• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN WILAYAH STUDI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III GAMBARAN WILAYAH STUDI"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

41 BAB III

GAMBARAN WILAYAH STUDI

Pada bab ini peneliti menjelaskan tentang gambaran umum wilayah studi yang diambil oleh peneliti, yaitu wilayah studi Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung.

3.1 Gambaran Umum Kota Bandar Lampung

Kota Bandar Lampung adalah ibukota Provinsi Lampung. Letaknya yang bisa dikatakan sangat strategis dan dapat dijadikan sebagai pusat dari kegiatan pemerintahan, politik,sosial, pendidikan dan kebudayaan, juga merupakan salah satu pusat perekonomian daerah Lampung. Kota Bandar Lampung jika dilihat secara geografis terletak pada 50 20’ sampai dengan 50 30’ Lintang Selatan dan dan 1050 28’ sampai dengan 1050 37’ Bujur Timur. Ibukota propinsi Lampung ini berada di Teluk Lampung yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatera. Kota Bandar Lampung memiliki luas wilayah 197,22km². Kota Bandar Lampung mempunyai 20 kecamatan dan 126 kelurahan.

Sebagian besar wilayah Kota Bandar Lampung terletak pada ketinggian 0 sampai 700 meter di atas permukaan laut dengan topografi yang terdiri dari :

a. Daerah pantai yaitu berada pada Teluk Betung dan Panjang

b. Daerah perbukitan yaitu berada pada sekitar Telukbetung bagian utara c. Daerah dataran tinggi serta sedikit bergelombang yaitu terdapat di sekitar

Tanjungkarang bagian barat yang dipengaruhi oleh gunung Balau serta perbukitan batu serampok di bagian timur selatan

d. Teluk Lampung dan pulau-pulau kecil bagian selatan.

Kota Bandar lampung juga terdapat beberapa aliran sungai yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, diantaranya Way Awi, Way Balau, Way Kuala, Way Simpur dan lain-lain, yang bisa digunakan oleh masyarakat seperti pertanian dan

(2)

kegiatan keseharian masyarakat. Dimana panjang sungai-sungai di Bandarlampung umumnya tidak begitu panjang antara 2-14 Km. Selain itu wilayah Bandarlampung merupakan perbukitan diantaranya, Gunung Klutum, Gunung Kunyit, Gunung Kapuk dan lain-lain.

(3)

Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2019

GAMBAR 3. 1 PETA ADMINISTRASI KOTA BANDAR LAMPUNG

(4)

TABEL III. 1 ADMINISTRASI KOTA BANDAR LAMPUNG

No Kecamatan Ibu Kota Kelurahan Luas (Ha)

1 Teluk Betung Barat Bakung 5 11,02

2 Teluk Betung Selatan Gedong Pakuan 6 3,79

3 Panjang Karang Maritim 8 15,75

4 Tanjung Karang Timur Kota Baru 5 2,03

5 Teluk Betung Utara Kupang Kota 6 4,33

6 Tanjung Karang Pusat Palapa 7 4,05

7 Tanjung Karang Barat Gedong Air 7 14,99

8 Kemiling Beringin Jaya 9 24,24

9 Teluk Betung Timur Sukamaju 6 14,83

10 Enggal Enggal 6 3,49

11 Kedaton Kedaton 7 4,79

12 Rajabasa Rajabasa 7 13,53

13 Tanjung Seneng Tanjung Seneng 5 10,63

14 Sukarame Sukarame 6 14,75

15 Sukabumi Sukabumi 7 23,60

16 Kedamaian Kedamaian 7 8,21

17 Bumi Waras Sukaraja 5 3,75

18 Langkapura Langkapura 5 6,12

19 Labuhan Ratu Kp. Baru Raya 6 7,97

20 Way Halim Way Halim Permai 6 5,35

Jumlah 126 197,22

Sumber : BPS Kota Bandar Lampung 2018

3.1.1 Kependudukan

Berdasarkan dari data Kota Bandar Lampung Dalam Angka tahun 2018 untuk wilayah Kota Bandar Lampung memiliki total jumlah penduduk yang ada saat ini adalah sekitar 1.033. 803 jiwa dengan tingkat kepadatan sekitar 5.242 jiwa/km2.

(5)

TABEL III. 2

JUMLAH PENDUDUK DAN KEPADATAN PENDUDUK PER KECAMATAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2018

No Kecamatan Jumlah Penduduk Kepadatan (jiwa/km2)

1 Teluk Betung Barat 31 461 2 855

2 Teluk Betung Timur 43 971 2 965

3 Teluk Betung Selatan 41 550 10 963

4 Bumi Waras 59 912 15 977

5 Panjang 78 456 4 981

6 Tanjung Karang Timur 39 183 19 302

7 Kedamaian 55 533 6 764

8 Teluk Betung Utara 53 423 12 338

9 Tanjung Karang Pusat 53 982 13 329

10 Enggal 29 655 8 497

11 Tanjung Karang Barat 57 765 3 854

12 Kemiling 69 303 2 859

13 Langkapura 35 839 5 856

14 Kedaton 51 795 10 813

15 Rajabasa 50 710 3 748

16 Tanjung Senang 48 333 4 547

17 Labuhan Ratu 47 347 5 941

18 Sukarame 60 101 4 075

19 Sukabumi 60 554 2 566

20 Way Halim 64 930 12 136

Total 1 033 803 5 242

Sumber : Kota Bandar Lampung dalam angka 2018

3.2 Gambaran Umum Kecamatan Bumi Waras

Berdasarkan pedoman Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012, tentang Penataan dan Pembentukan Kelurahan dan Kecamatan, dilihat dari letak geografis dan wilayah administratif Kecamatan Bumi Waras berasal dari sebagian wilayah geografis dan administratif Kecamatan Teluk Betung Selatan dengan batas-batas sebagai berikut:

1. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Kedamaian 2. Sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Lampung 3. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Panjang

4. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Teluk Betung Utara

Kecamatan Bumi Waras secara topografis mempunyai wilayah yang relatif datar terutama bagian yang menyusuri pantai dan sebagian kecil mempunyai wilayah

(6)

berbukit atau bergelombang. Kecamatan Bumi Waras memiliki luas wilayah sebesar 376,5 Ha. Kecamatan Bumi Waras ini terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012, tentang Penataan dan Pembentukan Kelurahan dan Kecamatan, wilayah Kecamatan Bumi Waras dibagi menjadi 5 (lima) kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Kangkung 2. Kelurahan Bumi waras

3. Kelurahan Pecoh Raya, yang selanjutnya berganti nama menjadi Kelurahan Bumi raya

4. Kelurahan Sukaraja 5. Kelurahan Garuntang

Adapun pusat pemerintahan Kecamatan Bumi Waras berada di Kelurahan Sukaraja.

3.2.1 Kependudukan

Berdasarkan Kecamatan Bumi Waras Dalam Angka tahun 2018 untuk wilayah Kecamatan Bumi Waras total jumlah penduduk yang ada saat ini adalah sekitar 58.875 jiwa dengan tingkat kepadatan sekitar 15.637 jiwa/km2.

TABEL III. 3 JUMLAH PENDUDUK DAN KEPADATAN KECAMATAN BUMI WARAS

No Kelurahan Jumlah Penduduk Kepadatan/Km

1 Kangkung 14.266 47.238

2 Bumi Waras 16.445 22.527

3 Bumi Raya 6.766 8.152

4 Sukaraja 12.064 15.024

5 Garuntang 9.334 8.485

Total 58.875 15.637

Sumber : Badan Pusat Statistik,2018

3.3 Permukiman Kumuh Kota Bandar Lampung

Pada Kota Bandar Lampung lokasi perumahan dan permukiman kumuh di ditetapkan dalam Surat Keputusan Walikota Bandar Lampung No.974/Tahun 2014 Tanggal 24 November 2014 tentang penetapan lokasi perumahan dan permukiman

(7)

kumuh Kota Bandar Lampung. Dalam keputusan tersebut telah ditetapkan perumahan dan permukiman kumuh di Kota Bandar Lampung seluas 266,64 Ha. Permukiman kumuh terdapat pada 26 kelurahan yang tersebar di beberapa kecamatan. Permukiman kumuh di Kota Bandar Lampung sering terjadi di Sempadan pantai, sempadai sungai dan sempadan rel kereta api. permukiman kumuh berada diatas tanah illegal yang tidak sesuai dengan peruntukan lahan. Permukiman kumuh ditandai dengan ketidakteraturan bangunan dan kepadatan bangunan yang cukup tinggi.

(8)

Sumber : Olahan Peneliti 2020

GAMBAR 3. 2 PETA LOKASI PERMUKIMAN KUMUH KOTA BANDAR LAMPUNG

(9)

3.4 Program NUSP PHASE-2

Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Bandar Lampung Nomor 1036/IV.32/HK/2014 tentang Penetapan Lokasi Target Penanganan Kawasan Kumuh Penerima Program NUSP -2 Kota Bandar Lampung yang mendapatkan bantuan dari program NUSP-2 dari tahun 2015-2017 terdapat 16 Kelurahan 9 kecamatan yang akan mendapatkan Program.

TABEL III. 4

LOKASI PENETAPAN PROGRAM NUSP PHASE-2 KOTA BANDAR LAMPUNG

No Kelurahan Kecamatan

Luas Permukiman

Kumuh

Tingkat Kekumuhan 1 Kota Karang Raya Teluk Betung Timur 16,60 Ha Kumuh Sedang 2 Kota Karang Teluk Betung Timur 20,00 Ha Kumuh Sedang 3 Negeri Olok Gading Teluk Betung Barat 6,58 Ha Kumuh Sedang 4 Gedung Pakuon Teluk Betung Selatan 6,00 Ha Kumuh Sedang

5 Talang Teluk Betung Selatan 9,42 Ha Kumuh Sedang

6 Kangkung Bumi Waras 21,03 Ha Kumuh Berat

7 Bumi Waras Bumi Waras 14,46 Ha Kumuh Sedang

8 Bumi Raya Bumi Waras

8,64 Ha Kumuh Sedang

9 Sukaraja Bumi Waras 42,50 Ha Kumuh Sedang

10 Pidada Panjang 6,63 Ha Kumuh Berat

11 Karang Maritim Panjang 2,00 Ha Kumuh Berat

12 Serengsem Panjang 1,50 Ha Kumuh Berat

13 Sukamenanti Kedaton 6,94 Ha Kumuh Sedang

14 Kebon Jeruk Tanjung Karang

Timur 20,08 Ha Kumuh Sedang

15 Sukajawa Baru Tanjung Karang Barat

19,10 Ha Kumuh Sedang

16 Gunung Sulah Way Halim 219,14 Ha Kumuh Sedang

Sumber: Dinas Pekerjaan Umun, Ditjen Cipta Karya Kota Bandar Lampung

(10)

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa kelurahan sasaran program NUSP-2 Kota Bandar Lampung yang memiliki tingkat kekumuhan permukiman paling berat yaitu dikelurahan Kangkung, Pidada, Karang Maritim, dan Serengsem.

Realisasi kegiatan NUSP-2 pada tahun 2015 dilaksanakan di 6 kelurahan, pada tahun 2016 dilaksanakan di 16 kelurahan dan pada tahun 2017 dilaksanakan di 16 kelurahan.

(11)

Sumber: Olahan Peneliti, 2020

GAMBAR 3. 3 PETA LOKASI PENERIMA PROGRAM NUSP-2 DI KOTA BANDAR LAMPUNG

(12)

TABEL III. 5

JUMLAH PENDUDUK KELURAHAN LOKASI PROGRAM NUSP

No Kelurahan Jumlah Penduduk

1 Kota Karang Raya 5.731

2 Kota Karang 12.478

3 Negeri Olok Gading 6.879

4 Gedung Pakuon 4.941

5 Talang 9.089

6 Kangkung 14.266

7 Bumi Waras 16.445

8 Bumi Raya 6.766

9 Sukaraja 12.064

10 Pidada 12.528

11 Karang Maritim 10.542

12 Serengsem 9.743

13 Sukamenanti 3.514

14 Kebon Jeruk 6.509

5 Sukajawa Baru 7.516

16 Gunung Sulah 12.369

Total 151.38

Sumber: Bandar Lampung dalam angka 2018

Berdasarkan jumlah penduduk diatas yang memiliki kepadatan penduduk paling padat yaitu Kelurahan Pidada sebesar 12.528 jiwa. Dan yang memiliki kepadatan penududuk paling sedikit yaitu dikelurahan campang raya dengan jumlah penduduk sebesar 3.470.

3.4.1 Gambaran Umum Program NUSP-2 Kecamatan Bumi Waras

Program “Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase-2”atau disingkat dengan NUSP-2 merupakan program peningkatan kualitas pada kawasan/lingkungan permukiman kumuh di perkotaan yang dilaksanakan atau digerakkan oleh masyarakat dengan tujuan memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat penghuni lingkungan permukiman kumuh diperkotaan. Kecamatan Bumi Waras termasuk dalam target penanganan Kawasan permukiman kumuh dengan peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur melalui Program NUSP-2.

Kelurahan yang mendapatkan bantuan dari Program NUSP-2 terdapat di 4 kelurahan yaitu Kelurahan Bumi Waras, Bumi Raya, Kangkung dan Sukaraja. Kegiatan NUSP- 2 dilaksanakan mulai dari tahun 2015 hingga tahun 2017. Pembangungan dilakukan

(13)

secara bertahap setiap tahunnya, pada tahun 2015 NUSP-2 dilaksanakan di Kelurahan Kangkung dan Kelurahan Bumi Raya. Pada tahun 2016 hingga 2017 pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kelurahan Kangkung, Bumi Raya, Bumi Waras dan Sukaraja.

TABEL III. 6 PENETAPAN LOKASI PROGRAM NUSP-2 KECAMATAN BUMI WARAS

No Kelurahan Kecamatan Luas Kumuh Tingkat

Kekumuhan

1 Kangkung Bumi Waras 21,03 Ha Kumuh Berat

2 Bumi Waras Bumi Waras 14,46 Ha Kumuh Sedang

3 Bumi Raya Bumi Waras 8,64 Ha Kumuh Sedang

4 Sukaraja Bumi Waras 42,50 Ha Kumuh Sedang

Sumber : Dinas Pekerja Umun, Ditjen Cipta Karya Kota Bandar Lampung

(14)

Sumber : Hasil Olahan Peneliti 2020

GAMBAR 3. 4 PETA LOKASI PENERIMA PROGRAM NUSP-2 KECAMATAN BUMI WARAS

(15)

3.5 Gambaran Umum Responden

Karakteristik responden masyarakat Kecamatan Bumi Waras Kelurahan Bumi Waras, Bumi Raya, Kangkung dan Sukaraja didapatkan dari penelitian terhadap 120 responden yang dianggap dapat mewakili masyarakat kecamatan Bumi waras yang mendapatkan Program NUSP-2. Pelaksanaan pembangunan infrastruktur melalui Program NUSP-2 di Kecamatan Bumi Waras Kelurahan Bumi waras, Bumi Raya, Kangkung dan Sukaraja sudah berjalan sejak tahun 2015-2017. Pembangunan Infrastruktur melalui Program NUSP-2 tidak terlepas dari latar belakang karakteriktik masyarakat dan keadaan sosial ekonominya. Berikut ini adalah karakteristik masyarakat sebagai responden yang mendapatakan Program NUSP-2 ada di Kecamatan Bumi Waras kelurahan Kangkung, Bumi Waras, Bumi Raya dan Sukaraja yaitu karakteristik beradasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan serta pendapatan masyarakat

TABEL III. 7 KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI

Karakteristik Jumlah (Orang) Persentase (%) Jenis Kelamin

Laki-laki 83 69

Perempuan 37 31

Total 120 100

Usia

< 25 Tahun 1 1

26 - 40 Tahun 34 28

41 - 55 Tahun 47 39

> 55 Tahun 38 32

Total 120 100

Pendidikan

SD 27 23

SMP 44 37

SMA 45 38

Diploma/Sarjana 4 3

Total 120 100

Pekerjaan

Pegawai Negeri 3 2

Pegawai Swasta 8 7

Buruh 63 52

IRT 27 23

Wirausaha 14 12

Tidak Bekerja 5 4

(16)

Karakteristik Jumlah (Orang) Persentase (%)

Total 120 100

Pendapatan

< Rp.500.000 26 22

Rp.600.000-Rp.1.500.000 43 36

Rp.1.600.000-2.500.000 48 40

Rp.2.600.000-Rp.3.500.000 3 2

Total 120 100

Sumber : Olahan Peneliti, 2020

a. Jenis Kelamin

Sebanyak 120 responden yang telah mengisi kuesioner dianggap mampu mewakili masyarakat Kecamatan Bumi Waras. Responden dibagi menjadi 4 yaitu 30 reponden di setiap kelurahan, kelurahan Bumi Waras, Bumi Raya, Kangkung, dan Sukaraja. Responden yang bersedia mengisi didominasi oleh laki-laki yakni sebanyak 83 orang dari 120 responden dan sisanya adalah perempuan sebanyak 37 orang. Berikut adalah jumlah responden berdasarkan jenis kelamin.

Sumber: Olahan Peneliti, 2020

GAMBAR 3. 5 KARAKTERISTIK RESPONDEN BERDASARKAN JENIS KELAMIN

(17)

b. Usia

Menurut Subri (2003) penduduk usia produktif adalah usia yang menghasilkan barang dan jasa. Menurut Departemen Kesehatan usia produktif adalah 15 – 54 tahun merupakan usia siap kerja. Penduduk yang ikut andil dalam kegiatan ketenagakerjaan yang sedang berjalan karena dianggap sudah mampu dalam proses ketenagakerjaan dan mempunyai beban untuk menanggung kehidupan disebut sebagai usia produktif dianggap, (BKKBN;2014).

Sumber: Olahan Peneliti, 2020

GAMBAR 3. 6 KARAKTERISTIK RESPONDEN BERDASARKAN USIA

Usia merupakan tingkatan umur seseorang. Rentan umur responden pada penelitian ini dibagi menjadi 4 variabel yaitu usia <25 tahun, 26-40 tahun, 41-55 tahun dan >55 tahun. Hal ini bertujuan agar informasi yang diperoleh lebih beragam dan mewakili kelompok usia yang dianggap mengetahui informasi terkait pembangunan infrastruktur dari Program NUSP-2. Berdasarkan graifik diatas usia responden yang diperoleh yaitu usia <25 tahun sebanyak 1%, usia 26-

(18)

40 tahun 28% atau sebanyak 34 responden, usia 41-55 tahun 39% atau sebanyak 47 responden dan usia >55 tahun 32% atau sebanyak 38 responden.

c. Pendidikan

Tingkat pendidikan seseorang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi suatu bangsa, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka hidupnya akan semakin berkualitas. Menurut Entjang (1985) mengatakan bahwa tingkat pendidikan dapat mempengaruhi pola berfikir seseorang, apabila tingkat pendidikan tinggi maka pengetahuan seseorang akan semakin luas. Tingkat pendidikan responden pada penelitian ini adalah tingkat pendidikan yang pernah diikuti oleh responden.

Sumber: Olahan Peneliti, 2020

GAMBAR 3. 7 KARAKTERISTIK BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN

Pada penelitian ini terdapat 5 tingkatan pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Diploma/Sarjana. Dapat diketahui tingkat pendidikan berdasarkan grafik diatas

(19)

dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan Masyarakat di Kecamatan Bumi Waras yaitu Sekolah Dasar (SD) 23%, Sekolah Menengah Pertama 37%, Sekolah Menengah atas 38% dan Diploma/Sarjana 3%. Tingkat pendidikan paling banyak didominasi yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 45 Responden.

d. Pekerjaan

Pekerjaan adalah profesi yang digeluti seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. penelitian ini memiliki beberapa jenis profesi atau pekerjaan yang digeluti oleh responden. Adapun jenis pekerjaan dalam penelitian ini yaitu Pegawai Negeri, Pegawai Swasta, Wirausaha, Buruh, Ibu Rumah Tangga, dan Tidak Bekerja.

Sumber: Olahan Peneliti, 2020

GAMBAR 3. 8 KARAKTERIKTIK RESPONDEN BERDASARKAN JENIS PEKERJAAN

Berdasarkan grafik diatas didaptkan bahwa pekerjaan responden pada penelitian ini didomonasi oleh buruh sebesar 52% atau sebanyak 63 responden, IRT 23%

atau sebanyak 27 responden, Wirausaha 12% atau sebanyak 14 responden, Pegawai swasta 7% atau sebanyak 8 responden, Tidak bekerja 4% atau sebanyak 5 responden dan Pegawai Negeri 2% atau sebanyak 3 responden.

(20)

e. Pendapatan

Pendapatan merupakan rata-rata penghasilan setiap bulan dari hasil kerja yang dilakukan responden untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tingkat pendapatan responden dibagi menjadi empat (4) yaitu < Rp.500.000, Rp.600.000- Rp.1.500.000, Rp.1.600.000-Rp.2.500.000 dan Rp.2.500.000-Rp.3.500.000 perbulan.

Sumber: Olahan Peneliti, 2020

GAMBAR 3. 9 KARAKTERITIK REPSPONDEN BERDASARKAN TINGKAT PENDAPATAN

Berdasarkan grafik diatas pendapatan masyarakat yaitu < Rp.500.000 sebesar 22% atau 26 orang, pendapatan antara Rp.600.000 – Rp.1.500.000 sebanyak 36%

atau 43 orang, kemudian pendapatan antara Rp.1.600.000 – Rp.2.500.000 yaitu 40%

atau 48 orang, dan pendapatan antara Rp. 2.600.000 – Rp.3.500.000 yaitu sebesar 2%

atau sebanyak 3 orang. Responden yang memiliki pendapatan Rp. 2.600.000 - Rp.

3.500.000 yaitu masyarakat yang berpendidikan tinggi. Sedangkan masyarakat yang dibawah Upah Minimum Kota Bandar Lampung Rp.2.653.222 yaitu sebesar 98%

yang merupakan masyarakat yang bekerja sebagai buruh dan tidak memliki pekerjaan tetap.

Referensi

Dokumen terkait

Ibukota Kecamatan Pamona Puselemba terletak di Kelurahan Sangele, Wilayah Kecamatan terdiri dari 3 kelurahan dan 7 desa antara lain: Kelurahan Tentena, Kelurahan

Dalam hal karakteristik responden, tingkat pendidikan juga mempengaruhi persepsi responden terhadap perubahan guna lahan yang berdampak pada mata pencaharian dan

Kecamatan Tanjung Karang Pusat merupakan salah satu Kabupaten di Kota Bandarlampung dengan luas wilayah 4.05 km2.. Berbatasan dengan Kecamatan Kedaton di

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012, tentang Penataan dan Pembentukan Kelurahan dan Kecamatan, letak geografis dan wilayah

Sistem pola pengumpulan sampah di Kelurahan Kota Karang Raya adalah dengan menggunakan pola individual tidak langsung yakni, sampah yang berasal dari sumber timbulan (Rumah

Berdasarkan hasil kajian risiko bencana Kabupaten Pesawaran teridentifikasi bahwa daerah dengan indeks risiko tinggi untuk gempa bumi tidak muncul di daerah Kabupaten

Kecamatan Way Halim secara umum merupakan daerah dengan fungsi perdagangan dan jasa, permukiman dan ruang terbuka publik. Kecamatan ini memiliki kondisi yang relatif lebih

Terdapat 3 halte yang berada di wilayah penelitian ini yaitu yang pertama ada Halte di Kelurahan Petojo Utara Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat yang merupakan tempat