• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelebihan Dan Kelemahan Kurikulum Yang Pernah Digunakan Di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kelebihan Dan Kelemahan Kurikulum Yang Pernah Digunakan Di Indonesia"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Kelebihan dan kelemahan kurikulum yang pernah

Kelebihan dan kelemahan kurikulum yang pernah

digunakan di Indonesia

digunakan di Indonesia

A.

A. PengertiaPengertian n kurikulumkurikulum Kata kurikulum (

Kata kurikulum (curriculumcurriculum) berasal dari kata) berasal dari kata curir curir   yang berarti pelari, dan  yang berarti pelari, dan curerecurere yang berarti tempat berpacu, dulu kata ini awalnya digunakan dalam dunia olahraga, yang berarti tempat berpacu, dulu kata ini awalnya digunakan dalam dunia olahraga, yang pengertiannya adalah sebagai jarak yang harus ditempuh seseorang pelari dimulai yang pengertiannya adalah sebagai jarak yang harus ditempuh seseorang pelari dimulai dari start dan akhirnya sampai di garis finish bertujuan untuk memperoleh apresiasi. dari start dan akhirnya sampai di garis finish bertujuan untuk memperoleh apresiasi. Contoh apresiasi nya adalah seperti ijazah, dalam hal ini, ijazah pada hakikatnya Contoh apresiasi nya adalah seperti ijazah, dalam hal ini, ijazah pada hakikatnya merupakan suatu bukti, bahwa siswa telah menempuh kurikulum yang berupa rencana merupakan suatu bukti, bahwa siswa telah menempuh kurikulum yang berupa rencana  pelajaran,

 pelajaran, sebagaimana sebagaimana seseorang seseorang pelari pelari telah telah menempuh menempuh suatu suatu jarak jarak antara antara satu satu tempattempat ke tempat yang lainnya dan akhirnya mencapai finish. Dengan kata lain, suatu kurikulum ke tempat yang lainnya dan akhirnya mencapai finish. Dengan kata lain, suatu kurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu  perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu.

 perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu.11

Setelah itu, pengertian tersebut diterapkan dalam pendidikan menjadi sejumlah mata Setelah itu, pengertian tersebut diterapkan dalam pendidikan menjadi sejumlah mata  pelajaran

 pelajaran (( subject  subject ) yang harus ditempuh oleh seorang siswa yang dimulai dari awal) yang harus ditempuh oleh seorang siswa yang dimulai dari awal sampai akhir program pelajaran untuk untuk mendapatkan apresiasi. Secara umum sampai akhir program pelajaran untuk untuk mendapatkan apresiasi. Secara umum  pengertian

 pengertian kurikulum adalah kurikulum adalah seperangkat seperangkat rencana, rencana, pengaturan pengaturan mengenai mengenai tujuan, tujuan, isi, isi, dandan  bahan

 bahan pelajaran pelajaran serta serta cara cara yang yang digunakan digunakan sebagai sebagai pedoman pedoman penyelenggaraan penyelenggaraan kegiatankegiatan  pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan

 pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.tertentu.22

Melihat perkembangan zaman, kurikulum berkembang dari tahun ke tahun yaitu, Melihat perkembangan zaman, kurikulum berkembang dari tahun ke tahun yaitu, kurikulum tahun 1947, kurikulum tahun 1952, kurikulum tahun 1964, kurikulum tahun kurikulum tahun 1947, kurikulum tahun 1952, kurikulum tahun 1964, kurikulum tahun 1968, kurikulum tahun 1975, kurikulum tahun 1984, kurikulum tahun 1999, kurikulum 1968, kurikulum tahun 1975, kurikulum tahun 1984, kurikulum tahun 1999, kurikulum  berbasis kompetensi (KBK), kurikulum 20

 berbasis kompetensi (KBK), kurikulum 2006 (KTSP), dan kurikulum 06 (KTSP), dan kurikulum 2013.2013.

B.

B. Kelebihan dan kelemahan kurikulum yang pernah digunakan di Kelebihan dan kelemahan kurikulum yang pernah digunakan di IndonesiaIndonesia 1.

1. Kurikulum 1947Kurikulum 1947

Kurikulum pertama pada masa kemerdekaan namanya Rentjana Pelajaran Kurikulum pertama pada masa kemerdekaan namanya Rentjana Pelajaran 1947. Ketika itu penyebutannya lebih populer menggunakan leer plan (rencana 1947. Ketika itu penyebutannya lebih populer menggunakan leer plan (rencana

1

1 Oemar Hamalik, Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara, 1999), hlm. 16. (Jakarta: Bumi Aksara, 1999), hlm. 16. 2

(2)

 pelajaran)

 pelajaran) ketimbang istilketimbang istilah ah curriculum dalam curriculum dalam bahasa Inggris. bahasa Inggris. Rencana PelajaranRencana Pelajaran 1947 bersifat politis, yang tidak mau lagi melihat dunia pendidikan masih 1947 bersifat politis, yang tidak mau lagi melihat dunia pendidikan masih menerapkan kurikulum Belanda, yang orientasi pendidikan dan pengajarannya menerapkan kurikulum Belanda, yang orientasi pendidikan dan pengajarannya ditujukan untuk kepentingan kolonialis Belanda. Asas pendidikan ditetapkan ditujukan untuk kepentingan kolonialis Belanda. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila Situasi perpolitikan dengan gejolak perang revolusi, maka Rencana Pancasila Situasi perpolitikan dengan gejolak perang revolusi, maka Rencana Pelajaran 1947 baru diterapkan pada tahun 1950. Oleh karena itu Rencana Pelajaran 1947 baru diterapkan pada tahun 1950. Oleh karena itu Rencana Pelajaran 1947 sering juga disebut kurikulum 1950. Susunan Rencana Pelajaran Pelajaran 1947 sering juga disebut kurikulum 1950. Susunan Rencana Pelajaran 1947 sangat sederhana, hanya memuat dua hal pokok, yaitu daftar mata pelajaran 1947 sangat sederhana, hanya memuat dua hal pokok, yaitu daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya, serta garis-garis

dan jam pengajarannya, serta garis-garis besar pengajarannya. Bentuknya memuatbesar pengajarannya. Bentuknya memuat dua hal pokok:

dua hal pokok: 1.

1. Daftar mata pelajaran dan jam mengajarDaftar mata pelajaran dan jam mengajar 2.

2. Garis-garis besar pengajaran (GBP)Garis-garis besar pengajaran (GBP)

Rencana pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran dalam arti kognitif Rencana pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran dalam arti kognitif namun yang diutamakan pendidikan watak atau kepribadian (value namun yang diutamakan pendidikan watak atau kepribadian (value attitude) meliputi:

attitude) meliputi: 1.

1. Kesadaran bernegara dan bermasyrakat.Kesadaran bernegara dan bermasyrakat. 2.

2. Materi Materi pelajaran dihubpelajaran dihubungkan ungkan dengan kejadian dengan kejadian sehari-hari.sehari-hari. 3.

3. Perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.Perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.

Ciri-ciri Kurikulum 1947: Ciri-ciri Kurikulum 1947:

 Lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat danLebih menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain.

sejajar dengan bangsa lain. 

 Bentuknya memuat dua hal pokok, yaitu daftar mata pelajaran dan jamBentuknya memuat dua hal pokok, yaitu daftar mata pelajaran dan jam  pengajarannya, serta garis-garis pengajarannya.

 pengajarannya, serta garis-garis pengajarannya.

Kelebihan dan kekurangan kurikulum tahun 1947 Kelebihan dan kekurangan kurikulum tahun 1947

 Kelebihan :Kelebihan :

Lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat Lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain.

dan sejajar dengan bangsa lain. 

 Kelemahan :Kelemahan : a.

a. Yang diutamakan pendidikan watak.Yang diutamakan pendidikan watak.  b.

(3)

Garis-garis besar pengajaran pada saat itu menekankan pada cara guru Garis-garis besar pengajaran pada saat itu menekankan pada cara guru mengajar dan cara murid mempelajari. Misalnya, pelajaran bahasa mengajarkan mengajar dan cara murid mempelajari. Misalnya, pelajaran bahasa mengajarkan  bagaimana

 bagaimana cara cara berbicara, berbicara, membaca, membaca, dan dan menulis. menulis. Ilmu Ilmu Alam Alam mengajarkanmengajarkan  bagaimana

 bagaimana proses proses kejadian kejadian sehari-hari, sehari-hari, bagaimana bagaimana mempergunakan mempergunakan berbagaiberbagai  perkakas

 perkakas sederhana sederhana (pompa, (pompa, timbangan), timbangan), dan dan menyelidiki menyelidiki berbagai berbagai peristiwaperistiwa sehari-hari, misalnya mengapa lokomotif diisi air dan kayu, mengapa nelayan sehari-hari, misalnya mengapa lokomotif diisi air dan kayu, mengapa nelayan melaut pada malam hari, dan bagaimana menyambung kabel listrik. Pada melaut pada malam hari, dan bagaimana menyambung kabel listrik. Pada  perkembangannya, r

 perkembangannya, rencana encana pelajaran pelajaran lebih lebih dirinci dirinci lagi lagi setiap setiap pelajarannya, pelajarannya, yangyang dikenal dengan istilah Rencana Pelajaran Terurai 1952.

dikenal dengan istilah Rencana Pelajaran Terurai 1952.

2.

2. Kurikulum 1952 (Rentjana peladjaran terurai 1952)Kurikulum 1952 (Rentjana peladjaran terurai 1952)

Setelah Rentjana Pelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia Setelah Rentjana Pelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rencana Pelajaran mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rencana Pelajaran Terurai 1952. Pembentukan Panitia Penyelidik Pengajaran pada masa Terurai 1952. Pembentukan Panitia Penyelidik Pengajaran pada masa Mr.

Mr. Soewandi Soewandi sebagai Menteri sebagai Menteri PP dan PP dan K (Pengajaran, K (Pengajaran, Pendidikan dPendidikan danan Kebudayaan) adalah dalam rangka mengubah sistem pendidikan kolonial ke Kebudayaan) adalah dalam rangka mengubah sistem pendidikan kolonial ke dalam sistem pendidikan nasional. Sebagai konsekuensi dari perubahan sistem itu, dalam sistem pendidikan nasional. Sebagai konsekuensi dari perubahan sistem itu, maka kurikulum pada semua tingkat pendidikan mengalami perubahan pula, maka kurikulum pada semua tingkat pendidikan mengalami perubahan pula, sehingga yang semula diorientasikan kepada kepentingan kolonial maka kini sehingga yang semula diorientasikan kepada kepentingan kolonial maka kini diubah selaras dengan kebutuhan bangsa yang merdeka. Salah satu hasil panitia diubah selaras dengan kebutuhan bangsa yang merdeka. Salah satu hasil panitia tersebut yang menyangkut kurikulum adalah bahwa setiap rencana pelajaran pada tersebut yang menyangkut kurikulum adalah bahwa setiap rencana pelajaran pada setiap tingkat pendidikan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

setiap tingkat pendidikan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

 Pendidikan pikiran harus dikurangiPendidikan pikiran harus dikurangi 

 Isi pelajaran harus dihubungkan terhadap kesenianIsi pelajaran harus dihubungkan terhadap kesenian 

 Pendidikan watak Pendidikan watak  

 Pendidikan jasmaniPendidikan jasmani 

 Kewarganegaraan dan masyarakatKewarganegaraan dan masyarakat

Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. Silabus mata pelajarannya jelas. seorang guru mengajar Pelajaran Terurai 1952. Silabus mata pelajarannya jelas. seorang guru mengajar satu mata pelajaran. Fokusnya pada pengembangan Pancawardhana, yaitu, Daya satu mata pelajaran. Fokusnya pada pengembangan Pancawardhana, yaitu, Daya cipta, Rasa, Karsa, Karya, Moral. Setelah Undang-Undang Pendidikan dan cipta, Rasa, Karsa, Karya, Moral. Setelah Undang-Undang Pendidikan dan Pengajaran No. 04 Tahun 1950 dikeluarkan, maka:

(4)

 Kurikulum pendidikan rendah ditujukan untuk menyiapkan anakKurikulum pendidikan rendah ditujukan untuk menyiapkan anak memiliki dasar-dasar pengetahuan, kecakapan, dan ketangkasan baik memiliki dasar-dasar pengetahuan, kecakapan, dan ketangkasan baik lahir maupun batin, serta

lahir maupun batin, serta mengembangkan bakat dan kesukaannyamengembangkan bakat dan kesukaannya

 Kurikulum pendidikan menengah ditujukan untuk menyiapkan pelajarKurikulum pendidikan menengah ditujukan untuk menyiapkan pelajar ke pendidikan tinggi, serta mendidik tenaga-tenaga ahli dalam pelbagai ke pendidikan tinggi, serta mendidik tenaga-tenaga ahli dalam pelbagai lapangan khusus, sesuai dengan bakat masing-masing dan kebutuhan lapangan khusus, sesuai dengan bakat masing-masing dan kebutuhan masyarakat.

masyarakat.

 Kurikulum pendidikan tinggi ditujukan untuk menyiapkan pelajaranKurikulum pendidikan tinggi ditujukan untuk menyiapkan pelajaran agar dapat menjadi pimpinan dalam masyarakat, dan dapat memelihara agar dapat menjadi pimpinan dalam masyarakat, dan dapat memelihara kemajuan ilmu, dan kemajuan hidup kemasyarakatan.

kemajuan ilmu, dan kemajuan hidup kemasyarakatan.

Ciri-ciri Kurikulum 1952: Ciri-ciri Kurikulum 1952:

 setiap pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkansetiap pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

dengan kehidupan sehari-hari.

  pada  pada pengembangan pengembangan pancawardhana pancawardhana dan dan mata mata pelajaran pelajaran diklasifikasikandiklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi :moral, kecerdasan, emosional, dalam lima kelompok bidang studi :moral, kecerdasan, emosional, keterampilan dan jasmani.

keterampilan dan jasmani.

Kelebihan dan Kelemahan kurikulum 1952 Kelebihan dan Kelemahan kurikulum 1952

 Kelebihan:Kelebihan:

Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu system pendidikan nasional. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu system pendidikan nasional. 

 Kelemahan:Kelemahan: a.

a. Masih kurangnya tenaga pengajar.Masih kurangnya tenaga pengajar.  b.

 b. Tidak di dukung dengan fasilitas yang memadai.Tidak di dukung dengan fasilitas yang memadai.

3.

3. Kurikulum 1964Kurikulum 1964

Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rencana menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rencana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga  pembelajaran

 pembelajaran dipusatkan dipusatkan pada pada program program Pancawardhana Pancawardhana yang yang meliputimeliputi  pengembangan

 pengembangan daya daya cipta, cipta, rasa, rasa, karsa, karsa, karya, karya, dan dan moral. moral. Mata Mata pelajaranpelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan,

(5)

emosional, keterampilan, dan jasmani. Pendidikan dasar lebih menekankan pada emosional, keterampilan, dan jasmani. Pendidikan dasar lebih menekankan pada  pengetahuan dan kegiatan fungsion

 pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.al praktis.

Kurikulum 1964 tidak bertahan lama. Situasi politik mengalami perubahan Kurikulum 1964 tidak bertahan lama. Situasi politik mengalami perubahan  pesat

 pesat dan dan terjadi terjadi peristiwa peristiwa yang yang dikenal dikenal dengan dengan nama nama G.30.S/PKI. G.30.S/PKI. Pada Pada tanggaltanggal 11 Maret 1966 Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah 11 Maret 11 Maret 1966 Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) yang memberikan wewenang kepada Mayjen Soeharto untuk (Supersemar) yang memberikan wewenang kepada Mayjen Soeharto untuk mengamankan ajaran Panglima Besar Revolusi. Dengan kewenangan yang mengamankan ajaran Panglima Besar Revolusi. Dengan kewenangan yang dimilikinya, Mayjen Soeharto kemudian membubarkan PKI, sesuai dengan Tiga dimilikinya, Mayjen Soeharto kemudian membubarkan PKI, sesuai dengan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura). Manipol-USDEK dan Nasakom tidak lagi menjadi Tuntutan Rakyat (Tritura). Manipol-USDEK dan Nasakom tidak lagi menjadi ideologi negara. Revolusi menemukan titik akhir perjalanannya. Pada tahun 1966, ideologi negara. Revolusi menemukan titik akhir perjalanannya. Pada tahun 1966, MPRS menetapkan kebijakan pendidikan untuk menghilangkan pengaruh MPRS menetapkan kebijakan pendidikan untuk menghilangkan pengaruh Manipol dan melarang ajaran komunis.

Manipol dan melarang ajaran komunis.

TAP MPRS XXVI tahun 1966 menentukan bahwa pendidikan haruslah TAP MPRS XXVI tahun 1966 menentukan bahwa pendidikan haruslah diarahkan pada:

diarahkan pada: 

 mempertinggi mental-moral-budi pekerti dan memperkuat keyakinanmempertinggi mental-moral-budi pekerti dan memperkuat keyakinan  beragama,

 beragama, 

 mempertinggi kecerdasan dan ketrampilan, danmempertinggi kecerdasan dan ketrampilan, dan 

 Membina atau memperkembangkan fisik yang kuat dan sehat.Membina atau memperkembangkan fisik yang kuat dan sehat.

Oleh karena itu maka kurikulum baru diperlukan untuk membersihkan pikiran Oleh karena itu maka kurikulum baru diperlukan untuk membersihkan pikiran dan hati generasi muda dari ideologi tersebut. Meski pun demikian, pendidikan dan hati generasi muda dari ideologi tersebut. Meski pun demikian, pendidikan ideologi terus berlanjut. Kurikulum baru segera dikembangkan untuk ideologi terus berlanjut. Kurikulum baru segera dikembangkan untuk menggantikan kurikulum 1964, dibersihkan dari Manipol-USDEK dan Nasakom. menggantikan kurikulum 1964, dibersihkan dari Manipol-USDEK dan Nasakom.

4.

4. Kurikulum 1968Kurikulum 1968

Lahirnya Orde Baru memberikan warna tersendiri dalam sistem pendidikan Lahirnya Orde Baru memberikan warna tersendiri dalam sistem pendidikan Indonesia.

Indonesia. Sesuai dengan Sesuai dengan ketetapan TAP ketetapan TAP MPRS No. MPRS No. XXVII/MPRS/1966 XXVII/MPRS/1966 tentangtentang Agama,

Agama, Pendidikan, Pendidikan, dan dan Kebudayaan, Kebudayaan, maka dirumuskan maka dirumuskan mengenai tujuanmengenai tujuan  pendidikan

 pendidikan sebagai sebagai bentuk bentuk manusia manusia Pancasila Pancasila sejati sejati berdasarkan berdasarkan ketentuan- ketentuan-ketentuan sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 1945. Isi dari ketentuan sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 1945. Isi dari kurikulum 1968 ialah mempertinggi mental. Moral, budi pekerti dan memperkuat kurikulum 1968 ialah mempertinggi mental. Moral, budi pekerti dan memperkuat keyakinan beragama, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, membina atau keyakinan beragama, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, membina atau mengembangkan fisik yang kuat dan sehat.

(6)

Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada  pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dari segi tujuan pendidikan,  pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dari segi tujuan pendidikan,

Kurikulum 1968 istilah yang digunakan adalah Rencana Pendidikan

Kurikulum 1968 istilah yang digunakan adalah Rencana Pendidikan

 – 

 – 

 bertujuan bertujuan  bahwa

 bahwa pendidikan pendidikan ditekankan ditekankan pada pada upaya upaya untuk untuk membentuk membentuk manusia manusia PancasilaPancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan  jasmani,

 jasmani, moral, moral, budi budi pekerti, pekerti, dan dan keyakinan keyakinan beragama. beragama. Isi Isi pendidikan pendidikan diarahkandiarahkan  pada kegiatan

 pada kegiatan mempertinggi kecerdasan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, dan keterampilan, serta serta mengembangkanmengembangkan fisik yang sehat dan kuat.

fisik yang sehat dan kuat.

Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis, mengganti Rencana Pendidikan Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis, mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Jumlah pelajarannya Sembilan.

kecakapan khusus. Jumlah pelajarannya Sembilan.

Struktur kurikulum 1968: Struktur kurikulum 1968:33 a.

a. Pembinaan Jiwa PancasilaPembinaan Jiwa Pancasila

Kelompok jiwa pancasila ialah kelompok segi pendidikan yangg Kelompok jiwa pancasila ialah kelompok segi pendidikan yangg terutama ditujukan kepada pembentukkan mental dan moral Pancasila serta terutama ditujukan kepada pembentukkan mental dan moral Pancasila serta  pengembangan

 pengembangan manusia manusia yangg yangg sehat sehat dan dan kuat kuat fisiknya fisiknya dalam dalam rangkarangka  pembinaan bangsa.

 pembinaan bangsa. 1)

1) Pendidikan agamaPendidikan agama 2)

2) Pendidikan kewarganegaraanPendidikan kewarganegaraan 3)

3) Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia 4)

4) Bahasa daerahBahasa daerah 5)

5) Pendidikan olahragaPendidikan olahraga  b.

 b. Pengembangan pengetahuan dasarPengembangan pengetahuan dasar

Kelompok pengembangan pengetahuan dasar ialah kelompok mata Kelompok pengembangan pengetahuan dasar ialah kelompok mata  pelajaran

 pelajaran yangg yangg ditujukan ditujukan pada pada penguasaan penguasaan pengetahuan pengetahuan dasar dasar untukkuntukk melanjutkan pendidikan dan pembinaan kecakapan khusus.

melanjutkan pendidikan dan pembinaan kecakapan khusus.

3 3

Ahmad, Muhammad. 1997.

(7)

1)

1) BerhitungBerhitung

2)

2) IPAIPA

3)

3) Pendidikan kesenianPendidikan kesenian

4)

4) Pendidikan kesejahteraan keluargaPendidikan kesejahteraan keluarga

c.

c. Pembinaan kecakapan khususPembinaan kecakapan khusus

Kelompok pembinaan kecakapan khusus ialah mata pelajaran yangg

Kelompok pembinaan kecakapan khusus ialah mata pelajaran yangg

terutama ditujukan kepada penguasaan ketrampilan yangg praktis fungsional.

terutama ditujukan kepada penguasaan ketrampilan yangg praktis fungsional.

Sebagai alat formal dipergunakan mata pelajaran yangg terbagi dalam tiga

Sebagai alat formal dipergunakan mata pelajaran yangg terbagi dalam tiga

kejuruan, yaitu :

kejuruan, yaitu :

1)

1) Kejuruan agraria, dengaan segi pendidikan pertanian, peternakan, danKejuruan agraria, dengaan segi pendidikan pertanian, peternakan, dan

 perikanan

 perikanan

2)

2) Kejuruan teknik, dengaan segi pendidikan pekerjaan tangan danKejuruan teknik, dengaan segi pendidikan pekerjaan tangan dan

 perbengkelan

 perbengkelan

3)

3) Kejuruan ketatalaksanaan/ jasa, dengaan segi pendidikan koperasi,Kejuruan ketatalaksanaan/ jasa, dengaan segi pendidikan koperasi,

tabungan dan PKK.

tabungan dan PKK.

Kelebihan dan kelemahan kurikulum 1968: Kelebihan dan kelemahan kurikulum 1968:

 Kelebihan:Kelebihan: a.

a. Bersifat politisBersifat politis

 b.

 b. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati.Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati.

 Kelemahan:Kelemahan:

Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja..

5.

5. Kurikulum 1975Kurikulum 1975

Isi kurikulum Sekolah Dasar 1975 juga disusun dalam bentuk bidang

Isi kurikulum Sekolah Dasar 1975 juga disusun dalam bentuk bidang

 – 

 – 

 bidang bidang  pengajaran

 pengajaran atau atau bidangbidang

 – 

 – 

  bidang studi sebagai pengganti mata  bidang studi sebagai pengganti mata

 – 

 – 

  mata pelajaran,  mata pelajaran, sebagaimana halnya pada kurikulum PPSP.

sebagaimana halnya pada kurikulum PPSP.

Jadi kurikulum 1975 juga mengenal bidang studi IPA, IPS, Kesenian, dan Jadi kurikulum 1975 juga mengenal bidang studi IPA, IPS, Kesenian, dan sebainya, dan buku Biologi, fisika, sejarah, dan sebagainya sebagaimana halnya sebainya, dan buku Biologi, fisika, sejarah, dan sebagainya sebagaimana halnya  pada kurikulum 1968 y

 pada kurikulum 1968 yang lalu.ang lalu.

Asas

Asas

 – 

 – 

 asas pengembangan kurikulum Sekolah Dasar 1975 yang disempurnakan asas pengembangan kurikulum Sekolah Dasar 1975 yang disempurnakan  berpedoman pada asas pengembangan

 berpedoman pada asas pengembangan kurikulum debagai berikut :kurikulum debagai berikut : 1.

(8)

2.

2. Pendekatan PengembanganPendekatan Pengembangan 3.

3. Pendidikan seumur hidupPendidikan seumur hidup 4.

4. KeluwesanKeluwesan

Lama pendidikan pada Sekolah Dasar, SMP, dan SMA masih tetap, yaitu 6 Lama pendidikan pada Sekolah Dasar, SMP, dan SMA masih tetap, yaitu 6 tahun untuk SD, 3 tahun untuk SMP dan 3 tahun untuk SMA. Dengan kata lain, pola tahun untuk SD, 3 tahun untuk SMP dan 3 tahun untuk SMA. Dengan kata lain, pola  penjenjangan

 penjenjangan masih masih 66

 – 

 – 

33

 – 

 – 

 3. Pada Sekolah berlaku sistem catur wulan, sedangkan 3. Pada Sekolah berlaku sistem catur wulan, sedangkan  pada SMP dan SMA berlaku sistem semesteran.

 pada SMP dan SMA berlaku sistem semesteran.

Pada Sekolah Dasar hanya terdapat satu jenis program yang wajib diikuti oleh Pada Sekolah Dasar hanya terdapat satu jenis program yang wajib diikuti oleh semua murid, yaitu meliputi 9 bidang studi yaitu :

semua murid, yaitu meliputi 9 bidang studi yaitu : 1.

1. AgamaAgama 2.

2. Pendidikan Moral PancasilaPendidikan Moral Pancasila 3.

3. Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia 4.

4. Ilmu Pengetahuan SosialIlmu Pengetahuan Sosial 5.

5. MatematikaMatematika 6.

6. Ilmu Pengetahuan AlamIlmu Pengetahuan Alam 7.

7. Olah raga dan kesehatanOlah raga dan kesehatan 8.

8. KesenianKesenian 9.

9. KeterampilanKeterampilan

Dengan catatan bahwa pada daerah

Dengan catatan bahwa pada daerah

 – 

 – 

  daerah tertentu diberikan pelajaran  daerah tertentu diberikan pelajaran  bahasa daerah yang merupakan bag

 bahasa daerah yang merupakan bagian bidang studi bahasa indonesia.ian bidang studi bahasa indonesia.

Pada SMP juga terdapat hanya satu jenis program yang wajib diikuti oleh smua siswa, Pada SMP juga terdapat hanya satu jenis program yang wajib diikuti oleh smua siswa, yang meliputi 10 bidang studi. Jenis

yang meliputi 10 bidang studi. Jenis

 – 

 – 

  jenis bidang studinya sama dengan yang  jenis bidang studinya sama dengan yang  berlaku di SD ditambah dengan Bah

 berlaku di SD ditambah dengan Bahasa Inggris.asa Inggris.

Pada SMA, disamping program umum yang diikuti oleh semua siswa, mulai semester Pada SMA, disamping program umum yang diikuti oleh semua siswa, mulai semester kedua kelas I diadakan 3 jurusan yaitu : jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, yang dapat kedua kelas I diadakan 3 jurusan yaitu : jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, yang dapat dipilih siswa sesuai dengan kemampuan dan minat masing

dipilih siswa sesuai dengan kemampuan dan minat masing

 – 

 – 

 masing. Jenis masing. Jenis

 – 

 – 

 jenis jenis  bidang studi untuk prog

 bidang studi untuk program di SMA sama dengan yang berlaku ram di SMA sama dengan yang berlaku di SMP.di SMP.

Kelebihan dan kelemahan kurikulum 1975: Kelebihan dan kelemahan kurikulum 1975:

 Kelebihan:Kelebihan:

a.

a. Menekankan pada pendidikan yang lebih efektif dan efisien dalam halMenekankan pada pendidikan yang lebih efektif dan efisien dalam hal

daya dan waktu

(9)

 b.

 b. Menganut sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya Menganut sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuantujuan yang spesifik,dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk t

yang spesifik,dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah lakuingkah laku siswa

siswa 

 Kelemahan:Kelemahan: a.

a.  banyak sekolah kurang mampu  banyak sekolah kurang mampu menafsirkan CBSAmenafsirkan CBSA  b.

 b. Yang menyolok guru tak lagi mengajar model berceramah.Yang menyolok guru tak lagi mengajar model berceramah. c.

c. Penolakan CBSA bermunculan.Penolakan CBSA bermunculan.

6.

6. Kurikulum 1984Kurikulum 1984

Sidang umum MPR 1983 yang produknya tertuang dalam GBHN 1983 Sidang umum MPR 1983 yang produknya tertuang dalam GBHN 1983 menyiratkan keputusan politik yang menghendaki perubahan kurikulum dari menyiratkan keputusan politik yang menghendaki perubahan kurikulum dari kurikulum 1975 ke kurikulum 1984, karena sudah dianggap tidak mampu lagi kurikulum 1975 ke kurikulum 1984, karena sudah dianggap tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi . memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi . Secara umum dasar perubahan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984 di antaranya Secara umum dasar perubahan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984 di antaranya adalah sebagai berikut:

adalah sebagai berikut: 1.

1. Terdapat beberapa unsur dalam GBHN 1983 yang belum tertampung keTerdapat beberapa unsur dalam GBHN 1983 yang belum tertampung ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah.

dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. 2.

2. Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studiTerdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi dengan kemampuan anak didik.

dengan kemampuan anak didik. 3.

3. Terdapat kesenjangan antara program kurikulum dan pelaksanaannya diTerdapat kesenjangan antara program kurikulum dan pelaksanaannya di sekolah.

sekolah. 4.

4. Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir di setiapTerlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir di setiap  jenjang.

 jenjang. 5.

5. Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) sebagai bidangPelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) sebagai bidang  pendidikan

 pendidikan yang yang berdiri berdiri sendiri sendiri mulai mulai dari dari tingkat tingkat kanak-kanak kanak-kanak sampaisampai sekolah menengah tingkat atas termas

sekolah menengah tingkat atas termasuk Pendidikan Luar Sekolah.uk Pendidikan Luar Sekolah. 6.

6. Pengadaan program studi baru (seperti di SMA) untuk memenuhiPengadaan program studi baru (seperti di SMA) untuk memenuhi kebutuhan perkembangan lapangan kerja.

kebutuhan perkembangan lapangan kerja.

Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

 Berorientasi kepada tujuan instruksional. Didasari oleh pandanganBerorientasi kepada tujuan instruksional. Didasari oleh pandangan  bahwa

 bahwa pemberian pemberian pengalaman pengalaman belajar belajar kepada kepada siswa siswa dalam dalam waktuwaktu  belajar

 belajar yang yang sangat sangat terbatas terbatas di di sekolah sekolah harus harus benar-benar benar-benar fungsionalfungsional dan efektif.

(10)

 Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui caraPendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara  belajar siswa

 belajar siswa aktif (CBSA). CBSA aktif (CBSA). CBSA adalah pendekatan pengajaran adalah pendekatan pengajaran yangyang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik, memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik, mental, intelektual, dan emosional dengan harapan siswa memperoleh mental, intelektual, dan emosional dengan harapan siswa memperoleh  pengalaman

 pengalaman belajar belajar secara secara maksimal, maksimal, baik baik dalam dalam ranah ranah kognitif,kognitif, afektif, maupun psikomotor.

afektif, maupun psikomotor. 

 Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral.Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran.

ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. 

 Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan.Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya.

untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya. 

 Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa.Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui  pendekatan

 pendekatan konkret, konkret, semikonkret, semikonkret, semiabstrak, semiabstrak, dan dan abstrak abstrak dengandengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. 

 Menggunakan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan prosesMenggunakan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses adalah pendekatan belajar-mengajar yang memberi tekanan kepada adalah pendekatan belajar-mengajar yang memberi tekanan kepada  proses

 proses pembentukkan pembentukkan keterampilan keterampilan memperoleh memperoleh pengetahuan pengetahuan dandan mengkomunikasikan perolehannya.

mengkomunikasikan perolehannya.

Kebijakan dalam penyusunan Kurikulum 1984 adalah sebagai

Kebijakan dalam penyusunan Kurikulum 1984 adalah sebagai berikut:berikut: a.

a. Adanya perubahan dalam perangkat mata pelAdanya perubahan dalam perangkat mata pelajaran inti. Kurikulum 1984ajaran inti. Kurikulum 1984 memiliki enam belas mata pelajaran inti. Mata pelajaran yang termasuk memiliki enam belas mata pelajaran inti. Mata pelajaran yang termasuk kelompok inti tersebut adalah: Agama, Pendidikan Moral Pancasila, kelompok inti tersebut adalah: Agama, Pendidikan Moral Pancasila,  pendidikan

 pendidikan sejarah sejarah perjuangan perjuangan bangsa bangsa , , Bahasa Bahasa dan dan sastra sastra Indonesia,Indonesia, Geografi Indonesia, Geografi Dunia, Ekonomi, Kimia, Fisika, biolagi, Geografi Indonesia, Geografi Dunia, Ekonomi, Kimia, Fisika, biolagi, Matematika, Bahas Inggris, Kesenian, Keterampilan, Pendidikan Matematika, Bahas Inggris, Kesenian, Keterampilan, Pendidikan Jasmani dan olah raga, Sejarah dunia dan Nasional.

Jasmani dan olah raga, Sejarah dunia dan Nasional.  b.

 b. Penambahan mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan jurusan masing-Penambahan mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan jurusan masing-masing.

(11)

c.

c. Perubahan program jurusan. Kalau semula pada Kurikulum 1975Perubahan program jurusan. Kalau semula pada Kurikulum 1975 terdapat 3 jurusan di SMA, yaitu IPA, IPS, Bahasa, maka dalam terdapat 3 jurusan di SMA, yaitu IPA, IPS, Bahasa, maka dalam Kurikulum 1984 jurusan dinyatakan dalam program A dan B. Program A Kurikulum 1984 jurusan dinyatakan dalam program A dan B. Program A terdiri dari :

terdiri dari :

 A1, penekanan pada mata pelajaran FisikaA1, penekanan pada mata pelajaran Fisika 

 A2, penekanan pada mata pelajaran BiologiA2, penekanan pada mata pelajaran Biologi 

 A3, penekanan pada mata pelajaran A3, penekanan pada mata pelajaran EkonomiEkonomi 

 A4, penekanan pada mata pelajaran Bahasa dan Budaya.A4, penekanan pada mata pelajaran Bahasa dan Budaya.

Sedangkan program B adalah program yang mengarah kepada Sedangkan program B adalah program yang mengarah kepada keterampilan kejuruan yang akan dapat menrjunkan siswa langsung keterampilan kejuruan yang akan dapat menrjunkan siswa langsung  berkecimpung di

 berkecimpung di masyarakat, masyarakat, Tetapi Tetapi mengingat program mengingat program B memerlB memerlukanukan sarana sekolah yang cukup , maka program ini untuk sementara sarana sekolah yang cukup , maka program ini untuk sementara ditiadakan.

ditiadakan.

Kelebihan dan kelemahan kurikulum 1984: Kelebihan dan kelemahan kurikulum 1984:

 Kelebihan:Kelebihan:

Pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa Pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik, mental, intlektual dan emosional dengan untuk aktif terlibat secara fisik, mental, intlektual dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal, baik harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal, baik dalam ranah kognitif, afektip, maupun psikomotor.

dalam ranah kognitif, afektip, maupun psikomotor.

 Kelemahan:Kelemahan:

a.

a. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar.Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar.  b.

 b. Banyak sekolah kurang mampu menafsirkan, yang terlihat adalahBanyak sekolah kurang mampu menafsirkan, yang terlihat adalah suasana gaduh di ruang kelas lantaran siswa berdiskusi, di sana sini ada suasana gaduh di ruang kelas lantaran siswa berdiskusi, di sana sini ada tempelan gambar, dan yang menyolok guru tak lagi mengajar model tempelan gambar, dan yang menyolok guru tak lagi mengajar model  berceramah.

 berceramah.

7.

7. Kurikulum 1994 dan suplemen kurikulum 1999Kurikulum 1994 dan suplemen kurikulum 1999

Dengan mendasar kepada seluruh proses penyusunan kurikulum pada Dengan mendasar kepada seluruh proses penyusunan kurikulum pada ketentuan

ketentuan

 – 

 – 

  ketentuan yuridis dan akademis diatas, maka diharapkan kurikulum  ketentuan yuridis dan akademis diatas, maka diharapkan kurikulum 1994 telah mampu menjembati semua kesenjangan yang terdapat dalam dunia 1994 telah mampu menjembati semua kesenjangan yang terdapat dalam dunia  pendidikan di sekolah. Namun, harapan itu sepertinya tidak terwujud sebagaimana  pendidikan di sekolah. Namun, harapan itu sepertinya tidak terwujud sebagaimana diperlihatkan oleh sedemikian banyak dan gencarnya keluhan pengelolaan diperlihatkan oleh sedemikian banyak dan gencarnya keluhan pengelolaan  pendidikan mengenai berbagai kelemahan dan kekurang

(12)

Terdapat ciri

Terdapat ciri

 – 

 – 

  ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994,  ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994, diantaranya sebagai berikut :

diantaranya sebagai berikut :

 Pembagian tahapan pembelajaran disekolah dengan sistem caturPembagian tahapan pembelajaran disekolah dengan sistem catur

wulan. wulan.

 Pembelajarannya di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yangPembelajarannya di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang

cukup padat(berorientasi kepada materi pelajaran ) cukup padat(berorientasi kepada materi pelajaran )

 Kurikulum 1994 bersifat populisKurikulum 1994 bersifat populis 

 Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih danDalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan

menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial.

secara mental, fisik, dan sosial.

 Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan denganDalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan

kesesuaian konsep / pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa, kesesuaian konsep / pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan terdapat keserasian dan pengajaran yang sehingga diharapkan akan terdapat keserasian dan pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.

masalah.

Kelebihan dan kelemahan kurikulum 1994: Kelebihan dan kelemahan kurikulum 1994:

 Kelebihan:Kelebihan:

a.

a. Penggunaan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baikPenggunaan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik

secara mental, fisik, dan sosial.

secara mental, fisik, dan sosial.

 b.

 b. Pengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak, dari hal yangPengajaran dari hal yang konkret ke hal yang abstrak, dari hal yang

mudah ke hal yang sulit, dari hal yang sederhana ke hal yang

mudah ke hal yang sulit, dari hal yang sederhana ke hal yang

kompleks.

kompleks. 

 Kelemahan:Kelemahan:44

c.

c. Diberlakukannya Diberlakukannya sistem sistem sentralistik sentralistik sehingga sehingga memerlukanmemerlukan

 penyesuaian-penyesuaian di daerah

 penyesuaian-penyesuaian di daerah

d.

d. Pada masa itu, adanya keterbatasan dana yangg menjadi alasan klasikalPada masa itu, adanya keterbatasan dana yangg menjadi alasan klasikal

dalam pelaksanaan kurikulum tersebut

dalam pelaksanaan kurikulum tersebut

4

4http://pjjpgsd.dikti.go.id/file.php/1/repository/dikti/Revisi_Bahan_Ajar_Cetak/BAC_Pengkur_SD/UNIT- http://pjjpgsd.dikti.go.id/file.php/1/repository/dikti/Revisi_Bahan_Ajar_Cetak/BAC_Pengkur_SD/UNIT-4_PERKEMBANGAN_KURIKULUM_.pdf 

4_PERKEMBANGAN_KURIKULUM_.pdf diunduh pada tanggal 18 september 2014 jam 15.18 WIBdiunduh pada tanggal 18 september 2014 jam 15.18 WIB , halaman, halaman

18

(13)

e.

e. Seringnya didapatti kompetensi guru yangg tidak sesuai dengaanSeringnya didapatti kompetensi guru yangg tidak sesuai dengaan yangg semestinya

yangg semestinya f.

f. Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui caraPendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara  belajar siswa aktif (CBSA)

 belajar siswa aktif (CBSA)

8.

8. Kurikulum 2004Kurikulum 2004

Kurikulum 1994 yangg

Kurikulum 1994 yangg dilengkapi dengaan dilengkapi dengaan kurikulum suplemen 1998, masihkurikulum suplemen 1998, masih dirasakan kurang, untukk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Setelah dirasakan kurang, untukk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Setelah  berjalannya

 berjalannya Kurikulum Kurikulum 1994, 1994, Kalau Kalau dilihat dilihat darii darii hasil hasil ebtanas, ebtanas, memang memang hasilnyahasilnya sangat tidak memuaskan. pergantian kekuasaan kembali terjadi, dan kurikulum sangat tidak memuaskan. pergantian kekuasaan kembali terjadi, dan kurikulum  pun

 pun kembali kembali berubah. berubah. Dan Dan mulai mulai tahun tahun 2004 2004 lahirlah lahirlah kurikulum kurikulum baru baru dengaandengaan nama Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ) diterapkan di Indonesia. Lahir nama Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ) diterapkan di Indonesia. Lahir sebagai respon darii tuntutan reformasi, diantaranya UU No 2 1999 tentang sebagai respon darii tuntutan reformasi, diantaranya UU No 2 1999 tentang  pemerintahan daerah,

 pemerintahan daerah, UU No UU No 25 tahun 25 tahun 2000 tentang kewenangan 2000 tentang kewenangan pemerintah danpemerintah dan kewenangan propinsi sebagai daerah otonom, dam Tap MPR No IV/MPR/1999 kewenangan propinsi sebagai daerah otonom, dam Tap MPR No IV/MPR/1999 tentang arah kebijakan.j pendidikan nasional.

tentang arah kebijakan.j pendidikan nasional.55

Kurikulum ini mengharapkan agar siswa yangg mengikuti pendidikan Kurikulum ini mengharapkan agar siswa yangg mengikuti pendidikan disekolah memilki kompetensi yangg diinginkan, karena konsentrasi kompetensi disekolah memilki kompetensi yangg diinginkan, karena konsentrasi kompetensi ialah pada perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, nilai serta sikap yangg ialah pada perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, nilai serta sikap yangg ditunjukkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kurikulum Berbasis ditunjukkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ) bermakna suatu perangkat pemahaman tentang kapasitas dan Kompetensi ( KBK ) bermakna suatu perangkat pemahaman tentang kapasitas dan standar program pendidikan yangg diharapkan dapatt mengantarkan siswa standar program pendidikan yangg diharapkan dapatt mengantarkan siswa menjadi kompeten

menjadi kompeten dalam dalam berbagai bidang berbagai bidang kehidupan yangg dipelajari kehidupan yangg dipelajari melaluimelalui  pendidikan

 pendidikan disekolah, disekolah, yangg yangg memuat memuat sejumlah sejumlah kompetensi kompetensi maupun maupun subsub kompetensi yangg harus dikuasai siswa sebagai gambaran hasil belajarnya ( kompetensi yangg harus dikuasai siswa sebagai gambaran hasil belajarnya ( Learning

Learning

 – 

 – 

  Outcomes). Siswa yangg memilki kompetensi berarti ia mapu atau  Outcomes). Siswa yangg memilki kompetensi berarti ia mapu atau dapatt melakukan suatu pekerjaan tertentu, setelah melalui suatu proses dapatt melakukan suatu pekerjaan tertentu, setelah melalui suatu proses  pembelajaran bermakna.

 pembelajaran bermakna.

Pada dasarnya ingin menekankan pada adanya pendelegasian kewenangan Pada dasarnya ingin menekankan pada adanya pendelegasian kewenangan yangg lebih besar kepada sekolah dalam hal pelaksanaan dan pengembangan yangg lebih besar kepada sekolah dalam hal pelaksanaan dan pengembangan  pencapaian

 pencapaian sasaran sasaran kurikulum. kurikulum. Disebut Disebut Kurikulum Kurikulum Berbasis Berbasis Kompetrnsi Kompetrnsi karenakarena sekolah diberi kewenangan

sekolah diberi kewenangan untukk menyusun silabus yuntukk menyusun silabus yangg dikehendaki, yanggangg dikehendaki, yangg disesuaikan dengaan kebutuhan nyata sekolah .tidak ada lagi kurikulum yangg disesuaikan dengaan kebutuhan nyata sekolah .tidak ada lagi kurikulum yangg 5

(14)

tidak sesuai dengaan kebutuhan sekolah karena sekolah menyiapkannya sendiri

tidak sesuai dengaan kebutuhan sekolah karena sekolah menyiapkannya sendiri

sessuai dengaan kebutuhan. Kondisi seperti inilah yangg menyebabkan mengapa

sessuai dengaan kebutuhan. Kondisi seperti inilah yangg menyebabkan mengapa

KBK sering disebut sebagai kurikulum berbasis sekolah.

KBK sering disebut sebagai kurikulum berbasis sekolah.66

KBK ini mencakup beberapa kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran

KBK ini mencakup beberapa kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran

yangg harus dicapai siswa. Dan kegiatan pembelajaran pun diarahkan untukk

yangg harus dicapai siswa. Dan kegiatan pembelajaran pun diarahkan untukk

membantu siswa mengyasai kompetensi

membantu siswa mengyasai kompetensi

 – 

 – 

  kompetensi agar tujuan pembelajaran  kompetensi agar tujuan pembelajaran

tercapai.

tercapai.

Depdiknas mengemukakan katakteristik KBK ialah sebagai berikut:

Depdiknas mengemukakan katakteristik KBK ialah sebagai berikut:

a.

a. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa yangg baik secaraMenekankan pada ketercapaian kompetensi siswa yangg baik secara

individual maupun klasikal.

individual maupun klasikal.

 b.

 b. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagamanBerorientasi pada hasil belajar dan keberagaman

c.

c. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan danPenyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan

metode bervariasi

metode bervariasi

d.

d. Sumber belajar bukam hanya guru tetapi juga sumber belajar lainnyaSumber belajar bukam hanya guru tetapi juga sumber belajar lainnya

yangg memenuhi unsur edukatif

yangg memenuhi unsur edukatif

e.

e. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upayaPenilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya

Kelebihan dan kelemahan kurikulum 2004: Kelebihan dan kelemahan kurikulum 2004:

 Kelebihan:Kelebihan:

a.

a. Mengembangkan kopetensiMengembangkan kopetensi

 – 

 – 

 kompetensi siswa pada setiap aspek mata kompetensi siswa pada setiap aspek mata  pelajaran

 pelajaran dan dan bukan bukan pada pada penekanan penekanan penguasaan penguasaan konten konten matamata  pelajaran itu sendiri.

 pelajaran itu sendiri.  b.

 b. Mengembangangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa (studentMengembangangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student oriented)

oriented) c.

c. Guru diberi kewenangan untuk menyusun silabus yang disesuaikanGuru diberi kewenangan untuk menyusun silabus yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah

dengan situasi dan kondisi di sekolah d.

d. Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek dariBentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek dari suatu mata pelajaran memudahkan evaluasi dan perbaikan terhadap suatu mata pelajaran memudahkan evaluasi dan perbaikan terhadap kekurangan peserta didik 

kekurangan peserta didik  e.

e. Penilaian yang menekankan pada proses memungkinkan siswa untukPenilaian yang menekankan pada proses memungkinkan siswa untuk mengeksplorasikan kemampuan secara optimal ,dibandingkan dengan mengeksplorasikan kemampuan secara optimal ,dibandingkan dengan  penilaian yang berfokus pada kon

 penilaian yang berfokus pada konten.ten.

6 6

Ibid, hlm. 46 Ibid, hlm. 46

(15)

 Kelemahan:Kelemahan:

f.

f. Dalam kurikulum dan hasil belajar indikator sudah disusun ,padahalDalam kurikulum dan hasil belajar indikator sudah disusun ,padahal indikator sebaiknya disusun oleh guru ,karena guru yang paling indikator sebaiknya disusun oleh guru ,karena guru yang paling mengetahui tentang kondisi peserta didik.

mengetahui tentang kondisi peserta didik. g.

g. Konsep KBK sering mengalami perubahan termasuk pada urutan SKKonsep KBK sering mengalami perubahan termasuk pada urutan SK dan KD sehingga menyulitkan guru untuk merancang pembelajaran dan KD sehingga menyulitkan guru untuk merancang pembelajaran secara berkelanjutan.

secara berkelanjutan.

9.

9. Kurikulum 2006Kurikulum 2006

Dalam standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1, Ayat 15 ) dikemukakan Dalam standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1, Ayat 15 ) dikemukakan  bahwa

 bahwa Kurikulum Kurikulum Tingkat Tingkat Satuan Satuan Pendidikan Pendidikan ( ( KTSP KTSP ) ) adalah adalah kurikulumkurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing

operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing

 – 

 – 

  masing satuan  masing satuan  pendidikan.

 pendidikan. Penyusunan Penyusunan KTSP KTSP dilakukan dilakukan oleh oleh satuan satuan pendidikan pendidikan dengandengan memperhatikan dan berdasarkan standart kompetensi serta kompetensi dasar yang memperhatikan dan berdasarkan standart kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standart Nasional Pendidikan ( BSNP ).

dikembangkan oleh Badan Standart Nasional Pendidikan ( BSNP ).

Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan Kurikulum Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut :

Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut :

 KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan,KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan,

 potensi

 potensi dan dan karakteristik karakteristik daerah, daerah, serta serta sosial sosial budaya budaya masyarakatmasyarakat setempat dan peserta didik,

setempat dan peserta didik,

 Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkatSekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat

satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas  pendidikan

 pendidikan kabupaten/kota, kabupaten/kota, dan dan departemen departemen agama agama yangyang  bertanggungjawab di bidang

 bertanggungjawab di bidang pendidikan.pendidikan.

 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk setiap program studiKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk setiap program studi

di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing

 – 

 – 

masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.

Pendidikan.

Dalam KTSP, pengembangan kurikulum dilakukan oleh Guru, Dalam KTSP, pengembangan kurikulum dilakukan oleh Guru, kepala sekolah, sserta komite sekolah dan dewan pendidikan. Badan kepala sekolah, sserta komite sekolah dan dewan pendidikan. Badan ini merupakan lembaga yang ditetapkan berdasarka musyawarah dari ini merupakan lembaga yang ditetapkan berdasarka musyawarah dari  penjabat

(16)

rakyat daerah ( DPRD), penjabat pendidikan daerah , kepala sekolah, rakyat daerah ( DPRD), penjabat pendidikan daerah , kepala sekolah, tenaga kependidikan, perwakilan orang tua peserta didik , dan tokoh tenaga kependidikan, perwakilan orang tua peserta didik , dan tokoh masyarakat. Lembaga inilah yang menetapkan segala kebijakan masyarakat. Lembaga inilah yang menetapkan segala kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan

sekolah berdasarkan ketentuan

 – 

 – 

  ketentuan tentang pendidikan yang  ketentuan tentang pendidikan yang  berlaku.

 berlaku. Selanjutnya Selanjutnya komite komite sekolah sekolah perlu perlu merumuskan merumuskan dandan menetapkan visi, misi, dan tujuan sekolah dengan berbagai menetapkan visi, misi, dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap program

implikasinya terhadap program

 – 

 – 

 program kegiatan operasional untuk program kegiatan operasional untuk mencapai tujuan sekolah.

mencapai tujuan sekolah.

Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalalah untuk : Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalalah untuk :

a.

a. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian danMeningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan

inisiatif sekolah dalam mengembangakan kurikulum,

inisiatif sekolah dalam mengembangakan kurikulum,

mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia . mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia .  b.

 b. Meningkatkan keperdulian warga sekolah dan masyarakatMeningkatkan keperdulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum memlalui pengambilan dalam pengembangan kurikulum memlalui pengambilan keputusan beersama.

keputusan beersama. c.

c. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikanMeningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.

tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.

KTSP merupakan kurikulum operasional yang dikembangkan oleh setiap KTSP merupakan kurikulum operasional yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan serta merupak

satuan pendidikan serta merupakan acuan dan pedoman an acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikanbagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan ( pengetahuan, keterampilan, dan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan ( pengetahuan, keterampilan, dan sikap ) dalam seluruh jenjang

sikap ) dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan khdan jalur pendidikan khususnya pada jalur pendidikanususnya pada jalur pendidikan sekolah:

sekolah: 1.

1. Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yangStruktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas 1 samapi dengan kelas VI.Struktur kurikulum SD/MI disusun kelas 1 samapi dengan kelas VI.Struktur kurikulum SD/MI disusun  berdasarkan

 berdasarkan standar standar kompetensi kompetensi kelulusan kelulusan dan dan standar standar kompetensikompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sbagai berikut : Kurikulum SD/MI mata pelajaran dengan ketentuan sbagai berikut : Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri

memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri 2.

2. Kurikulum SMP/MTS memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal danKurikulum SMP/MTS memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal dan  pengembangan diri.

 pengembangan diri. 3.

3. Pengorganisasian kelasPengorganisasian kelas

 – 

 – 

  kelas pada SMA/MA dibagi kedalam dua  kelas pada SMA/MA dibagi kedalam dua kelompok, yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh kelompok, yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik dan kelas XI dan XII merupakan program seluruh peserta didik dan kelas XI dan XII merupakan program

(17)

 penjurusan

 penjurusan yang yang terdiri terdiri atas atas empat empat program program : : (1). (1). Program Program IlmuIlmu Pengetahuan Alam (2). Program Ilmu pengetahuan Sosial (3). Program Pengetahuan Alam (2). Program Ilmu pengetahuan Sosial (3). Program Bahasa, dan (4). Program Keagamaan, khusus untuk MA.Kurikulum Bahasa, dan (4). Program Keagamaan, khusus untuk MA.Kurikulum SMA/MA kelas X terdirin atas 16 mata pelajaran, muatan lokal, dan SMA/MA kelas X terdirin atas 16 mata pelajaran, muatan lokal, dan  pengembangan diri.

 pengembangan diri.

Kelebihan dan kelemahan kurikulum 2006 (KTSP): Kelebihan dan kelemahan kurikulum 2006 (KTSP):

 Kelebihan:Kelebihan:

a.

a. Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraanMendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan

 pendidikan.

 pendidikan.

 b.

 b. Mendorong para guru, kepala sekolah dan pihak manajemen sekolahMendorong para guru, kepala sekolah dan pihak manajemen sekolah

semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan

semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan

 program-program pendidikan.

 program-program pendidikan.

c.

c. KTSP KTSP sangat sangat memungkinkan memungkinkan bagi bagi setiap setiap sekolah sekolah untukuntuk

menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu bagi

menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu bagi

kebutuhan siswa.

kebutuhan siswa.

d.

d. KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dangKTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dang

memberatkan kurang lebih 20%.

memberatkan kurang lebih 20%.

e.

e. KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolahKTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah

 plus untuk mengembangk

 plus untuk mengembangkan kurikulum yang an kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.sesuai dengan kebutuhan.

 Kelemahan:Kelemahan:

a.

a. Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP padaKurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada

kebanyakan satuan pendidikan yang ada.

kebanyakan satuan pendidikan yang ada.

 b.

 b. Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagaiKurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai

kelengkapan dari pelaksanaan KTSP.

kelengkapan dari pelaksanaan KTSP.

c.

c. Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensifkomprehensif

 baik konsepnya, penyu

 baik konsepnya, penyusunannya maupun prakteknysunannya maupun prakteknya di lapangan.a di lapangan.

d.

d. Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaranPenerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran

akan berdampak berkurang pendapatan guru.

(18)

10.

10. Kurikulum 2013Kurikulum 2013

Pengertian Kurikulum secara umum merupakan seperangkat rencana dan Pengertian Kurikulum secara umum merupakan seperangkat rencana dan  pengaturan

 pengaturan mengenai mengenai tujuan, tujuan, isi, isi, dan dan bahan bahan pelajaran pelajaran serta serta cara cara yang yang digunakandigunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan  pendidikan tertentu.

 pendidikan tertentu. Tujuan tertTujuan tertentu entu ini ini meliputi meliputi tujuan tujuan pendidikan nasional pendidikan nasional sertaserta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan  peserta didik. (BSNP,2006: 1).

 peserta didik. (BSNP,2006: 1).

Sedangkan kurikulum terbaru saat ini yang digunakan di Indonesia yaitu Sedangkan kurikulum terbaru saat ini yang digunakan di Indonesia yaitu Kurikulum Tahun 2013, di mana kurikulum ini lebih mirip dengan Kurikulum Kurikulum Tahun 2013, di mana kurikulum ini lebih mirip dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Model kurikulum berbasis kompetensi ini ditandai oleh Berbasis Kompetensi. Model kurikulum berbasis kompetensi ini ditandai oleh  pengembangan kompetensi berupa sikap, pengeta

 pengembangan kompetensi berupa sikap, pengetahuan, keterampilan berpikir, huan, keterampilan berpikir, dandan keterampilan psikomotorik yang dikemas dalam berbagai mata pelajaran. keterampilan psikomotorik yang dikemas dalam berbagai mata pelajaran. Walaupun hampir mirip dengan model Kurikulum Berbasis Kompetensi, akan Walaupun hampir mirip dengan model Kurikulum Berbasis Kompetensi, akan tetapi masih ada juga perbedaan-perbedaannya. Kurikulum dikembangkan dengan tetapi masih ada juga perbedaan-perbedaannya. Kurikulum dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Di dalam kurikulum ini memandang bahwa kemampuan yang mereka miliki. Di dalam kurikulum ini memandang bahwa setiap peserta didik itu memiliki potensinya masing-masing yang perlu digali dan setiap peserta didik itu memiliki potensinya masing-masing yang perlu digali dan dikembangkan, sehingga kelak potensinya tersebut dapat bermanfaat di dalam dikembangkan, sehingga kelak potensinya tersebut dapat bermanfaat di dalam kehidupan si peserta didik nantinya dalam bermasyarakat. Kurikulum ini kehidupan si peserta didik nantinya dalam bermasyarakat. Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa setiap peserta didik berada pada posisi dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa setiap peserta didik berada pada posisi sentral dan aktif dalam belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa guru hanya sentral dan aktif dalam belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa guru hanya sebagai fasilitator saja. Peran peserta didik di dalam kegiatan pembelajaran itu sebagai fasilitator saja. Peran peserta didik di dalam kegiatan pembelajaran itu lebih diutamakan, sehingga potensi-potensi yang ada di dalam diri peserta didik lebih diutamakan, sehingga potensi-potensi yang ada di dalam diri peserta didik menjadi lebih tersalurkan dan dapat berkembang. Penyelenggaraan pendidikan menjadi lebih tersalurkan dan dapat berkembang. Penyelenggaraan pendidikan seperti yang disampaikan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang seperti yang disampaikan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses  berkembangnya kualitas

 berkembangnya kualitas pribadi pribadi peserta peserta didik sedidik sebagai bagai generasi generasi penerus penerus bangsa bangsa didi masa depan.

masa depan.

Kelebihan dan kelemahan kurikulum 2013: Kelebihan dan kelemahan kurikulum 2013:

 Kelebihan:Kelebihan: a.

a. Kelem Lebih menekankan pada pendidikan karakter. Selain kreatif danKelem Lebih menekankan pada pendidikan karakter. Selain kreatif dan inovatif, pendidikan karakter juga penting yang nantinya terintegrasi inovatif, pendidikan karakter juga penting yang nantinya terintegrasi

(19)

menjadi satu. Misalnya, pendidikan budi pekerti luhur dan karakter menjadi satu. Misalnya, pendidikan budi pekerti luhur dan karakter harus diintegrasikan kesemua program studi.

harus diintegrasikan kesemua program studi.  b.

 b. Asumsi dari kurikulum 2013 adalah tidak ada perbedaan antara anakAsumsi dari kurikulum 2013 adalah tidak ada perbedaan antara anak desa atau kota. Seringkali anak di desa cenderung tidak diberi desa atau kota. Seringkali anak di desa cenderung tidak diberi kesempatan untuk memaksimalkan potensi mereka.

kesempatan untuk memaksimalkan potensi mereka. c.

c. Merangsang pendidikan siswa dari awal, misalnya melalui jenjangMerangsang pendidikan siswa dari awal, misalnya melalui jenjang  pendidikan anak usia dini.

 pendidikan anak usia dini. d.

d. Kesiapan terletak pada guru. Guru juga harus terus dipacuKesiapan terletak pada guru. Guru juga harus terus dipacu kemampuannya melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan calon guru kemampuannya melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan calon guru untuk meningkatkan kecakapan profesionalisme secara terus menerus. untuk meningkatkan kecakapan profesionalisme secara terus menerus.

 kelemahan:kelemahan: a.

a. Pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitasPemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama dalam kurikulum 2013. Guru juga tidak pernah dilibatkan yang sama dalam kurikulum 2013. Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013.

langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013.  b.

 b. Tidak ada keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasilTidak ada keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013. Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan dalam kurikulum 2013. Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan.

ujian nasional (UN) masih diberlakukan. c.

c. Pengintegrasian mata pelajaran IPA dan IPS dalam mata pelajaranPengintegrasian mata pelajaran IPA dan IPS dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar tidak tepat, karena Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar tidak tepat, karena rumpun ilmu pelajaran-pelajaran tersebut berbeda

(20)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Dalam perjalanannya, dunia pendidikan Indonesia telah menerapkan enam kurikulum, yaitu kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1994, kurikulum 2004 (KBK), dan

Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk

Mata kuliah ini berisi tentang karajteristik dan cara belajar anak, jenis- jenis lembaga pendidikan anak usia dini, kurikulum PAUD, anatomi kurikulum PAUD, kurikulum TK 1968,

Kurikulum yang sekarang banyak digunakan oleh sekolah yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang

Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk

Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk

DAFTAR ISI  Sejarah Kurikulum 1947  Kurikulum Pendidikan Nasional 1947 Merupakan Kurikulum Pertama Pendidikan yang pada mulanya bersifat kedaerahan tersebut, pada akhirnya

Dasar Penyusunan Dan Pelaksanaan Kurikulum 2006 Penyusunan Kurikulum 2006 atau yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP adalah berdasarkan pada Peraturan