• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Beberapa Konsentrasi Kalium Nitrat Terhadap Viabilitas Benih Kopi Arabika (Coffea ArabicaL) dan Robusta (CoffearobustaL)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Beberapa Konsentrasi Kalium Nitrat Terhadap Viabilitas Benih Kopi Arabika (Coffea ArabicaL) dan Robusta (CoffearobustaL)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

38

DAFTAR PUSTAKA

Arief, R.E., Syam’un, dan S. Saenong.2004. Evaluasi Mutu Fisik dan Fisiologis Benih Jagung cv. Lamuru dari Ukuran Biji dan Umur Simpan yang Berbeda. J. Sains & Teknologi.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.2008. Kajian Peluang Bisnis Bagi Sepuluh Komoditi Unggulan di Sumatera Utara.Sumatera Utara. Medan.

Baskin, J.M.,dan C.C. Baskin. 2004. A Classification System for Seed Dormancy. Seed Sci. Res. 14.1-16.

Bhanu, T.K.C., dan V. Bhatnagar. 2009. Seed Science and Technology. Campus Books International, New Delhi.

Byrd, H.W. 1968. Pedoman Teknologi Benih. Hamidin E, penerjemah. Jakarta: PT Pembimbing Masa. Terjemahan dari: Seed Technology Handbook.

Candra, R.A. 2016. Pengaruh Perendaman Beberapa Konsentrasi Kalium Nitrat

(KNO3) dan Air Kelapa Terhadap Viabilitas Benih Delima (Punica granatum L.).Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Copeland, L.O., dan M.B. McDonald. 2001. Seed Science and Technology 4th edition. Kluwer Academic Publisher. London.

Desmawan P., Rohmanti R., dan Nasrullah. 2011. Pengaruh Suhu dan Lama Perendaman Benih Terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Awal Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica (LENN)). Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2015. Luas Areal dan Produksi Kopi Arabika Menurut Provinsi dan Status Pengusahaan Tahun 2015.

Eira, M.T.S., E.A.A. da Silva, R.D. de Castro, S. Dussert, C.Walters, J.D Bweley, dan H.W.M. Hilhorst. 2006. Coffe Seed Physiology.Minireview. Braz. J. Plant Physiol. 18 (1):149-163.

Faustina, E., P. Yudono, dan R. Rabaniyah. 2011. Pengaruh Cara Pelepasan Aril dan Konsentrasi KNO3 Terhadap Pematahan Dormansi Benih Pepaya (Carica papaya L.).Jurnal Fakultas PertanianUGM. Yogyakarta.

Indrawanto C, Kamawati E, Munarso, Prastowo SJ, Rubijo B dan Siswanto. 2010. Budidaya dan Pascapanen Kopi. Bogor. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.

International Plant Genetic Resources Institute. 1996. Descriptors for coffee (Coffea spp. and Psilanthus spp.). Roma(ITA): Testo Monografico.

(2)

39

Justice, O.L.dan, Louis N.B. 1994. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih.PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Kamil, J. 1992. Teknologi Benih. Angkasa Raya. Bandung. Hal 94-142.

Kartasapoetra, A.G. 2003. Teknologi Benih Pengolahan Benih dan Tuntunan Praktikum. Rineka Cipta. Jakarta.

Lima, W. A. A., D. C. F. S. Dias., E. M. Alfarenga., M. S. Reis dan P. R. Cecon. 2001. Preconditioning of Coffee (Coffea Arabica L.) Seeds: Effects onGermination, Vigor, and Storability. Seed Science and Technology. 29 (3):549-555.

Manurung, N. 2010.Ekologi Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei) Pada Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L) di Kabupaten Pakpak Barat.Thesis. Universitas Sumatera Utara.Medan.

Mawardi, S. 2008. Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika Gayo.Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Banda Aceh.

Mas’oedi.1985. Pengaruh Komposisi Media dan Larutan Kalium Nitrat Terhadap Perkecambahan Benih Kopi Robusta (Coffea cenephora).Skripsi. Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Mungnisjah, W.Q., A. Setiawan, Suwarto, dan C. Santiwa. 1994. Panduan Praktikum dan Penelitian Bidang Ilmu dan Teknologi Benih. Grafindo Persada. Jakarta.

Panggabean, E. 2011.Buku Pintar Kopi. Jakarta Selatan.PT Agro Media Pustaka hlm 124-132.

Sadjad, S. 1975. Proses Metabolisme Perkecambahan Benih dalam dasar-dasar Teknologi benih.Capita selekta. Departemen Agronomi. Buku.Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sadjad, S., E. Muniarti, dan S. Ilyas. 1999. Parameter Pengujian Vigor Benih Dari Komperatif ke Simulatif. Grasindo. Jakarta.

Salisbury, F.B.,dan C.W., Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan.Jilid 3.Terjemahan oleh Lukman dan Sumaryono.ITB. Bandung.

Satyanti, A. 2003.Seed Dormancy Beaking of Cananga (Cananga odorata (LAM).By Physical, Chemical, and Biological Treatment.Skripsi.Departement of Forest Management.IPB.

Schmidth, L. 2002. Pedoman Penanganan Benih Tanaman Hutan Tropis dan Subtropis. Jakarta.Direktorat Jendral Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Departemen Kehutanan.

(3)

40

Steel, R.G.D dan J.H. Torrie. 1995. Prinsip Dan Prosedur Statistika. Penterjemah Bambang Sumantri. Gramedia Pustaka, Jakarta.

Sutopo, L. 2012. Teknologi Benih. Edisi Revisi. Rajawali Pers. Jakarta.

Syamsulbahri. 1996. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. Gadjah Mada Press, Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Kombinasi Sambung Batang dan Auksin Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica); Yessi Kumalasari; 070210193029;

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa konsentrasi potassium nitrat terhadap viabilitas benih kopi arabika dan kopi robusta, di Laboratorium Teknologi Benih,

(2011) menunjukkan bahwa perlakuan perendaman benih kopi Arabika dengan suhu air awal 90°C dan waktu perendaman 30 menit yang dilakukan setiap hari selama 7

Sidik ragam persentase benih mati kopi Arabika transformasi arcsin. SK db JK KT

Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk perkecambahan benih kopi ini disebabkan karena terjadinya dormansi fisik.Hal ini akibat dari kulit benih yang keras sehingga air dan oksigen

Lama perendaman benih juga berpengauh nyata terhadap pertumbuhan awal bibit kopi Robusta, seperti ditunjukan oleh parameter kecepatan tumbuh, persentase

Penanaman Sebelum melakukan penanaman terhadap benih kopi, dilakukan perlakuan dengan merendam benih kopi menggunakan larutan KNO3 sesuai dengan konsentrasi dan lama perendaman yang

Analisa Sidik Ragam Panjang Akar pada Perlakuan Berbagai Konsentrasi KNO3 dan Lama Perendaman Terhadap Viabilitas Benih Kopi Robusta Keterangan : ** : berbeda sangat nyata * : berbeda