KABUPATEN LOMBOK UTARA
Dr. H. NAJMUL AKHYAR, SH., MH.
BUPATI LOMBOK UTARA
H. SARIFUDIN, SH., MH.
WAKIL BUPATI LOMBOK UTARA
BUPATI LOMBOK UTARA
SAMBUTAN
Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, hanya karena ijin dan rahmatNYA buku Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lombok Utara tahun 2016-2021 ini dapat diterbitkan. Buku ini disusun berdasarkan hasil perubahan peraturan daerah nomor 10 tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016-2021.
Bencana gempa bumi yang melanda Propinsi Nusa Tenggara Barat Tanggal 29 Juli 2018 pada pukul 05:47:39 WIB dan 5 Agustus 2018 Pukul 18:46:35 WIB dengan magnitude masing-masing 6.4 dan 7.0 SR kemudian diselingi oleh banyaknya gempa susulan baik yang bisa dirasakan maupun tidak. Kabupaten Lombok Utara merupakan daerah terdampak paling besar di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Hal ini menuntut paradigma pembangunan nasional dan daerah, baik dalam upaya pemulihan maupun mitigasi dan adaptasi terhadap bencana. Berpijak pada hal di atas maka peraturan daerah kabupaten Lombok Utara 10 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016-2021 dirubah.
Dokumen Perubahan RPJMD merupakan pedoman untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Lombok Utara selama sisa periode RPJMD ini, yang akan mejadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Lombok Utara dengan titik berat utama pada pemulihan pasca bencana secara terpadu dan selaras dengan pembangunan provinsi NTB dan Nasional.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 ii Ucapan terima kasih disampaikan atas peran aktif masyarakat, komitmen dan dukungan DPRD, swasta, aparatur pemerintah Kab. Lombok Utara, pemerintah provinsi NTB dan Pemerintah Pusat yang telah memberikan pendapat, saran dan usulan yang bersifat membangun dalam proses penyusunan secara bersama-sama hingga ditetapkannya peraturan daerah tentang perubahan RPJMD Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016- 2021.
BUPATI LOMBOK UTARA
Dr. H. NAJMUL AKHYAR, S.H.,M.H.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 iii BUPATI LOMBOK UTARA
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 5 TAHUN 2019
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA TAHUN 2016 - 2021
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK UTARA,
Menimbang : a. bahwa sehubungan dengan adanya perubahan yang mendasar dalam upaya menyelaraskan pembangunan daerah dengan perubahan kebijakan nasional serta dalam rangka mendukung percepatan penanganan bencana alam gempa bumi yang dituangkan dalam kebijakan daerah sesuai dengan ketentuan Pasal 342 ayat (1) hurup c Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, maka peraturan daerah Kabupaten Lombok Utara 10 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016-2021 perlu dirubah;
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 iv b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud hurup a perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lombok Utaran Tahun 2016-2021.
Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4280);
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 – 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 v Propinsi Nusa Tenggara Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4872);
10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
11. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5490);
12. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1988 tentang Koordinasi Kegiatan Instansi Vertikal di Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1988 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3373);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 210, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4028);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelanggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 vi Daerah kepada Pemerintah, Laporan Katerangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4639);
17. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);
18. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
19. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);
20. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);
21. Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 136);
22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 vii Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
24. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 11 Tahun 2006 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2006 Nomor 11);
25. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 2 tahun 2008 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2008 Nomor 2);
26. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 3 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2008 Nomor 3);
27. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 12 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2010 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 12).
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 viii Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
dan
BUPATI LOMBOK UTARA MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA TAHUN 2016 – 2021
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Lombok Utara.
2. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah Kabupaten Lombok Utara.
3. Bupati adalah Bupati Lombok Utara.
4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur Penyelenggara Pemerintahan Daerah Kabupaten Lombok Utara.
5. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Kepala Daerah dan DPRD dalam penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.
6. Badan Perencanaan Pembangunan Daearah yang selanjutnya disebut Bappeda adalah lembaga teknis daerah yang mempunyai tugas dan fungsi koordinasi dalam perumusan kebijakan perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Lombok Utara.
7. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan prioritas dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia.
8. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.
9. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 ix 10. Tujuan adalah sesuatu kondisi yang akan dicapai atau dihasilkan
dalam jangka waktu 5 (lima) Tahunan.
11. Sasaran adalah rumusan kondisi yang menggambarkan tercapainya tujuan, berupa hasil pembangunan daerah/ Perangkat Daerah yang diperoleh dari pencapaian hasil (outcome) program Perangkat Daerah.
12. Arah Pembangunan Daerah adalah strategi untuk mencapai tujuan pembangunan jangka panjang daerah.
13. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi.
14. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan.
15. Program adalah instrument kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah.
16. Indikator kinerja adalah tanda yang berfungsi sebagai alat ukur pencapaian kinerja suatu kegiatan, program atau sasaran dan tujuan dalam bentuk keluaran (output) , hasil (outcome), dampak (impact).
17. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 -2025 yang selanjutnya disebut RPJP Nasional adalah dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional untuk periode 20 ( dua puluh ) tahun terhitung sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2025.
18. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005 -2025 yang selanjutnya disebut RPJP Daerah adalah dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lombok Utara untuk periode 20 (dua puluh ) tahun terhitung sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2025.
19. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016 - 2021 yang selanjutnya disebut RPJM Daerah adalah dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lombok Utara untuk periode 5 ( lima ) tahunan yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Kepala Daerah dengan berpedoman pada RPJP Daerah dan memperhatikan RPJP Nasional.
20. Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang selanjutnya disebut RKPD adalah rencana kerja tahunan sebagai pedoman untuk menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Utara.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 x BAB II
PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH
Pasal 2
Program Pembangunan Daerah periode 2016 -2021 dilaksanakan dengan RPJM Daerah.
Pasal 3
(1) RPJM Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, tercantum dalam Lampiran yang menjadi bagian tidak perpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
(2) RPJM Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi pedoman dalam penyusunan RPKP Daerah Kabupaten yang memuat Program Kegiatan SKPD.
(3) RPJM Daerah Kabupaten sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disusun dengan memperhatikan RPJM Nasional dan RPJP Provinsi Nusa Tenggara Barat
Pasal 4
RPJMD Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016 – 2021 disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH BAB III : GAMBARAN KEUANGAN DAERAH
BAB IV : PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS DAERAH
BAB V : VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN
BAB VI : STRATEGI ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH
BAB VII : KERANGKA PENDANAAN PEMBANGUNAN DAN PROGRAM PERANGKAT DAERAH
BAB VIII : KINERJA PENYELENGGARA PEMERINTAHAN DAERAH
BAB IX : PENUTUP
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 xi BAB III
PENGENDALIAN DAN EVALUASI
Pasal 5
(1) Pemerintah Daerah melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJM Daerah.
(2) Tata cara pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan ditetapkan lebih lanjut dengan Peraturan Bupati.
Pasal 6
(1) Pembangunan Daerah Kabupaten Lombok Utara dalam Kurun waktu Tahun 2016 – 2021 dilaksanakan sesuai dengan RPJMD Kabupaten.
(2) RPJMD Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016 – 2021 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tak terpisahkan dari peraturan daerah ini.
BAB IV PENUTUP
Pasal 7
Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016-2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 xii Pasal 8
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Utara.
Ditetapkan di Tanjung pada tanggal, 11 Juni 2019
BUPATI LOMBOK UTARA,
H. NAJMUL AKHYAR
Diundangkan di Tanjung pada tanggal, 11 Juni 2019
SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA,
H. SUARDI
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA TAHUN 2019 NOMOR 5 NOREG PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 28 TAHUN 2019
DAFTAR ISI
Halaman
SAMBUTAN BUPATI LOMBOK UTARA ... i
PERATURAN DAERAH RPJMD ... iii
DAFTAR ISI ... xiii
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR GAMBAR ... xvii BAB I. PENDAHULUAN ... I-1 1.1 Latar Belakang ... I-1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan ... I-3 1.3. Hubungan Antar Dokumen ... I-5 1.4. Sistematika Penyusunan RPJMD ... I-6 1.5. Maksud dan Tujuan ... I-7 BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH ... II-1 2.1. Aspek Geografi dan Demografi ... II-1 2.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat ... II-18 2.3. Aspek Pelayanan Umum ... II-29 2.4. Aspek Daya Saing Daerah ... II-48 2.5. Kawasan Rawan Bencana ... II-59 BAB III. GAMBARAN KEUANGAN DAERAH ... III-1 3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu ... III-2 3.1.1 Kinerja Pelaksanaan APBD ... III-5 3.1.2 Neraca Daerah ... III-8 3.2 Kebijakan Pengelolaan Keuangan
Masa Lalu ... III-9 3.2.1. Proporsi Penggunaan Anggaran ... III-9 3.2.2. Analisis Pembiayaan ... III-10 3.3. Kerangka Pendanaan ... III-14 3.3.1. Proyeksi Pendapatan dan Belanja ... III-14 3.3.2. Perhitungan Kerangka Pendanaan ... III-17 3.4. Kerangka Pendanaan Pasca Gempa ... III-19 3.4.1. Penilaian Akibat dan Dampak Bencana ... III-19 3.4.2. Kebutuhan Pasca Bencana Berdasarkan Kewenangan ... III-22 3.4.3. Perencanaan dan Pendanaan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi ... III-24 BAB IV. PERMASALAHAN DAN ISU-ISU
STRATEGIS DAERAH ... IV-1 4.1 Permasalahan Pembangunan ... IV-1 4.1.1. Permasalahan Daerah yang Berhubungan dengan
Sasaran Pembangunan Jangka Panjang Daerah ... IV-1 4.1.2. Penilaian Akibat dan Dampak Bencana ... IV-28
4.1.3. Permasalahan Pembangunan yang Berhubungan dengan Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah ... IV-49 4.2. Isu-isu Strategis... IV-67 4.2.1. Analisis Lingkungan Strategis Global... IV-67 4.2.2 Analisis Lingkungan Strategis Nasional ... IV-68 4.2.3. Analisis Lingkungan Strategis Regional ... IV-72 4.2.4. Isu Strategis Daerah ... IV-75 BAB V. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN ... V-1 5.1. Visi ... V-1 5.2. Misi ... V-2 5.3. Tujuan dan Sasaran ... V-2 BAB VI. STRATEGI, ARAH KEBIJAKAN DAN
PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH ... VI-1 6.1 Strategi dan Arah Kebijakan ... VI-1 6.2 Kebijakan Pembangunan Jangka Menengah
Nasional ... VI-14
6.3 Kebijakan Pembangunan Jangka Menengah Provinsi ... VI-18
6.4. Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah ... VI-18 BAB VII. KERANGKA PENDANAAN DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 ... VII-1 BAB VIII. PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH ... VIII-1 BAB IX. PENUTUP ... IX-1
DAFTAR TABEL
Tabel : Halaman
2.1. Luas Wilayah dan Ketinggian dari Permukaan laut Kabupaten Lombok Utara ... II-4 2.2. Nama Kecamatan, Ibu Kota Kecamatan, Jumlah Desa dan Dusun Tahun 2016 ... II-4 2.3. Luas Daratan Berdasarkan Kemiringan Tanah di Rinci Per Kecamatan di Kabupaten Lombok Utara 2017 ... II-6 2.4. Temperatur, Tekanan Udara dan Kecepatan Angin di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016 ... II-9 2.5. Curah Hujan di Kabupaten Lombok Utara 2016 ... II-10 2.6. Sebaran Penduduk Menurut Kecamatan Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016 ... II-17 2.7. Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Lombok Utara Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2016 ... II-20 2.8. Perkembangan Beberapa Indikator Ekonomi Tahun 2012–2016 dengan Perhitungan Baru ... II-22 2.9. IPM, AHH, EYS, MYS, Pengeluaran yang Disesuaikan dan Rangking IPM Kab. Lombok Utara Tahun 2010-2016 ... II-24
2.10. Angka Partisipasi Sekolah di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2012-2016 ... II-26
2.11. Penduduk Bekerja Menurut Lapangan Kerja Utama Tahun 2012-2015 (%) ... II-28
2.12. Pencapaian Indikator SPM Bidang Pendidikan Dasar Tahun 2014-2015 ... II-31
2.13. Pencapaian Indikator SPM Bidang Kesehatan Tahun 2014-2015 ... II-33
2.14. Capaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun 2015 ... II-38 2.15. Pencapaian Indikator Kinerja Urusan Wajib Lingkungan Hidup II-40 2.16. Capaian Kinerja Urusan Perhubungan Tahun 2014-2015 .... II-41 2.17. Pencapaian Kependudukan dan Catatan Sipil ... II-44 2.18. Capaian Kinerja Urusan Tenaga Kerja ... II-45 2.19. Pencapaian Pelayanan Keluarga Berencana dan Keluarga
Sejahtera ... II-47 2.20. Capaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Komunikasi dan Informatika Tahun 2016 ... II-47 2.21. Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Lombok
Utara Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2016 ... II-48
2.22. Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Produksi Padi Tahun 2012-2016 ... II-50
2.23. Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Produksi Jagung Dirinci Per Kecamatan Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016 ... II-51 2.24. Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Produksi Kacang Tanah Dirinci Per Kecamatan Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016 ... II-51 2.25. Obyek Pariwisata Dirinci Menurut Kecamatan Tahun 2016 .. II-53
2.26. Jumlah Kunjungan Wisatawan Tahun 2011-2015 ... II-54 2.27. Hasil Analisis Gambaran Umum Kondisi Daerah Terhadap Capaian Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan ... II-56 3.1. Rata-rata Pertumbuhan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah
Tahun 2014 s/d Tahun 2018 Kabupaten Lombok Utara ... III-6 3.2. Rata-rata pertumbuhan Neraca Daerah Kab. Lombok Utara . III-8 3.3. Analisis Proporsi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur Kabupaten Lombok Utara ... III-10 3.4. Defisit Riil Anggaran Kabupaten Lombok Utara ... III-11 3.5. Komposisi Penutup Defisit Riil Anggaran ... III-11 3.6. Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Kabupaten Lombok Utara ... III-13 3.7. Proyeksi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun 2017-2021 Kabupaten Lombok Utara ... III-15 3.8. Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah untuk Mendanai Pembangunan Daerah Kabupaten Lombok Utara ... III-18 3.9. Rencana Penggunaan Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah Kabupaten Lombok Utara ... III-18 3.10. Rekapitulasi Penilaian Kerusakan dan Kerugian ... III-21 3.11. Rekapitulasi Penilaian Kebutuhan Pemulihan Pasca Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Utara Berdasarkan Kewenangan III-23 3.12. Perencanaan pendanaan rehabilitasi rekonstruksi pescabencana gempa bumi Kabupaten Lombok Utara tahun 2018 – 2019 .. III-26 4.1. Sektor, Sub Sektor Penilaian Kerusakan dan Kerugian ... IV-28 4.2. Jumlah Perkiraan kerusakan perumahan dan jumlah yang telah terverifikasi ... IV-29 4.3. Rekapitulasi Penilaian Kerusakan dan Kerugian Sektor
Permukiman ... IV-30 4.4. Rekapitulasi Penilaian Kerusakan dan Kerugian Sektor
Infrastruktur ... IV-31 4.5. Rekapitulasi Penilaian Kerusakan dan Kerugian Sektor Ekonomi Produktif ... IV-33
4.6. Rekapitulasi Penilaian Kerusakan dan Kerugian Sektor Sosial ... IV-35
4.7. Jumlah Kerusakan Sarana Prasarana Sektor Sosial ... IV-36 4.8. Rekapitulasi Penilaian Kerusakan dan Kerugian Lintas Sektor IV-40 4.9. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Sasaran Pembangunan Jangka Panjang Daerah ... IV-43 4.10. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah ... IV-50 5.1. Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran ... V-3 6.1. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi Kab. Lombok Utara VI-2 6.2. Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Lombok Utara... VI-6
6.3 Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah Tahun 2016-2021 ... VI-19
7.1. Rencana Program Daerah Tahun 2016-2021 ... VII-2 8.1. Indikator Kinerja Utama Kabupaten Lombok Utara 2016-2021 VIII-2 8.2. Penetapan Indikator Kinerja Daerah Terhadap Capaian Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Kab. Lombok Utara VIII-4 8.3. Indikator Kinerja Perubahan RPJMD Kabupaten Lombok Utara Periode 2016-2021 ... VIII-8
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1.1 Hubungan Antar Dokumen Perencanaan ... I-6 2.1 Grafik Luas Wilayah Kab. Lombok Utara (km2) ... II-2 2.2 Peta Administrasi Kabupaten Lombok Utara ... II-3 2.3 Peta Kelerengan Kabupaten Lombok Utara ... II-7 2.4 Endapan Sungai Bentek ... II-11 2.5 Outcrop breksi pada dinding kaldera rinjani yang merupakan anggota Formasi Gunungapi Tak Terpisahkan (Qhv) ... II-12 2.6 Outcrop batuan lava penciri Formasi Lokopiko yang dijumpai di Dasan Belek Kecamatan Kayangan ... II-12 2.7 Outcrop lava yang merupakan anggota dari Formasi Kalibalak yang dijumpai di daerah Malaka Kecamatan Pemenang ... II-13 2.8 Peta Geologi Regional dilayout oleh BPBD Kab. Lombok Utara II-13 2.9 Peta Pola Aliran Sungai Kab. Lombok Utara ... II-14 2.10 Peta Kondisi Air Bersih di Kab. Lombok Utara... II-15 2.11 Peta Guna Lahan Kabupaten Lombok Utara ... II-16 2.12 Peta Kepadatan Penduduk Menurut Desa ... II-18 2.13 Angka Kemiskinan Tahun 2010-2017 ... II-23 2.14 Grafik Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lombok Utara Berdasarkan Perhitungan Metode Baru Tahun 2010 -2016 .. II-25 2.15 Grafik Indeks Pembangunan Manusia Kab./Kota di Prov. NTB dan Pertumbuhannya Tahun 2016 ... II-25 2.16 Grafik Angka Partisipasi Sekolah Th 2012-2016 ... II-27 2.17 Grafik Angka Melek Huruf Penduduk Usia 15 Tahun Keatas (%) Rata-rata Lama Sekolah Penduduk Usia 25 Tahun Keatas (Tahun) Th 2012-2016 ... II-27 2.18 Grafik Lapangan Kerja Utama Penduduk Tahun 2012-2015 . II-29 2.19 Peta Ibu Hamil Kurang Energi Kronis ... II-34 2.20 Peta Ibu Hamil Anemia ... II-35 2.21 Peta Balita Gizi Kurang/Bawah Garis Merah ... II-36 2.22 Peta Desa dengan Penyakit TBC Positif ... II-37 2.23 Grafik Capaian Kinerja Urusan Tenaga Kerja ... II-46 2.24 Grafik Distribusi Persentase PDRB Kab. Lombok Utara Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014-2016 II-49 2.25 Grafik Kunjungan Wisatawan Tahun 2011-2016 ... II-55 3.1 Proporsi Realisasi Belanja Langsung dan Tidak Langsung .... III-10 3.2 Diagram kerusakan dan kerugian ... III-22 3.3 Proporsi rencana sumber pendanaan rehabilitasi dan
rekonstruksi ... III-27 4.1 Peta Ancaman Banjir Bandang Kabupaten Lombok Utara .... IV-4
4.2 Peta Risiko Bencana Banjir Bandang Kab. Lombok Utara ... IV-5 4.3 Peta lokasi terdampak banjir bandang 4 November 2016 di Kecamatan Pemenang ... IV-6 4.4 Peta Ancaman Bencana Cuaca Ekstrim Kab. Lombok Utara . IV-7 4.5 Peta Risiko Bencana Cuaca Ekstrim Kab, Lombok Utara ... IV-7 4.6 Peta Ancaman Bencana Banjir Kabupaten Lombok Utara ... IV-8 4.7 Peta Risiko Bencana Banjir Kab. Lombok Utara ... IV-9 4.8 Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Rinjani ... IV-10 4.9 Peta ancaman bencana erupsi gunungapi Kab, Lombok Utara IV-13 4.10 Peta Ancaman Bencana Gempa Bumi Kab, Lombok Utara .... IV-14 4.11 Peta Risiko Bencana Gempa Bumi ... IV-15
4.12 Peta seismisitas gempa di NTB menurut magnitude (2008–2017) ... IV-16
4.13 Peta sebaran gempa di NTB menurut kedalaman gempa (2008–2017) ... IV-16 4.14 Peta Sebaran Pusat Gempa Lombok pada Bulan Juli sampai dengan 13 September 2018 ... IV-18 4.15 Peta Ancaman Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kab. Lombok Utara ... IV-19 4.16 Peta Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Lombok Utara ... IV-20 4.17 Peta Jumlah Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Lombok Utara Menurut Wilayah ... IV-20 4.18 Peta Ancaman Kekeringan Kab. Lombok Utara ... IV-22 4.19 Peta Risiko Bencana Kekeringan Kabupaten Lombok Utara .. IV-22 4.20 Peta jumlah dropping air bersih oleh BPBD Kab. Lombok Utara Tahun 2017 ... IV-24 4.21 Peta Ancaman Longsor Kab. Lombok Utara ... IV-25 4.22 Peta Risiko Bencana Longsor Kabupaten Lombok Utara ... IV-26 4.23 Peta Ancaman Tsunami Kab. Lombok Utara ... IV-27 4.24 Peta Risiko Bencana Tsunami Kabupaten Lombok Utara ... IV-27 4.25 Kerusakan Ruas Jalan Nasional di Kec. Gangga ... IV-32
4.26 Wisatawan mancanegara keluar dari lokasi wisata Gili Trawangan ... IV-34
4.27 Kerusakan salah satu sekolah di Kabupaten Lombok Utara . IV-36 4.28 Presiden RI meninjau Kerusakan RSUD Tanjung ... IV-38 4.29 Kerusakan Masjid Lading-lading ... IV-39 4.30 Kantor Bupati Lombok Utara sebelum dirubuhkan dan setelah dirubuhkan ... IV-41 4.31 Kantor sementara pemerintahan Kabupaten Lombok Utara . IV-41 4.32 Isu Strategis Pembangunan Kabupaten Lombok Utara Tahun
2016-2021 ... IV-78 6.1 Diagram Strategi Penanggulangan Kemiskinan Holistik Integratif Berbasis Wilayah/Spasial (Level 1) ... VI-10
6.2 Diagram Strategi Holistik Integratif Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal (Peningkatan Produksi Pertanian Lahan Kering/Quick Wins) (Level 2) ... VI-11 6.3 Diagram Strategi Holistik Integratif Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal (Pengolahan/Industrialisasi Hasil Pertanian/Quick Wins) (Level 2) ... VI-12 6.4 Diagram Strategi Peningkatan Status Gizi Ibu dan Anak Holistik Integratif Berbasis Wilayah/Spasial ... VI-13 6.5 Strategi Pembangunan Nasional 2015-2019 ... VI-16
I-1
Lampiran : Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor : 5 Tahun 2019
Tanggal : 11 Juni 2019
Tentang : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016-2021
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Tanggal 29 Juli 2018 pada pukul 05:47:39 WIB dan 5 Agustus 2018 Pukul 18:46:35 WIB telah terjadi gempa dengan guncangan cukup besar dengan magnitude masing- masing 6.4 dan 7.0 SR. Dua gempa ini diselingi oleh banyaknya gempa susulan baik yang bisa dirasakan maupun tidak. Adapun jumlah penduduk terpapar sangat tinggi dimana hampir semua masyarakat Kabupaten Lombok Utara terkena dampak yang diakibatkan.
Dampak gempa di Lombok Utara menyebabkan sebanyak 481 jiwa meninggal dunia, dimana hingga tanggal 18 September 2018 sebanyak 101.735 jiwa mengungsi.Banyak bangunan rumah mengalami kerusakan dengan rumah rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan. Selain itu, berbagai fasilitas ekonomi (pasar, pertokoan, perhotelan dan akomodasi lainnya), fasilitas umum dan sosial, kantor pemerintahan, sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, air bersih serta layanan publik lainnya terganggu. Beberapa fasilitas umum dan kantor pemerintahan yang mengalami rusak berat yakni, 1 (satu) unit rumah sakit umum daerah, 8 (delapan) unit Puskesmas dan 45 unit Puskesmas Pembantu, polindes, poskesdes, poyandu yang tersebar di 5 (lima) kecamatan sehingga sampai dengan hari ke-4 sesudah kejadian tidak dapat memberikan pelayanan. Selain itu, bangunan kantor pemerintahan sebagian besar mengalami kerusakan termasuk peralatan kantor yang dimiliki sehingga tidak dapat memberikan pelayanan seperti semestinya.
Dengan kejadian bencana yang berdampak sangat masif, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021 telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016, perlu dilakukan revisi RPJMD sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021
I-2
Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Selain kejadian bencana perlunya perubahan RPJMD disebabkan oleh :
1. Amanat Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, yang diatur lebih lanjut dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Utara, yang menyatakan bahwa dokumen perencanaan agar disesuaikan dengan perangkat daerah, yang secara otomatis terjadi perubahan terhadap Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) penanggungjawab urusan.
2. Terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
3. Perlunya perbaikan dokumen perencanaan dalam rangka membangun Sistem Akuntabilitas Kinerja yang baik.
Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 86 Tahun 2017, proses penyusunan Perubahan RPJMD Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016-2021 dilakukan sebagaimana proses penyusunan RPJMD yakni diawali dengan Persiapan penyusunan Perubahan RPJMD;
Penyusunan Rancangan Awal Perubahan RPJMD; Penyusunan Rancangan Perubahan RPJMD, Pelaksanaan Musrenbang Perubahan RPJMD;
Perumusan Rancangan Akhir Perubahan RPJMD dan Penetapan Perubahan RPJMD.
Perubahan RPJMD Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016-2021 merupakan RPJMD periode 5 tahun kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Lombok Utara Tahun 2005- 2025. Perubahan RPJMD terintegrasi dan dijabarkan kembali dalam Perubahan Renstra OPD se Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016-2021 dalam bentuk program dan kegiatan yang disertai kebutuhan pendanaan.
Program-program yang menjadi prioritas pembangunan Daerah seperti Terbangunnya ketahanan terhadap bencana secara progresif dan terjaganya kualitas lingkungan hidup, Meningkatkan kualitas akhlak dan budi pekerti berdasarkan nilai luhur agama dan budaya, Meningkatnya kualitas hidup masyarakat Pasca Bencana, Meningkatkan (Pemulihan) Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif berbasiskan Potensi daerah, Meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik dan Meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur yang dilaksanakan dengan strategi holistik integratif sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing OPD.
I-3 1.2. DASAR HUKUM PENYUSUNAN
Penyusunan dokumen Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021 berdasarkan pada :
1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Repbulik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
4. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4872);
5. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Repulik Indonesia Nomor 4674);
6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6178);
8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015- 2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);
9. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021
I-4
Nomor 136);
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah Dengan Peraturan Menteri DalamNegeriNomor 21 Tahun 2011t entang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pembuatan dan Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2018 Nomor 459);
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 98 Tahun 2018 tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah;
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal;
15. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2013-2018;
16. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 10 Tahun 2010 tentang Urusan Pemerintah yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2010 Nomor 10, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 10);
17. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 12 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2010 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 12);
18. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016 Nomor 15, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 62);
I-5 1.3. HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN
Dokumen Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021 berpedoman kepada RPJPD Kabupaten Lombok Utara 2005-2025 dengan visi Lombok Utara Sejahtera dan Bermartabat, memperhatikan RPJM Nasional Tahun 2015-2019 yang memiliki visi : Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong; dan memperhatikan RPJMD Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2013-2018 dengan visi Mewujudkan Masyarakat NTB yang Beriman, Berbudaya, Berdaya Saing dan Sejahtera.
Penyusunan Perubahan RPJMD Tahun 2016-2021 memperhatikan dan mempertimbangkan struktur dan pola penataan ruang sesuai dengan RTRW Kabupaten Lombok Utara sebegai dasar untuk menetapkan lokasi program pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang di Kabupaten Lombok Utara. Di samping itu penyusunan Perubahan RPJMD juga memperhatikan RTRW Nasional, RTRW Provinsi NTB serta RTRW kabupaten-kabupaten yang berbatasan yakni Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur.
Kabupaten Lombok Utara umunya berbatasan dengan kawasan lindung dengan kabupaten lainnya yakni Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Sementara perbatasan di kawasan budidaya ditemui pada wilayah perbatasan dengan Lombok Barat dan Lombok Timur.
Selanjutnya Perubahan RPJMD menjadi pedoman bagi OPD dalam penyusunan Perubahan Renstra OPD. Renstra OPD harus terintegrasi dan sesuai dengan RPJMD dalam memecahkan isu-isu strategis sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing OPD; keselarasan dalam visi, misi, tujuan dan sasaran; keselarasan dalam strategi dan arah kebijakan;
mempedomani kebijakan umum dan program pembangunan daerah serta mempedomani indikasi rencana program prioritas disertai kebutuhan pendanaan.
Pelaksanaan Perubahan RPJMD Tahun 2016-2021 setiap tahun dijabarkan ke dalam RKPD sebagai suatu dokumen perencanaan tahunan daerah yang memuat prioritas program dengan kegiatan. RKPD menjadi acuan dalam pelaksanaan musyawararah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan secara berjenjang. Selanjutnya OPD dengan berpedoman pada Renstra OPD dan RKPD menyusun rencana kerja tahunan berupa Renja OPD. Gambaran tentang hubungan antara RPJMD dengan dokumen perencanaan lainnya sebagai kesatuan sistem perencanaan dan sistem penganggaran disajikan pada gambar 1.1.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021
I-6
Gambar 1.1. Hubungan Antar Dokumen Perencanaan
1.4. SISTEMATIKA PENYUSUNAN RPJMD
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1.2. Dasar Hukum Penyusunan
1.3. Hubungan Antar Dokumen Perencanaan 1.4. Sistimatika Penyusunan Perubahan RPJMD 1.5. Maksud dan Tujuan
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1.
Aspek Geografi dan Demografi2.2.
Aspek Kesejahteraan Masyarakat2.3.
Aspek Pelayanan Umum2.4.
Aspek Daya Saing DaerahBAB III GAMBARAN KEUANGAN DAERAH 3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu
3.2. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu 3.3. Kerangka Pendanaan
3.4. Kerangka Pendanaan Pasca Gempa
BAB IV PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS DAERAH 4.1. Permasalahan Pembangunan
4.2. Isu Strategis
I-7
BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. Visi
5.2. Misi
5.3. Tujuan dan Sasaran
BAB VI STRATEGI, ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH
BAB VII. KERANGKA PENDANAAN PEMBANGUNAN DAN PROGRAM PERANGKAT DAERAH
BAB VIII. KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
BAB IX. PENUTUP
1.5. MAKSUD DAN TUJUAN
Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021 disusun dengan maksud untuk mengarahkan penyelenggaraan pemerintahan daerah, masyarakat dan dunia usaha dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan pembangunan nasional, provinsi serta visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara periode 2016-2021 yang responsif terhadap kejadian bencana
Sedangkan tujuan yang hendak dicapai dari penyusunan Perubahan RPJMD Tahun 2016-2021 adalah :
1. Menetapkan visi, misi, tujuan,sasaran, strategi, arah kebijakan, kebijakan umum, program dan kegiatan pembangunan daerah jangka menengah, serta indikator kinerja pembangunan daerah responsif bencana;
2. Menetapkan pedoman bagi penyusunan Perubahan Rencana Strategis (Renstra OPD), Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), Rencana Kerja (Renja) OPD dan dokumen penganggaran serta indikator kinerja pembangunan daerah responsif bencana;
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi antar ruang, antar waktu dan antar fungsi pemerintahan.
4. Menjamin terwujudnya keterpaduan antara perencanaan pembangunan kabupaten dengan perencanaan pembangunan provinsi dan perencanaan pembangunan nasional serta antar kabupaten yang berbatasan.
5. Menjamin tercapainya pemanfaatan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.
BAB II
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1. ASPEK GEOGRAFI DAN DEMOGRAFI
Kabupaten Lombok Utara pada awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Lombok Barat yang termasuk dalam 15 (lima belas) Kecamatan yaitu Kecamatan Bayan, Gangga, Kayangan, Tanjung, Pemenang, Gunungsari, Batulayar, Narmada, Lingsar, Labuapi, Kediri, Kuripan, Gerung, Lembar dan Sekotong Tengah.
Seiring dengan terjadinya perkembangan yang menuntut pelayanan administrasi pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan masyarakat yang maksimal tercetus keinginan warga masyarakat Kabupaten Lombok Barat bagian Utara untuk mengusulkan pemekaran Kabupaten lombok Barat bagian Utara menjadi Kabupaten Lombok utara. Alasan pemekaran Kabupaten ini adalah dalam rangka percepatan pembangunan dan pendekatkan pelayanan masyarakat yang mana dengan dipindahkannya Ibukota Kabupaten lombok Barat di Gerung berimplikasi pada semakin jauhnya jarak tempuh masyarakat Lombok Barat bagian utara ke pusat pemerintahan Kabupaten.
Proses dan tahapan berlanjut pada usulan pemekaran Kabupaten Lombok Barat dengan diagendakannya 12 Rancangan Undang Undang dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat, termasuk Undang Undang tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara yakni dengan diterbitkannya Surat Ketua DPR RI kepada Presiden RI Nomor RU.02/8231/DPR-RI/2007 tanggal 25 Oktober 2007 perihal Usul DPR mengenai 12 RUU tentang Pembentukan Kabupaten/Kota dan RUU tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 53 Tahun 1999.
Perjuangan Pembentukan Kabupaten Lombok Utara yang menjadi harapan seluruh Masyarakat Lombok Utara akhirnya terwujud dengan Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi tonggak sejarah bagi keberlangsungan pemerintahan Kabupaten Lombok Utara dengan Penjabat Bupati DRS. H. LALU BAKRI yang pelantikannya dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2008 oleh Menteri dalam Negeri atas nama presiden RI.
Daerah Otonomi baru, belum memiliki Bupati dan Wakil Bupati Definitif maka KPUD Kabupaten Lombok Barat sebagai Pelaksana Pemilu-Kada Kabupaten Lombok Utara diselenggarakan pada tanggal 7 Juni 2010. Pemilu-Kada pertama ini diikuti oleh empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dan telah berhasil dilaksanakan dengan aman, damai, dalam suasana yang sangat
Pemenang, 81.09
Tanjung, 115.64
Gangga, 157.35 Kayangan,
126.35 Bayan, 329.1
kondusif. Masyarakat telah memilih Pemimpin mereka untuk selanjutnya ditetapkan oleh KPUD Kabupaten Lombok Barat Pemenang Pemilu-Kada Kabupaten Lombok Utara yakni Pasangan H. Djohan Sjamsu, S.H. sebagai Bupati dan H. Najmul Ahyar, S.H., M.H., sebagai wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara periode 2010- 2015.
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Lombok Utara tercatat sebagi tonggak sejarah Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Lombok Utara bahwa H. Djohan Sjamsu, S.H. dan H. Najmul Ahyar, S.H., M.H., sebagai Bupati dan Wakil Bupati PERTAMA Kabupaten Lombok Utara.
Gambar. 2.1 Grafik Luas Wilayah Kabupaten Lombok Utara (Km2) Kabupaten Lombok Utara terletak antara 115⁰28’ - 115⁰46’
Bujur Timur dan antara 8⁰120’ - 8⁰550’ Lintang Selatan. Total luas daratan Kabupaten Lombok Utara mencapai 809,53 Km2 dan luas perairan laut mencapai 503,24 Km2. Terdiri dari 5 (lima) Kecamatan yaitu Kecamatan Bayan 329,1 Km2, Kayangan 126,35 Km2, Gangga 157,35 Km2, Pemenang 81,09 Km2 dan Kecamatan Tanjung 115,64 Km2 sebagai Ibukota Kabupaten.
Gambar 2.2 Peta Administrasi Kabupaten Lombok Utara
Kabupaten Lombok Utara mempunyai luas wilayah daratan yakni seluas 809,53 Km2. Secara administratif Kabupaten Lombok Utara terdiri atas 5 (lima) Kecamatan yaitu Kecamatan Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan, dan Kecamatan Bayan. Kecamatan yang memiliki daerah terluas adalah Kecamatan Bayan dengan luas wilayah 329,10 Km2 atau 40,65% dari luas wilayah keseluruhan Kabupaten Lombok Utara. Kecamatan Bayan terdiri dari 9 Desa dan 114 Dusun. Kecamatan Pemenang memiliki wilayah paling kecil yaitu dengan luas wilayah 81,09 Km2 atau 10,02 % dari Luas wilayah Kabupaten Lombok Utara. Kecamatan Pemenang yang terdiri dari 4 Desa dan 51 Dusun. Jumlah desa yang terdapat di Kabupaten Lombok Utara Sebanyak 33 Desa. Disajikan pada tabel 2.1 dibawah ini.
Tabel 2.1 Luas Wilayah dan Ketinggian dari Permukaan Laut Kabupaten Lombok Utara
Kecamatan Luas (km2) Persentase Ketinggian dari permukaan laut
(m)
1. Pemenang 115,64 14,28 10
2. Tanjung 81,09 10,02 5
3. G a n g g a 157,35 19,44 5
4. Kayangan 126,35 15,61 5
5. B a y a n 329,1 40,65 7
Jumlah 809,53 100,00
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara, 2017 Tabel 2.2 Nama Kecamatan, Ibu Kota Kecamatan,
Jumlah Desa dan Dusun Tahun 2016
Kecamatan Ibu Kota Jumlah
Desa
Jumlah Dusun
1. Pemenang Pemenang 4 51
2. Tanjung Tanjung 7 88
3. G a n g g a Gangga 5 77
4.Kayangan Kayangan 8 112
5. B a y a n Bayan 9 114
Jumlah 33 442
2015 33 442
2014 33 376
2013 33 376
2012 33 376
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara, 2017
Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki letak yang strategis di bagian utara Pulau Lombok, berjarak sekitar 20 Km dari Pusat Pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Barat di Mataram.
Secara umum Kabupaten Lombok Utara merupakan wilayah yang dinamis berbagai dinamika pembangunan terus berlangsung baik dibidang politik, ekonomi, sosial maupun budaya, sehingga berbagai perkembangan terjadi pada hampir semua sektor terutama pada sektor pariwisata, pertanian, dan perkebunan.
Kondisi Topografi
Berdasarkan kondisi topografinya, Wilayah Kabupaten Lombok Utara didominasi oleh jenis kemiringan lereng. Adapun klasifikasi lereng yang digunakan dalam tulisan ini adalah Klasifikasi Lereng Van Zuidam, 1985. Klasifikasi ini mencakup sudut dan persentase lereng yang menentukan jenis serta proses yang biasa terjadi.
Kemiringan tanah (lereng) merupakan beda tinggi dari dua tempat yang berbeda yang dinyatakan dalam persen artinya beberapa meter berbeda tinggi dari dua tempat yang berbeda dinyatakan dalam jarak 100 meter mempunyai beda tinggi 2 meter.
Pada Tabel 2.3 terlihat bahwa sebagian besar permukaan tanah di Kabupaten Lombok Utara mempunyai kemiringan tanah ≤ 40 % yaitu mencapai 48.571,80 Ha atau 60 % dari keseluruhan wilayah, diikuti dengan kemiringan tanah 15 – 40 % yang meliputi 20.238,25 Ha atau 25 % dari keseluruhan luas tanah, kemiringan tanah 2 - 15
% mencapai luas 10.523,89 Ha atau 13 % dan kemiringan 0 - 2%
mencapai luas 1.619,06 Ha atau hanya 2 % dari keseluruhan luas tanah yang ada.
Ketinggian wilayah Kabupaten Lombok Utara berada pada kisaran 0 ≤ 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan ketinggian rata-rata 539,69 mdpl. Luas wilayah dengan ketinggian 0 - 100 meter dari permukaan laut mencapai 8.095,30 Ha, wilayah dengan ketinggian 100 – 500 meter d.p.l mencapai 1.619,06 Ha dan diatas 1000 meter d.p.l mencapai 539,69 Ha.
Tabel 2.3 Luas Daratan Berdasarkan Kemiringan Tanah di Rinci Per Kecamatan di Kabupaten Lombok Utara 2017
No Kecamatan
Klasifikasi kemiringan tanah (Ha)
Jumlah %
0-2 % % 2-15 % % 15-40% % Diatas 40% %
1 Pemenang 162,18 10,02 1.054,17 10,02 2.027,25 10,02 4.865,40 10,02 8.109 10,02 2 Tanjung 231,28 14,28 1.503,32 14,28 2.891,00 14,28 6.938,40 14,28 11.564 14,28 3 Gangga 314,70 19,44 2.045.55 19,44 3.933,75 19,44 9.441,00 19,44 15.735 19,44 4 Kayangan 252,70 15,61 1.642,55 15,61 3.158,75 15,61 7.581.00 15,61 12.635 15,61 5 Bayan 658,20 40,65 4.278,30 40,65 8.227,50 40,65 19.746,00 40,65 32.910 40,65 TOTAL 1.619,06 2,00 10.523,89 13,00 20.238,25 25,00 48.571,80 60,00 80.953 100,00
Sumber Data: BPN Perwakilan Kabupaten Lombok Utara
Sebagai kabupaten yang memiliki gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia, yaitu Gunung Rinjani (3726 mdpl), maka sebagian wilayah Kabupaten Lombok Utara termasuk dalam kawasan Pegunungan Rinjani. Gunung Rinjani terletak di bagian Tenggara/ Timur kabupaten dan wilayah Danau Segara Anak yang terdapat di tengah kawah Gunung Rinjani juga merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Lombok Utara. Kawasan Gunung Rinjani ini melampar ke bagian barat dan sekitar 27 % luas wilayah Kabupaten Lombok Utara termasuk dalam kawasan Gunung Rinjani.
Selain menggunakan analisa lereng dari BPN yang berupa luasan dari masing-masing kelompok persen lereng, BPBD Kabupaten Lombok Utara juga melakukan pengklasifikasian kelas lereng menurut acuan tertentu, yaitu Klasifikasi Kelas Lereng menggunakan klasifikasi Van Zuidam, 1985.
Gambar 2.3 Peta Kelerengan Kabupaten Lombok Utara Berdasarkan klasifikasi tersebut di atas, Tim Pemetaan BPBD Kabupaten Lombok Utara membuat peta kelerengan dari raster DEM (Digital Elevation Map). Dari peta kelerengan yang telah dibuat oleh BPBD Kabupaten Lombok Utara, memperlihatkan adanya beda tinggi yang cukup signifikan antara daerah satu dengan yang lain. Secara umum peta kelerengan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Kecamatan Pemenang (terdiri dari 4 Desa: Desa Pemenang Barat, Pemenang Timur, Malaka, dan Desa Gili Indah);
Sebagian besar wilayah kecamatan ini berada pada persen
kemiringan di atas 30% (Curam/ Steep). Dataran sebagian besar terdapat pada bagian ibukota kecamatan (Pemenang Barat dan Pemenang Timur bagian Utara. Pada bagian Selatan Kecamatan Pemenang, terdapat barisan perbukitan yang membentuk lembah menyerupai huruf U. Di tengah lembah besar itulah terdapat Dusun Menggala, Telaga Wareng, Kerujuk, dan Bentek. Untuk wilayah Desa Gili Indah, wilayah ini juga termasuk wilayah landai (datar) dan memiliki satu bukit di Gili Trawangan.
- Kecamatan Tanjung (terdiri dari 7 Desa: Desa Sokong, Sigar Penjalin, Medana, Tegal Maja, Tanjung, Teniga dan Jenggala) : Wilayah ini memanjang Barat Laut – Tenggara. Pada bagian berdekatan pantai, daerah ini cukup landai. Namun secara berangsur semakin terjal ke arah Selatan dan Tenggara.
Adapun desa yang memiliki topografi lebih terjal adalah Desa Jenggala bagian Selatan, Desa Tegal Maja bagian Selatan serta Desa Teniga bagian Selatan. Untuk Desa Sokong, Sigar Penjalin Medana, dan Tanjung relatif landai dan didominasi oleh kelas lereng 0% – 15% (Datar – Miring).
- Kecamatan Gangga (terdiri dari 5 Desa: Desa Bentek, Genggelang, Rempek, Sambik Bangkol, dan Desa Gondang), Wilayah dengan slope (kemiringan) tertinggi adalah Desa Bentek dan Desa Rempek bagian Tenggara. Terkhusus Desa Bentek, sebagian besar wilayah berada dalam kelas lereng 30%
– 70% (curam/ steep). Wilayah lainnya didominasi oleh kelas lereng 0% – 7% (datar – sedikit miring).
- Kecamatan Kayangan (terdiri dari 8 Desa: Desa Kayangan, Pendua, Sesait, Gumantar, Santong, Selengen, Dangiang, dan Desa Salut) : Adapun wilayah Barat/ Barat Laut untuk semua desa terhitung cukup landai dengan kelas lereng 0% – 7%.
Namun daerah sekitar aliran sungai besar memiliki kemiringan cukup signifikan karena berupa lembah fluvial yang terbentuk dari perkembangan daerah sungai. Daerah di atasnya (Tenggara dan Selatan) berangsur makin curam. Daerah Hulu Lokoq Santong sebagai yang berbatasan dengan Desa Gumantar dan Rempek bagian hulu memiliki kelas lereng paling tinggi yaitu 70% – 140% (sangat curam). Daerah ini tidak digunakan sebagai tempat bermukim masyarakat, maka daerah ini terhitung tidak membahayakan terkecuali jika terjadi proses dalam skala besar yang tertransport sampai ke daerah bagian bawah yang banyak ditempati masyarakat bermukim. Daerah paling landai di Kecamatan Kayangan adalah: Desa Kayangan, Pendua, Salut, Sesait, dan Dangiang
dengan kelas lereng dominan 0% - 7%. Sedangkan desa yang lain beragam sampai dengan tertinggi 140%.
- Kecamatan Bayan (terdiri dari 9 Desa: Desa Mumbul Sari, Akar- Akar, Sukadana, Anyar, Karang Bajo, Senaru, Bayan, Loloan, dan Desa Sambik Elen): Adapun wilayah Bayan memiliki karakteristik kelerengan yang cukup mirip dengan Kecamatan Kayangan. Namun daerah hulu dari Kecamatan Bayan memiliki kelerengan maksimum sampai dengan lebih dari 140% (curam ekstrim) tepatnya dinding kawah Gunung Rinjani di Desa Senaru. Adapun daerah dengan kelas lereng paling landai adalah Desa Anyar, Karang Bajo, dan Desa Mumbul Sari. Untuk desa-desa yang lain memiliki persen lereng maksimum sampai dengan 140% (kecuali Desa Senaru, yang memiliki persen lereng lebih dari 140% pada daerah bagian paling Selatan).
Kondisi Klimatologi
Kondisi topografi Kabupaten Lombok Utara pada bagian utara menyusurkebagian tengah terdapat gugusan pegunungan dengan hutan lindung yang berfungsi sebagai hidrologi, sedangkan sepanjang pantainya hanya terdapat dataran rendah yang sempit dan terbatas. Pada bagian tengah membentang dari timur ke barat terdapat suatu dataran rendah yang cukup luas yang merupakan suatu daerah pertanian yang subur. Pada wilayah bagian selatan terdapat Kondisi Iklim dan Curah Hujan berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologidan Geofisika (BMKG) Mataram, suhu udara di Kabupaten Lombok Utara berkisar antara 21,3° C sampai dengan 33,1° C. Suhu minimun sepanjang tahun tercatat terjadi pada bulan Agustus sedangkan suhu maksimum tercatat pada bulan Maret dengan kecepatan angin mencapai 3 - 5 knot.
Tabel 2.4 Temperatur, Tekanan Udara dan Kecepatan Angin di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2016
No Bulan Temperatur (C ) Tekanan udara (Bar)
Kecepatan Angin (Knot) Maksimum Minimum
1 Januari 32,6 23,7 1.006,30 3
2 Pebruari 31,8 23,7 1.005,60 3
3 Maret 33,1 23,6 1.005,70 3
4 April 33,0 23,6 1.005,40 4
5 Mei 32,4 23,9 1.005,20 3
6 Juni 32,1 22,4 1.006,10 3
7 Juli 31,7 22,0 1.005,90 4
8 Agustus 31,6 21,3 1.006,40 5
No Bulan Temperatur (C ) Tekanan udara (Bar)
Kecepatan Angin (Knot) Maksimum Minimum
9 September 32,4 22,4 1.006,20 4
10 Oktober 32,8 26,9 1.005,50 3
11 Nopember 32,9 22,8 1.005,00 3
12 Desember 31,3 24,2 1.003,00 4
Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Mataram, 2017
Sedangkan, Hujan umumnya terjadi pada bulan Oktober sampai dengan Desember dengan hari hujan (HH) berkisaran antara 4 sampai dengan 28 hari. Hari hujan tertinggi terjadi di Kecamatan Bayan mencapai 28 hari yaitu pada bulan Desember sedangkan hari hujan terendah terjadi di Kecamatan Gangga yaitu pada bulan Juli dimana tidak terjadi (0 hari) hujan pada bulan tersebut.
Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.5 berikut:
Tabel 2.5 Curah Hujan di Kabupaten Lombok Utara 2016 No Bulan Kecamatan / Curah Hujan (CH) / Hari Hujan (HH) / mm / hari
Pemenang Tanjung Gangga Kayangan Bayan CH HH CH HH CH HH CH HH CH HH 1 Januari 449 13 278 20 289 5 578 23 329 12 2 Pebruari 380 23 356 21 533 8 568 21 460 20 3 Maret 216 17 66 20 130 3 398 23 121 17 4 April 113 19 172 16 263 6 447 19 45 9 5 Mei 163 11 115 8 136 3 143 15 37 12 6 Juni 164 16 78 13 65 5 257 15 105 11
7 Juli 24 6 20 11 0 0 59 12 24 12
8 Agustus 64 3 64 8 112 1 44 3 50 11
9 September 97 6 15 15 68 6 79 13 8 5 10 Oktober 152 15 193 19 - - 124 13 10 8 11 Nopember 133 13 112 14 43 4 312 16 32 15 12 Desember 243 25 185 25 267 12 497 25 557 28
Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Mataram, 2017
Kondisi Geologi
Berdasarkan jenis batuannya, daerah Kabupaten Lombok Utara tersusun oleh litologi batuan vulkanik dalam berbagai jenis seperti breksi, lava, tufa. Menurut urutan formasi batuannya, kabupaten ini tersusun oleh beberapa formasi batuan (mulai dari termuda ke tua) ;
1. Alluvial (Qa_Quarter Alluvial): Terusun oleh alluvial (endapan sungai : pasir kerikil, kerakal, sampai bongkah). Umur dari formasi ini adalah recent atau prosesnya masih berlangsung sampai sekarang. Jenis endapan ini terdapat di sepanjang daerah aliran sungai. Tersebar dominan di wilayah Desa Pemenang Barat, Pemenang Timur, Tanjung, Genggelang, dan Desa Gondang.
Gambar 2.4 Endapan sungai Bentek, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang
2. Formasi Gunungapi Tak Terpisahkan (Qhv_ Quarter Holocene Volcanic): Tersusun oleh batuan vulkanik muda seperti lava, tufa, breksi vulkanik, dan lain- lain. Umur dari formasi ini adalah Plistosen Atas sampai Holosen (masih berlangsung prosesnya sampai dengan sekarang). Batuan ini banyak dijumpai di sekitar Gunungapi Rinjani.
Gambar 2.5 Outcrop Breksi pada Dinding Kaldera Rinjani yang Merupakan Anggota Formasi Gunung Api Tak Terpisahkan (Qhv)
3. Formasi Lokopiko (Qvl_ Quarter Volcanic Lava):
Beranggotakan lava dan breksi. Umur dari batuan ini adalah Plistosen Atas. Tipe batuan ini banyak dijumpai dijumpai dari mulai Desa Gondang sampai dengan Desa Bayan bagian bawah.
Gambar 2.6 Outcrop Batuan Lava Penciri Formasi Lokopiko yang Dijumpai di Dasan Belek Kecamatan Kayangan
4. Formasi Kalibalak (Qtb_Quarter Tertiarry Breccia): Tersusun oleh breksi dan lava. Umur dari batuan ini adalah Pliosen - Plistosen. Banyak dijumpai di daerah Kecamatan Tanjung dan Pemenang bagian Tengah serta di Gili Trawangan.
Gambar 2.7 Outcrop Lava yang Merupakan Anggota dari Formasi Kalibalak yang Dijumpai di Daerah Malaka Kecamatan Pemenang 5. Batuan Terobosan(Ta): Batuan beku terobosan (intrusi)
tersebut berupa andesit yang terdapat setempat di sekitar Bukit Sebiris (911 mdpl) di Desa Pemenang Barat. Batuan ini berumur Miosen Tengah.
Sumber : BVMBG – ESDM
Gambar 2.8 Peta Geologi Regional dilayout oleh BPBD Kabupaten Lombok Utara
Kondisi Hidrologi
Adapun jenis sungai di Kabupaten Lombok Utara didominasi oleh sungai non permanent (semi permanent dan periodik). Sungai- sungai tersebut dominan mengalir ke arah Barat dan Utara sesuai
bentuk morfologi wilayah Kabupaten Lombok Utara. Kondisi ini tentu saja merupakan kekayaan tersendiri jika bisa dimanfaatkan.
Namun akan berdampak sangat membahayakan jika terjadi bencana.
Adapun muara sungai yang teridentifikasi sebagai sungai dengan debit paling tinggi antara lain : Sungai Menggala (Kecamatan Pemenang, Sungai Sokong (Kecamatan Tanjung), Sungai Segara (Perbatasan Kecamatan Tanjung dan Gangga), Sungai Tampes (Kecamatan Gangga), Sungai Santong (Kayangan) serta Sungai Senaru (Bayan). Sungai- sungai tersebut masih mengalirkan air permukaan di musim kemarau meskipun debitnya menurun secara signifikan.
Selain sumber daya air berupa sungai, di Lombok Utara juga terdapat banyak air terjun yang sangat potensial untuk dijadikan pembangkit listrik. Air terjun di Kabupaten Lombok Utara merata di semua kecamatan dan ditemukan dominan berada di Kecamatan Bayan terutama di wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani.
Gambar 2.9 Peta Pola Aliran Sungai Kabupaten Lombok Utara
Wilayah Lombok Utara masih memiliki ketersediaan air bersih yang terbatas meskipun sumber daya air pegunungannya cukup melimpah. Ini bisa disebabkan oleh jenis tanah ataupun curah hujan yang berbeda-beda. Wilayah dengan kondisi air bersih cukup melimpah berada di bagian tengah wilayah kabupaten seperti daerah Selelos, Kerta Gangga, dan sebagian wilayah Santong.
Sedangkan daerah dengan kualitas dan ketersediaan air bersih yang paling kurang yaitu berada di bagian tengah Kecamatan Pemenang, Teniga (Kecamatan Tanjung), serta sebagian berada di wilayah
Kayangan bagian barat dan daerah Kayangan yang berbatasan dengan Kecamatan Bayan.
Gambar 2.10 Peta Kondisi Air Bersih di Kabupaten Lombok Utara
Menurut ketersediaan air bersih yang dialirkan oleh PDAM, sebaran lokasi yang terjangkau lebih dominan berada di perkotaan Tanjung. Adapun kendala yang paling signifikan adalah sebaran pemukiman masyarakat yang tersebar secara tidak teratur serta topografi yang cukup ekstrim di beberapa wilayah.
Berdasarkan data yang dihimpun dari PDAM, jumlah air yang disuplai oleh PDAM sepanjang Tahun 2016 adalah sebanyak 2,632,688.00 m³. Dan rata- rata volume yang berhasil disuplai selama sebulan adalah sebanyak 219,390.67 m³. Tentu saja jumlah ini belum mencukupi kebutuhan semua masyarakat Kabupaten Lombok Utara. Meskipun demikian, jumlah volume air diharapkan akan bertambah setiap tahun untuk mencukupi kebutuhan baik masyarakat, dunia usaha, maupun untuk kebutuhan pemerintah sendiri.
Kondisi Sumberdaya Alam
Berdasarkan peta tata guna lahan Kabupaten Lombok Utara, hutan masih mendominasi wilayah ini dengan luas mendekati 50%
luas wilayah Kabupaten. Wilayah hutan berada di daerah ketinggian yang memanjang dari barat ke timur. Wilayah hutan terluas