• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

M ENUM BUHKEM BANGKAN DAN M ENGELOLA KREATIVITAS PENELITIAN

Oleh : Suhandoyo, M S * )

(* Dosen FM IPA UNY, M akalah disam paikan dalam f orum pem binaan karya t ulis ilm iah m ahasisw a Fak. Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakart a.Sabt u, 8 Desem ber 2012 )

Rasiona l

Pada saat ini banyak kita saksikan terselenggaranya berbagai lom ba kreat ivitas m ahasiswa, baik yang diselenggarakan oleh instansi swast a m aupun negeri. Disat u sisi lom ba-lom ba tersebut, m enunjukkan sem akin tingginya upaya untuk m endorong t um buh dan berkem bangnya kreativit as di kalangan m ahasisw a. Nam un disisi yang lain itu juga m enunjukkan sisi kelem ahan sist em pem belajaran dalam pendidikan yang sedang berjalan di Indonesia saat ini. Di ant ara kelem ahan-kelem ahan tersebut adalah kurangnya akomodasi pengembangan kreat ivit as di kalangan anak didik t erm asuk m ahasiswa di perguruan tinggi. Padahal kreativit as m erupakan sum bu kekuat an yang dapat m enjam in bagi kelangsungan eksistensi kit a sebagai bangsa. Pada tit ik inilah perlu upaya yang lebih untuk m endorong dan mem fasilit asi organisasi kemahasisw aan agar dapat m enjadi wahana bagi mahasisw a unt uk tum buh dan berkem bangnya

kreativit as.

Produk Perguruan Tinggi

Ter dapat set idaknya dua produk ut ama perguruan t inggi yait u lulusan yang unggul dan ilm u penget ahuan yang bermanfaat bagi masyar akat . Ciri lulusan unggul pada umum nya memiliki kemampuan komunikasi t er t ulis dan lisan, bekerja dalam t im , menguasai t eknologi informasi, mampu ber pikir logis, beker ja mandiri, menguasai Ilm u penget ahuan di bidangnya, ber pikir analit is ser t a memiliki social sense (peka lingkungan lokal, nasional, int ernasional). Disamping it u sosok lulusan unggul har us juga memiliki sifat disiplin, jujur , obyekt if, bersedia bekerja keras, mem iliki jiw a wir ausaha (int er preuner) dan memiliki rasa t anggungjaw ab t er hadap pekerjaan, bidang dan masyar akat nya. Secar a singkat sosok lulusan unggul disam ping har us memiliki kemampuan akadem ik dan professional yang baik juga mem iliki kecakapan hidup (live or soft skill) yang baik pula.

(2)

oleh program kokurikuler dan ekst r a kurikuler yang baik pula. Pada t it ik inilah peran bidang kemahasisw aan besert a organisasi mahasisw a mem iliki fungsi yang st r at egis.

Organisasi mahasisw a t um buh berkembang dar i dan unt uk mahasisw a. Organisasi mahasisw a merupakan w ahana bagi mahasisw a unt uk mengem bangkan berbagai pot ensi yang dim ilikinya. Agar dapat mencapai hal t ersebut , maka or ganisasi mahasisw a har us dapat dikem bangkan menjadi sebuah or ganisasi yang demo krat is-dialogik yang efekt if dan sehat . Or ganisasi yang dit at a dan berkembang secara demikian, dihar apkan akan dapat mem bant u memunculkan sosok mahasiswa yang mam pu menjadi pemim pin bagi dir inya maupun bagi masyar akat luas, sert a mam pu menjadi agen per ubahan ke ar ah lebih baik.

Ter dapat hubungan yang er at ant ar a kualit as masukan dan keluar an sebuah per guruan t inggi. Namun demikian sudah menjadi t ugas pokok sebuah per gur uan t inggi unt uk membrikan nilai t ambah bagi mahasisw anya, sehingga menjadi mahasisw a yang cer das. Sebab hanya mahasisw a cerdas yang dapat menjadi lulusan unggul yang memiliki sifat “ problem solver ” . M ahasisw a cer das yang demikian dalam pola pem ikirannya mem iliki kemampuan (a) berpikir dan memecahkan masalah ber dasarkan disiplin ilmunya, ar t inya dia mampu ment erjemahkan dan mengat si berbagai persoalan yang ada di masyar akat maupun di t empat kerjanya dalam kont eks ilmu penget ahuan yang dikuasainya. (b) elabor asi informasi, ar t inya dia mam pu berpikir sint esis yait u mengolah berbagai informasi dan persoalan yang ada dan selanjut nya menghasilkan sebuah formulasi yang posit ip, (c) kreat if, art inya dia mam pu berpikir t idak linier dan dalam ber t indak selalu memiliki ber bagai alt ernat ive dalam pemecahan per masalahan. (d) t oleransi, ar t inya mam pu mener ima ber bagai per bedaan pandangan yang t er jadi dalam kehidupan, unt uk mendapat kan t at anan kehidupan yang lebih baik, dan (e) mengikut i norma at au et ik yang ada di masyarakat .

M unculnya Sebuah Gagasan Kreatif

(3)

kenyat aannya t idak demikian. Orang kreat if biasanya pola ber pikir nya t idak linier . M ereka selalu bisa melihat sesuat u persoalan dari sekian banyak demensi at au sudut pandang. Dengan pola ber pikir dem ikian mer eka akan mem iliki “ langkah alt er nat if” ket ika mendapat persoalan. Kr eat ivit as yang baik adalah kreat ivit as yang bert ujuan baik, meskipun ser ing hasilnya t erasa amat sangat sederhana. Sebuah karya kr eat if muncul biasanya dibent uk oleh mot ivasi dan rasa keingint ahuan dan kemauan unt uk mengat asi ket akut an, desakan maju, keharusan mengubah ar ah kar ena jalan bunt u maupun kondisi lain yang memaksa.

Pr oduk kr eat if bukan ber ar t i asal beda. Produk kreat if mem iliki cir i (a) bar u yang lebih segar , menarik, aneh, mengejut kan, unik, (b) punya manfaat t ambahan (added value) yait u bisa lebih cepat , lebih nyaman, lebih besar , lebih enak, lebih pr akt is, lebih efisien, lebih indah, memperlancar, mendorong, mengem bangkan, mendidik, mengat asi masalah, mengur angi ham bat an, mendat angkan hasil, dan (c) dapat dimengert i secara rasional sehingga bisa jadi dapat diulang at au dibuat di lain w akt u, dapat diuji kebenar annya, ini akan mem bedakan dengan “ keber unt ungan”

Penelit ian ilmiah adalah sebuah kegiat an yang dilakukan secar a saksama, sist emat ik dan obyekt if unt uk mendapat kan jaw aban at as sebuah per masalahan. Oleh kar ena it u sebuah penelit ian mem iliki ciri (a) memiliki masalah, (b) bert ujuan unt uk meningkat kan, memodifikasi, menem ukan dan mengembangkan penget ahuan, (c) dilakukan melalui pencar ian fakt a nyat a secar a saksama, t elit i, sist emat ik dan obyekt if, (d) dapat disam paikan dan diuji or ang lain.

M endasar kan pada ciri penelit ian ilmiah, maka kegiat an ident ifikasi masalah mer upakan pem buka dari sebuah proses penelit ian. Secara umum masalah muncul karena adanya kesenjangan ant ar a kondisi ideal yang dihar apkan dengan kondisi nyat a. Namun demikian just ru pada t ahap inilah yang paling sukar unt uk dilalui, sebab t idak cukup banyak orang yang mam pu melihat adanya kesenjangan t er sebut .

(4)

masalah sudah dimiliki sejak kecil yait u rasa ingin tahu. Sering kit a melihat seorang anak kecil yang kar ena nalur i keingint ahuannya ingin memegang api, dem ikian pula saat anak kecil bermain busa ingin mencicipi rasanya dan lain sebagainya, dem ikian pula kir anya kit a semua dikala masih kecil. Hanya per soalannya, kit a t idak secara t erus mener us memupuk dan mengembangkan r asa keingint ahuan ini, sehingga menjadi t um pul. Inilah sisi kekur angan sist em pendidikan kit a secar a umum selama ini yait u kurang mem ber ikan peluang m unculnya daya kr eat if sejak dini. Unt uk it u marilah kit a semua bangkit dan menggali r asa yang t elah ham pir hilang it u, sehingga m uncul kem bali dan menjadi lebih baik, melalui berbagai kegiat an posit ip.

Tidak ada pr osedur baku, bagaimana car a memper oleh sebuah gagasan at au ide yang layak unt uk dit elit i dan dit er apkan, sehingga pengalaman set iap orang mem peroleh pr oduk kr eat if selalu berbeda-beda. M ungkin cara-car a ber ikut ini dapat membant u mahasisw a dalam menggali dan merumuskan gagasan-gagasan kreat if yait u (a) memper t anyakan pengalaman orang lain at au pengalaman dir i sendir i, (b) berdiskusilah dengan t eman sejaw at at au set iap orang yang anda anggap m umpuni at au bisa diajak diskusi, (c) dat anglah kepusat -pusat informasi, (bisa per pus, t oko buku dll) lalu bacalah apa yang ingin didalami, (d) deduksi t eori yait u dengan memper t anyakan ber bagai t eori yang ada, selanjut nya kit a ber upaya memberikan per baikan t erhadap t eori yang dipandang memiliki kelemahan, dan (e) keber unt ungan.

Tidak semua gagasan yang kit a m iliki dan t emukan dapat dit er uskan dalam sebuah kegiat an. Tergant ung pada sit uasi dan kondisi yang melingkupi gagasan t er sebut , maka pent ing kit a melakukan seleksi. Ada beberapa kr it er ia seleksi yang dapat dijadikan pegangan (a) gagasan t ersebut member i nilai t ambah yang paling t inggi apabila dit erapkan pada masyarakat , (b) t enaga, kemampuan dan biaya dalam implem ent asinya dapat dijangkau, (c) t idak melanggar et ika dan norma masyarakat , dan (d) w akt u mencukupi.

(5)

menindaklanjut inya ber beda-beda. Gagasan-gagasan yang sudah melew at i ujicoba dan analisis yang mant aplah yang set erusnya dapat disebut sebagai inovasi, yait u produk gagasan yang sudah siap unt uk diim plement asikan. Jadi perlu dibedakan ant ara gagasan dan inovasi.

Pada umumnya sebuah gagasan masih membut uhkan langkah-langkah pem bukt ian unt uk sam pai pada sebuah produk inovasi bar u. Oleh karena sebuah produk gagasan har us dapat memenuhi kaidah benar, t epat dan realist ik, maka rangkaian langkah-langkah pembukt iannya t ak lain adalah mengikut i met ode ilmiah yang ser ing kit a dengar selama ini. Langkah-langkah ini dimulai dari m enem ukan, dan mer umuskan per soalan, menem ukan dan mer um uskan dugaan jaw aban, mer ancang pem bukt ian jaw aban, melaksanakan rancangan pembukt ian kit a, melakukan analisis dat a yang dihasilkan selanjut nya melakukan penyimpulan.

Upaya Individu M enum buhkembangkan Gagasan Kreatif

Ter dapat berbagai jalan unt uk menumbuhkan dan mengembangkan kr eat ivit as unt uk mem per oleh gagasan segar , di ant aranya:

a. Penyelarasan at aupun penyesuaian ant ara apa yang dikerjakan at au dihadapi dengan minat ut ama anda. Terdapat banyak keber hasilan dan munculnya kr easi yang br illian muncul karena minat .

b. Ikut i beberapa kegiat an yang mendorong inisiat if pribadi. Pilih proyek di mana mot ivasi int rinsik Anda begit u t inggi.

c. Ambillah keunt ungan dar i kegiat an t idak resmi. Ini dapat menum buhkan perasaan dan keadaan aman sehingga ide dapat t umbuh.

d. Terbukalah t er hadap hal mengecew akan. Kegagalan mer upakan pint u keberhasilan, hal t er pent ing unt uk dilakukan adalah menelaah kegagalan t ersebut . M elalui penelaahan yang mendalam kit a dapat mengident ifiksi penyebab kegagalan, selanjut nya hasil t er sebut dapat dijadikan dasar unt uk perbaikan dimasa dan kegiat an ber ikut nya.

(6)

bidang anda, selanjut nya manfaat kan unt uk memberikan nilai t ambah pada bidang yang anda hadapi.

f. Lakukan kom unikasi dengan t eman dan manfaat kan pada set iap kesempat an unt uk ber bagi ide. Pikir an kr eat if ser ing t er jadi saat int er aksi spont an ant ar individu. Int er aksi it u hanya m ungkin jika kom unikasi yang sesungguhnya t erjadi. Oleh kar ena it u jangan segan mem fasilit asi adanya kom unikasi (it ulah pent ingnya silat ur ahm i).

M engelola Kreativitas M ahasisw a Bagi Organisasi Kemahasisw aan

Organisasi mahasisw a dibent uk dan diselenggarakan bert ujuan unt uk w ahana bagi mahasisw a unt uk memper oleh t am bahan ket erampilan dan penget ahuan di luar program kurikuler , sehingga mahasisw a mem iliki keunggulan yang kompet it if. Oleh kar ena it u, or ganisasi kemahasiswaan dibent uk dan dikelola oleh mahasisw a dan unt uk kemajuan mahasisw a it u sendiri. Dosen dan perangkat lain di Perguruan Tinggi menjadi fasilit at or agar seluruh kegiat an keor ganisasian yang dikelola mahasisw a menjadi t epat pr oses dan t epat sasaran.

Secara kelembagaan (or ganisasi mahasisw a), pert anyaan mendasar t ent ang apa yang harus dilakukan unt uk dapat menum buhkan, mengembangkan dan mengelo la kr eat ivit as mahasisw a menjadi relevan unt uk dikemukakan. Per soalan ini mem but uhkan pemikiran dan ker ja yang t idak kecil. Beber apa hal yang mungkin dapat dilakukan (a) upayakan secar a t erus menerus di dalam mekanisme or ganisasi t um buh dan ber kem bang budaya dialogis yang efekt if. M elalui budaya ini diharapkan, mahasisw a menjadi t erbiasa unt uk berpikir rasional dan belajar menerima per bedaan yang t er jadi, (b) Kembangkan kelompok-kelom pok kecil ber dasarkan int eres. Dibandingkan dengan kelo mpok besar , keunt ungan kelom pok kecil adalah dari fleksibilit as dan mobilit asnya. Dan perlu diingat bahw a unt uk menjadi besar selalu dimulai dari kecil, dan (c) Kembangkan sist em pem binaan senior -yunior yang efekt if dan posit ip unt uk menjamin regenerasi dan keber langsungan sist em yang di bangun.

Penut up

(7)

Referensi

Dokumen terkait

Thanks to the wide range of scripts and free blogging sites such as blogger.com and wordpress.com anyone can get a blog and they are very easy to use, some people also use blogs as

Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Metode ini digunakan mengetahui pengetahuan siswa tentang PHBS sebelum

[r]

Peraturan Menteri ini berlaku untuk semua pen adaan baran dan jasa g g yang dilakukan oleh BUMN yang pembiayaannya berasal dari anggaran BUMN atau an ' ggaran pihak lam termasuk

Keterangan : Pembuktian Kualifikasi dan Verifikasi ini harap dilakukan oleh penandatangan dokumen kualifikasi atau penerima kuasa dari penandatangan dokumen

Rumusan masalah: mentransliterasi naskah, merekonstruksi teks yang terdapat didalam naskah no: 07.8, koleksi museum negeri Provinsi Sumatera Utara.. Teori yang digunakan ialah

Indikator Kinerja Daerah untuk Setiap Misi

Regression analysis of the fineness and cutin data for some of the hackled (a step in the processing of flax fibers that is comparable to combing which straightens fibers and