KAMUS
KAMUS
BAHASA INDONESIA
PUSAT BAHASA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
JAKARTA, 2008
499.213
KAM Kamus Bahasa Indonesia/Tim Penyusun k Kamus Pusat Bahasa.
Jakarta: Pusat Bahasa, 2008 xvi, 1826 hlm.; 21,5 cm ISBN 978-979-689-779-1
TIM REDAKSI
KAMUS BAHASA INDONESIA
Pemimpin Redaksi Dendy Sugono Penyelia Sugiyono Yeyen Maryani Redaksi Pelaksana Ketua
Meity Taqdir Qodratillah Anggota
Cormentyna Sitanggang, Menuk Hardaniwati Dora Amalia, Teguh Santoso, Adi Budiwiyanto
Azhari Dasman Darnis, Dewi Puspita
Pembantu Pelaksana Endang Supriatin, Dede Supriadi
Satu bahasa besar atau bahasa utama memiliki kamus, tata bahasa, dan uji bahasa yang standar. Kamus memuat khazanah kosakata bahasa yang dapat menjadi lambang atau indikator kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Demikian pula, bahasa Indonesia memiliki kekayaan kosakata yang memadai sebagai sarana pikir, ekspresi, dan komunikasi di berbagai bidang kehidupan. Kamus Bahasa Indonesia ini merupakan buku rujukan yang memuat khazanah kata bahasa Indonesia. Selain kosakata umum bahasa Indonesia, kamus ini memuat berbagai istilah dari bidang ilmu yang pasti akan sangat bermanfaat bagi pelajar dan mahasiswa.
Dibandingkan dengan kamus yang terbit sebelumnya, kamus ini telah mengalami penyempurnaan definisi atau penjelasan lema/sublemanya, penambahan makna (akibat perkembangan pemakaian bahasa), perbaikan penulisan latin untuk nama tumbuhan dan hewan, serta perubahan urutan susunan sublema. Semua itu dilakukan atas dasar masukan dari para pengguna kamus, baik melalui surat, pos-el, telepon, surat kabar/majalah maupun melalui forum atau pertemuan ilmiah. Sublema yang merupakan derivasi dari lema pokok disusun berdasarkan paradigma pembentukan kata, tidak lagi diurutkan berdasarkan abjad. Dengan demikian, sublema petinju ditampilkan di bawah sublema bertinju, sedangkan peninju di bawah meninju dan meninjukan, serta tinjuan yang merupakan hasil meninju diletakkan di bawah peninjuan (perbuatan meninju).
Dari segi isinya, kamus ini diperkaya istilah bidang ilmu fisika, kimia, matematika, dan biologi yang sudah sangat lazim digunakan. Definisi kata-kata itu diambil dari kamus istilah bidang ilmu yang dikembangkan oleh para pakar bersama Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Dengan memasukkan istilah-istilah itu, kamus ini dapat menjadi rujukan awal yang dapat digunakan oleh pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum untuk memahami konsep-konsep dasar keilmuan itu. Dengan demikian, sumbangan kamus ini bagi upaya pencerdasan bangsa akan lebih dapat dirasakan.
Untuk menghasilkan kamus seperti itu diperlukan semangat, ketekunan, dan kerja keras penyusun. Oleh karena itu, atas terbitnya kamus ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim penyusun dan semua pihak yang telah turut berperan dalam penulisan kamus ini. Selain itu saya memberikan ucapan terima kasih kepada Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional yang telah mengubah kamus ini ke format elektronik sehingga dapat disebarluaskan kepada masyarakat melalui layanan buku murah Departemen Pendidikan Nasional. Semoga penerbitan kamus ini dapat memberi manfaat besar bagi upaya pencerdasan bangsa menuju insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.
Jakarta, 28 Oktober 2008 Kepala Pusat Bahasa
Dendy Sugono Pemimpin Redaksi
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL PADA PENERBITAN
KAMUS BAHASA INDONESIA
Perkembangan bahasa mencerminkan perkembangan kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Perkembangan bahasa itu tampak pada perkembangan kosakata. Perkembangan kosakata bahasa Indonesia amatlah pesat pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 yang, antara lain, dipacu oleh perkembangan ilmu dan teknologi serta seni. Perkembangan kosakata itu dapat dilihat pada bertambahnya lema dalam kamus bahasa Indonesia dari satu edisi ke edisi berikutnya. Tanpa kita rasakan ternyata Kamus Besar Bahasa Indonesia telah 20 tahun berada di tengah-tengah masyarakat, baik di dalam maupun di luar negeri. Selama kurun waktu itu kamus tersebut telah mengalami perkembangan muatan lema dari 62.000 lema pada edisi pertama (1988) hingga 91.000 lema pada edisi keempat (2008). Hal itu menunjukkan bahwa kamus tersebut selalu memutakhirkan kandungan lemanya. Menurut catatan Pusat Bahasa, dari edisi pertama hingga edisi ketiga kamus itu mengalami cetak ulang hingga puluhan kali. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat memang memerlukan kamus tersebut sebagai sumber rujukan dalam dunia pendidikan ataupun dunia kerja.
Di samping pengguna, respons masyarakat terhadap kamus itu juga muncul dalam bentuk upaya penerbitan kamus serupa untuk keperluan bisnis. Beberapa kamus bahasa Indonesia bermunculan, bahkan beberapa di antaranya ada yang memanfaatkan kepopuleran Kamus Besar Bahasa Indonesia yang tampaknya sudah merebut hati masyarakat. Jika kamus yang bermunculan itu disusun dengan standar perkamusan yang memadai, peran masyarakat dalam menyediakan kamus bahasa Indonesia seperti itu dapat menjadi aspek positif bagi pengembangan dan pemasyarakatan bahasa Indonesia. Sebaliknya, kamus serupa itu akan menjadi aspek negatif apabila penyusunannya hanya memperhatikan aspek bisnis semata.
Kamus Bahasa Indonesia ini harus dipandang sebagai upaya pemutakhiran acuan kekayaan kosakata bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kamus ini menjadi sumber rujukan bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan daya ungkap pengguna bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis, terutama di kalangan insan pendidikan. Kamus ini menjadi pegangan utama pelajar dan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan berekspresi dan berkomunikasi lisan ataupun tulis. Demikian juga bagi peneliti, penulis, penerjemah, wartawan, dah masyarakat luas dapat memanfaatkan kamus ini demi meningkatkan pengetahuan dan wawasan bahasa Indonesia serta kemajuan peradaban
penyusun. Dalam semangat 100 tahun Kebangkitan Nasional bangsa Indonesia dan semangat 80 tahun Sumpah Pemuda, terbitnya Kamus Bahasa Indonesia yang disertai terbitnya Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa sungguh merupakan persembahan yang amat berharga bagi bangsa Indonesia. Semoga buku ini membawa manfaat untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Jakarta, 28 Oktober 2008 Menteri Pendidikan Nasional
Tim Redaksi v
Prakata vii
Sambutan Menteri Pendidikan Nasional ix
Daftar Isi xi
Petunjuk Pemakaian Kamus xiii
Lema KBI A—Z 1—1826
PETUNJUK PEMAKAIAN KAMUS
A. Ejaan
Ejaan yang digunakan di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini adalah
ejaan bahasa Indonesia yang didasarkan pada Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan
Istilah.
B. Bentuk Susunan Kamus
Susunan kada dasar (lema) dan kata turunan (sublema) Kamus Bahasa
Indonesia disusun seperti berikut.
1. Kata Dasar dan Kata Turunan
Kata dasar atau bentuk dasar yang menjadi dasar segala bentukan
kata diperlakukan sebagai lema atau entri, sedangkan bentuk derivasinya
(kata turunan, kata ulang, dan gabungan kata) diperlakukan sebagai
sublema atau subentri. Contoh: sabar adalah kata dasar dan kata
bersabar, menyabarkan, penyabar, dan kesabaran adalah bentuk
derivasinya. Dengan demikian, cara menyusunnya adalah sebagai
berikut.
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus
asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang;
tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;
bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl
menghadapi setiap masalah;
menyabarkan
v menenangkan perasaan (pikiran dsb);
menenteramkan hati: ia sedang ~temannya yg sedang gundah;
penyabar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak
lekas marah): orang yg ~ tidak cepat marah dl menangani setiap
tersabar a paling tenang (tidak mudah marah): ia merupakan
temanku yg ~di antara teman-temanku
2. Kata Ulang atau Bentuk Ulang
Kata ulang atau bentuk ulang di dalam Kamus Bahasa Indonesia ini
diatur atau disusun sebagai berikut.
a) Bentuk kata yang seolah-olah merupakan bentuk ulang, seperti
alap-alap, laba-laba, kupu-kupu diperlakukan sebagai lema.
b) Bentuk ulang seperti pontang-panting diperlakukan sebagai lema.
c) Kata ulang yang menunjukkan jamak dalam hal proses diperlakukan
sebagai sublema. Contoh:
bersaf-saf diletakkan sesudah saf
tersedeng-sedeng diletakkan sesudah sedeng
3. Gabungan Kata
a) Gabungan kata atau kelompok kata yang mempunyai derivasi
diper-lakukan sebagai lema. Contoh:
salah guna, menyalahgunakan v melakukan sesuatu tidak
sebagaimana mestinya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas yg
diberikan;
penyalahgunaan n proses, cara, perbuatan menyalahgunakan;
penyelewengan
b) Gabungan kata atau kelompok kata yang tidak berderivasi di
per-lakukan sbg sublema. Letaknya langsung di bawah lema yang
berkaitan dan disusun berderet ke samping secara berurutan menurut
abjad. Unsur pertama gabungan kata itu dicetak dengan tanda
hubung ganda (--) Contoh:
sagu n 1 pohon yg hati batangnya dapat dibuat tepung; 2 hati batang
pohon palem; 3 tepung (dr pati hati batang enau, rumbia, dsb);
-- belanda garut; Maranta arundinacea; -- betawi sagu belanda;
- tampin pati sagu yg dibungkus dng daun nipah;
c) Gabungan kata atau kelompok kata yang dibentuk dari kata turunan
atau sublema diperlakukan sebagai sublema dan diletakkan di
bawah kata turunan tersebut. Unsur pertama kata turunan itu dicetak
dengan tanda tilde (~). Contoh:
saji n ...;
menyajikan v ...;
tersaji v ...;
sajian n ...;
penyaji n ...;
-- makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan
ilmiah
C. Tanda Baca
1. Tanda Hubung (-)
a) Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh:
a) main-main
b) saban-saban
b) Tanda hubung dipakai di depan kata bilangan yang menunjukkan
tingkat atau urutan. Contoh:
ke-4
ke-7
ke-9
2. Tanda Hubung Ganda (--)
Tanda hubung ganda dipakai untuk menggantikan lema yamg terdapat
dalam contoh kalimat atau gabungan kata. Contoh:
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia
menjalankan usahanya;
3. Tilde (~)
Tilde dipakai untuk menggantikan sublema yang terdapat di dalam
contoh kalimat atau gabungan kata. Contoh:
sabar a ...;
bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~
dl menghadapi setiap masalah;
4. Cetak Miring
Huruf-huruf yang dicetak miring digunakan untuk menuliskan label
kelas kata, dan contoh pemakaian lema atau sublema dalam kalimat.
Contoh:
a) Label Kelas Kata
a (adjektiva), adv (adverbia), n (nomina), num (numeralia), p
(par-tikel), pron (pronomina), dan v (verba)
b) Kalimat contoh pemakaian lema dan sublema
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak
lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini
dihadapinya --; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu:
dng – ia menjalankan usahanya;
5. Cetak Tebal
piring n 1 perabot rumah tangga berbentuk bundar pipih
dan
sedikit cekung, terbuat dr porselen, beling, dsb, untuk
meletakkan nasi, lauk-pauk, dsb: -- yg dipakai untuk jamuan
malam sudah disiapkan;
...;
b. Huruf yang dicetak tebal menunjukkan angka untuk angka polisem
(kata yg memiliki lebih dari satu makna).
Contoh
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus
asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2 tenang;
tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan usahanya;
c. Huruf yg dicetak tebal menunjukkan gabungan kata.
Contoh:
saji n ...;
menyajikan v ...;
...
penyaji n ...;
-- makalah orang yg menyajikan makalah dl suatu pertemuan
ilmiah
6. Koma (,)
1) Tanda koma (,) dipakai untuk membatasi huruf kapital dan huruf
kecil pada lema pertama setiap abjad. Contoh:
a) D, d /dé/ n huruf ke-4 abjad Indonesia
b) G, g /gé/ n huruf ke-7 abjad Indonesia
2) Tanda koma dipakai untuk memisahkan lema beserta kelas kata
yang tidak diberi deskripsi dengan sublema. Contoh:
sensor /sénsor/ n pemeriksaan sesuatu spt berita, film, sebelum
disiarkan
7. Titik Koma (;)
1) Titik koma (;) dipakai untuk memisahkan bentuk-bentuk kata yang
bermakna sama atau hampir sama (sinonim) yang terdapat pada
penjelasan makna.
Contoh:
salah guna, menyalahgunakan
v melakukan sesuatu tidak
sebagaimana mestinya; menyelewengkan: jangan ~ fasilitas yg
diberikan;
penyalahgunaan
n
proses, cara, perbuatan menyalahgunakan;
penyelewengan
2) Titik koma (;) dipakai sebagai penanda akhir penjelasan makna
sebuah sublema yang masih belum merupakan bentuk derivasi
terakhir (penjelasan makna sublema yang merupakan bentuk
derivasi terakhir sebuah lema tidak diakhiri dengan tanda apa pun).
Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan
usahanya;
bersabar v bersikap tenang (tt pikiran, perasaan): kita harus ~ dl
menghadapi setiap masalah;
menyabarkan
v menenangkan perasaan (pikiran dsb);
menenteramkan hati: ia sedang ~temannya yg sedang gundah;
penyabar n orang yg bersikap tenang (tidak terburu nafsu dan tidak
lekas marah): orang yg ~ tidak cepat marah dl menangani setiap
tersabar a paling tenang (tidak mudah marah): ia merupakan temanku
yg ~di antara teman-temanku
8. Titik Dua (:)
Titik dua (:) dipakai sebagai pengganti kata misalnya di akhir
deskripsi dan sebelum contoh pemakaian.
Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan
usahanya;
9. Tanda Kurung ((...))
Tanda kurung ((...)) dipakai untuk menunjukkan bahwa kata atau
bagian kalimat yang terdapat di dalam penjelasan yang diapit oleh
tanda kurung itu merupakan keterangan penjelas bagi kata-kata atau
pernyataan yang terdapat di depannya.
Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan
usahanya;
10. Garis Miring (/.../)
Garis miring (/.../) dipakai untuk lafal kata yang mengandung unsur
bunyi /e/ atau /é/ agar tidak terjadi kesalahan di dalam melafalkan
kata.
Contoh:
sensor /sénsor/ n pemeriksaan sesuatu spt berita, film, sebelum
disiarkan
homonim yang homograf dan homofon. Tanda ini diletakkan di
depan kata lema yang memiliki bentuk homonim, setengah spasi ke
atas.
Contoh:
a)
1bisa a mampu; dapat: dia C berenang;
2
bisa n zat racun dr binatang (spt ular);
b)
1seri a tidak ada yg menang atau kalah: pertandingan sepak bola
itu berakhir ņ
2
seri n cahaya:
ņ wajahnya;
12. Angka Arab
Angka Arab bercetak tebal (1, 2, 3, ...) dipakai untuk menandai
makna polisemi (yaitu arti kesatu, arti kedua, arti ketiga, dan
seterusnya).
Contoh:
sabar a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas
putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: hidup ini dihadapinya --; 2
tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: dng – ia menjalankan
usahanya;
D. Label dan Singkatan Kata
1) Label Kelas Kata
n
nomina
v
verba
a
adjektiva
adv adverbia
num numeralia
p
partikel
pron pronomina
dng dengan
dp
daripada
dr
dari
dsb dan sebagainya
kpd kepada
krn karena
msl misalnya
pd
pada
sbg sebagai
spt seperti
thd terhadap
tt
tentang
yg
yang
1
B, b /bé/ n huruf ke-2 abjad Indonesia 2 b n may 3 b n berarti anak
Mus nada ke-7 dl skala C or
singkatan kata "bin" yg bab n 1 bagian isi buku, ada kalanya dibagi
atas pasal-pasal; 2 hal; tentang hal; masa-lah; 3 ark pintu; gapura
babad n riwayat; sejarah; tambo 1
babak n 1 bagian dr suatu lakon sandiwara dsb (terdiri dr beberapa adegan); 2 bagian dr suatu keseluruhan proses, kejadian, atau peristiwa; 3 Olr bagian permainan yg tertentu waktunya; ronde
-- kualifikasi babak penyisihan
pembabakan n 1 penggolongan menurut urutan jangka waktu atau peristiwa; periodisasi; 2 pembagian dl babak
2
babak a lecet (tt kulit);
-- belur lecet dan bengkak serta tampak biru lebam (krn dipukul dsb)
3
babak, membabak v menahan darah ke-luar
4
babak, babakan v kulit kayu yg dikubak dr batangnya
babakan n dusun yg baru babal n putik nangka; kebabal
baban, membaban v mengajar; mendidik babang, terbabang a terbuka lebar;
me-nganga (tt mulut, luka, dsb) 2
babar, membabar v membentang; me-ngembang;
membabarkan v 1 membentangkan; me-ngembangkan (layar, tikar, sayap); 2 memperkembangkan; meluaskan: mere-ka ~ paham baru itu ke desa-desa; 3 me-maparkan; menjelaskan; menguraikan: ia sudah ~ pendiriannya di depan sidang; terbabar v terbentang; terkembang me-rata; terpapar: cahaya emas perada ~ ke segenap penjuru;
pembabaran n proses, cara, perbuatan membabarkan; pembentangan; pemapa-ran
3
babar, membabar v mewarnai dng soga dsb (dl proses pembuatan kain batik); pembabaran v proses, cara, perbuatan membabar
4
babar a menjadi banyak; membiak 5
babar, kebabaran v kedapatan sedang melakukan kejahatan (mencuri, me-rampok, berzina, dsb); tertangkap basah babaran v melahirkan anak; bersalin terbabas v hanyut dan kehilangan arah (krn diserang ombak, angin ribut); ter-katung-katung: krn diserang badai, perahunya ~
babas, membabas v menghanyutkan; men-jadikan terkatung-katung: cita-citanya terlalu tinggi sehingga ~ dia ke alam khayal;
1
babat v tebas;
membabat v 1 menebas; merambah (po-hon-pohon, semak belukar, rerumputan, dsb); 2 ki menghabiskan; menyikat habis (makanan dsb); 3 Olr mengalahkan lawan-lawan (dl pertandingan);
membabati v 1 menebasi; menebangi; merambahi (tumbuhan, semak, rumput, dsb): mereka ~ semak belukar untuk membuka hutan; 2 Olr mengalahkan lawan satu demi satu (dl pertandingan): dl babak penyisihan Icuk Sugiarto telah ~ semua lawannya tanpa kesukaran; membabatkan v menebaskan: ia ~ pa-rangnya ke kanan kiri untuk merambah ranting-ranting agar mudah dilalui; pembabatan hal (perbuatan, cara) mem-babat (menebas, menebang); penebasan; penebangan: ~ hutan itu akan menyebab-kan erosi dan banjir
2
babat n 1 golongan yg sama jenisnya (ke-adaannya); 2 pasangan (jodoh dsb) yg seimbang atau setara;
sebabat n 1 sama jenisnya (rupanya, go-longannya); 2 setara; seimbang
3
babat n 1 perut besar pd binatang mema-mah biak (spt lembu, kerbau); 2 daging perut lembu, kerbau, dsb yg biasa di-makan: soto
--babe n 1 bapak; ayah; 2 panggilan akrab thd orang tua (pemuka, pemimpin) babi n binatang menyusui yg bermoncong
panjang, berkulit tebal, dan berbulu ka-sar,
-- merasa gulai, pb menyama-nyamai orang besar (kaya); kalau sorok lebih dahulu dp tokok, tidak mati —, pb kalau lagak atau bual yg didahulukan, maksud tidak akan tercapai;
-- alu tenuk; tapir; -- duyung ikan laut, rupanya spt babi; -- gajah babi alu; -- guling babi yg dipanggang secara utuh (tak dipotong-potong lebih dahulu) se-telah dikeluarkan isi perutnya dan diganti (diisi) dng bumbu; -- hutan babi yg liar; celeng; -- janggur babi hutan yg kecil dan berjanggut; -- kecap daging babi yg dimasak dng kecap tanpa diberi bumbu; -- rusa babi hutan yg bertaring panjang mencuat ke atas dan melengkung di atas moncongnya;
membabi v bertingkah laku spt babi; ~ buta ki melakukan sesuatu secara ne-kat, tidak peduli apa-apa lagi; merawak rambang: angkatan udara Israel menga-dakan serangan ~;
~ jalang ki berzinah; bermukah
babil ark a suka membantah; tidak menu-rut; keras kepala;
berbabil v berbantah; bertengkar; ber-cekcok;
perbabilan n perbantahan; pertengkaran; percekcokan
babit, membabitkan v melibatkan dl per-kara dsb;
terbabit v tersangkut (terlibat, terbawa-bawa) dl perkara dsb
bablas adv 1 terus; 2 ki lenyap (hi-lang): uangnya -- dilarikan orang; 3 ki mati: hati-hati makan obat tidur, jika kebanyakan
babon n 1 induk ayam; ayam betina; 2 induk; 3 Filol naskah asli
babu n perempuan yg bekerja sbg pem-bantu (pelayan)di rumah tangga orang; pembantu rumah tangga;
-- cuci babu yg pekerjaannya mencuci dan menyeterika pakaian; -- masak babu yg pekerjaannya me-masak makanan; memperbabu v memperlakukan sbg babu: ~ bini
babut n permadani
baca, membaca v 1 melihat serta mema-hami isi dr apa yg tertulis (dng me-lisankan atau hanya dl hati): jangan diganggu, ia sedang ~ buku; 2 mengeja atau melafalkan apa yg ter-tulis; 3 mengucapkan: ~ mantra; 4
mera-malkan; mengetahui: ia dapat ~ suratan tangan; 5 menduga; memperhitungkan; memahami: seorang pemain yg baik harus pandai ~ permainan lawan; ~ batin membaca dl hati;
~ bibir Psi mencoba mengerti pem-bicaraan lewat gerak bibir (terutama bagi para tunarungu); ~ dl hati membaca tanpa bersuara;
~ teknis membaca nyaring dng mem-perhatikan nada, dinamik, dan tempo; membacai v 1 membaca berkali-kali atau bermacam-macam buku; mempelajari; 2 menyindir-nyindir;
membacakan v 1 membaca nyaring untuk orang lain: setiap malam dia ~ cerita untuk anaknya; 2 mengucapkan (tt doa, mantra, dsb): dia disuruh ~doa dl acara itu
terbaca v 1 telah dibaca; 2 dapat dibaca; 3 ki dapat diramalkan atau diketahui (tt sesuatu yg tersirat di balik apa yg tersurat);
bacaan n 1 (buku dsb) untuk dibaca: bu-ku ~ untuk anak-anak; 2 hasil membaca: ~nya kurang lancar;
pembaca n 1 orang yg membaca; 2 orang yg gemar dan berbakat membacakan (puisi, cerita, dsb);
pembacaan n 1 proses, cara, perbuatan membaca
bacak a berbintit-bintit (tt bulu): ayam — 1
bacang ĺ embacang 2
bacang n penganan spt lontong dibuat dr beras (ketan) yg diisi daging
bacar a lancar dan banyak (tt berbicara, biasanya dl arti yg kurang baik); -- mulut suka berbicara (biasanya dl arti yg kurang baik)
bacek a basah; lunak krn mengandung air (tt tanaman dsb)
bacem, membacem v 1 merendam; 2 me-rebus (tempe, tahu, dsb) dng air garam, asam, gula, dsb; baceman sesuatu yg dibacem
bacin a berbau busuk (spt bau ludah, ikan busuk)
bacok, membacok v menikam atau mem-belah dng barang tajam yg dipukulkan keras-keras: perampok itu ~ dng parang yg sangat tajam
bacokan n hasil membacok
pembacokan n proses, cara, perbuatan membacok
bad ark n angin
1
badai n angin kencang yg menyertai cuaca buruk (yg datang dng tiba-tiba); topan: kampung nelayan itu hancur diserang —; berbadai v disertai badai: hujan lebat ~ melanda pulau itu;
membadai v 1 bertiup kencang (tt angin): angin ~ semalaman; 2 bagai-kan badai; menghebat: serangan yg ~ telah mengobrak-abrik pertahanan lawan; 3 kl terbang tinggi: ~ burung atas langit, merendah diharap jangan
2
badai kl, terbadai v 1 terbaring mene-lentang: telah lama Baginda ~ di peraduannya; 2 terdampar: terserampang: perahu itu ~ di muara
badak n binatang menyusui yg berkulit tebal dan bercula, Rhinoceros son-daicus;
-- makan anak, pb ayah membuang
anaknya krn takut akan binasa kebesaran-nya (pd raja-raja zaman dahulu); anak --dihambat-hambat, pb dng sengaja menca-ri bahaya;
-- air kuda nil; Hippopotamus amphibius; -- api badak yg buas dan ganas; -- babi badak yg termasuk bangsa tapir; -- bengkak badak yg bercula dua dan bertubuh kurang besar;
-- gajah badak besar bercula satu; -- kerbau badak bercula dua, tubuhnya tidak begitu besar; Rhinocerus sumat-ransis; -- raja badak gajah; -- sumbu badak gajah; -- tampung tenuk
badal n 1 orang yg melakukan ibadah haji untuk orang lain; 2 agen (perniagaan, perusahaan);
-- haji ibadah haji yg dilakukan oleh se-seorang untuk orang lain(spt orang yg sedang sakit atau yg sudah meninggal) 1
badam n 1 pohon kayu yg buahnya dapat diperas menjadi minyak; pohon ketapang, Terminalia catappa; 2 buah badam
2
badam n merah-merah pd kulit (tanda penyakit kusta); bunga badam
badan n 1 tubuh, jasad manusia keselu-ruhan; jasmani; raga; awak; 2 pokok tubuh manusia, tidak termasuk anggota dan kepala; 3 bagian utama dr suatu benda; 4 diri (sendiri); 5 sekumpulan orang yg merupakan kesatuan untuk rne-ngerjakan sesuatu;
hancur -- dikandung tanah, budi baik terkenang jua, pb budi bahasa yg baik tak akan dilupakan orang;
-- Adam tubuh yg dapat membusuk; tubuh manusia; -- hukum badan (per-kumpulan dsb) yg dl hukum diakui sbg subjek hukum (perseroan, yayasan, lembaga, dsb); -- legislatif badan(dewan) yg berkuasa membuat undang-undang; -- pekerja panitia yg mengurus pelaksana-an tugas sehari-hari dr suatu orgpelaksana-anisasi; -- penasihat panitia yg diangkat untuk memberikan nasihat tt suatu hal; — perwakilan dewan yg mewakili;
berbadan v mempunyai badan (tubuh); ada badannya;
~ dua ki hamil
badang n nyiru atau ayakan yg besar; -- jarang ki 1 orang yg pandai mengajar, tetapi tak pandai berbuat; 2 orang yg tak pandai menyimpan rahasia
badani a berhubungan dng badan; 1
badar n ikan kecil-kecil (spt teri); ikan sia; ikan sia-sia; Stolephorus spp;
berolah -- tertimbakan, pb mendapat keuntungan yg tidak disangka-sangka; melonjak —, melonjak gerundang, pb meniru-niru lagak (ca-ra hidup) orang besar atau orang kaya; kalau pandai menggulai, -- jadi tenggiri, pb kalau pandai meng-atur (menyusun dsb), barang yg kurang baik pun akan menjadi baik juga;
-- bara ikan badar yg besar; -- mersik ikan badar kering
2
badar kl a purnama (tt bulan); mukanya spt bulan -- waktu malam, ki sangat cantik
3
badar n batu hablur untuk permata cincin; -- sila kl kain putih yg halus
badari n ikan yg suka makan anaknya; badau ark n badari
bade n bade-bade tempat mendudukkan pengantin
badi kl n 1 pengaruh buruk (dr orang mati, binatang yg terbunuh, pohon keramat, dsb); 2 kelakuan yg luar biasa (mirip hewan dsb) yg diperoleh pd saat dila-hirkan: anak itu memiliki -- kuda; 3 Dok zat yg menularkan penyakit;
berbadi v mempunyai kelakuan yg seru-pa (dng); menyeruseru-pai: anak itu ~ seekor ular;
membadi v membaca mantra (guna-guna) untuk membinasakan orang lain 1
badik n pisau belati bermata satu; membadik n menikam dng badik 2
badik, membadik v menyerobot dan menyepak bola dr belakang lawan
3
badik, -- jagung putik jagung badminton n bulu tangkis
badong kl n 1 pelat perak atau emas penutup payudara atau kemaluan perem-puan; 2 semacam baju besi pelindung dada; 3 perlengkapan wayang yg ber-fungsi sbg sayap
badui n 1 bangsa pengembara di tanah Arab; 2 nama segolongan penduduk Sunda di Banten Selatan (Jawa Barat) yg masih ingin tetap mempertahankan adat-istiadatnya
1
badung n ikan laut, ada yg sangat besar 2
badung a nakal; bandel; susah diajar: jangan berkawan dng anak -- itu
badur n Bot tumbuhan talas, getahnya menyebabkan gatal apabila tersentuh kulit, sering menjadi makanan ular, Amorphophallus wariabilis
badut n pelawak, bodor (dl pertunjukan dsb);
membadut v 1 melawak; berbuat yg lucu-lucu; 2 menjadi badut
baftah kl n kain belacu yg halus
bagai 1 kl n jenis; macam: permata sembi lan —; 2 kl n sama; persamaan; banding:
tak ada —nya; 3 p seperti; laksana; -- kucing dng anjing, -- minyak dng air, ki tidak dapat hidup rukun; tidak dapat bersatu;
berbagai v 1 kl mempunyai persamaan; berbanding; bertara: budinya elok tiada ~ nya; 2 bermacam-macam; berjenis-jenis: ~ usaha telah dicoba, tetapi belum membuahkan hasil;
berbagai-bagai n bermacam-macam; berjenis-jenis;
bagaikan p seperti; laksana: wajahnya bulat bagaikan rembulan
membagaikan v memperolok-olokkan; menghinakan;
memperbagai-bagaikan v memperolok-olokkan; mengata-ngatai sekehendak hati sebagai n1 semacam (itu); serupa (itu): perabot rumah tangga ialah kursi, meja, lemari, dan ~ nya; 2 sepatutnya; sewajar-nya; semestinya: ia diperlakukan dng ~ nya; 3 seperti; seakan-akan; seolah-olah: kelakuannya ~ orang udik masuk kota; 4 jadi (menjadi): ia diangkat ~ gubernur; 5 berlaku spt; selaku: ~ orang tua, ia harus bertanggung jawab atas anak-anaknya; ~ kepala sekolah, ia tidak pantas berbuat demikian;
~ lagi lebih-lebih lagi; ~ pula demikian pula
bagaimana p 1 kata tanya menanyakan cara, hal, keadaan, dsb: -- cara menger-jakannya?; saya tidak mengerti -- hal itu bisa terjadi; -- keadaanmu sekarang?; sebagaimana psebagai halnya; spt yg telah dikatakan; sama halnya dng: ~ diramalkan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika, hari ini tidak hujan
bagak a 1 bangga; besar hati; 2 berani 1
bagal ark a 1 terlampau besar (kuat); 2 kasar
2
bagal ark n tangkai mayang (nyiur) 3
bagal n keledai; turunan kuda jantan dng keledai betina
4
bagal n tongkol jagung
bagan n 1 ark pangkalan; 2 kerangka ru-mah yg baru didirikan spt tiang, rusuk, kuda-kuda, bubungan; 3 tiang-tiang dan kayu palang pd para-para penjemur ikan dsb; 4 gambar rancangan; gambar denah; skema;
-- pengajaran rancangan pengajaran yg penting-penting
bagang n ikan laut yg hidup di perairan ka-rang tropis, ukuran panjang mencapai 20 cm, tersebar di perairan Pasifik Barat; Chelmon rostratus
bagar n gulai daging tidak bersantan; gulai bagar;
membagar v membakar; memasak 1
bagas a 1 tetap kuat (tt badan); 2 kuat dan kencang (tt angin)
2
bagas n sisa-sisa batang tebu setelah di-peras sarinya
bagasi n 1 barang-barang muatan (kereta api dsb); 2 para-para besi tempat mena-ruh barang (di sepeda dsb); 3 tempat khusus untuk barang-barang (di mobil, gerbong, dsb)
bagasosis n penyakit akibat menghirup de-bu ampas tede-bu yg menyebabkan gejala batuk dan sesak napas
1
bagat, berbagat v berbintik-bintik hitam di badan
2
bagat n enau yg tangkai buahnya dapat disadap untuk diambil niranya, Arenga pinnata
1
bagi p 1 untuk; buat: dipersembahkannya lagu yg indah -- ibunya; 2 akan (hal); tt (hal); menurut (pendapat): -- saya, hal itu tidak perlu diperdebatkan lagi al itu 2
bagi n sepenggal; pecahan dr sesuatu yg utuh;
membagi v 1 menceraikan (memecah-kan, memisah(memecah-kan, membelah) menjadi beberapa bagian: ia ~ tanah itu menjadi tiga bagian; 2 Mat menyederhanakan bilangan dng bilangan tertentu: pelajaran ~ dan mengalikan; 3 memecahkan se-suatu lalu memberikannya kpd pihak lain: ia telah ~ seluruh harta pusakanya untuk ketiga orang anaknya; 4 memberikan sebagian untuk orang lain: dia selalu ~ aku uang dr keuntungan yg diperolehnya; membagi-bagikan v memberikan (kpd banyak orang): Ibu ~ kue kpd anak-anak; terbagi v 1 sudah dibagi: sawahnya ~ tiga untuk diwariskan kpd ketiga anak-nya; 2 dapat dibagi: bilangan gasal ialah bilangan yg tak habis ~ dua;
pembagi n 1 yg membagi; 2 yg mem-bagikan; 3 Mat bilangan yg dipakai untuk membagi;
~ persekutuan terbesar bilangan terbe-sar yg menjadi pembagi dua bilangan atau lebih;
pembagian n 1 proses, cara, perbuatan membagi; membagikan: akan diadakan ~ beras kpd penduduk; 2 Mat hitungan membagi: anak-anak mendapat pelajaran ~ dng bilangan besar-besar;
kebagian v mendapat (memperoleh) bagian: yg datang belakangan tidak ~; sebagian n satu bagian;
~ besar yg terbanyak; ~ kecil yg paling sedikit
bagian n 1 hasil membagi: ruangan ini dibagi menjadi dua ~; 2 perolehan atau penerimaan (dr barang yg dibagi); yg diperuntukkan; jatah: Kita semua men-dapat ~ yg sama; 3 penggal (buku, cerita, dsb); jilid: ~ kedua buku ini akan segera terbit; 4 sesuatu (benda, alat, dsb) yg menjadi pelengkap: otak adalah ~ tubuh manusia yg paling penting; 5 cabang dr suatu pekerjaan (jawatan dsb): ia menjabat sbg kepala ~ tata usaha; 6 nasib (untung malang); peruntungan: telah menjadi ~ku hidup melarat begini; 8 seksi; bagian dr kesa-tuan (spt dr dewan, panitia) yg bertugas mengurus sesuatu: ~ dokumentasi;
baginda n gelar atau sebutan raja (artinya yg berbahagia dan mulia)
1
bagong ark a besar dan berat: perahu -- 2
bagong n babi hutan; celeng
bagor n barang tenun kasar dr daun rumbia 1
baguk n ikan muara atau payau tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; Arius arius 2
baguk n belinjo; Gnetum gnemon 3
baguk n ruang (petak-petak) dl buah-buahan (spt dl buah durian)
bagul ark, membagul v menggendong; mendukung
bagur a 1 lekas menjadi besar (gemuk) dan tinggi (tt manusia, binatang); 2 besar dan tingginya luar biasa
1
bagus a elok; baik sekali: permainannya -- sekali;
membaguskan v membuat supaya bagus; memperbagus v membuat supaya lebih bagus;
terbagus a paling bagus;
kebagusan n perihal bagus; keelokan; keindahan
1
bah n air yg meluap, mengalir deras, dan menggenangi sawah (perkam-pungan, kota, dsb); banjir; sedangkan -- kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang, pb sedangkan waktu berpencaharian tiada tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur;
-- betina banjir yg datang berikutnya; -- jantan banjir permulaan
2
bah p 1 kata seru yg menyatakan peno-lakan, rasa muak (jijik, jemu, dsb) biasa dipakai pd permulaan kalimat:--, lagi-lagi dia yg muncul; 2 kata seru yg menyatakan keintiman, biasa dipakai pd akhir kalimat: silakan duduk --!
bahadun kl a 1 gagah berani; bersifat pahlawan; perkasa; 2 bintang tanda kebe-ranian
bahadur kl n pahlawan; satria
bahaduri kl a bersifat pahlawan (satria); gagah berani
bahagi —> bagi
bahagia 1 a beruntung: dia sangat -- menyaksikan keberhasilan anaknya; 2 n keadaan atau perasaan senang tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan) berbahagia a bahagia;
membahagiakan v 1 menjadikan (mem-buat) bahagia: ia berusaha keras untuk ~ keluarganya; 2 mendatangkan rasa ba-hagia: kehadiran anak di tengah-tengah keluarganya sangat ~;
1
bahak, terbahak-bahak a nyaring dan keras atau keras-keras (tt tertawa): krn lucunya mereka tertawa ~
2
bahak n elang laut
bahala n bencana; kecelakaan
bahalan ark n bengkak bernanah pd selangkangan
1
baham, membaham v memakan (mema-mah dsb) dng mulut tertutup
2
baham ĺ geraham
1
bahan n 1 pecahan kayu (yg terbuang ke-tika menarah); tatal kayu;
membahan v 1 menarah atau merimbas (kayu); 2 membelah (kayu)
2
bahan n 1 barang yg akan dibuat menjadi barang yg lain; bakal; 2 (segala) sesuatu yg dapat dipakai atau (diperlukan) untuk tujuan tertentu spt untuk pedoman atau pegangan, untuk mengajar, memberi ceramah; 3 sesuatu yg menjadi sebab (pangkal) suatu sikap (perbuatan); 4 ba-rang apa yg akan di-pakai untuk bukti (keterangan, alasan, dsb);
-- bakar sesuatu yg dipakai untuk me-nimbulkan api (panas) spt minyak, batu bara; -- baku barang untuk diolah me-lalui proses produksi menjadi barang jadi; bahan kebutuhan pokok untuk membuat sesuatu; -- bangunan barang-barang yg merupakan bakal untuk membangun ru-mah atau gedung dsb; -- celana kain (cita dsb) untuk dibuat celana; bakal celana; -- diskusi bahan pembicaraan; -- makanan barang yg dapat dijadikan makanan spt beras, terigu, susu, ubi; -- mentah bahan-bahan yg belum diolah dan dapat diper-gunakan dl proses produksi; -- pakaian bakal pakaian; kain (cita) untuk dibuat pakaian; -- pelajaran sesuatu yg akan dipelajari oleh siswa; -- pe-ledak bahan yg dapat meledak atau menyebabkan meledak spt mesiu; -- pelumas Kim bahan yg digunakan untuk mengurangi gesekan antara permukaan yg bersen-tuhan; bahan untuk melumaskan atau membuat menjadi licin; -- pembicaraan bahan yg akan dibicarakan; pokok masa-lah yg akan didiskusikan; -- pemerik-saan bahan yg dapat dipakai untuk mem-bantu dl melakukan pemeriksaan (spt barang-barang bukti); -- pemikiran ba-han untuk dipikirkan atau
dipertimbang-kan; -- pengajaran bahan untuk meng-ajar (bagi guru); -- pertimbangan bahan pemikiran;
besar kayu besar —nya (kecil kayu kecil —nya), pb jika penghasilan besar pengeluaran pun besar pula;
1
bahana n 1 bunyi (suara) nyaring; 2 ku-mandang; gaung; gema; sipongang; 3 bunyi (suara) riuh rendah
berbahana 1 berbunyi; bersuara; 2 ki (dl syair) berkata; berperi; membahana ber-gaung; bergenia; berkumandang: alunan gamelan ~ sepanjang malam;
terbahana kl v terdengar; terkenal: ter-masyhurlah nama Dang Tuanku, ~ ke sana sini
2
bahana kl a terang; nyata 3
bahana ark p oleh karena
bahang n hawa panas yg terjadi krn (nyala api atau dr panas tubuh)
1
bahar n laut (kadang-kadang berarti: su-ngai besar, danau kecil)
2
bahar n ukuran panjang (dr jari kaki ke jari tangan yg dianjurkan ke atas)
bahara kl n 1 muatan; 2 ukuran berat (bobot) yg satuannya tidak tetap, ber-gantung kpd barang yg ditimbang 1
bahari kl a dahulu kala; kuna; tua sekali: zaman
--2
bahari kl a indah; elok sekali: duduk menyembah Sitti
--3
bahari ark n (mengenai) laut; bahri; kebaharian n segala sesuatu yg
berhu-bungan dng laut 1
baharu baru 2
baharu n ikan laut atau payau, hidup di dasar berlumpur, dan terumbu karang, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; baharu-baharu; Drepane punctata; 1
bahas, membahas v mempertemukan atau memasang papan dng memakai baji atau gandar
2
bahas n penyelidikan; pemeriksaan; kritik; berbahas v membicarakan dan memper-debatkan suatu masalah bersama-sama: kedua penyair itu ~ tt falsafah hidup; membahas 1 menyelidiki; mempelajari; membicarakan; memperdebatkan: DPR akan ~ rancangan undang-undang keba-hasaan; 2 kl mengeritik; membantahi: bukti-bukti sudah jelas dan tidak mungkin kita ~nya lagi;
bahasan n 1 sesuatu yg dibahas; 2 hasil membahas; 3 hal (cara) membahas (mengupas); kupasan;
pembahas n orang yg membahas;
pembahasan n proses, cara, perbuatan membahas; kupasan;
perbahasan n perdebatan; pertukaran pikiran; perbantahan (tt sesuatu masalah) 1
bahasa n 1 Ling sistem lambang bunyi berartikulasi yg bersifat sewenang-we-nang dan konvensional yg dipakai sbg alat komunikasi untuk mela-hirkan perasaan dan pikiran; 2 perkataan-per-kataan yg dipakai oleh suatu bangsa (suku bangsa, negara, daerah, dsb); 3 percakapan (perkataan) yg baik; sopan santun; tingkah laku yg baik;
-- menunjukkan bangsa, pb budi bahasa atau perangai serta tutur kata menun-jukkan sifat dan tabiat seseorang;
-- baku (ragam) bahasa yg menjadi pedoman pemakaian dng ditandai oleh kelengkapan bentuk kata dan struktur dl kalimat dng mengindahkan kaidah-kaidah tata bahasa;
-- buku (ragam) bahasa yg dipakai dl karangan-karangan (tertulis); -- daerah bahasa yg lazim dipakai dl suatu daerah; bahasa suku bangsa, spt -- Jawa, -- Sunda, -- Batak; -- dagang bahasa yg lazi dipakai dl dunia perdagangan; -- ibu bahasa yg pertama sekali dikuasai
sese-orang dan selalu dipakai dl berkomunika-si dng keluarga dan lingkungannya; -- lisan (ragam) bahasa yg dipakai secara lisan (lawan dr bahasa tulis); -- mati bahasa yg tidak dipakai lagi dl pemakaian sehari-hari, hanya terdapat dl bentuk tertulis, msl bahasa Sanskerta atau bahasa Jawa Kuno; -- nasional (ragam) bahasa yg dipakai oleh suatu bangsa dl suatu negara sbg alat komunikasi antar-warga yg sekaligus merupakan kebang-gaan nasional; -- pengantar bahasa yg dipakai untuk berkomunikasi dl perun-dingan, pemberian pelajaran di sekolah, dsb; -- percakapan (ragam) bahasa yg dipakai dl percakapan sehari-hari; -- persatuan bahasa yg diangkat dr salah satu bahasa daerah yg ada dl suatu negara diakui sbg bahasa perhubungan antarsuku bangsa yg berfungsi sbg pemersatu bangsa; -- resmi bahasa yg dipakai dl komunikasi resmi spt dl perundang-undangan, surat-menyurat, dinas, dsb, (dan tercantum dl undang-undang); -- sehari-hari (ragam) bahasa yg dipakai dl percakapan sehari-hari; -- standar bahasa baku; -- tulis bahasa baku;
berbahasa v 1 memakai (menggunakan) bahasa; 2 sopan; tahu adat;
membahasakan v 1 mengungkapkan dng perkataan; menuturkan; menyatakan: ia tidak mampu ~ kesedihan yg dialami-nya; 2 menyebutkan: ia ~ dirinya adik kepadanya; 3 menegur (menyilakan tamu dsb) dng hormat; menghormati: sekalian yg hadir ~ dia duduk di kursi yg paling depan;
perbahasa n perkataan atau kalimat tertentu yg mengandung maksud yg khas (kiasan); perbahasaan; peribahasa
kebahasaan n hal-hal mengenai bahasa; yg menyangkut bahasa: Bab XV UUD ’45
memuat penjelasan mengenai garis besar kebijaksanaan ~ kita
2
bahasa p bahwa; basa: dia menerangkan -- dia berasal dr keluarga baik--baik 3
bahasa a agak … sedikit: angin berhem-bus sepoi-sepoi --
bahasawan n 1 ahli bahasa; 2 Ling orang yg memiliki atau menguasai secara penuh suatu bahasa; penutur bahasa
bahaya n sesuatu yg (mungkin) menda-tangkan kecelakaan (bencana, keseng-saraan, kerugian, dsb): menempuh jalan yg tidak ada --nya;
-- api (kebakaran) sesuatu yg mungkin menimbulkan kebakaran; -- kelaparan sesuatu yg mendatangkan kelaparan; -- maut sesuatu yg menyebabkan mati atau mendatangkan kematian;
berbahaya v 1 ada bahayanya; menda-tangkan bahaya: narkotika adalah zat yg --; 2 terancam bahaya: ~ sekali keadaannya, lukanya sangat parah; membahayakan v 1 mengancam kesela-matan; mendatangkan bahaya (kpd): le-tusan gunung itu ~ daerah sekitarnya; 2 mempertaruhkan (nyawanya, kedu-dukannya): ia bersedia ~ kedudukannya demi keadilan
bahkan adv lebih-lebih; malahan: se-rangannya bukan berkurang -- lebih gencar
bahrulhayat n laut kehidupan bahtera kl n perahu; kapal;
-- hidup ki gelombang hidup; kehidupan 1
bahu n pundak (antara leher dan pangkal lengan);
mengangkat --, ki menyatakan tidak tahu (masa bodoh); memikul di --, menjunjung di kepala, pb mengerjakan sesuatu menurut aturan; tangan mencencang (memetik, menetak)-- memikul, pb siapa yg salah harus menanggung hukuman;
membahu v memikul; menyangga; me-nyongkong;
bahu-membahu v tolong-menolong; go-tong royong; saling membantu; bersama-sama (berjuang dsb); berjuang ~ meng-hadapi serangan musuh
2
bahu a banyak (sbg awalan);
-- guna berfaedah sekali; -- pada berkaki banyak
bahwa p 1 kata penghubung untuk me-nyatakan isi atau uraian kata atau kalimat yg di depan: ia mengira -- hari ini libur; 2 kata penghubung untuk mendahului kalimat yg menjadi pokok kalimat: -- ia seorang anggota DPR, memang benar bahwasanya p 1 bahwa; 2 sebenarnya;
sesungguhnya 1
baI n bola
baiat n Isl sumpah setia kpd imam (pemim-pin)
baiduri n batu permata yg berwarna (se-tengah intan) dan banyak macamnya; -- betul baiduri yg warnanya kelihatan (seakan-akan) berubah-ubah; -- bulan baiduri yg rupanya agak gelap; -- pandan baiduri yg hijau warnanya; -- sepah baiduri yg mempunyai ukiran akar atau kayu; -- yaman baiduri yg kuning warnanya
baik 1 a elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu –sekali; 2 a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; 3 a berguna; manjur (tt obat dsb): daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; 4 a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; 5 a sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): keadaan keuangannya sudah mulai --; 6 a selamat (tidak kurang suatu apa):
selama ini keadaan kami -- saja; 7 a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng —; 8 p (untuk menyatakan) entah … entah … -- di kota maupun di desa olah raga sepak bola dige-mari orang; 9 p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- Ayah; 10 n kebaikan; kebaikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang;
berbaik v 1 tidak bermusuhan (berteng-kar); berdamai; rukun: bangsa-bangsa Asean ~ dan beramah-tamah satu sama lain; 2 damai kembali; menjadi karib lagi; rukun kembali: baru saja anak-anak itu bertengkar, sudah ~ lagi;
berbaikan n tidak bermusuhan (ber-tengkar); berdamai; rukun: mereka selalu ~ dan beramah-ramahan;
berbaik-baikan v 1 saling bermaafan; bermaaf-maafan; 2 saling baik;
membaik v 1 menjadi baik: sejak dilan-carkannya operasi celurit keamanan kian ~; 2 mulai pulih (tt kesehatan, keadaan luka, dsb); semakin baik: kesehatannya mulai ~;
membaikkan v menjadikan baik; men-datangkan kebaikan (faedah, guna, dsb): sikap memanjakan yg berlebihan tidak akan ~ anak-anak;
memperbaiki v 1 membetulkan (kesa-lahan, kerusakan, dsb): ~ jembatan yg rusak; 2 menjadikan lebih baik (bagus, rapi, dsb): setiap orang wajib berusaha ~ nasibnya;
terbaik a paling baik: kain inilah yg ~ di antara kain-kain yg saya miliki;
perbaikan n 1 hasil memperbaiki; 2 keadaan menjadi baik; 3 perihal berbaik kembali;
pembaikan n proses,cara, perbuatan membaiki (membaikkan);
kebaikan n 1 sifat-sifat baik; perbuatan baik; 2 kegunaan;
sebaik a 1 sama baik: permainan yg mereka suguhkan pdi ma/am ini tidak ~ malam kemarin; 2 demi; serta; pd ketika: jendela-jendela ditutup ~ diterima kabar kematian Gandhi;
sebaiknya adv sepatutnya; sepantasnya: ~ Anda yg datang ke rumahnya;
sebaik-baiknya adv sebaik mungkin; dng sangat baik: kerjakanlah tugas itu ~ baik-baik 1 a tidak jahat; terhormat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: dia ingin agar anaknya kawin dng keturunan orang ~; 2 adv hari-hati: ~ di jalan; 3 adv dng sungguh-sungguh; dng kesungguhan hati: belajarlah ~ agar tidal menyesal nanti;
membaiki v berbuat (bersikap) baik kpd; memperlakukan dng selayaknya: ~ sesa-ma hidup;
bain ark a nyata
bainah ark n bukti yg nyata 1
bait n 1 sajak dua baris; 2 bagian yg sama (panjang dan iramanya) atau seukuran; berbait v 1 mengucapkan sajak dua ba-ris; bergurindam; berseloka: bayan ~, nuri berseloka; 2 bersajak dua baris; berbait-bait v terdiri dr bait-bait: soneta itu ~ yg jumlah barisnya ada 14 baris; pembaitan n proses, cara, perbuatan membagi atas bait-bait: salah satu hal yg penting dl penulisan puisi ialah ~
2
bait ark n rumah baitulharam n Kakbah
baitullah n rumah Allah (mesjid di Me-kah)
baitulmakmur n tempat yg dilalui Nabi Muhammad saw pd malam Isra dan Mikraj, yaitu tempat berkurnpulnya malaikat-malaikat
baitulmal n perbendaharaan
baitulmukaddas n 1 rumah yg disucikan (mesjid di Yerussalem); 2 kota Yerus-salem
baitulmukaddis n baitulmukaddas 1
baja n 1 logam yg keras; 2 ki sesuatu yg keras dan kuat (tt semangat, kemauan, dsb): berhati —;
berbaja v berlapis baja; bercampur baja; jika pisau tiada ~ , makin dikikir bertambah tumpul, pb anak yg dungu, makin diajar semakin bodoh;
membaja v menjadi spt baja kerasnya (kuatnya); mengeras spt baja: setiap patriot memiliki semangat juang yg ~; membajai v mengeraskan besi (pisau dsb) agar tidak mudah bengkok: baiklah kita ~ besi untuk pisau
2
baja n pupuk;
membajai v memberi pupuk: ~ tanah; ~ tanaman
3
baja n bahan penghitam gigi (dibuat dr minyak dicampur dng arang tempurung kelapa)
bajaj n kendaraan umum bermotor beroda tiga (untuk dua atau tiga penumpang, pengemudinya duduk di depan)
1
bajak n perkakas pertanian untuk meng-gemburkan dan membalikkan tanah; luku; tenggala; dahulu -- dp jawi, pb yg patut dahulu dikemudiankan dan sebalik-nya; tidak menurut aturan yg biasa; -- selalu di tanah yg lembut, pb yg selalu menderita ialah orang yg lemah; -- sudah terdorong ke bancah, pb sudah terlanjur (tidak dapat kembali); -- patah banting terambau, pb menderita kecelakaan bertimpa-timpa;
membajak v mengerjakan tanah dng bajak; menenggala; meluku: para petani ~ sawahnya
2
bajak, -- laut n penyamun di Iaut; perom-pak;
membajak 1 melakukan perompakan (di laut); merompak: bajak laut itu sering ~ kapal-kapal dagang yg lewat di Selat Malaka; 2 mengambil alih kapal terbang (kapal laut, bus, dsb) dng paksa dng maksud tertentu; 3 mengambil hak orang lain: banyak perusahaan kaset dan piringan hitam yg ~ lagu-lagu;
pembajak n yg melakukan pembajakan: ~ pesawat udara itu menyandera penum-pang dan pilotnya;
pembajakan n proses, cara, perbuatan membajak
bajan n 1 bejana; tempat spt kuali; 2 penggorengan; wajan
baju n pakaian penutup badan (banyak ragam dan namanya); -- indah dr balai, tiba di rumah menyarungkan, pb hu-kuman sudah diputuskan dan tak boleh dibanding lagi; bagai melulus -- sempit (bagai terbuang ke sisiran), pb seseorang yg merasa senang krn terlepas dr kesu-sahan; mencabik -- di dada, pb men-ceritakan aib (sendiri) kpd orang lain; mengukur -- di badan sendiri, pb menen-tukan baik buruknya sesuatu menurut perasaan diri sendiri;
bajang n hantu yg berkuku panjang, suka mengganggu anak-anak dan wanita hamil bajang-bajang n rumput yg buahnya mu-dah melekat pd pakaian, Andropogon aciculatus
1
bajau n 1 sebutan bagi orang laut yg ting-gal di pantai Sulawesi Barat dan Kali-mantan Timur pd zaman dahulu, yg terkenal sbg bajak laut; 2 rakyat; -- laut rakyat laut
2
bajau kI, membajau v memukul
baji n 1 ruyung (kayu, besi) tajam untuk membelah kayu; 2 pasak untuk merapat-kan atau menjejal sesuatu yg renggang; bersua -- dng matan, pb keras (berani, kuat) lawan keras (berani, kuat); -- dahan membelah dahan, pb memboroskan harta tuannya;
-- kuku pangkal kuku yg putih warnanya; membaji v 1 membelah atau mereng-gangkan dng baji; 2 merapatkan (me-nguatkan) dng baji
baji-baji n ikan laut yg panjang, Platy-cephalus indicus
bajigur n minuman yg dibuat dr campuran air santan, gula aren, dan kadang-kadang ditambah panili atau daun pandan
bajik, kebajikan n sesuatu yg mendatang-kan kebaimendatang-kan (keselamatan, keuntungan, dsb); kebaikan; perbuatan baik: kita wajib berbuat ~ kpd sesama manusia
bajing n tupai; Sciurus; bajingan n penjahat; pencopet
-- besi baju yg terbuat dr besi dipakai dl peperangan; -- bodo pakaian adat wanita Bugis-Makasar; -- dl baju yg dipakai di bagian dl (tertutup oleh baju yg lain); anak baju; -- hujan baju panjang dr plas tik atau bahan lain, penutup tubuh supaya jangan kena air hujan; -- jas baju laki- laki potongan Barat (biasanya satu setel dng celananya); -- kaos baju yg terbuat di bahan kaos; -- kurung baju panjang wanita (sampai lutut) yg bagian depan (dadanya) ada yg dibelah dan ada pula yg tidak; -- malam baju yg khusus dipakai pd malam hari (untuk menghadiri pesta dsb); -- mandi baju yg khusus dipakai Untuk mandi di pemandian; baju renang; -- monyet baju yg bersambung dng celana (untuk anak-anak); -- panas baju yg dipakai untuk memanaskan badan atau untuk penahan hawa dingin, terbuat dr kain tebal, kain hula atau wol; -- renang baju yg khusus untuk mandi di kolam renang atau pemandian; -- teluk belanga
baju potongan Melayu, spt baju kurung untuk orang laki-laki;
berbaju v memakai baju;
membajui v mengenakan baju kepada: Ia sedang ~ bonekanya
bajul n 1 buaya; 2 ki penjahat; pencari; pencopet;
membajul v menjadi bajul (penjahat, pencuri, pencopet, pengganggu atau penggoda perempuan)
1
bak p bagaikan: kedua anak muda itu wajahnya mirip, -- pinang dibelah dua 2
bak n 1 kotak besar (tempat sampah, air, dsb); 2 kolam tempat air di kamar mandi 3
bak n tinta cina (hitam warnanya) 4
bak n bunyi tamparan (pukulan dsb); debak
1
baka a abadi; kekal; tidak berubah selama-lamanya; negeri (alam) yg --, ki akhirat 2
baka n 1 keluarga yg menurunkan; 2 asal keturunan
bakaIaureat /bakalauréat/ n gelar pertama (terendah) yg diberikan oleh perguruan tinggi; sarjana muda
bakal 1 n yg akan dijadikan (dibuat); 2 n yg akan menjadi; calon; 3 n barang bahan; 4 p akan; 5 p untuk; buat;
-- buah Biobagian bunga yg akan menjadi buah;
membakal v membuat(kan) rancangan; pembakalan n proses, cara, perbuatan membakal: pembangunan pelabuhan itu rnasih dl taraf ~
bakam n batu permata (mirip batu delima) bakap n ikan laut, Ophiocephalus
bakar, membakar v 1 menghanguskan (menyalakan, merusakkan) dng api: ~ kayu; 2 memanggang (memanaskan) su-paya masak: ~ sate; 3 membuat sesuatu dng memanggangnya (memanaskannya) dng api: ~ bata; 4 ki memanaskan; meradangkan: ~ hati; ~ perasaan; 5 ki
membuat supaya berapi-api; mengobar-kan (tt semangat): ~ semangat per-juangan pemuda;
membakarkan v membakar untuk (orang lain): Paman ~ kita jagung
terbakar v 1 sudah atau sedang berko-bar; 2 habis dimakan api;
pembakar n 1 yg membakar; 2 alat untuk membakar;
pembakaran n 1 proses, cara, perbuatan membakar; 2 tempat membakar (bata, genteng, kapur, dsb):
kebakaran n 1 peristiwa terbakarnya sesuatu (rumah, hutan, dsb); 2 bahaya api;
~ janggut ki bingung tidak keruan bakarat ark n 1 gadis atau data; 2
kema-luan gadis
bakat n 1 bekas; kesan; tanda-tanda (luka dsb); 2 alamat (tanda-tanda bahwa se-suatu akan terjadi); 3 dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yg dibawa dr lahir;
-- ombak bagian (puncak) ombak yg ber-buih; kepala ombak;
-- penyakit Dok tanda-tanda penyakit; -- berbakat v 1 berbekas; ada bekasnya; 2 berpembawaan; mempunyai dasar ke-pandaian yg dibawa dr lahir: ia ~ dagang; anak itu ~ melukis;
membakat v 1 meninggalkan bakat (ke-san, bekas): jejaknya masih ~ tanda ia masih belum lama pergi; 2 memberi alamat akan; menandakan (akan)
bakau n pohon yg tumbuh di sepanjang pantai, kulit batangnya dapat digunakan untuk menyamak kulit
1
bakda adv sesudah: -- magrib 2
bakda n permulaan
bakdahu p sesudahnya; sesudah itu bakdu adv kemudian; amabakdu bakdul n tali kalung kuda
bakelit n bahan terbuat dr damar buatan bakh ark a untung; bahagia
bakhil kl a kikir; lokek; pelit 1
baki ndulang kecil tak berkaki; talam; nampan
2
baki a kekal; abadi; baka: Tuhan yg --3
baki n kelebihan (uang dsb); sisa 4
baki a berhenti mengandung krn sudah tua; tiada dapat beranak lagi krn tua bakiak n terompah kayu
1
bakik n tanaman merambat, Piper chaba 2
bakik n burung kedidi yg biasa hidup di pantai
1
bakir n susu atau santan yg sudah basi 2
bakir a 1 kaya; berada; 2 pandai; kaya (akan pengetahuan)
bakmi n makanan yg bahannya dr tepung (terigu dsb), bentuknya panjang-panjang spt tali
bako n sekalian keluarga dr pihak ayah; sbg di rumah induk —, ki merasa senang dan aman
bakpao n kue pt roti terbuat dr terigu dng isi daging atau kacang hijau
bakpia n kue agak kering terbuat dr terigu berisi kacang hijau
baksis Ar n upah; persen: khadam-khadam sering memperoleh -- dr para jemaah haji
bakso n makanan terbuat dr daging, udang, ikan yg dicincang dan dilumatkan ber-sama tepung kanji, biasanya bulat-bulat bakteri /baktéri/ n makhluk hidup terkecil
bersel tunggal, dapat berkembang biak dng sangat cepat dng cara membelah diri, ada yg berbahaya ada yg tidak, dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyaki)
-- pembusuk bakteri yg menyebabkan sesuatu (daun-daunan, makanan, dsb) menjadi busuk
bakterin/ baktérin/ n vaksin bakteri (yg su-dah dilemahkan racunnya) untuk meng-hasilkan kekebalan dng jalan merangsang pembentukan antitoksin dl tubuh
bakteriofaga /baktériofaga/ n Bio virus yg biasa menyerang bakteri dan dapat me-nyebabkan hancurnya bakteri tsb
bakteriolisis /baktériolisis/ n Kim pem-basmian bakteri (benih penyakit) melalui proses pelarutan, umumnya sbg hasil reaksi bakteri atau zat biokimia
bakteriologi /baktériologi/ n ilmu yg mem-pelajari berbagai segi yg menyangkut bakteri
bakteriosida/ baktériosida/ n Kim bahan kimia yg mampu membunuh atau meng-hambat pertumbuhan bakteri
bakteriosidin /baktériosidin/ n Kim Dok zat-zat yg larut dl getah-getah tubuh yg mampu rnembunuh bakteri
bakti v 1 tunduk dan hormat: -- seorang anak kpd orang luanya; 2 setia; mem-perhambakan diri:
berbakti v 1 berbuat bakti (kpd); setia (kpd): ~ kpd Tuhan Yang Maha Esa dng jalan melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya
membaktikan v 1 menghambakan; menggunakan segenap tenaga untuk ber-bakti (kpd): beri kesempatan kpd mereka agar dapat ~ ilmunya kpd masyarakat; 2 memberikan sesuatu sbg tanda bakti: demi perjuangan bangsanya, orang tidak segan-segan ~ harta bendanya bahkan nyawanya;
pembaktian n proses, cara, perbuatan membaktikan
kebaktian n 1 rasa tunduk dan khidmat; kesetiaan; perbuatan (pekerjaan) bakti; 2 perbuatan baik (menurut agama); ibadat; 3 Kris upacara agama dl gereja (berdoa, bernyanyi)
1
baku a 1 yg menjadi pokok; yg sebe-nar-nya: beras merupakan bahan makanan -- bagi rakyat Indonesia; 2 yg dipakai sbg dasar ukuran (nilai, harga, dsb); standar; -- emas pernilaian berdasarkan emas; membakukan v menjadikan baku (stan-dar): ~ istilah dl segala bidang;
pembakuan n perihal (cara) membaku-kan; hal menjadikan baku (standar): salah satu tujuan politik bahasa nasional ialah ~ bahasa Indonesia
2
baku p saling;
-- hantam saling menghantam; berkelahi; -- pukul saling memukul; -- tembak saling menembak; tembak-menembak; 1
bakul n nama tempat nasi dsb yg dianyam dr bambu;
-- bermain bakul yg digantungkan untuk tempat menyimpan barang-barang 2
bakul n (perempuan) pedagang kecil; bakung n Bot bawang besar yg bunganya
berwarna putih, Crinun asiaticum
bakup a tampak tebal atau cembung (krn bengkak): matanya -- sehabis menangis; bakwan n penganan terbuat dr jagung
muda yg dihaluskan, dicampur dng tahu atau udang kemudian diadon bersama tepung terigu dan digoreng
bal num satuan ukuran jumlah; bandela; karung (tt beras dsb)
1
bala n pasukan; prajurit;
-- bantuan pasukan yg didatangkan untuk rnembantu; -- tentara segenap pasukan prajurit beserta alat sen-jatanya; berbala-bala v hampir menjadi ber-musuhan (berkelahi)
2
bala kl n bencana; kecelakaan; mala-pe-taka; kemalangan; -- lalu dibawa singgah, pb sengaja mencari kesusahan (kecelakaan);
-- bencana malapetaka; kesengsaraan
balabad ark n 1 atas angin; 2 angin darat; angin pegunungan
balad ark n negeri; kota
balada n Sas sajak sederhana tt suatu kisah cerita rakyat yg mengharukan, kadang-kadang dinyanyikan, kadang-kadang-kadang-kadang be-rupa dialog
balah, berbalah v berbantah; berteng-kar: suami istri yg tidak rukun itu selalu ~; membalah v membantah: tidak baik selalu ~ nasihat orang tua;
perbalahan n perbantahan; pertengkaran balai n gedung; rumah (umum); kantor;
2 kI rumah (dl lingkungan istana); 3 pekan;
-- agung 1 balai kota; 2 balai besar; -- angin balai peranginan; -- apit balai tengah; -- besar kl rumah besar tempat raja dihadap; -- dagang kan-tor tempat mengurus atau memajukan perdagangan (antarnegara); -- desa bangunan kepunya-an desa tempat bekerja dkepunya-an berkumpul pamong desa dan warganya; -- gading balai yg letaknya di kiri kanan pintu gerbang istana; -- gendang kl rumah tempat beduk (tabuh);
-- kesehatan klinik (rumah tempat berobat); balai pengobatan; -- kota gedung kotapraja tempat pertemuan antara penduduk dan pemerintah kota, rapat-rapat, dsb;
-- lelang kantor tempat lelang dilaksanakan; -- pengobatan balai kese-hatan; -- peranginan kl rumah tempat beristirahat (bersenang-se-nang meng-hirup udara segar); -- pertemuan gedung tempat berapat, mengadakan resepsi pernikahan, dsb; -- prajurit rumah tempat anggota tentara menghiburkan diri; -- sidang bangunan besar tempat bersidang para anggota MPR, DPR, dsb;