HAK GUNA BANGUNAN
( HGB )
Diatur dalam:
Pengertian HGB ( Pasal 35 ayat(1):
• Hak Guna Bangunan adalah hak untuk mendirikan bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu paling lama 30 tahun.
• Jadi unsurnya:
1. Wewenang untuk mempergunakan tanah yang bersangkutan.
2. Peruntukannya hanya untuk mendirikan bangunan, bukan untuk pertanian
Ciri-ciri HGB:
1. Tergolong hak yang kuat Artinya tidak mudah hapus dan mudah dipertahankan maka wajib didaftarkan
2. HGB dapat dialihkan
3. Jangka waktunya tertbatas ( Max 30 tahun ) dan dapat diperpanjang max 20 tahun
4. HGb dapat dijadikan jaminan hutang
5. HGB dapat dilepaskan oleh yang empunya
Subyek hak:
•
Yang dapat mempunyai HGB:
1. WNI
2. Badan hukum Indonesia
Terjadinya HGB:
HGB yang terjadi karena
Penetapan
Pemerintah:
1. Mengajukan permohonan kepada instansi yang berwenang:
a. Gubernur: jika luasnya tidaklebih 2000 m2 dan jangka waktunya tidak lebih 20 tahun
b. Menteri Dalam Negeri: jika luasnya lebih 2000 m2 dan jangka waktunya lebih duapuluh tahun 2. Apabila dikabulkan dikeluarka SK Pemberian HGB
HGB yang terjadi karena
Perjanjian:
•
Perjanjian antar pihak yang mempunyai tanah
hak milik dengan pihak yang memerlukan
tanah HGB.
•
Bentuk perjanjian sampai saat ini belum
Peralihan HGB : dapat melalui perbuatan hukum
atau peristiwa hukum
• Hapusnya HGB:
1. Jangka waktu berakhir
2. Dihentikan sebelum waktunya berakhir, karena suatu syarat tidak terpenuhi
3. Dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir
4. Dicabut karena kepentingan umum 5. Diterlantarkan
6. Tanahnya musnah