• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan.

Pada awal perkembangan Industri gula di Indonesia atau di Sumatera, tebu yang ditanami oleh petani Indonesia yang dipaksa oleh pemerintahan Belanda, jadi pemerintahanlah yang merupakan pemasokan utama tebu yang dibutuhkan pabrik gula bukan dari kalangan masyarakat. Pada Tahun 1891 tanam paksa dihapus oleh pemerintah Indonesia dan pihak pabrik gula memberikan kepada masyarakat untuk menenam tebu dilahan yang disewa para petani sebagai mata pencariannya sehari-hari.

Kristal gula yang dihasilkan pabrik pada umumnya terdiri dari berbagi jenis, sesuai dengan permintaan pemasaran. Pada tanggal 1 Januari 1959 seluruh perusahaan Perkebunan Belanda yang terdiri dari 34 Perkebunan diubah menjadi Perkebunan Negara baru, cabang Sumatera Utara yang melakukan pengembangan dengan mengubah kebun menjadi 39 Perkebunan dengan luas area 101.633 Ha.

Berdasarkan peraturan Pemerintah tanggal 1 Juni 1961 Perkebunan Negara Baru diubah menjadi Perusahaan Negara Perkebunan IX yang terdiri dari 23 Perkebunan dengan luas area 58.319.75 Ha.

Setelah melakukan penelitian maka dapat memenuhi ketentuan-ketentuan unit dialihkan menjadi Perusahaan Perseroan, sehingga pada tanggal 1 April 1974

(2)

April 1994 diubah lagi menjadi PTP. Nusantara II di Semayang. Pada Tahun 1997 didirikan Pabrik Gula Kwala Madu Karena begitu luas perkebunan tebu di Sumatera Utara dari daerah Semayang sampai pada daerah kwala Madu, Maka PTP.Nusantara II dibagi menjadi 2 yaitu Pabrik Gula di Semayang dan di Pabrik Gula Kwala Madu.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

Pabrik Gula Kwala Madu merupakan Industri manufaktur yang memproduksi gula. PTP. Nusantara II Kwala Madu merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Industri pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Bahan baku utama pembuatan gula adalah tebu yang tidak jauh dari pabrik, sedangkan bahan tambahan untuk pembuatan gula adalah air, susu kapur, Gas belerang, fluclonat, dan asam phospat

PTP. Nusantara II Pabrik Gula Kwala Madu hanya memproduksi gula dan ada pun tebu yang di olah menjadi gula ada yang tidak terbentuk kristal gula atau disebut dengan Tetes yang dapat dimanfaatkan untuk dijual kepada pabrik pembuatan kecap, sehingga kristal gula yang tidak terbentuk tidak terbuang. Produk gula yang dihasilkan hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri saja, khususnya didaerah Pulau Sumatera.

(3)

2.3. Lokasi Perusahaan

Lokasi Pabrik Gula Kwala Madu berada di Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, kira-kira 36 km dari kota Medan. Lokasi ini jauh dari keramaian penduduk dan cukup dekat dengan lokasi bahan baku yaitu Perkebunan tebu yang berada disekitar pabrik.

2.4. Daerah Pemasaran

Sistem pemasaran gula pada PT.Perkebunan Nusantara II Pabrik Gula Kwala Madu dimulai dari proses pemesanan yang diterima oleh pihak perusahaan melalui bagian pemasaran, sehingga bagian pemasaran akan akan memberitahukan pesanan kepabrik untuk diproses. Pabrik akan memproses gula sesuai dengan pesanan yang diterima dari bagian pemasaran. Pesanan akan diambil oleh konsumen kepabrik yang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan seperti terlihat pada Gambar 2.1.

(4)

2.5. Struktur Organisasi

2.5.1. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur pada dasarnya merupakan ciri organisasi yang berfungsi untuk mengendalikan atau membedakan semua bagiannya. Adanya struktur akan memudahkan organisasi dalam mengendalikan perilaku pegawai, dalam arti pegawai tidak mampu membuat pilihan yang mutlak bebas dalam melakukan sesuatu pekerjaan dan cara mengerjakannya. Disamping itu, struktur juga mempengaruhi perilaku dan fungsi sesuatu kegiatan di dalam organisasi, Dengan demikian dapat menciptakan efektifitas dan efisiensi organisasi, diperlukan keputusan yang sarat dengan mendesain struktur organisasi.

Struktur organisasi adalah kerangka antar hubungan satuan-satuan organisasi, dimana satuan-satuan tersebut mempunyai tanggung jawab tugas dan wewenang yang tertentu dalam jalinan kesatuan yang lebih utuh.

Struktur organisasi digambarkan pada skema organisasi (Organization

Chart). Skema organisasi ini memberikan gambaran mengenai seluruh kegiatan

serta proses yang terjadi pada suatu organisasi.

Terdapat empat komponen dasar merupakan kerangka dalam memberikan defenisi dari suatu struktur organisasi, yaitu:

1. Struktur organisasi memberikan gambaran mengenai pembagian tugas-tugas serta tanggung jawab kepada individu maupun bagian-bagian pada satu organisasi.

(5)

2. Struktur organisasi memberikan gambaran mengenai hubungan laporan yan ditetapkan secara resmi dalam suatu organisasi. Tercakup dalam hubungan pelaporan yang resmi ini banyaknya tingkat hirarki serta besarnya rentang kendali dari semua pemimpin diseluruh tingkatan dalam organisasi.

3. Struktur organisasi juga menetapkan sistem hubungan dalam organisasi, yang memungkinkan tercapainya komunikasi, koordinasi dan pengintegrasian segenap kegiatan organisasi, baik kearah vertikal maupun horizontal.

4. Struktur organisasi menetapkan pengelompokan individu menjadi bagian organisasi, dan pengelompokan bagian-bagian organisasi menjadi suatu organisasi yang utuh.

Dengan struktur organisasi tersebut diharapkan setiap personil yang ada di dalam organisasi dapat diarahkan sehingga dapat mendorong mereka melaksanakan aktivitas masing-masing dengan baik dengan mendukungnya sasaran perusahaan. Adapun beberapa jenis struktur organisasi yang umum yaitu :

Adapun struktur yang belaku di Pabrik Gula Kwala Madu adalah berbentuk garis, dimana wewenang berjalan menurut garis lurus dari pimpinan tertinggi terus sampai kepada karyawan pelaksana. Jadi setiap atasan mempunyai bawahan-bawahan menerima perintah secara lisan maupun tulisan.

Gambar struktur organisasi Pabrik Gula Kwala Madu dapat dilihat pada Gambar 2.2

(6)
(7)

2.5.2.Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab

Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan dalam struktur organisasi pada Pabrik Gula Kwala Madu PTP. Nusantara II di uraikan sebagai berikut :

1. Manajer Pabrik

a. Membantu Direksi mengerjakan tugas dan kebijaksanaan yang telah digariskan oleh perusahaan.

b. Melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengawasan di pabrik, guna menunjang usaha pokok secara efektif dan efisien.

c. Manajer pabrik bertanggung jawab terhadap direksi PTPN II. 2. Kepala Dinas Teknik

a. Kewajiban

a. Membantu manajemen pabrik melaksanakan tugas dan kebijaksanaan yang telah digariskan oleh perusahaan

b. Melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan pabrik untuk menunjang pencapaian sasaran yang telah ditetapkan oleh manajemen pabrik.

c. Menyediakan data dan informasi yang akurat untuk kepentingan manajemen pabrik.

d. Membuat laporan pertanggung jawaban kepada manajer mengenai situasi kerja di lapangan.

(8)

e. Dalam menjalankan tugas, Kepala Dinas Teknik harus berkoordinasi dengan kepala pengolahan dibantu oleh asisten.

f. Mengkoordinasikan seluruh asisten yang di bawahi untuk mencapai target dan sasaran yang ditetapkan.

g. Mengoptimalkan kerja mesin dan peralatan agar proses produksi berjalan efektif dan efisien.

h. Membuat laporan pertanggung jawaban kerja. b. Wewenang

a. Membuat rencana kerja jangka menengah dan jangka pendek untuk pemeliharann dan pengoperasian mesin/instalansi.

b. Mengendalikan biaya operasional di pabrik agar kegiatan berjalan efektif dan efisien.

c. Memantau, mengevaluasi dan membuat tindakan terhadap penyimpanan operasional di pabrik.

d. Memberikan usul dan saran perbaikan Manajer pabrik yang dapat meningkatkan kierja pabrik.

3. Asisten Boiler a. Kewajiban

a. Membantu Ka.Dinas Teknik dalam melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan perencanaan dan pengoperasian stasiun boiler

b. Stasiun boiler dipimpin oleh seorang staf dan dibantu mandor, bertugas mengolah peralatan dan sumber daya lainnya pada stasiun boiler.

(9)

b. Wewenang

a. Membuat rencana jangka pendek tentang pengadaan perbaikan dan penanganan peralatan pada stasiun Boiler.

b. Menyusun program perawatan mesin/peralatan stasiun Boiler. c. Melaksanakan standar fisik, biaya dan mutu yang telah ditetapkan.

d. Melakukan inspeksi secara teratur terhadap inventarisasi beserta kondisinya

e. Memantau, mengevaluasi dan memperbaiki hasil kerja stasiun. c. Tanggung jawab

Asisten boiler bertanggun jawab kepada Ka. Dinas Teknik. 4. Asisten Milling

a. Kewajiban

a. Membantu Ka.Dinas Teknik dalam melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan perencanaan, perawatan, pengoperasian stasiun giling.

b. Stasiun milling dipimpin oleh seorang staf yang bertugas mengolah peralatan dan tenaga kerja pada stasiun milling. Asisten milling dalam melaksanakan tugasnya dibantu mandor.

b. Wewenang

a. Membuat rencana jangka pendek tentang pengadaan perbaikan dan penanganan peralatan pada stasiun gilingan.

(10)

c. Melaksanakan standar fisik, biaya dan mutu yang telah ditetapkan. d. Melakukan inventarisasi fisik.

e. Memantau, menganalisa, memperbaiki hasil kegiatan di stasiun giling. f. Membuat laporan pertanggung jawaban hasil kerja.

c. Tanggung Jawab

Asisten milling bertanggung jawab kepada Ka. Dinas Teknik 5 Asisten Listrik/Instrumen

a. Kewajiban

a. Membantu Ka.Dinas Tenik dalam melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan layout, pengoperasian seluruh peralatan pabrik, kantor, perumahan, pembangkit yang berkaitan dengan listrik/instrumen. b. Bidang Listrik/Instrument dipimpin oleh staf dan dibantu oleh mandor,

bertugas mengolah peralatan listrik dan sumber daya lainnya yang berkaitan.

c. Work Shop dipimpin oleh seorang staf dibantu mandor serta tenaga administrasi. Asisten Work Shop bertugas untuk melayani perbaikan, pembuatan suku cadang.

b. Wewenang:

a. Memuat rencana jangka pendek dalam hal pengadaan perbaikan dan penggunaan peralatan-peralatan listrik/instrument.

(11)

c. Melakukan standar baik biaya, fisik maupun mutu sesuai dengan ketetapan.

d. Melakukan inspeksi secara teratur.

e. Memantau menganalisa dan memperbaiki pekerjaan di bidang listrik/instrument.

6. Asisten Work Shop a. Kewajiban

a. Membantu Ka. Dinas teknik dalam pekerjaan mengolah Work Shop b. Mewakili Ka. Dinas Teknik bila KDT tidak berada di tempat. b. Wewenang

a. Membuat rencana jangka pendek dalam pengadaan perbaikan/modifikasi dan penggunaan mesin/peralatan Work Shop.

b. Menyusun program perawatan peralatan Work Shop. c. Melaksanakan standart biaya, fisik dan mutu.

d. Memantau, mengevaluasi dan memperbaiki hasil kerja Work Shop. c. Tanggung Jawab

Asisten Work Shop bertanggung jawab kepada Ka. Dinas Teknik. 7. Asisten Cane Yard.

a. Kewajiban

(12)

b. Cane yard dibantu mandor dan dipimpin oleh seorang staf dan tenaga administrasi. Bertugas mengatur kelancaran dan pengolahan tebu serta memelihara lingkungan/infrastruktur milik pabrik.

b. Wewenang

a. Menentukan operasi Cane Staker, Forklift, Tractor, dll.

b. Menyusun anggaran dan program perawatan peralatan yang dipergunakan di Cane Yard beserta keberhasilannya.

c. Pengawasan dan pengendalian administrasi, biaya serta operasi Cane

Yard.

d. Menjaga kebersihan halaman, lingkungan, jalan saluran air, pasar infrastruktur lainnya milik pabrik.

c. Tangung Jawab

Asisten Cane Yard bertanggung jawab kepada manajer pabrik. 8 Kepala Dinas Pengolahan

a. Kewajiban

a. Membantu manajer pabrik melaksanakan tugas dan kebijaksanaan yang telah digariskan oleh perusahaan.

b. Melaksanakan perencanaan, pengoperasian, pengendalian dan pengawasan di pabrik untuk menunjang pencapaian sasaran yang ditetapkan oleh menager pabrik.

c. Menyediakan data dan informasi yang akurat untuk kepentingan manager pabrik

(13)

d. Dalam melaksanakan tugas Ka. Dinas pengolahan harus berkoordinasi dengan kepala dinas teknik, dibantu oleh asisten.

e. Mengkoordinasi seluruh asisten yang dibawahi untuk mencapai target/sasaran yang sudah ditetapkan.

f. Mengoptimalkan kerja mesin/peralatan. b. Wewenang

a. Membuat rencana kerja jangka menengah dan jangka pendek untuk memelihara dan pengoperasian mesin pengolahan.

b. Mengendalikan biaya operasional di pabrik agar kegiatan berjalan efektif dan efisien.

c. Memantau, mengevaluasi dan membuat tindakan perbaikan terhadap penyimpangan operasional.

d. Menilai kondisi staf dan mengusulakan mutasi, demosi atau promosi. c. Tanggung Jawab

Ka. Dinas Pengolahan bertanggung jawab kepada manager pabrik 9. Asisten Pemurnian

a. Kewajiban

a. Membantu Ka. Dinas pengolahan melaksanakan pekerjaan dalam proses pada stasiun pemurnian.

b. Stasiun pemurnian dipimpin oleh seorang staf dibantu mandor dan tenaga admnistrasi. Bertugas memaksimalkan rendemen, menekan kehilangan dengan kualitas sebaik mungkin secara efisien.

(14)

b. Wewenang

a. Membuat rencana jangka pendek tentang pengadaan, perbaikan dan pengoperasian peralatan pada stasiun pemurnian.

b. Menyusun program perawatan peralatan. c. Melaksanakan standard fisik, biaya dan mutu.

d. Melaksanakan insfeksi secara teratur dan membuat recording. e. Pengendalian biaya dan sistem kerja

c. Tanggung jawab

Asisten pemurnian bertanggung jawab kepada Ka. Dinas pengolahan. 10. Asisten Putaran

a. Kewajiban

a. Membantu Ka. Dinas Pengolahan melaksanakan pekerjaan proses pengolahan pada stasiun putaran.

b. Stasiun putaran dipimpin oleh seorang staf dan dibantu mandor serta tenaga administrasi. Bertugas memisahkan kristal dan melakukan pengeringan dengan prinsip efisien.

b. Wewenang

a. Membuat rencana jangka pendek tentang pengadaan dan perbaikan dan pengoperasian peralatan pada stasiun putaran.

b. Menyusun program peralatan-peralatan. c. Melaksanakan standart fisik, biaya dan mutu.

(15)

e. Pengendalian biaya dan sistem kerja. c. Tanggung Jawab

Asisten putaran bertanggung jawab kepada Ka. Dinas pengolahan. 11. Asisten Penguapan

a. Kewajiban

Membantu Kepala Dinas pengolahan melaksanakan pekerjaan dalam proses pengolahan pada stasiun penguapan.

b. Wewenang

a. Membuat rencana jangka pendek tentang pengadaan dan perbaikan dan pengoperasian peralatan pada stasiun penguapan.

b. Menyusun program peralatan-peralatan. c. Melaksanakan standard fisik, biaya dan mutu.

d. Melaksanakan insfeksi secara teratur dan membuat recording. e. Pengendalian biaya dan sistem kerja.

c. Tanggung jawab

Asisten penguapan bertanggung jawab kepada Ka. Dinas pengolahan. 12. Asisten Masakan

a. Kewajiban

Membantu Ka. Dinas pengolahan melaksanakan tugasnya di pengolahan pada stasiun masakan.

(16)

b. Wewenang

a. Membuat rencana jangka pendek tentang pangadaan dan perbaikan serta pengoperasian peralatan pada stasiun masakan.

b. Menyusun program peralatan-peralatan. c. Melaksanakan standart fisik, biaya dan mutu.

d. Melaksanakan insfeksi secara teratur dan membuat recording c. Tanggung jawab

Asisten masakan bertanggung jawab kepada Ka. Dinas Pengolahan dibantu seorang koordinator.

13. Kepala Tata Usaha a. Kewajiban

a. Membantu manager pabrik dalam melaksanakan tugasnya dibidang administrasi.

b. Mengolah administrasi perusahaan secara menyeluruh yang diklola oleh tiga orang asisten dengan dibantu tenaga administrasi.

b. Wewenang

a. Mengkoordinir seluruh kegiatan administrasi kantor. b. Bersama bagian lain, menyusun rencana kerja tahunan. c. Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan rencana tahunan. d. Pengendalian sumber dana dan pengunaan dana.

e. Menyimpan uang kas dan surat-surat berharga milik perusahaan. f. Melakukan insfeksi kekantor unit dalam linkup pabrik/kebun.

(17)

g. Pengamanan terhadap aset perusahaan. 14. Asisten Umum

a. Kewajiban

a. Membantu Ka. Tata Usaha dalam mengawasi bagian umum perusahaan b.Membantu Ka. Tata Usaha melakukan pengawasan pada bagian umum

seperti personalia, koperasi. b. Wewenang

a. Memngelola sumber daya manusia yang ada di perusahaan. b. Mengelola perkoperasian perusahaan.

c. Sebagai hubungan masyarakat di perusahaan. c. Tanggung jawab :

Asisten umum bertanggung jawab kepada Ka. Tata Usaha dibantu seorang koordinator.

15. Asisten Kantor a. Kewajiban

Membantu Ka. Tata Usaha dalam pengawasan dibagian akuntansi, finansial, perencanaan perusahaan.

b. Wewenang

a. Membuat perencanaan perusahaan dalam tahunan.

b. Mengawasi bagian akauntansi dalam membuat pembukuan. c. Mengawasi bagian gaji dalam keuangan

(18)

c. Tanggung jawab

Asisten kantor bertanggung jawab kepada Ka. Tata Usaha mengenai kondisi kantor dibantu seorang koordinator.

16.Asisten Gudang a. Kewajiban

Membantu Ka. Tata Usaha dalam mengawasi bagian gudang di pabrik. b. Wewenang

a. Melakukan pemeriksaan di gudang material dan gudang hasil. b. Melakukan insfeksi secara teratur.

c. Menyusun laporan mengenai jumlah barang masuk dan keluar. c. Tanggung jawab

Asisten bertanggung jawab kepada Ka. Tata Usaha dalam melakukan pengawasan di gudang di bantu seorang koordinator.

17.Kepala . Loboratorium a. Kewajiban

Membantu manager pabrik dalam melaksanakan pekerjaan dibidang laboratorium sebagai alat kontrol.

b. Wewenang

a. Membuat rencana jangka pendek tentang operasional laboratorium.

b. Membuat program perawatan alat laboratorium dan unit pengolahan limbah.

(19)

d. Membuat laporan pertanggung jawaban kepada manager. c. Tanggung jawab

Kepala Laboatorium bertanggung jawab kepada manager dibantu dua orng asisten.

18. Asisten Laboratorium a. Kewajiban

Membantu tugas Ka. Laboratorium dalam pengawasan laboratorium. b. Wewenang

a. Mengkoordinir dan mengevaluasi kegiatan di laboratorium. b. Menganalisa dan memperbaiki hasil kerja.

c. Membuat rencana kerja tahunan dengan bagian lain. c. Tanggung jawab

Asisten laboratorium bertanggung jawab langsung kepada Ka. Laboratorium dibantu seorang koordinator.

19. Asisten Timbangan a. Kewajiban

Membantu Ka. Laboratorium dalam pengawasan di bagian timbangan. b. Wewenang

a. Melakukan pemeriksaan di bagian timbangan

b. Membuat rencana jangka pendek di bagian timbangan. c. Melaksanakan standart fisik perusahaan.

(20)

c. Tanggung Jawab

Asisten timbangan bertanggung jawab kepada Ka. Laboratorium dibantu seorang koordinator.

20. Perwira Pengaman (Papam) a. Kewajiban

a. Membantu Manager dalam melaksanakan tigasnya dibidang keamanan. b. Perwira pengaman pemimpin oleh seorang perwira TNI yang dibantu

komandan regu hansip. b. Wewenang

a. Menyusun rencana kerja tahunan bidang keamanan

b. Bersama unit lainnya mengkoordinir latihan bersama untuk keamanan kerja.

c. Melakukan insfeksi/patroli secara sistematis.

d. Pengawasan terhadap keamanan aset perusahaan, tenaga kerja. e. Menganalisa serta meningkatkan hasil kerja di bidang keamanan. c. Tanggung jawab

Papam bertanggung jawab kepada Manager perusahaan. 21. Koordinator

a. Kewajiban

a. Membantu Asisten-Asisten dalam melaksanakan tugasnya serta melakukan pengawasan lapangan serta evaluasi kerja.

(21)

b. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh asisten untuk diteruskan kepada mandor.

c. Melakukan pengawasan kerja sesuai instruksi. d. Menggantikan asisten bila tidak hadir.

e. Mengkordinir pekerjaan yang akan dilakukan. f. Mengevaluasi hasil kerja dan memperbaikinya. b. Tanggung jawab

Koordinator bertanggung jawab langsung kepada asisten dibantu seorang mandor.

22. Mandor a. Kewajiban

a. Membantu Koordinator dalam melaksakan tugas dari asisten.

b. Melaksanakan tugas dari koordinator untuk diteruskan kepada karyawan pelaksana.

c. Membuat laporan harian kepada koordinator. d. Menggantikan koordinator bila berhalangan. b. Tanggung jawab

Mandor bertanggung jawab kepada koordinator mengenai keadaan kerja dibantu oleh karyawan pelaksana.

(22)

2.6. Tenaga kerja dan Jam Kerja 2.6.1 Tenaga Kerja

Dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari di Pabrik Gula Kwala Madu, memiliki karyawan sebanyak 733 orang. Setatus karyawan di Pabrik Gula Kwala Madu berbeda-beda menurutpandangan manajemen. Perincian tenaga kerja di PG. Kwala Madu terdiri dari :

a. Staf Pimpinan = 15 orang

b. Karyawan Pelaksana = 605 orang

c. Karyawan Tidak Tetap = 55 orang

Jumlah = 675 orang

Adapun bagian susuna tenaga kerja di Pabrik Gula Kwala Madu ditunjukkan pada Tabel 2.1.

(23)

Tabel 2.1. Susunan Tenaga Kerja PG. Kwala Madu No Uraian Karyawan Pimponan Karyawan Pelaksana Karyawan

Tidak Tetap Jumlah 1 Kantor Manager  Manager  TUK/Umum/G.Material  Gudang Hasil 1 - 1 - 44 12 - 8 41 1 52 54 2 Dinas Teknik

 Kantor Dinas Teknik  Boiler  Mill  Power House/Listrik  Instrument  Work Shop  Cane Yard  Keamanan 1 1 1 1 - 1 - - 9 57 53 58 17 48 40 28 2 6 6 8 - 8 - - 12 64 60 67 17 57 40 28 3 Dinas Pengolahan  Kantor Dinas  Pelumasan/t.las  Pemurnian  Penguapan  Masakan  Putaran  Pengarungan 1 1 1 1 1 - 5 5 50 49 24 24 2 4 - 8 8 9 11 18 11 6 59 58 33 34 20 20 4 Laboratorium  Lab. Pabrik  Weater Treatment  Instalasi Limbah  Timbangan 1 - - - 25 3 3 9 15 3 3 6 41 6 6 15 Total 15 605 55 773

(24)

2.6.2.Jam Kerja

Jam kerja yang diatur oleh perusahaan bagian oprasional menjadi 3 shift, agar dalam bekerja dalam paerusahaan tersebut berjalan dengan lancar dalam melaksanakan tugas.

1. Shift I mulai pukul 07.00 sampai 15.00 WIB 2. Shift II mulai pukul 15.00 sampai 23.00 WIB 3. Shift III mulai pukul 23.00 sampai 07.00 WIB

Jam kerja sesuai dengan surat keputusan bersama yang dikeluarka oleh Departemen Tenaga kerja adalah 8 (delapan) jam satu hari. Jam istirahat yang bekerja dalam pabrik tidak ada, karena proses pengolahan gula putih yang dimulai dari masuknya bahan baku sampai produk jadi yang berlangsung secara terus menerus tanpa ada suatu delay (pemberhentian) dari satu mesin ke mesin lainnya. Sedangkan jam istirahat yang bekerja dalam kantor sesuai dengan surat keputusan bersama yang dikeluarka oleh Departemen Tenaga kerja jam istirahat antara jam 12 (dua belas) sampai dengan jam 1(satu).

2.7. Sistem Pengupahan dan Fasilitas. 2.7.1. Sistem Pengupahan

Sistem pengupahan yang dilakukan di Pabrik Gula Kwala madu adalah berdasarkan peraturan pemerintah melalui Surat keputusan Bersama (SKB) yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Departemen Pertanian.

(25)

Sistem pengupahan dibedakan berdasarkan golongan pegawai. Pegawai staf terdiri dari golongan I, II, III, IV, V, VI-A, VI-B dan VII. Untuk non pegawai staf terdiri dari pegawai bulanan yang terbagi atas golongan I, II, III, IV, V, VI dan pegawai harian.

Masa giling di Pabrik gula Kwala Madu adalah sekitar 7 bulan yaitu mulai bulan Januari sampai bulan Juli dalam 1 tahun, akan tetapi seluruh karyawan tetap dan pegawai staf tetap aktif bekerja walaupun pada saat itu diluar jam kerja yang telah ditentukan, maka karyawan tersebut mendapat upah lembur sesuai dengan perjanjian perburuhan pasal (X) yang mengatur upah lembur. Gaji untuk karyawan tetap dan karyawan tersebut :

Karyawan Harian = 20 ) / / (

3x gaji haricatu hari

x 100% Karyawan = 173 ) / / (

3x gaji haricatu hari

x 100%

Tingkat upah lembur diatur sebagai berikut : Hari Biasa : 150 % (jam pertama)

: 200 % (jam kedua dan seterusnya)

Hari minggu dan hari besar biasa : 300 % (jam pertama s.d. jam ketujuh) : 400 % (jam kedelapan dan seterusnya) Upah/gaji dibayar oleh perusahaan setiap awal bulan sebesar upah standart, ditambah upah lembur bila ada, dan pada waktu-waktu tertentu karyawan akan menerima :

(26)

b. Pembagian keuntungan

c. Jaminan untuk hari tua/pensiun

d. Tunjangan hari raya dan tahun baru dan lain-lain. 2.7.2. Fasilitas

Untuk mendorong staf dan karyawan agar bekerja lebih giat dan meningkatkan prestasi kerja, pihak perusahaan memberikan fasilitas-fasilitas pendukung seperti berikut :

1. Pemberian Cuti 2. Perumahan

3. Perawatan Kesehatan 4. Sarana Olah Raga 5. Saran Pendidikan 6. Saran Rumah Ibadah 7. Koperasi Karyawan 8. Transportasi

2.8.Proses Produksi

2.8.1. Standar Mutu Bahan/Produk

Proses produksi yang terdapat di Pabrik Gula Kwala Madu memproduksi gula SHS I (Superior high sugar) dimana gula SHS terdapat dua yaitu SHS I dan SHS I. Gula SHS I adalalah gula SHS yang memenuhi standar sedangkan SHS II adalah gula SHS yang tidak memenuhi standar.

(27)

Adapun standar mutu produk yang ditetapkan oleh pihak pabrik PT.Perkebunan Nusantara II adalah sebagai berikut :

a. Gula hasil produksi harus berwarna putih dan bersih b. Gula hasil produksi haruslah benar-benar kering. c. Gula yang dihasilkan tidak berbau.

2.8.2. Bahan yang digunakan 1. Bahan Baku

Bahan baku adalah semua bahan yang digunakan sebagai bahan utama dalam proses produksi. Adapun bahan baku yang digunakan dalam proses produksi yang terdapat di Pabrik Gula Kwala Madu adalah tebu.

Tebu yang dipanen mempunyai rendemen atau perbandingan berat gula kristal terhadap berat tebu yang digiling. Penanaman tebu dilakukan antara 10-12 bulan sejak ditanam, dimana sebelumnya diperiksa terlebih dahulu dengan mengambil sepuluh batang tebu secara acak sebagai sampel/contoh. Tebu yang baik untuk diolah adalah yang matang dan kandungan gula dalam batang adalah sama.

Kadar gula dalam tebu dipengaruhi oleh faktor intern yaitu varietas tebu dan faktor extern adalah iklim tanah, serta perawatan/pemeliharaan. Faktor yang paling nyata dalam kandungan gula adalah iklim, karena itu panen dilakukan saat curah hujan sedikit yaitu bulan Januari sampai dengan bulan Agustus.

(28)

2. Bahan Penolong

Bahan penolong adalah suatu bahan yang ditambahkan kedalam proses pembuatan produk untuk meningkatkan kualitas produk. Bahan-bahan penolong yang digunakan dalam produksi gula adalah

1. Air

Air di gunakan sebagai air imbibisi pada stasiun gilingan untuk memeras kadar gula pada ampas tebu semaksimal mungkin. Volume air adalah 20% dari kapasitas tebu/hari.

2. Susu Kapur (Ca(OH)2)

Kapur tohor dibuat menjadi susu kapur yang berfungsi untuk menaikkan PH nira menjadi 9,0-9,5. Pemilihan susu kapur sebagai bahan yang digunakan untuk menaikkan PH nira berdasarkan pada harganya yang dapat terjangkau dan mudah membuatnya. Susu kapur dibuat dengan pembakaran batu kapur dan disiram dengan air.

3. Gas Belerang (SO2)

Gas belerang dibuat dari belerang yang digunakan dalam pemurnian nira. Tujuan gas belerang adalah :

 Menetralkan kelebihan air kapur (Ca(OH)2) pada nira terkapur

PHnya mencapai 7,0-7,2.

 Untuk memutihkan warna yang ada dalam larutan nira yang mengurangi pengaruh pada warna kristal dari gula.

(29)

4. Fluclonat

Fluclonat diberikan untuk mempercepat pengendapan yang bertindak

sebagai pengikat partikel halus yang tidak larut dalam nira (larutan untuk membentuk gumpalan partikel yang lebih besar dan lebih mudah diendapkan untuk disaring).

5. Asam phospat (H3PO4)

Berfungsi untuk memurnikan larutan nira dengan cara mengendapkan kotoran yang terdapat dalam larutan nira.

3. Bahan Tambahan

Bahan tambahan adalah bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu produk dan ditambahkan ke dalam proses produksi tetapi jumlahnya relatif sedikit, dan bahan ini merupakan bagian dari produk akhir.

Bahan yang di tambahkan dalam proses pembuatan gula antara lain adalah sebagai berikut:

1. Karung plastik yang digunakan untuk pengarungan gula 2. Benang jahit untuk menjahit karung plastik

2.9. Uraian Proses Produksi Tebu merupakan bahan baku yang digunakan dalam produksi pabrik gula

Kwala Madu. Proses pembuatan gula dari tebu pada Pabrik Gula Kwala Madu dibagi dalam beberapa stasiun. Adapun tahap-tahap proses produksi dari awal

(30)

sampai akhir pengolahan tebu menjadi kristal gula dapat dilihat pada Blok Diagram pada Gambar 2.3.

(31)

1. Stasiun Penimbangan

Tebu dari areal perkebunan diangkut ke truk untuk dibawa kepabrik, jenis truk atau mobil yang mengangkut tebu ke pabrik ada 2 jenis truk yaitu truk besar dan truk kecil, dimana kapasitas-kapasitas truk kecil dan teruk besar berbeda berat muatan.

Tebu yang diangkut dengan teruk kecil dengan kapasitas berat 5-6 ton sedangkan truk besar kapasitas berat mencapai mutanya 10-12 ton. Tebu yang diangkut oleh truk-truk dengan dua jenis mobil yaitu mobil truk besar dan mobil truk kecil. Tebu yang diangkut oleh truk ke pabrik ditimbang terlebih dahulu di penimbangan untuk mengetahui berat-berat tebu yang diangkut setiap masing-nasing truk kehalaman pabrik..

Sistem pembongkaran tebu yang ditruk ada dua sistem pembongkaran yaitu dengan cara cane lifter yang dikendalikan oleg elektro motor dan dengan alat trippler berupa plat yang digerakkan oleh hidrolik.

2. Stasiun Penanganan Tebu (Cane Hendling Station)

Setelah melalui stasiun penimbangan tebu dimana mobil truk besar yang mengangkut tebu yang akan dipindahkan ke meja tebu (cane feeding table) dengan menggunakan cane filter yang dikendalikan dengan elektromotor Sedangkan tebu dari truk kecil dipindahkan ke feeding cane carrie dengan alat

trippler berupa plat yang di gerakkan oleh hidrolik sampai kemiringan 600 selama

30 detik. Peralatan-peralatan pada cane hendling station ini bekerja dengan sistem hidrolik.

(32)

Pada ujung cane feeding table yang membawa tebu tebu masuk ke cane

leveller yang berfungsi untuk meratakan dan mengatur tebu masuk ke alat

pemotongan berupa pisau tebu (cane cutter). Pada pemotongan tebu ada dua jenis pemotongan yaitu cane catter I dan cane catter II.

a. Cane catter I

Cane catter I digunakan untuk memotong tebu agar tebu terpotong-potong

rata walaupun masih kasar. b. Cane catter II

Cane catter II digunakan sebagai alat pemecah tebu yang telah di

potong-potong oleh catter I dengan tujuan agar menjadi lebih halus dari pemotongn dari catter I

3 Stasiun Gilingan

Tebu yang telah halus di potong-potong oleh catter I dan catter II dan selanjutnya masuk kedalam mesin giling agar lebih halus lagi sehingga mudah untuk diperas dan memperbesar kapasitas pemerasan. Mesin giling ini berfungsi untuk mendapatkan air nira sebanyak mungkin. Penggilingan (pemerasan) dilakukan lima kali gilingan (Lima Set Three Roller Mill) yang disusun seri dengan memakai tekanan hidrolik yang berbeda-beda.

Tebu yang digiling dilakukan lima kali dengan berbeda tekanan dan di tambahkan air imbibisi untuk mempermudah gilingan. Air imbibisi berfungsi untuk melarutkan nira yang amsih ada tertinggal pada ampas tersebut. Jumlah air imbibisi yang digunakan sudah ditetapkan kapasitasnya.

(33)

Nira yang diperoleh dari stasiun gilingan di tampung ke bak panampung selanjutnya atau dipompakan menuju ke stasiun Pemurnian.

4.Stasiun Pemurnian

Nira yang berasal dari stasiun penggilingan merupakan nira mentah, yang masih mengandung kotoran disamping gula, dapat dikatakan nira mentah ini hampir masih semua komponen/artikel pada tebu masih ada didalamnya. Proses permurnian nira bertujuan untuk menghilangkan kotoran dari dalam nira segingga nira yang dihasilkan lebih murni . Untuk itu pelu adanya control pada proses pemurnian nira guna memproses produksi selanjutnya. Dengan control yang baik pada proses pemurnian nira terutama pada tangki pengendapan akan dapat memisahkan nira jernih dan nira kotor. Pada proses pemurnian ada 3 cara yaitu :

1. Cara fisik yaitu pemisahan kotoran-kotoran yang ada dalam nira mentah dengan pengendapan dan penyaringan

2. Cara kimia yaitu dengan menambahkan zat imia pada proses pemurnian.

3. Cara kimia-fisik yaitu proses penggabungan ini diendapkan pada clarifier

dengan menambahkan Flokulant

Pada pemurnian ini yang paling mempengaruhi adalah cara fisik kimia. Nira yang ada dalam tangki pengendapan akan ditambahkan bahan penolong seperti susu kapur dan gas belerang yang bertujuan untuk menetralkan nira dalam tangki pengendapan tapi masih ada kotoran atau pertikel-partikel dalam nira tersebut.

(34)

Untuk menghilangkan pertikel-partikel tersebut akan ditambahkan

Flokulant yang diaduk-aduk dengan kecepatan 2-4 rpm dan waktu untuk

pengendapan nira 5-20 menit sedangkan suhu pada pemurnian nira kontiniu, apabila berubah-ubah suhunya akan merusak proses selanjutnya. Fungsi Flokulant adalah untuk mempercepat pengedapan yang bertidak sebagai pengikat partikel halus yang tidak larut dalam nira (larutan untuk membentuk gumpalan partikel yang lebih besar dan mudah untuk diendapkan untuk disaring. Maka yang paling berpengaruh pada pemurnian nira adalah waktu pengendapan dan kecepatan pengadukan.

5. Stasiun Penguapan (Evaporator Station)

Stasiun penguapan pada proses pengolahan gula dipabrik Gula Kwala Madu Menggunakan empat unit, yang disebut Quadruple Evaporator dan memakai cara Forward Feed yang bertujuan untuk menguapkan air dan nira yang menggunakan proses pem vakuman. Tujuan dari stasiun penguapan adalah untuk menguapkan air yang terkandung dalam nira encer, sehingga nira akan lebih mudah di kristalkan dalam proses selanjutnya. Penguapan di lakukan pada temperatur 50-1000C dan untuk menghindari kerusakan sukrosa maupun monosakaridanya dilakukan penurunan tekanan didalam evaporator sehingga titik didih nira turun. Evaporator yang tersedia ada lima unit yaitu empat unit beroperasi dan satu unit sebagai cadangan bila ada pembersihan. Selama proses berlangsung temperatur dari masing-masing evaporator berbeda-beda. Untuk menghemat panas yang diperlukan maka media pemanas untuk evaporator I di

(35)

gunakan untuk uap bekas yang berasal dari Pressure Vessel, sedangkan media pemanas evaporator yang lain memanfaatkan kembali uap yang terbentuk dari evaporator sebelumnya. Hal ini disebut Vapour temperature pada evaporator I sebesar 1100C dan berangsur-angsur turuns sampai tempertur 50-550C pada

evaporator IV. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menurunkan tekanan yang

berbeda-beda dari evaporator I sampai dengan evaporator IV. 6. Stasiun Masakan

Pada stasiun masakan ini dilakukan proses kristalisasi dengan tujuan agar kristal gula mudah dipisahkan dengan kotorannya dalam pemutaran hingga didapat hasil yang memiliki kemurnian yang tinggi membentuk kristal gula yang sesuai dengan standat kualitas yang ditentukan dan diperlukan untuk mengubah sukrosa dalam larutan menjadi kristal agar pengambilan gula setinggi-tingginya dan sisa gula dalam larutan yang terahkir serendah-rendahnya adalah tetes.

8. Stasiun Penyelesaian

Kristal gula yang diturunkan pada putaran SHS langsung ke Grasshopper

conveyer untuk penampungan sekaligus mendinginkan kemudian disalurkan ke

Grasshopper conveyer untuk memperbesar areal pendinginan dan sekaligus

merata gula SHS terhadap sugar elevator. Dalam sugar elevator ini kondisi gula SHS masih dalam keadaan basah. Hal ini perlu dilakukan pengeringan pendingin untuk mendapatkan gula SHS yang standart. Gula SHS tersebut dimasukkan kedalam sugar dryer dan cooler dimana sistem pemanasan dan pengeringan di lakukan dengan cara mekanis dan memberikan udara panas suhu kira-kira 800

(36)

C-900C yang dialirkan melalui air dryer langsung ke dryer cooler, kemudian gula tersebut di masukkan ke Bucket Elevator dan diteruskan ke Vibrating screen. Pada

Vibrating screen kristal gula SHS telah mencapai kekeringan dan pendinginan

yang cukup.

Didalam sugar dryer dan cooler di lengkapi suatu alat pemompa yang

berfungsi untuk menarik gula halus yang terkandung dalam proses pembuatan gula SHS.Gula halus dialirkan melalui pipa rangkap dan secara otomatis di injeksikan dengan imbibisi oleh pemisahan nozel untuk menangkap partikel-partikel gula halus. Kemudian gula tersebut di masukkan ke dalam bak penampung dan di alirkan ke stasiun masakan untuk proses gumpalan-gumpalan gula yang dimasukkan kedalam tangki peleburan gula selajutnya dikirim ke stasiun masakan untuk diproses selanjutnya. Gula standart di masukkan ke alat pembawa gula penyadap logam yang mana ppenyadap logam ini berfungsi untuk menangkap partikel-partikel logam yang tebawa atau tercampur dengan gula produksi. Untukt mengoptimalkan gula SHS dari kadar logam tersebut di perlukan pembersih secara periodik dengan jangka waktu 3 jam dan 8 jam. Kemudian Gula yang telah bersih dari penyadap logam diatas dibawa oleh alat pembawa gula menuju ke penampungan gula sebagai penimbunan untuk melanjutkan pengemasan gula produksi.

9. Pengemasan dan Penggudangan Gula Produksi

Gula SHS telah dikeringkan dari dryer dan cooler dinaikkan oleh bucket

(37)

dikirim ke vibarting screen. Pada vibarting screen kristal gula SHS dipisahkan dengan saringan bertingkat untuk memisahkan gula kasar dengan gula halus.

Gula produk dari vibarting screen diangkut dengan sugar conveyer dibawa kepengarungan. Gula ditampung oleh sugar bin yang berbentuk segi empat, kemudian ditimbang leh sugar weigher yang berfungsi untuk menimbang dan mengisi karung dengan gula sebanyak 50 kg secara otomatis.

Karung plastik yang telah terisi gula dijatuhkan diatas alat conveyer yang akan dibawa karung yang berisi gula ke bag sewing machine dan langsung dijahit, seterusnya dibawa ke gudang.

2.10. Mesin dan Peralatan

Mesin dan peralatan proses produksi yang di gunakan pada proses pengolahan gula putih yang dimulai dari masuknya bahan baku sampai produk jadi yang berlasngsung secara terus menerus tanpa ada suatu delay (pemberhentian) dari satu mesin kemesin lainnya. Adapun Spesifikasi mesin-mesin dan peralatan yang digunakan dalam poses produksi dapat dilihat dibawah ini

2.10.1. Mesin Produksi

Mesin adalah mekanik atau elektrik yang mengirim atau mengubah energi untuk melakukan atau membantu pelaksanaan tugas manusia. Mesin dapat bekerja dengan kendali manusian

(38)

Spesifikasi mesin produksi yang di gunakan pada pengolahan dari mulai bahan baku sampai produk gula di Pabrik Gula Kwala Madu PTP. Nusantara II dapat dilihat di Tabel 2.2.

Tabel 2.2. Nama-nama Mesin Untuk Stasin Penanganan (Persiapan)

No NAMA MESIN FUNGSI

1 Cane filter Memindahkan tebu dari truk besar ke meja tebu (cane feeding table)

2 Cane Filter Hilo Membawa batang tebu ke cane feedling tabel

3 Meja Tebu (Cane

feedling Tabel)

Membawa tebu untuk dipotong di cane catter

4 Cane Catter Memotong batang tebu menjadi yang lebih

kecil (cacahan)

5 Cane carrier Elevator Membawa cacahan batang tebu ke stasiun

penggilingn

Untuk Stasiun Penggilingan

1 Mill Menggiling Cacahan batang tebu untuk

memperoleh nira mentah Untuk Satsiun Pemurnian

(39)

Tabel 2.3. Nama-nama Mesin (Lanjutan) Untuk Satsiun Pemurnian

No NAMA MESIN FUNGSI

2 Defecator Mencampur dan mengaduk nira mentah dengan

susu kapur hingga kotoran nira mengendap 3 Peti sulfitasi nira

mentah

Mengendap kotoran nira mentah dengan menggunakan belerang oksida

4 Flash tank Menguapkan gas-gas yang terkandung dalam

nira mentah

5 Peti Netralisasi Menurunkan PH nira mentah dengan cara mencampurkan susu kapur ke dalam larutan nira hingga menjadi ph netral

6 Continous Clarifier mengendapkan nira mentah sehingga diperoleh

nira jernih

7 Vacuum filter Menyaring kotoran nira untuk memperoleh nira

jernih sebanyak-banyaknya

8 Mud feed Mixer Mencampur nira kotor dengan ampas halus dari

mesin gilingan

Untuk Stasiun Pengepakan

1 Evaporator Mengurangi kadar air dalam nira encer dengan

(40)

Tabel 2.4. Nama-nama Mesin (Lanjutan)

No NAMA MESIN FUNGSI

Untuk Stasiun Masakan

1 Heater Memanaskan nira kental hingga mencapai

suhu 880 C

2 Clandira Vacuum Pan Memasak nira kental hingga menghasilkan

gula dan stroop Untuk Stasiun Putaran

1 Putaran AB Mengkeristalkan gula A dan B dengan prinsip gaya sentrifugal

2 Putaran D Mengkeristalkan gula D dengan prinsip gaya sentrifugal

3 Vibrating Screen Memisahkan gula normal, kasar, dan halus 4 Grasshopper Strainer Mengayak kapur agar mendapat kapur yang

cukup halus

5 Pengepak Mengemas gula SHS dalam karung plastik

2.10.2. Peralatan Produksi

Peralatan adalah sesuatu yang digunakan untuk tujuan tertentu yang biasanya menyediakan keguanaan mekanik dalam menyelesaikan masalah fisikal, atau menyediakan kemampuan yang secara natural tidak dimiliki penggunaan dari

(41)

alat. Adapun spesifikasi peralatan produksi yang ada di PTPN II Pabrik Gula Kwala Madu dapat dilihat pada Tabel 2.5

Tabel 2.5. Nama-nama Peralatan

No NAMA MESIN FUNGSI

1 Truck Tipper Memindahkan tebu dari bak truk ke meja tebu 2 Magnetic Trap Iron

Seperator

Membersihkan tebu dari kotoran berupa logam

3 Raw Juice Tank Sebagai tangki penampung nira mentah 4 Imbibition water

Tank

Sebagai tangki air imbibisi

Gambar

Gambar 2.1. Diagram Pendistribusian Gula PTPN.II
Tabel 2.1. Susunan Tenaga Kerja PG. Kwala Madu  No  Uraian  Karyawan  Pimponan  Karyawan Pelaksana  Karyawan
Gambar 2.3. Blok Diagram Proses Pengolahan Tebu
Tabel  2.2. Nama-nama Mesin  Untuk Stasin Penanganan (Persiapan)
+4

Referensi

Dokumen terkait

Dan lokasi pembangunan Pabrik Gula Kwala Madu adalah di Desa Kwala Begumit Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat dipilih sebagai lokasi yang sangat strategis karena jauh

Begitu juga dengan daerah lokasi penelitian ini, di wilayah tersebut juga terdapat keragaman suku yang tinggi, namun karena Pabrik Gula Kwala Madu merupakan lokasi perkebunan,

Stasiun penguapan pada proses pengolahan gula di Pabrik Gula Kwala Madu. menggunakan empat unit evaporator yang disebut quadruple evaporator yang bertujuan untuk menguapkan air

Bahan baku pembuatan gula pasir yang digunakan dalam proses produksi yang terdapat di pabrik gula Kwala Madu adalah tebu.. Tebu yang akan dipanen mempunyai rendemen (kadar

Dan adapun tujuan dari proses pengolahan di pabrik gula termasuk gula kwala madu ptpn II adalah untuk mendapatkan produksi gula yang sesuai dengan target atau semaksimal

Perkebunan Nusantara II Pabrik Gula Kwala Madu Stabat dilihat dari tindakan memberikan kesempatan bagi setiap pegawai agar lebih berkembang lagi, misalnya saja ketika melakukan

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.8 tahun 1965 tentang Pendirian Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Djasa Rahardja, mulai 1 Januari 1965 PNAK Eka Karya dilebur

Pabrik Gula Kwala Madu memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia, begitu juga dengan masyarakat sekitar.Awalnya masyarakat sekitar hanyalah seorang petani yang memiliki