• Tidak ada hasil yang ditemukan

PORTOFOLIO hipertiroid

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PORTOFOLIO hipertiroid"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

BERITA ACARA PRESENTASI LAPORAN KASUS(PORTOFOLIO) BERITA ACARA PRESENTASI LAPORAN KASUS(PORTOFOLIO) Pada hari ini, tanggal 22Oktober 2016 telah dipresentasikan portofolio oleh:

Pada hari ini, tanggal 22Oktober 2016 telah dipresentasikan portofolio oleh:  Nama Peserta

 Nama Peserta : dr. Nurharafah: dr. Nurharafah Dengan

Dengan judul/topik judul/topik : : HipertiroidHipertiroid  Nama Pendamping

 Nama Pendamping : dr. Indri, M.Kes: dr. Indri, M.Kes  Nama Wahana

 Nama Wahana : RSUD Dr. Moh. Saleh, Kota Probolinggo: RSUD Dr. Moh. Saleh, Kota Probolinggo

 No.

 No. Nama Peserta Presentasi Nama Peserta Presentasi No. No. Tanda TanganTanda Tangan 1 1 11 2 2 22 3 3 33 4 4 44 5 5 55 6 6 66

Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesungguhnya. Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesungguhnya.

Pendamping Pendamping

(dr. Indri ) (dr. Indri )

(2)
(3)

Borang Portofolio Nama Peserta : dr. Nur Harafah

Nama Wahana : RSUD Dr. Moh. Saleh, Kota Probolinggo

Topik : Hipertiroid 

Tanggal (kasus) : 12 september 2017 Nama Pasien : Nn. S

No. RM : 216605

Tanggal Presentasi :

Nama Pendamping : dr. indri, M.Kes

Tempat Presentasi : RSUD Dr. Moh. Saleh, Kota Probolinggo

OBJEKTIF PRESENTASI

oKeilmuan o Keterampilan o Penyegaran o Tinjauan Pustaka oDiagnostik o Manajemen o Masalah o Istimewa

o Neonatus o Bayi o Anak o Remaja o Dewasa oLansia o Bumil

o Deskripsi :

Pasien perempuan, berusia 24 tahun datang ke poli penyakit dalam RSUD dr. Mohd. Saleh dengan keluhan jantung berdebar yang dialaminya sejak 2 minggu yang lalu dan dirasakan terus menerus sepanjang hari. Keluhan tersebut tidak disertai dengan sakit dada, namun pasien mengeluh tangan sering gemetaran, mudah berkeringat, sulit tidur dan menjadi lebih mudah marah. Selain itu, pasien mengeluh adanya  benjolan di leher yang semakin membesar sejak 6 bulan yang lalu. Pasien juga

mengeluhkan adanya lemas, mual dan muntah. Lemas dirasakan sepanjang hari, terutama setelah melakukan pekerjaan. Setiap habis makan, pasien mengeluh mual dan muntah. Dimana muntahannya berisi makanan yang dimakan pasien. Disamping itu, nafsu makan pasien meningkat, tetapi berat badannya dirasakan terus menurun.

(4)
(5)

sering buang air kecil. Adanya diare atau konstipasi disangka (-). Riwayat keluhan serupa sebelumnya (-). Riwayat alergi obat atau makanan (-), HT (-), DM(-), Riwayat pengobatan sebelumnya (-). Riwayat keluhan serupa pada keluarga (-)

o Tujuan:

Membuat diagnosis yang paling mungkin dan melakukan tatalaksana yang tepat pada kasus ini

Bahan Bahasan

Tinjauan Pustaka

Riset Kasus Audit

Cara Membahas Diskusi Presentasi dan Diskusi E-mail Pos

DATA PASIEN  Nama: Nn. S No Registrasi: 216605  Nama klinik :

RSUD Dr Moh Saleh

Telp: - Terdaftar sejak: 12 September 2017

Data utama untuk bahan diskusi: Diagnosis/Gambaran Klinis

Keluhan utama : Jantung berdebar sejak 2 minggu yang lalu. Anamnesis:

Pasien datang ke poli penyakit dalam RSUD dr. Mohd. Saleh dengan keluhan jantung  berdebar yang dialaminya sejak 2 minggu yang lalu dan dirasakan terus menerus sepanjang hari. Keluhan tersebut tidak disertai dengan sakit dada, namun pasien mengeluh tangan sering gemetaran, mudah berkeringat, sulit tidur dan menjadi lebih mudah marah. Selain itu, pasien mengeluh adanya benjolan di leher yang semakin membesar sejak 6 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluhkan adanya lemas, mual dan muntah. Lemas dirasakan sepanjang hari, terutama setelah melakukan pekerjaan. Setiap habis makan, pasien mengeluh mual dan muntah. Dimana muntahannya berisi makanan yang dimakan pasien. Disamping itu, nafsu makan pasien meningkat, tetapi berat  badannya dirasakan terus menurun. Pasien juga mengeluh cepat haus sehingga sering

(6)
(7)

disangkal (-)

Riwayat Pengobatan:

Tidak ada riwayat pengobatan Riwayat Kesehatan/ Penyakit:

Riwayat keluhan serupa sebelumnya (-), HT (-), DM (-), penggunaan obat lainnya (-) Riwayat Keluarga:

Tidak ada yang mengalami keluhan serupa. Riwayat Pekerjaan:

Pasien adalah seorang karyawati

Pemeriksaan fisik: Tanda vital:

Keadaan umum : Tampak sakit ringan Kesadaran : Compos mentis Tekanan Darah : 110/ 70 mmHg

 Nadi : 120 x/m

Suhu : 36,6 oC

Pernapasan : 26x/m

Status Generalis

Kepala : Normocephali, rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, exoftalmus (-)

Telinga : Normal, nyeri tekan dan nyeri tarik (-/-)

Hidung : Normal, deviasi (-), sekret (-), massa (-/-), nafas cuping hidung (-/-) Mulut Mulut : Bibir tidak kering, tidak pucat, tidak sianosis. tonsil T1-T1, faring tidak hiperemis

Leher : KGB tidak membesar

Tiroid : Tampak benjolan bilateral, simetris kanan-kiri, permukaan rata, nyeri tekan negatif, konsistensi kenyal, ukuran sekitar 5x7 cm.

(8)
(9)

Thorax Jantung :

Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat

Palpasi : ictus cordis teraba pada ICS 5 linea midklavikularis kiri Perkusi : batas kanan jantung : ICS III-V linea sternalis kanan

 batas kiri jantung : ICS IV linea midklavikularis kiri  batas atas jatntung : ICS III linea parasternalis kiri. Auskultasi : BJ I & II reguler, gallop (-), murmur (-)

Paru

Inspeksi: pergerakan napas simetris Palpasi: vocal fremitus teraba sama kuat Perkusi: sonor pada kedua hemithorax

Auskultasi: suara napas vesikular, Rh , Wh

-/-Abdomen

Inspeksi: bentuk cekung, kulit sawo matang, venektasi (-) Auskultasi: bising usus (+), arterial bruit (-)

Palpasi: supel, nyeri tekan (-), turgor kulit baik, hepar dan lien tidak teraba, undulasi (-) Perkusi: timpani pada seluruh abdomen, shifting dullness (-)

Ekstremitas

Inspeksi: warna kulit sawo matang, ikterik (-), tremor (+), palmar eritema (-), deformitas (-), efloresensi (-), dan kuku normal. Akral hangat (+), edema (-)

Diagnosis Kerja : Hipertiroid

(10)
(11)

Tata laksana :

 Thyrozol ( Thiamazole) 1x10mg

 Propanolol ( beta blocker) 2x40mg

Prognosis :

Ad Vitam : Ad bonam

Ad Functionam : Ad bonam

Ad Sanactionam : Dubia ad bonam HASIL PEMBELAJARAN:

Pengetahuan tentang Hipertiroid, penyebab, tanda dan gejala klinis, pemeriksaan  penunjang untuk kepentingan penegakkan diagnosis.

Membuat diagnosis Hipertiroid sesuai dengan gejala klinis dan pemeriksaan penunjang. Pengetahuan tentang tatalaksana kasus Hipertiroid.

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio Subjektif

Pasien datang 24 tahun datang ke poli penyakit dalam RSUD dr. Mohd. Saleh dengan keluhan jantung berdebar yang dialaminya sejak 2 minggu yang lalu dan dirasakan terus menerus sepanjang hari. Keluhan tersebut tidak disertai dengan sakit dada, namun pasien mengeluh tangan sering gemetaran, mudah berkeringat, sulit tidur dan menjadi lebih mudah marah. Selain itu, pasien mengeluh adanya benjolan di leher yang semakin membesar sejak 6 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluhkan adanya lemas, mual dan muntah. Lemas dirasakan sepanjang hari, terutama setelah melakukan  pekerjaan. Setiap habis makan, pasien mengeluh mual dan muntah. Dimana muntahannya berisi makanan yang dimakan pasien. Disamping itu, nafsu makan  pasien meningkat, tetapi berat badannya dirasakan terus menurun. Pasien juga

mengeluh cepat haus sehingga sering minum yang berakibat pasien sering buang air kecil. Adanya diare atau konstipasi disangka (-). Riwayat keluhan serupa sebelumnya (-). Riwayat alergi obat atau makanan (-), HT (-), DM(-), Riwayat pengobatan

(12)
(13)

Objektif

Pemeriksaan Fisik:

 Status lokalis : Tampak benjolan bilateral, simetris kanan-kiri, permukaan rata, nyeri tekan negatif, konsistensi kenyal, ukuran sekitar 5x 7 cm.

Pada pasien ini indeks Wayne adalah : Tabel I : 0+2+2+0+0+3+2+3+0+0+3 = 15 Tabel II : 3-2+0+0+4+1-2+1-0+3= 8

Jumlah indeks wayne pasien ini adalah 23

Pemeriksaan Penunjang:

Pada pasien ini sudah dilakukan pemeriksaan USG Tiroid dan Pemeriksaan Laboratorium fungsi tiroid ( kadar TSH, T3, T4 )

(14)
(15)

Assesment Hipertiroid

DEFINISI

Hipertiroid adalah suatu gangguan dimana kelenjar tiroid memproduksi lebih banyak hormon tiroid yang dibutuhkan oleh tubuh. Kadang-kadang disebut juga tirotoksikosis. Tirotoksikosis ialah manifestasi klinis kelebihan hormon tiroid yang beredar dalam sirkulasi. Hipertiroidsme adalah tirotoksikosis yang diakibatkan oleh kelenjar tiroid yang hiperkatif. Apapun sebabnya manifestasi kliniknya sama, karena efek ini disebabkan ikatan T3 dengan reseptor T4-inti yang makin penuh.

ETIOLOGI

(16)
(17)

stimulating immunoglobulin (TSI), dimana memiliki struktur yang hampir sama dengan TSH dan menyebabkan peningkatan hormon tiroid yang lebih banyak dalam tubuh.

2.  Nodul Tiroid

 Nodul tiroid yang dikenal juga sebagai adenoma adalah benjolan yang terdapat  pada tiroid. Nodul dapat menjadi hipereaktif dan menghasilkan banyak hormon tiroid. Suatu nodul yang hiperaktif disebut adenoma toksik dan apabila melibatkan banyak nodul yang mengalami hiperaktif disebut sebagai goiter multinodular toksik.

3. Tiroiditis

Beberapa jenis tiroiditis dapat menyebabkan hipertiroidisme. Tiroiditis tidak menyebabkan tiroid untuk menghasilkan hormon berlebihan. Sebaliknya, hal itu menyebabkan hormon tiroid yang disimpan, bocor keluar dari kelenjar yang meradang dan meningkatkan kadar hormon dalam darah.

a. Tiroiditis subakut

Kondisi ini berkembang akibat adanya inflamasi pada kelenjar tiroid yang dapat diakibatkan dari infeksi virus atau bakteri.

 b. Tiroiditis postpartum

Tiroiditis postpartum diyakini kondisi autoimun dan menyebabkan hipertiroidisme yang biasanya berlangsung selama 1 sampai 2  bulan.Kondisi ini akan terulang kembali dengan kehamilan berikutnya. c. Tiroiditis “silent”

Jenis tiroiditis disebut "silent" karena tidak menimbulkan rasa sakit, seperti tiroiditis postpartum, meskipun tiroid dapat membesar. Seperti tiroiditis  postpartum,tiroiditis“silent”mungkin suatukondisi autoimun.

4. Penggunaan Yodium

Kelenjar tiroid menggunakan yodium untuk membuat hormon tiroid, sehingga  jumlah yodium yang dikonsumsi berpengaruh pada jumlah hormon tiroid yang

dihasilkan.

5. Medikasi berlebihan dengan hormon tiroid

Beberapa orang yang menderita hipotiroid akan mengkonsumsi hormon tiroid lebih banyak, yang terkadang akan menyebabkan kelebihan hormon tiroid dalam tubuh.

(18)
(19)

Gejala Serta Tanda Hipertiroidisme Umumnya dan pada Penyakit Graves2 Sistem Gejala dan Tanda Sistem Gejala dan Tanda

Umum Tak tahan hawa

 panas, hiperkinesis, capek, BB turun, tumbuh cepat, toleransi obat, youth fullness

Psikis dan saraf Labil. Iritabel, tremor, psikosis, nervositas, paralisis  periodik dispneu Gastrointestinal Hiferdefekasi, lapar, makan  banyak, haus, muntah, disfagia, splenomegali

Jantung hipertensi, aritmia,  palpitasi, gagal  jantung

Muskular Rasa lemah Darah dan limfatik Limfositosis, anemia, splenomegali, leher membesar Genitourinaria Oligomenorea, amenorea, libido turun, infertil, ginekomastia Skelet Osteoporosis, epifisis cepat menutup dan nyeri tulang

Kulit Rambut rontok,  berkeringat, kulit  basah, silky hair

dan onikolisis

DIAGNOSIS

Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan :

a. Indeks klinis Wayne dan New Castle yang didasarkan anamnesis dan  pemeriksaan fisik teliti.

(20)
(21)

 b. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

 Laboratorium : TSHs, T4 atau fT4, T3 atau fT3, TSH Rab, kadar leukosit (bila timbul infeksi pada awal pemakaian obat antitiroid)

 Sidik Tiroid/thyroid scan : terutama membedakan penyakit Plummer dari  penyakit Graves dengan komponen nodosa

 EKG

 Foto torak 

TATALAKSANA

Golongan Tionamid

Terdapat 2 kelas obat golongan tionamid, yaitu tiourasil dan imidazol. Tiourasil dipasarkan dengan nama propiltiourasil (PTU) dan imidazol dipasarkan dengan nama metimazol dan karbimazol. Obat golongan tionamid lain yang baru beredar ialah tiamazol yang isinya sama dengan metimazol.

 pemberian PTU dengan dosis awal 100-150 mg setiap 6 jam. Setelah 4-8 minggu, dosis dikurangi menjadi 50-200 mg , 1 atau 2 kali sehari

(22)
(23)

Obat Golongan Penyekat Beta

Obat golongan penyekat beta, seperti propranolol hidroklorida, sangat bermanfaat untuk mengendalikan manifestasi klinis tirotoksikosis (hyperadrenergic state) seperti  palpitasi, tremor, cemas, dan intoleransi panas melalui blokadenya pada reseptor

adrenergik. Di samping efek antiadrenergik, obat penyekat beta ini juga dapat -meskipun sedikit- menurunkan kadar T-3 melalui penghambatannya terhadap konversi T-4 ke T-3. Dosis awal propranolol umumnya berkisar 80 mg/hari

Pembedahan

Tiroidektomi subtotal merupakan terapi pilihan pada penderita dengan struma yang  besar. Sebelum operasi, penderita dipersiapkan dalam keadaan eutiroid dengan  pemberian OAT (biasanya selama 6 minggu). Disamping itu , selama 2 minggu pre operatif, diberikan larutan Lugol atau potassium iodida, 5 tetes 2 kali sehari, yang dimaksudkan untuk mengurangi vaskularisasi kelenjar dan mempermudah operasi Planning

Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, maka dapat ditegakkan bahwa pasien mengalami Hipertiroid.

a. Terapi Farmakologis :

 Thyrozol ( Thiamazole) 1x10mg

 Propanolol ( beta blocker) 2x40mg  b. Terapi Non-Farmakologis

 Konsultasi : Menjelaskan kepada pasien untuk konsultasi ke dokter spesialis  penyakit dalam setiap kontrol pengobatan.

 Pendidikan : Melakukan edukasi terhadap pasien mengenai penyakit yang diderita. Diharapkan pasien lebih memahami tentang penyakit yang dideritanya, sehingga pasien patuh dalam menggunakan obat yang diberikan.

 Kontrol: Menyarankan kepada pasien untuk rutin kontrol pengobatan minimal sebulan sekali.

(24)
(25)

 Hyperthyroidsme. 2014; 573-582

2. Rani, A.  Panduan Pelayanan Medik . Pusat Penerbit Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta. 2012

3. Donangelo, Ines. Update on Subclinical Hyperthyroidsm. 2013; 934-938 4. American Thyroid Association. Hyperthyroidsm. 2012; 1-4

5. Brand, Frans. A Critical Review and Meta-Analysis of The Association Between Overt Hyperthyroidsm and Mortality. 2014; 491-497

(26)

Referensi

Dokumen terkait

Didasarkan pada keluhan nyeri perut bagian atas, dirasakan terus menerus, tidak dipengaruhi oleh posisi ataupun aktivitas.. Penerbit : Fakultas Kedokteran Universitas

Pasien laki-laki usia 57 tahun datang ke IGD RSUD MA Hanafiah Batusangkar den ke IGD RSUD MA Hanafiah Batusangkar dengan gan keluhan demam sejak 4 hari sebelum masuk Rumah

Perempuan, 28 tahun, PSK, belum menikah, datang dengan keluhan sering keputihan. Keputihan dialami sejak 1 minggu ini, terus-menerus, timbul perlahan-lahan, sangat

2 minggu sebelum masuk RS pasien merasa sakit di perut bagian bawah yang semakin lama semakin bertambah berat, nyeri dirasakan muncul tiba-tiba saja dan dirasakan terus

Pasien laki-laki 20 tahun datang dengan keluhan pendengaran berkurang pada kedua telinga sejak 1 hari yang lalu disertai dengan rasa penuh pada telinga.. Keluhan terutama

Pada kasus ini, dijumpai keluhan pasien berupa sesak napas yang terjadi pada malam hari Pada kasus ini, dijumpai keluhan pasien berupa sesak napas yang terjadi pada malam hari

KEADAAN KETENAGAKERJAAN Waktu Kerja Normal 7 jam/hari dan 40 jam/minggu ✓ 8 jam/hari dan 40 jam/minggu 12 jam/hari dan 40 jam/minggu 12 jam/hari selama 10 hari terus menerus

Apakah boleh bekerja Sabtu dan Minggu terus-menerus pada sistem shift 5 hari kerja dan 2 hari