KAMUS
KAMUS
BAHASA INDONESIA
PUSAT BAHASA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
JAKARTA, 2008
499.213
KAM Kamus Bahasa Indonesia/Tim Penyusun k Kamus Pusat Bahasa.
Jakarta: Pusat Bahasa, 2008 xvi, 1826 hlm.; 21,5 cm ISBN 978-979-689-779-1
KAMUS BAHASA INDONESIA
Pemimpin Redaksi Dendy Sugono Penyelia Sugiyono Yeyen Maryani Redaksi Pelaksana KetuaMeity Taqdir Qodratillah Anggota
Cormentyna Sitanggang, Menuk Hardaniwati Dora Amalia, Teguh Santoso, Adi Budiwiyanto
Azhari Dasman Darnis, Dewi Puspita
Pembantu Pelaksana Endang Supriatin, Dede Supriadi
Satu bahasa besar atau bahasa utama memiliki kamus, tata bahasa, dan uji bahasa yang standar. Kamus memuat khazanah kosakata bahasa yang dapat menjadi lambang atau indikator kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Demikian pula, bahasa Indonesia memiliki kekayaan kosakata yang memadai sebagai sarana pikir, ekspresi, dan komunikasi di berbagai bidang kehidupan. Kamus Bahasa Indonesia ini merupakan buku rujukan yang memuat khazanah kata bahasa Indonesia. Selain kosakata umum bahasa Indonesia, kamus ini memuat berbagai istilah dari bidang ilmu yang pasti akan sangat bermanfaat bagi pelajar dan mahasiswa.
Dibandingkan dengan kamus yang terbit sebelumnya, kamus ini telah mengalami penyempurnaan definisi atau penjelasan lema/sublemanya, penambahan makna (akibat perkembangan pemakaian bahasa), perbaikan penulisan latin untuk nama tumbuhan dan hewan, serta perubahan urutan susunan sublema. Semua itu dilakukan atas dasar masukan dari para pengguna kamus, baik melalui surat, pos-el, telepon, surat kabar/majalah maupun melalui forum atau pertemuan ilmiah. Sublema yang merupakan derivasi dari lema pokok disusun berdasarkan paradigma pembentukan kata, tidak lagi diurutkan berdasarkan abjad. Dengan demikian, sublema petinju ditampilkan di bawah sublema bertinju, sedangkan peninju di bawah meninju dan meninjukan, serta tinjuan yang merupakan hasil meninju diletakkan di bawah peninjuan (perbuatan meninju).
Dari segi isinya, kamus ini diperkaya istilah bidang ilmu fisika, kimia, matematika, dan biologi yang sudah sangat lazim digunakan. Definisi kata-kata itu diambil dari kamus istilah bidang ilmu yang dikembangkan oleh para pakar bersama Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Dengan memasukkan istilah-istilah itu, kamus ini dapat menjadi rujukan awal yang dapat digunakan oleh pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum untuk memahami konsep-konsep dasar keilmuan itu. Dengan demikian, sumbangan kamus ini bagi upaya pencerdasan bangsa akan lebih dapat dirasakan.
Untuk menghasilkan kamus seperti itu diperlukan semangat, ketekunan, dan kerja keras penyusun. Oleh karena itu, atas terbitnya kamus ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim penyusun dan semua pihak yang telah turut berperan dalam penulisan kamus ini. Selain itu saya memberikan ucapan terima kasih kepada Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional yang telah mengubah kamus ini ke format elektronik sehingga dapat disebarluaskan kepada masyarakat melalui layanan buku murah Departemen Pendidikan Nasional. Semoga penerbitan kamus ini dapat memberi manfaat besar bagi upaya pencerdasan bangsa menuju insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.
Jakarta, 28 Oktober 2008 Kepala Pusat Bahasa
Dendy Sugono Pemimpin Redaksi
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL PADA PENERBITAN
KAMUS BAHASA INDONESIA
Perkembangan bahasa mencerminkan perkembangan kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Perkembangan bahasa itu tampak pada perkembangan kosakata. Perkembangan kosakata bahasa Indonesia amatlah pesat pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 yang, antara lain, dipacu oleh perkembangan ilmu dan teknologi serta seni. Perkembangan kosakata itu dapat dilihat pada bertambahnya lema dalam kamus bahasa Indonesia dari satu edisi ke edisi berikutnya. Tanpa kita rasakan ternyata Kamus Besar
Bahasa Indonesia telah 20 tahun berada di tengah-tengah masyarakat, baik di dalam
maupun di luar negeri. Selama kurun waktu itu kamus tersebut telah mengalami perkembangan muatan lema dari 62.000 lema pada edisi pertama (1988) hingga 91.000 lema pada edisi keempat (2008). Hal itu menunjukkan bahwa kamus tersebut selalu memutakhirkan kandungan lemanya. Menurut catatan Pusat Bahasa, dari edisi pertama hingga edisi ketiga kamus itu mengalami cetak ulang hingga puluhan kali. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat memang memerlukan kamus tersebut sebagai sumber rujukan dalam dunia pendidikan ataupun dunia kerja.
Di samping pengguna, respons masyarakat terhadap kamus itu juga muncul dalam bentuk upaya penerbitan kamus serupa untuk keperluan bisnis. Beberapa kamus bahasa Indonesia bermunculan, bahkan beberapa di antaranya ada yang memanfaatkan kepopuleran Kamus Besar Bahasa Indonesia yang tampaknya sudah merebut hati masyarakat. Jika kamus yang bermunculan itu disusun dengan standar perkamusan yang memadai, peran masyarakat dalam menyediakan kamus bahasa Indonesia seperti itu dapat menjadi aspek positif bagi pengembangan dan pemasyarakatan bahasa Indonesia. Sebaliknya, kamus serupa itu akan menjadi aspek negatif apabila penyusunannya hanya memperhatikan aspek bisnis semata.
Kamus Bahasa Indonesia ini harus dipandang sebagai upaya pemutakhiran acuan
kekayaan kosakata bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kamus ini menjadi sumber rujukan bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan daya ungkap pengguna bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis, terutama di kalangan insan pendidikan. Kamus ini menjadi pegangan utama pelajar dan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan berekspresi dan berkomunikasi lisan ataupun tulis. Demikian juga bagi peneliti, penulis, penerjemah, wartawan, dah masyarakat luas dapat memanfaatkan kamus ini demi meningkatkan pengetahuan dan wawasan bahasa Indonesia serta kemajuan peradaban
semangat 80 tahun Sumpah Pemuda, terbitnya Kamus Bahasa Indonesia yang disertai terbitnya Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa sungguh merupakan persembahan yang amat berharga bagi bangsa Indonesia. Semoga buku ini membawa manfaat untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Jakarta, 28 Oktober 2008 Menteri Pendidikan Nasional
Tim Redaksi v
Prakata vii
Sambutan Menteri Pendidikan Nasional ix
Daftar Isi xi
Petunjuk Pemakaian Kamus xiii
Lema KBI A—Z 1—1826
PETUNJUK PEMAKAIAN KAMUS
A. Ejaan
Ejaan yang digunakan di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini adalah
ejaan bahasa Indonesia yang didasarkan pada Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan
Istilah.
B. Bentuk Susunan Kamus
Susunan kada dasar (lema) dan kata turunan (sublema) Kamus Bahasa
Indonesia disusun seperti berikut.
1. Kata Dasar dan Kata Turunan
Kata dasar atau bentuk dasar yang menjadi dasar segala bentukan
kata diperlakukan sebagai lema atau entri, sedangkan bentuk derivasinya
(kata turunan, kata ulang, dan gabungan kata) diperlakukan sebagai
sublema atau subentri. Contoh: sabar adalah kata dasar dan kata
bersabar, menyabarkan, penyabar, dan kesabaran adalah bentuk
derivasinya. Dengan demikian, cara menyusunnya adalah sebagai
berikut.
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus
asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang;
tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;
bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl
menghadapi setiap masalah;
menyabarkan
v menenangkan perasaan (pikiran dsb);
menenteramkan hati: ia sedang ~temannya yg sedang gundah;
penyabar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak
lekas marah): orang yg ~ tidak cepat marah dl menangani setiap
temanku yg ~di antara teman-temanku
2. Kata Ulang atau Bentuk Ulang
Kata ulang atau bentuk ulang di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini
diatur atau disusun sebagai berikut.
a) Bentuk kata yang seolah-olah merupakan bentuk ulang, seperti
alap-alap, laba-laba, kupu-kupu diperlakukan sebagai lema.
b) Bentuk ulang seperti pontang-panting diperlakukan sebagai lema.
c) Kata ulang yang menunjukkan jamak dalam hal proses diperlakukan
sebagai sublema. Contoh:
bersaf-saf diletakkan sesudah saf
tersedeng-sedeng diletakkan sesudah sedeng
3. Gabungan Kata
a) Gabungan kata atau kelompok kata yang mempunyai derivasi
diper-lakukan sebagai lema. Contoh:
salah guna, menyalahgunakan v melakukan sesuatu tidak
sebagaimana mestinya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas yg
diberikan;
penyalahgunaan n proses, cara, perbuatan menyalahgunakan;
penyelewengan
b) Gabungan kata atau kelompok kata yang tidak berderivasi di
per-lakukan sbg sublema. Letaknya langsung di bawah lema yang
berkaitan dan disusun berderet ke samping secara berurutan menurut
abjad. Unsur pertama gabungan kata itu dicetak dengan tanda
hubung ganda (--) Contoh:
sagu n 1 pohon yg hati batangnya dapat dibuat tepung; 2 hati batang
pohon palem; 3 tepung (dr pati hati batang enau, rumbia, dsb);
-- belanda garut; Maranta arundinacea; -- betawi sagu belanda;
c) Gabungan kata atau kelompok kata yang dibentuk dari kata turunan
atau sublema diperlakukan sebagai sublema dan diletakkan di
bawah kata turunan tersebut. Unsur pertama kata turunan itu dicetak
dengan tanda tilde (~). Contoh:
saji n ...;
menyajikan v ...;
tersaji v ...;
sajian n ...;
penyaji n ...;
-- makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan
ilmiah
C. Tanda Baca
1. Tanda Hubung (-)
a) Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh:
a) main-main
b) saban-saban
b) Tanda hubung dipakai di depan kata bilangan yang menunjukkan
tingkat atau urutan. Contoh:
ke-4
ke-7
ke-9
2. Tanda Hubung Ganda (--)
Tanda hubung ganda dipakai untuk menggantikan lema yamg terdapat
dalam contoh kalimat atau gabungan kata. Contoh:
menjalankan usahanya;
3. Tilde (~)
Tilde dipakai untuk menggantikan sublema yang terdapat di dalam
contoh kalimat atau gabungan kata. Contoh:
sabar a ...;
bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~
dl menghadapi setiap masalah;
4. Cetak Miring
Huruf-huruf yang dicetak miring digunakan untuk menuliskan label
kelas kata, dan contoh pemakaian lema atau sublema dalam kalimat.
Contoh:
a) Label Kelas Kata
a (adjektiva), adv (adverbia), n (nomina), num (numeralia), p
(par-tikel), pron (pronomina), dan v (verba)
b) Kalimat contoh pemakaian lema dan sublema
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak
lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini
dihadapinya --; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu:
dng – ia menjalankan usahanya;
5. Cetak Tebal
sedikit cekung, terbuat dr porselen, beling, dsb, untuk
meletakkan nasi, lauk-pauk, dsb: -- yg dipakai untuk jamuan
malam sudah disiapkan;
...;
b. Huruf yang dicetak tebal menunjukkan angka untuk angka polisem
(kata yg memiliki lebih dari satu makna).
Contoh
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus
asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang;
tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;
c. Huruf yg dicetak tebal menunjukkan gabungan kata.
Contoh:
saji n ...;
menyajikan v ...;
...
penyaji n ...;
-- makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan
ilmiah
6. Koma (,)
1) Tanda koma (,) dipakai untuk membatasi huruf kapital dan huruf
kecil pada lema pertama setiap abjad. Contoh:
a) D, d /dé/ n huruf ke-4 abjad Indonesia
b) G, g /gé/ n huruf ke-7 abjad Indonesia
2) Tanda koma dipakai untuk memisahkan lema beserta kelas kata
yang tidak diberi deskripsi dengan sublema. Contoh:
disiarkan
7. Titik Koma (;)
1) Titik koma (;) dipakai untuk memisahkan bentuk-bentuk kata yang
bermakna sama atau hampir sama (sinonim) yang terdapat pada
penjelasan makna.
Contoh:
salah guna, menyalahgunakan
v melakukan sesuatu tidak
sebagaimana mestinya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas yg
diberikan;
penyalahgunaan
n
proses, cara, perbuatan menyalahgunakan;
penyelewengan
2) Titik koma (;) dipakai sebagai penanda akhir penjelasan makna
sebuah sublema yang masih belum merupakan bentuk derivasi
terakhir (penjelasan makna sublema yang merupakan bentuk
derivasi terakhir sebuah lema tidak diakhiri dengan tanda apa pun).
Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan
usahanya;
bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl
menghadapi setiap masalah;
menyabarkan
v menenangkan perasaan (pikiran dsb);
menenteramkan hati: ia sedang ~temannya yg sedang gundah;
penyabar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak
lekas marah): orang yg ~ tidak cepat marah dl menangani setiap
yg ~di antara teman-temanku
8. Titik Dua (:)
Titik dua (:) dipakai sebagai pengganti kata misalnya di akhir
deskripsi dan sebelum contoh pemakaian.
Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan
usahanya;
9. Tanda Kurung ((...))
Tanda kurung ((...)) dipakai untuk menunjukkan bahwa kata atau
bagian kalimat yang terdapat di dalam penjelasan yang diapit oleh
tanda kurung itu merupakan keterangan penjelas bagi kata-kata atau
pernyataan yang terdapat di depannya.
Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan
usahanya;
10. Garis Miring (/.../)
Garis miring (/.../) dipakai untuk lafal kata yang mengandung unsur
bunyi /e/ atau /é/ agar tidak terjadi kesalahan di dalam melafalkan
kata.
Contoh:
sensor /sénsor/ n pemeriksaan sesuatu spt berita, film, sebelum
disiarkan
depan kata lema yang memiliki bentuk homonim, setengah spasi ke
atas.
Contoh:
a)
1bisa a mampu; dapat: dia C berenang;
2bisa n zat racun dr binatang (spt ular);
b)
1seri a tidak ada yg menang atau kalah: pertandingan sepak bola
itu berakhir ņ
2
seri n cahaya:
ņ wajahnya;
12. Angka Arab
Angka Arab bercetak tebal (1, 2, 3, ...) dipakai untuk menandai
makna polisemi (yaitu arti kesatu, arti kedua, arti ketiga, dan
seterusnya).
Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan
usahanya;
D. Label dan Singkatan Kata
1) Label Kelas Kata
n
nomina
v
verba
a
adjektiva
adv adverbia
num numeralia
p
partikel
pron pronomina
dp
daripada
dr
dari
dsb dan sebagainya
kpd kepada
krn karena
msl misalnya
pd
pada
sbg sebagai
spt seperti
thd terhadap
tt
tentang
yg
yang
1D, d /dé/ n 1 huruf ke-4 abjad Indonesia; 2 Mus nada ke-2 dl tangga nada C mayor
2D untuk
D- n Kim awala
/dé/ n angka Romawi lambang bilangan 500 n nama kimia, terutama gula dan asam amino, yg menunjukkan strukturnya;
daayah Ar n propaganda
dab, mengedab v mengganti suara asli
pemain film dng suara orang lain, terkadang dl bahasa lain, dng memper-hatikan dan menyesuaikan gerak bibir: ~
film ltali dl bahasa lnggris
dabak, mendabak a (datang dng) tiba-tiba;
mendadak; tidak disangka-sangka
dabal ark n pundi-pundi yg diikatkan pd
ikat pinggang;
— setengah tiang pakaian pria (dikenakan dl perjamuan dsb)
dabih v, mendabih menyembelih;
~ menampung darah, pb sangat tamak;
pendabihan n1 penyembelihan; 2 daging
upah menyembelih
dabik , mendabik v menepuk dada (tanda
berani)
dabing n Sen sulih suara dabir ark n juru tulis; penulis
dablek a 1 tidak ambil pusing meskipun
dimaki-maki, dinasihati, dsb; tebal telinga; 2 tidak tahu malu; tebal muka
dabung v, berdabung v berpepat gigi
(sebelum diasah)
dabus n 1 permaisuri; 2 permainan
(pertunjukan) kekebalan thd senjata tajam atau api (dng menusuk atau menyayat tubuh dng senjata tajam atau dng membakar bagian tubuh dng api):
orang-orang dr Banten itu ~ di alun-alun
berdabus mempertunjukkan kekebalan
dng melukai diri dsb; bermain dabus
dacai n Fis pemecahan spontan inti atom
dacin n alat penimbang yg dibuat dr
tongkat yg diberi skala serta anak tim-bangan dan tempat meletakkan barang yg digantungkan pd tongkat tsb;
mendacin v menimbang dng dacin Dacron n Kim cap dagang serat sintetik
poliester
dada n bagian tubuh sebelah depan di
antara perut dan leher;
— ayam (burung) dada yg bergembung
ke atas; — bidang dada yg lebar; —
lapang ki sabar; tidak pemarah; — lega
ki senang hati;
berdada-dadaan v 1 beradu dada; 2 ki
berperang seorang lawan seorang;
mendada v1 menangkis atau menahan
dng dada; 2 menyambut atau melawan serangan
-- manuk dada ayam
dadah n 1 berbagai obat-obatan yg
tersedia; 2 bahan narkotik yg membius, meracuni atau perangsang meningkatkan tenaga dan daya; 3 unsur yang ditambahkan ke sebuah bahan semipenghantar untuk mengubah sifat bahan itu
pendadah n peti tempat menyimpan
dadah
pendadahan n 1 Fis penambahan
takmurnian pada semipenghantar untuk menghasilkan sifat tertentu seperti menghasilkan bahan tipe-n dan bahan tipe-p; 2 Olr penggunaan suatu zat atau teknik tertentu secara ilegal untuk meningkatkan kinerja atlet; doping
dadaisme n Sas aliran seni lukis dan sastra
(muncul sekitar tahun 1913 di Swiss) yg menolak segala aliran seni yg telah ada serta menanggalkan nilai-nilai tradisional dan memperjuangkan dikembalikannya seni kpd bentuknya yg paling primitif
dadak, mendadak v tanpa diduga
(diketahui, diperkirakan) sebelumnya;
sekonyong-konyong; tiba-tiba: banyak
orang mati ~ krn keracunan makanan; kaum gerilya sering melakukan serangan ~ pd malam hari;
~ sontak sangat tiba-tiba: ia ~ sontak
menjadi orang kaya
terdadak v mendapat serangan yg tidak
diduga: akhir-akhir ini wilayah itu sering
~
dadak merak n topeng yg digunakan dl
tarian reog Ponorogo, berupa kepala harimau yg dihiasi mahkota bulu burung merak
dadalan Zener n Fis dadal yang tidak
merusak dalam semipenghantar
1dadap kl n perisai terbuat dr kulit atau rotan, berbentuk bulat
2dadap n pohon yg tingginya mencapai 22 meter, berduri, bunganya berwarna merah, daunnya dapat digunakan sbg obat sakit panas, cairan dr kulit batang dan cabang muda berkhasiat untuk obat cuci mata, Erythrina lithosperma
dadar n telur yg diaduk (dikocok) bersama
bumbu (bawang, merica, garam, dsb) kemudian digoreng dng minyak (bentuknya pipih);
— gulung kue terbuat dr tepung terigu
dicampur telur, digoreng dl bentuk yg tipis dan rata, diisi dng kelapa dan gula, kemudian digulung
dadih ark n air, susu sapi, kerbau, dsb yg
pekat atau dikentalkan;
— darah Dok darah yg kental; — jalang
Mk (air) susu encer; — kering mentega;
— pekat (air) susu kental
pendadihan susu n Kim pengubahan
bentuk susu dari emulsi ke bentuk koagulasi (penggumpalan) dengan penambahan mikroorganisme penghasil asam laktat
dadu n 1 kubus kecil yg pd tiap bidangnya
diberi bermata (dr satu sampai enam dan
dipakai untuk berjudi); 2 kubus; ruang yg berbatas enam bidang persegi;
— pusing (= — putar, — sintir) alat judi berupa belimbingan bermata satu sampai enam
daduh, mendaduh(kan) v menidurkan
anak sambil bersenandung atau membuai dng buaian; meninabobokkan (supaya tidur)
daduk ark, mendaduk v mengemis
(meminta-minta), tetapi bukan krn miskin;
pendaduk orang yg meminta-minta
1dadung n, berdadung berdendang untuk
menidurkan anak;
mendadung(kan) v meninabobokkan
(supaya tidur)
2dadung n tali besar (untuk menambat
kerbau, lembu, dsb);
mendadung v menambat (mengikat) dng
dadung
daeng /daéng/ n gelar bangsawan Bugis
dan Makasar
daerah /daérah/ n 1 bagian permukaan
bumi: -- khatulistiwa (kutub, padang pasir, pantai, pegunungan, dsb); 2 lingkungan pemerintahan; wilayah: -- kabupaten (propinsi, negara, dsb); 3 selingkungan tempat yg dipakai untuk tujuan khusus; -- industri (perkantoran, pertokoan, dsb); 4 tempat-tempat sekeliling atau yg termasuk di lingkungan suatu kota (wilayah dsb); Jakarta dan -- sekitarnya; 5 tempat-tempat di satu lingkungan yg sama keadaannya (iklimnya, hasilnya, dsb); -- tropis; -- penghasil kopra; 6 tempat-tempat yg mengalami kejadian yg sama; -- banjir (bergolak, pertempuran, wabah, dsb); 7 bagian permukaan tubuh: -- payudara (pergelangan kaki, perut, dsb);
-- adiabatik Met 1 daerah dng distribusi
konveksi; 2 Met istilah untuk trofosfer; --
aktif n Fis daerah tempat terjadinya
penguatan penyearahan, pancaran cahaya atau peristiwa dinamik yang lain pada suatu peranti semipenghantar; -- aliran
sungai daerah sekitar sungai yg melebar
sampai ke punggung bukit (gunung) yg merupakan daerah sumber air, tempat semua curahan air hujan yg jatuh di atasnya mengalir ke dl sungai: ~ yg
gundul itu harus dihutankan kembali dan dilestarikan; -- aliran sungai prioritas
daerah aliran sungai terpilih yg dl penanganan konservasi tanah dijadikan sasaran utama; -- arheis daerah hidrologis tempat yg tidak ada sungai, spt daerah gurun pasir, terdapat pd lintang angin kering, di perbatasannya terletak daerah hujan ekuatorial
-- asal daerah tempat kelahiran; -- asuhan larva ikan bagian perairan yg
sering digunakan oleh organisme ikan atau udang muda sbg tempat mencari makan dan berlindung; -- buka n Mat daerah yg terletak di dalam segi/bidang banyak dng salah satu sisi/bidang banyak tidak terkandung dalam daerah; -- daerah
segi banyak n Mat daerah yang terletak
di dalam segi banyak; apabila semua sisi segi banyak terkandung dalam daerah, disebut daerah segi banyak tutup; apabila salah satu sisi segi banyak tidak terkandung dalam daerah, disebut daerah buka; -- boyongan n Fis seperenam dari jarak purata kuadrat yg terliput oleh neutron antara munculnya neutron itu dan tangkapnya; daerah migrasi; -- eksorheis daerah hidrologi tempat terdapat sungai bermuara ke laut, daerah yg terutama terdapat danau di dunia;
-- endorheis daerah hindroligis tempat
terdapat sungai, tetapi tidak pernah bermuara ke laut, terdapat di antara gurun
subtropis dan daerah tropis dng daerah sedang yg basah; -- fron Met daerah pertemuan antara dua massa udara yg berlainan kerapatannya; — gerilya daerah perang secara kecil-kecilan dan tidak terbuka; — haram daerah suci sekitar Mekah dan Medinah yg ditandai perbatasannya, yg di dalamnya orang dilarang berburu, menebang pohon, dsb;
-- hitam 1 tempat orang melakukan
kejahatan; 2 lingkungan tempat pelacuran; -- industri daerah yg krn lokasi, peruntukan , ketersediaan dan kemudahan transportasi dapat dikembangkan untuk indrustrialisasi; --
istimewa daerah yg mempunyai
aturan-aturan sendiri yg kadang -kadang menyimpang dr peraturan umum: ~ Yogyakarta (Aceh dsb);
-- kantong daerah-daerah kecil di
wilayah negara yg dikuasai oleh para pejuang kemerdekaan: Tentara Republik Indonesia melancarkan perang gerilya thd tentara pendudukan Belanda dr~; --
khatulistiwa bagian permukaan bumi di
sekitar garis khatulistiwa atau 23½º lintang utara dan23½º lintang selatan; --
khusus ibu kota (DKI) daerah
pemerintahan ibu kota yg tingkatnya disamakan dng propinsi (kepala daerahnya seorang gubernur);
-- kritis daerah penghasil sedimen yg
tererosi berat, yg membutuhkan pengelolaan khusus untuk menetapkan dan memelihara vegetasi serta menstabilisasi kondisi tanah; -- lampu
merah lingkungan tempat pelacuran; --
layak himpunan titik-titik yang
memenuhi persamaan kendala; lihat juga pemrograman matematis; -- larangan daerah di sekitar tapak kegiatan nuklir (reaktor, pengujian bom, dan sebagainya) tempat penghunian orang dan masuknya
orang ke sana dibatasi dan dikendalikan dengan ketat; juga disebut daerah eksklusi; -- mata air daerah-daerah yg mendapat air dr satu mata air;
-- minus daerah yg kurang memiliki sumber penghidupan bagi penduduknya; -- operasi daerah tempat melakukan suatu kegiatan; -- operasi militer daerah tempat berlangsungnya sasaran operasi militer; -- otonom daerah yg berdiri sendiri, mempunyai undang-undang dan peraturan sendiri yg khusus mengenai daerahnya dog tidak menyalahi undang-undang pemerintah pusat; -- otonomi
khusus daerah otonomi yg diberi
perlakuan khusus; -- pabean Ek daerah tempat dilakukan pemeriksaan thd barang yg masuk atau keluar suatu wilayah; --
pedalaman daerah yg terletak jauh dr
kota atau pantai;
-- penalti Olr bagian dr lapangan sepak
bola di muka gawang yg diberi berbatas, yg apabila di situ terjadi pelanggaran kesebelasan yg sedang mempertahankan gawangnya, dikenakan hukuman tendangan bebas ke arah gawang; --
pemekaran daerah atau wilayah yg
diproses untuk diperluas (diperlebar dsb)
— pendudukan daerah yg dirampas dan
diduduki (dikuasai) oleh tentara asing; --
penguburan n Fis lahan yang secara
khusus dipakai untuk membuang bahan radioaktif atau bahan tercemar; tanah uruknya berfungsi sebagai tamengan radiasi; — perbatasan daerah di sepanjang batas dua negara; -- provinsi daerah atau wilayah yg ada di bawah naungan gubernur;
-- rawan daerah yg tidak aman (tidak
tertib, berbahaya, genting, kemelut, dsb);
-- rendah isobar Met sistem isobar
tertutup yg pusatnya merupakan daerah yg selama selang waktu tertentu
mempunyai penurunan tekanan maksimum; -- resapan daerah atau wilayah tempat penampungan air untuk mencegah terjadinya banjir; -- seberang daerah luar jawa; -- seberang lautan daerah jaiahan; -- surplus daerah yg menghasilkan bahan makanan dan kebutuhan hidup lainnya lebih dr cukup, sehingga dapat menjual ke daerah lain; -- swadaya daerah yg mampu melaksanakan pembangunan daerahnya sendiri; -- swapraja daerah yg berpemerintahan sendiri tetapi berkekuasaan sangat terbatas, spt kesultanan; -- swasembada daerah yg dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, tidak bergantung kpd daerah lain; --
swatantra daerah otonom; -- tak bertuan daerah yg tidak dikuasai oleh
salah satu pemerintahan; -- takIuk daerah jajahan;-- tinggi isobar Met sistem isobar tertutup yg pusatnya merupakan daerah yg selama selang waktu tertentu mempunyai kenaikan tekanan maksimum; -- tingkat I propinsi; --
tingkat II kabupaten; -- tingkat III
kecamatan; - tropis daerah khatulistiwa
kedaerahan n 1 sifat-sifat sesuatu yg
berkaitan dng daerah; 2 sifat setempat (sedaerah)
dafnah ark n pohon yg selalu berwarna
hijau, tingginya 2 sampai 8 m, terdapat di Eropa Selatan, karangan daunnya biasa dipakai sbg tanda kehormatan bagi para olahragawan gelanggang Olympiade; Laurus nobilis; pohon salam
daftar n catatan sejumlah hal atau nama
-nama (tt kata-kata, -nama orang, barang, dsb) yg disusun berderet, dr atas ke bawah;
-- angka catatan atau deretan angka yg
disusun berderet dr atas ke bawah; --
pengarang dan penerbitnya; katalogus; --
berkala Kim susunan unsur kimia
berdasarkan nomor atomnya; unsur yang mempunyai sifat yang sama disusun dalam kolom tegak sedemikian rupa sehingga deretan tersebut menggambarkan tingkat sifat-sifatnya; tabel berskala; sistem periodik; -- darah
ark daftar kali-kalian; -- harga Ek daftar
mengenai harga satuan barang yg dianjurkan kpd pedagang eceran untuk dimuat dl satu daftar; -- hitam 1 daftar yg memuat nama (orang, perusahaan, negara); 2 Ek daftar yg memuat nama orang yg tidak disukai oleh suatu perusahaan krn dianggap membahayakan pencapaian tujuan perusahaan;
-- istilah kumpulan istilah yg dipakai
oleh suatu cabang ilmu yg tersusun menurut abjad dr atas ke bawah, biasanya disertai keterangan arti atau definisinya;
-- kali--kalian daftar hitungan kali--kalian
untuk dihafalkan oleh murid sekolah; --
kata kumpulan kata-kata yg disusun
menurut abjad dr atas ke bawah; --
logaritma Mat daftar eksponen pangkat
bilangan yg harus dipakai untuk memangkatkan bilangan dasar supaya beroleh bilangan tertentu;
mendaftar v mencatat atau memasukkan
dl daftar: ia ~ semua judul buku yg
diterima;
mendaftarkan v mencatatkan nama
untuk suatu maksud: para pelamar
dipersilakan ~ diri pd bagian sekretariat;
mencatatkan nama diri kpd suatu organisasi atau lembaga;
pendaftar orang yg mendaftar;
pendaftaran pencatatan nama, alamat,
dsb dl daftar; perihal mendaftar (mendaftarkan): ~ murid baru diadakan
pd bulan Desember
terdaftar sudah tercatat (tercanturn,
dimasukkan) dl daftar: para calon siswa
yg telah ~ namanya boleh mengikuti ujian saringan;
daga n, dagi ark berbagai perbuatan
menentang perintah;
mendaga v menentang perintah dsb; ~ arus menyongsong arus
1dagang n pekerjaan yg berhubungan dng menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan; jual-beli; niaga:
-- sapi ki permufakatan politik antara
partai-partai untuk memenuhi keinginan masing-masing; tawar-menawar dl pembentukan kabinet parlementer antara partai-partai polltik;
berdagang v berjual beli; berniaga; mendagangkan (memperdagangkan) v
menjualbelikan secara niaga (biasanya harga jual lebih mahal dp harga bell): di
pasar itu banyak orang ~ tekstil;
dagangan n barang-barang yg
diperjualbelikan (diperdagangkan): ~nya
sangat diminati wanita-wanita muda;
~ bersambut dagangan yg diambil dng
berhutang; dagangan yg diamanatkan;
pedagang n orang yg mencari nafkah
dng berdagang;
~ asongan pedagang yg menjajakan
rokok, permen dsb (di dl kereta api, di perempatan jalan, dsb); ~ besar orang yg berdagang secara besar -besaran (dng modal besar); ~ kecil orang yg berdagang secara kecil-kecilan (dng modal kecil); ~
keliling pedagang yg melakukan
penjualan barang dng cara berkeliling menggunakan kendaraan, kereta, gerobak, dsb ~ perantara pedagang yg menjualkan barang dr pedagang besar kpd pedagang kecil; ~ uang pedagang tt uang logam dan bahan uang logam msl logam mulia; ~ valuta asing pedagang
atau perusahaan yg melakukan usaha jual beli valuta asing
perdagangan perihal dagang; urusan
dagang; perniagaan
2dagang kl n orang dr negeri asing;
pengembara; orang asing: aku ini --
seorang; laki pulang kelaparan, -- lalu ditanakkan, pb orang lain ditolong, tetapi
keluarga sendiri disia-siakan;
-- melarat perantau yg hidup menderita
di negeri orang; -- piatu orang asing yg hidup seorang diri; -- santri santri yg hidup mengembara;
berdagang (diri) mengembara ke negeri
orang
3dagang, mendagang v memikul: ~
barang;
pendagang tongkat untuk memikul;
pikulan;
dagangan barang-barang yg dipikul dagel, mendagel v melucu (berjenaka,
melawak, dsb) untuk membuat orang tertawa;
dagelan n lawakan; pertunjukan jenaka pendagel n orang yg mendagel; pelawak dagi, mendagi v melawan (menentang)
perintah; mendaga; membangkang;
pendagi orang yg melawan (menentang)
perintah; pendaga; pembangkang
dagi tege Ekg n botak (sedikit) kecil dagi uwita Ekg n botak (banyak) besar daging n 1 gumpal (berkas) liat yg terdiri
dr urat-urat pd tubuh manusia atau binatang (di antara kulit dan tulang); 2 bagian tubuh binatang sembelihan yg dijadikan makanan: Ibu membeli -- sapi
di pasar; 3 ki tubuh manusia (sbg
imbangan jiwa atau batin); 4 bagian dr buah yg lunak di bawah kulit yg biasanya boleh dimakan: (bagai) duri dl --, pb sesuatu yg selalu menyakitkan hati atau mengganggu pikiran;
-- asap daging yg diasinkan dan disalai;
-- asin daging yg digarami dan dikeringkan; -- basah daging yg masih segar; -- darah ki anak kandung; kaum kerabat (keluarga); -- kain bahan-bahan yg akan ditenun menjadi kain; — kaleng daging olahan yg dikemas ke dl kaleng tertutup dng tujuan mengawetkan;--
kancing ujung daging yg keras dan liat;
-- tumbuh benjol pd tubuh yg dapat membesar; tumor;
berdaging 1 ada dagingnya; berisi
daging; 2 ki gemuk; kaya; dia tidak ~
lagi, ki sudah kurus benar; sudah jatuh
miskin;
mendaging 1 menjadi daging; 2 mulai
menyembuh (tt luka);
~ ayam sudah masak benar (tt durian); terdaging 1 sampai ke daging (tt
mengiris dsb); 2 ki sangat melukai hati;
sedaging seibu sebapa; saudara
sekandung: hamba tidak mau berperang
kalau harus membunuh saudara ~
dagu n 1 bagian muka di bawah mulut; 2
bagian suatu benda yg menyerupai dagu;
spt janggut pulang ke --, pb kena; pd
tempatnya;
-- keris ujung gagang keris; -- lentik
dagu yg melengkung ke luar
dahaga a berasa kering pd kerongkongan
dan ingin minum; haus: orang -- diberi
air, pb menolong orang yg kesusahan; untuk melepaskan rasa --, ia meminum the manis dingin satu gelas
dahak n lendir yg keluar dr kerongkongan
atau jalan pernapasan;
berdahak v 1 mengandung dahak; ada
dahaknya; 2 mengeluarkan dahak;
mendahak v mengeluarkan dahak;
berdahak
dahan n bagian batang pohon yg tumbuh
besar kayu besar --nya, pb makin banyak
pendapatan (uang) makin banyak pula yg dibelanjakan; -- pembaji batang, pb (orang yg) memakai harta benda tuannya;
berdahan mempunyai dahan; ada
dahannya;
mendahan v tumbuh dahan: pohon kecil
yg ditanam adik sudah mulai ~
dahanam n bunyi yg kuat; gelegar;
berdahanam v berbunyi kuat; bergelegar dahar v hor makan; santap
dahi n 1 bagian wajah di atas mata; bagian
kepala sebelah depan atas antara rambut dan alis; kening; 2 ki bagian benda sebelah depan yg dianggap sbg dahinya; -- kiliran taji, kl pb dahi yg Iicin; ---- sehari
bulan, kl pb dahi yg elok bentuknya; biar
-- berluluk asal tanduk mengena, pb biar bagaimanapun, asal maksud tercapai;
siapa pun jadi raja, tanganku ke -- juga, pb siapa pun yg berkuasa aku tetap
menghormatinya;
-- layar kayu yg dipasang pd tiang di
perahu untuk penguat
dahina kl n (siang) hari
dahlia n tumbuhan yg akarnya berbonggol
(berumbi), warna bunganya bermacam-macam; Dahlia pinnata
dahriah ark n orang-orang yg tidak
percaya akan adanya Tuhan
dahsyat a 1 mengerikan; hebat; amat
sangat: badai yg -- itu telah menelan
banyak korban; getaran ledakan itu sangat --; 2 kl menakutkan; hebat;
mendahsyat v tambah mengerikan;
menghebat; menjadi-jadi: wabah (kekacauan, pertempuran) itu ~;
mendahsyatkan v 1 menjadikan dahsyat;
membuat lebih dahsyat (hebat); memperdahsyat; memperhebat; 2 menyebabkan takut (cemas, ngeri, heran);
~ hati 1 menakut-nakuti hati; 2
mengagumkan hati;
memperdahsyat v menjadikan tambah
ngeri (cemas, hebat); memperhebat; mempersangat;
kedahsyatan n 1 kengerian; kehebatan;
kesangatan; 2 kl ketakutan; kebingungan (krn takut)
dahuk a terlampau menginginkan hak
orang lain (lebih buruk dp serakah atau tamak)
dahulu adv 1 (waktu) yg telah lalu; (masa)
lampau: masa -- berbeda dng masa
sekarang;2 lebih awal; paling depan: -- bajak dp jawi;
-- kala masa (zaman) yg sudah lampau;
zaman dahulu;
berdahulu-dahuluan (dahulu-mendahului) v berlomba-lomba berebut
dahulu: mereka ~ gedung pertunjukkan;
mendahului v 1 (berjalan, berangkat)
lebih dahulu dr: Ayah berangkat ~ kakak
berangkat ke kantor; 2 melampaui: tidak baik ~ kehendak Tuhan; 3 meninggal
dunia: nenek telah ~ kakek setahun yg
lalu; 4 cak menyalip: ia berlari ~ lawannya mengejar balik
mendahulukan v mengerjakan sesuatu
lebih dahulu dr yg lain: merupakan
tindakan yg sangat terpuji ~ kepentingan umum dp kepentingan pribadi;
terdahulu a paling dahulu; mula-mula:
akulah yg ~ bangun pagi ini;
pendahulu orang dsb yg mendahului:
Sumpah Pemuda kita warisi dr para ~ kita;
pendahuluan 1 sesuatu yg mula-mula
dilakukan; permulaan; 2 pembukaan atau kata pengantar dr sebuah pidato (karangan dsb): kata ~
dai n orang yg berdakwah; pendakwah daIalat Ar ark n kesesatan
daif a tidak berdaya; tidak kuasa; hina: sbg
insan yg -- kita harus selalu bertakwa kpd Tuhan
mendaifkan v memandang hina;
memandang lemah (tak berdaya, tak berguna, tak ada artinya);
kedaifan n kelemahan; kehinaan
daim Ar a tetap selama-lamanya;langgeng;
kekal; abadi; lestari: tidak ada hal pun yg
-- di dunia ini, kecuali kasih sayang Tuhan
daing n ikan atau daging yg dikeringkan daitia kl n Sas raksasa
dajal Ar n Ag 1 setan yg datang ke dunia
apabila kiamat sudah dekat (berupa raksasa besar); 2 ki penipu; pembohong; orang yg buruk (kelakuan)
daka(h) n kayu penopang papan lung (di
liang kubur)
dakak-dakak Mk n penganan khas
Minangkabau, dibuat dr tepung beras yg direndang, didinginkan, dituangi air panas, diaduk sampai dapat dibentuk dng cetakan yg berlubang-lubang kecil, rasanya gurih
dakar a 1 keras kepala; tetap tidak mau
menurut (mengalah, menyerah); tegar hati; 2 terlalu berani (tanpa perhitungan); nekat
1daki n kotoran yg melekat pd tubuh
terutama pd leher, lengan, dan kaki; sisa debu bercampur keringat: sehabis
berjalan jauh, ia mengusap -- yg melekat di tubuhnya
-- dunia ki uang; berdaki ada dakinya
2daki, mendaki v menaiki atau memanjat bukit (gunung, tebing, dsb): mereka
kelelahan setelah ~ gunung itu; 2
menanjak naik; meninggi: jalan ke desa
itu semakin jauh semakin ~; 3 meninggi
(tt matahari): matahari sudah semakin ~
terdaki v dapat dinaiki (didaki): gunung
setinggi itu masih ~ oleh anak-anak muda pencinta alam;
dakian n tanjakan;
pendaki n orang yg mendaki;
~ gunung orang yg berolah raga mendaki
gunung;
pendakian n 1 pemanjatan; perbuatan
mendaki; 2 (= dakian) tempat yg menanjak; tanjakan
dakocan n boneka mainan anak perempuan
terbuat dr karet dan seluruh tubuhnya diberi warna hitam, diberi anting-anting bulat dan besar
dakon Jw n (alat) permainan congklak dakriokista n kantong air mata
dakron n nama niaga serat tekstil polister daksina Skr kl n 1 selatan; 2 kanan
daktiIoskopi n penyidikan jari; metode
penyelidikan dng meneliti garis-garis rekaman ujung jari untuk dapat mengenal orang yg sedang dicari, dicurigai, atau diusut; pengetahuan khusus yg mempelajari gambar-gambar dan guratan-guratan jari tangan manusia
daktilo- bentuk terikat jari
daktilograf n ilmu yg mempelajari sidik
jari sbg alat untuk menentukan identifikasi
daktilografer n penyidik jari
daktilografi n pemeriksaan ilmiah thd sidik
jari untuk tujuan pengidentifikasian
daktilogram n sidik jari
daktilologi n cara berbahasa isyarat dng
jari
daktinomisin n Kim aktinomisin D;
antibiotika yang dihasilkan dari
Streptomyces, digunakan dalam
kedokteran; C62H86N12O16
daku pron aku; saya; diri saya
dakwa n 1 tuduhan; 2 tuntutan atau
pengaduan yg diajukan kpd hakim; 3 tuntutan atau gugatan yg diajukan oleh seseorang (instansi, lembaga, dsb) thd orang lain krn haknya telah dilanggar, dirugikan, dsb;
berdakwa v kl berperkara; sedang dl
perkara;
mendakwa v 1 menuduh; 2
menyampaikan tuduhan (mengajukan tuntutan) kpd hakim;
mendakwai v menuntut (hak dsb); mendakwakan (memperdakwakan) v
menuntut sesuatu (menuduhkan);
pendakwa n orang yg mendakwa
(menuntut, menuduh);
(pen)dakwaan n 1 pengaduan; tuntutan
perkara; 2 tuduhan
terdakwa n orang yg dituduh telah
melakukan tindak kejahatan dan cukup alasan untuk memeriksanya di persidangan;
dakwaan n tuntutan perkara, tuduhan dakwah n Isi 1 penyiaran; propaganda; 2
penyiaran agama di kalangan masyarakat dan pengembangannya; seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama;
berdakwah Isl v 1 mengajak
(menyerukan) untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran agama; 2 berkhotbah (memberi penerangan) tt agama: dai itu ~ melalui pembelajaran
koperasi
1dal n huruf yg kedelapan dl abjad Arab 2dal n Bot (pohon) kacang; kacang kayu,
Cajanus indicus
3Dal n nama tahun yg kelima dl daur kecil (windu)
dalal Ar ark n 1 pengantar jual beli;
makelar; pialang; 2 wakil penjual; agen;
3 potongan keuntungan untuk agen; 4
perantara dl penyelesaian pertikaian; 5 penunjuk jaIan
1dalalah Ar ark n 1 perempuan yg
memperhubungkan laki-laki dng perempuan dng mendapat uang jasa; 2 induk semang perempuan lacur; nenek kabayan; mak comblang; pinang muda;
muncikari; jaruman; barua; 3 penunjuk jalan wanita
2dalalah Ar ark n petunjuk yg benar
mengenai makna isi Quran
1dalam a 1 jauh ke bawah (dr permukaan); jauh masuk ke tengah (dr tepi): sumur itu
cukup --; 2 paham benar-benar (tt ilmu
pengetahuan dsb); 3 ki sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tt cinta, dendam, penderitaan, sakit hati): kasih
ibu kpd anaknya sangat --; 4
mengandung makna (maksud) yg sukar dipahami (tt perkataan): nasihat ini --
maknanya; 5 mengandung arti (maksud
tertentu): makna surat itu cukup --; 6 bagian yg di dalam, bukan bagian Iuar:
ketika pondok itu terbakar, kakak masih ada di --;
-- negeri keadaan negeri sendiri;
-- jaringan terhubung melalui jaringan komputer, internet, dsb
dalam-dalam a 1 banyak-banyak:
menganggukkan kepala ~; 2 ki jauh ke
lubuk hati (sehingga betul-betul dapat dihayatinya): petuah neneknya dihayati
se~nya, sehingga menjadi pegangan hidupnya;
berdalam-dalam v makin menjadi
dalam; makin menjadi-jadi: pertentangan
antar negara itu semakin~;
mendalam v 1 meresap (masuk) ke
dalam: pengaruh karya sastra itu ~ bagi
anak-anakny; 2 makin sangat; bertambah
parah (tt kemiskinan, penyakit):
penderitaan rakyat telah ~; masalahnyasemakin ~; 3 ki akrab (intim,
mesra) sekali: hubungan antara kedua
sahabat itu sangat ~; 4 luas sampai hal
yg sekecil-kecilnya: pengetahuan dl
bidang tarian cukup ~; 5 berurat-berakar
(tt kebencian, dendam): sakit hatinya
telah ~; 6 sungguh-sungguh; benar-benar: orang tuanya menyatakan harapan yg ~
agar pendidikannya selesai tepat waktu;
7 intensif: kursus itu dilaksanakan ~; 8
terperinci; matang: persoalan itu akan
dibicarakan secara~;
mendalami v meresapi; menyelami;
mempelajari (menelaah, menyelidiki) dalam-dalam: ia hendak ~ ilmu hukum di
Belanda; mahasiswa itu sedang ~ seni musik tradisional;
mendalamkan v menjadikan lebih
dalam: penduduk desa bermaksud ~
sungai itu;
memperdalam v 1 membuat menjadi
lebih dalam; menjadikan lebih dalam:
mereka berusaha ~ sumur itu sampai dua puluh meter; 2 ki menambah penguasaan
dan kemampuan: ia berusaha ~
pengetahuan yg telah dicapainya;
dalaman n isi perut (spt babat, usus,
paru-paru, hati);
pedalaman n 1 daerah yg letaknya jauh
dr pantai; 2 daerah terpencil yg letaknya jauh dr kota dan kurang berhubungan dng dunia luar: pd masa perang, rakyat
mengungsi ke ~;
pendalaman 1 hal (perbuatan dsb)
mendalamkan: ~ selokan dan parit untuk
mencegah bahaya banjir; 2 hal
(perbuatan dsb) mendalami: ~ thd ilmu
silat;
kedalaman n 1 jarak dr permukaan
sampai ke dasar; dalamnya; 2 ki kemampuan penguasaan (tt ilmu); 3 cak terlalu dalam; lebih dalam dp yg seharusnya;
~ kritis n Kim kedalaman suatu perairan
yang mempunyai energi spesifik per gram air (jumlah energi potensial dan energi kinetik satu gram air) minimum
~ salju Met jarak vertikal permukaan
salju sampai ke permukaan tanah di bawahnya
sedalam adv sama dl: kolam ikan di
rumahku tidak ~ kolam ikan di rumah temanku
sedalam-dalamnya adv 1
sungguh-sungguh: negara-negara lain turut
berduka cita ~ atas bencana itu; 2 sampai
yg paling dalam; sedalam mungkin:
sumur itu akan digali ~
2dalam p 1 di: cerpen ini sudah dimuat --
majalah remaja; 2 di dalam: ia adalah murid -- sekolah musik itu; 3 pada: Sumpah Pemuda diikrarkan -- tahun 1928; 4 pada waktu; pd saat; ketika: kejantanan dan keberanian sangat diperlukan menghadapi musuh; 5 selama:
-- waktu lima hari pertama ia hanya
sekali keluar rumah; 6 setiap: diberikan tiga kali -- sehari; 7 sedang mengalami
(menderita): pasien itu -- keadaan kritis;
8 tentang: -- hal itu, kita tidak bisa
berbuat apa-apa; 9 apabila; sekiranya: -- hal ketua tidak berada di tempat, sekretaris dapat bertindak atas namanya;
10 atas: bangsa itu terbagi suku-suku; 11
untuk: -- memenuhi kebutuhan hidup,
orang harus bekerja keras
3dalam kl n istana; rumah-rumah dl
lingkungan istana
dalang n 1 orang yg memainkan wayang
(kulit, golek, dll); 2 ki orang yg merencanakan atau memimpin suatu gerakan dng sembunyi-sembunyi;
mendalang v memainkan wayang;
mendalangi v 1 mengatur atau
memimpin suatu gerakan dng sembunyi-sembunyi: aksi mahasiswa tsb tentu ada
yg ~nya; 2 mendalangkan;
mendalangkan v memainkan atau
mempertunjukkan wayang;
pedalangan n 1 segala sesuatu yg
berkenaan dan berhubungan dng penuturan cerita dan pertunjukan wayang; 2 pengetahuan atau seni dalang
daldaru n Bot tumbuhan memanjat,
Psychotria sarmentosa
dalfin n ikan lumba-lumba; dolfin
dali-dali n Bot bayam badak, Strombosia
javanica
dalih n alasan (yg dicari-cari) untuk
membenarkan suatu perbuatan;
berdalih mengemukakan alasan (yg
dicari-cari) untuk menutupi perbuatan yg salah atau tercela: ia selalu ~ dng
mengatakan "tidak enak badan" setiap kali ia mendapat giliran untuk berjaga malam;
berdalih-dalihan v tuduh-menuduh;
saling menyalahkan untuk membenarkan diri masing-masing;
mendalihkan v memakai alasan yg
dicari-cari untuk menutupi kesalahannya
dalil n 1 keterangan yg dijadikan bukti atau
alasan suatu kebenaran (terutama berdasarkan kalimat-kalimat ayat Quran);
2 patokan-patokan dl matematika dsb:
salah satu -- segitiga sama sisi adalah bahwa ketiga sudutnya sama besar; 3
pendapat yg dikemukakan dan dipertahankan sbg suatu kebenaran: ia tak
dapat mempertahankan --nya yg dikemukakan pd rapat itu; 4 tanda;
penunjukan;
-- alhayat tanda hidup (surat yg
dikirimkan untuk memberi kabar);
berdalil 1 beralasan; berketerangan; 2
menafsirkan (Quran);
mendalilkan mengajukan dalil;
mempertahankan pendapat dng alasan-alasan: pihak oposisi ~ bantahannya
-- resonansi Met dalil yg menerangkan
besarnya amplitudo komponen semiharian surya dr pasang surut atmosfer sbg dasar resonansi dr isolasi gelombang atmosfer pd periode yg sama -- aqli dalil yg berdasarkan akal atau
rasio
dalu a 1 ranum; terlampau masak (tt
buah-buahan); 2 larut malam; jauh malam
daluang kl n kain atau kertas dr kulit pohon dalung n 1 dulang besar dibuat dr logam
(perak); 2 Jw lampu besar dibuat dr logam (tembaga) dipakai pd pertunjukan wayang kulit; blencong
daluwarsa a kedaluwarsa
1dam (dam-dam) n jenis permainan dng
keping-keping bulat dan papan bertapak catur
2dam n corak tapak catur (tt kain dsb) 3dam n bendungan; pengempang air terbuat
dr beton; tanggul
-- sabo dam yg berfungsi mengontrol
luncuran lahar dingin
4dam Ar n denda bagi orang-orang yg
melanggar salah satu hukum yg berkenaan dng ibadah haji: membayar --
100 real
damah Ar n tanda spt koma di atas huruf
Arab yg menyatakan bahwa huruf yg ada di bawahnya berbunyi u
damai a 1 tak ada perang; aman; tidak ada
kerusuhan: dl masa -- perindustrian maju
pesat; 2 tenteram; tenang: betapa -- hati kami; 3 keadaan tidak bermusuhan;
rukun: keluarga itu selalu hidup dng --;
pertikaian itu sudah diselesaikan secara --;
berdamai v 1 berbaik kembali; berhenti
bermusuhan: kedua kelompok yg bertikai
itu telah ~; 2 berunding untuk
menyelesaikan perselisihan: harga boleh ~;
mendamaikan 1 mengusahakan agar
kedua pihak berbaik kembaIi: guru sudah ~ pertikaian murid-murid; 2
merundingkan supaya ada persesuaian:
dia datang untuk ~ harga rumah itu dng kita; 3 menenangkan: tak ada orang yg bisa ~ hatiku kecuali aku sendiri;
memperdamaikan v menjadikan damai;
mendamaikan;
perdamaian n penghentian permusuhan
(perselisihan dsb); perihal damai (berdamai);
pendamai n orang atau pihak yg
mendamaikan;
kedamaian n keadaan damai; kehidupan yg
aman tenteram
damak n kawat (bambu dsb) yg ujungnya
ditajamkan dan pangkalnya diberi bergabus atau dibebat dng kapas dan digunakan sbg peluru sumpitan;
mendamak v 1 menyumpit dng
berpelurukan damak; 2 berduri (tt putik durian)
daman n Lay tali kelat pd perahu damang n kepala adat suku Dayak
1damar n 1 getah yg keras berasal dr bermacam-macam pohon, (banyak macamnya, spt -- batu, -- daging, -- hitam); 2 nama pepohonan (spt katup, -- latut, siput); 3 suluh (terutama terbuat dr damar); 4 lampu; pelita; 5 Kim sisa padat yang diperoleh dr terpentin kasar sesudah minyak terpentin habis tersuling (dng sifat: keras rapuh, tembus, sinar, tanpa rasa, berwarna kuning yang dapat digunakan untuk membuat sabun, pernis, cat, dsb dl industri farmasi)
-- batu damar yang keras; -- bunga benda spt karet, terapung di air, berwarna putih; -- daging damar yg merah; -- darah benda spt karet terapung di air, berwarna merah; -- kesturi bau-bauan yg harum; -- laut pohon, Parashorca stellata; -- mata kucing 1 damar yg gemerlap; 2 suluh yg memakai damar; 3 lampu; pelita;
berdamar v 1 memakai damar; 2 (= mendamar) mencari atau
mengumpulkan damar;
mendamari v menyuluhi; menerangi
pendamaran n 1 tempat mencari damar;
tempat yg banyak damarnya; 2 suluh dr damar
2damar n kemiri;
berdamar v bermain dng kemiri 1damas kl a habis uangnya krn boros 2damas n kain sutera, linen, atau bulu yang
berbunga-bunga dan berwarna
damat a riuh rendah; ramai sekali
1damba a sangat ingin; rindu: anak-anak
selalu -- kebahagiaan orang tuanya;
mendambakan v sangat menginginkan
(merindukan, menghendaki): kita ~
masyarakat adil dan makmur;
perdambaan n sesuatu yg didambakan;
keinginan
dambaan n sesuatu yg didambakan atau
diinginkan; keinginan yg kuat
2damba ark v, mendamba merebahkan diri pd; memeluk
3damba a diam, tidak bercakap-cakap krn kurang senang hatinya
dambin n 1 bunyi spt benda berat jatuh;
debuk; degum; 2 terlalu gemuk (besar) sehingga serba lambat;
berdambin v berbunyi spt benda berat
jatuh; berdebuk; berdegum
dambir ark n gelambir dambun Mk a dambin
damik v, mendamik v menampar;
menepuk; memukul dng telapak tangan:
dengan gemas ia ~ pantat anaknya yg masih bayi itu
damir a perasaan kemanusiaan yg sangat
halus dan dimiliki setiap orang berakal
dampak n 1 benturan; 2 pengaruh kuat yg
mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif); 3 Fis benturan yg cukup hebat dan terjadi dalam waktu yang singkat antara dua benda sehingga menyebabkan perubahan yg berarti dalam pusa (momentum) sistem yang mengalami benturan itu;
-- ekologis dampak lingkungan
-- lingkungan dampak yg timbul thd lingkungan
-- renjang n Fis dampak atau benturan
yang terjadi pada bidang yang renjang (tegak-lurus) terhadap lintasan zarah atau benda yang mengalami benturan itu
berdampak v 1 bertumbuk badan dl gelap; 2 mempunyai pengaruh yg kuat dan
mendatangkan akibat;
mendampak v melanggar; menumbuk;
membentur
dampal n telapak;
dampar, mendampar v hanyut pantai;
mengempas: ombak laut ~ pantai;
mendamparkan v 1 mengempaskan;
menghanyutkan dan mencampakan ke darat: gelombang besar ~ perahu itu ke
pantai; 2 melanggarkan (menabrakkan)
perahu (kapal) ke dasar laut (karang dsb)
terdampar v 1 hanyut dan tercampak ke
darat: seekor ikan lumba-lumba ~ di
pantai; 2 kandas; terlanggar pd dasar laut
(karang dsb): perahu itu ~ di muara
dampil, berdampil a rapat bersentuhan
(rapat bersandar atau sandar-menyandar):
Ida sering duduk ~ dng kekasihnya;
mendampilkan v merapatkan
(sandar-menyandar dsb): nelayan itu ~ perahunya
ke kapal besar yg sedang berlabuh
1damping a dekat; karib; rapat (tt
persaudaraan dsb): jauh di mata -- di
hati;
berdamping(an) 1 v berdekatan;
berhampiran: soal dan jawabnya ditulis
~; 2 bersama-sama (ada hidup): mereka hidup ~; 3 bahu-membahu;
didamping padukan v dipersandingkan:
kehalusan dan kekasaran ~
mendampingi v menemani; menyertai
dekat-dekat: dl suka dan duka sahabat yg
setia itu selalu ~ temannya;
mendampingkan v mendekatkan (dng);
menaruh dsb berdampingan;
kedampingan n ark keeratan; kerapatan;
kekariban
pendamping n (orang) yg mendampingi (dl
perundingan dsb)
2damping v bersilat ramai-ramai dng
membuat sebuah lingkaran (lingkungan) yg diiringi nyanyian
3damping a Ek penjualan barang dl jumlah besar di bawah harga pokok untuk menguasai pasar
dampingan n hasil mendampingi
dampit n anak kembar laki-laki dan
perempuan
damprat v, mendamprat v mencaci maki;
memaki-maki;
dampratan n caci maki; celaan keras
dampung v, berdampung-dampung
berdebar-debar
1dan p 1 kata yg menghubungkan dua kata:
aku-- dia bersahabat; 2 serta; lalu: ia melompat -- berlari terbirit-birit
2dan n Olr tingkat
dana n 1 uang yg disediakan untuk suatu
keperluan; 2 kl pemberian; hadiah; derma; 3 kl dermawan; pemurah hati; 4
Mat aset lain yang dapat diuangkan
dengan segera dan siap dipakai
-- asuransi diri Mat penyisihan dana
secara teratur, baik oleh perseorangan maupun perusahaan untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi
-- asuransi jiwa dana yg terbentuk dr hasil
akumulasi premi asuransi jiwa
-- bantuan dana (persediaan uang) untuk
membantu suatu usaha;
-- benaman Ek dana yg terakumulasi oleh
investasi periodik untuk keperluan khusus, spt penggantian peralatan penarikan kembali obligasi
-- cadangan Mat sejumlah uang yang
terduga atau untuk meraih peluang, seperti membeli saat barang sedang murah; sejumlah dana yang diperlukan (pada waktu yang ditentukan) oleh perusahaan asuransi untuk ditambahkan pada premi bersih di masa akan datang dan bunga untuk membayar semua klaim yang mungkin terjadi
-- cadangan premi jumlah cadangan yg harus disediakan untuk pembayaran klaim dan kewajiban lain; cadangan polis
-- federal dana pinjaman yg diberikan oleh
bank sentral kpd bank lainnya yg harus dikembalikan dng segera
-- global dana bersama dng investasi di
seluruh negara di dunia
-- kematian dana yg dipersiapkan untuk pembiayaan penguburan sbg salah satu maslahat polis asuransi
-- mengendap dana yg tidak ditarik oleh
nasabah dl waktu lama, merupakan sumber dana untuk pemberian pinjaman
-- nonbujeter n dana di luar anggaran;
dana taktis
-- pendidikan faktor yg diperhatikan untuk menentukan jumlah asuransi jiwa yg diberikan sehingga dana untuk pendidikan anak tersedia apabila pencari nafkah meninggal dini
-- penyesuaian dana yg disesuaikan
kembali
-- perwalian n dana yg dapat menyingkat
jalur sumber dana dr lapangan tanpa menghilangkan akuntabilitas
-- rehabilitasi dana yg digunakan untuk
pemulihan atau perbaikan
-- risiko dana yg dicadangkan untuk
menanggulangi timbulnya kerugian yg tidak terduga
-- siswa ark uang yg disediakan atau
dikumpulkan guna membiayai pelajar (mahasiswa) yg kurang mampu; beasiswa
-- taktis dana cadangan untuk keperluan
mendadak
-- talangan dana yg digunakan untuk
melakukan pembayaran terlebih dahulu -- tarik dana yg diperoleh dr hasil
penjualan obligasi baru untuk menarik obligasi lama
1danau n genangan air yg amat luas yg
dikelilingi daratan; telaga; tasik
-- eutropik Bio danau dng daur kandungan
zat hara yg cepat sehingga produktivitas biologinya juga tinggi
-- kayahara danau yg dl musim panas
mempunyai ciri mengandung sejumlah besar zat hara, bahan asal jasad dan fitoplankton yg berkembang pesat
-- musiman danau yg setiap tahun kering
ketika musim kering
-- oligotropik Bio danau yg derajat siklus
zat hara dan produktivitas biologinya rendah
-- terlingkung danau yg biasanya di
daerah gersang yg kehilangan airnya hanya melalui penguapan dan pembocoran
2danau Mk n, mendanau berbuat kurang
baik (dng perempuan induk semang dsb)
danawa kl n raksasa
danda kl n tongkat kekuasaan
1dandan v, mendandani v 1 mengenakan
pakaian dsb kpd; merias:~ pengantin; 2 memperlengkapi: ~ kapal sebelum berlayar; 3 memperbaiki; 4 merias
berdandan v berhias diri (dng
menggunakan pakaian, hiasan, dsb); bersolek; berhias: kalau sudah ~, ia
tampak lebih cantik dan anggun;
dandanan n 1 pakaian; hiasan (berupa
pakaian dsb); perlengkapan; 2 cara berdandan; cara berhias diri
2dandan n panggung tambahan pd geladak perahu (untuk berbagai-bagai maksud);