PENGARUH KREATIVITAS GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI KELAS XI AP V SMK NEGERI 1 GORONTALO

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGARUH KREATIVITAS GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI KELAS XI

AP VSMK NEGERI 1 GORONTALO RIKA SEPTI WULANDARI

Dr. Abd. Rahman Pakaya, M.Si (Pembimbing I) Djoko Lesmana Radji, S.Pd,M.Si (Pembimbing II)

Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Gorontalo 2013

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kreativitas guru terhadap motivasi belajar siswa Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Di Kelas XI AP V SMK Negeri 1 Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang terlebih dahulu yang dilakukan adalah uji validitas dan reliabilitas terhadap data penelitian, selanjutnya melakukan uji normalitas data, hasil persamaan regresi, dan koefisien determinasi (KD). Dari hasil pengujian normalitas data yang telah dilakukan baik variabel X tau variabel Y benar-benar normal dan di terima. Dari analisis persamaan regresi yaitu Y = 12,903 + 0.159X, hal ini berarti bahwa setiap terjadi perubahan (penurunan atau peningkatan) sebesar 1 (satu) unit pada kreativitas guru (Variabel X) atau (konstanta 12,903) maka akan di ikuti oleh perubahan rata-rata sebesar 0,159 pada motivasi belajar siswa (variabel Y). Sedangkan pengujian hipotesis berdasarkan perhitungan koefisien korelasinya r2 = 0,394 dan koefisien determinasinya r2 =

15,5236 atau 15,5236%. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa kreativitas guru memilki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini teruji dengan dapat diterimanya dari hasil uji hipotesis yang dilakukan oleh peneliti. Oleh karena itu, untuk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan, guru harus mampu

(2)

meningkatkan motivasi siswa untuk belajar serta menggali potensi yang ada pada diri siswa. Selain itu, guru harus memeperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Dengan demikian proses dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

Kata kunci : Kreativitas Guru dan Motivasi Belajar Siswa

PENDAHULUAN

Pendidikan adalah usaha sadar untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia (SDM) melalui pembelajaran. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada semua jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), sekolah menengah atas (SMA), dan perguruan tinggi. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Pendidikan Nasional adalah peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan. Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan sumber daya dari berbagai elemen yang bertindak sebagai pelaksana pendidikan baik dalam lingkungan formal maupun nonformal.

Pendidikan merupakan investasi utama bagi setiap bangsa, apalagi bagi bangsa yang sedang berkembang yang giat membangun bangsa dan negaranya. Pembangunan diberbagai bidang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang dipersiapkan melalui pendidikan. Setiap pendidikan selalu berurusan dengan manusia, karena hanya manusia yang hanya dapat dididik dan harus selalu dididik serta satu-satunya makhluk yang dikaruniai potensi untuk menyempurnakan diri melalui proses belajar.

Keberhasilan pendidikan tergantung pada mutu pendidikan yang berkualitas serta dilaksanakanya dengan penuh tanggung jawab oleh seorang guru. Guru merupakan tenaga pengajar dalam menciptakan proses belajar mengajar yang dinamis, sehingga dapat menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas yang ditinjau dari segi pengetahuan maupun keterampilanya agar dapat mengembangkan potensi sesuai dengan sasaran dan tujuan dari pendidikan itu sendiri.

(3)

Sesuai dengan hal tersebut, dalam pengamatan yang saya lakukan bahwa motivasi belajar siswa kelas XI AP V di SMK Negeri 1 Gorontalo belum tercapai secara maksimal khususnya pada mata pelajaran kewirausahaan, dalam artian motivasi belajar siswa masih kurang nampak. Hal ini disebabkan kurangnya kreativitas guru dalam proses pembelajaran. Di mana seorang guru belum sepenuhnya bisa meningkatkan semangat (motivasi) belajar siswa, sebab kreativitas guru dalam hal aplikasi kompetensi-kompetensi dasar dalam mengajar masih belum maksimal terutama dalam hal pengelolaan kelas, penggunaan metode mengajar yang masih kurang, penggunaan media pembelajaran yang terbatas, teknik, ataupun pendekatan pembelajaran yang relevan antara kebutuhan siswa dan materi pembelajaran yang disajikan.

Hal ini dapat dilihat dari adanya siswa yang mengeluh tentang cara mengajar guru yang kurang menarik, sehingga berakibat pada kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Secara singkat bahwa kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dalam hal proses pembelajaran belum maksimal. Sehingga hal tersebut menyebabkan kondisi belajar yang tidak dapat diikuti oleh tumbuhnya motivasi belajar dalam diri siswa. Dengan demikian, kesadaran atau semangat (motivasi) siswa untuk belajar masih kurang yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Seperti halnya mata pelajaran kewirausahaan yang merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari oleh siswa pada tingkat SMK bahkan ditingkat perguruan tinggi. Akan tetapi tidak semua siswa menyukai pelajaran ini karena dipandang sangat membosankan. Oleh karena itu, seorang pendidik (guru) harus pandai berkreativitas dalam proses belajar mengajar untuk dapat memotivasi siswa dalam belajar.

Dari penjelasan yang telah diuraikan diatas, menujukan bahwa kreativitas seorang pengajar/pendidik (guru) dalam pembelajaran sangat penting untuk dilakukan karena dapat mendorong minat, semangat (motivasi) belajar siswa untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan uraian di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut : Kurangnya kemampuan guru dalam menciptakan sesuatu yang baru (proses pembelajaran) belum maksimal, penggunaan media

(4)

pembelajaran yang terbatas, kurangnya perhatian siswa dalam menjalani proses belajar mengajar yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa.

METODE PENULISAN Motivasi

Motivasi berpangkal dari kata “motif”, yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Pada dasarnya motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan, dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong umtuk bertindak untuk melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.

Sardiman ( 2011 : 73 ) mengemukakan bahwa kata “motiv” diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motiv dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai tujuan. Berawal dari kata “motiv” itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motiv menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan/mendesak.

Motivasi Belajar

Motivasi dan belajar adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Belajar yaitu suatu perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau penguatan yang dilandasi untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi belajar dapat timbul karena adanya faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan kepada siswa, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar mengajar yang menarik. Akan tetapi kedua faktor tersebut disebabkan oleh rangsangan tetentu, sehingga seseorang berkeinginan untuk melakukan aktivitas belajar yang lebih giat dan semangat.

Fungsi Motivasi Dalam Belajar

Sardiman (2005 : 85-86) “motivasi dapat juga berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi.

(5)

Oemar Hamalik (2001), menyebutkan bahwa ada tiga fungsi motivasi : a) Mendorong seseorang untuk berbuat sebagai penggerak atau motor yang dilepas energi. Motivasi dalam hal ini merupakan penggerak setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

b) Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah atau kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuan.

c) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Berdasarkan penjelasan menurut para ahli tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa motivasi dalam belajar memiliki fungsi sebagai pendorong keberhasilan/kesuksesan dalam belajar, besar kecilnya motivasi akan menetukan cepat atau lambatnya suatu keberhasilan seseorang dengan cara mempraktekkan sesuatu berdasarkan pemikiran dan diaplikasikanya dalam bentuk kerja-kerja yang membuahkan hasil dengan baik.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Adapun faktor fisik dapat berupa gangguan fisik yaitu : 1. Kesehatan

Fisik dalam keadaan sakit menyebabkan siswa sulit untuk mengkonsentrasikan perhatianya dalam belajar baik disekolah maupun dirumah. Dalam hal ini kesehatan mental juga akan mempengaruhi motivasi belajar siswa. Karena kesehatan mental juga berhubungan dengan ketenangan hidup, jiwa, dan kebahagiaan batin. Dengan demikian jika seseorang dalam hidupnya sehat mental maka dia bebas untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya atau dapat membangkitkan motivasinya dengan sempurna.

2. Keadaan tubuh dan alat indera

Gangguan dalam tubuh dan alat indera yang terdapat dalam diri seseorang dapat menyebabkan berkurangnya motivasi siswa dalam belajar.

Selanjutnya keadaan non fisik (psikis) yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa antara lain :

(6)

a) Intelegensi

Intelegensi merupakan kemampuan berfikir yang terdapat pada seseorang atau dengan kata lain nalar dalam suatu fakta atau peristiwa.

b) Bakat

Siswa yang berbakat akan selalu berusaha untuk menguasai bidang-bidang ilmu tertentu yang dapat menunjang bakat yang dimilikinya dalam hal ini dapat berpengaruh pada motivasi siswa dalam belajar.

c) Cita-cita

Cita-cita atau tujuan merupakan faktor pendorong yang kuat dalam kegiatan belajar.

Kreativitas Guru

Kreativitas (Creativity) adalah salah satu kemampuan intelektual manusia yang sangat penting dan oleh kebanyakan ahli psikologi kognitif dimasukan kedalam kemampuan memecahkan masalah. Kreativitas juga biasa disebut kreatif (creative thinking), dan kedua istilah ini akan diguanakan secara bergantian. Di bidang lain misalnya manajemen dan teknologi, kreativitas sering disebut berfikir inovatif (innovative thinking). Semua istilah ini berkaitan dengan usaha mnemukan, menghasilkan, atau menciptakan hal-hal baru.

Dari penjelasan diatas, beberapa pengertian kreativitas menurut para ahli antara lain :

Roger (dalam Munandar 1999 : 18) mengemukakan bahwa kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasi diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang menjadi matang, kecenderungan untuk mengekpresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme.

Munandar (2008 : 25) menegaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat pengaruh baru antara unsur yang sudah ada sebelumnya. Kreativitas adalah kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap

(7)

satu masalah dimana penekananya adalah pada kuantitas ketepatgunaan dan keragaman jawaban.

Menurut Munandar (1985) bahwa kreativitas dapat dilihat dari tiga tekanan kemampuan yaitu : (1) kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data dan informasi atau unsur-unsur yang ada; (2) kemampuan berdasarkan data informasi yang tersedia, menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekananya adalah pada kuantitas ketepatgunaan dan keraguan jawaban, dan (3) kemampuan yang secara operasional mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan orisinalitas dalam berfikir, secara kemampuan untuk mengelaborasi (mengemabngkan, memperkarya, dan memperinci) suatu gagasan.

Kreativitas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

Dalam proses belajar mengajar perlu suatu sikap yang kreatif dari seorang guru, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik. Proses belajar mengajar dikatakan baik bila proses tersebut dapat meningkatkan/membangkitkan semangat (motivasi) belajar siswa yang efektif. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Parnes (dalam Nursito 1999:31) mengemukakan bahwa ada lima prilaku kreatif yang dilakukan oleh guru yaitu : 1. Fluency (kelancaran)

Yaitu kemampuan untuk menghasilkan gagasan dalam menyeleseaikan suatu masalah, berupa : (a) kelancaran dalam menyampaikan materi yang digunakan; (b) menggunakan metode mengajar yang sesuai dengan keadaan siswa; (c) menggunakan peralatan pengajaran dan alat bantu lainya sesuai dengan tujuan, dan (d) menggunakan dengan tepat bahan pelajaran sesuai dengan tujuan.

2. Fleksibility (keluwesan)

Yaitu kemampuan untuk menghasilkan berbagai macam ide guna memecahkan masalah diluar kategori yang biasa, berupa : (a) menunjukan sikap terbuka terhadap pendapat siswa; (b) menunjukan sikap luwes baik didalam maupun diluar kelas; (c) menerima siswa sebagaimana adanya dengan segala

(8)

kelebihan dan kekuranganya, dan (d) menunjukan sikap ramah, penuh pengertian dan sabar baik kepada siswa maupun teman sejawat/orang lain.

3. Originalitas (keaslian)

Yakni kemampuan untuk memberikan respon yang unik atau luar biasa berupa : (a) menunjukan sikap kegairahan dalam mengajar; (b) merangsang dan memotivasi siswa untuk belajar; dan (c) memberikan kesan kepada siswa bahwa ia menguasai apa yang dikerjakan dan cara mengajarkanya.

4. Elaboration (keterperincian)

Yaitu kemampuan untuk menyatakan ide secara terperinci untuk mewujudkan ide menjadi kenyataan, berupa : (a) melakukan penilaian selama proses belajar mengajar berlangsung; (b) mendemonstrasikan pelaksanaan penilaian baik dengan lisan, tulisan maupun dengan cara pengamatan; (c) menafsirkan hasil penelitian dalam proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan, dan (d) menggunakan prosedur penilaian dengan melibatkan siswa pada awal pengajaran.

5. Sensitivity (kepekaan)

Yakni kepekaan menangkap dan menghasilkan masalah sebagai tanggapan terhadap suatu situasi, berupa : (a) menunjukan sikap sensitif, respontif dan simpatik terhadap perasaan dan kesukaran siswa; (b) memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi, dan (c) memelihara keterlibatan siswa dalam memelihara ketertiban.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengujian Hipotesis

Setelah melakukan penelitian dan dilakukan pengujian hipotesis terlihat bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kreativitas guru terhadap motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh thitung = 2,43 dan t -tabel = 1,70. Ketika thitung jatuh di daerah penolakan, maka Ha diterima karena t-hitung

> t-tabel dimana (2,43 > 1,70). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan

bahwa dengan tingkat signifikansi 5% terdapat pengaruh dari kreativitas guru terhadap motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Gorontalo. Oleh karena itu, hipotesis yang berbunyi : Terdapat pengaruh kreativitas guru terhadap motivasi

(9)

Daerah Penolakan H0

Daerah Penerimaan H0

Daerah Penolakan H0

-1,70 1,70 2,43

belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan di kelas XI AP V SMK Negeri 1 Gorontalo, dinyatakan diterima. Selanjutnya dapat dilihat pada gambar Penerimaan dan Penolakan Ho (Uji-t) berikut :

PEMBAHASAN

Dalam proses pembelajaran disekolah terletak pada cara guru sebagai pengajar, instruktur dan fasilitator belajar dalam mengelola pembelajaran secara maksimal. Sehingga tujuan-tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Kreativitas adalah kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat pengaruh baru antara unsur yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian, jelas bahwa kreativitas seorang guru sangat penting untuk dilakukan, selain untuk meningkatkan kreativitas guru dalam mengajar maka akan berpengaruh juga terhadap motivasi belajar siswa.

Sesuai dalam pengamatan yang saya lakukan di SMK Negeri 1 Gorontalo khususnya di kelas XI AP V pada mata pelajaran kewirausahaan semangat (motivasi) untuk belajar masih rendah, Hal ini disebabkan kurangnya kreativitas guru dalam proses pembelajaran. Di mana seorang guru belum sepenuhnya bisa meningkatkan semangat (motivasi) belajar siswa, sebab kreativitas guru dalam hal aplikasi kompetensi-kompetensi dasar dalam mengajar masih belum maksimal terutama dalam hal pengelolaan kelas, penggunaan metode mengajar yang masih kurang, penggunaan media pembelajaran yang terbatas, teknik, ataupun pendekatan pembelajaran yang relevan antara kebutuhan siswa dan

(10)

materi pembelajaran yang disajikan. Hal ini dapat dilihat dari adanya siswa yang mengeluh tentang cara mengajar guru yang kurang menarik, sehingga berakibat pada kurangnya minat/motivasi siswa dalam belajar. Secara singkat bahwa kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dalam hal proses pembelajaran belum maksimal. Sehingga hal tersebut menyebabkan kondisi belajar yang tidak dapat diikuti oleh tumbuhnya motivasi belajar dalam diri siswa. Dengan demikian, kesadaran atau semangat (motivasi) siswa untuk belajar masih kurang yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa.

Oleh karena itu, dalam penelitian ini berusaha menganalisis pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa secara empirik terbukti variabel bebas yang diteliti ikut menentukan variabel terikat. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah kreativitas guru (Variabel X) dan variabel terikat adalah motivasi belajar siswa (Variabel Y) pada mata pelajaran kewirausahaan di kelas XI AP V SMK Negeri 1 Gorontalo.

Dari hasil pengujian hipotesis, hasilnya menunjukkan bahwa hipotesis nol (Ho) yang diuji ditolak dengan signifikan, dan sebaliknya hipotesis penelitian (Ha) yang diajukan diterima. Hal ini terlihat dari Fhitung lebih besar dari Fdaftar pada

taraf signifikan α = 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa hipotesis penelitian ini dapat diterima, adapun hipotesis penelitian yang diajukan adalah terdapat pengaruh kreativitas guru terhadap motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kreativitas guru terhadap motivasi belajar siswa bernilai positif. Sehingga motivasi siswa akan meningkat apabila kreativitas guru dapat dilakukan dengan baik.

Dari hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa persamaan regresi yaitu Y = 12,903 + 0.159X, yang telah teruji keberartianya pada taraf nyata α = 0,05. Persamaan tersebut mengandung makna bahwa setiap terjadi perubahan (penurunan atau peningkatan) sebesar 1 (satu) unit pada kreativitas guru (Variabel X) atau (konstanta 12,903) maka akan di ikuti oleh perubahan rata-rata sebesar 0,159 pada motivasi belajar siswa (variabel Y). Apabila perubahan tersebut meningkat maka berdampak pada motivasi belajar siswa, dimana keinginan siswa untuk belajar akan lebih tinggi sehingga dapat berpengaruh pada

(11)

proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Akan tetapi sebaliknya, jika perubahan tersebut menurun maka dapat mengakibatkan motivasi siswa untuk belajar semakin rendah dan berdampak pada hasil belajar siswa.

Dalam penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pada dasarnya kreativitas guru apabila dilakukan dengan baik dan benar maka dapat memberikan peningkatan yang baik terhadap semangat (motivasi) belajar siswa, yang akhirnya akan berdampak pada hasil belajar siswa. Sehingga dalam proses pembelajaran dapat dilakukan sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan. Disamping itu, pengujian koefisien korelasi dimasukan untuk mengetahui keeratan pengaruh kreativitas guru terhadap motivasi belajar siswa, berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi dengan menggunakan software SPSS yang ditampilkan pada tabel model summary sebesar R2= 0,394. Artinya variable X (kreativitas guru)

dapat menerangkan bahwa variabel Y (motivasi belajar siswa) sebesar 15,5236%, sementara sisanya masih ada faktor-faktor yang turut mempengaruhi motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Gorontalo, diantaranya tuntutan ekonomi, keadaan fisik dan lain sebagainya. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran agar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa maka seorang pendidik (guru) harus dapat menguasai dengan baik mulai dari fluency (kelancaran), fleksibility (keluwesan), originalitas (keaslian), elaboration (keterperincian), dan sensivity (kepekaan). Sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik.

Secara konseptual, kreativitas guru mengacu pada kemampuan dalam menemukan ataupun mengemukakan gagasan atau ide-ide baru dalam pengaturanya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dan yang menjadi indikator dalam keberhasilan guru adalah imajinasi yang kuat, inisiatif, berpendapat pada pengalaman baru, dan berani dalam mengungkapkan pendapat. Dari beberapa indikator kreativitas guru, dapat meningkatkan atau mempengaruhi variabel motivasi belajar siswa.

Berdasarkan dari hasil uji koefisien korelasi yang telah dianalisis, dan dengan kriteria pengujian statistik t bahwa thitung lebih besar dari ttabel. Dimana thitung

telah berada diluar daerah penerimaan Ho . Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif antara kreativitas

(12)

guru terhadap motivasi belajar siswa pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Di Kelas XI AP V SMK Negeri 1 Gorontalo, dapat diterima.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Hipotesis yang berbunyi “Terdapat pengaruh kreativitas guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan di kelas XI AP V SMK Negeri 1 Gorontalo” diterima. Dengan kata lain terdapat pengaruh yang positif antara kreativitas guru terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dalam uji koefisien determinasi dimana r2 = 15,5236% atau 15,5236%.

Saran

Berdasarkan simpulan diatas, maka penulis mengemukakan beberapa saran antara lain :

1) Dalam proses belajar mengajar guru memberikan dorongan atau motivasi kepada siswa agar lebih giat belajar dan mengikuti proses belajar mengajar dengan baik

2) Sebelum kegiatan belajar menganjar dilakukan guru harus mempersiapkan bahan ajar, alat bantu pengajaran, metode, serta melihat kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

3) Guru harus mampu meningkatkan kesadaran dan kemauan siswa untuk lebih giat dan aktif dalam proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

A.M Sardiman. 2011. Interaksi Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Rajawali Pers

... 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo

Munandar, Utami S.C. 1999. Kreativitas dan keberbakatan startegi mewujudkan potensi kreatif dan bakat. Jakarta : PT Gramedia pustaka Utama

... 1985. Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah petunjuk bagi para guru dan orang tua. Jakarta : Gramedia Widiasarana

(13)

... 2008. Pengembangan kreativitas Anak Berbakat. Jakarta : PT Rineka Cipta

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :