• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN SISTEM KEAMANAN MOBIL MENGGUNAKAN MINI KOMPUTER RASPBERRY PI BERBASIS ANDROID DENGAN ALGORITMA ONE-TIME PAD SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGEMBANGAN SISTEM KEAMANAN MOBIL MENGGUNAKAN MINI KOMPUTER RASPBERRY PI BERBASIS ANDROID DENGAN ALGORITMA ONE-TIME PAD SKRIPSI"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN SISTEM KEAMANAN MOBIL MENGGUNAKAN MINI KOMPUTER RASPBERRY PI BERBASIS ANDROID DENGAN

ALGORITMA ONE-TIME PAD SKRIPSI

CHRISTIAN ALESI T.P 131401133

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2018

(2)

DENGAN ALGORITMA ONE-TIME PAD SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat memperoleh ijazah Sarjana Ilmu Komputer

CHRISTIAN ALESI T.P 131401133

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2018

(3)

PERSETUJUAN

Judul : PENGEMBANGAN SISTEM KEAMANAN MOBIL

MENGGUNAKAN MINI KOMPUTER RASPBERRY PI BERBASIS ANDROID DENGAN ALGORITMA ONE- TIME PAD

Kategori : SKRIPSI

Nama : CHRISTIAN ALESI T.P

Nomor Induk Mahasiswa : 131401133

Program Studi : SARJANA (S-1) ILMU KOMPUTER

Departemen : ILMU KOMPUTER

Fakultas : FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI

INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Diluluskan di Medan, Juli 2018 Komisi Pembimbing :

Pembimbing 2 Pembimbing 1

Dr. Syahril Efendi, S.Si., M.IT Dr. Poltak Sihombing, M.Kom.

NIP. 19671110 199602 1 001 NIP. 19620317 199103 1 001

Diketahui/disetujui oleh

Program Studi S-1 Ilmu Komputer Ketua,

Dr. Poltak Sihombing, M.Kom.

NIP. 19620317 199103 1 001

(4)

PERNYATAAN

PENGEMBANGAN SISTEM KEAMANAN MOBIL MENGGUNAKAN MINI KOMPUTER RASPBERRY PI BERBASIS ANDROID

DENGAN ALGORITMA ONE-TIME PAD

SKRIPSI

Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing telah disebutkan sumbernya.

Medan, Juli 2018

Christian Alesi T.P.

131401133

(5)

PENGHARGAAN

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena rahmat dan izin-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Banyak bantuan berupa uluran tangan, budi baik, buah pikiran dan kerjasama yang telah penulis terima selama menempuh studi sampai dengan penyelesaian studi (skripsi) ini. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Runtung, SH, M.Hum selaku Rektor Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Dr. Opim Salim Sitompul selaku Dekan FASILKOM-TI USU.

3. Bapak Dr. Poltak Sihombing, M.Kom. selaku Ketua Program Studi S-1 Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara dan Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada penulis.

4. Bapak Dr. Syahril Efendi, S.Si., M.IT selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada penulis.

5. Bapak Sajadin Sembiring, S.Si, M.Comp, Sc selaku Dosen Pembanding I yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada penulis.

6. Bapak Drs. Dahlan Sitompul, M.Eng selaku Dosen Pembanding II yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada penulis.

7. Yang teristimewa, Ayahanda Kisharianto Pasaribu, S.Sos dan Ibunda drg.Minenda Br.Bangun, S.KG yang selalu memberikan kasih sayang dan dukungan kepada penulis.

8. Adinda tercinta Yane Indira Pasaribu yang memberikan semangat dan doa kepada penulis.

9. Yang teristimewa, Bapak Letnan Jendral TNI (Purn.) Edy Rahmayadi yang selalu memberikan motivasi dan semangat juang.

10. Abangda Fadly Idris, Abdul Manaf Tarigan, Muhammad Zaki, Zulham dan Kakak Dwi Novika Sari sebagai tempat sharring dan bertukar pendapat untuk kelancaran penulisan skripsi.

(6)

11. Sahabat-sahabat dan BEST, Zulkarnain Shiddiq, Rudy Chandra, M. Ari Syahputra, M. Sofyan, Fadhilah Atika, Tiara Rizky, Adiba Nazila, Raja Hafizh Al Ihsan, Riwan Indra Simbolon, Fahry Mayprana, M. Ali Subada, Jessica Sinaga, Ibnu Rashad, Putra Agung Santoso yang telah berbagi kebersamaan dan saling memberikan semangat serta dorongan kepada penulis selama menyelesaikan skripsi.

12. Seluruh tenaga pengajar dan pegawai di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi USU, terkhususnya di Program Studi S-1 Ilmu Komputer.

13. Khusus untuk Fadhilah Atika, S.Kom yang membantu dalam merapikan penulisan penelitian dan Bobby Putra Johan, S.Kom, Zulkarnain Shiddiq, S.Kom, dan Setiadi Prayogo, S.Kom yang membantu dalam pembuatan hardware.

14. Rekan-rekan seluruh stambuk 2013 Ilmu Komputer USU yang telah memberi motivasi kepada penulis dalam pengerjaan skripsi ini.

15. Semua pihak yang terlibat langsung atau tidak langsung yang penulis tidak dapat tuliskan satu per satu.

Semoga Tuhan melimpahkan berkah dan kasih sayang-Nya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, semangat, dukungan dan perhatian kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis, pendidikan, masyarakat, organisasi atau negara.

Medan, Juli 2018

Penulis

(7)

ABSTRAK

Tindak kejahatan pencurian kaca spion hingga kendaraan mobil menjadi masalah serius bagi pengguna mobil. Untuk menghindari pencurian tersebut, diperlukan sebuah sistem yang dapat memberikan informasi kepada pemilik mobil dan sebuah alarm sebagai indikator suara kepada lingkungan sekitar. Sistem keamanan mobil menggunakan mikrokontroler dan Raspberry Pi adalah salah satu solusi untuk menghindari pencurian tersebut. Mikrokontroler digunakan untuk mengontrol arus listrik yang terdapat di mobil dan Raspberry Pi sendiri akan dikendalikan melalui smartphone Android. Untuk menghubungkan antara Android dengan Raspberry Pi digunakan Bluetooth dan modul GSM SIM 808. Aplikasi yang terdapat di Android digunakan untuk mengontrol sistem keamanan mobil. Sistem ini juga dilengkapi dengan algoritma kriptografi One-Time Pad untuk mengamankan data user. Pengguna aplikasi harus masuk menggunakan perangkat Bluetooth yang sudah terdaftar agar dapat menggunakan aplikasi pada Android. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem yang dapat menemukan lokasi kendaraan, menghidupkan dan mematikan mesin kendaraan pada jarak maksimal ± 30 meter. Proses enkripsi dan dekripsi SMS dan Bluetooth menggunakan algoritma kriptografi One-Time Pad berjalan dengan baik.

Kata Kunci: Kriptografi, One-Time Pad, Android, Mikrokontroler, Raspberry pi.

(8)

DEVELOPMENT OF CAR SECURITY SYSTEM USING MICROCONTROLLER AND RASPBERRY PI BASED

ON ANDROID WITH ONE-TIME PAD ALGORITHM

ABSTRACT

The crime of rearview mirror theft up to the car vehicle becomes a serious problem for car users. To avoid the theft, a system is required that can provide information to the car owner and an alarm as an indicator of sound to the surrounding environment. Car security system using microcontroller and Raspberry Pi is one solution to avoid the theft. Microcontroller is used to control the electric current contained in the car and Raspberry Pi itself will be controlled via Android smartphone. To connect between Android with Raspberry Pi use Bluetooth and GSM SIM 808 module. The application contained in Android is used to control car security system. The system also features a One-Time Pad cryptographic algorithm to secure user data. App users must sign in using a registered Bluetooth device in order to use the app on Android. The results of this study is a system that can find the location of the vehicle, turn on and off the vehicle engine at a maximum distance ± 30 meters. The encryption and decryption process of SMS and Bluetooth using the One-Time Pad cryptography algorithm works well.

Keywords: Cryptography, One-Time Pad, Android, Microcontroller, Raspberry Pi

(9)

DAFTAR ISI

Hal.

PERSETUJUAN ii

PERNYATAAN iii

PENGHARGAAN iv

ABSTRAK vi

ABSTRACT vii

DAFTAR ISI viii

DAFTAR TABEL x

DAFTAR GAMBAR xi

DAFTAR LAMPIRAN xii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 1

1.2. Rumusan Masalah 2

1.3. Batasan Masalah 2

1.4. Tujuan Penelitian 2

1.5. Manfaat Penelitian 2

1.6. Metodologi Penelitian 2

1.7. Sistematika Penulisan 3

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.1. Kriptografi 5

2.1.1. Jenis-jenis Algoritma Kriptografi 5

2.1.1.1. Algoritma Simetris 5

2.1.1.2. Algoritma Asimetris 6

2.1.2. Algoritma One-Time Pad 6

2.2. Mikrokontroler Raspberry Pi 8

2.3. Modul Sensor Deteksi Suara - Arduino DIY Intelligent Smart 10

2.4. SIM 808 11

2.5. Solid State Relay 12

2.6. Bluetooth 12

2.7. Android Studio 14

2.8. Android 15

2.9. GPS 16

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1. Analisis Sistem 17

3.1.1. Analisis Kebutuhan Sistem 17

3.1.2. Analisis Pemodelan Sistem 18

3.1.2.1. Pemodelan dengan Menggunakan Use Case Diagram 18 3.1.2.2. Pemodelan dengan Menggunakan Activity Diagram 20 3.1.2.3. Pemodelan dengan Menggunakan Sequence Diagram 22

3.2. Perancangan Sistem 24

3.2.1. Flowchart sistem 24

(10)

3.2.1.1. Flowchart Gambaran Umum Sistem 24

3.2.2. Perancangan Antarmuka 26

3.2.2.1. Antarmuka Layout Kontrol Bluetooth 26

3.2.2.2. Antamuka Layout Kontrol GSM 27

3.2.3. Perancangan Perangkat Keras 28

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

4.1. Implementasi Sistem 29

4.1.1. Tampilan Antarmuka 30

4.1.1.1. Tampilan Halaman Kontrol Bluetooth 30

4.1.1.2. Tampilan halaman kontrol GSM 32

4.1.1.3. Tampilan halaman lokasi 33

4.1.2. Perangkat Keras 35

4.2. Pengujian Sistem 37

4.2.1. Pengujian Bluetooth 37

4.2.2. Pengujian Algoritma One-Time Pad 37

4.2.2.1. Pembuatan Tabel Karakter 38

4.2.2.2. Proses Enkripsi dan Dekripsi 39

4.2.2.3. Pengujian ProsesOne-Time Pad pada SMS 39

4.2.2.3.1. Pengiriman Perintah Mematikan Saklar 40

4.2.2.3.2. Pengiriman Perintah Meminta Lokasi 40

4.2.3. Pengujian Sistem Secara Keseluruhan 41

4.2.3.1. Skenario Menggunakan Bluetooth 42

4.2.3.2. Skenario Menggunakan SMS 43

BAB 5 PENUTUP

5.1. Kesimpulan 44

5.2. Saran 44

DAFTAR PUSTAKA 46

(11)

DAFTAR TABEL

Hal.

Tabel 3.1. Definisi Aktor 18

Tabel 3.2. Use Case 18

Tabel 3.3. Skenario Use Case Sakelar 19

Tabel 3.4. Skenario Use Case Mesin 20

Tabel 3.5. Skenario Use Case Temukan Lokasi 20

Tabel 3.6. Rincian Perangkat Keras 28

Tabel 4.1. Hasil Pengukuran Jarak Bluetooth 37

Tabel 4.2. Karakter 38

Tabel 4.3. Enkripsi Algoritma One-Time Pad 39

Tabel 4.4. Dekripsi Algoritma One-Time Pad 39

(12)

DAFTAR GAMBAR

Hal.

Gambar 2.1. Skema Kriptografi Simetris 6

Gambar 2.2. Skema Kriptografi Asimetris 6

Gambar 2.3. Mini Komputer Raspberry Pi 3B(Sumber: www.raspberrypi.org) 8 Gambar 2.4. Struktur Raspberry Pi 3B(Sumber: www.raspberrypi.org) 9

Gambar 2.5. Modul Sensor Deteksi Suara 11

Gambar 2.6. SIM 808 12

Gambar 2.7. Bagian – bagian Bluetooth 13

Gambar 2.8. Android Studio (Sumber developer.Android.com) 15

Gambar 3.1. Use Case Diagram 19

Gambar 3.2. Activity Diagram untuk Proses Sakelar 21

Gambar 3.3. Activity Diagram untuk Proses Mesin 21

Gambar 3.4. Activity Diagram untuk Proses Temukan Lokasi 22

Gambar 3.5. Sequence Diagram Proses Sakelar 22

Gambar 3.6. Sequence Diagram Proses Mesin 23

Gambar 3.7. Sequence Diagram Proses Temukan Lokasi 23

Gambar 3.8. Flowchart Gambaran Umum Sistem 24

Gambar 3.9. Flowchart Sakelar 25

Gambar 3.10. Flowchart Mesin 25

Gambar 3.11. Rancangan Layout Kontrol Bluetooth 26

Gambar 3.12. Rancangan Layout Kontrol GSM 27

Gambar 3.13. Rincian Perangkat Keras 28

Gambar 4.1. Diagram Ishikawa 29

Gambar 4.2. Kontrol Bluetooth 31

Gambar 4.3. Kode Program Kontrol Bluetooth 31

Gambar 4.4. Kontrol GSM 32

Gambar 4.5. Kode Program Kontrol GSM 33

Gambar 4.6. Lokasi 34

Gambar 4.7. Kode Program Lokasi 35

Gambar 4.8. Konstruksi Utama 36

Gambar 4.9. Kode Program Kontrol Relay 36

Gambar 4.10. Proses OTP Mematikan Sakelar 40

Gambar 4.11. Proses OTP Meminta Lokasi 40

Gambar 4.12. Pemasangan dan Peletakan Alat 41

Gambar 4.13. Skenario Menggunakan Bluetooth 42

Gambar 4.14. Skenario Menggunakan SMS 43

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

Hal.

Lampiran 1 Listing Program A-1

Lampiran 2 Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae) B-1

(14)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sistem keamanan menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi pemilik mobil, karena tindak kriminal mobil adalah masalah bagi pengguna kendaraan. Menggunakan alarm sebagai sistem keamanan merupakan salah satu pilihan bagi pengguna mobil. Namun keamanan ini masih jauh dari sempurna karena jika alarm atau pengeras suara tersebut dapat dilumpuhkan maka tidak ada lagi indikator yang digunakan untuk memberikan informasi kepada pemilik mengenai kondisi kendaraannya.

Kondisi seperti ini dirasakan kurang efektif jika pemilik mobil berada diluar jangkauan suara alarm tersebut, ini merupakan suatu masalah untuk sebuah sistem keamanan kendaraan. Mikrokontroler dan Androiddapat digunakan untuk membuat sebuah sistem keamanan yang lebih baik, dengan memanfaatkan GPS dan SMS untuk komunikasi data, pengguna mobil dapat mengontrol pengapian mobil dari jarak yang jauh dan mengetahui lokasi mobil.

Berdasarkan permasalahan ini, selain sebuah pengeras suara sebagai indikatornya maka diperlukan juga sebuah media pengirim yang memiliki jangkauan yang cukup luas sebagai indikator pemberi informasi kepada pemilik kendaraan, dan membuat mesin kendaraan tidak dapat dinyalakan (dioperasikan). Maka untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut dapat ditempuh dengan cara memanfaatkan pemrograman sebuah mikrokontroler dan algoritma One-Time Pad sebagai sistem keamanan yang dibuat menggunakan perangkat Android dan Raspberry Pi. Algoritma One-Time Pad merupakan algoritma berjenis symmetric key yang artinya bahwa kunci yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi merupakan kunci yang sama (Astutik,2007).

(15)

1.2. Rumusan Masalah

Masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah bagaimana mengamankan dan menemukan Mobil dari tindak kriminal pencurian.

1.3. Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Algoritma One-Time Pad hanya digunakan untuk mengamankan data pada Perangkat Android.

2. Menggunakan perangkat SIM 808 sebagai GPS dan GSM

3. Menggunakan bahasa pemrograman Java untuk Android, bahasa pemrograman Python untuk Raspberry Pi dan JSON sebagai penyimpanan data pada Android.

4. Raspberry Pi tidak terhubung ke internet

5. Menggunakan Modul Sensor Suara sebagai pendeteksi alarm mobil saat berbunyi

6. Penelitian ini tidak membahas masalah penyadapan data.

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah sistem keamanan mobil menggunakan Raspberry Pi berbasis Android.

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah menghasilkan suatu perangkat software dan hardware untuk mengamankan kendaraan khususnya mobil sehingga dapat menghindari terjadinya tindak kriminal pencurian kendaraan

1.6. Metodologi Penelitian

Tahapan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah : 1. Studi Literatur

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan referensi yang diperlukan dalam penelitian. Hal ini dilakukan untuk memperoleh informasi dan data yang

(16)

diperlukan untuk penulisan skripsi ini. referensi yang digunakan dapat berupa buku, jurnal, artikel, situs internet yang berkaitan dengan penelitian ini.

2. Perancangan Sistem

Merancang sistem sesuai dengan rencana yang telah ditentukan, yaitu meliputi perancangan desain hardware, flowchart, diagram use-case, diagram activity, diagram sequence dan perancangan antarmuka dari aplikasi. Proses perancangan ini berdasarkan pada batasan masalah dari penelitian ini.

3. Implementasi Sistem

Pada tahap ini pembuatan sistem hardware telah selesai dilaksanakan dan menambahkan fungsi kontrolerke dalam sistem hardware sesuai dengan analisis dan perancangan yang telah dilakukan sebelumnya.

4. Pengujian Sistem

Pada tahap ini akan dilakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibangun.

5. Dokumentasi

Melakukan pembuatan dokumentasi sistem mulai dari tahap awal hingga pengujian sistem, untuk selanjutnya dibuat dalam bentuk laporan penelitian (skripsi).

1.7. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari beberapa bagian utama seperti berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN

Menjelaskan latar belakang dari penelitian yang dilakukan, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian dan sistematika penulisan dari skripsi ini.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Berisi penjelasan singkat mengenai sistem kriptografi, teori-teori dasar yang digunakan dalam algoritma kriptografi One-Time Pad, sistem kriptografi One-Time Pad, penjelasan singkat tentang mikrokontroler dan Raspberry Pi dan beberapa penelitian terdahulu yang relevan.

(17)

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

Membahas analisis terhadap masalah penelitian, analisis kebutuhan dalam membangun sistem dan perancangan terhadap sistem yang akan dibangun.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Merupakan hasil penelitian yang dilakukan. Berisi tentang penjelasan implementasi sistem berdasarkan analisis dan perancangan sistem, skenario pengujian terhadap sistem yang telah dibangun serta pembahasan hasil pengujian.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Berisi kesimpulan dari keseluruhan penelitian dan saran berdasarkan hasil pengujianyang diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan selanjutnya.

(18)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1. Kriptografi

Ditinjau dari segi terminologinya, kata kriptografi berasal dari bahasa Yunani yaitu crypto yang berarti secret (rahasia) dan graphia yang berarti writing (tulisan). Jadi kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan ketika pesan dikirim dari suatu tempat ke tempat lain. Maka secara terminologi kriptografi merupakan langkah-langkah logis bagaimana menyembunyikan pesan dari orang-orang yang tidak berhak atas pesan tersebut (Ariyus, 2008).

2.1.1. Jenis-jenis Algoritma Kriptografi

Algoritma Kriptografi dibagi tiga berdasarkan kunci yang dipakai, yaitu algoritma simetri (menggunakan satu kunci untuk proses enkripsi dan dekripsi), algoritma asimetris (menggunakan kunci yang berbeda untuk proses enkripsi dan dekripsi), dan fungsi hash (Ariyus, 2008).

2.1.1.1. Algoritma Simetris

Algoritma simetris adalah algoritma yang menggunakan kunci enkripsi yang sama dengan kunci dekripsinya (Sadikin, 2012). Algoritma simetris sering juga disebut sebagai algoritma kunci rahasia, algoritma kunci tunggal atau algoritma satu kunci (Sadikin, 2012). Bila mengirim pesan dengan algoritma ini, si penerima pesan harus diberitahu kunci dari pesan tersebut agar bisa mendekripsikan pesan yang dikirim.

Keamanan dari pesan yang menggunakan algoritma ini tergantung pada kunci.

Algoritma kriptografi yang termasuk algoritma kunci simetris ini adalah Hill Cipher, Blowfish, Twofish, Vigenere Cipher, One Time Pad, DES, RC2, RC4, RC5, IDEA dan lain-lainnya. Berikut ini skema kriptografi simetris dapat dilihat pada Gambar

(19)

Gambar 2.1 Skema Kriptografi Simetris

2.1.1.2. Algoritma Asimetris

Kunci yang digunakan dalam algoritma asimetris (asymmetric cryptosystems) untuk melakukan enkripsi dan deksripsi berbeda (Smart, 2004). Algoritma asimetris disebut juga dengan kriptografi kunci publik karena algoritma ini memiliki kunci yang berbeda untuk enkripsi dan dekripsi, dimana enkripsi menggunakan public key dan untuk dekripsinya menggunakan private key. Berikut ini skema kriptografi asimetris dapat dilihat pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2 Skema Kriptografi Asimetris

2.1.2.Algoritma One-Time Pad

Algoritma ini ditemukan pada tahun 1917 oleh Mayor Joseph Mauborgne dan Gilbert Verman. Cipher ini termasuk ke dalam kelompok algoritma kriptografi simetris (Prameswara, 2013). Algoritma One Time Pad berisi deretan karakter kunci yang dibangkitkan secara acak dan setiap kunci hanya bisa dipakai sekali pakai.

Pemilihan kunci harus secara acak dan kunci hanya bisa digunakan satu kali saja agar algoritma One Time Pad tidak mudah dipecahkan (Mollin, 2007). Panjang stream karakter kunci sama dengan panjang pesan. One Time Pad (pad = kertas bloknot) berisi barisan karakter-karakter kunci yang dibangkitkan secara acak. Satu pad hanya digunakan sekali (one time) saja untuk mengenkripsi pesan, setelah itu pad yang telah digunakan dihancurkan.

Panjang kunci One Time Pad = panjang teks asli sehingga tidak ada kebutuhan

A Enkripsi Dekripsi B

plaintext plaintex

ciphertext t

Kunci publik Kunci rahasia

Algoritma Enkripsi

Algoritma Dekripsi

Teks Ciphertext

Kunci rahasia

Teks

(20)

untuk mengulang penggunaan kunci selama proses enkripsi.Aturan enkripsi yang digunakan persis sama seperti pada kode Vigenere.

Enkripsi: ci = (pi + ki) mod 26...(2.1) Dekripsi: pi = (ci–ki) mod 26... (2.2)

Dimana:

ci= ciphertext pi= plaintext ki= kunci

Bila diketahui teks asli: “ONETIMEPAD”

Dengan kunci: “TBFRGFARM”

Diasumsikan A= 0, B = 1, . . . , Z=25.

Maka akan didapat teks-kode : “ IPKLPSFHGQ ” yang mana diperoleh sebagai berikut:

(O + T) mod 26 = I (N + B) mod 26 = P (E + F) mod 26 = K (T + R) mod 26 = L (I + G) mod 26 = P (M + F) mod 26 = S (E + A) mod 26 = F (P + R) mod 26 = H (A + F) mod 26 = G (D + M) mod 26 = Q

Sistem One Time Pad tidak dapat dipecahkan karena beberapa alasan yaitu barisan kunci acak + teks asli yang tidak acak = teks kode yang seluruhnya acak.

Mendekripsi teks kode dengan beberapa kunci berbeda dapat menghasilkan teks asli yang bermakna sehingga kriptanalis tidak punya cara untuk menentukan teks asli mana yang benar.

(21)

Algoritma ini memiliki beberapa kelemahan, yaitu : Kunci yang dipakai haruslah benar-benar acak. Menggunakan pseudorandom generator tidak dihitung, karena algoritma ini memiliki bagian yang tidak acak. Panjang kunci juga harus sama dengan panjang pesan, sehingga hanya cocok untuk pesan berukuran kecil. Selain itu, karena kunci dibangkitkan secara acak, maka tidak mungkin pengirim dan penerima membangkitkan kunci yang sama secara simultan, dan karena kerahasiaan kunci harus dijamin, maka perlu ada perlindungan selama pengiriman kunci. Oleh karena itu, algoritma ini hanya dapat digunakan jika tersedia saluran komunikasi kedua yang cukup aman untuk mengirim kunci (Prameswara, 2013)

2.2. Mikrokontroler Raspberry Pi

Raspberry Pi adalah komputer berukuran kartu kredit yang dikembangkan di Inggris oleh Yayasan Raspberry Pi dengan tujuan untuk mempromosikan pengajaran ilmu pengetahuan dasar komputer di sekolah. Raspberry Pi diproduksi melalu lisensi manufaktur yang berkaitan dengan elemen 14/Premier Farnelldan RS komponen.

Raspberry Pi memiliki sistem on chip Broadcombcm2835 dengan prosesor ARM1176JZF-S 700 MHz. Pada Raspberry Pi ini dapat dipasang sistem operasi yang didukung dengan teknologi ARM seperti RaspbianOS, Arch Linux. Raspberry Pi model 3B dapat dilihat pada Gambar 2.3 dan Gambar 2.4.

Gambar 2.3 Mini Komputer Raspberry Pi 3B(Sumber: www.raspberrypi.org)

(22)

Gambar 2.4Struktur Raspberry Pi 3B(Sumber: www.raspberrypi.org)

Berikut ini adalah spesifikasi Raspberry Pi 3B :

 SoC: Broadcom BCM2837

 CPU: 4× ARM Cortex-A53, 1.2GHz

 GPU: Broadcom VideoCore IV

 RAM: 1GB LPDDR2 (900 MHz)

 Networking: 10/100 Ethernet, 2.4GHz 802.11n wireless

 Bluetooth: Bluetooth 4.1 Classic, Bluetooth Low Energy

 Storage: microSD

 GPIO: 40-pin header, populated

 Ports: HDMI, 3.5mm analogue audio-video jack, 4× USB 2.0, Ethernet, Camera Serial Interface (CSI), Display Serial Interface (DSI)

(23)

2.3. Modul Sensor Deteksi Suara - Arduino DIY Intelligent Smart

Mendeteksi intensitas suara dari lingkungan sekitar, perhatian: sensor ini hanya mengidentifikasi apakah ukuran (sesuai dengan prinsip getaran) tidak mengenali suara atau suara frekuensi tertentu suara, sensitivitas disesuaikan (diperlihatkan dengan warna biru penyesuaian potensiometer digital). Dapat dilihat pada Gambar 2.5.

Spesifikasi :

 Operating tegangan: DC3.3V-5V

 Format Output: output beralih digital (0 dan 1 tinggi dan rendah)dengan lubang baut tetap untuk kemudahan instalasi

 Kecil ukuran papan PCB: 3.4 cm * 1.6 cm

Deskripsi Modul :

 Tegangan VCC eksternal 3.3 V-5 V (dapat langsung terhubung ke 5 v MCU dan 3.3 v MCU)

 GND GND Eksternal

 DO papan kecil output interface digital (0 dan 1)

Instruksi Penggunaan:

1. modul Ini sangat sensitif terhadap intensitas suara ambient, umumnya digunakan untuk mendeteksi intensitas suara ambient.

2. ketika intensitas suara kurang dari ambang batas yang ditetapkan tercapai, port output DO tingkat tinggi ketika suara ambient melebihi ambang batas yang ditetapkan, output DO modul rendah;

3. Output digital DO dapat dihubungkan langsung dengan mikrokontroler melalui mikrokontroler untuk mendeteksi tinggi dan rendah, dengan demikian mendeteksi suara lingkungan;

4. Keluaran digital DO modul relay dapat drive, yang dapat terdiri dari sakelar suara diaktifkan

(24)

Gambar 2.5. Modul Sensor Deteksi Suara

2.4. SIM 808

Papan ini berdasarkan SIMCOM SIM808 GSM / modul GPS terbaru, ia menawarkan data GSM dan GPRS seluler bersama dengan teknologi GPS untuk navigasi satelit.

Papan ini memiliki konsumsi daya ultra-rendah dalam mode tidur, memberikan waktu siaga proyek yang sangat panjang. Selanjutnya ada sirkuit pengisian baterai onboard yang dapat digunakan dengan baterai LiPo.

Penerima GPS sangat sensitif dengan 22 pelacakan dan 66 saluran akuisisi, dan juga mendukung bantuan-GPS (A-GPS) untuk lokalisasi dalam ruangan. Papan dikendalikan oleh perintah AT melalui UART dan mendukung level logis 3.3V dan 5V. Itu datang dengan mini GPS dan antena GSM, namun baterai adalah opsional.

Spesifikasi :

 Quad-band 850/900/1800/1900MHz

 GPRS multi-slotclass12 connectivity: max. 85.6kbps(down-load/up-load)

 GPRS mobile station class B

 Dikontrol oleh AT Command (3GPP TS 27.007, 27.005 and SIMCOM enhanced AT Commands)

 Mendukung charging kontrol untuk Li-Ion battery

 MendukungReal Time Clock

 Voltage range 3.4V ~ 4.4V

 Standard SIM Card

(25)

Gambar 2.6 SIM 808

2.5. Solid State Relay

SSR (Solid State Relay) atau dikenal dengan sebutan Relay statis adalah sebuah sakelar elektronik yang tidak memiliki bagian yang bergerak. SSR tahan dan kebal terhadap guncangan dan getaran serta tertutup rapat terhadap kotoran dan kelembaban.

SSR menggunakan perangkat semikonduktor seperti dioda, SCR, TRIAC, transistor daya dan lain-lain untuk melakukan arus beban. Untuk melindungi sirkuit di bawah kontrol untuk pengenalan suara listrik, juga sering menggunakan SSR. Solid State Relay sangat andal dan memiliki umur pemakaian yang lebih panjang. Karena tidak memiliki bagian yang bergerak atau kontak “bounce” sehingga memiliki respons yang cepat. Solid State Relay lebih mahal dibandingkan dengan relay elektromekanik.

Solid State Relay telah banyak digunakan di berbagai daerah yang sebelumnya lebih dominan menggunakan relay elektromekanik atau kontaktor. Beberapa aplikasi dari Solid State Relay yaitu industri otomatisasi, pencahayaan, peralatan, kemasan, perkakas mesin, peralatan elektronik, peralatan manufacturing, uji dan keamanan sistem, sistem instrumentasi, kontrol lalu lintas dan lain-lain.

Karena Solid State Relay tidak memiliki bagian yang bergerak sehingga SSR memiliki banyak keuntungan, yaitu tingkat keandalan yang tinggi, tahan lama sampai 109 operasi pemakaian, Zero-voltage turn-on, rendah induksi elektromagnetik, tahan guncangan dan getaran, tidak ada kontak bounce, cocok dengan microprocessor, dan respons cepat (Verma, Gupta & Mahapatra 2015).

2.6. Bluetooth

Bluetooth didefinisikan sebagai sebuah arsitektur protokol ber-layer yang mengandung protokol inti, pengganti kabel dan protokol telepon serta protokol

(26)

adaptasi. Pada bagian selanjutnya akan dibahas lebih lanjut mengenai masing-masing blok dari arsitektur protokol sebagaimana yang terlihat pada Gambar. 2.7.

Gambar 2.7 Bagian – bagian Bluetooth

Layer paling dasar dari arsitektur bluetooth adalah bluetooth radio. Bluetooth beroperasi pada industrial Scientific and Medical (ISM) band antara 2,40 sampai dengan 2,48 GHz. Terdapat tiga kelas dari transmitter yang dibedakan dari output power dan jangkauan transmisi yang dimiliki. Bluetooth radio menggunakan modulasi Gaussian Frequenscy Shift Keying (GFSK) dalam melakukan transmisinya. Baseband layer adalah lapisan fisik dan berada diatas Bluetooth radio. Baseband layer menangani masalah channel. Untuk menghindari terjadinya interferensi dari sinyal lain yang berada pada band 2,4 GHz seperti WLAN, Bluetooth menggunakan prinsip frekuensi hopping. Setiap perangkat Bluetooth mempunyai alamat hardware yang khusus dan sebuah Bluetoothclock. Sebuah algoritma tertentu digunakan untuk menghitung frekuensi hopping yang digunakan berdasarkan pada hardware address dari perangkat yang menjadi masters dan clock.

Untuk komunikasi duplex, skema time duplex (TTD) digunakan sebagai sarana pengiriman dan penerimaan data. Di mana pada skema ini perangkat master melakukan transmisi pada slot watu genap dan perangkat slave melakukan transmisi pada slot waktu ganjil. Link Manager berfungsi untuk menjalankan link setup, authentication, link configuration dan aspek lainnya dari hubungan radio antara

(27)

master dan slave. Selain itu juga berfungsi untuk menemukan lonk manager lainnya dan melakukan komunikasi dengan menggunakan link manager protokol. Untuk memastikan hardware yang berbeda dapat saling mendukung, maka perangkat Bluetooth menggunakan Host Controller Interface (HCI) sebagai tatap muka antara host Bluetooth (contohnya komputer) dan baseband dan link manager.

Logical Link Control and Adaption Protocol (L2CAP) adalah lapisan yang berbeda di atas baseband protokol dan melayani protokol yang di atasnya dengan kemampuan protokol multiplexing dan packet augmentation serta reassembly (SAR).

Fungsi SAR diperlukan untuk mendukung protokol yang menggunakan paket data yang lebih besar daripada yang dapat didukung oleh baseband. Paket L2CAP yang besar dibagi kedalam beberapa paket baseband yang lebih kecil sebelum dipancarkan dan paket-paket tersebut akan disusun kembali setelah diterima menjadi paket L2CAP.

ServiceDiscovery Protocol pada dasarnya berfungsi untuk menyediakan perangkat (tools) yang dibutuhkan oleh sebuah aplikasi untuk memperoleh informasi dari sebuah perangkat Bluetooth, layanan Bluetooth apa saja yang tersedia dan untuk menentukan karakteristik dari layanan yang tersedia. Port serial merupakan salah satu dari layanan komunikasi yang sering digunakan.

RFCOMM adalah pengganti protokol kabel yang termasuk didalam spesifikasi Bluetooth. RFCOMM melakukan emulasi port serial RS-232 ke dalam protokol L2CAP dan menggantikan fungsi kabel serial. RFCOMM dapat menyediakan sampai dengan 60 port diantara dua perangkat Bluetooth. Bluetooth profile digunakan untuk memberikan gambaran untuk implementasi dari sebuah fungsi yang dapat dilakukan.

Bluetooth profile ditunjukan untuk mengurangi masalah yang mungkin timbul dari perbedaan produk yang diproduksi oleh perusahaan yang berbeda. Profile yang dimiliki Bluetooth sampai saat ini antara lain: basic imaging, basic printing, cordless telephony, dial-up networking, file transfer, handsfree, headset, serial port, dan scynchronization (Ardiansyah, 2011).

2.7. Android Studio

Android Studio adalah IDE (IntegratedDevelopmentEnvironment) resmi untukpengembangan aplikasi Android dan bersifat open source atau gratis. Peluncuran Android Studio ini diumumkan oleh Google pada 16 Mei 2013 pada event Google I/O

(28)

Conference untuk tahun 2013. Sejak saat itu, Android Studio menggantikan Eclipse sebagai IDE resmi untuk mengembangkan aplikasi Android(AndiJuansyah, 2015).

Gambar 2.8 Android Studio (Sumber developer.Android.com)

Android Studio sendiri dikembangkan berdasarkan IntelliJ IDEA yang mirip dengan Eclipse disertai dengan ADT plugin (Android Development Tools). Android Studio memiliki fitur:

a. Projek berbasis pada Gradle Build

b. Refactory dan pembenahan bug yang cepat

c. Tools baru yang bernama “Lint” diklaim dapat memonitor kecepatan, kegunaan, serta kompetibelitas aplikasi dengan cepat.

d. Mendukung Proguard And App-signing untuk keamanan.

e. Memiliki GUI aplikasi Android lebih mudah.

Didukung oleh Google Cloud Platfrom untuk setiap aplikasi yang dikembangkan.

2.8. Android

Android merupakan sistem operasi mobile berbasis kernel Linux yang dikembangkan oleh Android.Inc dan kemudian diakusisi oleh Google (Nihe, 2015). Android berupa sistem operasi, middleware, dan aplikasi kunci perangkat mobile. Android terdiri dari satu tumpukan yang lengkap, mulai dari boot loader, device driver, dan fungsi-fungsi pustaka, hingga perangkat lunak API (Application Programming Interface), Jadi sebenarnya Android bukanlah satu perangkat tertentu, melainkan sebuah platform yang dapat digunakan dan diadaptasikan untuk mendukung berbagai konfigurasi perangkat keras. Walaupun kelas utama perangkat yang didukung oleh Android adalah telepon mobile, tetapi sekarang ini juga digunakan pada electronic bookreaders,

(29)

2.9. GPS

Sistem yang digunakan untuk melacak mobil monitor, status yang digunakan oleh pihak tertentu untuk tujuan tertentu, sistem ini merupakan integrasi dari beberapa teknologi modern dan komunikasi yang tertanam pada teknologi tersebut. Untuk menyediakan lokasi dan Informasi waktu di bumi, Global Positioning System (GPS) yang biasa digunakan sebagai sistem satelit navigasi global berbasis ruang. Informasi lokasi yang disediakan oleh GPS sistem dapat yang divisualisasikan yaitu menggunakan Google Earth (Al-Khedher, 2011).

(30)

BAB 3

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1. Analisis Sistem

Analisis sistem bertujuan untuk memecah sistem ke dalam komponen-komponen subsistem yang lebih kecil untuk mengetahui hubungan setiap komponen tersebut dalam mencapai tujuan. (Whitten, 2007)

Gambar 3.1 Diagram Ishikawa

Pada diagram ishikawa pada Gambar 3.1 menjelaskan implementasi sistem keamanan mobil berbasis Android yang aman dengan menerapkan algoritma One- Time Pad. Pada sistem keamanan mobil sekaligus sebagai sistem pengendali mobil, user dapat menghidupkan dan mematikan sakelar dan mesin. User juga dapat menemukan lokasi keberadaan mobil. Raspberry Pi yang digunakan sebagai pengontrol utama mobil dikendalikan melalui Smartphone Android. Penghubung antara Raspberry Pi dengan Android menggunakan dua cara, yaitu melalui koneksi Bluetooth atau melalui koneksi GSM.

(31)

Perangkat SIM 808 berguna untuk menentukan lokasi mobil dan akan mengirim data lokasi ke Android jika user meminta. Relay yang berjumlah 4 buah yang di pasang pada mobil digunakan untuk mengontrol arus listrik yang terdapat pada Kunci Kontak dan Starter.

3.1.1. Analisis Kebutuhan Sistem

Analisis kebutuhan sistem meliputi analisis kebutuhan fungsional dan non-fungsional.

Kebutuhan fungsional mendeskripsikan fungsi-fungsi yang harus dilakukan oleh sebuah sistem untuk mencapai tujuan. Sedangkan kebutuhan non-fungsional mendeskripsikan fitur lain seperti karakteristik, batasan sistem, performa, dokumentasi dan yang lainnya agar sistem berjalan sukses (Whitten, 2007) .

a. Analisis kebutuhan fungsional sistem

Kebutuhan fungsional yang harus dimiliki oleh sistem keamanan mobil dengan aplikasi Android adalah :

1. Sistem dapat menghidupkan dan mematikan arus listrik pada mobil.

2. Sistem dapat mengontrol mesin mobil agar dapat hidup dan mati.

3. Sistem dapat menemukan lokasi mobil.

b. Analisis kebutuhan non-fungsional sistem

Kebutuhan non-fungsional yang harus dimiliki oleh sistem keamanan sepeda motor dengan aplikasi Android adalah :

Waktu proses koneksi, enkripsi dan dekripsi cepat, sehingga dapat mengefektifkan waktu pengguna sistem.

1. Tampilan antarmuka sistem menarik dan dapat dimengerti oleh pengguna sistem.

3.1.2. Analisis Pemodelan Sistem

Pemodelan sistem bertujuan untuk menampilkan kebutuhan dari sebuah perangkat lunak. Salah satu jenis pemodelan kebutuhan sistem adalah model berbasis skenario, model ini menggambarkan spesifikasi kebutuhan perangkat lunak dari berbagai sudut

(32)

pandang aktor di dalam perangkat lunak (Pressman, 2010).

Pada penelitian ini digunakan UML sebagai bahasa pemodelan untuk mendesain dan merancang sistem keamanan mobil berbasis Android. Model UML yang digunakan adalah Use Case diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram.

3.1.2.1. Pemodelan dengan Menggunakan Use Case Diagram

Untuk mengetahui aktor dan use case yang akan digunakan, maka dilakukan identifikasi aktor dan identifikasi use case. Setelah mendapatkan aktor dan use case, maka use case diagram dapat digambarkan. Pengidentifikasian aktor dan use case pada sistem ini ditunjukkan pada Tabel 3.1 dan Tabel 3.2 :

Tabel 3.1 Definisi Aktor

Tabel 3.2 Use Case

UC ID Use Case

UC-01 Menghidupkan atau Mematikan Sakelar UC-02 Menghidupkan atau Mematikan Mesin

UC-03 Menemukan Lokasi

Gambar use case diagram berdasarkan aktor dan use case dapat dilihat pada Gambar 3.2.

No Aktor Deskripsi

1 User Pengguna sistem yang memiliki hak untuk mengontrol mobil

(33)

Gambar 3.2 Use Case Diagram

a. Use CaseSakelar

Use Case sakelar ini akan menjelaskan secara sederhana cara kerja sakelar pada sistem keamanan mobil dengan Android dengan menggunakan algoritma One-Time Pad. Dapat dilihat pada tabel 3.3 yang merupakan dokumentasi naratif dari use case sakelar.

Tabel 3.3 Skenario Use Case Sakelar

Aksi Aktor Reaksi Sistem

Skenario Normal

1. Tekan tombol Sakelar

2. Mengirim perintah ke Mikrokontroler 3. Menghidupkan Sakelar

Skenario Alternatif

4. Mematikan Sakelar

b. Use Case Mesin

Use Case mesin ini akan menjelaskan secara sederhana cara kerja mesin pada sistem keamanan mobil dengan Android dengan menggunakan algoritma One-Time Pad.

(34)

Dapat dilihat pada Tabel 3.4 yang merupakan dokumentasi naratif dari use case mesin.

Tabel 3.4 Skenario Use Case Mesin

Aksi Aktor Reaksi Sistem

Skenario Normal 1. Tekan tombol Mesin

2. Mengirim perintah ke Mikrokontroler 3. Menghidupkan Mesin

Skenario Alternatif

4. Mematikan Mesin

c. Use case Temukan Lokasi

Use case temukan lokasi ini akan menjelaskan secara sederhana cara kerja sakelar pada sistem keamanan mobil dengan Android dengan menggunakan algoritma One- Time Pad. Dapat dilihat pada Tabel 3.5 yang merupakan dokumentasi naratif dari use case temukan lokasi.

Tabel 3.5 Skenario Use Case Temukan Lokasi

Aksi Aktor Reaksi Sistem

Skenario Normal

1. Tekan tombol Temukan Lokasi

2. Mengirim perintah ke Mikrokontroler 3. Mengambil koordinat Mobil

4. Menampilkan Lokasi Pada Google Map Skenario Alternatif

5. Tampil Pesan “Jaringan tidak ditemukan”

3.1.2.2. Pemodelan dengan Menggunakan Activity Diagram

Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan alur kerja (workflow) atau aktivitas dari sebuah sistem.

(35)

a. Activity Diagram Sakelar

Activity diagram sakelar akan menggambarkan hubungan aliran kerja yang telah dijelaskan pada use case sakelar. Activity diagram sakelar dapat dilihat pada Gambar3.3.

Gambar 3.3 Activity Diagram untuk Proses Sakelar

b. Activity Diagram Mesin

Activity diagram mesin akan menggambarkan hubungan aliran kerja yang telah dijelaskan pada use case Mesin. Activity diagram mesin dapat dilihat pada Gambar 3.4.

Gambar 3.4 Activity Diagram untuk Proses Mesin

(36)

c. Activity Diagram Temukan Lokasi

Activity diagram temukan lokasi akan menggambarkan hubungan aliran kerja yang telah dijelaskan pada use case temukan lokasi. Activity diagram temukanlokasi dapat dilihat pada Gambar 3.5.

Gambar 3.5 Activity Diagram untuk Proses Temukan Lokasi

3.1.2.3. Pemodelan dengan Menggunakan Sequence Diagram a. Sequence Diagram Sakelar

Pada Gambar 3.6 dapat dilihat Sequence Diagram untuk proses sakelar.

Gambar 3.6 Sequence Diagram Proses Sakelar

(37)

b. Sequence Diagram Mesin

Pada Gambar 3.7 dapat dilihat Sequence Diagram untuk proses mesin.

Gambar 3.7 Sequence Diagram Proses Mesin

c. Sequence Diagram Temukan Lokasi

Pada Gambar 3.8 dapat dilihat Sequence Diagram untuk proses temukan lokasi.

Gambar 3.8 Sequence Diagram Proses Temukan Lokasi

(38)

3.2. Perancangan Sistem 3.2.1. Flowchart sistem

Flowchart merupakan diagram alir dari bagan-bagan tertentu yang memiliki arus penggambaran mengenai langkah-langkah penyelesaian suatu permasalahan. Selain itu, flowchart juga memiliki fungsi memudahkan proses pengecekan terhadap sistem yang akan dibuat. Berikut merupakan flowchart dari sistem yang dibangun.

3.2.1.1. Flowchart Gambaran Umum Sistem dan Blok Diagram Sistem

Gambar 3.9 Blok Diagram Gambaran Umum Sistem

Berikut akan dijabarkan penjelasan dari Blok Diagram Sistem : 1. Sensor Suara mendeteksi suara alarm mobil.

2. Saat alarm berbunyi, Raspberry Pi mengirim pesan ke Android dalam bentuk SMS

3. Raspberry Pi sebagai pusat kontrol dari sistem keamanan mobil

4. Relay dihubungkan dengan saklar dan starter mobil sebagai untuk menghidupkan atau mematikan mobil

(39)

Gambaran umum sistem ini dapat dilihat pada flowchart Gambar 3.10.

Gambar 3.10 Flowchart Gambaran Umum Sistem

Pada flowchart Gambar 3.10 menjelaskanbahwa ada dua jenis koneksi yang dapat digunakan untuk menghubungkan Android dengan Raspberry Pi. Koneksi Bluetooth memiliki jangkauan yang lebih kecil dibandingkan dengan koneksi GSM.

Koneksi GSM membutuhkan pulsa operator atau data jaringan seluler untuk melakukan hubungan dengan Raspberry Pi. Setelah Android berhasil terhubung dengan Raspberry Pi, terdapat 3 menu yang memiliki fungsi yang berbeda.

(40)

Gambar 3.11 Flowchart Sakelar

Pada flowchart Gambar 3.11 menjelaskan proses untuk menghidupkan dan mematikan Sakelar. Sakelar yang telah dipasang pada mobil berguna untuk mengontrol arus listrik dari sumber utama atau AKI mobil. Jika keadaan Sakelar mati, maka mesin mobil tidak akan bias beroperasi, begitu juga sebaliknya.

Gambar 3.12 Flowchart Mesin

Pada flowchart Gambar 3.12 menjelaskan proses untuk menghidupkan dan mematikan Mesin. Dengan bantuan dari Raspberry Pi dan relay, mesin mobil dapat dihidupkan melalui Android. Pada penelitian ini, jenis kendaraan yang dapat

(41)

3.2.2. Perancangan Antarmuka

Sistem akan dibangun menggunakan bahasa pemrograman Basic dengan menggunakan software Android Studio. Rancangan antar muka disesuaikan dengan kebutuhan dan software yang digunakan. Antar muka menggunakan 3 layout, yaitu : layoutKontrol Bluetooth, layout Kontrol GSM, layout Lokasi.

3.2.2.1. Antarmuka Layout Kontrol Bluetooth

Pada Gambar 3.13 menunjukkan layout kontrol Bluetoothyang berguna untuk mengontrol mikrokontroler dan Raspberry Pi yang ada pada mobil melalui koneksi Bluetooth.

Gambar 3.13 Rancangan Layout Kontrol Bluetooth

Komponen yang dipakai untuk membangun antar muka layout lock pada Gambar 3.11adalah sebagai berikut :

1. Button ”BLUETOOTH” : button yang berfungsi untuk menghubungkan Bluetooth

2. Button ”SAKELAR” : button yang berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan sakelar.

3. Button “STARTER” : button yang berfungsi untuk mengaktifkan starter BLUETOOTH

SAKLAR

STARTER

(42)

mobil

3.2.2.2. Antamuka Layout Kontrol GSM

Pada Gambar 3.14 menunjukkan layout kontrol GSM yang berguna untuk mengontrol mikrokontroler yang ada pada mobil melalui koneksi GSM.

Gambar 3.14 Rancangan Layout Kontrol GSM

Komponen yang dipakai untuk membangun antar muka layout pada Gambar 3.12adalah sebagai berikut :

1. Label ”NO.HP” : Labelyang berfungsi untuk menampilkan nomor yang terdaftar 2. Button ”SAKELAR” : button yang berfungsi untuk mematikan sakelar.

3. Button ”LOKASI” : button yang berfungsi untuk meminta lokasi kendaraan dan menampilkan lokasi di Google Map.

3.2.3. Perancangan Perangkat Keras

Sistem keamanan mobilyang akan dibangun dirancang agar dapat memberikan keamanan untuk mobil dengan cara memberikan hak akses terhadap yang berhak.

Perancangan perangkat keras pada gambar 3.14 dan Tabel 3.6 menunjukkan hubungan antara masing-masing perangkat. Sumber listrik perangkat menggunakan AKI mobil yang menggunakan adaptor 5V agar perangkat Raspberry Pi tetap setabil.

NOMOR HP

SAKLAR

LOKASI

(43)

Tabel 3.6 Rincian Perangkat Keras

No Nama Barang Banyak Fungsi

1. Raspberry Pi 1 Processor Utama

2. Relay 5V 4 Kontroler Listrik

3. SIM 808 1 Koneksi GSM dan GPS

4. Sensor Suara 1 Pendeteksi Bunyi Alarm Mobil 5. Modul Step Down 5V 3A 2 Konverter Tegangan AKI

Gambar 3.15 Perancangan Perangkat Keras

Positif Negatif

USB

PIN GPIO

PIN Serial PIN GPIO

(44)

BAB 4

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

4.1. Implementasi Sistem

Tahap implementasi sistem merupakan lanjutan dari tahap perancangan sistem. Pada tahap ini dilakukan implementasi sistem ke dalam bahasa pemrograman berdasarkan hasil analisis dan perancangan sistem. Pada tahap implementasi ini digunakan perangkat lunak dan perangkat keras, sehingga sistem yang dibangun dapat diselesaikan dengan baik.

4.1.1 Tampilan Antar Muka

Tampilan antar muka dari sistem ini diimplementasikan berdasarkan dari tahap analisis dan perancangan sistem. Tampilan antar muka sistem ini terdiri dari 3 halaman utama, yaitu :

1. Kontrol Bluetooth 2. Kontrol GSM 3. Lokasi

4.1.1.1. Tampilan Halaman Kontrol Bluetooth

Halaman kontrol Bluetooth merupakan halaman yang digunakan mengontrol mobil melalui koneksi Bluetooth. Pada halaman kontrol Bluetooth, user dapat menghidupkan dan juga mematikan sakelar dan mesin. Untuk dapat menghidupkan mesin mobil, user cukup menekan tombol starter satu kali. Mesin mobil dapat dinyalakan jika kondisi sakelar dan kunci kontak dalam keadaan ON. Tampilan halaman kontrol Bluetooth dapat dilihat pada Gambar 4.1.

(45)

Gambar 4.1 Kontrol Bluetooth

Kode program untuk kontrol Bluetooth dapat dilihat pada Gambar 4.2.

Gambar 4.2 Kode Program Kontrol Bluetooth

(46)

4.1.1.2.. Tampilan halaman kontrol GSM

Halaman kontrol GSM tidak jauh berbeda dari halaman kontrol Bluetooth. Pada halaman ini, fungsi untuk menghidupkan mesin tidak ada. Halaman kontrol GSM memiliki fungsi untuk menemukan lokasi mobil berada. User hanya perlu menekan tombol “Temukan Lokasi” agar dapat melihat lokasi mobil. Tampilan halaman kontrol GSM dapat dilihat pada Gambar 4.3.

Gambar 4.3 Kontrol GSM

Kode program untuk kontrol GSM dapat dilihat pada gambar 4.4.

(47)

Gambar 4.4 Kode Program Kontrol GSM

4.1.1.3. Tampilan halaman lokasi

Halaman lokasi menunjukkan lokasi mobil berada. Ketika user meminta lokasi keberadaan mobil, maka sistem akan mengarahkan user ke Google Map yang terdapat pada Smartphone Android user. Tampilan halaman lokasi dapat dilihat pada Gambar 4.5.

(48)

Gambar 4.5 Lokasi

Kode program untuk lokasi dapat dilihat pada gambar 4.6.

(49)

Gambar 4.6 Kode Program Lokasi

4.1.2. Perangkat Keras

Sistem keamanan mobil yang telah dibangun dapat memberikan keamanan untuk mobil dengan cara memberikan hak akses terhadap yang berhak dan juga fasilitas dan GPS yang terpasang pada mobil.

(50)

Gambar 4.7 Konstruksi Utama

Pada gambar 4.7 menunjukkan gambaran kontruksi utama dari sistem keamanan mobil. Perangkat ini ditempatkan di dalam bagasi mobil agar terhindar air hujan. Relay yang terpasang pada perangkat dihubungkan dengan Kunci Kontak dan Starter mobil dengan menggunakan kabel. Kode program untuk mengoprasikan relay dapat dilihat pada gambar 4.8.

Raspberry Pi

SIM 808 Relay

(51)

4.2. Pengujian Sistem

Pengujian sistem dilakukan untuk mengetahui jarak maksimal antara mobil dengan Android agar dapat dikontrol melalui komunikasi Bluetooth. Untuk pengujian menggunakan komunikasi GSM tidak dilakukan, karena sudah pasti Android dan mobil dapat terhubung dengan catatan sebagai berikut :

a. Karu SIM yang terdapat di Android dan Mobil (Arduino) memiliki sinyal operator yang digunakan

b. Kartu SIM yang terdapat di Android dan mobil memiliki pulsa untuk melakukan komunikasi.

4.2.1. Pengujian Bluetooth

Untuk pengujian melalui komunikasi Bluetooth, dilakukan pengukuran jarak antara Android dengan mobil tanpa penghalang (seperti rumah dan gedung) dan didapat hasil pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Hasil Pengukuran Jarak Bluetooth

Nama Jarak (Meter) Hasil Catatan

A01 ± 5 Terhubung Respon cepat

A02 ± 10 Terhubung Respon cepat

A03 ± 15 Terhubung Respon cepat

A04 ± 20 Terhubung Respon cepat

A05 ± 25 Terhubung Respon lambat

A06 ± 30 Terhubung Respon lambat

A07 ± 35 Terputus Tidak ada respon

4.2.2. Pengujian Algoritma One-Time Pad

Untuk pengujian algoritma One-Time Pad, dilakukan proses enkripsi pada ponsel Android untuk pengiriman data melalui Bluetooth dan SMS. Lalu proses dekripsi dilakukan pada Raspberry Pi saat pesan yang dikirim melalui Bluetooth dan SMS masuk.

(52)

4.2.2.1. Pembuatan Tabel Karakter

Terlebih dahulu perlu dibuatkan tabel karakter khusus sehingga proses enkripsi dan dekripsi dapat berjalan. Berikut tabel karakter yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi.

Tabel 4.2 Karakter

0 A 24 Y 48 w 72 ,

1 B 25 Z 49 x 73 .

2 C 26 a 50 y 74 /

3 D 27 b 51 z 75 :

4 E 28 c 52 0 76 ;

5 F 29 d 53 1 77 <

6 G 30 e 54 2 78 =

7 H 31 f 55 3 79 >

8 I 32 g 56 4 80 ?

9 J 33 h 57 5 81 @

10 K 34 i 58 6 82 [

11 L 35 j 59 7 83 \

12 M 36 k 60 8 84 ]

13 N 37 l 61 9 85 _

14 O 38 m 62 Spasi 86 {

15 P 39 N 63 ! 87 |

16 Q 40 O 64 88 }

17 R 41 P 65 $ 89 ~

18 S 42 Q 66 %

19 T 43 R 67 &

20 U 44 S 68 (

21 V 45 T 69 )

22 W 46 U 70 *

23 X 47 V 71 +

(53)

4.2.2.2. Proses Enkripsi dan Dekripsi

Tabel 4.3 Enkripsi Algoritma One-Time Pad Plaintext Nilai Byte

Plaintext Key Nilai

Byte Key Enkripsi Ciphertext

ST0 18 19 52 123 53 54 55 71 73 17 + . R

ST1 18 19 53 123 53 54 55 71 73 18 + . S

SA0 18 0 52 123 53 54 55 71 54 17 + 2 R

SA1 18 0 53 123 53 54 55 71 54 18 + 2 S

Pada tabel 4.3 dapat dilihat bahwa ciphertext yang dihasilkan dari proses enkripsi algoritma One-Time Pad menjadi acak sehingga data yang disimpan di dalam database menjadi tidak berarti bagi user yang tidak memiliki akses di dalam sistem.

Untuk proses dekripsi algoritma One-Time Pad dapat dilihat pada tabel 4.4. Proses dekripsi mengubah ciphertext dari database kembali menjadi plaintext dengan sempurna.

Tabel 4.4 Dekripsi Algoritma One-Time Pad Ciphertext Nilai Byte

Ciphertext Key Nilai

Byte Key Dekripsi Plaintext

+ . R 71 73 17 123 53 54 55 18 19 52 ST0

+ . S 71 73 18 123 53 54 55 18 19 53 ST1

+ 2 R 71 54 17 123 53 54 55 18 0 52 SA0

+ 2 S 71 54 18 123 53 54 55 18 0 53 SA1

4.2.2.3. Pengujian proses One-Time Pad pada SMS

Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah proses enkripsi dan dekripsi dapat berjalan pada komunikasi perangkat android dan perangkat keras sistem. Pada pengujian ini proses enkripsi dilakukan pada perangkat android lalu cipher text dan key dikirimkan ke Raspberry Pi melalui SMS. Lalu pesan yang masuk ke Raspberry Pi akan di dekripsi, sehingga perintah yang dikirim melalui SMS dapat dilaksanakan oleh Raspberry Pi.

(54)

4.2.2.3.1. Pengiriman Perintah Mematikan Saklar

Gambar 4.9 Proses OTP Mematikan Sakelar

Pada gambar 4.9 tampak pesan yang dikirmkan melalui SMS tampak tersamarkan membentuk pesan unik. Lalu pesan masuk dapat memberikan respon yang sesuai yaitu pemberitahuan bahwa saklar telah dimatikan.

4.2.2.3.2. Pengiriman Perintah Meminta Lokasi

Gambar 4.10 Proses OTP Meminta Lokasi

Pada gambar 4.10 tampak pesan yang dikirmkan melalui SMS tampak tersamarkan membentuk pesan unik. Lalu pesan masuk dapat memberikan respon yang sesuai yaitu pesan yang berisi lokasi terbaru dari mobil.

Pesan yang terkirim Respon yang

diterima

Pesan yang terkirim Respon yang

di terima

(55)

4.2.3. Pengujian Sistem Secara Keseluruhan

Pengujian ini dilakukan untuk memperoleh data data yang akan dijadikan acuan sebagai tolak ukur sistemkeamanan mobil. Percobaan ini dilakukan dengan memasangkan alat yang telah dirancang pada mobil. Perangkat keras diletakkan didalam mobil tepatnya di bawah dasbor mobil lalu relay dihubungkan dengan saklar dan starter mobil. Catu daya diperoleh dari aki mobil. Pemasangan masing masing alat dapat dilihat dari gambar gambar berikut.

Gambar 4.11 Pemasangan dan Peletakan Alat

Setelah pemasangan selesai dilakukan pengujian dengan skenario terhadap setiap fitur-fitur yang telah dirancang. Skenario yang dilakukan yaitu mulai dari pengaktifan saklar, starter mobil, mematikan mobil lewat Bluetooth, mematikan mobil lewat SMS, meminta lokasi lalu dapat di amati melalui android.

(a) pemasangan saklar dan starter mobil ke alat

(b) peletakan alat dibawah dasbor mobil

Alat yang telah terpasang Pemasangan saklar

dan starter

(56)

4.2.3.1. Skenario Menggunakan Bluetooth

Gambar 4.12 Skenario Menggunakan Bluetooth (a) Saklar dalam mode

off

(b) Saklar dalam mode on

Saklar Off Saklar On

(c) mobil telah menyala menggunakan button starter

Starter Mobil

(57)

4.2.3.2. Skenario Menggunakan SMS

Gambar 4.13 Skenario Menggunakan SMS Notifikasi

perintah SMS telah terkirim

Perintah yang di kirim

Respon yang di terima

(a) Mematikan saklar melalui SMS

(b) Respon yang di terima dan Saklar mobil telah mati

Notifikasi perintah SMS telah terkirim

Perintah yang di kirim

Respon yang di terima

(c) Meminta lokasi melalui SMS

(d) Respon yang di terima dan Lokasi telah diterima

Lokasi telah di perbaharui

(e) Tampilan lokasi pada ponsel

(58)

Pada proses pengujian Bluetooth dilakukan pengiriman perintah melalui ponsel android yang mana perintah nya telah di enkripsi dengan algoritma One-Time Pad lalu perintah tersebut di terima oleh Raspberry Pi dengan terlebih dahulu dilakukan dekripsi untuk memperoleh perintah yang diamankan oleh One-Time Pad. Pada gambar (a) tampak bahwa perintah dikirimkan untuk menghidupkan saklar mobil dan respon yang di terima Raspberry Pi yaitu menyalakan saklar mobil yang tampak pada gambar (b). Demikian pada gambar (c) perintah yang dikirimkan adalah menghidupkan fungsi starter mobil, dan respon yang di berikan adalah mesin mobil berhasil di nyalakan.

Lalu pada proses pengujian SMS dilakukan pengiriman perintah melalui ponsel android yang telah pasangkan aplikasi yang telah dirancang yang dimana perintah nya telah di enkripsi dengan algoritma One-Time Pad lalu perintah tersebut di terima oleh Raspberry Pi dengan terlebih dahulu dilakukan dekripsi untuk memperoleh perintah yang diamankan oleh One-Time Pad. Pada gambar (a) tampak bahwa perintah dikirimkan untuk mematikan saklar mobil dan pada gambar (b) tampak respon yang dilakukan Raspberry Pi yaitu mematikan saklar mobil yang dimana memberikan notifikasi melalui SMS kembali bahwa perintah telah dijalankan. Demikian pada gambar (c) perintah yang dikirimkan adalah meminta lokasi dan pada gambar (d) tampak respon yang dilakukan Raspberry Pi yaitu mencari koordinat lokasi dan member koordinat lokasi melalui SMS. Dan pada gambar (e) tampak bagaimana lokasi dari mobil saat divisualisasikan menggunakan Google Maps dari fitur aplikasi yang telah dirancang.

(59)

BAB 5 PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Setelah melakukan studi literatur, analisis dan perancangan dan pengujian terhadap penggunaan mikrokontroler dan Raspberry Pi berbasis Android dengan algoritma One-Time Pad untuk sistem keamanan sepeda motor, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Sistem ini dapat mengamankan kendaraan serta menghidupkan dan mematikan mesin mobil yang menggunakan sistem starter dengan bantuan relay pada perangkat Raspberry Pi.

2. Apabila mobil dicuri, sistem ini dapat menemukan mobil yang telah dipasang perangkat keamanan dengan catatan perangkat pada mobil dalam keadaan aktif.

3. Sistem ini dapat melakukan enkripsi dan dekripsi dengan menggunakan algoritma One-Time Pad untuk mengamankan komunikasi data melalui Bluetooth dan SMS.

4. Ciphertext yang didekripsi akan mengembalikan pesan asli. Apabila pesan ciphertext tidak sempurna atau kunci tidak sesuai, maka pesan tidak akan kembali ke bentuk asli dan perintah yang dikirimkan melalui pesan tidak dapat di proses.

5.2. Saran

Berikut ini adalah hal-hal yang menjadi saran dari penelitian ini atau untuk penelitian selanjutnya yang terkait:

1. Untuk pengembang selanjutnya, diharapkan dapat menggunakan Algoritma One-Time Pad untuk mengamankan komunikasi data antara Android dengan RaspberryPi

(60)

2. Untuk pengembang selanjutnya, diharapkan dapat mengatasi masalah penyadapan data sehingga memperkuat sistem keamanan.

3. Untuk pengembang selanjutnya, diharapkan dapat menerapkan sistem ini untuk semua jenis kendaraan roda empat, tidak hanya jenis mobil yang menggunakan sistem starter.

4. Untuk pengembang selanjutnya, diharapkan dapat menggunakan radio sebagai komunikasi data karena memiliki jangkauan lebih luas dibanding Bluetooth.

Gambar

Gambar 2.4Struktur Raspberry Pi 3B(Sumber: www.raspberrypi.org)
Gambar 2.6 SIM 808
Gambar 3.1 Diagram Ishikawa
Gambar 3.2 Use Case Diagram
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jadi dari uraian tersebut diatas bisa ditarik kesimpulan secara singkat bahwa manusia hakikatnya adalah makhluk biologis, psikolsogi dan sosial yang memiliki

Sebuah perusahaan yang melakukan bisnis di internet akan mengurangi biaya tambahan karena biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service),

Komunikasi matematis merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa matematika (terkait istilah dan simbol matematika), mengekspresikan gagasan dan argument matematika

Informan Kalau itu sebenarnya kenapa, karena strategi marketnya udah benar kenapa kita masuk pasar LCGC intinya sih secara keseluruhan dulu itu logo Nissan sama dengan logo

Dialogs, StdCtrls, Buttons, ExtCtrls, DB, ADODB, Grids, DBGrids; type Tfrules = class(TForm) GroupBox1: TGroupBox; GroupBox2: TGroupBox; DSrules: TDataSource;

Untuk itu penulis ingin mencoba merancang sistem informasi berbasis web yang berfungsi untuk membantu dalam meningkatkan keefektifitasan proses penyewaan lapangan dan

imunisasi pada penelitian ini didukung oleh penelitian Prusty et al yang menemukan alasan ketidaklengkapan imunisasi anak yang paling banyak diutarakan responden secara

Penggunaan Java Applet dimaksudkan agar game dapat dimainkan pada sebuah browser seperti internet explorer, sehingga dapat diupload kedalam internet. Game ini dilengkapi grafis 2D