• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 2 Sampit Mata Pelajaran : Komputer dan Jaringan Dasar Kompetensi Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan Kelas/Semester : X TKJ / Genap

Tema : Menerapkan Instalasi Jaringan Komputer Sub tema : Media Jaringan ( Kabel UTP )

Alokasi Waktu : 10 Menit

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Peserta didik mampu menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari jenis kabel jaringan dengan benar

2. Peserta didik mampu menjelaskan jenis pemasangan kabel jaringan Unshielded

Twisted Pair (

UTP) dalam instalasi jaringan komputer

3. Peserta didik mampu membuat kabel Unshielded Twisted Pair

(

UTP) jenis straight through dan crossover sesuai standarisasi TIA 568A dan TIA 568B 4. Peserta didik mampu menguji kabel Unshielded Twisted Pair

(

UTP)

menggunakan LAN Tester B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan

1. Guru melakukan pembukaan, mengucapkan 2 Menit 2.

3.

4.

5.

salam dan menyapa.

Guru dan peserta didik melakukan doa bersama dipimpin oleh salah satu peserta didik

Guru memeriksa kehadiran peserta didik.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai peserta didik

Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari dan dikaitkan dengan pengalaman peserta didik

Inti

1. Guru membagi siswa secara berkelompok 6 Menit

2.

3.

4.

5.

6.

berdasarkan kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya.

Guru membagikan jobsheet pembelajaran.

Peserta didik bersama kelompoknya diminta menjawab pertanyaan yang ada di jobsheet.

Perwakilan kelompok diminta mengambil alat dan bahan praktikum

Guru mendemonstrasikan pembuatan kabel UTP susunan straight through dan crossover.

Guru mendemonstrasikan pengujian kabel UTP

susunan straight through dan crossover

menggunakan LAN tester.

(2)

7. Peserta didik mengamati saat guru mendemonstrasikan cara membuat dan menguji kabel UTP susunan straight through dan

crossover.

8. Peserta didik diminta untuk mempraktekkan pembuatan kabel UTP susunan straight through dan crossover kemudian menguji hasil kabel yang sudah dibuat bersama kelompoknya menggunakan LAN tester

9. Guru menguji hasil pengkabelan yang dilakukan peserta didik bersama kelompoknya dan meminta peserta didik mengemukakan pendapat terkait materi yang telah dipelajari.

10. Guru melakukan penilaian terhadap proses dan hasil kerja.

11. Guru meminta siswa untuk membuat laporan praktikum berdasarkan template laporan Praktikum

Penutup

1. Peserta didik diminta menyimpulkan dan 2 Menit

2.

3.

4.

melakukan refleksi mengenai materi yang telah dipelajari.

Guru memperkuat kesimpulan dan menanggapi refleksi peserta didik.

Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan salam dan doa dengan dipimpin salah satu peserta didik.

C. PENILAIAN PEMBELAJARAN

1. Penilaian Sikap : Observasi/Pengamatan (Terlampir) 2. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis (Terlampir)

3. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja (Terlampir)

Mengetahui Sampit, 01 Agustus 2022

Kepala Sekolah

Ahmad Arifin, S.TP, MT.

NIP. 19710224 200012 1 00

Guru Mapel

Brawijaya, S.ST.

NIP. 19861023 201101 1 014

(3)

Lampiran 1

Lembar Penilaian Sikap Mata Pelajaran : Komputer dan Jaringan Dasar Kelas/Semester : X TKJ / Genap

ASPEK PENGAMATAN

SKOR PESERTA DIDIK SESUAI NO ABSEN

1 2 3 4 5

Cermat dan Teliti Tertib bekerja

Mampu mengendalikan diri

Mampu beradaptasi dengan kondisi dan situasi Berhati-hati

Memperhatikan instruksi dengan baik Selesai Tepat waktu

Tanggung Jawab Peralatan dirapikan setelah bekerja

Tidak ada sisa sampah hasil kerja

Mengerjakan tugas individu atau kelompok dengan baik

Kerjasama Bersedia membantu orang lain dalam satu

kelompok yang mengalami kesulitan

Menghargai hasil kerja anggota kelompok/team work

Tidak membeda-bedakan anggota kelompok Mampu mengakui kesalahan saat berselisih paham

Mampu menghargai pendapat teman dalam kelompok

Disiplin Masuk kelas tepat waktu

Memakai seragam sesuai tata tertib Petunjuk Pengisian:

Berilah skor pada kolom skor sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut:

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan

3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan 2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

(4)

Lampiran 2

Lembar Penilaian Pengetahuan Mata Pelajaran : Komputer dan Jaringan Dasar

Kelas/Semester : X TKJ / Genap

NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR

1 Sebutkan susunan Urutan kabel 568B adalah : kabel UTP sesuai 1. putih-orange, 25 standarisasi TIA 568A 2. orange, dan TIA 568B 3. putih-hijau,

4. biru, 5. putih-biru, 6. hijau,

7. putih-coklat, 8. coklat

Sedangkan untuk urutan 568A adalah : 1. Putih hijau

2. hijau

3. putih orange 4. biru

5. putih biru 6. orange 7. putih coklat 8. coklat 2 Sebutkan Keunggulan Kelebihan kabel UTP

dan kekurangan kabel 25 jaringan jenis UTP

1. Mudah dalam instalasi/pemasangan 2. Harga yang terjangkau

3. Mudah di dapatkan

4. Diameter kabel yang kecil maka cocok dengan konktor RJ45 merk apapun.Serta mudah dalam proses crimping

5. Sering digunakan oleh teknisi jaringan di luar sana karena kualitas kabel mulai banyak diperhitungkan

Kekurangan kabel UTP

1. Tak bisa diterapkan dalam instalasi jarak jauh, maksimal 100 m

2. Kabel mudah terkelupas

3. Kabel tidak kuat menahan gangguan dari luar (arus listrik,cuaca dll)

4. Banyak dijual kabel yang kualitasnya kurang begitu bagus, jadi belilah kabel dari branded yang sudah terpercaya dan tentunya bergaransi

3 Apakah yang Auto Sensing atau MDIX itu mengartikan perangkat

tersebut dapat menyesuaikan urutan kabel secara 25

dimaksud dengan

(5)

autosensing atau

otomatis, jadi jika anda hanya salah pengurutan kabel maka perangkat tersebut akan menyesuaikan.

MDIX

4 Sebutkan fungsi tiap pin dalam konektor RJ-45

1. Pin 1 & 2, dalam ethernet digunakan sebagai Tx.

Untuk menghindari interferensi, maka harus dijadikan 1 pair (biasanya putih orange – orange atau putih hijau – hijau) untuk memenuhi kebutuhan elektris dalam protokol high-speed- LAN.

2. Pin 3 & 6, dalam ethernet digunakan sebagai Rx.

Untuk menghindari interferensi, maka harus dijadikan 1 pair (biasanya putih orange – orange atau putih hijau – hijau) untuk memenuhi kebutuhan elektris dalam protokol high-speed- LAN.

3. Pin 4 & 5 (dalam wikipedia disebut sebagai “the central two pins”) digunakan untuk membawa sinyal telepon (internet bukan hanya ethernet) atau sinyal suara dalam standar telekomunikasi. Bahkan RJ-11 bisa dimasukkan ke port RJ-45. Untuk keperluan ini, sudah seharusnya jadi 1 pair di tengah (biasanya biru – biru putih)

4. Pin 7 & 8, biasanya digunakan untuk teknologi Power over Ethernet (PoE), yaitu untuk meningkatkan power pada perangkat VOIP, wireless LAN access point, webcam, ethernet hub, komputer, dan perangkat lain yang tidak

memungkinkan untuk memberikan suplai power secara terpisah.

25

(6)

Lembar Penilaian Keterampilan

Mata Pelajaran : Komputer dan Jaringan Dasar Kelas/Semester : X TKJ / Genap

Nama :

Form Penilaian Aspek Keterampilan

No Komponen/Sub Komponen

Kompeten

Catatan

Belum

Ya Cukup Baik

Sangat Baik

0 1 2 3

1 2 3 4 5 6 7

I Persiapan

1.1 Mempersiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan

1.2 Menyiapkan perangkat jaringan Rerata komponen Persiapan (Pembulatan)

II Pelaksanaan

2.1 Memasang konektor pada kabel jaringan

2.2 Menguji koneksi kabel

Rerata komponen Pelaksanaan (Pembulatan)

III Hasil

3.1 Menguji perangkat Rerata komponen Hasil (Pembulatan)

Keterangan :

• Capaian kompetensi peserta didik per Sub Komponen dituliskan dalam bentuk ceklis (√) atau skor 0, 1, 2, atau 3

• Catatan negatif diberikan kepada peserta didik yang mengulangi proses atau unjuk kerja lainnya yang bertentangan dengan kriteria unjuk kerja

Rekapitulasi Penilaian Aspek Keterampilan Jumlah

Catatan Catatan Negatif

Pengurangan Nilai

Keterangan:

• Nilai tambahan diberikan berdasarkan penjumlahan dari catatan positif (bernilai positif) dan catatan negatif (bernilai negatif) dengan maksimal 10 poin dan minimal -10 poin

(7)

Tingkat Pencapaian Kompetensi Nilai Perolehan

(Hasil Konversi)

Pengurang- an Nilai

Nilai Akhir Aspek Keterampil-

an Keterampilan Skor Awal

(Pembulatan) Persiapan Pelaksanaan Hasil

Nilai rata-rata (Pembulatan) Bobot Nilai Komponen Keterangan:

• Nilai rata-rata diperoleh dari lembar penilaian (Tidak = 0; Cukup = 1; Baik = 2; Sangat Baik = 3)

• Nilai Komponen diperoleh dari hasil perkalian Nilai rata-rata dengan Bobot

• Skor Awal diperoleh dari pembulatan hasil penjumlahan komponen Persiapan, Pelaksanaan, dan Hasil

• Nilai Perolehan diperoleh dari nilai maksimal hasil konversi skor awal

• Pengurangan Nilai diperoleh dari catatan yang diperoleh dan dittulis dengan tanda minus

• Nilai Akhir diperoleh dari penjumlahan Nilai Perolehan dengan Pengurangan Nilai

Konversi Nilai:

Skor Awal Nilai Konversi

0 <61

1 61-70

2 71-85

3 86-100

(8)

Rubrik Penilaian Aspek Keterampilan

No.

Komponen/Sub Komponen Indikator Penilaian Capaian Kompetensi

1 2 3 4

I Persiapan

1.1 Mempersiapkan Kriteria unjuk kerja:

peralatan dan bahan

yang diperlukan • Spesifikasi kabel UTP diidentifikasi.

• Bahan-bahan yang diperlukan disiapkan sesuai spesifikasi.

• Peralatan yang sesuai disiapkan.

• Alat ukur untuk pengujian disiapkan.

Menampilkan seluruh kriteria unjuk kerja dengan tepat dan cepat

Sangat Baik

Menampilkan seluruh kriteria unjuk kerja Baik Tidak menampilkan 1 kriteria unjuk kerja Cukup Tidak menampilkan >1 kriteria unjuk kerja Tidak 1.2 Menyiapkan perangkat Kriteria unjuk kerja:

jaringan • Perangkat jaringan dipilih sesuai dengan kebutuhan.

• Perangkat jaringan dievaluasi sesuai dengan kebutuhan.

• Perangkat jaringan ditetapkan sesuai dengan kebutuhan.

• Peraturan lisensi dan keamanan ditetapkan.

Menampilkan seluruh kriteria unjuk kerja dengan tepat dan cepat

Sangat Baik

Menampilkan seluruh kriteria unjuk kerja Baik Tidak menampilkan 1 kriteria unjuk kerja Cukup Tidak menampilkan >1 kriteria unjuk kerja Tidak Tidak menampilkan 1 kriteria unjuk kerja Cukup Tidak menampilkan >1 kriteria unjuk kerja Tidak II Pelaksanaan

2.1 Memasang konektor Kriteria unjuk kerja:

pada kabel jaringan • Kabel dipotong sesuai keperluan dengan mempertimbangkan standar batasan panjang maksimum kabel.

• Kabel dikupas sesuai denga ukuran konektor.

• Konektor dipasang pada kabel sesuai dengan standar urutan warna.

• Urutan warna kabel (jika ada warna) dipastikan sudah sesuai standar.

• Bagian kabel dipasang ke dalam konektor

Menampilkan seluruh kriteria unjuk kerja dengan tepat dan cepat

Sangat Baik

Menampilkan seluruh kriteria unjuk kerja Baik Tidak menampilkan 1 kriteria unjuk kerja Cukup Tidak menampilkan >1 kriteria unjuk kerja Tidak

(9)

No.

Komponen/Sub Komponen Indikator Penilaian Capaian Kompetensi

1 2 3 4

2.2 Menguji koneksi kabel Kriteria unjuk kerja:

• Konektivitas antar pin pada kedua konektor yang berada di ujung kabel diuji dengan menggunakan alat ukur.

• Hubungan antar perangkat jaringan diuji untuk memastikan konektivitas pada jaringan.

Menampilkan seluruh kriteria unjuk kerja dengan tepat dan cepat

Sangat Baik

Menampilkan seluruh kriteria unjuk kerja Baik Tidak menampilkan 1 kriteria unjuk kerja Cukup Tidak menampilkan >1 kriteria unjuk kerja Tidak III Hasil

3.1 Menguji perangkat Kriteria unjuk hasil:

• Rencana pengujian ditetapkan berdasarkan standar pengujian yang berlaku.

• Penyesuaian jaringan dilakukan sesuai dengan hasil pengujian.

Menampilkan seluruh kriteria unjuk hasil Sangat Baik Tidak menampilkan 1 kriteria unjuk hasil Baik Tidak menampilkan 2 kriteria unjuk hasil Cukup Tidak menampilkan >2 kriteria unjuk hasil Tidak

(10)

Lampiran 4

Jobsheet

SMK Negeri 2 Sampit Jl. Sawit Raya ,

Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah

LEMBAR KERJA

MATERI PRAKTIKUM : Media Jaringan ( Kabel UTP )

INSTRUKTUR BRAWIJAYA, S.ST.

KELOMPOK : TANGGAL :

NAMA 1. 3.

4.

2.

TUJUAN

Peserta didik mampu menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari jenis kabel jaringan dengan benar

Peserta didik mampu menjelaskan jenis pemasangan kabel jaringan Unshielded Twisted Pair (UTP) dalam instalasi jaringan computer

Peserta didik mampu membuat kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) jenis straight through dan crossover sesuai standarisasi TIA 568A dan TIA 568B

Peserta didik mampu menguji kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) menggunakan LAN Tester

DASAR TEORI

KABEL UTP

Kabel Utp ( Unshield Twisted Pair) merupakan suatu kabel yang digunakan untuk membuat jaringan komputer, kabel Utp dilengkapi dengan 8 buah kabel dengan warna unik di tiap kabel, lalu disusun berlilitan pada tiap pasang warna hingga menjadi 4 pasang. Lilitan kabel tersebut berfungsi untuk mengurangi induksi dan kebocoran pada kabel. Biasanya Kabel ini sering digunakan untuk menghubungkan sebuah komputer dengan komputer lainnya melalui sebuah perangkat jaringan. Akan tetapi, kabel ini juga sering digunakan untuk menghubungkan dari komputer ke perangkat jaringan yang lain seperti router dan switch.

Fungsi Kabel UTP

Kabel UTP memiliki fungsi yakni digunakan sebagai kabel jaringan LAN (Local Area Network) pada sistem jaringan komputer, dan biasanya kabel UTP mempunyai impedansi kurang lebih 100 ohm, serta dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan kemampuannya sebagai penghantar data. Kabel UTP dilengkapi dengan 8 buah kabel dengan warna unik di tiap kabel, lalu disusun berlilitan pada tiap pasang warna hingga menjadi 4 pasang. Lilitan kabel tersebut berfungsi untuk mengurangi induksi dan kebocoran pada kabel.

EIA/TIA

EIA merupakan sinonim atau kepanjangan dari Electronic Industries Alliance dan TIA merupakan sinonim atau kepanjangan dari Telecommunication Industry Association.

Maksud dari arti EIA/TIA adalah merupakan standarisasi internasional stuktur kabel untuk telekomunikasi.

Kabel yang paling sering kita temui adalah jenis UTP, SFTP. Banyak yang menganggap EIA/TIA hanyalah standart untuk kabel jenis ethernet padahal EIA/TIA lebih global untuk telekomunikasi termasuk transfer voice suara (PABX).

(11)

568B - 568A

568B merupakan urutan urutan kabel twisted pair, dalam hal ini kabel UTP atau SFTP.

Urutan kabel 568B adalah

• putih-orange,

• orange,

• putih-hijau,

• biru,

• putih-biru,

• hijau,

• putih-coklat,

• coklat

Sedangkan untuk urutan 568A adalah :

• Putih hijau

• hijau

• putih orange

• biru

• putih biru

• orange

• putih coklat

• coklat

Jenis-Jenis Kabel UTP

Berikut adalah beberapa jenis-jenis kabel utp antara lain sebagai berikut:

1. Kabel straight-through

Untuk kabel tipe straight through memiliki aturan penyusunan yang sama antara ujung konektor yang satu dengan lainnya. Tipe kabel straight through biasanya digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang berbeda, misalnya antara router dengan switch/hub, komputer ke switch dan komputer ke hub.

Adapun urutan kabel straight through sebagai berikut :

2. Kabel cross-over

Untuk kabel tipe crossover memiliki aturan penyusunan yang berbeda antara tiap ujung konektor. Tipe cross over biasanya digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang sama. Misalnya antara komputer dengan komputer, router dengan router, switch dengan switch, hub dengan hub.

Adapun urutan kabel cross over sebagai berikut:

(12)

3. Kabel roll-over

Adapun jenis kabel utp yang terakhir yakni kabel tipe roll over. Kabel tipe roll over memiliki aturan penyusunan terbalik antara ujung konektor satu dengan ujung konektor lainnya. Kabel tipe roll over digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan yang berbeda, hampir sama dengan tipe straight through namun tipe kabel ini lebih kepada menghubungkan perangkat yang memiliki konsol, misalnya switch dengan printer, switch dengan proyektor.

Adapun urutan kabel roll over sebagai berikut:

Seiring berkembangnya teknologi permasalahan 568B dan 568A pada dasarnya tidak terlalu mutlak harus diikuti sebagai contoh jika anda membeli switch hub atau router disitu ditulis Auto Sensing atau MDIX itu mengartikan perangkat tersebut dapat menyesuaikan urutan kabel secara otomatis, jadi jika anda hanya salah pengurutan kabel maka perangkat tersebut akan menyesuaikan.

Standar Pengkabelan Dengan Konektor RJ-45

1. EIA/TIA-568A & EIA/TIA-568B merupakan standar internasional pengkabelan dengan jack RJ- 45 dan kabel UTP/STP kategori 3, 5, dan 6 (4 twisted pair) yang digunakan dalam teknologi ethernet dan PABX. Dua standar (A & B) digunakan untuk crossover cable. Ujung satu dengan standar A, dan ujung lainnya dengan standar B.

2. Urutan dengan standar EIA/TIA-568A (putih hijau, hijau, putih orange, biru, putih biru, orange, putih coklat, coklat) dan EIA/TIA-568B (putih orange, orange, putih hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat, coklat) biasa digunakan untuk interkoneksi antar hardware maupun antar jaringan.

Penggunaan susunan yang lain diperbolehkan, namun harus memenuhi kriteria pada no. 3 dan seterusnya.

3. Pin 1 & 2, dalam ethernet digunakan sebagai Tx. Untuk menghindari interferensi, maka harus dijadikan 1 pair (biasanya putih orange – orange atau putih hijau – hijau) untuk memenuhi kebutuhan elektris dalam protokol high-speed-LAN.

4. Pin 3 & 6, dalam ethernet digunakan sebagai Rx. Untuk menghindari interferensi, maka harus dijadikan 1 pair (biasanya putih orange – orange atau putih hijau – hijau) untuk memenuhi kebutuhan elektris dalam protokol high-speed-LAN.

5. Pin 4 & 5 (dalam wikipedia disebut sebagai “the central two pins”) digunakan untuk membawa sinyal telepon (internet bukan hanya ethernet) atau sinyal suara dalam standar telekomunikasi.

Bahkan RJ-11 bisa dimasukkan ke port RJ-45. Untuk keperluan ini, sudah seharusnya jadi 1 pair di tengah (biasanya biru – biru putih)

6. Pin 7 & 8, biasanya digunakan untuk teknologi Power over Ethernet (PoE), yaitu untuk meningkatkan power pada perangkat VOIP, wireless LAN access point, webcam, ethernet hub, komputer, dan perangkat lain yang tidak memungkinkan untuk memberikan suplai power secara terpisah.

Dalam hal ini tentunya pin 7 & 8 harus merupakan 1 pair (biasanya putih coklat – coklat). Jadi kesimpulannya, susunan warna lain diperbolehkan, asal tiap pair tetap dibedakan penempatan berdasarkan fungsinya agar mendukung penggunaan hardware selain PC dalam jaringan. Ingat, internet tidak hanya berisi PC.

Kategori Kabel UTP

Kabel UTP di kelompokan menggunakan istilah Category atau biasa kita menyebutnya CAT. Kabel UTP dikategorikan berdasarkan kualitas transmisi data yang tersedia. Semakin tinggi kategorinya maka

(13)

semakin cepat transmisi data yang dilakukan. Di antara semua kategori kabel UTP, kabel CAT5e dan CAT5 merupakan yang paling populer yang banyak digunakan pada jaringan Ethernet.

Kategori 1 – CAT1

Kabel UTP dengan kategori 1 merupakan kabel dengan kualitas transmisi terendah yaitu sebesar 1 Mbps.

Kabel dengan kategori ini hanya mendukung komunikasi suara analog saja sehingga kurang cocok untuk sistem modern saat ini. Kabel CAT1 dulunya digunakan pada tahun 1983 untuk menghubungkan telephone analog Plain Old Telephone Service (POTS).

Kategori 2 – CAT2

Kabel UTP kategori 2 memiliki kecepatan transmisi data hingga 4 Mbps. Kabel dengan kategori ini telah mendukung data dan suara digital. Umumnya kabel ini digunakan pada jaringan dengan teknologi Token Ring oleh IBM, namun seiring perkembangan jaman kabel tipe ini sudah tidak cocok lagi digunakan pada sistem modern saat ini.

Kategori 3 – CAT3

Kabel UTP kategori 3 memiliki kecepatan transmisi data hingga 10 Mbps dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Bila ditinjau dari segi perkembangan teknologi Ethernet, kabel CAT3 memiliki kemampuan yang terendah, karena memang hanya mendukung jaringan 10BASE-T saja. Umumnya kabel jenis ini digunakan pada jaringan IBM Token Ring dengan kecepatan 4 Mbps sebagai pengganti CAT2 Kategori 4 – CAT4

Kabel UTP kategori 4 memiliki kecepatan transmisi data hingga 16 Mbps dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Umumnya kabel ini juga digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 Mbps dan juga didukung pada jaringan Ethernet 10BASE-T.

Kategori 5 – CAT5

Kabel UTP kategori 5 memiliki kecepatan transmisi data hingga 100 Mbps dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel jenis CAT5 ini juga dapat berjalan pada kecepatan transmisi data hingga 1Gbps tetapi dengan syarat panjang kabel harus lebih pendek dari 100 meter. Umumnya, kabel jenis ini mendukung jaringan Token Ring, Ethernet (10BaseT) dan Fast Ethernet (100BaseT). Kabel kategori ini merupakan kabel yang paling populer yang banyak digunakan pada instalasi jaringan.

Kategori 5e – CAT5e

Kabel UTP kategori 5e ini merupakan bentuk peningkatan dari kabel UTP CAT5 dengan kemampuan transmisi data hingga 1 Gbps atau pada kecepatan 10/100/1000Mbps. Kabel jenis ini direkomendasikan pada penggunaan jaringan Gigabit Ethernet, meskipun kabel UTP CAT 6 lebih direkomendasikan untuk kinerja yang maksimal.

Kategori 6 – CAT6

Kabel UTP kategori 6 memiliki kecepatan transmisi data hingga 10 Gbps dengan frekuensi komunikasi 250Mhz dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Umumnya kabel jenis ini digunakan pada jaringan Gigabit Ethernet dan 10G Ethernet dengan panjang hingga 55 meter.

Kategori 6a – CAT6a

Kabel UTP kategori 6a ini merupakan bentuk peningkatan dari kabel UTP CAT6 dengan frekuensi komunikasi yang lebih besar yaitu sebesar 500 Mhz.

Kategori 7 – CAT7

Kabel UTP kategori 7 memiliki kecepatan transmisi data hingga 10 Gbps dengan frekuensi komunikasi hingga 600 Mhz dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Umumnya kabel jenis ini digunakan pada jaringan Gigabit Ethernet dan 10G Ethernet dengan panjang hingga 100 meter.

Supaya mempermudah anda untuk lebih memahami masing-masing kategori pada kabel UTP, anda bisa menyimak tabel dibawah ini:

(14)

Karakteristik Kabel UTP

Berikut adalah beberapa karakteristik yang dimiliki kabel UTPdiantaranya yakni :

• Bagian dalam terdiri dari 8 buah kabel dengan warna berpasang-pasangan

• Tiap pasang warna dililit sehingga menghasilkan 4 pasang kabel

• Tidak memiliki pelindung (shield)

• Maksimal panjang kabel yang disarankan yaitu 100 meter

• Menggunakan konektor RJ-45

• Kecepatan transmisi hingga 1000 Mbps

• Memiliki impedansi sekitar 100 ohm Kelebihan kabel UTP

Berikut adalah beberapa kelebihan kabel utp antara lain yakni:

• Mudah dalam instalasi/pemasangan

• Harga yang terjangkau

• Mudah di dapatkan

• Diameter kabel yang kecil maka cocok dengan konktor RJ45 merk apapun.Serta mudah dalam proses crimping

• Sering digunakan oleh teknisi jaringan di luar sana karena kualitas kabel mulai banyak diperhitungkan

Kekurangan kabel UTP

Berikut adalah beberapa kekurangan kabel utp antara lain sebagai berikut:

• Tak bisa diterapkan dalam instalasi jarak jauh, maksimal 100 m

• Kabel mudah terkelupas

• Kabel tidak kuat menahan gangguan dari luar (arus listrik,cuaca dll)

• Banyak dijual kabel yang kualitasnya kurang begitu bagus, jadi belilah kabel dari branded yang sudah terpercaya dan tentunya bergaransi

(15)

LANGKAH KERJA Alat dan Bahan

1.

Tang Crimping

Tang Crimping digunakan untuk memotong kabel UTP dan untuk menjepit ujung konektor RJ45, dan ini sangat penting sekali bagi kita yang ingin belajar cara mengcrimping kabel, alat ini bentuknya hampir sama dengan tang biasa yang sering kita lihat atau temui

2. Kabel UTP

Kabel UTP di gunakan untuk menghubungkan antar komputer sehingga dapat saling terhubung dan saling berkomunikasi. Dalam kabel UTP ini terdapat 8 helai kabel kecil yang berwarna-warni yang tentunya mempunyai fungsi masing-masing.

3. Konektor RJ-45

Konektor adalah alat yang kita pasang pada ujung kabel UTP tujuanya agar kabel dapat kita pasang pada port LAN. Konektor RJ-45 harus dipasangkan pada ujung kabel UTP apabila tidak maka Kabel UTP tidak akan berguna.

4. LAN Tester

LAN Tester adalah alat untuk menguji hasil crimping kabel, kalau crimpingan salah maka lampu di LAN Tester ini tidak akan menyala dan kalau hasil crimpingan kita sudah benar maka lampu di LAN Tester akan menyala dengan otomatis, jadi alat ini sangat berguna bagi kita untuk mengetahui hasil crimpingan kita

(16)

Putih Orange _ Putih Hijau

Orange _ Hijau

Putih Hijau _ Putih Orange

Biru _ Biru

Putih Biru _ Putih Biru

Hijau _ Orange

Putih Coklat _ Putih Coklat

Coklat _ Coklat

5. Pengupas Kabel

6. Gunting

Pemasangan Konektor pada kabel UTP

Seseorang yang ingin memasang konektor harus mengetahui susunan kabel yang akan dipasang.

Asal sama ujung ke ujung bisa saja, akan tetapi cara ini tidak tepat. Harus diperhatikan warna- warnanya. Untuk lebih jelasnya ikuti langkah-langkah berikut ini:

• Potong kabel UTP dengan menggunakan tang pemotong disesuaikan dengan panjang yang dibutuhkan untuk menyambungkan dua buah peralatan yang akan disambungkan (komputer dengan switch atau switch dengan switch, dll) serta disesuaikan pula dengan ketentuan yang berlaku mengenai panjang kabel maksimal (lihat catatan di atas)

• Kupas bagian luar dari kedua ujung kabel UTP tersebut sepanjang kurang lebih 2 cm.

• Lepasakan pilinan yang ada pada setiap pasang kabel tersebut dan luruskan masing- masing kabel tersebut hingga mudah untuk disusun

• Susun urutan warna sesuai dengan ketentuan berikut

Untuk kabel straight through, maka posisi warnanya untuk satu konektor ke konektor lain ditampilkan pada tabel berikut:

Putih Orange _ Putih Orange

Orange _ Orange

Putih Hijau _ Putih Hijau

Biru _ Biru

Putih Biru _ Putih Biru

Hijau _ Hijau

Putih Coklat _ Putih Coklat

Coklat _ Coklat

Untuk kabel cross, maka posisi warnanya untuk satu konektor ke konektor lain ditampilkan pada tabel berikut:

(17)

• Siapkan konektor RJ-45 dan masukkan kabel. Setiap ujung konektor posisinya harus sama. Selain itu, bagian luar atau pembungkus kabel harus tejenpit agar kokoh dan tidak goyang.

• Setelah kabel masuk dan rata sampai ujung konektor, masukkan konektor dan jepit dengan tang crimping.

• Lakukan dengan hati-hati agar tidak ada konektor yang berpindah pada pin yang lain.

Lakukan hal yang sama untuk ujung kabel. Ingat ketentuan warnanya

LEMBAR EVALUASI

1. Kelebihan dan kekurangan kabel jaringan jenis UTP 2. Apakah yang dimaksud dengan autosensing atau MDIX

3. Sebutkan susunan kabel UTP sesuai standarisasi TIA 568A dan TIA 568B Sebutkan 4. Sebutkan fungsi tiap pin dalam konektor RJ-45

KESIMPULAN DAN SARAN

(18)

Lampiran 5

“Judul Praktikum”

Template Laporan Praktikum

LAPORAN PRAKTIKUM

SMK Negeri 2 Sampit

TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN JARINGAN

NAMA :

KELAS :

I. TUJUAN

II. TEORI SINGKAT

III. ALAT DAN BAHAN

IV. LANGKAH KERJA

V. HASIL PRAKTIKUM

Setelah melakukan PRAKTIKUM ini saya mampu ….

VI. SCREENSHOT KEGIATAN

VII. KESIMPULAN

Melalui hasil PRAKTIKUM yang saya lakukan tadi dapat disimpulkan bahwa …..

DIPERIKSA OLEH

BRAWIJAYA, S.ST.

NIP. 19861023 201101 1 014

Sampit , …. Agustus 2022 DIBUAT OLEH

“Nama Pembuat”

NISN.

Referensi

Dokumen terkait

menghubungkan dua buah perangkat keras dengan OSI layer yang berbeda. B) Kabel crossover digunakan untuk menghubungkan dua buah perangkat keras dengan OSI layer yang sama. C)

Berbeda dengan tipe Straigh Through, pemamfaatan kabel tipe Cross Over ini digunakan untuk menyambungkan antara perangkat (device) yang sejenis misalnya komputer dengan komputer

Melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe TPS (Teams Pair Solo), peserta didik dapat menghubungkan sistem reproduksi pada manusia dan gangguan pada sistem

Komunikasi daring tak serempak atau komunikasi asinkron adalah komunikasi menggunakan perangkat komputer dan jaringan Internet yang dilakukan secara tunda. Jenis komunikasi

Proses ini terjadi karena cahay melewati dua medium (udara dan air) yang memiliki kerapatan optik yang berbeda. Syarat- syarat terjadinya pembiasan ada dua. Pertama, cahaya

Dengan menggunakan artikel tentang subak di Bali, siswa dapat menghubungkan kondisi daerah dengan kegiatan ekonomi di daerahnya yang memiliki ketampakan alam yang berbeda dalam

C4 PG Andi pencampuran dua jenis zat melakukan yang berbeda, setelah dicampurkan, didapatkan ciri-ciri antara lain: Partikel penyusun dengan partikel lainnya

Media jaringan komputer dapat melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling melakukan pertukaran informasi,