• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbanyakan Phragmatoecia castaneae (Lepidoptera: Cossidae) pada pakan buatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbanyakan Phragmatoecia castaneae (Lepidoptera: Cossidae) pada pakan buatan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PERBANYAKAN Phragmatoecia castaneae (Lepidoptera: Cossidae) PADA PAKAN BUATAN

SKRIPSI

OLEH:

ERICK S. DONGORAN 110301258

AGROEKOTEKNOLOGI / HPT

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

PERBANYAKAN Phragmatoecia castaneae (Lepidoptera : Cossidae) PADA PAKAN BUATAN

SKRIPSI

OLEH:

ERICK S. DONGORAN 110301258

AGROEKOTEKNOLOGI / HPT

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Memperoleh Gelar Sarjana di Program Studi Agroekoteknologi di Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara, Medan

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(3)

Judul Penelitian : Perbanyakan Phragmatoecia castaneae (Lepidoptera: Cossidae) pada pakan buatan

Nama : Erick S. Dongoran

Nim : 110301258

Program Studi : Agroekoteknologi

Minat : Hama dan Penyakit Tumbuhan

Disetujui Oleh : Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. Dra. Maryani Cyccu Tobing, MS.) (Ir. Suzanna Fitriany Sitepu, M.Si.

Ketua Anggota

)

Mengetahui,

(4)

ABSTRACT

Erick S. Dongoran, “Mass Rearing of Phragmatoecia castaneae

(Lepidoptera : Cossidae) on Artificial Diets”. Supervised by Maryani Cyccu Tobing and Suzanna Fitriyani Sitepu. P. castaneae is an important stem borer pest has destroyed sugarcane in North Sumatera and is also a host of some

parasitoids. This research was to study the biology of P. castaneae on artificial

diets and conducted at Sei. Semayang Centre for Research and Development of Sugarcane PTPN II Medan. This research used non factorial Randomized Complete Design using artificial diets of sugarcane shoot powder variety PS 862 8,6 g, mixture of sugarcane stem and shoot powder variety VMC 76-16 4,3:4,3 g and mixture of sugarcane stem and shoot powder variety PS 862 4,3:4,3 g with 10 replications.

The results showed that the eggs period was 10-12 days, larval period was

> 125 days with 10 instars. 1st instar was 6-10 (± 6,67) days, 2nd instar was 8-14

(± 9,83) days, 3rd instar was 9-18 (± 12,80) days, 4th instar was 10-17 (± 12,40)

days, 5th instar was 10-16 (± 12,60) days, 6th instar was 10-18 (± 11,87) days, 7th

instar was 12-20 (± 12,47) days, 8th instar was 13-18 (± 12,47) days, 9th instar

was 12-18 (±13,4) days, 10th instar was not known. The highest mortality

percentage was found on sugarcane shoot powder variety PS 862 8,6g (65%) and the lowest (35%) on mixture of sugarcane stem and shoot powder variety PS 862 4,3:4,3g and also be the best treatment, this showed by the duration of larval stage was significantly faster, and the mortality was lower and the long of larval

was longer than the other treatments from 1st instar untill 10th instar.

(5)

ABSTRAK

Erick S. Dongoran, “Perbanyakan Phragmatoecia castaneae (Lepidoptera: Cossidae) pada Pakan Buatan”, dibawah bumbingan Maryani Cyccu Tobing dan Suzanna Fitriyani Sitepu. P. castaneae merupakan hama penting pada tanaman tebu dengan cara menggerek batang dan juga sebagai inang dari berbagai jenis parasitoid serta banyak merusak tanaman tebu di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk perbanyakan dan mengetahui biologi P. castaneae pada beberapa jenis pakan buatan. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Riset dan Pengembangan Tanaman Tebu PTPN II Sei. Semayang Medan. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non Faktorial terdiri dari serbuk pucuk tebu varietas PS 862 8,6g, campuran serbuk batang dan pucuk tebu varietas VMC 76-16 4,3: 4,3g) dan campuran serbuk batang dan pucuk tebu varietas PS 862 4,3 : 4,3g masing-masing dengan 10 ulangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamanya fase telur 10-12 hari, fase larva > 125 hari terdiri atas 10 instar, instar 1 6-10 (± 6,67) hari, instar 2 8-14 (± 9,83) hari, instar 3 9-18 (± 12,80) hari, instar 4 10-17 hari (± 12,40) hari, instar 5 10-16 (± 12,60) hari, instar 6 10-18 (± 11,87) hari, instar 7 12-20 (±12,47) hari, instar 8 13-18 (± 12,47) hari, instar 9 12-18 (± 13,4) hari, instar 10 tidak diketahui. Persentase mortalitas tertinggi (65%) terdapat pada serbuk pucuk tebu varietas PS 862 8,6 g dan terendah (35%) terdapat pada Campuran serbuk batang dan pucuk tebu varietas PS 862 4,3 : 4,3 g dan merupakan pakan terbaik, ditunjukkan dari lamanya fase larva tiap instarnya yang relatif singkat dan mortalitas larva yang lebih rendah serta panjang larva yang lebih panjang dari perlakuan lainnya mulai dari instar 1 sampai 10.

(6)

RIWAYAT HIDUP

Erick S. Dongoran, lahir pada tanggal 04 Juni 1993 di Sei. Buluh Serdang Bedagai, putra dari Ayahanda Arnold Dongoran dan Ibunda Rosmalam Sitorus. Penulis merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Lulus dari SMA Negeri 1 Perbaungan pada tahun 2011 dan pada tahun yang sama di terima di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan, Program Studi Agroekoteknologi melalui jalur UMB.

Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif mengikuti beberapa organisasi dan tercatat sebagai anggota HIMAGROTEK (Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi) Fakultas Pertanian USU tahun 2011-2015, anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Kebaktian Kristen (KMK) USU UP FP tahun 2011-2015, anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Badminton USU tahun 2013-2014, anggota Organisasi TSA (Tanoto Scholar Association) Medan tahun 2013-2015.

(7)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan usulan penelitian ini. Penelitian ini berjudul “Perbanyakan Phragmatoecia Castaneae Hubner (Lepidoptera : Cossidae) pada Pakan Buatan” yang merupakan salah satu

syarat memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan banyak terimakasih kepada ayahanda Arnold Dongoran dan ibunda Rosmalam Sitorus, kepada Komisi Pembimbing Prof. Dr. Dra. Maryani Cyccu Tobing, M.S. selaku Ketua dan Ir. Suzanna Fitriyani Sitepu, M.Si. sebagai Anggota, kepada kakak dan adik kandung saya yang telah membimbing, memberikan kritik, dukungan dan saran berbagai masukan berharga kepada penulis mulai dari menetapkan judul hingga penyelesaian usulan penelitian ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumber referensi yang berguna bagi kita semua.

Medan, September 2015

(8)

DAFTAR ISI

ABSTRACT ... i

ABSTRAK ... ii

RIWAYAT HIDUP ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... ..v

DAFTAR TABEL ...vii

DAFTAR GAMBAR ... ..viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

PENDAHULUAN Latar Belakang ... 1

Tujuan Penelitian ... 3

Hipotesis Penelitian ... 4

Kegunaan Penulisan... 4

TINJAUAN PUSTAKA P. castaneae Hubner. ... 5

Biologi ... 5

Gejala Serangan ... 7

Pengendalian ... 8

PakanBuatan ... 10

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian ... 14

Bahan dan Alat ... 14

Metodologi Penelitian ... 14

Pelaksanaan Penelitian... 16

Pembuatan pakan buatan ... 16

Penyediaan larva P. castaneae ... 17

Peletakan larva ke pakan buatan ... 17

Peubah Amatan ... 18

Persentase mortalitas ... 18

Fase telur ... 18

Perilaku larva ... 18

Panjang tubuh larva ... 18

Lama stadia larva ... 19

(9)

Perilaku larva ... 21

Panjang tubuh larva ... 26

Lama stadia larva ... 28

Persentase mortalitas larva ... 30

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan ... 33

Saran ... 34 DAFTAR PUSTAKA

(10)
(11)
(12)

Referensi

Dokumen terkait

Daya Parasitasi Lalat ( Sturmiopsis inferens Town) (Diptera: Tachinidae) Turunan Dari Beberapa Hasil Perkawinan Pada Larva Penggerek Batang Tebu Raksasa ( Phragmatoecia castaneae

Persentase campuran bagas tebu dan serbuk tongkol jagung yang dibutuhkan oleh jamur tiram untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal terdapat pada media D karena memiliki

Tindakan ini dilakukan untuk memutus siklus hidup hama dan tidak terjadi kehilangan hasil yang lebih besar, karena tebu yang terserang masih dapat digiling meskipun

Perlakuan varietas memiliki pengaruh nyata terhadap panjang batang, jumlah batang dan hasil tebu dengan varietas PS 862 lebih baik dari PS 881, namun tidak berbeda nyata pada bobot

Jarak tanam 60 cm menunjukkan hasil terbaik.Pada tinggi tunas dosis pupuk kompos+standar, varietas PS 862 dan jarak tanam 40 cm.Pada tinggi batang varietas PS 881 yang