STUDI KONSENTRASI TEPUNG TAPE KETAN PADA BROWNIES TAPE KETAN & VARIANSNYA TERHADAP DAYA TERIMA
KONSUMEN DI KOTA KUNINGAN
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana
Pariwisata
Oleh
Rifa Nur Insani Dewi
0900699
PROGRAM STUDI MANAJEMEN INDUSTRI KATERING
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
STUDI KONSENTRASI TEPUNG TAPE
KETAN PADA BROWNIES TAPE
KETAN DAN VARIANSNYA
TERHADAP DAYA TERIMA
KONSUMEN DI KOTA KUNINGAN
Oleh
RIFA NUR INSANI DEWI
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
© Rifa Nur Insani Dewi 2013
Universitas Pendidikan Indonesia
Desember 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
STUDI KONSENTRASI TEPUNG TAPE KETAN PADA BROWNIES TAPE KETAN & VARIANSNYA TERHADAP DAYA TERIMA
KONSUMEN DI KOTA KUNINGAN
SKRIPSI INI DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH :
Pembimbing I Pembimbing II
Agus Sudono, SE, MM Wendi Andriana, S.TP, Msi
NIP. 19820508.200812.1.002
Mengetahui
Ketua Program Studi Manajemen Industri Katering
Agus Sudono, SE., MM
NIP. 19820508.200812.1.002
Mahasiswa
Rifa Nur Insani Dewi
ABSTRAK
Rifa Nur Insani Dewi. Studi Konsentrasi Tepung Tape Ketan Pada Brownies Tape Ketan & Variansnya Terhadap Daya Terima Konsumen Di Kota Kuningan. Dibimbing Oleh Agus Sudono, SE, MM dan Wendi Andriana, S.TP, M.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi tepung tape ketan
yang menghasilkan produk brownies tape ketan yang terbaik dan dilakukan
penilaian investasi apakah usaha ini layak dijalankan atau tidak.
Metode yang digunakan adalah metode deskriftif eksperimental dan
verifikatif. Panelis berjumlah 15 orang yang terdiri dari chef pastry & bakery,
guru tata boga dan wirausahawan pastry, sedangkan konsumen berjumlah 100
orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner. Metode
analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji hedonik, Analisis Varian
(ANOVA), mencari least significant differance, sedangkan untuk daya terima
konsumen menggunakan MSI, kemudian mencari nilai validitas, reabilitas dan
pengujian hipotesis. Selanjutnya untuk analisis finansial menggunakan NPV, BEP
dan Profitability Index (PI).
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh brownies tape ketan dengan
penambahan konsentrasi tepung tape ketan 37gram varians panggang merupakan
produk dengan kualitas terbaik, disukai panelis dan konsumen. Daya tahan
simpannya bertahan hingga empat hari.
Kata kunci : Brownies tape ketan, Tepung tape ketan, Tape ketan, Daya Terima
ABSTRACT
Rifa Nur Insani Dewi. Concentration Studies Soft Rice Tape Flour On Brownies Tape Soft Rice & Variance Against Consumer Acceptance In Kuningan City. Guided By Agus Sudono, SE, MM and Wendi Andriana, S.TP, M.Si.
This research aim to know soft rice tape flour concentration that produces
the best brownies tape soft rice and an assessment of whether the investment is
worth the effort executed or not.
The method used is descriptive experimental method and
verification. Panelist amount to 15 people one who consist of pastry and bakery
chef, cookery teacher and entrepreneur pastry, while consumers were 100
people. Method of data collection is done by spreading the questionnaires. Data
analysis method used is using hedonic test, Variant Analysis (ANOVA), look for
the least significant differance, while for consumer acceptance using MSI, then
find the value of validity, reliability and testing hypotheses. Subsequent to the
financial analysis using NPV, BEP and Profitability Index (PI).
Based on the research results, obtained by brownies tape soft rice with
addition of soft rice tape flour concentration 37gram varians bake to represent
product with best quality, and consumer panelists preferred. Durability shelf last
up to four days.
Keyword : Brownies Tape soft rice, Tape soft rice flour, Tape soft rice, Consumer
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ……….... ii
UCAPAN TERIMA KASIH ... iii
DAFTAR ISI ………... v
DAFTAR TABEL ………... ix
DAFTAR GAMBAR ……….. xii
BAB I PENDAHULUN ... 1
1.1Latar Belakang Masalah …..………... 1
1.2Rumusan Masalah ……….. 9
1.3Tujuan Penelitian ………... 9
1.4Kegunaan Penelitian ... 10
1.4.1Kegunaan Teoritis ... 10
1.4.2Kegunaan Praktis ... 10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ………... 10
2.1Tinjaun Pustaka ………... 11
2.1.1Pariwisata ... 11
2.1.1.1 Berbagai Macam Bentuk Wisata ……….. 12
2.1.2Destinasi Wisata Dan Kuliner Serta Pengembangannya ... 16
2.1.3Kualitas Produk Makanan ... 20
2.1.4Cake ……….. 22
2.1.4.1 Brownies ... 25
2.1.5.2 Cara Membuat Tepung Tape Ketan ... 28
2.1.6Bahan Baku Lain Brownies Tape Ketan ... 27
2.1.6.1Tepung ………... 27
2.1.6.2Telur ………... 30
2.1.6.3Mentega ………... 32
2.1.6.4Gula ………... 33
2.1.6.5Cocoa dan Cokelat ………... 37
2.1.7Uji Daya Terima Konsumen ... 38
2.1.8Pengemasan ... 40
2.1.9Kajian Empirik Penelitian …..………... 44
2.2 Kerangka Pemikiran ………... 45
BAB III METODE PENELITIAN ……… 46
3.1Objek Penelitian ………... 46
3.2Metode Penelitian ……….. 46
3.3Tahapan Penelitian ………. 46
3.4Populasi ……….. 47
3.4.1 Sampel Dan Teknik Sampling ... 47
3.5Teknik Pengumpulan Data ………. 49
3.6Rancangan Percobaan ……….... 50
3.7Operasional Variabel ………. 52
3.8Teknik Analisis Data ………. 53
3.8.1 Uji Orgonoleptik ... 53
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 57
4.1 Hasil Penelitian ... 57
4.1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian ... 57
4.1.2 Karakteristik Panelis ... 57
4.1.2.2 Pekerjaan Panelis ... 58
4.1.2.3 Usia Panelis ... 59
4.1.3 Karakteristik Organoleptik ... 61
4.1.3.1 Aroma ... 61
4.1.3.2 Rasa ... 65
4.1.3.3 Tekstur ... 69
4.1.3.4 Warna ... 73
4.1.3.5 Penampilan fisik ... 77
4.1.4 Matriks Hasil Analisis ... 80
4.1.5 Penilaian Daya Terima Konsumen ... 82
4.1.5.1 Karakteristik Responden ... 82
4.1.5.1.1 Jenis Kelamin ... 82
4.1.5.1.2 Usia ... 83
4.1.5.1.3 Pendidikan Terakhir ... 84
4.1.5.1.4 Jenis Pekerjaan ... 85
4.1.5.1.5 Produk Pastry Favorit Responden ... 87
4.1.5.1.6 Konsumsi Cake dalam Sebulan ... 88
4.1.5.1.7 Pengeluaran Untuk Membeli Cake ... 90
4.1.5.2 Penilaian Produk ... 91
4.1.5.2.1 Berdasarkan Karakteristik Warna ... 91
4.1.5.2.2 Berdasarkan Karakteristik Aroma ... 92
4.1.5.2.3 Berdasarkan Karakteristik Rasa ... 92
4.1.5.2.4 Berdasarkan Karakteristik Tesktur ... 93
4.1.5.2.5 Berdasarkan Penampilan Fisik ... 94
4.2 Uji Daya Tahan Simpan ... 95
4.3 Resep Brownies Tape Ketan ... 98
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 100
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Data Kunjungan Wisata Hotel, ODTW dan Rumah Makan ……. 4
Tabel 1.2 Data Penjualan Produk di Pusat Oleh-Oleh Khas Kuningan …… 5
Tabel 1.3 Komposisi Gizi Tape Singkong, Tape Ketan Putih dan Tape Ketan Hitam ... 7
Tabel 2.1 Komposisi Gizi Tape singkong, tape ketan putih dan tape ketan hitam ………... 26
Tabel 2.2 Peranan dari masing-masing mikroorganisme yang terdapat dalam ragi tape ……… 27
Tabel 3.1 Metode rancangan percobaan formulasi brownies tape ketan dengan penambahan tepung tape ketan ………. 50
Tabel 3.2 Uji daya tahan simpan brownies tape ketan ……….. 51
Tabel 3.3 Operasional Variabel ……… 52
Tabel 3.4 Tabel analisis Varian (ANAVA) RAK ………. 54
Tabel 4.1 Panelis Berdasarkan Jenis Kelamin ... 57
Tabel 4.2 Panelis Berdasarkan Pekerjaan ... ... 58
Tabel 4.3 Panelis Berdasarkan Usia ... 59
Tabel 4.4 Hasil Olah Data Uji Organoleptik Karakteristik Aroma ... 61
Tabel 4.6 Pengaruh Penambahan Tepung Tape Ketan Terhadap Nilai Kesukaan
Aroma Brownies Tape Ketan ... 63
Tabel 4.7 Hasil Olah Data Uji Organoleptik Karakteristik Rasa ... 65
Tabel 4.8 Hasil Analisi Varians (ANOVA) Karakteristik Rasa ... 66
Tabel 4.9 Pengaruh Penambahan Tepung Tape Ketan Terhadap Nilai Kesukaan Rasa Brownies Tape Ketan ... 67
Tabel 4.10 Hasil Olah Data Uji Organoleptik Karakteristik Tekstur... 69
Tabel 4.11 Hasil Analisi Varians (ANOVA) Karakteristik Tekstur ... 70
Tabel 4.12 Pengaruh Penambahan Tepung Tape Ketan Terhadap Nilai Kesukaan Tekstur Brownies Tape Ketan ... 71
Tabel 4.13 Hasil Olah Data Uji Organoleptik Karakteristik Warna ... 73
Tabel 4.14 Hasil Analisi Varians (ANAVA) Karakteristik Warna ... 74
Tabel 4.15 Pengaruh Penambahan Tepung Tape Ketan Terhadap Nilai Kesukaan Warna Brownies Tape Ketan ... 75
Tabel 4.16 Hasil Olah Data Uji Organoleptik Karakteristik Penampilan Fisik 77 Tabel 4.17 Hasil Analisi Varians (ANAVA) Karakteristik Penampilan Fisik 78 Tabel 4.18 Pengaruh Penambahan Tepung Tape Ketan Terhadap Nilai Kesukaan Penampilan Fisik Brownies Tape Ketan ... 79
Tabel 4.19 Matriks Hasil Analisis ... 80
Tabel 4.20 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 82
Tabel 4.21 Responden Berdasarkan Usia ... 83
Tabel 4.22 Karakteristik Berdasarkan Pendidikan Terakhir Responden ... 85
Tabel 4.24 Karakteristik Berdasarkan Produk Pastry Favorit Responden .... 87
Tabel 4.25 Karakteristik Mengkonsumsi Cake Dalam Satu Bulan ... 89
Tabel 4.26 Karakteristik Berdasarkan Pengeluaran Untuk Membeli Cake .... 90
Tabel 4.27 Penilaian Berdasarkan Karakteristik Warna ... 91
Tabel 4.28 Penilaian Berdasarkan Karakteristik Aroma ... 92
Tabel 4.29 Penilaian Berdasarkan Karakteristik Rasa ... 93
Tabel 4.30 Penilaian Berdasarkan Karakteristik Tekstur ... 93
Tabel 4.31 Penilaian Berdasarkan Karakteristik Penampilan Fisik ... 94
Tabel 4.32 Uji Daya Tahan Simpan Brownies Tape Ketan di Suhu Ruang 95
Tabel 4.33 Penilaian Tekstur Berdasarkan Pengamatan Selama Enam Hari 96
Tabel 4.34 Penilaian Aroma Berdasarkan Pengamatan Selama Enam Hari 97
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Bentuk Pengembangan Bisnis ………... 18
Gambar 2.2 Alur Pembuatan Tape Ketan ... 28
Gambar 2.3 Alur Pembuatan Tepung Tape Ketan ... 29
Gambar 2.4 Diagram Alir Pelaksanaan Penelitian ……… 45
Gambar 4.1 Karakteristik Panelis Berdasarkan Jenis Kelamin ... 58
Gambar 4.2 Karakteristik Panelis Berdasarkan Jenis Pekerjaan ... 59
Gambar 4.3 Karakteristik Panelis Berdasarkan Usia ... 60
Gambar 4.4 Karakteristik Aroma ... 64
Gambar 4.5 Karakteristik Rasa ... 68
Gambar 4.6 Karakteristik Tekstur ... 72
Gambar 4.7 Karakteristik Warna ... 76
Gambar 4.8 Karakteristik Penampilan Fisik ... 80
Gambar 4.9 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 83
Gambar 4.10 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 84
Gambar 4.11 Karakteristik Berdasarkan Pendidikan Terakhir Responden ... 85
Gambar 4.12 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan ... 87
Gambar 4.13 Karakteristik Berdasarkan Produk Pastry Favorit Responden 88 Gambar 4.14 Karakteristik Mengkonsumsi Cake Dalam Satu Bulan ... 89
Gambar 4.16 Penilaian Tekstur Brownies Tape Ketan ... 96
Gambar 4.17 Penilaian AromaBrownies Tape Ketan ... 97
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sejak jaman dulu, manusia telah melakukan perjalanan khususnya untuk
melakukan perdagangan. Namun lambat laun perjalanan ini berubah seiring dengan
kemajuan teknologi dan transportasi yang mendukung. Banyak orang yang dapat
berkeliling dunia dan menikmati keindahannya dengan menggunakan pesawat dan
kapal pesiar.
Salah satu pengertian pariwata menurut Dr. Hubert Gulden menyatakan
bahwa “Kepariwisataan adalah perjalanan untuk maksud-maksud liburan, kesenangan, urusan dagang atau dinas atau urusan-urusan lainnya” (1996: 117).
Sebagian orang melakukan perjalanan wisata hanya untuk mencari
kesenangan setelah penat karena terus bekerja seharian, namun tak jarang pula ada
orang yang melakukan perjalanan wisata hanya untuk urusan dinas, misalnya datang
ke suatu pertemuan.
Menurut UU no 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan menyatakan bahwa:
“Industri pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam
rangka menghasilkan barang/jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam
penyelenggaraan pariwisata”.
Kuliner merupakan salah satu industri pendukung kemajuan pariwista
meskipun termasuk baru, kedepan direncanakan untuk dimasukkan ke dalam sektor
industri kreatif dengan melakukan sebuah studi terhadap pemetaan produk makanan
2
pasar internasional. Studi dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi
selengkap mungkin mengenai produk-produk makanan olahan khas Indonesia, untuk
disebarluaskan melalui media yang tepat, di dalam dan di luar negeri, sehingga
memperoleh peningkatan daya saing di pasar modern dan pasar internasional.
Pentingnya kegiatan ini dilatarbelakangi bahwa Indonesia memiliki warisan budaya
produk makanan khas, yang pada dasarnya merupakan sumber keunggulan bagi
Indonesia. Hanya saja, kurangnya perhatian dan pengelolaan yang menarik, membuat
keunggulan tersebut tidak tergali menjadi lebih bernilai ekonomis.
Industri pariwisata bersifat labor intensive sehingga banyak negara yang
tertarik untuk mengembangkannya, terutama negara-negara yang sedang berkembang
seperti Indonesia. Dapat dikatakan usaha jasa boga cukup penting dalam mendukung
perekonomian suatu negara karena pengaruh dari industri ini sangat besar dan luas.
Dengan perkembangan usaha jasa boga maka usaha lainnya seperti usaha peternakan,
pertanian, dan usaha-usaha yang mendukungnya akan semakin berkembang pula.
Manusia tidak bisa lepas dari kebutuhannya akan makan. Mereka
membutuhkan makanan dan minuman untuk dapat menghasilkan energi agar dapat
bekerja, beribadah, bersosial dan lain-lain. Kebutuhan akan makanan membuat
banyak orang semakin menyadari bahwa peluang usaha terutama dibidang jasa boga
telah terbuka lebar. Sehingga banyak orang yang memilih membuka usaha dalam
bidang jasa boga.
Usaha ini tidak akan pernah ada habisnya. Dari tahun ke tahun selalu ada
inovasi-inovasi baru yang diciptakan agar para pelanggan tidak merasa bosan. Baik
itu berupa makanan, minuman, kue dan snack yang di inovasi menjadi produk baru.
Sebagai salah satu kebutuhan manusia, makanan menjadi hal yang sangat
3
Banyak orang yang rela mengeluarkan uang lebih untuk mencicipi makanan
baru. Karena manusia mempunyai sifat dasar selalu ingin tahu dan selalu ingin
mencoba hal-hal baru. Sehingga banyak orang yang rela meluangkan waktu dan
uangnya untuk mencicipi berbagai makanan atau lebih dikenal dengan wisata kuliner.
Lucy M. Long dalam Riani (2012:2) mengemukakan bahwa “Culinary
tourism is the international, exploratory participan in the foodways of an
other-participan including the comsumption, preparation, and presentation of a food of
item, cuisine, meal system or eating style considered belong to a culinarysystem not
one’s own”. Dari pernyataan ini dapat jelaskan bahwa wisata kuliner merupakan suatu kegiatan eksploratori dalam kegiatan mengkonsumsi makanan, mempersiapkan
dan presentasi dari item makanan, masakan, sistem makan dan cara makan. Kegiatan
tersebut dapat dijadikan suatu kegiatan wisata.
Orang yang mempunyai usaha jasa boga harus mempunyai ide-ide kreatif
untuk menciptakan produk baru atau melakukan inovasi terhadap produk yang sudah
ada. Guna mencapai keberhasilan maka perusahaan perlu menciptakan keuntungan
kompetitif dibandingkan dengan produk atau jasa yang telah ada saat ini.
Pada saat ini beberapa perusahaan yang menjual barang maupun jasa
mempergunakan sarana komunikasi internet untuk melakukan penjualan produk
mereka maupun melalui internet jaringan social seperti facebook untuk memasarkan
produk mereka. Ide ini akan membedakan mereka dalam hal biaya pemasaran dan
komisi penjualan yang mungkin akan dikenakan. Hal tersebut juga bisa menghemat
biaya produksi dan memasarkan produk dengan harga yang lebih kompetitif.
Di kota kecil seperti Kuningan, pemerintah harus lebih memberikan dukungan
kepada masyarakatnya agar lebih berani untuk memperlihatkan hasil kreatifitasnya.
Terbukti dengan adanya Ethnic Food Festival pada mei tahun 2012 lalu, yang
merupakan sebuah acara yang memperlihatkan inovasi produk dari masyarakat
4
Kreasi dari masyarakat ini diantaranya ada kriuk dendeng ikan, nugget singkong ikan,
puding berbahan dasar tahu dan bihun, dan lain-lain. Diharapkan dengan adanya
acara ini, produk-produk yang dihasilkan oleh peserta dapat dikenal oleh masyarakat
Kuningan lainnya.
Membuat acara seperti food festival pada tahun 2008 merupakan salah satu
cara untuk menarik wisatawan agar mau datang ke Kuningan. Dengan banyaknya
wisatawan yang datang, hal ini dapat menambah pemasukan suatu daerah. Tak heran
pemerintah terus berupaya untuk menjaga obyek wisata, sarana dan prasarana
lainnya. Adapun jumlah kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara yang
datang berkunjung ke kota Kuningan, sebagai berikut :
Tabel 1.1
Data Kunjungan Wisata Hotel, ODTW dan Rumah Makan
No Tahun Hotel ODTW Rumah Makan Jumlah
Keseluruhan
Lokal Mancanegara Lokal Mancanegara Lokal Mancanegara
1 2010 175.169 59 813.482 270 513.261 1.502.241
2 2011 179.906 283 892.942 208 581.042 1.654.381
3 2012 170.981 88 992.881 49 600.703 1.764.702
Jumlah 526.056 430 2.699.305 527 1.695.006 4.921.324
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, 2013
Berdasarkan tabel diatas dari tahun 2010 hingga 2012 kunjungan wisatawan
lokal belum menunjukkan kenaikan secara signifikan, bahkan kunjungan wisatawan
mancanegara cenderung menurun. Objek daerah tujuan wisata masih menjadi daya
tarik wisatawan untuk dikunjungi, terbukti dengan meningkatnya jumlah kunjungan
dari tahun 2010 hingga 2012. Tidak banyak wisawatan yang berkunjung ke hotel. Itu
dikarenakan di Kuningan hanya ada satu hotel bintang tiga yaitu Hotel Grage
Sangkan. Namun di tahun 2013 telah dibangun satu hotel baru yang berpusat di kota
Kuningan dengan namaGrand Purnama.Ini merupakan suatu langkah awal yang baik
5
rumah makan yang mengambil tema Japanese, Eropa dan lain-lain. Rumah makan
didominasi oleh masakan Indonesia terutama masakan Sunda. Lambatnya informasi
dan terbatasnya bahan baku yang ada, serta daya beli masyarakat yang tidak terlalu
besar membuat usaha rumah makan lebih cenderung memilih masakan Indonesia.
Agar sektor pariwisata dapat berjalan dengan baik, sarana dan prasarana yang
ada harus saling mendukung satu dengan lainnya. Wisatawan datang ke suatu daerah
untuk menikmati berbagai hal tentang daerah tersebut. Dari mulai objek wisata,
makanan, musik, adat, seni dan lain-lain. Setiap daerah memiliki keunikan dan
kekhasannya masing-masing. Setiap daerah memiliki makanan khas, contohnya
Padang dengan rendangnya, Palembang dengan empek-empeknya, Yogya dengan
gudegnya, Cirebon dengan nasi jambalngnya dan lain-lain. Begitu pun dengan kota
Kuningan. Kuliner khas kota ini cukup beragam. Ada banyak makanan dan minuman
yang diminati oleh wisatawan yang dijadikan buah tangan untuk dibawa pulang.
Banyak toko-toko kecil dan menengah yang menyediakan berbagai macam oleh-oleh.
Dalam jangka satu bulan, toko-toko tersebut dapat menjual makanan khas lebih dari
500 buah. Adapun jumlah produk yang terjual dari beberapa toko oleh-oleh di
Kuningan dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan, sebagai berikut :
Tabel 1.2
Data Penjualan Produk di Pusat Oleh-oleh Khas Kuningan
No Nama Toko Hasil Penjualan
Tape Opak Gemblong Jenifer
1. Toko Anugrah 300 ember 20 bungkus 60 kg 20 kardus
2. Dewi Merauke 1500 ember 900 Bungkus 4 Kuintal 240 kardus isi 25
3. Teh’ Diah 1500 ember 500 Bungkus 4,5 Kuintal 250 Kardus
4. Ibu Sepuh 2000 ember 700 bungkus 4,5 Kuintal 280 Kardus
6
Kenyataannya banyak sekali berbagai macam produk yang dibeli oleh para
wisatawan, namun penulis mengambil empat produk yang dapat dikatakan
merupakan produk yang paling sering dibeli oleh para wisatawan untuk dijadikan
buah tangan.
Berdasarkan tabel diatas dapat terlihat bahwa tape merupakan salah satu
makanan yang diminati wisatawan untuk dijadikan buah tangan. Usaha pusat
oleh-oleh khas Kuningan ini memiliki peran penting untuk kehidupan masyarakat kota
Kuningan terutama bagi para pekerja pembuat tape ketan.
Tape ketan memiliki aroma dan rasa yang khas, makanan ini menjadi
primadona dan dijadikan salah satu oleh-oleh untuk dibawa pulang wisatawan yang
datang ke Kuningan. Bukan hanya tape ketan saja yang merupakan makanan khas
asal Kuningan, ada juga gemblong, leupeut, koecang, papais monyong, cuhcur, kripik
singkong, dan lain-lain.
Setiap kota memiliki makanan khasnya sendiri. Ada yang berupa makanan,
cemilan, minuman dan kue. Seperti halnya di Bandung, brownies kukus Amanda
menjadi salah satu oleh-oleh khas dari kota Bandung.
Brownies memiliki rasa yang disukai hampir oleh semua kalangan. Perpaduan
bahan dasar dari mentega dan cokelat membuat kue ini digemari. Berbagai rasa
dipadukan dengan kue ini, ada rasa tiramisu, blueberry, pandan, marbel, dan masih
banyak lagi rasa lainnya. Ada pula frozen brownies yang dibuat agar brownies
tersebut dapat lebih tahan lama. Semua ini dilakukan agar brownies tetap bertahan
dan tetap disukai oleh para konsumen.
Inovasi produk brownies yang terus dilakukan termasuk ke dalam produk
7
Banyak produk-produk yang terus diinovasi salah satunya brownies dengan berbagai
varians rasa.
Kue brownies yang telah dikenal cukup lama, dari mulai masyarakat kota
kecil seperti Kuningan hingga kota besar seperti Bandung dan Jakarta, semua tahu
salah satu produk hasil olahan pastry ini. Tak heran banyak orang yang sering
membeli kue ini. Dengan berkembangnya jaman, inovasi-inovasi akan produk ini
terus berkembang. Peneliti mencoba untuk berinovasi dengan salah satu produk
olahan pastry ini. Yakni dengan membuat brownies tape ketan.
Brownies tape ketan dibuat untuk memperbanyak variasi dari tape ketan dan
juga untuk mengangkat kuliner daerah agar kuliner kota Kuningan lebih dikenal oleh
masyarakat luas. Dibawah ini merupakan komposisi gizi dari tape ketan.
Tabel 1.3
Komposisi Gizi Tape Singkong, Tape Ketan Putih dan Tape Ketan Hitam
Zat gizi Tape singkong Tape ketan putih Tape ketan hitam
Energi (k kal)
Sumber : Direktorat Gizi, Depkes RI, 1992
Dari tabel 1.3 dapat disimpulkan bahwa komposisi gizi dari tape ketan cukup
besar. Tape ketan putih mempunyai energi sebesar 172 kalori, protein sebesar 3g,
lemak 0,5g, karbohidrat 37,5g, kalisum sebesar 6 mg, fosfor 35mg, besi 0,5mg,
vitamin 0,04mg, dan air sebesar 58,9g. Tape merupakan makanan hasil fermentasi
8
Tape ketan ada yang berbahan dasar beras ketan putih dan ketan hitam. Tape
ketan merupakan makanan khas kota Kuningan namun sayang tape ini tidak dapat
bertahan lama. Semakin lama tape disimpan maka fermentasi akan terus berlangsung
dan kandungan alkohol didalamnya akan semakin besar. Untuk kalangan muslim, hal
ini dapat menjadi masalah. Agar tape bertahan lebih lama dan dapat dikreasikan
dengan produk brownies, penulis mencoba untuk membuat tepung dari tape ketan.
Brownies tape ketan merupakan salah satu inovasi produk hasil olahan pasry
jenis cake yang menggunakan tepung tape ketan sebagai bahan tambahan produk ini.
Diharapkan produk ini dapat diterima di masyarakat agar nantinya dapat menjadi
lahan bisnis.
Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan pra
penelitian yang bertujuan untuk mengetahui formulasi brownies tape ketan ini.
Untuk membuat tepung tape ketan, peneliti mengambil dua sampel produk
tape ketan sebut saja tape F dan tape S. Sampel dipilih berdasarkan hasil riset dimana
tape tersebut banyak beredar dipasaran dan banyak masyarakat yang lebih memilih
dua merk tape tersebut. Dari dua produk ini, hanya satu merk yang kualitasnya paling
bagus dan dapat menghasilkan tepung dengan kualitas baik yaitu tape F.
Setelah terpilih tape mana yang dapat digunakan, peneliti menentukan
konsentrasi yang tepat untuk penggunaan tepung tape ketan tersebut yakni 1:1 dengan
tepung terigu. Itu dikarenakan jika porsi tepung tape ketan lebih banyak dibandingkan
tepung terigu, hasil akhir dari produk brownies akan lembek. Agar varians dari
brownies tape ketan ini lebih bervariasi, peneliti mencoba membuatnya dengan cara
kukus dan panggang.
Setelah didapatkan resep standar brownies tape ketan, brownies tape ketan
9
terima konsumen untuk mengetahui bagaimana produk tersebut diterima dikalangan
masyarakat. Selanjutnya dilakukan uji daya tahan simpan, agar peneliti dapat
mengetahui berapa lama produk ini dapat bertahan sekaligus untuk menetapkan masa
simpan yang tepat sebelum kualitas produknya menurun.
Dari latar belakang tersebut, peneliti mengambil judul “Studi Konsentrasi Tepung Tape Ketan Pada Brownies Tape Ketan & Variansnya Terhadap Daya
Terima Konsumen”.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas yang telah penulis uraikan, maka diajukan
beberapa permasalah, sebagai berikut :
1. Berapa gram formulasi tepung tape ketan yang dapat menghasilkan produk
brownies tape ketan ?
2. Bagaimana formulasi standar resep brownies tape ketan?
3. Bagaimana respon daya terima konsumen terhadap brownies tape ketan?
1.3 Tujuan Penelitian
Terdapat beberapa tujuan yang dapat dikemukakan penulis, diantaranya
sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui formulasi tepung tape ketan.
2. Untuk mengetahui formulasi standar resep brownies tape ketan.
10
1.4 Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan
pembaca khususnya, adapun kegunaan penelitian ini adalah :
1.4.1 Kegunaan Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan menambah ilmu
tentang produk pastry dan inovasi produk.
1.4.2 Kegunaan Praktis
Dengan adanya inovasi produk penambahan tepung tape ketan pada brownies,
diharapkan dapat memperkaya produkpastry terutama di kota Kuningan. Diharapkan
dengan adanya inovasi produk brownies ini, masyarakat Kuningan menjadi lebih
46
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian yang diteliti dalam penelitian ini mencakup tepung tape
ketan (X) dan daya terima konsumen (Y) pada produk brownies tape ketan dengan
varians kukus dan panggang.
Sedangkan untuk subyek penelitian menggunakan panelis, responden atau
konsumen yang berada di kota Kuningan.15 orang berperan sebagai panelis untuk
melakukan uji banding antara brownies tape ketan varians kukus dan panggang,
sedangkan 100 orang yang berperan sebagai konsumen bertujuan untuk mengetahui
daya terima konsumen terhadap produk tersebut.
3.2 Metode Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif eksperimental.
Menurut Mohammad Nazir (2003:54) ”tujuan dari penelitian deskripsi adalah
membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat,
mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki”.
Sedangkan penelitian eksperimental menurut Sudman dan Blair adalah riset
yang berusaha memanipulasi satu atau lebih variabel kausal, kemudian mengukur
efek dari manipulasi tersebut terhadap satu atau lebih variabel dependen.
3.3 Tahapan Penelitian
Tahapan penelitian dimulai dengan menentukan rancangan pembuatan
brownies tape ketan. Diawali dengan pembuatan tepung tape ketan. Tape ketan
dikukus selama 15 menit kemudian dijemur selama enam hari hingga mengering.
47
Brownies tape ketan dibuat dengan dua lapisan yang berbeda, lapisan bawah
berupa kue brownies sedangkan lapisan atas berupa adonan tape ketan. Adonan
tersebut dibuat dengan tiga konsentrasi berbeda, dimasak dengan varians kukus dan
panggang. Setelah mendapatkan standar resep yang sesuai, kemudian dilakukan uji
banding antara brownies tape ketan varians kukus dan panggang dengan memakai uji
hedonik dan least significant difference dengan 15 orang panelis. Setelah itu
dilakukan perlakuan tiga konsentrasi tepung tape ketan dengan memakai uji yang
serupa.
Setelah mendapatkan satu konsentrasi terbaik kemudian dilakukan uji daya
terima konsumen dengan membagikan sampel produk dan kuesioner kepada 100
responden untuk mengetahui keberterimaan konsumen terhadap produk tersebut.
Selanjutnya dilakukan uji daya tahan simpan, agar peneliti dapat mengetahui
berapa lama produk ini dapat bertahan dalam suhu ruang sekaligus untuk menetapkan
masa simpan yang tepat sebelum kualitas produknya menurun.
3.4 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan pengertian
populasi diatas, yang menjadi sasaran populasi pada penelitian ini adalah konsumen
yang mengetahui bagaimana rasa dari brownies.
3.4.1 Sampel dan Teknik Sampling
Sampel adalah subkelompok populasi yang terpilih untuk berpartisipasi dalam
studi. Agar memperoleh sampel yang representative dari populasi, maka setiap
48
populasi yang ditentukan, dengan catatan bagian yang diambil tersebut mewakili
yang lain yang tidak diteliti. Menurut Sugiyono (2006:73):
“Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari pupolasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel dari populasi harus benar-benar representative (mewakili).”
Untuk menentukan sampling dari populasi yang telah ditetapkan, perlu
dilakukan suatu pengukuran yang dapat menghasilkan jumlah. Salah satu cara untuk
menentukan sampel dari populasi adalah dengan menggunakan teknik Slovin dengan
rumus sebagai berikut :
e = persentase kelonggaran ketidakpastian
n = jumlah sampel yang diambil
N = populasi
Tingkat kelonggaran yang digunakan 10% (0,1) dapat disebut tingkat
keakuratannya sebesar 90% (0,9) sehingga dapat diambil untuk mewakili sebagai
49
Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel. Untuk mengetahui
sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik yang
digunakan. Teknik sampling pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua yaitu
probability sampling dan non probability sampling.
Pada penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah non probability
sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang/
kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi
sampel. (Sugiyono, 2009:66)
Dari non probability sampling teknik yang akan digunakan dalam penelitian
ini adalah Accidental Sampling. Accidental sampling dimana penelitian ini diambil
secara acak terhadap populasi konsumen masyarakat kota Kuningan. Dimana
pengambilan acak dilakukan tidak berdasarkan pada kriteria tertentu melainkan
pengambilan acak didasarkan pada konsumen baik berupa wawancara maupun diberi
angket. Jadi dalam penelitian ini besarnya sampel minimal yang akan digunakan
dalam penelitian ini sebanyak 98 responden yang akan dibulatkan menjadi 100
reponden.
3.5 Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data merupakan suatau proses mengumpulkan data yang
diperlukan dalam penelitian.
Dalam penelitian ini, terdapat tiga teknik yang penulis pakai, yaitu :
1. Kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden
50
2. Wawancara
Penulis mewawancarai beberapa konsumen untuk mengetahui respon daya
terima konsumen terhadap produk brownies tape ketan dengan penambahan
tepung tape ketan.
3. Studi literature
Studi litelatur merupakan usaha untuk mengumpulkan informasi yang
berhubungan dengan masalah-masalah yang diteliti.
3.6 Rancangan Percobaan
Dalam percobaan ini digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK).Metode
penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksperimental, yaitu :
1. Tahap I kitchen project/formulasi
Pada tahap ini perancangan percobaannya menggunakan rancangan acak
kelompok (RAK) dengan enam perlakuan.
Tabel 3.1
51
13 14 15
Sumber: Data diolah, 2013
Keterangan : K1 = Varians kukus
P1 = Varians panggang
Untuk evaluasi hasil percobaan dari formulasi A1B1 sampai C1B3 untuk
pembahasannya menggunakan standar resep yang berbeda. Untuk pembahasannya
dipaparkan dengan menggunakan metode hedonik, deskriptif makanan dan uji daya
tahan simpan:
a. Metode hedonik
Teknisnya metode ini menyebarkan kuesioner beserta sampel produk brownies
tape ketan kepada 15 panelis. Kriteria yang dinilai berupa rasa, warna, aroma
tekstur, dan bentuk.
b. Metode deskriptif makanan
Tahap selanjutnya menggunakan metode deskriptif makanan yaitu
mendeskriptifkan perbandingan anatara formulasi terbaik dengan enam kriteria
pengujian kemudian data hasil pengujian ditransformasikan dalam bentuk grafik
majemuk dengan skala 0 s/d 10.
c. Uji daya tahan simpan
Selama proses penyimpanan, brownies tape ketan akan mengalami penurunan
mutu. Untuk itu dilakukan pengujian ini, agar dapat mengetahui berapa lama
produk dapat bertahan.Metode yang digunakan untuk menguji daya tahan simpan
kedua produk tersebut yaitu dengan menyimpannya di suhu ruang selama enam
52
Tabel 3.2
Uji Daya Tahan Simpan Brownies Tape Ketan
Pengamatan
d. Uji daya terima konsumen
Pada tahap ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada 30 orang
responden tentang kualitas produk dan keberterimaan konsumen terhadap produk
tersebut.
3.7 Operasional Variabel
Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau obyek, yang mempunyai “variasi” antara satu dengan dengan yang lain atau suatu obyek dengan obyek lain (Hatch dan Farhady, 1981).
Tabel 3.3
Operasional Variabel
Variabel Konsep Teoritis Konsep
Empiris
53
Sumber : Data diolah, 2013
Apabila hanya dua macam sampel yang dibandingkan maka dapat digunakan
cara dengan membandingkan nilai-nilai sampel dari masing-masing panelis.
Selanjutnya cara penyelesaiannya untuk dua macam sampel dengan perintah kerja
yang sama dengan cara sebelumnya (cara analisa hasil untuk hedonik test dengan tiga
macam sampel atau lebih yang dibandingkan).
3.8 Teknik Analisis Data 3.8.1 Uji Organoleptik
Uji organoleptik atau uji indera atau uji sensori merupakan cara pengujian
dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya
penerimaan terhadap produk. Pengujian organoleptik mempunyai peranan penting
dalam penerapan mutu. Pengujian organoleptik dapat memberikan indikasi
kebusukan, kemunduran mutu dan kerusakan lainnya dari produk.
54
akan dipasarkan harus disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Tujuan uji
organoleptik adalah untuk :
- Pengembangan produk dan perluasan pasar.
- Pengawasan mutu.
- Perbaikan produk.
- Membandingkan produk sendiri dengan produk pesaing.
a. ANOVA
Menurut Kartika et al (1988:120) dalam Ningsi (2012:43), pengolahan data
untuk Rancangan Acak Kelompok adalah sebagai berikut:
FK = ∑
JK (P) =
- Faktor koreksi
JK (S) =
–Faktor koreksi
JK (T) = (S2+ … + S2) – FK
JK (G) = JK Total – JK Panelis – JK Sampel
Keterangan :
FK = Faktor Koreksi
JK (P) = Jumlah Kuadrat Panelis
JK (S) = Jumlah Kuadrat sampel
JK (T) = Jumlah Kuadrat Total
55
X = Jumlah penilaian masing-masing panelis terhadap semua sampel
Y = Jumlah penilaian semua panelis terhadap semua sampel
T = Jumlah panelis
r = Jumlah sampel
S = Penilaian terhadap setiap sampel.
Dari hasil uji hedonik, selanjutnya dilakukan analisis Varians (ANOVA),
dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) dengan selang kepercayaan
95% untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan.
1. Mencari standar error
√
2. Mencari Least Significant Difference (LSD) pada tabelsignificant studentized
range at 5% level, untuk nilai pembanding adalah standar error x nilai least
significant difference.
3. Rerata hasil perhitungan diurutkan dari mulai yang terbesar sampai terkecil
kemudia dibandingkan dengan nilai pembanding.
Tabel 3.4
Tabel analisis Varian (ANOVA) RAK
56
Total (T) (Panelis x sampel) – 1 JK (T)
100
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai studi konsentrasi
tepung tape ketan pada brownies tape ketan & variansnya terhadap daya terima
konsumen dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Konsentrasi tepung tape ketan yang menghasilkan produk brownies tape
ketan varians kukus dan panggang yaitu sebanyak 37 gram per setengah
standar resep.
2. Dari penelitian tersebut, didapatkan standar resep brownies tape ketan yaitu
sebagai berikut :
- Adonan brownies : 2 pcs telur, 100gr gula, 100gr dark cokelat, 112ml
minyak, 94gr tepung segitiga, 17gr dark cokelat.
- Adonan Tape Ketan : 2pcs telur, 50gr gula, 200gr tape ketan, 50ml
minyak, 47gr tepung segitiga, 47gr tepung tape ketan.
3. Konsumen memberikan nilai positif pada produk brownies tape ketan dengan
penambahan tepung tape ketan dan produk ini disukai/diterima oleh
konsumen.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai studi konsentrasi
tepung tape ketan pada brownies tape ketan & variansnya terhadap daya terima
konsumen, penulis menyampaikan beberapa saran diantaranya :
101
ditambahkan berbagai topping seperti keju, strawberry dan lain-lain, agar
warna dan penampilan brownies tape ketan menjadi lebih menarik.
2. Alangkah baiknya setiap bulannya usaha brownies tape ketan memproduksi
lebih banyak produk dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan
peralatan produksi secara maksimal.
3. Untuk kedepannya, jika usaha brownies tape ketan sudah lebih berkembang
perlu dilakukan analisis finansial yang lebih mendalam.
4. Bagi pemerintah kota Kuningan dan pemerhati kuliner, alangkah baiknya jika
memberikan motivasi pada masyarakat Kuningan agar masyarakat lebih
berani untuk memperkenalkan dan memasarkan produk inovasi yang mereka
buat, agar kehidupan masyarakat Kuningan dapat lebih maju dan kota
DAFTAR PUSTAKA
Hastuti, P., Kartika, B. dan Supartono, W. (1988). Pedoman Uji Inderawi Bahan
Pangan. Yogyakarta : Tidak diterbitkan.
Herudiyanto, Marleen dan Hudaya, Saripah. (2010). Teknologi Pengolahan Roti Dan
Kue. Bandung : Widya Padjajaran.
Johan, Suwinto. (2011). Studi Kelayakan Pengembangan Bisnis. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Jumingan, (2009). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta : Bumi Aksara.
Ningsi, Widia. (2012). Studi Proll Tape Batik Dengan Penambahan Tepung Tape Ubi
Kayu (Manihot Esculenta Crantz).Skripsi. Bandung : Tidak diterbitkan.
PH, Bartono dan Ruffino. (2005). Food Product Management di Hotel dan Restoran. Yogyakarta: Andi.
Putri, Nur. (2007). Mempelajari Pengaruh Penyimpanan Tape Ketan (Oryza Sativa
Glutinosa) Terhadap Daya Terima Konsumen. Skripsi. Bogor: tidak
diterbitkan.
Rahayu, Dina. (2012). Analisis Kualitas Produk Dalam Pengembangan Bisnis Nugget
Jamur Tiram Putih Aneka Rasa Bumbu Masakan Tradisional. Skripsi. Bandung:
tidak diterbitkan.
Riadi, Lieke. (2007). Teknologi Fermentasi. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Riani, Novi. (2012). Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Alpukat Berdasarkan Kualitas
Produk Dan Harga Terhadap Daya Terima Konsumen (Survei Kepada Produk Avocado Mocha Cream). Skripsi. Bandung : Tidak diterbitkan.
Santosa, Yolanda. (1986). Pengaruh Sistem Pengeringan Dan Lama Fermentasi Dalam
Pembuatan Tepung Tape Ketan Hitam (Oryza Sativa Glutinosa) Terhadap Komposisi Kimia Dan Daya Terima Konsumen. Skripsi. Bogor : Tidak
diterbitkan.
Sastradipoera, Komarudin. (2003). Menejemen Marketing; Suatu Pendekatan Ramuan
Marketing. Bandung : Kappa-Sigma Bandung.
Subagjo, Adjab. (2007). Manajemen Pengolahan Kue & Roti. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sugiyono. (2002). Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif
Dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. (2009). Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
Suhardjito, YB. (2006). Pastry Dalam Perhotelan. Yogyakarta : Andi.
Suwantoro, Gamal, SH. (1997). Dasar-dasar Pariwisata. Yogyakarta : Andi.
Tambunan, T.H. (2002). Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia : Beberapa Isu
Penting. Jakarta : Salemba Empat.
Trimulyono, Hardanu. (2008). Penerimaan Konsumen Terhadap Minyak Goreng Curah
Yang Difortifikasi Vitamin A. Skripsi. Bogor : Tidak diterbitkan.
Zuhni, Enny dan Asiatun, Kapti. (2006). Daya Terima Konsumen Remaja di Daerah
Istimewa Yogyakarta padaBusana dari Bahan Batik Sutra Motif Kawung Dicelup dengan Zat Warna Alam dilengkapi Asesoris dari Tempurung Kelapa.
Skripsi. Yogyakarta : Tidak di terbitkan.
http://id.wikipedia.org/wiki/Industri_kreatif. [14 juni 2013]
http://www.budpar.go.id/asp/ringkasan.asp?c=33. Penjelasan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. [14 juni
2013]
id.wikipedia.org/wiki/Brownies. Sejarah brownies. [15 juni 2013]
Pusbangtepa. (1982). Tape Ketan.
www.warintek.ristek.go.id/pangan.../Tape%20ketan.pdf [ 28 November 2012]
Pusbangtepa. (1982). Ragi Tape.
www.warintek.ristek.go.id/pangan.../ipb/Ragi%20tape.pdf [12 Desember 2012]
Setiawan, B. (2011).
http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/47503/BAB%20II%20Ti njauan%20Pustaka_%20I11wul.pdf?sequence=5. [22 Juni 2013]