• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI PROFESIONALISME AKUNTAN PENDIDIK. H.W. Darmoko

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERSEPSI PROFESIONALISME AKUNTAN PENDIDIK. H.W. Darmoko"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PERSEPSI PROFESIONALISME AKUNTAN PENDIDIK

H.W. Darmoko

Abstract : This research replication of perception study which been done by Mas'ud Mafhoedz, by developing object at student, company ( manager), accountancy graduate consumer, and itself educator accountant, to see there are not of difference of perception about professionalism of educator accountant seen from variable taken away from by Novin & Tucker, that is knowledge, skilled, and character, but applies location of research in East Java with professionalism proxy from Novin and Tucker ( 1993).

This research analysis unit that is accountancy student, accountancy graduate consumer, and educator accountant, where perception about different professionalism between 3 the side of will become proposal for expansion of learning process teachs and akademik in accountancy curriculum.

Keywoord : Professionalism of educator accountant , Skilled and Karakter

Pendidikan akuntansi mulai dirasakan dan diamati oleh banyak pihak pada beberapa tahun terakhir ini, baik oleh mahasiswa, pengguna jasa akuntansi, perusahaan pemakai lulusan akuntansi, maupun oleh akuntan itu sendiri. Sejak konggres Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) tahun 1994 yang telah melahirkan kompartemen Akuntan Pendidik, mulai banyak penelitian yang mengambil akuntan pendidik sebagai objek penelitiannya.

Penelitian yang mengambil tema tentang profesionalisme akuntan pendidik telah dilakukan, baik di luar negeri maupun di Indonesia. Seorang akuntan pendidik sangat mutlak membutuhkan profesionalisme yang cukup. Menurut Schwitzer (1990), Sundem (1993), dan Hanno & Tuner (1996) menyimpulkan dalam penelitiannya bahwa adanya tuntutan dosen yang tidak profesionalisme akan menghasilkan akuntan yang tidak profesionalisme juga. Menurut Novin & Tucker (1993), profesionalisme akuntan adalah penguasaan dan pelaksanaan terhadap tiga hal: knowledge, skill, dan character.

Dalam rangka untuk mengetahui seberapa jauh akuntan pendidik di Indonesia mempunyai tingkat profesionalisme dalam mengajar, maka diperlukan studi yang mampu menjawab pertanyaan tersebut. Penelitian tentang profesionalisme akuntan pendidik di Indonesia juga banyak dilakukan . Ludigdo dan Machfoedz(1998) melakukan studi tentang bagian penting dari profesionalisme, yaitu etika dengan sampel 3 group subyek yaitu: Dosen, akuntan publik dan mahasiswa, yang mencoba melihat persepsi ketiga sampel terhadap etika para akuntan di Indonesia.

Mas’udMachfoedz (1999) dengan studi persepsi mahasiswa terhadap profesonalisme dosen akuntansi perguruan tinggi. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa dosen akuntansi yang mengajar di perguruan tinggi, baik di Jawa maupun di luar Jawa, di perguruan tinggi negeri maupun swasta kurang menunjukkan tingkat profesionalisme yang memadai.

Williem (1991) mengemukakan bahwa perubahan harus dimulai dari pengajar atau dosen akuntansi untuk bisa meningkatkan profesionalisme para akuntan.

H.W. Darmoko adalah Staf Pengajar Fakultas Ekonomi UNMER Madiun

Perumusan Masalah

(2)

a) Apakah terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi, pemakai lulusan akuntansi, dan akuntan pendidik itu sendiri terhadap pengetahuan (knowledge) seorang akuntan pendidik?

b) Apakah terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi, pemakai lulusan akuntansi, dan akuntan pendidik itu sendiri terhadap ketrampilan (skill) seorang akuntan pendidik?

c) Apakah terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi, pemakai lulusan akuntansi, dan akuntan pendidik itu sendiri terhadap karakter (ethics) seorang akuntan pendidik?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti secara empiris persepsi antara mahasiswa akuntansi, pemakai lulusan akuntansi, dan akuntan pendidik terhadap profesionalisme akuntan pendidik agar diharapkan mampu mengungkapkan rumusan masalah diatas.

Perumusan Hipotesis

Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan persepsi tentang tingkat profesionalisme akuntan pendidik (dosen akuntansi) menurut mahasiswa, pemakai lulusan akuntansi (user), dan akuntan pendidik.

Dari uraian diatas maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : Ho-1: Tidak ada perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi, pemakai lulusan akuntansi,

dan akuntan pendidik terhadap pengetahuan seorang akuntan pendidik.

Ho-2: Tidak ada perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi, pemakai lulusan akuntansi, dan akuntan pendidik terhadap ketrampilan seorang akuntan pendidik.

Ho-3: Tidak ada perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi, pemakai lulusan akuntansi, dan akuntan pendidik terhadap karakterisrik seorang akuntan pendidik.

Metode Penelitian

Pemilihan Sampel Dan Pengumpulan Data.

Penelitian ini menggunakan data semi primer berupa persepsi mahasiswa akuntansi, pemakai lulusan akuntansi (user), dan akuntan pendidik tentang variabel-variabel profesionalisme yang akan digunakan dalam penelitian ini.

Instrumen Pengukuran

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner dan responden harus mengisi jawaban yang dianggap paling tepat dengan skala lickert berdimensi lima skala sebagai berikut: Sangat Tidak Setuju (STS): 1, Tidak Setuju (TS): 2, Netral (N): 3, Setuju (S): 4, Sangat Setuju (SS): 5

Dengan proksi profesionalisme diadopsi dari Novin dan Tucker (1993) yang mengukur profesionalisme dari tiga variabel: Pengetahuan, Ketrampilan dan Karakter.

Alat Pengujian

Alat-alat pengujian yang dipakai dalam penelitian ini sebagai berikut: Uji Kualitas Data (Instrumen)

Uji Validitas

Digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Iman Gozali 2001).

Uji Reliabilitas

Adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konstan atau stabil dari waktu ke waktu.

(3)

Pengujian reliabilitas dilakukan dengan uji statistik cronbanch alpha. Konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbanch alpha > 0.60 (nunnally, 1969)

Pengujian Hipotesis dengan One Way Anova.

Alat uji hipotesis yang digunakan adalah one way Anova. Pengujian hipotesis ini dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan rata-rata diantara tiga kelompok sampel.

Hipotesis ini secara statistik dinyatakan sebagai berikut : Ho:µµµ1 = µµ µµµ2 = µµµ3 µ

Dimana :

µ1 adalah rata-rata persepsi mahasiswa.

µ2 adalah rata-rata persepsi pengguna lulusan akuntansi (user) µ3 adalah rata-rata persepsi akuntan pendidik.

Dalam pengujian ini dasar pengujian yang penolakan atau penerimaan dilakukan dengan membandingkan nilai probabilitasnya dengan tingkat signifikan (α) yang telah ditentukan yaitu sebesar 0.05. Jika nilaai probabilitasnya ≤ α maka Ho ditolak, dan jika sebaliknya maka berhasil mendukung Ha.

Hasil Penelitian

Hasil Uji Kualitas Data Hasil Uji Validitas

Menurut Sekaran (1992) Validitas menunjukkan ketepatan dan kecermatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu test atau instrumen pengukuran dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila instrumen tersebut menjalankan fungsi ukurnya atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Uji Validitas dilakukan dengan mengkorelasikan antara skor yang diperoleh untuk masing-masing pertanyaan dengan skor totalnya.

Dibawah memperlihatkan bahwa koefisien korelasi untuk semua variabel menunjukkan nilai koefisien > dari 0.3. Berarti butir- butir pertanyaan yang ada pada semua instrumen penelitian ini adalah Valid (sahih).

Dan jika pengujian validitas ini dilakukan dengan taraf signifikan 0.05, maka dari tabel dibawah dapat dilihat bahwa taraf signifikan untuk semua variabel menunjukkan nilai signifikan 0.000 < 0.05, jadi butir-butir pertanyaan menunjukkan hasil yang signifikan.

Hasil Uji Validitas (Output SPSS) Variabel: Pengetahuan (Knowlegde)

No. Butir Pearson Correlation Signifikansi Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 0.875 0.640 0.870 0.868 0.639 0.823 0.916 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Variabel: Keahlian (Skill)

(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 0.860 0.785 0.700 0.791 0.714 0.826 0.821 0.901 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Variabel: Karakter (Character)

No. Butir Pearson Correlation Signifikansi Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 0.875 0.640 0.870 0.868 0.639 0.823 0.916 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Hasil Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas digunakan teknik alpha, yang dikembangkan oleh Cronbach. Menurut Sekaran (1992) teknik ini dipilih karena merupakan teknik pengujian konsistensi reliabilitas antara item yang paling populer dan menunjukkan indeks konsistensi yang cukup sempurna. Koefisien alpha semakin mendekati nilai 1.00 berarti butir-butir pertanyaan dalam koefisein semakin reliabel. Dan menurut Nunally (1969) konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbanch alpha > 0.60 .

Dari hasil Output SPSS (uji reliabilitas) cronbach alpha seperti tabel dibawah ini: Hasil Uji Reliabilitas (Output SPSS)

Variabel Koefisien α (alpha) Keterangan

Pengetahuan (knowlegde) Keahlian (Skill) Karakter (Character) 0.9098 0.9190 0.8718 Valid Valid Valid

Tabel diatas menunjukkan bahwa Koefisien α (alpha) untuk masing-masing variabel > 0.60 dan hampir mendekati nilai 1.00, berarti instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah reliabel atau reliabilitas dari variabel-variabel diatas tinggi.

Hasil Uji Hipotesis.

Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidak ada perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi, pemakai lulusan akuntansi, dan akuntan pendidik terhadap profesionalisme akuntan pendidik. Alat uji yang digunakan adalah One Way Anova. Dari hasil Output SPSS: Test of Homogeneity of Variances (terlampir), dapat dibuat tabel sebagai berikut:

(5)

Variabel Levene statistic Probabilitas sig. Keterangan Pengetahuan (Knowlegde) Ketrampilan (Skill) Karakter (Character) 43.088 14.701 18.030 0.000 0.000 0.000 Ho ditolak Ho ditolak Ho ditolak

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Levene statistic untuk masing-masing variabel adalah 43.088, 14.701, dan 18.030, dengan taraf probabilitas (significan) diatas berada dibawah 0.05 (0.00 < 0.05), maka Ho berhasil ditolak (ketiga sampel mempunyai variance yang berbeda) berarti terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi, pemakai lulusan akuntansi, dan akuntan pendidik terhadap pengetahuan, ketrampilan, dan karakter akuntan pendidik.

Dari hasil Output SPSS: Test ANOVA (terlampir), dapat dibuat tabel sebagai berikut: ANOVA (Output SPSS)

Variabel F Probabilitas sig. Keterangan

Pengetahuan (Knowlegde) Ketrampilan (Skill) Karakter (Character) 51.456 60.412 8.273 0.000 0.000 0.001 Ho ditolak Ho ditolak Ho ditolak

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai F hitung untuk masing-masing variabel adalah 51.456, 60.412, dan 8.273, dengan taraf probabilitas (significan) diatas berada dibawah 0.05 (0.00 < 0.05), maka Ho berhasil ditolak (ketiga sampel mempunyai rata-rata / mean yang berbeda) berarti terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi, pemakai lulusan akuntansi, dan akuntan pendidik terhadap pengetahuan, ketrampilan, dan karakter akuntan pendidik.

Untuk mencari status atau sampel mana saja yang berbeda dan yang tidak berbeda, analis dilakukan dengan melihat Tukey Test dan Bonferroni Test. Dari hasil Output SPSS Post Hoc Test (terlampir) dapat dilihat tanda * yang berarti terdapat perbedaan yang significan. Sejalan dengan test ANOVA diatas terdapat perbedaan pengetahuan, ketrampilan, dan karakter akuntan pendidik dari ketiga sampel status.

Untuk mencari grup atau subsets mana yang mempunyai perbedaan rata-rata secara significan, maka perlu dilakukan Test Homogeneous Subsets.

Dari hasil Output SPSS Test Homogeneous Subsets (terlampir) dapat dilihat ketiga sampel berada dalam subsets yang berbeda (dua subsets), yang berarti menandakan bahwa ketiga sampel tersebut mempunyai perbedaan walaupun tidak significan. Jika ada perbedaan yang significan, maka ketiga sampel akan terkelompokkan dalam tiga subsets yang berbeda.

Untuk variabel pengetahuan, mahasiswa akuntansi dan pengguna lulusan akuntansi berada dalam satu subsets yang sama (1), sedangkan akuntan pendidik berada pada subsets lain (2). Untuk variabel ketrampilan, mahasiswa akuntansi dan pengguna lulusan akuntansi berada dalam satu subsets yang sama (1), sedangkan akuntan pendidik berada pada subsets lain (2). Untuk variabel karakter, pengguna lulusan akuntansi berada dalam satu subsets (1), sedangkan akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi berada pada subsets lain (2).

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa hal yang dapat disimpulkan. Pertama dari hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi, pemakai lulusan akuntansi, dan akuntan pendidik terhadap profesionalisme akuntan pendidik. Dari

(6)

hasil analisa yang lebih jauh dengan menggunakan Test Homogeneous Subsets dapat diketahui bahwa perbedaan persepsi diatas sebagai berikut:

a. Untuk variabel pengetahuan, mahasiswa akuntansi dan pemakai lulusan akuntansi mempunyai persepsi yang sama, karena berada dalam satu subsets dengan nilai masing-masing 29.80 dan 30.33, taraf significan 0.552. Sedangkan akuntan pendidik memiliki persepsi yang berbeda karena berada dalam subsets lain dengan nilai 34.53 dan taraf significan 1.000.

b. Untuk variabel ketrampilan, mahasiswa akuntansi dan pemakai lulusan akuntansi mempunyai persepsi yang sama, karena berada dalam satu subsets dengan nilai masing-masing 34.27 dan 33.27, taraf significan 0.181. Sedangkan akuntan pendidik memiliki persepsi yang berbeda karena berada dalam subsets lain dengan nilai 39.10 dan taraf significan 1.000.

c. Untuk variabel karakter, pemakai lulusan akuntansi mempunyai persepsi yang berbeda karena berada dalam satu subsets tersendiri dengan nilai 24.73 taraf significan 1.000. Sedangkan akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi memiliki persepsi yang sama karena berada dalam satu subsets lain dengan nilai 26.13 dan 26.93, taraf significan 0.315.

Daftar Pustaka

Arens, Alvin, Loebbecke, James, Auditing: An Integreted Approach, 6th edition, Simon & Schuster Company, New Jersey, 1994.

Boynton C, William & Kell, G, Walter, Modern Auditing 6th edition, Prentice Hall, 1996. Burn C.D, & Haga J.W, Much ado About Profesionalism: A Second Look At Accounting, The Accounting Review, 1997.

Christiawan, Profesionalisme daalam Era Industrialisasi, Usahawan, No.3 tahun XXIII (Maret), 1994.

Hanno, Denis and Robert M turner, The Changing Face of Accounting Education, Massachussets CPA Review, 1996.

Ikatan Akuntan Indonesia, Standart Profesional Akuntan Publik, STIE YKPN, Yogyakarta, 1994. Johnson J.T, Profesi dan Kekuasaan, Pustaka Grafiti Jakarta, 1991.

Kalbers, P. Lawrence & Fogaty, Thimoty J, Profesionalism and Its Consequences: A study of Internal Auditor, Auditing: A Journal of Practice & Theory, 1995.

Ludigdo, Unti dan Mas’ud Machfoedz, Persepsi Etika Akuntan dan Mahasiswa, JRAI, Vol 2, No.1, 1999.

Mas’ud Machfoedz, Studi Persepsi Mahasiswa Terhadap Profesionalisme Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi, JAAI, Vol 3, No.1, 1999.

Morrow P.C, & Goetz J.F, Profesionalism As A Form of Work Commitment, Journal of Vocational Behavior, 1988.

Nelson T, Irwin, What’s News About Accounting Education Change ? Accounting Horison, 1995. Novin, Adel M, and John M, Tucker, The Composition of 150 hour Accounting Programs: The

Public Accountant, Issues in Accounting Aducation, Vol.8, No.2, 1998

Robbins, Stephen, Organization Behavior: Concept, Controversiesand Application, 5 th. Edition, New Jersey,1991.

Schweitzer, Helmuts Von, Profesional Myopia, Internal Auditor, 1990.

Sekaran, Uma, Research Methods Fpr Business: A Skill Building Approach, 2nd edition, Jhon Wiley & Son Inc, 1992.

Siegel, Gary dan Marconi, Behavioral Accounting, South –Western Publishing Co, Chicago, 1989. Soekmadidjaja, Soekmono, Cara Mengikat Pekerja Profesional, Swa (Desember), 1989.

Sundem, Gary L, “President Messege”, Accounting Education News. March 1993.

William R, Charles, & Livingstone, Another Lock At The Relationship Between Performance & Voluntary Turnover, Academy of Management Journal, 1994.

(7)

Template: C:\Users\user\AppData\Roaming\Microsoft\Templates\Normal. dotm Title: 1 Subject: Author: Keywords: Comments: Creation Date: 29/03/2004 17:43:00 Change Number: 13

Last Saved On: 04/09/2012 7:50:00 Last Saved By: user

Total Editing Time: 89 Minutes

Last Printed On: 04/09/2012 7:50:00 As of Last Complete Printing

Number of Pages: 6

Number of Words: 2.488 (approx.) Number of Characters: 14.184 (approx.)

Gambar

Tabel diatas menunjukkan bahwa Koefisien α (alpha) untuk masing-masing variabel &gt;

Referensi

Dokumen terkait

Berkenaan dengan uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa pengaruh bimbingan belajar dari orang tua adalah daya yang dimiliki orang tua untuk mempengaruhi

Rata-rata ketelitian shift pagi dan shift malam berada pada golongan Kurang sedangkan rata-rata ketelitian shift siang berada pada golongan Ragu-Ragu sehingga perlu

Melalui pendekatan indeks optimum currency area yang melihat perubahan nilai tukar bilateral hanya Malaysia dan Thailand yang memiliki kedekatan nilai tukar satu

Masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian di seluruh dunia adalah penyakit menular dan penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat.Salah satu

Menyedari peningkatan permasalahan ini yang seiring dengan kepesatan pembangunan negara, pihak kerajaan telah bertindak proaktif melaksanakan beberapa dasar atau pendekatan

Penelitian ini difokuskan pada konversi tanaman perkebunan teh menjadi kelapa sawit ditinjau dari etika lingkungan, maka penulis menyatakan bahwa penelitian

Output Py-IonoQuake memperlihatkan adanya anomali TEC pada tanggal 4 dan 7 Februari 2016 yang dapat dipertimbangkan sebagai prekursor gempa bumi, sementara anomali