PERNAHKAH ANDA MERASA CEMAS ?
CEMAS / TAKUT ?
PENGERTIAN
KECEMASAN adalah….
– Adanya perasaan khawatir akan sesuatu yg buruk akan terjadi (Nevid, Rathus
& Greene, 2005).
– Adanya perubahan sensasi fisiologis & psikologis sehingga mempengaruhi pola pikir, persepsi & pembelajaran (Sadock & Sadock, 2016).
GANGGUAN KECEMASAN adalah gangguan yang dialami dari adanya perasaan takut & cemas yg tingkatannya tidak sebanding dg proporsi ancaman
– Takut = respon emosional terhadap ancaman – Cemas = antisipasi akibat dari ancaman
Perempuan cenderung mengalami gangguan kecemasan dibanding laki-laki.
KARAKTERISTIK GANGGUAN
– Munculnya gejala takut dan cemas yang persisten – Adanya usaha untuk menghindar dan melarikan diri – Menyebabkan distress secara klinis
CIRI KECEMASAN FISIK
sulit berbicara, sulit bernafas, sulit menelan, gugup, gelisah,
banyak berkeringat, pusing, sering buang air kecil,
diare, dll
KOGNITIF
khawatir akan sesuatu, kehilangan
kontrol, ditinggal sendirian sulit berkonsentrasi,
dll
PERILAKU
menghindar,
melekat dan
dependent,
terguncang
PERBANDINGAN KLASIFIKASI GANGGUAN
D SM -IV T R
1. Agoraphobia 2. Gg panik dg / tanpa agoraphobia 3. fobia spesifik 4. OCD5. PTSD
6. Gg Stres Akut 7. GAD
D SM -V
1. Selective mutism 2. Spesific Phobia 3. Social Anxiety Phobia4. Panic Disorder 5. Agofaphobia
6. Substance/Medication- Induced Anxiety
Disorder
7. Anxiety Disorder Due to Another Medical Condition
PP D G J- III
NEUROTIK1. Agorafobia 2. Fobia Sosial 3. Fobia Khas 4. Gg Panik5. Gg Kecemasan Menyeluruh 6. Gg Campuran
kecemasan & Depresi 7. OCD
8. Reaksi Stres Skut 9. Gg Stres pasca trauma
10. Gg penyesuaian 11. Gg Disosiatif 12. Gg Somatoform 13. Gg Neurotik Lainnya
PANIC DISORDER
PENGERTIAN
– Adanya serangan panik yg berulang & tidak terduga.
– Serangan panik = adanya reaksi kecemasan yg intens disertai dengan simtom-simtom fisik, disertai dengan perasaan teror yg luar biasa &
perasaan akan adanya bahaya yang segera menyerang → melarikan diri – menyebabkan kemampuan coping individu hancur lebur.
PENEGAKAN DIAGNOSA :
• Hrs ada serangan panik yang tidak terduga dan terjadi berulang-ulang
• Serangan yang tidak dipicu oleh situasi atau obyek yang spesifik
• Mencapai puncak intensitas dalam 10-15 menit .
GENERALIZED ANXIETY
DISORDER
PENGERTIAN
– Kecemasan & kekhawatiran yg berlebihan serta persisten yg tidak dipicu dengan objek, situasi atau aktivitas tertentu atau perasaan cemas yg umum atas sesuatu yg buruk akan terjadi dan keadaan peningkatan keterangsangan tubuh (Ketegangan motorik seperti gelisah, sakit kepala, gemetaran dan
Overaktivitas otonomik seperti berkeringat, jantung berdebar
kencang, sesak nafas, mulut kering)
PHOBIA
PENGERTIAN
– Rasa takut yg persisten terhadap objek / situasi yg tidak sebanding dg ancaman.
• Individu tidak kehilangan kontak dengan realitas dan paham bahwa ketakutannya berlebihan dan tidak pada tempatnya.
• Tipe phobia yang berbeda biasanya muncul pada usia yg berbeda pula
• Usia kemunculan → merefleksikan terhadap perkembangan
kognitif dan pengalaman hidup
JENIS FOBIA
– FOBIA SPESIFIK = ketakutan yg berlebihan & persisten thd objek / situasi yg spesifik.
– AGORAPHOBIA = Perasaan takut atas pd situasi / tempat dimana
sulit/memalukan untuk melakukan penhindaran & tdk ada bantuan jika ada gejala panik.
– SOCIAL PHOBIA = Ketakutan yg intens atas situasi sosial sehingga individu mendapatkan evaluasi negatif dr orang lain.
– ACROPHOBIA = takut ketinggian
– CLAUSTROPHOBIA = takut tempat tertutup.
OBSESSIVE-COMPULSIVE
DISORDER
PENGERTIAN
– OBSESIF = pikiran, ide atau dorongan yg instrusif (terus-menerus) &
berulang diluar kemampuan individu untuk mengendalikannya.
– KOMPULSIF = tingkah laku / tindakan mental yg repetitif yg dirasakan oleh individu sebagai dorongan yg harus dilakukan.
– ABNORMALITAS : individu menghabiskan banyak waktu untuk perilaku kompulsif, mengganggu aktivitas, sumber penderitaan (distress).
– Prevalensi perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki.
OBSESIF / KOMPULSIF ?
Berpikir bahwa tangannya tetap kotor walaupun dicuci berkali-kali
Mengecek kembali berulang-ulang saluran gas sebelum meninggalkan rumah
Berulang-ulang berpikir bahwa pintu rumah ditinggalkan terbuka tanpa dikunci
Terus-menerus mencuci tangan supaya bersih dan bebas
kuman
RELATED DISORDER (Based on DSM-V)
• Fokus pada tubuh
• Perilaku : berkaca, membandingkan feature tubuhnya dg orang lain
Body dysmorphic disorder
• Sulit berpisah / membuang benda-benda tertentu, ruang menjadi berantakan.
Hoarding Disorder
• Mencabut rambut, sehingga rambut menipis.
Trichotillomania
• Cenderung melukai kulit
Excoriation (Skin-
Picking) disorder
SOMATOFORM
DISORDER
PENGERTIAN
– Soma = tubuh
– Merasakan adanya permasalahan (gejala-gejala) penyakit fisik namun tidak didukung dengan bukti medis (tidak ada kelainan organik /gangguan mekanisme fisiologis).
– Keluhan bisa satu atau lebih, dan berubah dari waktu ke waktu.
– Doctor Shopping : berganti-ganti mencari dokter lain, menjalani berbagai prosedur pemeriksaan, tes lab yang tidak ada gunanya.
Diduga kuat adanya faktor psikologis
penyebab
KLASIFIKASI GANGGUAN
DSM IV : SOMATOFORM DISORDER – Somatization disorder
– Undifferentiated somatoform disorder
– Conversion disorder – Pain disorder
– Hypochondriasis
– Body dysmorfic disorder – Somatoform disorder not
otherwise specified
DSM V : SOMATIC SYMPTOM AND RELATED DISORDER
• Somatic symptom disorder
• Illness anxiety disorder
• Conversion disorder
• Psychological factors affecting other medical condition
• Factitious disorder
• Other specific somatic and related
• unspecified
KARAKTERISTIK
– Gejala Utama : adanya keluhan-keluhan gejala fisik yang berulang-ulang disertai dengan permintaan pemeriksaan medik, meskipun sudah
berkali-kali terbukti hasilnya negatif.
– Adanya tanda dan gejala positif : gejala somatis yang disertai dengan pikiran, perasaan dan perilaku abnormal terhadap kesehatan / tubuh.
BEDAKAN DENGAN
MALINGERING
sengaja/pura-pura mengalami masalah psikis/fisik untuk mencapai tujuan tertentu
yang jelas dengan cara-cara yang jelas
FACTITIOUS DISORDER
sengaja/pura-pura memiliki masalah psikis/fisik untuk mencapai tujuan tertentu
yang kurang jelas: simpati or perhatian
JENIS GANGGUAN SOMATOFORM
SOMATIZATION DISORDER
– Adanya perasaan merasakan sakit yang kronis.
– Biasanya terjadi pada wanita.
– Individu mempunyai banyak keluhan fisik yang dikeluhkan berulang dan beragam di berbagai bagian organ tubuh
– Keluhan itu sering dilebih-lebihkan – Secara medis tidak ada bukti tp sangat
meyakinkan
• Keluhan yang sering muncul:
muntah, aphonia (tidak dapat bersuara), organ seks terasa panas, lumpuh, dan gejala konversi lain.
• Keluhan lain:
• Sakit kepala
• Kelelahan
• Sakit di dada
• Perut
• Saluran kencing
• Mau muntah/mual
• Mau pingsan
JENIS GANGGUAN SOMATOFORM
CONVERSION DISORDER
• Adanya keluhan mengenai perubahan atau kehilangan salah satu fungsi tubuh, meskipun tidak ada bukti medis.
• Gejala ini tidak dibuat-buat atau sengaja diciptakan.
• Misalnya buta, lumpuh, kejang, gangguan koordinasi, akinesia, anosmia (tidak bisa membau), anesthesia (mati rasa), pseudocyesis (kehamilan palsu) dimana individu menunjukkan gejala kehamilan, misalnya berhenti menstruasi, muntah, perut tegang
•Kesulitan/tidak mampu menerima, mengolah stimuli sensorik
sensory
•Tidak mampu
mengontrol kontraksi otot, tremor/seizure tanpa ada dasar fisik
motor
•Pengaruhnya pada pencernaan makanan
•Sistem pembuangan
•Reproduksi
autonomic
JENIS GANGGUAN SOMATOFORM
• Prognosis jelek; untuk sembuh sangat sulit karena ada negative style
• Individu sangat pandai berperan sebagai orang sakit dengan tujuan untuk :
a. Mendapatkan simpati b. Mendapatkan perhatian c. Diterima kegagalannya HYPOCONDRIASIS
– Individu mempunyai preokupasi (pikiran
obsesi/keyakinan menetap) bahwa dirinya memiliki suatu penyakit fisik yang serius
– Pasien selalu datang ke dokter,
meskipun dokter tidak mampu
melakukan pengobatan.
JENIS GANGGUAN SOMATOFORM
BODY DYSMORFIC DISORDER
– Adanya pikiran dan perasaan negatif terhadap tubuh.
– Ditunjukkan dengan = sering
berdandan, menata rambut secara kompulsif.
PADA DSM-V, Gangguan ini masuk ke dalam kelompok OCD.
ILLNESS ANXIETY DISORDER
• Adanya perasaan cemas yang berlebihan tentang kondisi
kesehatannya, (dengan atau tanpa
gejala somatis).
TRAUMA
PENGERTIAN
– Gangguan stress Akut (ASD) = reaksi maladaptif yg terjadi pd bulan pertama setelah pengalaman traumatis.
– Gangguan Stres Trauma (PTSD) = reaksi maladaptif yg berkelanjutan dari pengalaman trautis.
– ASD Merupakan faktor risiko utama terjadinya PTSD.
– ASD & PTSD sama-sama melibatkan peristiwa traumatis, yg mengakibatkan ancaman cedera fisik serius, keselamatan &
kematian.
– Respons perasaan takut yg intens, tidak berdaya, rasa ngeri
CIRI-CIRI
– Mengalami kembali peristiwa traumatis
– Menghindari petunjuk atau stimuli yg diasosiasikan dgn peristiwa tsb – Mati rasa dalam responsivitas secara umum/segi emosional
– Mudah sekali terangsang
– Gangguan fungsi/distress emosional yg penting
Related Disorder (Based On DSM-V)
REACTIVE ATTACHMENT DISORDER
– Terjadi pada masa anak-anak setidaknya usia 9 tahun
– Kurangnya mencari kenyamanan ketika mengalamo penderitaan pada anak- anak, terbatasnya afek positif, kurangnya respon sosial dan emosional.
DISINHIBITED SOCIAL ENGAGEMENT DISORDER
– Perilaku anak yang sangat berlebihan familiar pada orang dewasa yg tidak dikenal.
PSIKOPATOLOGI DARI
BERBAGAI PANDANGAN
•Sinyal bahaya dari ketidaksadaran
•Adanya konflik antara id vs superego, sehingga muncul mekanisme pertahanan ego PSIKODINAMIKA
PSIKODINAMIKA
•Adanya ketidakselarasan antara real self dan ideal self secara sosial mendekat ke taraf kesadaran.
HUMANISTIK HUMANISTIK
•Pengkondisian klasik : stimulus netral dipasangkan dengan stimuli yg tidak menyenangkan (aversif).
•Respon yg dipelajari thd stimulus lingkungan yg spesifik (modelling).
•Belajar memperoleh “peran sakit”
BELAJAR BELAJAR
•Adanya pola pikir yg salah / negatif yg berlebihan
•Keyakinan irasional KOGNITIF
KOGNITIF
•Genetis
•Neurotransmitter : kurangnya kerja GABA dalam mereduksi stress & disfungsi serotonin &
norepinefrin BIOLOGIS BIOLOGIS