EVALUASI PELAKSANAAN
PROGRAM P2PTVZ
Disampaikan pada Pertemuan Koordinasi Teknis P2P
Jakarta, 19-22 Maret 2018
PENYAKIT TULAR VEKTOR DAN
ZOONOTIK
1. Penyakit berpotensi wabah : Malaria, DBD, Rabies,
Antraks, Pes, Chikungunya,JE, Leptospirosis
2. Emerging Infectious Diseases (EID) : Flu burung,
MERSCoV, penyakit zoonosa baru lainnya
3. Neglected Tropical Diseases (NTD) : Filariasis,
Schistosomiasis, Kecacingan
PRIORITAS NASIONAL DAN
PRIORITAS BIDANG
Prioritas Nasional
Pengendalian
Malaria
Pengendalian Filariasis
dan Schistosomiasis
Pengendalian
Arbovirosis
Pengendalian
Zoonosis
Pengendalian Vektor
Prioritas Bidang
Keterangan Rabies Flu Burung Leptospirosis Antraks Pes
PETA DAERAH ENDEMIS PENYAKIT TULAR VEKTOR DAN ZOONOTIK
Malaria endemis rendah Malaria endemis sedang Malaria endemis tinggi
Schistosomiasis Endemis Filariasis IR DBD ≥ 65/ 100.000 pddk IR DBD 49 - 65/ 100.000 pddk IR DBD < 49 / 100.000 pddk Endemis Cacingan 4
PETA ENDEMISITAS MALARIA PER KAB/KOTA
DI INDONESIA -TAHUN 2017
No Kategori Populasi Kabupaten/Kota # % # % 1 Bebas Malaria 187.968.543 72.0 % 266 52 %2 Endemis Rendah (API < 1 per 1000) 62.888.849 24 % 172 33 %
3 Endemis Menengah (API 1-5 per 1000) 5.442.232 2 % 37 7 %
4 Endemis Tinggi (API > 5 per 1000) 4,264.081 2 % 39 8 %
2025 Target : 245 kab/kota Capaian : 247 kab/kota Target: 285 kab/kota Target: 300 kab/kota Target: Indonesia mencapai eliminasi
Milestone Eliminasi Malaria di Indonesia
2019
2018
2017 2016 Target : 265 kab/kota Capaian : 266 kab/kota Target: SemuaKab/Kota 2027 2030 Target: Semua provinsi 2020 Target Tahun 2020 tidak ada kab/kota endemis tinggi≥ 80%
80%-50%
≤ 50%
0%
Keterangan:
Situasi Filariasis di Indonesia 2002 s/d 2017
3175 2375 1765 1184 811 649 532 524 419 365 325 274 257 253 232 227 227213 207 141 129 96 94 91 74 70 53 37 31 30 27 18 14 13 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500•
Total kasus kronis se Indonesia s/d 2017 adalah: 13.039 kasus, tersebar di 418 kab/kota di 34 Provinsi
•
Daerah endemis filariasis : 236 kab/kota
514 Kabupaten/Kota 278 Non endemis 236 Endemis Filariasis 152 Melaksanakan POPM Filariasis 84 Selesai POPM 5 Tahun
17 Kab/kota sertifikasi Eliminasi Filariasis :
-Sumatera (Bangka Barat, Belitung, Kota Dumai, Lima puluh kota) -Kalimantan (Kota Waringin Barat)
-Jawa (Kota Bogor, Kota Depok)
-Sulawesi ( Enrekang, Kolaka utara, Bombana, Kota Gorontalo, Kab. Gorontalo, Gorontalo Utara, Pahuwato, Polewali Mandar, Parigi Moutong)
-NTT ( Alor)
67 Kab/kota
Tahap Surveilans
SITUASI FILARIASIS DI INDONESIA s/d TAHUN 2017
Keterangan: Target Sesuai Renja.
TARGET & CAPAIAN POPM FILARIASIS DI INDONESIA
TAHUN 2014 - 2019
Cakupan POPM Filariasis pada Total Penduduk Tahun 2017
0,0% 10,0% 20,0% 30,0% 40,0% 50,0% 60,0% 70,0% 80,0% 90,0% 100,0% 65%Keterangan :
Capaian Tahun 2016 dan 2017 masih dibawah target dikarenakan tidak semua daerah melaporkan hasil Pengobatannya, keterlambatan distribusi obat ke daerah, dan beberapa kab/kota belum melaksanakan pemberian obat cacing.
TARGET & CAPAIAN POPM CACINGAN TAHUN 2016-2019
12 2016 2017 2018 2019 Target 33.033.939 33.440.191 45.118.857 45.639.695 Capaian 24.584.025 30.718.230 33.033.939 33.440.191 45.118.857 45.639.695 24.584.025 30.718.230 5.000.000 10.000.000 15.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000 35.000.000 40.000.000 45.000.000 50.000.000 Ju m lah A n ak
Cakupan POPM Cacingan Per Provinsi Tahun 2017
75 % 0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 120,00% Bali Bant en Kep. Ban gka B elitu ng Sum ater a Bar at Kalim anta n Uta ra Riau Goro ntalo Kalim anta n Tim ur Sum ater a Sela tan Malu ku Nusa Ten ggar a Tim ur Kalim anta n Sela tan Kepu lauan Riau Malu ku U tara Sulaw esi B arat Kalim anta n Ten gah Kalim anta n Bar at Jawa Tim ur Beng kulu Sulaw esi T engg ara Sulaw esi S elata n Aceh Lam pung Jawa Teng ah Sulaw esi T enga h Jam bi Sulaw esi U tara Papu a Ba rat Sum ater a Uta ra Papu a Jawa Barat Nusa Ten ggar a Ba rat DI Yo gyak arta DKI J akar taTarget POPM Cacingan >75%
IR DBD PER PROVINSI TAHUN 2017
105,95 62,57 52,61 49,93 46,42 43,6543,14 39,9537,7737,35 35,0833,7432,2931,9530,8128,9628,9528,12 23,6121,6020,8519,9619,9518,3817,81 17,53 14,9413,20 10,938,24 8,04 5,22 3,97 3,06 26,10 0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00 TARGET < 49/100.000 PDDKDATA SD. 15 MARET 2018
PERSENTASE KAB/KOTA
DENGAN IR< 49/100.000 PENDUDUK
100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 97,1496,55 93,3392,5992,31 87,5 87,5 86,84 86,7 84,6283,3383,3382,35 80 80 80 78,57 75,76 70 60 56,52 52,63 44,44 35,71 0 20 40 60 80 100 120 NT T Sum sel Sul ut Jam bi Ma lu ku Ma lu ku U tar a K epr i B ab e l DK I Sul ba r Ja w a Te n gah P ap ua K al se l Jaw a Bar at P ap ua B arat Ban te n Sul sel Ja w a Ti m u r Lam pu ng Sul te ng Riau G o ro nt al o Sul tr a B engkul u K al ti m K al tar a K al te ng Sum ut NT B D I Yog yakar ta Ace h Sum bar Bal i K al ba r TARGET th 2017 64 %DATA SD. 15 MARET 2018
Situasi Rabies di Indonesia
Tahun 2011 – 2017
Rabies tersebar di
25 prov.
Ada 9 provinsi bebas:
Babel, Kep. Riau,
DKI Jakarta , Jateng,
Jatim, DI Yogya,
NTB,Papua dan
Papua Barat.
GHPR: gigitan hewan penular rabies Di VAR/PET : Post Exposure Treatment
Lyssa : Kematian karena Rabies
Sumber : Subdit Zoonosis
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
GHPR 84.010
84.750
69.136
73.767
80.403
68.216
62.784
PET
71.843
74.331
54.059
59.541
57.899
45.104
42.805
Lyssa
184
137
119
98
118
91
92
20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 70.000 80.000 90.000Daftar Eliminasi Rabies per Provinsi Tahun 2017
No Provinsi Kab. Endemis Kab. Eliminasi %
1 Aceh 4 4 100 2 Sumut 33 15 45,4 3 Sumbar 19 9 47,4 4 Riau 11 9 81,8 5 Jambi 11 10 90,9 6 Sumsel 7 6 85,7 7 Bengkulu 10 3 30 8 Lampung 15 12 80 9 Banten 3 3 100 10 Jabar 11 9 81,8 11 Bali 9 1 11,1 12 Kalteng 14 9 64,3 13 Kalsel 13 11 84,6
No Provinsi Kab. Endemis Kab. Eliminasi %
14 Kaltim 5 5 100 15 Kaltara 1 1 100 16 Kalbar 5 0 0 17 Sulut 15 0 0 18 Gorontalo 6 2 33,3 19 Sulteng 13 8 61,5 20 Sulsel 19 7 36,8 21 Sultra 11 8 72,7 22 Sulbar 6 5 83,3 23 NTT 9 2 22,2 24 Maluku 6 3 50 25 Maluku Utara 8 2 25
TARGET dan CAPAIAN
KABUPATEN/KOTA DALAM MELAKUKAN PVT (Pengendalian
Vektor Terpadu)
Perbandingan target dan capaian persentase kab/kota yang melakukan pengendalian vektor terpadu
dari tahun 2015 – 2017
CAPAIAN KAB/KOTA MELAKUKAN PVT
PER PROVINSI TAHUN 2017
ACEHSUMUT SUMBAR RIAU KEPRIJAMBI SUMSEL BABEL BENGKULULAMPUNGBANTEN DKI JABAR JATENG DIY JATIMKALBAR KALTENGKALSEL KALTIM SULUT GOR ONTA LO SULT ENG SULB AR SULSE L SULT RA BALI NTB NTT MAL UKU MAL UT PAPU A BARA T PAPU A KALT ARA JUMLAH KAB/KOTA 23 33 19 12 7 11 17 7 10 15 8 6 27 35 5 38 14 14 13 10 15 6 13 6 24 17 9 10 22 11 10 13 29 5 JUMLAH KAB/KOTA YANG MELAKUKAN PVT 23 22 10 2 5 6 8 6 9 9 3 6 8 21 3 11 4 10 13 10 10 4 13 3 22 11 8 9 12 4 7 7 11 2 Persentase (%) 100,0 66,7 52,6 16,7 71,4 54,5 47,1 85,7 90,0 60,0 37,5 100,0 29,6 60,0 60,0 28,9 28,6 71,4 100,0 100,0 66,7 66,7 100,0 50,0 91,7 64,7 88,9 90,0 54,5 36,4 70,0 53,8 37,9 40,0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
STRATEGI DAN KEBIJAKAN
P2PTVZ
1. Penguatan surveilans vektor dan kasus berbasis laboratorium
2. Mengedepankan pencegahan dan promotif
3. Penemuan kasus dini dan penguatan tata laksana diseluruh fasyankes
4. Pengendalian faktor risiko secara terpadu
5. Peningkatan sistem kewaspadaan dini dan respon cepat penanggulangan KLB
6. Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM P2PTVZ
7. Perencanaan logistik sesuai kebutuhan
8. Peningkatan komitmen, koordinasi, kolaborasi, kontribusi dan sinergi multisektor
9. Penguatan partisipasi masyarakat (kampanye kelambu massal, Belkaga,
G1R1J, penanaman tanaman anti nyamuk dan manajemen lingkungan,
berperan aktif dalam vaksinasi masal Rabies)
10. Dukungan Regulasi
TARGET & CAPAIAN INDIKATOR
NO INDIKATOR RPJMN TARGET SATUAN 2015 Capaian 2015 2016 Capaian 2016 2017 Capaian 2017 2018 20191 Jumlah kab/kota dg eliminasi malaria
225 235 245 247 265 266 285 300 Kab/Kota
2 Jumlah kab/kota dengan eliminasi filariasis 9 17 12 22 15 29 24 35 Kab/Kota NO INDIKATOR RENSTRA TARGET SATUAN 2015 Capaian 2015 2016 Capaian 2016 2017 Capain 2017 2018 2019
1 Persentase Kabupaten/ Kota yang melakukan pengendalian vektor terpadu 40 41,2 50 50 60 60 70 80 Persen 2 Jumlah Kabupaten/Kota dengan API <1 per 1.000 penduduk 340 379 360 400 375 438 390 400 Kab/Kota 3 Jumlah Kabupaten/Kota endemis Filaria berhasil menurunkan angka Mikrofilaria Menjadi 1% 35 51 45 46 55 60 65 75 Kab/Kota 4 Persentase Kabupaten/ Kota dengan IR DBD < 49 per 100.000 penduduk 60 76,07 62 53,31 64 84,24 66 68 Persen 5 Persentase Kabupaten/ Kota yang eliminasi Rabies pada manusia 25 73,48 40 40,15 55 55 70 85 Persen
RPJMN
ANGGARAN P2PTVZ TAHUN 2018
BAGIAN
PAGU 2018
PUSAT
137.512.832.000
DEKONSTRASI
93.403.402.000
KKP
39.745.178.000
BBTKL-PP
62.116.849.000
TOTAL
332.778.261.000
PEMBAGIAN ANGGARAN
PAGU
Anggaran Kegiatan Prioritas Nasional (Filariasis &
Kecacingan, Malaria)
311.068.026.000
Anggaran Kegiatan Prioritas Bidang (Arbovirosis,
Zoonosis, Dukungan Manajemen)
25
MENU DEKONSENTRASI 2018
Layanan Capaian Eliminasi Malaria
- Pre Assesment Penilaian Eliminasi Malaria
- Post Eliminasi Malaria
- Akselerasi Penemuan Kasus Malaria di
Daerah Endemis Tinggi
- Assesment Pengendalian Vektor Malaria
Terpadu
- Penemuan Kasus Aktif (MBS Fokus)
- Re-Orientasi Eliminasi Malaria
Intervensi Percepatan
Eliminasi Malaria Papua
-
Scalling Up Pencegahan, Diagnosis dan
Tatalaksana Pengobatan Tepat Malaria
-
Advokasi Rencana Aksi Percepatan
Eliminasi Malaria di Papua
-
Workshop Pengembangan dan Pengaktifan
Malaria Center di Papua
-
Pentaloka Pengendalian Vektor Malaria
dalam Pengembangan Malaria Center
Layanan Pengendalian
Penyakit Filariasis & Kecacingan
- Bulan Eliminasi Kaki Gajah/BELKAGA
- Sosialisasi dan Advokasi POPM Filariasis dalam upaya peningkatan cakupan minum obat filariasis
- Evaluasi Pelaksanaan POPM Filariasis dan kecacingan - Pelaksanaan POPM Filariasis
- Sosialisasi dan Advokasi POPM Kecacingan
- Pelaksanaan POPM Kecacingan daerah non Endemis Filariasis dan daerah Pasca POPM Filariasis
Layanan Pengendalian
Penyakit Schistosomiasis
- Surveilans Schistosomiasis pada manusia dan Keong
- Pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Massal Schistosomiasis
26
MENU B/BTKL PP 2018
Sarana Prasarana Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik
Pelaksanaan Pendukung Pengendalian Penyakit Tular Vektor Zoonotik
Layanan Capaian Eliminasi Malaria
- Evaluasi PKMF (Pekan Kelambu Massal Fokus) dan Pekan Kelambu Massal - Pemetaan Luas Wilayah Reseptif Daerah Malaria
- Monitoring Resistensi dan Uji Efikasi Obat Anti Malaria
Layanan Pengendalian Penyakit Filariasis & Kecacingan
- Survei Prilaku Vektor (Filariasis, DBD,Malaria)
- Surveilans Vektor dan BPP Berbasis Lab (Parasit, Cacing, virus dan Pes )
- Koordinasi Teknis Instalasi Entomologi dalam menunjang eliminasi Filariaisi dan Malaria - Surveilans Evaluasi Pasca POPM Filariasis dan kecacingan Pre TAS Terpadu
- Survei Evaluasi Pasca POPM Filariasis dan Kecacingan (Transmission Assessment Survey/TAS Filariasis) Terpadu - Survei Cakupan POPM Filariasis dan Kecacingan Terpadu
- Survei Evaluasi Prevalensi Kecacingan terpadu - Desiminasi Hasil Survey
- Workshop Epidemiologi Fasciolopsis buski regional Kalimantan
Layanan Pengendalian Penyakit Zoonosis
- Kajian kualitas rantai dingin penyimpanan vaksin anti rabies - kajian faktor resiko penyakit zoonosa
- surveilans penyakit zoonosa
- Surveilans dan Penanggulangan KLB Zoonosis
- Peningkatan Kapasitas dalam rangka pengendalian Zoonosis
Layanan Pengendalian Penyakit
Arbovirosis
27
MENU KKP 2018
Layanan Capaian Eliminasi Malaria
- Surveilans Migrasi di Pelabuhan dan bandara, termasuk Malaria Cross Border - Pengamatan Faktor Risiko Pencegahan dan
Pengendalian Malaria
- Survei Demam Massal Malaria Terpadu di Lingkungan Pelabuhan dan Bandara
- Pengadaan Media Promosi dan KIE Malaria
Layanan Pengendalian Vektor dan Binatang
Pembawa Penyakit
- Surveilans Vektor (Aedes, Anopheles, Pinjal dan Lalat)
- Surveilans Binatang Pembawa Penyakit
- Pengendalian Vektor (Fogging, IRS , Larvasida dan PSM)
- Pengendalian Binatang Pembawa Penyakit - Monitoring Resistensi/Efikasi 2 Jenis Bahan
Aktif Insektisida
- Sarana dan Prasana Pengendalian Vektor dan BPP seperti : Mesin Fog, Spaycan, Insektisida Parangkap Tikus, Entomologi Kit dll)
- Pengawasan Pengendalian Vektor dan BPP di Wilayah Kerja KKP
- Koordinasi , Advokasi dan Sosialisasi Pengendalian Vektor dan BPP di KKP
- Peningkatan Kapasitas SDM tenaga Jabfung Entomologi dan Pengendalian Vektor
- Diklat Regional Pengendalian Vektor Di bandara/Pelabuhan Laut
Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan
Zoonotik dalam Rangka Asian Games dan
Para Games
- Penyediaan alat bahan kesehatankegiatan pengendalian penyakit tular vektor zoonotik - Pelaksanaan kegiatan pengendalian
28
MENU DEKONSENTRASI 2019 (1)
Malaria - Pre Assesment Penilaian Eliminasi Malaria - Post Eliminasi Malaria
- Akselerasi Penemuan Kasus Malaria di Daerah Endemis Tinggi - Assesment Pengendalian Vektor Malaria Terpadu
- Penemuan Kasus Aktif (MBS Fokus) - Re-Orientasi Eliminasi Malaria - Surveilans PE 1-2-5
- TOT Mikroskopis - Surveilans Migrasi
- Sosialisasi Tatalaksana Pengobatan di Rumah Sakit - Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyemprot (IRS)
- Scalling Up Pencegahan, Diagnosis dan Tatalaksana Pengobatan Tepat Malaria
- Advokasi Rencana Aksi Percepatan Eliminasi Malaria di Papua - Workshop Pengembangan & Pengaktifan Malaria Center di Papua - Pentaloka Pengendalian Vektor Malaria dalam Pengembangan
Malaria Center
- Workshop malaria center untuk pimpinan SKPD dari 5 kab tertinggi di Papua
- Pembentukan dan Pelatihan Tim Penyemprot - Petugas Pendamping Malaria (Technical Advisor) - Pelaksanaan Pengadaan Media Promosi dan KIE
- Advokasi dan sosialisasi percepatan eliminasi malaria bagi camat dan kepala desa di 2 kab tertinggi di Papua Barat
Arbovirosis
- Pelaksanaan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik di Kabupaten/Kota
- Penguatan Tatalaksana dan Diagnostik DBD /penyakit Arbovirosis Lainnya
- Intensifikasi Pengendalian DBD di Kabupaten/Kota
- Media KIE Pengendalian DBD (PSN 3M Plus)/Penyakit Arbovirosis Lainnya
Zoonosis
- Peningkatan Kapasitas SDM Dalam Deteksi dini dan Tatalaksana Zoonosis
- Monitoring dan Evaluasi Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis
- Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis
29
MENU DEKONSENTRASI 2019 (2)
Filariasis & Kecacingan
- Bulan Eliminasi Kaki Gajah/BELKAGA
- Sosialisasi dan Advokasi POPM Filariasis dalam upaya peningkatan cakupan minum obat filariasis - Evaluasi Pelaksanaan POPM Filariasis dan kecacingan
- Pelaksanaan POPM Filariasis
- Sosialisasi dan Advokasi POPM Kecacingan
- Pelaksanaan POPM Kecacingan daerah non Endemis Filariasis dan daerah Pasca POPM Filariasis - Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan POPM Filariasis
Schistosomiasis
- Surveilans Schistosomiasis pada manusia dan Keong - Pelaksanaan Penendalian Schistosomiasis pada keong - Evaluasi Pelaksanaan Pengendalian Schistosomiasis
Vektor & Binatang Pembawa Penyakit
- Pengawasaan dan Deteksi Dini Standar Baku Mutu Vektor
30
MENU B/BTKL PP 2019
Malaria
- Evaluasi PKMF (Pekan Kelambu Massal Fokus) dan Pekan Kelambu Massal - Pemetaan Luas Wilayah Reseptif Daerah Malaria
- Monitoring Resistensi dan Uji Efikasi Obat Anti Malaria - Monitoring Resistensi Insektisida
- Uji Kualitas RDT
- TOT Tenaga Penyemprot IRS
Filariasis & Kecacingan
- Workshop Epidemiologi Fasciolopsis buski regional Kalimantan
- Survei Evaluasi Prevalensi Mikrofilaria Pasca POPM Filariasis Terpadu
- Survei Evaluasi Pasca POPM Filariasis dan Kecacingan (Transmission Assessment Survey/TAS Filariasis) Terpadu - Survei Cakupan POPM Filariasis dan Kecacingan Terpadu
- Survei Evaluasi Prevalensi Kecacingan terpadu - Desiminasi Hasil Survey
- Survei Prevalensi Fasciolopis Buski Di Kalimantan
Zoonosis
- Kajian kualitas rantai dingin penyimpanan vaksin anti rabies - kajian faktor resiko penyakit zoonosa
- surveilans penyakit zoonosa
- Surveilans dan Penanggulangan KLB Zoonosis
- Peningkatan Kapasitas dalam rangka pengendalian Zoonosis - Monev Pengendalian Zoonosis
- Kewaspadaan Dini dan Penanggulangan KLB Zoonosis
Arbovirosis
Surveilans Arbovirosis Berbasis laboratorium
Vektor & BP2
- Survei Prilaku Vektor menuju Eliminasi dan Eradikasi - Konfirmasi Vektor berbasisi laboratorium
31
MENU KKP 2019
Malaria
- Surveilans Migrasi di Pelabuhan dan bandara, termasuk Malaria Cross Border
- Pengamatan Faktor Risiko Pencegahan dan Pengendalian Malaria
- Survei Demam Massal Malaria Terpadu di Lingkungan Pelabuhan dan Bandara
- Pengadaan Media Promosi dan KIE Malaria
Vektor & Binatang Pembawa Penyakit
- Surveilans Vektor (Aedes, Anopheles, Pinjal dan Lalat)
- Pengendalian Vektor (Fogging, IRS , Larvasida dan PSM)
- Monitoring Resistensi/Efikasi 2 Jenis Bahan Aktif Insektisida
- Sarana dan Prasana Pengendalian Vektor dan BPP (seperti : Mesin Fog, Spaycan, Insektisida
Parangkap Tikus, Entomologi Kit dll)
- Pengawasan Pengendalian Vektor dan BPP di Wilayah Kerja KKP
- Koordinasi , Advokasi dan Sosialisasi Pengendalian Vektor dan BPP di KKP
- Peningkatan Kapasitas SDM tenaga Jabfung Entomologi dan Pengendalian Vektor
- Diklat Regional Pengendalian Vektor Di bandara/Pelabuhan Laut
- Pekan bebas vektor di pelabuhan/bandara
Arbovirosis
- Pembinaan Pelaksanaan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik di Wilayah Kerja KKP
- Surveilans/Kewaspadaan Dini Pencegahan dan Pengendalian Arbovirosis
32
MENU DAK NON FISIK 2019 (1)
FILARIASIS & KECACINGAN :
• Pelatihan kader POPM Filariasis, Cacingan dan Schistosomiasis .
• Peningkatan Kapasitas tenaga kesehatan
program Filariasis, cacingan dan Schistosomiasis • Peningkatan kapasitas tenaga Lab untuk
pemeriksaaan cacingan • Sosialisasai POPM
Filariasis/cacingan/Schistosomiasis dan pendatasasaran POPM
Filariasis/cacingan/Schistosomiasis
• Pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM)
filariasis/cacingan/schistosomiasis k
• Sweeping untuk Meningkatkan Cakupan POPM Filariasis/ Cacingan/ Schistosomiasis
VEKTOR DAN BINATANG PEMBAWA PENYAKIT :
• Survei jentik nyamuk (vektor malaria, filariasis, DBD, dll) • Survey nyamuk (vektor malaria, filariasis, dbd, dll) • Pembentukan Kader terpadu P2PTVZ
• Sosialisasi Pengendalian Vektor • Kabupaten/ Kota (23 Kab/ Kota)
• Pelatihan Co Asisten Entomologi (Setiap Puskesmas 1 Org minimal 4 hari kegiatan )
• Sosialisasi Pengendalian Vektor LS/LP Tingkat Kab/Kota
MALARIA :
• PE 2-5 (kegiatan PE kasus malaria sesuai Pedoman 1-2-5) termasuk survey faktor risiko malaria.
• Pengambilan, pengiriman dan pemeriksaan specimen/slide sediaan darah
• Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan program malaria • Pembentukan dan pelatihan kader
33
MENU DAK NON FISIK 2019 (2)
ZOONOSIS :
• Peningkatan Kapasitas Tenaga
kesehatan di Rabies Center
• Penunjukan dan Pembinaan Rabies
Center
• Monev Program Pencegahan dan
Pengendalian Zoonosis
ARBOVIROSIS :
• Pembinaan dan pemantauan pelaksanaan 1
Rumah 1 Jumantik oleh Koordinator Jumantik ke
rumah warga binaan dan pengolahan data serta
pelaporan angka bebas jentik oleh Supervisor
Jumantik ke Puskesmas
• Pembuatan/pencetakan kartu pemeriksaan jentik
• Sosialisasi tatalaksana kasus, diagnosis dini,
serta pencatatan dan pelaporan penyakit DBD
dan penyakit arbovirosis lainnya untuk
34
MENU DAK FISIK 2019
Malaria :
•
Pengadaan Spraycan
•
Larvasida Vektor Malaria
•
Spraycan
•
Bahan dan Alat Lab Kit Malaria
•
Insektisida untuk IRS
•
Mist Blower (Aplikastor Larvasida cair)
VEKTOR
•
Pengadaan Surveilans Alat dan Bahan
Pengendalian Vektor
ZOONOSIS :
• Pengadaan Rantai Dingin Penyimpanan Vaksin Anti Rabies
• Pengadaan Vaksin Anti Rabies