commit to user
DI PERPUSTA
Diajuka Memperoleh
PROGRAM FAKULTA UNI
LAYANAN TANDON
STAKAAN DAERAH KABUPATEN TEGAL
TUGAS AKHIR
kan Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam leh Sebutan Vokasi Ahli Madya (A.Md) Dalam
Bidang Ilmu Perpustakaan
Disusun oleh: LATI LARASATI
(D1808031)
M STUDI DIPLOMA III PERPUSTAKAAN LTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
NIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
commit to user
commit to user
iii
SURAT PERNYATAAN
Saya mahasiswa Program Studi Diploma III Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS yang bertanda tangan dibawah ini,
NAMA : Lati Larasati
NIM : D1808031
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Tugas Akhir
JUDUL : Layanan Tandon di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal
PEMBIMBING : Riah Wi ratnin gsi h, S. S, M.Si TANGGAL DIUJI : 25 Juli 2011
Menyatakan bahwa Tugas Akhir (TA) yang saya susun adalah benar-benar karya saya sendiri. Apabila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, saya bersedia menerima sanksi sesuai peraturan yang berlaku di Fakultas termasuk pencabutan gelar Vokasi yang telah saya peroleh.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila dikemudian hari terbukti melakukan kebohongan maka saya sanggup menanggung segala konsekuensinya.
Surakarta, 25 Juli 2011
commit to user
iv
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Sebagai Sivitas Akademika Universitas Sebelas Maret Surakarta, Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
NAMA : Lati Larasati
NIM : D1808031
Program Studi : Perpustakaan
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jenis Karya : Tugas Akhir
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Sebelas Maret Surakarta Hak Bebas Royalti Noneksklusif
(Non-exclusive Royalty Free Right) atas Tugas Akhir saya yang berjudul:
LAYANAN TANDON DI PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN TEGAL
beserta instrument /desain/perangkat (jika ada). Berhak menyimpan, mengalihkan bentuk, mengalihmediakan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (data base), merawat, serta memublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis (Auhtor) dan Pembimbing sebagai co Author atau pencipta dan juga sebagai pemilik Hak Cipta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya secara sadar tanpa paksaaan dari pihak manapun.
Surakarta, Agustus 2011
commit to user
v
MOTTO
I believe everything will turn out
The way I think it will
--Penulis—
Fly high, so fly high go to the sky
--“fly High” song by SHINee--
Close your eyes, clean your heart
And let’s open that huge door
Standing here, you where born
To walk for today’s sake
commit to user
vi
PERSEMBAHAN
ABSTRAK ABSTRAK
Karya ini saya persembahkan untuk:
1.
Bapak dan Ibu tercinta yang selalu
memberi perhatian dan doanya untukku.
2.
Kakak Adikku dan seluruh keluarga
besarku yang selalu memberi dukungan
untuku.
3.
Almameterku.
4.
Sahabat – sahabat tercinta.
commit to user
vii
ABSTRAK
Lati Larasati, D1808031. 2011. LAYANAN TANDON DI PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN TEGAL. Tugas Akhir. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Kuliah Kerja PUSDOKINFO yang dilaksanakan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui prosedur layanan tandon di perpustakaan daerah kabupaten Tegal, mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam layanan tandon perpustakaan daerah kabupaten Tegal, mengetahui bagaimana cara mengatasi kendala–kendala yang ada di layanan tandon perpustakaan daerah kabupaten Tegal.
Kuliah Kerja PUSDOKINFO ini dilaksanakan untuk memenuhi Tugas Akhir Program Studi Diploma III Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2011. Pelaksanaan Kuliah Kerja PUSDOKINFO ini dilaksanakan tanggal 21 Februari sampai dengan tanggal 1 April 2011. Dalam penulisan Tugas Akhir ini untuk memperoleh data dan informasi, penulis menggunakan beberapa metode diantaranya; metode observasi dan metode studi pustaka.
Tugas Akhir ini membatasi permasalahan dengan cara mengambil salah satu aspek, yaitu mengkhususkan membahas tentang layanan tandon. Adapun layanan tandon atau closed reserve adalah layanan yang menyediakan koleksi cadangan pada tiap-tiap bahan pustaka yang ada dalam koleksi perpustakaan khususnya bahan pustaka yang memiliki tingkat peminjaman yang tinggi, untuk kemudian disimpan dalam ruangan yang berbeda dan penggunaannya bersifat tertutup. Layanan ini memberikan keleluasaan kepada pengguna dalam memperoleh informasi. Tersedianya layanan ini tentu saja dengan tujuan agar pengguna dapat menemukan jawaban atas permaslahan pengguna.
Adapun saran yang dapat penulis sampaikan agar dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk kemajuan bagi Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal untuk : melaksanakan promosi sebagai penarik minat baca, penyediaan alat fotocopy, dan memperbaiki alur layanan tandon.
commit to user
viii
KATA PENGANTAR
Assalamuálaikum Wr. Wb
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “LAYANAN TANDON DI PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN TEGAL” ini dengan
segenap kemampuan yang penulis miliki, sehingga dapat selesai sampai batas waktu yang telah ditentukan. Penulisan Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Program Studi Diploma III Perpustakaan.
Penulis menyadari tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, penulisan Tugas Akhir ini tidak dapat terselesaikan. Atas tersusunnya Tugas Akhir ini tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih dan rasa syukur kepada Allah SWT yang selalu memberikan rahmat dan ridho-Nya serta ucapan terima kasih kepada:
1. Allah SWT , yang telah memberikan rahmat dan hidayah selama penulis mengerjakan Tugas Akhir.
2. Bapak Prof. Drs. Pawito, Ph.D selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Ibu Riah Wiratningsih, S.S, M.Si. selaku pembimbing dalam penulisan Tugas Akhir dan juga selaku Penguji II yang telah memberikan banyak bantuan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini.
commit to user
ix
5. Bapak Drs. Haryanto, M. Lib. selaku Ketua Program Studi DIII Perpustakaan UNS yang telah memberikan dukungan sepenuhnya dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan.
6. Bapak dan Ibu Dosen program studi DIII Ilmu Perpustakaan FISIP Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan banyak ilmu dan
pengetahuan kepada penulis.
7. Ibu Dra. Nuzmatun Malinah selaku Pimpinan Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk Praktek Kerja Lapangan.
8. Bapak Moh. Amin selaku pembimbing saat penulis melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan PUSDOKINFO di Perpustakaan
9. Seluruh staf dan karyawan Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal
10.Seluruh teman – teman kost Super PB3 semuanya yang menemani hari-hari
selama menempuh kuliah di Solo.
11.Seluruh teman-teman DIII Perpustakaan FISIP UNS yang berjuang bersama selama 3 tahun ini.
12.Semua pihak yang telah membantu dan memudahkan penulisan dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.
Akhirnya penulis berharap semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi pembaca yang
berkepentingan. Wassalamualaikum Wr. Wb.
commit to user
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... iv
commit to user
xi
BAB III GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN TEGAL
3.1 Sejarah ... 31
3.2 Struktur Organisasi ... 33
3.3 Sumber Daya Manusia ... 36
3.4 Gedung ... 38
3.5 Sumber Dana ... 40
3.6 Sarana Prasarana ... 42
3.7 Koleksi ... 45
3.8 Layanan ... 46
BAB VI PEMBAHASAN MASALAH 4.1 Pembahasan ... 49
4.2 Prosedur Peminjaman Bahan Pustaka Tandon ... 50
4.3 Kendala Dalam Layanan Tandon di Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal 56 4.4 Pemecahan Masalah ... 58
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 64
5.2 Saran... 66
DAFTAR PUSTAKA ... 68 LAMPIRAN
commit to user
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Sejarah Pergantian Kepala Perpustakaan ... 32
Tabel 2 Susunan Organisasi KantorPerpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal 35
Tabel 3 Sumber Daya Manusia Pengelola Perpustakaan ... 37
Tabel 4 Kondisi Perlengkapan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal ... 41
Tabel 5 Anggaran Bidang Perpustakaandan Arsip Daerah Kabupaten Tegal ... 43
Tabel 6 Koleksi Buku ( Maret 2011) ... 46
Tabel 7 Jadwal Perpustakaan Keliling (Maret 2011) ... 48
commit to user
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Alur Peminjaman Bahan Pustaka Tandon ... 51 Gambar 2 Alur Peminjaman Bahan Pustaka Tandon ... 53
commit to user
xiv
DAFTAR BAGAN
Bagan 1 Struktur Organisasi ... 34
commit to user
xv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Permohonan Magang
Lampiran 2 Surat Keterangan Mahasiswa
Lampiran 3 Surat Penerimaan Permohonan Magang Lampiran 4 Surat Tugas
Lampiran 5 Form Penilaian Kuliah Kerja PUSDOKINFO Lampiran 6 Jadwal Kegiatan Kuliah Kerja PUSDOKINFO Lampiran 7 Formulir Pendaftaran Anggota
Lampiran 8 Katalog Kartu
Lampiran 9 Contoh Pencatatan Call Number Buku Lampiran 10 Buku Laporan Peminjaman
Lampiran 11 Kartu Arsip Perpustakaan
commit to user
1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
Menurut Sulistyo Basuki (1991 : 1) perpustakaan adalah sebuah
ruangan yang digunakan untuk menyimpan buku yang disimpan menurut tata susunan tertentu. Secara lebih umum, Yusuf dan Suhendar (1: 2005)
menyatakan bahwa perpustakaan adalah suatu tempat yang di dalamnya terdapat kegiatan penghimpunan, pengelolaan, dan penyebarluasan (pelayanan) segala macam informasi, baik yang tercetak maupun yang terekam dalam
berbagai media seperti buku, majalah, surat kabar, film, kaset. Tape recorder, video, komputer, dan lain-lain. Perpustakaan merupakan wadah dimana kita dapat menemukan informasi serta tempat dimana kita dapat memperkaya informasi. Sepanjang sejarah manusia, perpustakaan merupakan satu-satunya
pranata ciptaan manusia tempat manusia dapat menemukan kembali informasi yang permanen serta luas ruang lingkupnya. Bila perpustakaan hanya tempat penyimpanan buku bukan sebagai sarana penyebaran informasi maka efeknya
tidak akan dapat kita rasakan seperti sekarang. Kita dapat dengan mudah memperoleh informasi dalam hitungan menit bahkan detik, hal ini disebabkan pengaruh penyerapan informasi yang sangat baik dalam masyarakat pengguna.
commit to user
dilihat dari sejauh mana keberhasilan dari perpustakaan dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat pengguna.
Pengembangan perpustakaan terus dilakukan dengan tujuan agar
penyebaran informasi tetap berlangsung. Berbagai macam jenis perpustakaan telah didirikan, baik berupa perpustakaan yang sifatnya umum bahkan khusus. Hal ini menunjukkan bahwa informasi akan terus dibutuhkan oleh manusia,
mengikuti setiap detik perjalanan kita dan mendampingi peradaban. Salah satu jenis perpustakaan umum yang berpotensi menelurkan masyarakat yang sadar akan informasi adalah perpustakaan umum kabupaten, perpustakaan ini
merupakan perpustakaan yang dikelola oleh suatu kabupaten. Tujuan didirikannya tidak lain agar dapat menjadi pusat informasi, referensi, dan belajar bagi seluruh lapisan masyarkat.
Karena perpustakaan kabupaten merupakan jenis perpustakaan umum,
maka tidak mengherankan jika koleksi disini sifatnya lebih luas dan umum. Tidak terbatas pada satu disiplin ilmu saja, mengingat pengguna perpustakaan kabupaten terdiri atas berbagai latar belakang. Ini merupakan bukti bahwa
perpustakaan adalah milik seluruh lapisan masyarakat. Usaha perpustakaan untuk terus menyebarkan informasi secara merata tampaknya belum optimal, hal ini sangat disadari oleh perpustakaan sebagai pusat informasi sehingga
commit to user
ketersediaan bahan pustaka. Tujuannya selain untuk kesiapan ketersediaan buku juga untuk pemerataan kesempatan bagi pengguna untuk meminjam buku.
Perpustakaan daerah kabupaten Tegal yang merupakan bagian dari
perpustakaan umum tampaknya menyadari betul akan pentingnya informasi bagi masyarakat pengguna, ini dibuktikan dengan tersedianya layanan tandon di perpustakaan ini. Pemanfaatan informasi yang ada pada perpustakaan dinilai
dapat optimal jika terdapat layanan tandon, mengingat tidak semua bahan pustaka dapat dinikmati oleh pengguna jika terjadi kasus buku yang ada pada katalog ternyata tidak ada dalam rak sirkulasi. Permasalahan inilah yang
menjadi salah satu pertimbangan perpustakaan daerah kabupaten Tegal menyediakan layanan tandon dalam daftar layanan yang ada di perpustakaan.
Berdasarkan pembahasan di atas, maka penulis tertarik untuk membahas tentang “ Layanan Tandon di Perpustakaan Daerah Kabupaten
Tegal,” dimana penulis pernah mengadakan Kuliah Kerja PUSDOKINFO.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah penulis gunakan untuk membatasi permasalahan yang menjadikan kerangka didalam mengungkapkan persoalan., penulis berikan batasan permasalahannya sebagai berikut :
commit to user
2. Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam Layanan Tandon di Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal dilaksanakan ?
3. Bagaimana cara mengatasi kendala-kendala yang ada dalam Layanan Tandon di Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal ?
1.3 TUJUAN
Adapun tujuan yang ingin di capai penulis dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah :
1. Untuk mengetahui prosedur layanan tandon di Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal
2. Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam Layanan Tandon Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal
3. Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi kendala-kendala yang ada di Layanan Tandon Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal
1.4 METODE PENGUMPULAN DATA
Pelaksanaan pengumpulan data bersamaan dengan kegiatan Kuliah Kerja PUSDOINFO (KKP). Yang dilaksanakan di perpustakaan daerah kabupaten Tegal, yaitu selama 6 (enam) minggu yang dilaksanakan pada
tanggal 21 Februari 2011 – 1 April 2011. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan penulis didalam penulisan Tugas Akhir ini adalah :
commit to user
Data ini merupakan data sekunder karena sudah tertulis atau diolah oleh orang lain, menurut Nazir (1998 : 112) studi kepustakaan merupakan langkah yang penting dimana setelah seorang peneliti menetapkan topik
penelitian, langkah selanjutnya adalah melakukan kajian yang berkaitan dengan teori yang berkaitan dengan topik penelitian
2. Metode Observasi
Observasi atau penelitian adalah pengumpulan dimana peneliti mencatat informasi sebagaimana yang mereka saksikan selama melakukan penelitian. Sebagaimana yang diungkapkan Riyanto (2001 : 14) bahwa
commit to user
BAB II
LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Perpustakaan Umum
Menurut Soetminah (1992 : 34) Perpustakaan Umum adalah perpustakaan yang mempunyai tugas melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan tingkat usia, tingkat sosial, tingkat pendidikan, sedangkan
menurut Sutarno NS (2006: 43) Perpustakaan Umum merupakan lembaga pendidikan bagi masyarakat umum dengan menyediakan berbagai informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya sebagai sumber belajar untuk
memperoleh dan meningkatkan ilmu pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan umum adalah lembaga pendidikan yang melayani seluruh lapisan masyarakat dengan menyediakan berbagai informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan
budaya sebagai sumber belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam era modernisasi yang ditandai dengan perkembangan Ilmu
Pengetahuan (IPTEK) yang begitu cepat, pemahaman terhadap perpustakaan
telah berubah, perpustakaan bukan sekedar tempat orang meminjam dan membaca buku, tetapi perpustakaan merupakan fasilitator akses terhadap informasi. Perpustakaan tidak berada di awang-awang, melainkan di tengah
commit to user
pemakai. Peranan sebuah perpustakaan adalah bagian dari tugas pokok yang harus dijalankan di dalam perpustakaan. Oleh karena itu, peranan yang harus dijalankan ikut menentukan dan mempengaruhi misi dan tujuan perpustakaan.
Setiap perpustakaan yang dibangun akan bermakna apabila dapat menjalankan peranannya dengan sebaik-baiknya. Peranan tersebut berhubungan dengan keberadaan, tugas dan fungsi perpustakaan. Menurut Sutarno (2003 : 15)
Peranan yang dapat dijalankan oleh perpustakaan antara lain:
1. Perpustakaan mempunyai peranan sebagai sarana untuk menjalin dan mengembangkan komunikasi antara sesama pemakai, dan antara
penyelenggara perpustakaan dengan masyarakat yang dilayani.
2. Perpustakaan merupakan media atau jembatan yang menghubungkan antara sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terkandung di dalam koleksi perpustakaan dengan para pemakainya.
3. Perpustakaan dapat berperan sebagai lembaga untuk mengembangkan minat baca, kegemaran membaca, kebiasaan membaca, dan budaya baca melalui penyediaan berbagai bahan bacaan yang sesuai dengan
keinginan dan kebutuhan masyarakat.
4. Perpustakaan dapat berperan aktif sebagai fasilitator, mediator, dan motivator bagi mereka yang ingin mencari, memanfaatkan, dan
commit to user
5. Perpustakaan berperan dalam menghimpun dan melestarikan koleksi bahan pustaka agar tetap dalam keadaan baik semua hasil karya umat manusia yang tak ternilai harganya.
6. Perpustakaan dapat berperan sebagai ukuran (barometer) atas kemajuan masyarakat dilihat dari intensitas kunjungan dan pemakaian perpustakaan. Perpustakaan dengan bahan bacaan yang berisi
pendidikan, informasi, dan rekreasi yang sehat dan positif, serta dipahami dan dijiwai oleh pembacanya. Selanjutnya materi bacaan tersebut mampu menggugah aspirasi dan mengembangkan minat dan
bakat kemudian diarahkan untuk melakukan hal-hal yang positif dan produktif, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Salah satu prinsip kepustakawan menyatakan bahwa perpustakaan diciptakan untuk masyarakat dari dana masyarakat dengan tujuan utama melayani
kepentingan masyarakat. Maka perpustakaan harus memanfaatkan sumber daya yang ada dengan semaksimal mungkin untuk kepentingan pemakai. Adapun ciri perpustakaan umum adalah sebagai berikut :
1. Terbuka untuk umum, artinya terbuka untuk siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, agama, kepercayaan, ras, usia, pandangan politik, dan pekerjaan
commit to user
perpustakaan umum. Karena dana ini bearasal dari umum maka perpustakaan umum terbuka untuk umum.
3. Jasa yang diberikan pada hakekatnya bersifat cuma-cuma. Jasa yang diberikan mencakup jasa referal artinya jasa yang memberikan informasi, peminjaman konsultasi studi. Untuk keanggotaan bersifat cuma-cuma artinya tidak perlu membayar.
Sulistyo Basuki (1991 : 46 ) dalam bukunya membahas tentang manifesto perpustakaan umum yamg dideklarasikan oleh United Nation Education Social Culture Organization (UNESCO) tahun 1972 ada 4 tujuan
penyelenggaraan perpustakaan umum :
1. Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan ke arah kehidupan yang lebih baik.
2. Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat, dan murah bagi masyarakat.
3. Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
4. Bertindak sebagai agen cultural.
Maksud dan tujuan perpustakaan telah dijelaskan pula dalam Perpustakaan nasional RI (1992: 6-7) sebagai berikut:
commit to user
Perpustakaan umum merupakan salah satu sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian integral dari kegiatan pembangunan nasional
2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Tujuan umum perpustakaan umum adalah membina dan
mengembangkan kebiasaan membaca dan belajar sebagai suatu proses yang berkesinambungan seumur hidup serta kesegaran jasmani dan rohani masyarakat yang berada dalam jangkauan
layanannya, sehingga terkembang daya kreasi dan inovasinya bagi peningkatan martabat dan produktivitas setiap warga masyarakat secara menyeluruh dalam menunjang pembangunan nasional
b. Tujuan Khusus
Tujuan khusus perpustakaan adalah :
1) Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca khususnya, serta mendayagunakan budaya tulisan dalam segala
sektor kehidupan.
2) Mengembangkan kemampuan mencari, mengolah serta memanfaatkan informasi.
commit to user
4) Meletakkan dasar-dasar ke arah belajar mandiri.
5) Memupuk minat dan bakat masyarakat.
6) Menumbuhkan apresiasi terhadap pengalaman imajinatif.
7) Mengembangkan kemampuan masyarakat untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan atas tanggung jawab dan usaha sendiri dengan mengembangkan kemampuan
membaca masyarakat.
8) Berpartisipasi aktif dalam menunjang pembangunan nasional dengan menyediakan bahan pustaka yang dibutuhkan dalam
pembangunan sesuai kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Sebagai tempat mengumpulkan, menyimpan, dan memelihara bahan-bahan pustaka. Menurut Sulistyo-Basuki (1991 : 6) perpustakaan umum berpedoman kepada fungsi perpustakaan secara umum, yaitu:
1. Penyimpanan, artinya perpustakaan bertugas menyimpan buku yang diterimanya. Tujuan ini nyata sekali pada perpustakaan nasional yaitu perpustakaan yang ditunjuk oleh undang-undang untuk menyimpan
semua terbitan dari suatu Negara.
2. Penelitian, artinya perpustakaan bertugas menyediakan buku untuk keperluan penelitian. Penelitian ini mencakup luas karena dapat dimulai
commit to user
daftar buku mengenai suatu subjek, menyusun daftar artikel majalah mengenai suatu masalah, menyajikan laporan penelitian dalam bidang berkaitan. Dengan kegiatan ini maka perpustakaan mutlak diperlukan
untuk membantu penelitian.
3. Informasi, artinya perpustakaan menyediakan informasi yang diperlukan pemakai perpustakaan. Pemberian informasi ini dilakukan baik atas
permintaan maupun bila tidak diminta. Dalam hal terakhir ini dilakukan bila perpustakaan menganggap informasi yang tersedia sesuai dengan minat dan keperluan pemakai. Bentuk lain ialah jasa referensi yang
artinya jasa perpustakaan mencari jawaban atas pertanyaan yang diajukan pemakai.
4. Pendidikan, artinya perpustakaan merupakan tempat belajar seumur hidup, terutama bagi mereka yang telah meninggalkan bangku sekolah.
Bagi yang sudah bekerja ataupun putus sekolah atau pensiunan, kesempatan belajar dengan menggunakan fasilitas perpustakaan menjadi tidak terbatas.
5. Kultural, artinya perpustakaan menyimpan khazanah budaya bangsa atau masyarakat tempat perpustakaan berada serta meningkatkan nilai dan apresiasi budaya masyarakat sekitarnya melalui proses penyediaan
commit to user
mencakup bacaan yang bertujuan menambah pengetahuan atau membantu keperluan pembaca.
Perpustakaan umum adalah gerbang menuju pengetahuan kemerdekaan,
kesejahteraan dan pembangunan masyarakat, yang termasuk kelompok perpustakaan umum adalah :
a. Perpustakaan wilayah
Perpustakaan ini semula bernama perpustakaan Negara, merupakan perpustakaan yang berada di ibu kota propinsi, dikelola sepenuhnya oleh pusat pembinaan perpustakaan.
b. Perpustakaan propinsi
Perpustakaan yang diselenggarakan oleh pemerintah dalam suatu propinsi
c. Perpustakaan kotamadya
Perpustakaan ini merupakan perpustakaan umum yang dikelola oleh
kotamadaya.
d. Perpustakaan umum kabupaten
Perpustakaan umum ini merupakan perpustakaan umum yang dikelola oleh
kabupaten. Untuk penjelasan lebih detail dapat kita lihat pada pembahasan selanjutnya.
e. Perpustakaan umum kecamatan
Perpustakaan ini merupakan perpustakaan yang terdapat di kecamatan.
commit to user
Perpustakaan ini lazim juga disebut perpustakaan desa, merupakan perpustakaan umum yang terdapat di desa dan dikelola oleh swadaya masyarakat.
g. Perpustakaan umum untuk anggota masyarakat yang memerlukan media khusus, misalnya perpustakaan untuk para penyandang tuna netra.
h. Perpustakaan umum untuk anggota masyarakat yang memerlukan bacaan khusus karena faktor usia.
i. Perpustakaan keliling
Perpustakaan ini merupakan perpustakaan umum yang mendatangi pemakai
dengan menggunakan kendaraan (darat maupun air). Biasanya tugas ini merupakan perluasan dari kegiatan perpustakaan umum untuk memungkinkan penduduk yang pemukimannya jauh dari perpustakaan dapat memanfaatkan jasa perpustakaan. Secara umum perpustakaan keliling
berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani masyarakat yang tidak terjangkau oleh perpustakaan umum.
2.2 Pengertian Perpustakaan Daerah
Sulistyo Basuki (1999 : 47) dalam bukunya mengungkapkan bahwa perpustakaan daerah adalah perpustakaan umum yang berada disetiap
commit to user
umum dapat berperan pula sebagai media akuntabilitas dalam menciptakan good governance.
Perpustakaan Daerah yang merupakan suatu organaisasi dilingkungan
Perpustakaan Nasional RI yang berada di daerah, menurut Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI nomor 001/Org/9/1990, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI, mempunyai fungsi :
1. Mempersiapkan bahan perumusan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan perpustakaan di daerah.
2. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan pada semua jenis perpustakaan di daerah.
3. Melaksanakan pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka.
4. Melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan dan pelestarian bahan pustaka.
5. Melaksanakan penyusunan dan penerbitan bibliobgrafi daerah dan katalog induk daerah.
6. Melaksanakan penyususnan bahan rujukan berupa indeks, bibliografi, subyek, abstrak dan direktori.
7. Melaksanakan jasa informasi dan rujukan (referensi).
8. Melaksanakan kerja sama antar perpustakaan di daerah.
commit to user
10. Melaksanakan urusan ketatausahaan.
Secara strategis, pengelolaan perpustakaan umum (kabupaten/kota)
perlu mengkonsentrasikan pada 5 hal pokok berikut :
1. Perpustakaan umum perlu menyediakan berbagai ragam dan format sumber informasi (yang selektif) yang mampu memotivasi, mengajak, dan mendorong warga masyarakat untuk menemukan dan memperoleh informasi yang diperlukan dengan seluas-luasnya sehingga mereka dapat
dibina dan dikembangkan menjadi masyarakat yang melek informasi.
2. Perpustakaan umum harus berusaha menjadi penyedia bahan dan pusat informasi tentang daerahnya. Dengan fungsi dan peranan seperti ini, pada saatnya perpustakaan umum harus menjadi tempat rujukan, tujuan dan tumpuan bagi siapa saja yang memerlukan informasi dan bahkan
dokumentasi tentang daerah dimana perpustakaan berada.
3. Perpustakaan umum harus mampu memelihara agar setiap warga masyarakat memperoleh keleluasaan untuk mengakses informasi yang diperlukan tanpa ada hambatan dalam politik, sosial, ekonomi, status sosial, agama dan lain-lain. Setiap pengguna perpustakaan umum
commit to user
4. Perpustakaan umum harus sudah mulai menerapkan sistem jaringan informasi guna mengoperasionalkan sistem layanan silang perpustakaan dengan sumber informasi yang diperlukan masyarakat, secara fisik
tersedia di perpustakaan yang bersangkkutan.
5. Perpustakaan umum harus memiliki SDM yang memadai secara kualitatif dan fungsional yang mampu memiliki kompetensi dalam bidang operasional sistem pengorganisasian bahan, operasional sistem teknologi informasi dan berkemampuan dalam memberikan layanan
perpustakaan yang paripurna, serta berkemampuan untuk membina kerjasama dengan berbagai pihak. Perpustakaan juga dapat disebut sebagai gudang ilmu dan informasi, karena di tempat ini para pengguna
dapat mencari informasi yang diinginkan dengan berbagai topik yang disajikan dalam bentuk yang beraneka ragam mulai dari bentuk elektronik sampai dengan manual (tercetak), jadi tidaklah heran ketika
seseorang membutuhkan informasi terbatas akan datang ke perpustakaan.
2.3 Sistem Layanan Perpustakaan
commit to user
2.3.1 Sistem Layanan Tertutup
Sistem layanan tertutup adalah sistem layanan pada perpustakaan yang tidak memungkinkan pemakai perpustakaan mengambil sendiri bahan pustaka
di perpustakaan. Pengambilan bahan pustaka harus melalui petugas perpustakaan, demikian juga dengan pengembalian bahan pustaka yang telah dipinjamnya. Dalam sistem tertutup pemakai perpustakaan tidak bisa
melakukan pencarian sendiri bahan pustaka, sehingga pemakai tidak bisa menemukan alternatif bahan pustaka yang dibutuhkan.
Kebaikan layanan sistem tertutup ini adalah: jajaran koleksi akan tetap
terjaga kerapiannya karena hanya petugas perpustakaan yang boleh masuk ke jajaran koleksi; kemungkinan terjadinya kehilangan atau perobekan bahan pustaka dapat ditekan karena pemakai tidak dapat melakukan akses langsung ke jajaran koleksi; ruangan untuk koleksi tidak terlalu luas, karena lalu lintas
manusia/mobilitas petugas di daerah jajaran koleksi relatif rendah; untuk koleksi yang sangat rentan terhadap kerusakan maka sistem ini sangat sesuai.
Adapun kelemahan untuk sistem layanan tertutup ini adalah dalam
menemukan bahan pustaka, pengguna hanya dapat mengetahui ciri-ciri kepengarangan dan ciri-ciri fisik bahan pustaka yaitu judul, pengarang, ukuran buku, dan jumlah halaman; informasi semacam ini sebenarnya sangat abstrak;
commit to user
browsing di jajaran rak, sehingga pemakai tidak mungkin menemukan alternatif lain dari bahan pustaka yang diperlukannya; jika peminjam cukup banyak dan petugas perpustakaan relatif terbatas maka hal ini akan
membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup banyak untuk memenuhi permintaan pemakai perpustakaan dan menyiapkan bahan pustaka yang dibutuhkannya sehingga pemakai menunggu lebih lama.
2.3.2 Sistem Layanan Terbuka
Sistem layanan terbuka adalah sistem layanan yang memungkinkan para pengguna secara langsung dapat memilih, menentukan, dan mengambil
sendiri bahan pustaka yang dikehendaki dari jajaran koleksi perpustakaan. Pada sistem ini pemakai perpustakaan dapat melakukan browsing bahan pustaka dari jajaran koleksi. Jika pemakai tidak menemukan bahan pustaka yang dibutuhkannya, maka ia dapat menemukan alternatif lain yang mungkin
bisa menggantikan bahan pustaka yang tidak ditemukan.
Kelebihan sistem layanan terbuka adalah pemakai dapat melakukan pengambilan sendiri bahan pustaka yang dikehendaki dari jajaran koleksi;
pemakai dilatih untuk dapat dipercaya dan diberi tanggung jawab terhadap terpeliharanya koleksi yang dimiliki perpustakaan; pemakai akan merasa lebih puas karena ada kemudahan dalam menemukan bahan pustaka dan alternatif
commit to user
Sedangkan kelemahan sistem layanan terbuka adalah ada kemungkinan pengaturan buku di rak penempatan (jajaran) menjadi kacau karena buku tidak dikembalikan lagi secara tepat oleh pemakai; ada kemungkinan buku yang
hilang relatif besar bila dibandingkan layanan tertutup; memerlukan ruangan lebih luas untuk jajaran koleksi agar lalu lintas/mobilitas pemakai lebih leluasa; membutuhkan keamanan yang lebih baik agar kebebasan untuk
mengambil sendiri bahan pustaka dari jajaran koleksi tidak menimbulkan berbagai masalah seperti peningkatan kehilangan atau perobekan bahan pustaka.
2.4 Jenis Layanan Dalam Perpustakaan
Jenis layanan ada beberapa macam dan biasanya dipengaruhi oleh jenis perpustakaan dan masyarakat yang dilayaninya. Beberapa jenis layanan
perpustakaan menurut Karmidi Martoatmojo (2009 : 10 ) antara lain :
a. Layanan Peminjaman Bahan Pustaka (layanan sirkulasi)
b. Layanan Referensi
c. Layanan Ruang Baca
d. Layanan Berceritera
e. Layanan Jasa Silang Layan
f. Layanan Pembendelan dan Perbaikan Buku
commit to user
2.5 Pengertian Layanan Tandon
Dalam waktu tertentu sejumlah pembaca kadang-kadang memerlukan buku yang sama, sementara jumlah buku yang tersedia di perpustakaan tidak
seimbang. Maka untuk memberikan kesempatan secara merata, perpustakaan membatasi peredaran buku tersebut dan menempatkannya di ruang terpisah. Fasilitas kemudahan akses yang ditawarkan oleh perpustakaan ini adalah
“Layanan Tandon”. Ada beberapa pengertian dari layanan tandon :
1. Layanan tandon menurut Sutarno NS (2006: 60) merupakan layanan yang menyediakan koleksi yang bersifat tertutup, terdiri dari bahan
pustaka yang sifatnya spesialisasi, buku-buku yang termasuk dalam permintaan tinggi. Bahan pustaka hanya dapat dinikmati dengan baca ditempat atau memfotokopinya terlebih dahulu.
2. Layanan tandon menurut Sumardji (2001:40) merupakan layanan yang menyediakan koleksi cadangan dimaksudkan untuk menjaga ketersediaan koleksi sirkulasi yang bisa habis dipinjam. Koleksi cadangan ini tidak dipinjamkan, namun hanya boleh dibaca di tempat.
3. Layanan tandon menurut Karmidi Martoatmojo (2009 : 23 ) adalah layanan perpustakaan yang memanfaatkan duplikat buku-buku teks yang disirkulasikan atau buku-buku kategori langka.
commit to user
pustaka yang memiliki tingkat permintaan tinggi, untuk kemudian disimpan dalam ruangan yang berbeda dan penggunaannya bersifat tertutup, di mana pengguna hanya dapat membacanya ditempat atau memfotokopinya terlebih
dahulu.
2.5.1 Sistem Pengawasan Layanan Tandon
Pengawasan layanan tandon merupakan perwujudan dari keseriusan
perpustakaan dalam mempersiapakan layanan perpustakaan yang optimal dan tidak setengah-setengah. Dari sinilah kita dapat menilai sejauh mana perpustakaan mampu mengelola layanannya, memanajemen layanannya, dan
mengaturnya sehingga menghasilkan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan.
Layanan tandon memiliki sistem baku yang menjadi keharusan dalam proses pengelolaaannya langka. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Karmidi
Martoatmojo ( 2009 : 24 ), antara lain :
1. Layanan tandon memanfaatkan duplikat buku-buku teks yang disirkulasikan atau buku-buku kategori langka.
2. Layanan bersifat tertutup, koleksi hanya bisa dibaca didalam ruangan perpustakaan (tidak dapat dipinjamkan) karena merupakan cadangan dari setiap judul buku yang disirkulasikan.
3. Koleksi ditempatkan di ruangan tersendiri
commit to user
5. Menyediakan blangko pemesanan buku tandon supaya dapat merata.
6. Buku tandon merupakan bagian tersendiri yang di tangani oleh petugas tersendiri pula. Selagi tidak ada bagian tersendiri, bagian sirkulasilah
yang menanganinya.
2.5.2 Manfaat Layanan Tandon
Layanan perpustakaan yang bemacam-macam menyebabakan manfaat
yang dihasilkan juga berbeda-beda, akan tetapi tentu saja tidak keluar dari kaedah bahwa tujuan didirikannya perpustakaan adalah instansi yang melayani pengguna menemukan berbagai informasi. Adapun manfaat yang
dapat diperoleh perpustakaan dalam layanan tandon :
1. Pemerataan bahan pustaka yang sifatnya langka
Salah satu kewajiban perpustakaan adalah menyebarkan informasi secara merata kepada pengguna melalui layanan-layanan yang ada di
dalam perpustakaan. Hal ini dapat dilihat dari salah satu layanannya yaitu layanan tandon, yang mana layanan ini mampu memenuhi kebutuhan pengguna tidak terkecuali bahan pustaka yang sifatnya
langka.
2. Meminimalisir terjadinya kelangkaan pada bahan pustaka
Layanan tandon diharapkan dapat menjawab permasalahan akan
commit to user
3. Kemungkinan memperoleh informasi lebih besar
Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh layanan tandon adalah kemungkinan pengguna memperoleh bahan pustaka jauh lebih besar
dibandingkan dengan bahan pustaka yang berada di bagian sirkulasi.
4. Ketersediaan koleksi sirkulasi yang bisa habis dipinjam dapat terjaga Ketika terjadi kasus habisnya bahan pustaka yang ada dalam rak
sirkulasi, maka layanan tandon akan sangat membantu pengguna dalam memperoleh informasi yang diinginkannya.
Perpustakaan umum dalam hal ini adalah perpustakaan kabupaten
merupakan refleksi dari tingkat budaya dan kemajuan suatu daerah, darinya kita dapat melihat sejauh mana perkembangan ilmu pengetahuan suatu daerah. Dari sinilah masyarakat dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan, menyerapnya sehingga melahirkan masyarakat yang melek
informasi. Kemudahan dalam mengakses informasi adalah hak masyarakat pengguna dan kewajiban perpustakaan sebagai pusat informasi memberi fasilitas kemudahan akses tersebut.
Berbagai fasilitas telah diupayakan oleh perpustakaan dalam rangka kemudahan akan akses informasi. Salah satunya adalah layanan tandon, layanan yang memberikan keleluasaan kepada pengguna dalam memperoleh
commit to user
2.6 Pendidikan Pemakai
Sebuah Perpustakaan yang sehat tentu harus dapat memompakan zat-zat berupa informasi dan ilmu pengetahuan ke seluruh tubuhnya agar dapat
bermanfaat bagi pertumbuhan dan aktifitas pendidikan dalam masyarakat. Untuk itu Perpustakaan perlu mengadakan, menghimpun, mengolah, menyimpan dan melayankan koleksinya yang berisi informasi yang dibutuhkan
oleh penggunanya. Mengingat arti penting perpustakaan bagi penggunanya maka perlu diadakan suatu kegiatan yang memperlihatkan dan menjelaskan manfaat penting perpustakaan bagi seluruh penggunnya. Hal yang sering terjadi
adalah bahwa kemampuan pengguna dalam memanfaatkan perpustakaan merupakan dasar yang amat penting dalam mencapai keberhasilan pendidikan. Selain itu perpustakaan diharapkan mampu untuk mendidik penggunanya untuk tertib dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan semua koleksinya secara
maksimal. Dengan demikian perpustakaan akan berfungsi secara optimal apabila penggunanya dapat mengetahui dengan baik dan cepat dimana dan bagaimana cara menemukan sumber informasi yang mereka butuhkan.
Pendidikan pemakai menurut Hasanah (1993: 23) merupakan salah satu kegiatan jasa pemanduan dari perpustakaan untuk membantu pemakai perpustakaan dalam meningkatkan informasi yang diinginkan secara cepat dan
commit to user
adalah suatu sistem yang didalamnya ada gedung, koleksi, sumber daya manusia dan pengguna yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Kehadiran perpustakaan dengan koleksi yang lengkap tidak ada artinya tanpa
kehadiran pemakai, demikian pula sebaliknya. Menurut Rahayuningsih (2005:20) ada bermacam-macam tujuan yang hendak dicapai dalam program
pendidikan pemakai, antara lain :
1. Agar pengguna mampu menggunakan perpustakaan secara efektif dan efisien.
2. Agar pengguna mampu menggunakan sumber-sumber literatur dan dapat menemukan informasi yang relevan dengan masalah yang dihadapi.
3. Memberikan latihan atau petunjuk dalam menggunakan perpustakaan dan sumber-sumber informasi agar pengguna mampu meneliti suatu masalah, menemukan materi yang relevan, mempelajari dan memecahkan masalah.
4. Mengembangkan minat baca masyarakat pemakainya.
Hal ini di maksudkan agar pengguna yang datang tidak lagi bingung harus mencari informasi yang mereka butuhkan, melainkan telah mereka ketahui sebelum memasuki perpustakaan. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membentuk panitia perencana yang bertanggung jawab pada
commit to user
pelaksanaan, sasaran program, metode pengajaran,lama program dan pelaksana program.
Pendidikan pemakai perlu diampaikan dengan metode yang menarik agar pemakai dapat dengan mudah memahami dan mengerti dengan materi yang
diberikan. Ada beberapa teknik atau metode yang dapat digunakan dalam pendidikan pemakai, antara lain:
1. Presentasi/ Ceramah
Penjelasan mengenai pengenalan dan pelayanan perpustakaan dapat
diberikan dengan cara memberikan ceramah secara umum atau melalui demonstrasi. Idealnya jumlah peserta perkelas kurang lebih antara 15-30 orang. Untuk mencapai hasil yang optimal dalam metode ini para peserta
diberikan beberapa tugas terstruktur dan latihan yang memungkinkan mereka mampu menggunakan perpustakaan secara mandiri. Pelaksanaan metode ini selayaknya dapat dilakukan dengan metode wisata
perpustakaan, agar peserta lebih memahami dan akrab dengan dunia perpustakaan yang sebenarnya.
2. Wisata Perpustakaan
Beberapa teknik yang bisa dilakukan dalam memandu wisata
perpustakaan, antara lain:
commit to user
b. Usahakan berbicara tidak terlalu cepat dan sensitif terhadap kebingungan yang dialami pemakai.
c. Gunakan sarana pembantu untuk memperjelas sesuatu yang didiskusikan, misal: penggunaan katalog.
d. Buatlah para peserta berperan aktif untuk mencoba menggunakan fasilitas yang ada.
e. Waktu yang digunakan tidak terlalu lama, maksimal 45 menit.
f. Sediakan buku panduan yang dapat membantu mereka selama mengikuti wisata perpustakaan tersebut.
3. Penggunaan Audio Visual
Teknik ini biasanya dilakukan untuk wisata mandiri perindividual (perorangan), di antaranya adalah penggunaan kaset, televisi, slide, dll. Pemakai perpustakaan dapat menjelajahi perpustakaan dengan
mendengarkan instruksi yang direkam dalam kaset. Mereka dapat mematikan dan mengulang kaset tersebut sesuai dengan kemampuannya dalam memahami instruksi yang terdapat dalam kaset. Orientasi
perpustakaan dapat juga dilakukan melalui penggunaan televisi, para peserta dapat menyaksikan dan memperoleh penjelasan mengenai berbagai hal, seperti: fasillitas perpustakaan, pelayanan perpustakaan, dan
commit to user
4. Permainan dan Tugas Mandiri
Metode ini merupakan salah satu cara yang cukup efektif dalam mengajarkan bagaimana cara menemukan informasi yang dibutuhkan.
Biasanya lebih sesuai diterapkan untuk pemakai perpustakaan usia anak sekolah dasar dan menengah. Permainan sangat berguna dalam meningkatkan kemampuan anak sehingga mereka lebih dapat menikmati
penggunaan perpustakaan. Biasanya metode ini dilakukan di tingkat lebih tinggi untuk menghilangkan kejenuhan yang mungkin ada ketika proses pembelajaran dengan metode lain berlangsung.
5. Penggunaan Buku Pedoman dan Pamflet
Teknik ini biasanya menuntut pemakai untuk mempelajari sendiri mengenal perpustakaan melalui berbagai keterangan yang ada pada buku panduan atau pamflet, dan biasanya diterapkan ketika peserta
melaksanakan wisata perpustakaan. Beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan ketika membuat buku pedoman atau pamflet untuk keperluan pendidikan pemakai ini, antara lain:
a. Buatlah bahan tersebut sesingkat mungkin.
b. Harus membuat pemakai jelas dalam melakukan hal yang berkenaan dengan penggunaan perpustakaan.
commit to user
commit to user
BAB III
GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN TEGAL
3.1Sejarah
Perpustakaan umum daerah kabupaten Tegal berdiri berdasarkan peraturan daerah nomor 10 tahun 1996 tentang pembentukan organisasi dan
tata kerja perpustakaan umum kabupaten daerah tingkat II Tegal. Berdasarkan peraturan tersebut, perpustakaan umum merupakan Unit Pelaksana Daerah (UPD) dibidang perpustakaan dan informasi yang berada di bawah pemerintah
daerah kabupaten Tegal dan bertanggungjawab kepada bupati selaku kepala daerah, yang secara administratif di bawah koordinasi Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda).
Selanjutnya berdasarkan keputusan bupati keputusan 820/058/1997
tanggal 9 desember 1997 tentang penunjukkan pejabat yang menjalankan tugas pada kantor pengelolaan data elektronik dan perpustakaan umum daerah. Kantor perpustakaan umum daerah menempati salah satu ruang pada Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan, dan mulai melaksanakan aktifitasnya
Pada tanggal 26 Maret 1998, dilantik para pejabat struktural kantor perpustakaan umum sesuai dengan keputusan bupati kepala daerah tingkat II
commit to user
Karena keterbatasan kantor perpustakaan umum daerah yang menempati salah satu ruang dinas pendidikan dan kebudayaan, menjadikan perpustakaan umum tidak berkembang dan menarik minat baca masyarakat. Oleh karena itu
pada tanggal 13 April 1998 perpustakaan umum daerah menempati kantor baru yang bertempat pada salah satu gedung di lokasi SD Negeri 06 Kudaile yang terletak di Jl. Prof. Moh. Yamin Slawi. Dengan berpindahnya perpustakaan
umum daerah ke kompleks SD Negeri 06 Kudaile, animo masyarakat cukup tinggi, hal ini dapat diketahui lewat data pengunjung, peminjam buku, dan bertambahnya jumlah anggota perpustakaan umum.
Berikut ini nama kepala perpustakaan umum yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) perpustakaan daerah P dan K kabupaten Tegal sesuai dengan keputusan bupati nomor 27 tahun 2004.
Tabel 1
Sejarah Pergantian Kepala Perpustakaan
MASA JABATAN NAMA PIMPINAN
2001-2005 Wiwi Hidayati
2005-2008 Dra. Nuzmatun Malinah
2008-2011 Drs, Hartanto, MM.
Sumber : Perpustakaan daerah kabupaten Tegal tahun 2011
3.2 Struktur Organisasi
commit to user
adanya satuan kerja atau struktural organisasi kerja yang merupakan pelaksana fungsi dari perpustakaan. Sesuai dengan peraturan daerah kabupaten Tegal nomor 9 tanggal 31 Maret 2008 tentang pembentukan organisasi inspektorat
dan lembaga teknis daerah, dimana perpustakaan umum kabupaten Tegal digabung dengan kearsipan, sehingga merupakan suatu lembaga baru, yaitu kantor perpustakaan dan kearsipan daerah kabupaten Tegal.
Kantor perpustakaan dan arsip daerah kabupaten Tegal mempunyai visi dan misi antara lain :
Visi : Tewujudnya masyarakat membaca dan belajar menuju masyarakat
yang sadar informasi
Misi : - Menciptakan dan mengembangkan kebiasaan membaca masyarakat
- Pemerataan memperoleh informasi bagi seluruh lapisan
masyarakat kabupaten Tegal
- Mengembangkan kerjasama dibidang perpustakaan dan informasi - Tersimpan dan tersebarluasnya terbitan hasil budaya masyarakat
commit to user Bagan 1
Bagan Struktur Organisasi Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal
Sumber : Perpustakaan daerah kabupaten Tegal tahun 2011
Keterangan :
: Garis Komando : Garis Koordinasi
Dengan struktur organisasi tersebut di atas, diharapkan perpustakaan dan arsip daerah kabupaten Tegal dapat melaksanakan tugas dan fungsinya
KEPALA
SUB BAGIAN TATA USAHA
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
SEKSI
PERPUSTAKAAN
SEKSI ARSIP
SEKSI BINA PERPUSTAKAAN
DAN
commit to user
sebagi pelayan masyarakat, khususnya dalam hal pengelolaan, pelayanan, referensi, serta pembinaan perpustakaan.
Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan perpustakaan juga
mengikuti minat baca masyarakat kabupaten Tegal. Perlahan namun pasti perpustakaan umum daerah kabupaten Tegal berbenah untuk dapat mengimbangi antusiasme masyarakat melalui peningkatan kualitas dan
kuantitas petugas perpustakaan. Berdasarkan peraturan pemerintah daerah nomor 9 tahun 2008 yang menyatakan tentang penggabungan perpustakaan daerah dan kearsipan maka terjadi perubahan dalam susunan organisasi.
Berikut ini susunan organisasi kantor perpustakaan dan arsip daerah kabupaten Tegal.
Tabel 2
Susunan Organisasi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal
NAMA JABATAN
Drs. Hartanto, MM. Kepala Kantor
Dra. Nuzmatun Malinah Ka. Subbag Tata Usaha
Harsono SA, SIP. Kasi Perpustakaan
Kardipan, SIP. Kasi Pembina Perpustakaan dan Kearsipan Haryanto, BA Kasi Kearsipan
commit to user
Sesuai dengan peratuaran pemerintah daerah kabupaten Tegal nomor 9 tanggal 31 Mei 2008 pasal 18 ayat 1, tugas pokok perpustakaan dan arsip daerah adalah membantu bupati dalam menyelenggarakan pemerintah daerah
dibidang perpustakaan dan kearsipan.
Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksudakn di atas, maka perpustakaan dan arsip daerah kabupaten Tegal mempunyai fungsi
sebagai berikut :
1. Perumusan kebijakan teknik dibidang perpustakaan dan kearsipan
2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang perpustakaan dan kearsipan
3. Pengelolaan urusan ketatausahaan kantor
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati yang berkaitan dengan lingkup tugas bidang perpustakaan dan kearsipan
3.3 Sumber Daya Manusia
Perpustakaan daerah kabupaten Tegal dalam melayani masyarakat
secara profesional diperlukan tenaga perpustakaan yang professional pula, hal ini diharapkan dalam pelaksanaannya perpustakaan dapat memberikan pelayanan prima kepada para pengunjung dan mereka yang membutuhkan jasa
commit to user Tabel 3
Sumber Daya Manusia Pengelola Perpustakaan
NO NAMA JABATAN
1 Drs. Hartanto Kepala
2 Dra. Nuzmatun Malinah Ka. Subbag TU
3 Kardipan, SIP Kasi bina arsip dan perpustakaan
4 Haryanto, BA Kasi arsip
5 Harsono, SH Kasi perpustakaan
6 Asep Effendi, A.md Pustakawan
7 Maria Ihwanika, A.md Pustakawan
8 Hilman Murofik, A.md Pustakawan
9 Helyn Widya T Staf teknis
10 Moh. Amin Staf teknis
11 Moh. Fauzan, A.md Staf teknis
12 Eko Hadi Prayitno Staf administrasi
13 Suprapti Staf administrasi
14 Sugihyanti Staf administrasi
15 Indah Yuliyanti Staf administrasi
16 Any Marwati Staf administrasi
17 Imam Waijudin Staf administrasi
18 Fajar Sunoto Staf administrasi
commit to user
20 Dias Eka.P, S, Sos Staf administrasi
21 Sudibyo Cleaning service
22 Akhmad Subkhan Cleaning service Sumber : Perpustakaan daerah kabupaten Tegal tahun 2011
3.4 Gedung
Untuk dapat menunjang keberadaan perpustakaan umum daerah dalam
menjalankan tugas dan fungsinya maka perlu adanya fasilitas pendukung. Gedung atau ruangan perpustakaan merupakan sarana utama untuk dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu perpustakaan umum
daerah kabupaten Tegal berupaya mewujudkan gedung representatife yang dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan perpustakaan. Adapun gedung yang merupakan kantor perpustakaan dan arsip daerah kapuaten Tegal terdapat di Jalan Prof. Moh. Yamin, Slawi tepatnya di komplek
SDN Kudaile 06.
3.4.1 Gedung lama
Gedung perpustakaan daerah kabupaten Tegal dibangun di atas tanah
seluas 288 m² yang memiliki tiga ruang dengan luas bangunan 216 m² secara umum terbagi atas :
a. Ruang satu
Terdiri atas ruang pengunjung, ruang layanan, ruang baca dewasa dan
commit to user
b. Ruang dua
Terdiri atas ruang baca anak, ruang baca koran dan majalah, ruang pengelolaan dan ruang koleksi tandon.
c. Ruang ketiga
Terdiri dari ruang kasi perpustakaan, ruang karyawan/karyawati, ruang komputer, mushola dan kamar mandi.
3.4.2 Gedung baru
Adapun gedung baru yang merupakan kantor perpustakaan dan arsip daerah kabupaten Tegal terdapat di Jl. Prof. Moh. Yamin, Slawi. Gedung
perpustakaan yang baru ini dibangun di atas tanah seluas 640 m² yang memiliki 2 (dua) lantai dengan luas bangunan 600 m² secara umum terbagi atas:
a. Lantai satu
Terdiri dari ruang informasi, ruang mobil perpustakaan keliling (garasi), ruang koleksi perpustakaan keliling, kantin, dapur, kamar kecil, koleksi layanan silang silang terpadu, ruang staf TU, ruang kepala kantor, dan
lobby.
b. Lantai dua
Sebelah barat terdiri dari ruang baca dewasa, ruang baca majalah dan
commit to user
3.5 Perlengkapan
Selain keberadaan gedung yang memadai untuk dan baik dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Perpustakaan daerah
kabupaten Tegal juga didukung dengan perlengkapan yang memadai pula. Secara umum perlengkapan penunjang perpustakaan daerah kabupaten Tegal antara lain :
Tabel 4
Kondisi Perlengkapan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal (Maret 2011)
No Nama Barang Jumlah
1 Meja penitipan 2
2 Meja perorangan / stady carel 4
3 Meja layanan 5
4 Kursi baca 26
5 Kursi layanan 8
6 Meja pengelolaan 1
7 Kursi 40
8 Komputer 11
9 Kursi computer 16
10 Almari 17
11 Almari referensi 9
commit to user
13 Rak buku kayu 1
14 Rak buku besi 7
15 Meja karyawan 30
16 Kursi karyawan 30
17 Kursi tamu 1 set
18 Meja computer 14
19 Note book 2
20 Kursi tunggu 4
21 Meja tunggu 2
22 Meja rapat 1
23 Meja baca lesehan 4
24 Kursi rapat 10
25 Sofa tamu 1
26 Kursi internet 14
27 LCD proyektor 1
Sumber : Perpustakaan daerah kabupaten Tegal tahun 2011
3.6 Sumber Dana
Sebagai penunjang kegiatan pelayanan masyarakat dan dalam rangka memenuhi kebutuhan yang ada, perpustakaan daerah kabupaten Tegal membutuhkan dana yang tidk sedikit. Dimana untuk pemenuhan anggaran
commit to user
yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan daerah dan alokasi dari anggaran pendapatan dan belanja daerah. Dengan anggaran tersebut perpustakaan daerah kabupaen Tegal berupaya untuk terus meningkatkan
pelayanan, dari segi kualitas dan kuantitas bahan pustaka, hal ini dimaksudkan agar para pengunjung bisa mendapati bahan bacaan yang mereka inginkan sesuai dengan perkembangan zaman.
Anggaran bidang perpustakaan dan arsip daerah kabupaten Tegal tahun 2011, adalah sebagai berikut :
Tabel 5
Anggaran Bidang Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tegal tahun 2011
NO NAMA KEGIATAN KETERANGAN
1 Pengembangan minat baca dan budaya baca Rp. 20.000.000,00
2 Penyediaan bahan pustaka perpustakaan umum daerah
Rp. 40.000.000,00
3 Penagihan buku Rp. 5.000.000,00
4 Perpustakaan keliling Rp. 14.000.000,00
5 Publikasi dan sosialisai minat budaya baca Rp. 21.000.000,00
6 Layanan perpustakaan daerah Rp. 25.000.000,00
7 Lomba-lomba untuk meningkatkan budaya baca Rp. 25.000.000,00
JUMLAH Rp. 150.000.000,00
commit to user
3.7 Sarana Prasarana
Perpustakaan agar dapat menjalankan fungsinya dan memberikan layanan kepada masyarakat pengguna dengan baik serta berkualitas perlu didukung
adanya sarana prasarana yang memadai pula. Sarana dan prasarana yang ada di perpustakaan daerah kabupaten Tegal antara lain :
1. Lemari Locker
Setiap pengunjung perpustakaan harus meletakkan tas ke dalam lemari locker.
2. Mushola
Pengunjung yang ingin melaksanakan ibadah sholat, telah disediakan mushola yang terdapat pada lantai satu dan lantai dua, juga telah dilengkapi tempat untuk wudhu.
3. Tempat Parkir
Perpustakaan daerah kabupaten Tegal mempunyai tempat parkir yang luas sehingga cukup untuk menampung kendaraan pengunjung. Tempat parkir berada di depan gedung perpustakaan.
4. Mobil Perpustakaan Keliling
Sebagai penunjang penyebaran informasi secara meluas, perpustakaan daerah kabupaten Tegal memiliki satu unit mobil untuk pelayanan
commit to user
3.8Koleksi
Unsur utama yang merupakan bagian dari perpustakaan umum daerah kabupaen Tegal adalah koleksi bacaan. Dengan banyaknya koleksi bacaan yang
tersedia diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menjadi anggota perpustakaan maupun berkunjung ke perpustakaan, koleksi perpustakaan pada umunya meliputi :
1. Buku fiksi, yaitu buku cerita yang berfungsi menghibur pembaca
2. Buku non fiksi, yaitu buku ilmu pengetahuan yang memuat hasil pengamatan dan pemikiran pengarang.
3. Buku referensi menurut Trimo (1997 : 88) adalah sejumlah publikasi kepada siapa orang berkonsultasi untuk mencari fakta-fakta atau informasi tentang latar belakang suatu objek, orang, dan atau peristiwa secara cepat dan mudah.
4. Majalah / jurnal
Menurut Mien A. Rifai (1995 :57) Majalah / jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat
diminati orang saat diterbitkan
5. Surat Kabar
Menurut Undang-undang Pers 1982, surat kabar di Indonesia adalah
commit to user
intelektual rakyat serta mendorong kesertaan masyarakat dalam usaha-usaha pembangunan nasional.”
Berikut ini adalah koleksi cetak yang ada di perpustakaan daerah kabupaten
Tegal :
Tabel 6
Koleksi Buku Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal (Maret 2011)
3 Perpustakaan Keliling 1356 2435 Baik
4 Tandon 16276 16276 Baik
JUMLAH 34568 42661
Sumber : Perpustakaan daerah kabupaten Tegal tahun 2011
3.9 Layanan
Pengelolaan perpustakaan dapat dikatakan berhasil bila tujuan dari perpustakaan dapat tercapai, yaitu penyediaan bahan pustaka secara akurat dan
tepat sesuai dengan kebutuhan pemakai. Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pengguna, perpustakaan daerah kabupaten Tegal memberikan pelayanan dengan ketentuan waktu sebagai berikut :
commit to user
Adapun layanan yang diberikan kepada pengguna di perpustakaan daerah kabupaten Tegal meliputi:
1. Layanan sirkulasi adalah layanan yang diberikan kepada pengunjung untuk dapat meminjam koleksi perpustakaan.
2. Layanan referensi adalah layanan yang diberikan kepada pengunjung perpustakaan yang memerlukan bantuan penelusuran informasi dalam
berbagai subjek dari berbagai sumber ataupun memberikan bahan rujukan pada koleksi lain sesuai dengan bidang/informasi yang dibutuhkan.
3. Layanan koleksi khusus adalah layanan yang diberikan kepada pengunjung untuk membaca ditempat atau memfotocopy sebagian koleksi referensi, karya ilmiah, dan tandon.
4. Layanan perpustakaan keliling merupakan perpustakaan umum yang mendatangi pemakai dengan menggunakan kendaraan (darat maupun air). Biasanya tugas ini merupakan perluasan dari kegiatan perpustakaan umum untuk memungkinkan penduduk yang pemukimannya jauh dari
perpustakaan dapat memanfaatkan jasa perpustakaan. Secara umum perpustakaan keliling berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani masyarakat yang tidak terjangkau oleh perpustakaan umum.
commit to user Tabel 7
Jadwal Perpustakaan Keliling (Maret 2011)
Hari Kecamatan Desa Waktu
Senin Bumijawa Sumbaga 09.00-12.00
Selasa Adiwerna Talang 09.00-12.00
Rabu Jatinegara Lembasari 09.00-12.00 Kamis Pagerbarang Jatiwangi 09.00-12.00 Jum’at Dukuhwaru Kabunan 09.00-11.00 Sumber : Perpustakaan daerah kabupaten Tegal 2011
5. Layanan silang terpadu
Layanan silang terpadu adalah layanan yang disediakan oleh
commit to user
BAB IV PEMBAHASAN
Layanan tandon di kantor perpusakaan dan arsip kabupaten Tegal merupakan
pelayanan yang tidak kalah penting dengan pelayanan-pelayanan yang ada di perpustakaan. Karena pelayanan ini merupakan pelayanan yang memberikan kemungkinan yang cukup besar bagi pengguna untuk mendapat informasi yang
dibutuhkan. Perbedaan yang cukup signifikan antara layanan tandon dan yang lainnya adalah sistem layanan ini yang sifatnya tertutup. Pemakai tidak bisa langsung untuk memilih dan mengambil sendiri koleksi yang dibutuhkan. Pelayanan secara tertutup
ini bertujuan agar bahan pustaka dapat dinikmati oleh pengguna secara merata. Pengguna yang ingin memperoleh bahan pustaka yang ada dalam layanan tandon harus melalui petugas layanan tandon terlebih dahulu.
Pada bagian layanan tandon dibutuhkan seorang pustakawan yang menguasai
koleksi tandon dan mampu menggunakan sumber-sumber informasi koleksi tersebut sehingga mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemakai. Agar layanan tandon dapat tercipta dengan baik dan bisa memuaskan pemakai maka perlu
commit to user
4.1Prosedur Peminjaman Bahan Pustaka Tandon
Perpustakaan memiliki banyak bidang tugas-tugas antara lain sirkulasi, pengadaan bahan pustaka, pemrosesan bahan pustaka dan lain-lain. Perpustakaan
daerah kabupaten Tegal memilliki standar dalam pelayannya, salah satunya adalah layanan tandon. Sistem peminjaman pada layanan tandon bersifat tertutup, yaitu sistem layanan pada perpustakaan yang tidak memungkinkan pemakai
perpustakaan mengambil sendiri bahan pustaka di perpustakaan. Pengambilan bahan pustaka harus melalui petugas perpustakaan, demikian juga dengan pengembalian bahan pustaka yang telah dipinjamnya. Adapun alur peminjaman
commit to user Gambar 1
Alur Peminjaman Bahan Pustaka Tandon
tidak
Ya
Ya tidak
Sumber : Perpustakaan daerah kabupaten Tegal tahun 2011
Mulai
Pengunjung perpustakaan
Mengisi buku pengunjung
Paham
Di bimbing petugas
Cari buku melalui katalog
Catat kode / call number
Petugas mengambilkan
Menggandakan
Baca di tempat Buatkan laporan pada buku
Di catat pada buku slip peminjaman
commit to user
Melihat alur di atas mungkin kita akan sedikit dibingungkan dengan penggambaran alur tersebut. Apalagi jika mengacu pada fakta di lapangan, alur ini menurut pengamatan penulis sangat berbeda dengan apa yang terjadi
sebenarnya pada layanan tandon di perpustakaan daerah kabupaten Tegal. Sehingga akan sangat membantu jika perpustakaan daerah kabupaten Tegal memperbaiki alur yang ada mengingat fungsi dari penggambaran layanan melalui
alur adalah membantu para pengguna perpustakaan dalam memanfaatkan layanan yang ada di dalamnya. Atas dasar itulah sudah semestinya perpustakaan menyediakan fasilitas yang maksimal dan tidak setengah-setngah sehingga hasil
yang diperoleh juga akan optimal.
commit to user Gambar 2
Alur Peminjaman Bahan Pustaka Tandon
Ya Tidak
Ya Tidak
Ya Tidak
Sumber : Pengamatan penulis tahun 2011
Mulai
Penggguna memasuki perpustakaaan
Paham Pencarian Melalui Katalog
Dibimbing petugas
Cari buku melalui katalog
Catat kode / call number buku
Petugas menemukan buku yang diinginkan Memberikan kode/call number pada petugas
Mencari bahan pustaka lewat katalog
Petugas menyerahkan pada pengguna
Penggguna ingin menggandakan
Baca di tempat Buatkan laporan pada buku
Dicatat pada buku slip peminjaman
Petugas memberikan alternative pilihan pengganti
Selesai
Penggguna memasuki ruang tandon