• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat Kondroprotektor Pada Pengobatan Osteoarthritis (Studi Pustaka).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Manfaat Kondroprotektor Pada Pengobatan Osteoarthritis (Studi Pustaka)."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

MANFAATKONDROPROTEKTOR

PADA PENGOBATAN OSTEOARTHRITIS Setiawan Suseno, 2005. Pembimbing : David Gunawan. T, dr.

Osteoarthritis merupakan penyakit sendi yang paling sering dijumpai. Biasanya gangguan ini lebih banyak pada wanita daripada pria, dan terutama ditemukan pada orang-orang yang berusia lebih dari 45 tahun. Penyakit ini bersifat kronik, berjalan progresif lambat, dan tidak diketahui penyebabnya, meskipun terdapat faktor resiko yang berperan. Primer dikaitkan dengan umur dan sekunder terjadi pada usia muda diawali dengan kerusakan tulang rawan sendi akibat trauma, infeksi atau kelainan kongenital. Osteoarthritis terjadi karena pembebanan yang berlebihan sehingga mengakibatkan terjadinya kelainan fisiologi intraseluler pada sel kondrosit. Sampai sekarang belum ada obat yang spesifik untuk osteoarthritis, oleh karena etiologinya yang belum jelas.

Keluhan pada osteoarthritis yang paling dominan adalah rasa nyeri dan makin berkurangnya luas gerak (RoOoM)dari sendi. Sehingga pengobatan konservatif ditujukan pada usaha mengurangi rasa sakit, menghambat progesifitas penyakit, dan memelihara luas gerak (Roo.M) sendi. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan cara pengobatan non farmakologik, farmakologik, dan alternatif. Melalui pengalaman dan penelitian klinis dibeberapa tempat pada saat ini berkembang pemakaian bahan-bahan kondroprotektor sebagai salah satu alternatif pengobatan.

Pengobatan farmakologik yang ada sekarang ini tidak memberikan efek meningkatkan daya regenerasi pada tulang rawan sendi. Sehingga dalam perkembangnya tentang pengobatan pada osteoarthritis lebih lanjut, diperlukan bahan yang mempunyai sekaligus efek mengurangi rasa nyeri, melindungi tulang rawan sendi, menghambat progresifitas penyakit dan meningkatkan daya regenerasi dari tulang rawan sendi. Bahan yang tampaknya dapat memperlihatkan efek tersebut dinamakan kondroprotektor.

(2)

ABSTRACT

THE BENEFIT OF CHONDROPROTECTOR ON THE OSTEOARTHRITIS TREATMENT

Setiawan Suseno, 2005. Tutor: David Gunawan. T, dr.

Osteoarthritis is a joint disorder most frequently encountered. Usually this disorder is much more in women than man, and primarily encountered in those who are more than 45 years old. This disorder is chronic, progressively, and the cause is uncertain, despite the role of risk factor. The primary is related to aging and secondary occurs in young age initiated by joint cartilage damage as a result of trauma, infection or congenital abnormality. Osteoarthritis occurs because an excessive loading that results in disturbance of intracellular physiology on the chondrosite cell. So far there is not yet a specific medicine for the osteoarthritis, hence its etiology is not yet certain.

The chief complaint of osteoarthritis is a pain and reduced range of motion (R.o.M) of the joint. So that the conservative treatment is pointed to reduced the pain, to inhibit the progressivity, and to maintain range of motion (R.O.M) of the joint. The objective can be attained by non pharmacologic, pharmacologic, and

alternative treatment. Through clinical experience and investigation in several places at this time it has developed in the use of chondropro tecto r agents as one of treatment alternatives.

The pharmacologic at present not gives an effect to increasing the regeneration cartilage damage, so that in the development of treatment on the osteoarthritis furthermore, it is required some materials having an effect reducing the pain, protecting the joint cartilage, inhibiting the disorder progressivity and having an effict increasing the regeneration of the joint cartilage. The material that can seemly exhibits the effect is called as chondroprotector.

(3)

DAFfAR ISI

ABSTRAK ...

A BSTRA CT... ...

KAT A PENGANT AR ...

DAFT AR ISI ...

DAFT AR GAMBAR . ....

DAFT AR T ABEL ...

IV V VI VII viii IX BABI PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG .. 1

1.2 IDENTIFIKASI MASALAH 3

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN 3

t.4 MANF AAT KARY A TULIS 4

BAB II TINJAUAN PUST AKA

2. t ANA TOMI, HISTOLOGI, DAN FISIOLOGI SEND I 5

2.2 OSTEOARTHRITIS t t

2.2.1 EPIDEMIOLOGI t 1

2.2.2 ETIOLOGI t 2

2.2.3 FAKTOR RESIKO t 4

2.2.4 PATOGENESIS t 8

2.2.5 PATOLOGI 20

2.2.6 GEJALA KLINIK 22

2.2.7 DIAGNOSA KLINIK 24

2.2.8 DIAGNOSA BANDING 26

2.2.9 TERAPI 29

2.2.10 PROGNOSA 31

2.3 KONDROPROTEKTOR 3 t

2.3. t ASAM HYALURONA T 32

2.3.2 GLUKOSAMIN 33

2.3.3 KONDROITIN SULFA T 37

2.3.4 ANTIOKSIDAN 40

2.3.5 PEMURNIAN EFEK KOMBINASI 4 t

BAB III PEMBAHASAN ..

42

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 47

DAFT AR PUST AKA 49

RIW AYAT HID UP 52

(4)

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 2.1 TULANG RA WAN SENDI SEBAGAI

"SHOCK ABSORBER" 5

GAMBAR 2.2 HISTOLOGI TULANG RA WAN SENDI 6

GAMBAR 2.3 PROTEOGLlKAN AGGREGAT DIANT ARA SERABUT

KOLAGEN 7

GAMBAR 2.4 PROSES PEMBENTUKAN SERABUT KOLAGEN 8

GAMBAR 2.5 UNIT DISAKARIDA DARI GLIKOSAMINOGLIKAN

TULANG RA WAN SENDI PADA MANUSIA 9

GAMBAR 2.7 GAMBAR 2.8 GAMBAR 2.9

GAMBAR 2.6 STRUKTUR (SKEMA TIK) OAR! AGGREGA T

PROTEOGLIKAN PADA TULANG RAW AN 10

NODUL HEBERDEN 16

PATOGENESIS OSTEOARTHRITIS 19

TULANGSUBKONDRALTAMPAKIREGULERDAN

MENGANDUNG RONGGA - RONGGA KISTIK 21

GAMBAR2.10 OSTEOFITTERBENTUK DISISI LATERAL SENDI 21 GAMBAR 2.11 BAGIAN - BAGIAN TUBUH YANG SERING

TERKENA OSTEOARTHRITIS 22

GAMBAR 2.12 GAMBAR RADIOLOGIS OSTEOARTHRITIS

SEND I LUTUT 25

GAMBAR 2.13 DIAGNOSA BANDING DARI OSTEOARTHRITIS

YANG MENGENAI SENDI DIP 26

(5)

DAFfAR

TABEL

TABEL 2.1 BEBERAPA GLUKOSAMINOLOGLIKAN

DARI JARINGAN TULANG MANUSIA 10

TABEL 2.2 CLASSIFICATION OF OSTEOARTHRITIS 12

TABEL 2.3 RISK FACTORS OF OSTEOARTHRITIS 15

TABEL 2.4 CLINICO-RADIOLOGICAL DIFFERENTIATION BETWEEN

ARTHRITIDES AFFECTING THE DIP JOINT 27

TABEL 2.5 PERBEDAAN UTAMA ANT ARA OSTEOARTHRITIS DAN

RHEUMATOID ARTHRITIS 28

(6)

BABI

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Osteoarthritis merupakan penyakit sendi yang paling sering dijumpai. Biasanya gangguan ini lebih banyak pada wanita daripada pria dan terutama ditemukan pada orang-orang yang berusia lebih dari 45 tahun.

Osteoarthritis lebih dikenal juga sebagai penyakit sendi degeneratif karena gambaran patologisnya menunjukkan suatu degenerasi tulang rawan sendi. Penyakit ini bersifat kronik, berjalan progresif lambat, dan tidak diketahui

penyebabnya, meskipun terdapat faktor resiko yang berperan.

Penyakit ini pernah dianggap sebagai suatu proses penuaan yang normal sebab insidensinya bertambah dengan meningkatnya usia. Penyakit ini dibagi dalam dua kategori yaitu primer yang dikaitkan dengan umur, dan sekunder terjadi pada orang muda yang diawali dengan kerusakan tulang rawan sendi akibat trauma, infeksi atau kelainan kongenital.

Terjadinya osteoarthritis disebabkan oleh pemakaian sendi yang sudah melampaui batas kemampuan. Keadaan ini bisa juga terjadi karena pembebanan yang berlebihan atau pembebanan yang relatif ringan namun berlangsung dalam waktu yang lama. Tiga hal tersebut diatas akan mengakibatkan terjadinya kelainan tisiologis intraseluler pada sel kondrosit yang memegang peranan pada patogenesis osteoarthritis primer dan sekunder.

Pembebanan, stress, dan trauma yang berkelanjutan akan merusak dan mengganggu produksi proteoglikan dan kolagen matriks oleh kondrosit. Sejak terjadinya gangguan produksi proteoglikan dan kolagen pada matriks inilah sesungguhnya proses osteoarthritis itu dimulai.

(7)

2

Upaya penatalaksanaan setiap penyakit termasuk osteoarthritis tentunya perlu memperhatikan patogenesis penyakit yang bersangkutan agar tata laksana menjadi tepat guna. Pemahaman patogenesis osteoarthritis dengan tujuan melakukan penatalaksanaan yang terbaik tentunya akan bermanfaat bila memperhatikan adanya perbedaan tipe osteoarthritis.

Sampai saat ini penatalaksanaan osteoarthritis yang standar dan baku terdiri dari terapi nonfarmakologik, terapi farmakologik sistemik, dan tindakan bedah. Namun, penatalaksanaan osteoarthritis tersebut masih belum memuaskan.

Sampai sekarang belum ada obat yang spesifik atau khas untuk osteoarthritis, oleh karena etiologinya yang belum jelas. Obat-obat yang diberikan bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, meningkatkan mobilitas dan mengurangi kecacatan (disability). Obat-obat anti inflamasi nonsteroid (AINS) bekerja sebagai analgetik dan sekaligus mengurangi sinovitis, meskipun tidak dapat memperbaiki atau menghentikan proses patologis osteoarthritis. Beberapa AINS malahan dikatakan dapat mempercepat proses kerusakan tulang rawan sendi pada osteoarthritis.

Disease Modifying Anti-Osteoarthritis Drugs (DMAODs) yang ditujukan setidaknya untuk memperlambat proses patologi pada osteoarthritis belum juga ditemukan. Kelompok obat yang dianggap mendekati DMAODs dikenal sebagai kondroprotektor.

Kondroprotektor diartikan sebagai obat yang memiliki efek memodifikasi gejala osteoarthritis (nyeri dan gangguan mobilitas) dan memperbaiki struktur (integrasi tulang rawan sendi). Kondroprotektor ditujukan tidak hanya untuk perlindungan terhadap tulang rawan sendi namun lebih jauh lagi, yaitu dalam pencegahan, perlambatan dan penghentian proses patologi osteoarthritis. Efek

perbaikan simptomatik dan struktural

pada

tulang rawan sendi diperlihatkan oleh

(8)

3

1.2 IdeDtifikasi Masalah

1. Mengapa osteoarthritis layak untuk mendapatkan perhatian?

2. Bagaimana peran atau manfaat kondroprotektor dalam usaha pencegahan dan pengobatan pada osteoarthritis?

1.3 Maksud daD Tujuan

.

Maksud:

Maksud dari tulisan ini untuk mengangkat permasalahan tentang osteoarthritis yang akan menjadi salah satu kelainan atau penyakit dimasa depan yang perlu diwaspadai, karena insidensinya cenderung makin meningkat bersama meningkatnya umur harapan hidup dan sering menimbulkan kecacatan (disability) yang akan berakibat menurunkan produktifitas perorangan.

.

Tujuan:

Memberikan informasi mengenai penggunaan kondroprotektor sebagai alternatif pengobatan yang bersifat signifikan atau sebagai pengobatan tambahan dari pengobatan yang sudah ada walaupun masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

1.4 MaDfaat Karya Tulis

.

Manfaat Akademis:
(9)

4

.

Manfaat Praktis:
(10)

BABIV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Osteoarthritis merupakan penyakit sendi yang paling sermg dijumpai dan

seringkali menimbulkan kecacatan yang akan berakibat menurunkan produktifitas

perorangan. Banyaknya faktor risiko yang berperan mengakibatkan risiko untuk

terkenanya penyakit ini tinggi.

Pengobatan

osteoarthritis

secara farmakologik

(steroid dan non steroid)

memang jelas bermakna mengurangi keluhan rasa nyeri sebagaimana dikerjakan

secara klinik sampai saat ini. Masalah yang timbul adalah dengan pemakaian obat

yang relatif lama, obat akan memberikan efek samping yang membahayakan oleh

karena adanya kemungkinan kerusakan ginjal dan sistim hematologik. Malahan

disebutkan pemberian kortikosteroid akan dapat merusak tulang rawan sendi itu

sendiri.

Pemberian

anti inflamasi

steroid atau non steroid tidak

meningkatkan

kemampuan peran sel tulang rawan sendi untuk menghambat proses biokimiawi

intraselular yang sedang terjadi.

Pengobatan

farmakologik

tidak

memberikan

efek

meningkatkan

daya

regenerasi

(kemampuan

pembentukan

kembali)

pada

tulang

rawan

sendi.

Sehingga dalam perkembangan pemikiran tentang pengobatan pada osteoarthritis

lebih lanjut, diperlukan bahan yang mempunyai sekaligus efek:

Mengurangi rasa nyeri,

Memelihara atau melindungi tulang rawan sendi,

Menghentikan atau paling sedikit menghambat proses biokimiawi

intraselular yang sedang terjadi,

Mempunyai efek meningkatkan daya regenerasl dari sel tulang

rawan sendi.

Bahan yang tampaknya dapat diharapkan mempunyal ke-empat efek terse but

diatas di sebut kondroprotektor.

(11)

48

4 .2 Saran

Oleh karena bahan ini diketahui secara alami banyak didapat dari jaringan

binatang (tulang rawan ikan hiu) yang tentunya terbatas surnbernya rnaka perlu

diingat; bahwa pene1itian tentang bahan kondroprotektor ini rnutlak harus diikuti

dengan penelitian tentang fabrikasi bahan, dengan sendirinya yaitu dengan

penelitian-penelitian

untuk rneciptakan bahan sintetiknya yang rnernpuyai efek

yang sarna atau serupa, dan diharapkan juga adanya penelitian lebih lanjut tentang

rnanfaat dan efek sarnping penggunaannya dalarn usaha untuk rnengharnbat

proggresivitas penyakit osteoarthritis agar tidak terjadi kerusakan yang lebih

lanjut.

Dengan sernakin rnajunya ilrnu kedokteran dan farrnasi, diharapkan suatu saat

diternukan etiologi penyakit osteoarthritis yang pasti, sehingga suatu saat dapat

diternukannya obat yang benar-benar

spesifIk atau khas untuk pengobatan

osteoarhtritis, sehingga diharapkan dapat rnernberikan hasil yang signifIkan dalarn

rnenurunkan insidensi. Selain itu juga harus disertai dengan pencegahan dini

terhadap penyakit ini, yaitu dengan cara rnengurangi atau rnenghindari faktor

(12)

DAFTARPUSTAKA

Adams ME., 1999. Hype about glucosamine. Lancet;354:353-354.

AllRefer Health., 2003. Osteoarthritis. http://www.health.allrefer.com/health/ osteoarthritis-osteoarthritis.html. October 12'\ 2004.

Arthritis Foundation., 2004.

Alternative Therapies: Glucosamine and Chondroitin

Sulphat.

http://www.arthritis.org/conditions/ alttherapies/ gluco samine. asp.

October 12'h,2004.

Brandt K.D., 1992. Osteoarthritis In: Kelley W.N editor:

Text Book of Internal

Medicine.

2nded. Philadelphia. p. 919-23

Baron AD, Zhu JS, Zhu JH, et al. 1995. Glucosamine induces insulin resistance in

vivo by affecting GLUT 4 translocation in skeletal muscle. Implications for

glucose toxicity. J CHn Invest;96:2792-2801.

Bucsi L, Poor G., 1998. Efficacy and tolerability of oral chondroitin sulfate as a

symptomatic slow-acting drug for osteoarthritis (SYSADOA) in the treatment

of knee osteoarthritis. Osteoarthritis Cartilage;6:31-36.

Brandt K.D., 2001. Osteoarthritis In: Braunwald E, Fauci A.S, Kasper D.L,

Hauser S.L, Longo D.L, Jameson J.L. editors:

Horrison '05:Priciples

of

Internal Medicine.

15thed. New York. p.1987-94.

Barland P., 2002.

Arthritis New Treatments:

Viscosupplementation for

OA.

http://www.thedoctorwillseeyounow.com/articles/emergingtreatments.htm.

Desember 2nd,2004

Carter M.A., 1995. Osteoarthritis In: Caroline Wijaya. editor: Silvia A. Price and

Lorraine M. Wilson:

Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.

4thed. Jakarta. p. 1218-22

Drovanti A, Bignamini AA, Ro vat i AL., 1980. Therapeutic activity of oral glucosamine sulfate in osteoarthrosis: a placebo-controlled double-blind investigation. Clin Ther; 3:260-272.

Damjanov I., 1997. Osteoarthritis In: Manfred editor:

Histopatologi Buku Teks

dan Atlas Berwarna.

Jakarta. p. 440

(13)

50

Hochberg M.C. et al.1995., Arthritis Rheum:

Guidelines for

the medical

management of osteoarthritis

Part 1. 38: 1535

Handono Kalim, 1996. Osteoarthritis In: Sjaifoellah Noer. editor:

Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam.

3rded. Jakarta. p. 76-84.

Hungerford D.S., 2004.

Treating Osteoarthritis with Chondroprotective Agents.

http://www.aboutjoints.com/physicianinfo/topics/osteoarthritisknee/

chondro.

htm. October 1ih, 2004.

Kidd K.K. & Peter J.B., 1966. Erosive Osteoarthritis.

Radiology

86, 640.

Mankin H.J., Dortman J., Lippielo L., et aI, 1971: Biochemical and Metabolic

Abnormalities in Articular Cartilage from Osteoarthritis Hips. J Bone Joint

Surg. 53A:523.

Moll J.M.H., 1987. Osteoarthritis: Rheumatology in Clinical Practice. 151ed. London. p. 331-46

Muller-Fassbender

H, Bach GL, Haase W, et al. 1994. Glucosamine sulfate

compared

to

ibuprofen

in

osteoarthritis

of

the

knee.

Osteoarthritis

Cartilage;2:61-69.

Morreale P, Manopulo R, Galati M, et al. 1996.

Comparison of the

anti-inflammatory ~fficacy of chondroitin sulfate and diclofenac sodium in patients

with knee osteoarthritis.

J Rheumatol;23:1385-1391.

Noack W, Fischer M, Forster KK, et al. 1994. Osteoarthritis Cartilage In:

Glucosamine su({ate in osteoarthritis of the knee; 2:51-59.

NIAMS., 2002. Handout on Health

http://www.niams.nih.gov/hi/topics/arthritis/oahandout.htm. 2004.

Osteoarthritis.

October

1ih,

Qiu GX, Gao SN, Giacovelli G, et al. 1998. Efficacy and safety of glucosamine

sulfate

versus

ibuprofen

in

patients

with

knee

osteoarthritis.

(14)

51

Pujalte JM, Llavore EP, Ylescupidez FR., 1980. Double-blind clinical evaluation

of oral glucosamine sulphate in the basic treatment of osteoarthritis. Curr Med

Res Opin;7:110-114.

Rovati LC, Giacovelli G, Annefeld M, et al. 1994. A large, randomised, placebo

controlled, double-blind study of glucosamine sulfate vs piroxicam and vs

their association,

on the kinetics of the symptomatic

effect

in knee

osteoarthritis. Second Int Congr Osteoarthritis Res Soc;Dec:56.

Robbins S.L., Kumar V., 1995. Osteoarthritis In: Buku Ajar Patologi II. 4th ed. Jakarta. p. 465-6.

Skinner RC. W., 1979. Bone: Cellular and Molecular Organization In: James A.

Albright, Richard A. Brand. editors:

The Scientific Basic of Orthopaedic.

1

st

ed. New York. p. 105-34.

Steigelfest, 2004.

Osteoarthritis.

http://www.emedicine.com/med/topic1682.htm.

October 12'1\2004

Uebelhart D, Thonar EJMA, Delmas PD, et al. 1998. Effects of oral chondroitin

sulfate on the progression of knee osteoarthritis: a pilot study. Osteoarthritis

Cartilage;6:39-46.

Vaz AL., 1982. Double-blind clinical evaluation of the relative efficacy of

glucosamine sulphate in the management of osteoarthritis of the knee in

out-patients. CUITMed Res Opin; 8:145-149.

Verbruggen G, Goemaere S, Veys EM. 1998. Chondroitin sulfate:

S/DMOAD

Referensi

Dokumen terkait

Adapun pengaruh pemberian proprioceptive exercise terhadap osteoarthritis lutut yaitu dapat mengurangi faktor risiko terjadinya osteoarthritis, melindungi sendi dari

a) Nyeri sendi, nyeri pada sendi dapat timbul karena berbagai faktor antara lain akibat micro fraktur di tulang persendian, iritasi saraf, tekanan pada ligamen, kongesti pembuluh

Kesimpulan : Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan ada manfaat manual lymph drainage vodder untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan aktivitas fungsional

Pengobatan memiliki dua target: (1) mengurangi radang, menghindari kerusakan sendi, dan kecacatan; (2) mengurangi gejala, terutama nyeri. Jika telah di diagnosis dengan

INFRARED, TENS, DAN HOLD RELAX UNTUK MENGURANGI NYERI DAN MENINGKATKAN LINGKUP GERAK SENDI LUTUT PADA KASUS OSTEOARTHRITIS KNEE BILATERAL DI RSUD DR SOESELO

Osteoarthritis atau juga disebut dengan penyakit sendi degeneratif yaitu suatu kelainan pada kartilago (tulang rawan) yang ditandai perubahan klinis, histologi dan

Hubungan antara usia dan derajat nyeri sendi pada pasien osteoarthritis lutut di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado Pediode Januari-Juni 2018.. Jurnal

Saran yang diberikan pada pasien osteoarthritis lutut bilateral adalah : (1) pasien dianjurkan untuk mengurangi aktivitas yang menggunakan pembebanan sendi lutut