhsish Fushah adalah perubahan-perubahan dari umum ke makna khusus dalam kata-kata Arab yang terjadi pada masa dahulu sebelum dan ditengah berlangsungnya era kodifikasi bahasa.

(20)
(21)

Takhshih Amiyah (ada lahn)

Takhsish 'Amiyah adalah perubahan-perubahan dari makna umum ke makna khusus yang terjadi pada akhir-akhir ini tanpa adanya seleksi peristilahan baru yang tepat dan benar, sehingga hasil perubahan makna kata menimbulkan lahn (kesalahan) makna leksikal. Berikut contoh-contoh perubahan dari makna umum ke makna khusus yang bersifat 'amiyah dan menimbulkan lahn (salah).

(22)
(23)

2. Ta’mim (Generalisasi/perluasan Makna)

Yaitu perunahan-perubahan makna dari sebuah kata yangpada asalnya menunjuk pada satuan-satuan tertentu yang terbatas, lalu makna kata berubah menunjuk pada berbagai acuan atau jenis acuan yang bersifat umum (isim jenis).

Dalam proses perubahan makna dari umum ke khusus, juga dibedakan mendajadi dua macam, yaitu: (1)Ta’mim fushah, generalisasi makna kata yang tetap dinilai benar/tetap. (2) Ta’mim amiyah, generalisasi makna kata yang dinilai salah makna.

(24)

b. Ta'mim Amiyah (ada lahn) contohnya:

a. Ta’mim Fushah (tidak lahn) contohnya :

(25)

3. Isti’arah

ةراعتسلإا :

لقن ظافللأا هباشتل يناعملا .

Isti’arah adalah peminjaman/pemakaian kata yang memiliki makna asli (hakiki/denotatif) ke kata yang lain sehingga kata tersebut memiliki makna berbeda dari sebelumnya (majasi atau konotatif) karena adanya indikasi (qarinah) yang serupa (musyabahah).

(26)
(27)

4. Majaz Mursal

زاجملا لسرملا :

لقن ظافللأا ةقلاعل يناعمللا .

Majaz mursal merupakan peminjaman/pemakaian kata yang memiliki makna asli (hakiki atau denotatif) ke kata yang lain sehingga kata tersebut memiliki makna berbeda dari sebelumnya (majazi atau konotatif). Akan tetapi peminjaman antar kata itu tidak dikarenakan adanya indikasi(qarinah) yang serupa (musyabahah).

(28)

5. Kemiripan kata

Kemiripan Kata (Tasyabuh al-Alfadz). Yaitu perubahan pemakaian kata lain sehingga terjadi pergeseran/perubahan makna karena adanya anggapan bahwa di antara kedua kata itu terdapat hubungan makna. Hal ini biasa terjadi karena dua faktor, yaitu:.

Derivasi populer. Yaitu analisis makna yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak kompeten dalam hal analisis kosakata. Misalnya kata zakat (ةاكز) berarti ‘shadaqah wajib’. Derivasi kata ini berawal dari dari asal kata (اكز) yang berarti (دازو امن) berkembang dan bertambah. Akan tetapi, bila dituntut pada asli kata sebenarnya kata (ةاكز) berasal dari kata (اكز) yang berarti (اصلاخايقنحبصأ) ‘menjadi jernih dan bersih’. Karena itu dari kata (اكز) juga muncul istilah (ةيكزت) yang berarti (ريهطت) ‘membersihkan atau mensucikan’m bukan

‘menambah atau mengembangkan.

Infeksi akustik adalah perubahan suara ucap karena pengaruh suara yang berdekatan. Pengaruh ini diakibatkan adanya asimilasi atau disimilasi. Misalnya, kedekatan ujaran antara kata (ديتع) (ada, datang) dan (ديدش) ‘sangat’, sehingga kata (ديتع) sering dipahami (ديدش).

(29)

6. Kedekatan Kata (Tajawr Al-alfadz)

Yaitu memindahkan makna dari satu kata ke kata yang lain karena kedua kata tersebut sering memiliki kedekatan makna dalam struktur kalimat, lalu makna salah satu dari kedua kata itu diabaikan sedangkan makna pada kata yang lain dipertahankan.

(30)

7. Kenaikan makna (Raqy Al-dalalah)

Yaitu perubahan makna kata dari makna yang bersifat rendah, biasa, sederhana, digeser atau diubah menjadi makna yang bersifat tinggi, kuat dan mulia.

(31)

8. Penurunan makna (inhithath al-dalalah)

Degerasi makna adalah kebalikan dari progresif makna. Yaitu perubahan makna kata dari yang bersifat tinggi dan mulia digeser atau diubah menjadi makna yang bersifat rendah dan biasa.

(32)

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by

Flaticonand infographics & images by Freepik

SYUKRON!

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh positif dari media animasi tersebut ialah mampu meningatkan hasil belajar pada kelas eksperimen yaitu siswa yang telah mengikuti pembelajaran menggunakan

NILA-NILAI PENDIDIKAN DALAM KISAH IBRAHIM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBINAAN KEPRIBADIAN ANAK.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Tingkat ketergantungan daerah adalah ukuran tingkat kemampuan daerah dalam membiayai aktifitas pembangunan daerah melalui kemampuan keuangan pemerintah daerah dalam

Oleh karena itu, pada pengerjaan proyek akhir ini diusulkan aplikasi yang diharapkan dapat membantu warga dalam menyalurkan pengajuan izin kegiatannya, membantu

Analisis kinerja ruas jalan perkotaan, dengan indikator kinerja yaitu arus lalu lintas (Q), kapasitas (C), derajat kejenuhan/ Degree of Saturation (DS), kecepatan arus bebas yang

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyusun proyek akhir ini dengan baik dan tepat pada waktunya untuk memenuhi syarat

Telah dilakukan pengujian terhadap keseluruhan sistem. Pengujian ini membandingkan antara jumlah ideal kebutuhan pakan ayam 50 ekor dengan jumlah pakan yang

Sehingga wallis sudah sesuai dengan apa yang di utarakan oleh Siawanto Sutojo (2004 ), dalam bukunya membangun citra perusahaan, citra sebagai pancaran atau reproduksi jati diri