DAFTAR ISI
SAMPUL DALAM ... i
LEMBAR PENGESAHAN. ... ii
PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ... v
ABSTRAK ... vi ABSTRACT ... vii RINGKASAN ... viii SUMMARY ... ix DAFTAR ISI ... x DAFTAR GAMBAR ... DAFTAR TABEL ... DAFTAR SINGKATAN DAN ARTI LAMBANG... ... DAFTAR LAMPIRAN ... BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 1.3 Tujuan Penelitian ... 1.4 Manfaat Penelitian ... 1.4.1 Manfaat akademik ... 1.4.2 Manfaat praktis ... BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 2.1 Definisi PU... 2.2 Anatomi dan Fisiologi Pelvis dan Uterus ... 2.2.1 Pelvis... 2.2.2 Uterus ... 2.3 Epidemiologi PU ... 2.4 Etiologi PU... 2.4.1 Faktor Obstetrik ... 2.4.2 Faktor non-obstetrik ... 2.5 Patofisiologi PU ... 2.5.1 Kolagen ... 2.5.2 Elastin ... 2.5.3 Estrogen dan fibroblast ... 2.6 Klasifikasi PU ... 2.7 Manifestasi Klinis PU ... 2.8 Diagnosis PU ... 2.8.1 Anamnesis ... 2.8.2 Pemeriksaan fisik ... 2.8.3 Pemeriksaan penunjang ... 2.9 Penatalaksanaan Prolapsus Uteri
2.9.1 Konservatif ... 2.9.2 Operatif ... 2.10 Komplikasi PU ... BAB III KERANGKA BERPIKIR DAN KERANGKA KONSEP ... 3.1 Kerangka Berpikir ...
3.2 Konsep penelitian... BAB IV METODE PENELITIAN ... 4.1 Rancangan Penelitian ... 4.2 Populasi dan Sampel Penelitian ... 4.2.1 Populasi penelitian ... 4.2.2 Sampel penelitian ... 4.2.3 Cara pengambilan sampel ... 4.3 Defisini Operasional Variabel ... 4.4 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 4.4.1 Lokasi penelitian ... 4.4.2 Waktu penelitian ... 4.5 Prosedur Pengambilan Penelitian ... 4.6 Pengolahan Analisis Data ... BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 5.1 Gambaran Umum Penelitian ... 5.2 Deskripsi Hasil Penelitian ...
5.2.1 Gambaran Kasus PU Berdasarkan Usia ... 5.2.2 Gambaran Kasus PU Berdasarkan Jumlah Paritas ... 5.2.3 Gambaran Kasus PU Berdasarkan Pekerjaan ... 5.2.4 Gambaran Kasus PU Berdasarkan Status Menopause ... 5.2.5 Gambaran Kasus PU Berdasarkan Derajat Penyakit ... 5.2.6 Gambaran Kasus PU Berdasarkan Terapi... BAB VI PENUTUP ... 6.1 Kesimpulan ... 6.2 Saran ... DAFTAR PUSTAKA ... LAMPIRAN ... DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Anatomi organ genetalian interna wanita ... Gambar 2.1 Patogenesis PU ... Gambar 2.3 Deskripsi pencatatan kuantitatif dukungan organ pelvis ... Gambar 3.2 Bagan konsep penelitian ...
DAFTAR TABEL
Tabel 5.2.2 Gambaran Kasus PU Berdasarkan Jumlah Paritas ... Tabel 5.2.3 Gambaran Kasus PU Berdasarkan Pekerjaan ... Tabel 5.2.4 Gambaran Kasus PU Berdasarkan Status Menopause ... Tabel 5.2.5 Gambaran Kasus PU Berdasarkan Derajat Penyakit ... Tabel 5.2.6 Gambaran Kasus PU Berdasarkan Terapi ...
DAFTAR SINGKATAN, ARTI LAMBANG
SINGKATAN
AFTP : Arcus fasciae tendineus pelvis BAB : Buang air besar
BB : Berat badan
BMI : Body mass index ECM : Extracellular matrix
HRT : Hormone replacement therapy ISK : Infeksi saluran kemih
LOX : Oxydase lysyl
MMP : Matriks metalloproteinase PPOK : Penyakit paru obstruktif kronik POP : Prolapsus organ pelvis
POP-Q : Pelvic Organ Prolapse Quantification
PU : Prolapsus uteri
RSUP : Rumah Sakit Umum Pusat USG : Ultrasonografi
TVL : Total vagina length SC : Sectio cesarean
USA : United State of America WHI : Women’s Health Initiative WHO : World Health Organization
LAMBANG
> : tanda lebih besar dari < : tanda lebih kecil dari
ABSTRAK
PROFIL KASUS PENDERITA PROLAPSUS UTERI DI POLIKLINIK OBSTERI DAN GINEKOLOGI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE APRIL 2015 –
MARET 2016
Latar Belakang : Prolapsus organ pelvis merupakan suatu kondisi jatuh atau tergelincirnya organ-organ pelvis dari posisi anatomi yang normal berupa penonjolan ke vagina bahkan sampai keluar vagina akibat disfungsi dari otot-otot dasar pelvis, fasia, dan ligamentum endopelvis. Organ pelvis yang dapat mengalami prolapsus diantaranya adalah uterus (prolapsus uteri = PU).
Tujuan : Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penderita Prolapsus Uteri di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016.
Metode : penelititian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan pengambilan data sekunder berupa rekam medis pasien di RSUP Sanglah periode April 2015 sampai Maret 2016 untuk melihat gambaran karakteristik penderita PU.Dengan metode total sampling yang menghasilkan 26 sampel. Analisis data menggunakan SPSS.
Hasil : Hasil analisis data terhadap pasien Prolapsus uteri berdasarkan data rekam medis di RSUP Sanglah periode April 2015 sampai Maret 2016 didapatkan sebagian besar kasus ditemukan pada usia 61-80 tahun sebanyak 13 orang (50%), menurut jumlah paritas >3 sebanyak 20 orang (76.9%), menurut pekerjaan sebanyak 15 orang (57.7%) sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), lalu dari status menopause diketahui 22 orang (84.6%) sudah mengalami menopause. Berdasarkan derajat prolapsus uteri, sebagian besar adalah stadium III sebanyak 14 orang (53.8%). Berdasarkan terapi, sebanyak 20 orang (76.9%) memilih tindakan operatif.
ABSTRACT
PROFILE OF UTERINE PROLAPSE PATIENTS IN POLYCLINIC OBSETRIC AND GYNECOLOGY HOSPITAL OF SANGLAH DENPASAR PERIOD APRIL 2015 -
MARCH 2016
Background : Pelvic organ prolapse is a condition of falling or slipping of the pelvic organs from normal anatomical position in the form of protrusion into the vagina even got out of the vagina due to dysfunction of the pelvic floor muscles, fascia and ligaments Endopelvic. Pelvic organ that may experience prolapse includes the uterus (uterine prolapse = PU).
Objective : The general objective of this study was to know the profile of patients with prolapse of uterine in Sanglah Hospital in Denpasar period April 2015 to March 2016.
Method : This study is a retrospective descriptive study with secondary data such as medical records of patients in Sanglah Hospital in the period April 2015 until March 2016 to see the picture of the characteristics of patients with PU. With the total sampling method that produces 26 samples. Data analysis was done using SPSS.
Results : The results of the data analysis of uterine prolapse patients based on medical records at Sanglah Hospital in the period April 2015 to March 2016 found the majority of cases discovered at the age of 61-80 years as many as 13 people (50%), according to the number of parity> 3 as many as 20 people (76.9% ), according to the work of as many as 15 people (57.7%) as a Housewife (IRT), and menopausal status known 22 people (84.6%) had experienced menopause. Based on the degree of uterine prolapse, most were in stage III as many as 14 people (53.8%). Based therapy, as many as 20 people (76.9%) chose operative action.
RINGKASAN
Profil Kasus Penderita Prolapsus Uteri di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Sanglah Periode April 2015 – Maret 2016. Anak Agung I. A. Detritha S. P. Fakultas Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Udayana.
Prolapsus organ pelvis merupakan suatu kondisi jatuh atau tergelincirnya organ-organ pelvis dari posisi anatomi yang normal berupa penonjolan ke vagina bahkan sampai keluar vagina akibat disfungsi dari otot-otot dasar pelvis, fasia, dan ligamentum endopelvis. Organ pelvis yang dapat mengalami prolapsus diantaranya adalah uterus (prolapsus uteri = PU). Prolapsus menimpa jutaa wanita di seluruh dunia. Faktor risiko seorang wanita terkena PU dapat bermacam – macam, namun sering terjadi pada wanita usia lebih tua. Penatalaksanaan prolapsus uteri dapat dilakukan terapi konservatif atau terapi operatif.
Penelitian dilakukan di Instalasi Rekam Medis RSUP Sanglah dari bulan September sampai dengan Desember 2016. Total sampel yang didapat adalah 26 data sampel. Data sampel diambil dari rekam medis pasien prolapsus uteri dari April 2016 sampai Maret 2016.
Dari 26 sampel, sebagian besar berusia 61-8- tahun sebanyak 13 orang (50%), menurut jumlah paritas >3 sebanyak 20 orang (76.9%), menurut pekerjaan sebanyak 15 orang (57.7%) sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), lalu dari status menopause diketahui 22 orang (84.6%) sudah mengalami menopause. Berdasarkan derajat prolapsus uteri, sebagian besar adalah stadium III sebanyak 14 orang (53.8%). Berdasarkan terapi, sebanyak 20 orang (76.9%) memilih tindakan operatif.
Masyarakat umum perlu diberikan pengertian prolapsus uteri, faktor resiko serta gejala umum, dan komplikasi yang bisa terjadi. Selain itu diperlukan pembuatan arsip yang lengkap secara digital guna mempermudah pencarian data rekam medis dan menghindari terjadinya kehilangan data.
SUMMARY
Profile of Patients with Uterine Prolapse in Obstetrics Polyclnic and Gynecology Hospital of Sanglah Period April 2015 – March 2016. Anak Agung I. A. Detritha S. P. Faculty of Medicine, Study Program of Medical Education Udayana University. Pelvic organ prolapse is a condition of falling or slipping of the pelvic organs from normal anatomical position in the form of protrusion into the vagina even got out of the vagina due to dysfunction of the pelvic floor muscles, fascia and ligaments Endopelvic. Pelvic organ that can experience prolapse includes the uterus (uterine prolapse = PU). Prolapse override many women around the world. The risk factors of a woman affected by PU are varied, but often occurs in older women. Management of uterine prolapse may take conservative therapy or operative therapy.
The study was conducted in the Installation of Medical Record Sanglah Hospital from September to December 2016. The total sample is 26 of sample data . The sample data taken from uterine prolapse patients' medical records from April 2016 until March 2016.
Of the 26 samples, mostly 61-8- year olds as many as 13 people (50%), according to the number of parity> 3 as many as 20 people (76.9%), according to the work of as many as 15 people (57.7%) as a Housewife (IRT), then of menopausal status known 22 people (84.6%) experienced menopause. Based on the degree of uterine prolapse, most were in stage III as many as 14 people (53.8%). Based on therapy, as many as 20 people (76.9%) chose operative action.
The general public needs to be given the understanding of uterine prolapse, the risk factors and common symptoms and complications that can occur. In addition, it requires a complete archiving of digitally in order to facilitate the search of medical records and prevent data loss.
BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Definisi sehat menurut World Health Organization (WHO) adalah suatu keadaan sempurna baik fisik, mental, maupun sosial, dan tidak hanya terbebas dari penyakit dan kelemahan. Kesehatan yang dimaksud mencakup kesehatan reproduksi pada wanita dimana setiap tahunnya diperkirakan terjadi 358.000 kematian ibu, sekitar 99% terjadi di negara berkembang dan 67% diantaranya termasuk Indonesia (WHO, 2010). Kemajuan secara obstetrik telah menurunkan angka mortalitas ibu dan bayi sehingga fokus perhatian bergeser ke arah mengurangi angka morbiditas. Trauma dasar pelvis selama kehamilan dan persalinan tetap menjadi masalah yang umum karena dapat menyebabkan beberapa gangguan pada pelvis salah satunya adalah prolapsus organ pelvis (POP) (John, 2010).
Prolaps dari kata latin prolapsus artinya jatuh atau tergelincir dari tempat asalnya, jadi POP merupakan suatu kondisi jatuh atau tergelincirnya organ-organ pelvis dari posisi anatomi yang normal berupa penonjolan ke vagina bahkan sampai keluar vagina akibat disfungsi dari otot-otot dasar pelvis, fasia, dan ligamentum endopelvis (Mochamad dkk, 2011; Shrestha et al, 2014). Organ pelvis yang dapat mengalami prolapsus diantaranya adalah uterus (prolapsus uteri = PU) (Lazarou, 2014).
Prolapsus menimpa jutaan wanita di seluruh dunia (Altman et al, 2011; Pal, 2013), tetapi jarang dilaporkan dan kurang terdiagnosis karena banyak yang tidak mencari pelayanan kesehatan lebih awal sampai gejala menjadi berat dan berdampak pada kehidupan sosial mereka (Marchese, 2009). Proses bagi seorang wanita untuk terkena PU berlangsung perlahan-lahan dan memerlukan waktu yang lama, keluhan yang dirasakan penderita umumnya bersifat asimtomatik sampai ringan yang tidak membutuhkan pengobatan tetapi dapat menjadi progresif tergantung dari berat ringannya penurunan visera pelvis yang terjadi (Marchese, 2009 ; Purwara, 2014).
Faktor risiko seorang wanita terkena PU dapat bermacam-macam, namun lebih sering terjadi pada wanita usia lebih tua. Usia harapan hidup orang Indonesia
semakin meningkat seiring dengan meningkatnya taraf hidup dan pelayanan kesehatan, kendali tersebut membawa dampak terhadap peningkatan jumlah populasi lanjut usia sehingga dikhawatirkan kasus PU juga akan semakin bertambah. Untuk alasan itulah diperlukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya PU pada kelompok-kelompok berisiko dan meminimalisir dampak yang terjadi akibat PU. Salah satu upayanya adalah dengan memprediksi atau deteksi dini faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap terjadinya PU dengan melihat gambaran karakteristik PU di RSUP Sanglah Denpasar, sehingga kedepannya penelitian ini berguna untuk memberikan informasi tentang PU dan dapat membantu pengembangan upaya promosi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta meningkatkan pelayanan kesehatan pada tahap awal PU dan dengan demikian pencegahan primer dan sekunder PU dapat dilakukan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 berdasarkan usia?
2. Bagaimana profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 berdasarkan paritas?
3. Bagaimana profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 berdasarkan pekerjaan?
4. Bagaimana profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 berdasarkan status menopause?
5. Bagaimana profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 berdasarkan derajat penyakitnya?
6. Bagaimana profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 berdasarkan terapi yang diberikan?
1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan umum
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016.
1.3.2 Tujuan khusus
Tujuan khusus dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 berdasarkan usia.
2. Untuk mengetahui profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 berdasarkan paritas.
3. Untuk mengetahui profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 berdasarkan pekerjaan.
4. Untuk mengetahui profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 berdasarkan status menopause.
5. Untuk mengetahui profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 berdasarkan derajat penyakitnya.
6. Untuk mengetahui profil penderita PU di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 berdasarkan terapi yang diberikan.
1.4Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat akademik
Penelitian ini sebagai data dasar untuk mengetahui bagaimana profil penderita PU di poliklinik obstetrik dan ginekologi RSUP Sanglah Denpasar April 2015 sampai Maret 2016 berguna sebagai data dasar atau referensi penelitian berikutnya dengan jumlah sampel penelitian yang lebih besar, waktu penelitian yang lebih lama, dan tempat penelitian yang lebih banyak. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan peneliti bagaimana gambaran kasus PU di poliklinik obstetrik dan ginekologi RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 dan dapat menjadi awal dari penelitian-penelitian selanjutnya yang terkait dengan penanganan PU, sehingga harapannya dengan adanya penelitian ini peneliti bisa melihat gambaran kasus PU di poliklinik obstetrik dan ginekologi RSUP Sanglah Denpasar dan menemukan berbagai solusi untuk mengatasi permasalahan terkait PU. 1.4.2 Manfaat praktis
Hasil penelitian ini juga berguna dalam mengembangkan konsep pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, upaya-upaya pencegahan PU serta tindakan yang diberikan. Selain itu, sebagai bahan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat
mengenai bahaya dan dampak PU pada kelompok berisiko khususnya pada wanita usia tua dan sebagai informasi dalam pelayanan kesehatan untuk berkolaborasi secara lebih efektif dalam program pencegahan PU.