91 HUBUNGAN HASIL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA.
Ade Kiki Riezky
Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Email: [email protected]
ABSTRAK
Ujian seleksi masuk perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk memilih mahasiswa-mahasiswa yang mampu untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi terutama di Fakultas Kedokteran. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional.Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas Abluyatama (FK Unaya) angkatan 2014.Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling yang berjumlah 127 orang. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan ujiChi-square. Hasil penelitian menunjukkan 5 mahasiswa (11,4%) FK Unaya dengan grade A mendapat IPK memuaskan, 38 mahasiswa (86,4%) mendapatkan IPK sangat memuaskan, 1 mahasiswa (2,3%) mendapat IPK pujian. Sedangkan pada Grade B, 7 mahasiswa (17,1%) mendapat IPK memuaskan, 34 mahasiswa (82,9%) mendapat IPK sangat memuaskan, dan untuk Grade C, 14 mahasiswa (45,2%) mendapat IPK memuaskan, 17 mahasiswa (54,8%) mendapat IPK sangat memuaskan. Hasil analisis statistik didapat nilai α 0,006. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai α hitung lebih kecil dari α tabel, maka hipotesis nihil (H0) ditolak, yang artinya adanya hubungan antara hasil ujian masuk fakultas kedokteran dengan indeks prestasi kumulatif (IPK).
Kata Kunci: Seleksi, IPK, FK Unaya. PENDAHULUAN
Proses penerimaan mahasiswa kedokteran bervariasi antar negara.Sebagian besar orang menganggap tes masuk Fakultas Kedokteran sangat sulit.Di Eropa, Fakultas Kedokteran menggunakan kriteria akademik khusus seperti prestasi akademik yang bagus saat sekolah.Tiga dari empat sekolah kedokteran di Denmark menggunakan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) siswa dari pendidikan menengah atas untuk menempati 90% dari kursi yang tersedia di sekolah kedokteran, 10% sisanya dipilih berdasarkan pertimbangan kualifikasi individu.1 Perancis memiliki kriteria khusus untuk menentukan mahasiswa kedokteran. Setelah lulus sekolah menengah atas, setiap orang dapat mendaftarkan diri di sekolah kedokteran lalu semua siswa akan mengikuti ujian kompetitif pada akhir tahun pertama. Siswa yang dapat memenuhi kriteria dalam ujian kompetitif, diperbolehkan untuk melanjutkan studi medis di sekolah kedokteran. Siswa yang tidak memenuhi kriteria, harus keluar dari sekolah kedokteran dan melanjutkan pendidikan di bidang lain (Andrea, tanpa tahun).
92
Pada tingkat perguruan tinggi di Indonesia, biasanya dilakukan Ujian Masuk Perguruan Tinggi (UMPT) (Dedeh, dkk., 2013). Semua calon mahasiswa yang akan memasuki Perguruan Tinggi baik negeri atau swasta, harus mengikuti UMPT yang telah disediakan oleh masing-masing Perguruan Tinggi. Para calon mahasiswa yang mengikuti ujian, harus mendapatkan nilai sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh Perguruan Tinggi (Dedeh, dkk., 2013).
Kriteria penerimaan mahasiswa kedokteran pada dasarnya memfokuskan pada kriteria kognitif. Kriteria lain seperti non kognitif atau pembelajaran kualitas mandiri juga diperhatikan melalui wawancara dan kuisioner yang lengkap. Faktor demografi seperti usia, jenis kelamin, ras, agama, hubungan status sosio ekonomi dan pendidikan yang diterima di sekolah tidak mempengaruhi proses seleksi UMPT (Kaplan, R.M., dan Saccuzzo, D.P., 2012).
Universitas Abulyatama (Unaya) adalah salah satu universitas swasta di Indonesia yang menyediakan program studi pendidikan dokter. Fakultas Kedokteran Unaya ingin menghasilkan dokter-dokter bermutu yang dapat bersaing di dunia luar. Fakultas Kedokteran Unaya mengadakan sistem seleksi ujian masuk yang ketat bagi para calon mahasiswa kedokteran. Tes ini meliputi tes kemampuan dasar (agama, bahasa inggris, bahasa indonesia), tes kemampuan dasar Ilmu Pengetahuan Alam (fisika, kimia, matematika, biologi) dan juga tes kesehatan.Oleh karena FK Unaya ingin menghasilkan lulusan dokter yang bermutu, maka peneliti tertarik untuk melihat apakah adanya hubungan antara hasil ujian masuk FK Unaya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
Penelitian ini bertujuan untuk ; 1) Mengetahui hubungan antara hasil seleksi ujian masuk dengan IPK pada mahasiswa prodi pendidikan dokter FK Unaya 2) Mengetahui nilai hasil seleksi ujian masuk mahasiswa prodi pendidikan dokter FK Unaya 3) Mengetahui gambaran IPK mahasiswa prodi pendidikan dokter FK Unaya. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang bersifat analitik dengan metode cross sectional.Penelitian dilaksanakan di FK Unayapada bulan Maret – Juli 2016.Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa angkatan 2014 program studi pendidikan dokter FK Unaya.Sampel penelitian adalah mahasiswa angkatan 2014 FK Unaya yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi.
Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan keseluruhan jumlah populasi, jadi besaran sampel pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa FK Unaya program studi pendidikan dokter angkatan 2014 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi berjumlah 116 orang.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah hasil seleksi ujian masuk dan jenis kelamin, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).Untuk variabel hasil seleksi ujian masuk di kategorikan berdasarkan nilai rata-rata dengan ketentuan sebagai berikut :
a) Grade A b) Grade B c) Grade C
93 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pengambilan data menggunakan data sekunder, yaitu data akademik di program studi pendidikan dokter FK Unaya.Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 116 mahasiswa angkatan 2014.
Hasil Ujian Masuk Fakultas Kedokteran
Tabel 1 Distribusi Frekuensi Hasil Ujian Masuk Fakultas Kedokteran Abulyatama
Keterangan F P
Grade A 44 38,0%
Grade 41 35,3%
Grade 31 26,7%
Total 116 100,0%
Sumber: dokumentasi Hasil Ujian Masuk
Berdasarkan tabel 1 diatas, menunjukan bahwa 44 responden mendapatkan hasil ujian dengan grade A sebanyak 37,9%, 41 responden mendapatkan hasil ujian dengan grade B sebanyak 35,3% dan 31 responden mendapatkan hasil ujian dengan grade C sebanyak 26,7% dengan total jumlah responden sebanyak 116 responden.
Distribusi Frekuensi IPK
Tabel 2 Distribusi Frekuensi IPK angkatan 2014
Sumber: Dokumentasi IPK angkatan 2014
Berdasarkan tabel 2 diatas, menunjukkan bahwa dari 116 responden, 1 responden mendapatkan IPK dengan kategori pujian sebanyak 9%, 89 responden mendapatkan IPK dengan kategori sangat memuaskan sebanyak 76,7% dan 26 responden mendapatkan IPK dengan kategori memuaskan sebanyak 22,4%.
F P
Pujian 1 9 %
Sangat Memuaskan 89 76,7 %
Memuaskan 26 22,4 %
94
Hubungan Antar Variabel
Tabel 3. Hubungan nilai ujian masuk dengan IPK
Melalui uji statistik dengan Chi Square, didapatkan nilai p-value = 0,006. Berarti p-value 0,006< α (0,01) sehingga hipotesa H0 ditolak dan hipotesa Ha diterima yang berarti ada hubungan hasil ujian masuk dengan IPK mahasiswa angkatan 2014 FK Unaya.
Hubungan Hasil Ujian Masuk dengan IPK
Mahasiswa yang diterima melalui jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru cenderung memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang lebih tinggi. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wiramiharja (2006) yang menyimpulkan hubungan tes kecerdasan intelektual dengan prestasi belajar, yaitu keberhasilan belajar di jenjang pendidikan perguruan tinggi memiliki korelasi yang sama bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan skor tes kecerdasan intelektual (Rachmawaty J.F., Akhmad A.S., 2012).
Minat dan motivasi mahasiswa juga sangat berpengaruh dalam menentukan hasil akhir perkuliahan, seperti penelitian yang telah dilakukan oleh Setyoningsih (2003) dan Darobi (2008) menyebutkan bahwa minat yang kemudian menimbulkan motivasi selalu berpengaruh positif terhadap prestasi akademik (Winarsunu,T. 2012). Hal ini sangatlah beralasan, mahasiswa yang diterima melalui jalur seleksi penerimaan akan menggunakan minat dan motivasinya sebagai salah satu bentuk tanggung jawab yang lebih untuk menjalani proses perkuliahan, sehingga kinerja akademik akan dinilai memuaskan (Schunk, D.H.; Pintrich, P.R; Meece, J.L. 2002).
Bagi mahasiswa yang memang memiliki minat dan keinginan dari diri sendiri untuk menempuh jalur pendidikan kedokteran, mereka akan menggunakan alasan tersebut untuk belajar giat agar dapat lulus dalam ujian masuk Fakultas Kedokteran. Kesempatan untuk masuk Fakultas Kedokteran tersebut akan mereka gunakan sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dan ilmu yang bermanfaat untuk masa depan mereka (Schunk, D.H.; Pintrich, P.R; Meece, J.L. 2002).
Selain itu, bagi mahasiswa-mahasiswa yang memang masuk ke Fakultas Kedokteran karena dorongan orang tua, mereka akan terpacu untuk belajar lebih giat untuk lolos dalam ujian masuk Fakultas Kedokteran dan mempertahankan prestasi yang didapat dalam proses belajar untuk mendapatkan hasil yang baik sehingga mereka dapat membanggakan orang tua mereka (Schunk, D.H.; Pintrich, P.R; Meece, J.L. 2002).
IPK %
Nilai ujian masuk Memuaskan Sangat memuaskan Pujian Total
N % N % N %
Grade C 14 45.2 17 54.8 0 0 31 100
Grade B 7 17.1 34 82.9 0 0 41 100
95 Pada beberapa penelitian didapatkan hasil bahwa pada sebagian universitas yang mengadakan ujian masuk fakultas kedokteran memang menunjukkan tidak adanya hubungan antara hasil ujian masuk dengan IPK mahasiswa. Hasil tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang lebih banyak berpengaruh pada Hasil Ujian Masuk Fakultas Kedokteran dibandingkan dengan IPK mahasiswa, seperti penelitian yang telah dilakukan oleh Farida Juliantina dan Syaefudin Ali Ahmad (2005) di Universitas Islam Indonesia.
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil dari ujian masuk fakultas kedokteran adalah kondisi fisik dan mental dari calon mahasiswa yang akan mengikuti ujian masuk, kondisi fisik yang menurun dan kondisi mental yang tidak stabil dikarenakan tekanan yang dirasakan oleh calon mahasiswa dapat mempengaruhi keyakinan peserta dalam mengisi soal yang diberikan (Farida Juliantina dan Syaefudin Ali Ahmad, 2005).
PENUTUP
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara hasil ujian masuk dengan IPK yang didapat, yang selanjutnya hasil ujian masuk tersebut diharapkan menjadi cerminan prestasi belajar mahasiswa kedepannya dalam mengikuti proses belajar mengajar di Fakultas Kedokteran.
Ujian masuk Fakultas Kedokteran digunakan untuk melihat apakah seseorang tersebut layak atau tidak untuk menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran, hasil dari ujian masuk tersebut nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan pada diri masing-masing apakah sudah layak atau belum untuk menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Farida Juliantina, Syaefudin Akhmad Ali. (2005) Hubungan antara Hasil Uji Potensi dengan IPK mahasiswa.Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Kedokteran dan Profesi Kesehatan Indonesia.
Marunno Maruns Andrea. Becoming a Doctor in Europe: Objective Selection System. Illuminating the art of medicine AMA journal of Ethics.
Robert M.Kaplan, Dennis P. Saccuzzo, ed.(2012). Pengukuran Psikologi: Prinsip, Penerapan, dan Isu. Jakarta: Salemba Humanika.
Schunk, D.H.; Pintrich, P.R; Meece, J.L. (2002). Motivation in education. New Jersey: Pearson Education.
Supantini Dedeh, Darsono Lusiana, Husin Winsa.(2013) Kriteria Masuk Fakultas Kedokteran sebagai Predikator Prestasi Akademik. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia.
Winarsunu,T. (2012). Statistik dalam penelitian-psikologi dan pendidikan. Malang: Universitas Muhammadiyah.