BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Paradigma Kajian
Paradigma bukanlah teori-teori, namun lebih merupakan cara berfikir atau
pola-pola untuk penelitian yang diperluas dan dapat menuju pembentukan suatu
teori. Jadi, paradigma merupakan keseluruhan susunan kepercayaan dan asumsi
yang dipegang bersama yang dipakai oleh peneliti dalam memandang fokus
masalah penelitiannya.
Penelitian pada hakikatnya merupakan wahana untuk menemukan
kebenaran atau untuk lebih mudah membenarkan kebenaran. Usaha untuk
mengejar kebenaran dilakukan oleh para filsuf, peneliti maupun para praktisi
melalui model-model tertentu. Model-model tersebut biasanya disebut dengan
paradigma. Paradigma merupakan model atau pola tentang bagaimana sesuatu
distruktur (bagian dan hubungannya) atau bagaimana bagian-bagian berfungsi.
Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma
konstruktivis dan menggunakan pendekatan kualitatif. Paradigma konstruktivis ini
dipakai pada penelitian kualitatif, karena dalam penelitian ini peneliti berusaha
melihat, menggambarkan, dan pada akhirnya memperbandingkan bagaimana
penyajian iklan oleh provider AXIS dan TELKOMSEL di televisi dari perspektif komunikasi pemasaran.
Dari paradigma konstruktivis yang mengarah pada skema interpretif dapat
dikaji perbandingan komunikasi pemasaran iklan provider AXIS dan TELKOMSEL peneliti dapat melihat bagaimana masing-masing provider
memasarkan produk mereka untuk mempengaruhi interpretif dari pelanggan,
disamping itu dalam melakukan penelitian ini peneliti juga mengidentifikasikan,
menggambarkan dan membandingkan komunikasi pemasaran iklan kedua
2.2. Kajian Pustaka
2.2.1. Perspektif Komunikasi Pemasaran Sejarah Komunikasi Pemasaran
Sejarah menunjukkan, bahwa Butler dari University of Chicago adalah orang yang pertama mengadopsi konsep pemasaran dari riset-riset penjualan pada
tahun 1906. Beliau mengambil istilah-istilah tersebut dari kajian ilmu ekonomi
dari pemikiran teoritik Ricardo dan Adam Smith. Pada perkembangannya
semenjak tahun 1949, pemasaran (marketing) dianggap lebih luas, tidak hanya menyangkut unsur-unsur penjualan saja, maka kemudian mulailah masuk berbagai
unsur didalamnya. Kemudian Borden pada tahun 1964 memperkenalkan konsep
barunya tentang marketing mix. Setelah itu, kajian komunikasi pemasaran sudah dipastikan dikenal banyak orang, setelah terdapat pengembangan dan
penemuan-penemuan, baru diketahui bahwa komunikasi pemasaran itu bersifat
multidisipliner (Prisgunanto, 2006:28).
Pada pertengahan abad ke-18, seorang pelaku pasar (marketer) bernama Josiah Wedgwood membangun program perluasan promosi penjualan dengan
mengirimkan semacam hadiah-hadiah pada acara makan malam ala Cina kepada
raja-raja Eropa. Kegiatan ini akhirnya menjadi kegiatan rutin dan gaya sajian
tradisi istana yang diikuti oleh kalangan bangsawan dan kerabat istana waktu itu
(Prisgunanto, 2006:29).
Komunikasi pemasaran berkembang pada masa Romawi karena pada waktu
itu masyarakat disana sudah memiliki kesadaran bahwa berkomunikasi yang baik
itu adalah jangkauannya luas dan mengutamakan efektivitas daripada hanya lewat
orang perorangan atau individu. Selain itu, pada masa Romawi sudah mengetahui
bahwa bila orang tidak tahu akan produk , maka tidak akan ada maksud atau
perhatian utuk membeli. Sebaliknya, jika mereka tidak ada maksud untuk
membeli, pertukaran (jual beli) tidak akan berlangsung dan aktivitas ekonomi
akan berhenti. Pada perkembangan berikutnya, komunikasi pemasaran bukan saja
dihubungkan dalam penggunaan media, melainkan mencakup peningkatan
Pengertian Komunikasi Pemasaran.
Komunikasi pemasaran merupakan aspek penting dalam keseluruhan misi
pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Komunikasi dan pemasaran
merupakan hal yang tidak terpisahkan.
Kotler (2001) mendefinisikan pemasaran sebagai suatu proses perencanaan
dan menjalankan konsep, harga, promosi, serta diatribusi sejumlah barang dan
jasa, untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan
organisasi (Rangkuti, 2009: 18).
Menurut Sutisna dalam buku Amir Purba, dkk (2006: 126-127) menyatakan
komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk meyampaikan pesan kepada
publik terutama konsumen sasaran mengenai perbedaaan produk di pasar.
Kegiatan komunikasi pemasaran merupakan rangkaian kegiatan untuk
mewujudkan suatu produk, jasa, ide, dengan menggunakan bauran pemasaran
(marketing mix) yaitu iklan (advertising), penjualan tatap muka (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat dan publisitas (public relation and publicity) serta pemasaran langsung (direct marketing).
Kotler menyebutkan bahwa marketing mix terdiri dari produk, harga, promosi, dan distribusi (product, price, promotion, dan place). Atau yang biasa dikenal dengan istilah ‘Four of P’s’. Dalam konsep komunikasi, product
dihubungkan dengan solusi pelanggan (customer cost), price dihubungkan dengan biaya pelanggan (customer cost), place dihubungkan dengan kenyamanan (convenience), sedangkan promotion dihubungkan dengan sebuah komunikasi (communication). Empat konsep ini sering diistilahkan dengan bauran komunikasi (communication mix) ‘Four C’s (Soemangara, 2006: 3 ).
Bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix) merupakan penggabungan dari lima model komunikasi dalam pemasaran, yaitu: advertising, sales promotion, public relations, personal selling, dan direct marketing.
Demikian pula halnya dengan event dan exhibition. Keduanya merupakan bagian dari marketing communication mix yang dikembangkan oleh bagian sales promotion. Komunikasi yang digunakan dalam kegiatan sales promotion
membutuhkan media promosi seperti flier, banner, poster, catalogue dan
dibutuhkan khususnya dalam penawaran suatu produk kepada konsumen secara
tatap muka (Soemanagara, 2006: 1).
Hubungan antara pemasaran dengan komunikasi merupakan hubungan yang
erat. Komunikasi merupakan proses pengoperan lambang-lambang yang diartikan
sama antara individu kepada individu, individu kepada kelompok, kelompok
kepada kelompok dan kelompok kepada massa. Komunikasi dalam pemasaran
bersifat kompleks. Bentuk komunikasi yang lebih rumit mendorong penyampaian
pesan oleh komunikator kepada komunikan dilakukan melalui sejumlah strategi
komunikasi yang canggih, setelah melewati perencanaan yang matang
(Soemanangara, 2006: 3).
Tabel 2.1
Relasi Antara Bauran Pemasaran dan Bauran Komunikasi
Four of P’s Four of C’s
Product Customer Solutions Price Costumer Cost Place Convinience Promotion Communications
Penggabungan dari dua kajian : pemasaran dan komunikasi menghasilkan
kajian “baru” yang diberi nama komunikasi pemasaran (marketing communication). Komunikasi pemasaran adalah kegiatan pemasaran dengan menggunakan teknik-teknik komunikasi yang ditujukan untuk memberikan
informasi kepada orang banyak dengan harapan agar tujuan perusahaan tercapai,
yaitu terjadinya peningkatan pendapatan (laba). Komunikasi pemasaran
merupakan bentuk komunikasi yang ditujukan untuk memperkuat strategi
pemasaran guna meraih segmentasi luas (Soemanagara, 2006: 4-5 ).
Kebanyakan orang mungkin menempatkan komunikasi pemasaran berada di
bawah periklanan dan promosi, namun pada perkembangannya saat ini,
komunikasi pemasaran muncul sebagai suatu bentuk komunikasi yang lebih
kompleks dan berbeda. Pada akhirnya, banyak akademisi dan praktisi
mix yang melibatkan komunikasi antar organisasi dan target khalayak pada segala bentuknya yang ditujukan untuk performance pemasaran (Prisgunanto, 2006: 8).
Tujuan Komunikasi Pemasaran
Marketing communication atau komunikasi pemasaran bertujuan untuk mencapai tiga tahap perubahan yang ditujukan bagi konsumen. Tahapan pertama
yang ingin dicapai dari strategi marketing communication adalah tahap perubahan pengetahuan. Dalam perubahan ini, konsumen mengetahui keberadaan sebuah
produk, untuk apa produk diciptakan, dan ditujukan pada siapa. Dengan demikian,
pesan yang disampaikan menunjukkan informasi penting dari produk itu. Tahap
kedua adalah tahapan perubahan sikap, yang ditentukan oleh tiga unsur oleh
Schiffman dan Kanuk (1994: 242) disebut sebagai tricomponent attitude change
yang menunjukkan bahwa tahap perubahan sikap ditentukan oleh tiga komponen
yaitu cognition (pengetahuan), affection (perasaan), dan conation (perilaku). Jika ketiga komponen ini menunjukkan adanya kecenderungan perubahan (cognition, affection, dan conation) maka akan mungkin sekali akan terjadi perubahan sikap berupa keinginan mencoba produk. Pada tahap yang ketiga, yaitu tahap
perubahan, dimaksudkan agar konsumen tidak beralih pada produk lain, dan
terbiasa menggunakannya atau yang biasa disebut dengan loyalitas pelanggan
(Soemanagara, 2006: 63)
Sifat Dasar komunikasi Pemasaran
Satu hal yang harus dipahami adalah bagimana komunikasi pemasaran itu
bekerja dan adakah sifat dasar serta karakteristik yang dibawanya. Pemahaman
kepada keunikan-keunikan dan karakteristik komunikasi adalah awal dari dasar
keberhasilan komunikasi pemasaran itu sendiri. Pada kenyataanya, banyak
perusahaan dan institusi yang mengabaikan atau menyepelekan aspek-aspek yang
mendasar ini. Alhasil, tanpa disadari, malah komunikasi pemasaran yang mereka
lakukan menyimpang dan menimbulkan efek-efek negatif yang bertentangan
dengan yang diinginkan. Hal yang menjadi inti permasalahan komunikasi
pemasaran disini adalah sesuatu yang klasik, yakni disinterpretasi dan
tersebut. Tetap saja disini masalah penyimpangan pemahaman pesan oleh
komunikator tidak sesuai dengan komunikan. Kondisi inilah yang perlu dihindari
oleh mereka yang melakukan aktivitas komunikasi. Oleh sebab itu, diperlukan
strategi dan taktik yang matang dalam efektivitas dan efisiensi sebuah komunikasi
pemasaran (Prisgunanto, 2006: 13).
Satu hal lagi yang perlu ditekankan dalam melihat sifat dari komunikasi
pemasaran disini, yaitu komunikasi pemasaran bukanlah suatu proses sistem yang
berjalan satu arah, tetapi dua arah. Misalnya sebuah perusahaan melakukan
aktivitas strategi pemasaran dengan pemasangan iklan. Di sini, perusahaan sudah
berusaha memberikan informasi kepada pelanggan dalam keperluan untuk
mendapatkan masukan akan produk mereka. Masukan dari pelanggan, baik secara
langsung ataupun tidak, akan sangat berarti dan berguna bagi perusahaan untuk
meningkatkan kualitas produk yang mereka miliki (Prisgunanto, 2006: 14).
Ada dua sifat dasar dari komunikasi pemasaran, yaitu komunikasi tertuju
(intended) dan tidak tertuju (unintended). Orang dalam berkomunikasi pada umumnya ingin agar pesan yang disampaikan kepada orang yang tertuju atau
dimaksudkan diterima dan dipahami sepenuhnya. Disini, pesan (message) diartikan tidak asal diterima saja, tetapi memiliki interpretasi dengan maksud yang
sama dengan apa yang diinginkan atau disampaikan komunikator. Bentuk
komunikasi semacam ini adalah model paling ideal yang memang diinginkan
dalam proses komunikasi pemasaran. Hal ini tentu sesuai dengan pendapat
Shannon bahwa komunikasi harus tidak ada penyimpangan (noise) sehingga akan membuat kesalahan interpretasi dan pemahaman. Dalam komunikasi pemasaran,
masalah intentional dan unintentional menjadi dasar dari berhasil tidaknya pesan sampai ke khalayak. Hal yang sering terjadi adalah munculnya disinterpretasi
pesan oleh komunikan karena pesan tidak tertuju dan pihak tertuju tidak tepat.
Semua ini bisa terjadi, berangkat dari ketidakmengertian akan strategi dan taktik
si komunikator dalam berkomunikasi. Hasilnya, komunikasi dianggap sebagai
seseuatu yang rutin saja, padahal komunikasi tersebut perlu distrategikan agar
dapat berjalan efektif dan seefisien mungkin (Prisgunanto, 2006: 14-15).
Inti dari dua sifat pemasaran di atas yaitu bila pesan unintended dan
dipercaya. Dan bila pesan unintended tidak konsisten diberikan atau kontradiktif
dengan pesan intended, maka kredibilitas akan berkurang dan pesan tidak akan
dipercaya (Prisgunanto, 2006: 17).
Komunikasi pemasaran tertuju (intentional) memang dimaksudkan diterima oleh pelanggan tertuju dinamakan komunikasi sentripetal. Komunikasi sentripetal
didefinisikan bila segala usaha komunikasi dilakukan untuk perbaikan dan
dikoordinasikan agar memberikan citra baik dan tetap dipasaran, lebih fokus pada
tujuan dan maksud yang khusus dengan khalayak sasaran yang khusus juga.
Proses yang demikianlah dapat didefinisikan dengan komunikasi sentripetal.
Komunikasi pemasaran sentripetal akan lebih berfokus untuk menggunakan
komunikasi pesan dari pelanggan guna memperbesar konsistensi antar pesan yang
dimaksud (intentional). Bila berkaitan dengan komunikasi pemasaran yang tidak tertuju dengan pelanggan atau komunikan yang tidak tertuju, maka juga akan
dikaitkan dengan komunikasi sentripugal. Komunikasi pemasaran sentripugal
didefinisikan bila pesan yang terkirim unintentional dan kontradiktif dengan apa yang dimaksudkan perusahaan di pasar. Kontradiksi ini bila tidak dijaga, lambat
laun akan menghancurkan kredibilitas produk perusahaan di pasar (Prisgunanto,
2006: 18).
Intinya, bila atribusi pesan intended dengan strategi kreatif konsisten, maka komunikasi pemasaran akan diterima dan dipercaya. Sebaliknya, bila atribusi
negatif, pesan unintended dan kontradiktif, maka kredibilitas dan perusahaan akan rusak dan bisnis (pemasaran) perusahaan tidak akan dipercaya (Prisgunanto, 2006:
20).
Kegunaan Komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran memiliki dua kegunaan, yaitu langsung dan tidak
langsung, namun inti dari kegunaanya tersebut sama, yaitu untuk mendekatkan
pelanggan sehingga akan ada keputusan untuk membeli, meski masih dalam
rencana jangka panjang. Memang sedemikianlah kegunaan klasik dan dasar dari
komunikasi pemasaran, begitu mudah dan sedehana, tetapi pada kenyataanya sulit
Di samping hal tersebut di atas, ada juga kegunaan lain yang dikategorikan
tidak langsung dalam komunikasi pemasaran. Tujuan-tujuan ini sebenarnya
menyangkut dalam upaya menjaga hubungan dengan pelanggan. Pola pemasaran
tidak langsung erat dan dekat dengan kerja public relations, yang pada perkembangan selanjutnya akan memunculkan kajian-kajian baru dalam
perpaduan ilmu pemasaran dengan public relations, yakni public relations.
Adapun keguanaan komunikasi pemasaran akan dijelaskan sebagai berikut
dibawah ini (Prisgunanto, 2006 : 59-60) :
1. Kegunaan Langsung (Direct Benefit)
Komunikasi pemasaran memiliki kegunaan agar dari hasil transfer
pesan dan persuasi tersebut tercipta gambaran yang mengarah kepada
hasrat atau keinginan beli atau menggunakan produk dan jasa yang
ditawarkan. Artinya, upaya mengarahkan langsung kepada keputusan
untuk membeli adalah dasar pemikiran dari kegunaan pemasaran.
Memang pandangan ini masih kuno dan klasik sekali, tetapi demikianlah
pada kenyataanya, walu dimodifikasi seperti apa pun juga, akan
bermuara sedemikian.
2. Kegunaan Tidak Langsung (Indirect Benefit)
Dalam kegunaan tidak langsung, melakukan komunikasi
pemasaran merupakan keinginan untuk mendapatkan suatu tambahan
yang dapat dicapai oleh perusahaan, selain mengarahkan sikap
pembelian. Jadi, jelas bahwa alasan perusahaan merancang strategi
pemasaran tidak hanya ‘melulu’ karena perubahan sikap beli pelanggan,
tetapi juga membina hubungan antara pelanggan dengan perusahaan atau
dengan kata lain, perusahaan berupaya menggunakan nilai apa saja yang
membuat pelanggan memilih produk mereka dari sisi hubungan
2.2.2. Iklan Pengertian Iklan
Iklan adalah salah satu komponen marketing mix yang umum dilakukan oleh perusahaan. Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk
memotivasi seseorang pembeli potensial dan mempromosikan penjual suatu
produk atau jasa, untuk mempengaruhi pendapat publik, memenangkan dukungan
publik untuk berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan si pemasang iklan.
Selain itu, semua iklan dibuat dengan tujuan yang sama yaitu untuk memberi
informasi dan membujuk para konsumen untuk mencoba atau mengikuti apa yang
ada di iklan tersebut, dapat berupa aktivitas mengkonsumsi produk dan jasa yang
ditawarkan.
Menurut Suyanto (2005:3) periklanan merupakan penggunaan media
bayaran oleh seorang penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasive
tentang produk (ide, barang, jasa) ataupun organisasi sebagai alat promosi yang
kuat. Iklan mempunyai berbagai macam bentuk (industri, konsumen, merek,
produk, lokal dan sebagainya) yang dirancang untuk mencapai berbagai macam
tujuan (penjualan seketika, pengenalan merek, preferensi dan sebagainya).
Wright mengemukakan bahwa iklan merupakan suatu proses komunikasi
yang mempunyai kekuatan sangat penting sebagai alat pemesaran yang membantu
menjual barang, memberikan pelayanan serta gagasan atau ide-ide melalui saluran
tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif (Liliweri, 2001: 20).
Definisi iklan menurut AMA (The American Marketing Association),
bahwa iklan adalah “setiap bentuk pembayaran terhadap suatu proses
penyampaian dan perkenalan ide-ide, gagasan layanan yang bersifat non personal
atas tanggungan sponsor tertentu” (Liliweri, 2001: 21).
Baik definisi Wright maupun AMA iklan tetap dipandang dari dua sisi, alat
marketing dan komunikasi. Pengertian iklan dipandang sebagai alat pemasaran
adalah (Liliweri, 2001: 21):
1. Bentuk pembayaran
2. Penyampaian bersifat non personal
4. Dibiayai oleh sponsor
Pengertian iklan dipandang sebagai komunikasi adalah (Liliweri, 2001: 23):
1. Informasi dan persuasi
2. Informasi dikontrol
3. Teridentifikasinya informasi
4. Media komunikasi massa
Fungsi Iklan
Iklan sebagai teknik penyampaian pesan dalam bidang bisnis yang sifatnya
non personal secara teoritik melaksanakan fungsi-fungsi seperti yang dimuat di
media massa lainnya (Liliweri, 2001: 47).
a. Fungsi Pemasaran
Fungsi pemasaran adalah fungsi untuk memenuhi permintaan para pemakai
ataupun pembeli terhadap barang-barang ataupun jasa serta gagasan yang
diperlukannya.
b. Fungsi Komunikasi
Fungsi komunikasi adalah semua bentuk iklan memang
mengkomunikasikan melalui media berbagai pesan dari komunikator kepada
komunikan yang terdiri atas sekelompok orang yang menjadi khalayaknya.
Sebagai fungsi komunikasi, iklan berisi cerita mengenai suatu produk sehingga
harus memenuhi syarat-syarat pemberitaan.
c. Fungsi Pendidikan
Fungsi pendidikan merupakan sebagian fungsi komunikasi. Secara khusus
sebenarnya dalam setiap ulasan efek komunikasi maka efek pendidikan lebih
diutamakan. Hal ini disebabkan karena semua orang ingin menghindari
terbentuknya suatu sikap yang negatif. Dalam periklanan hal ini demikian sangat
diperhatikan dan melalui fungsi pendidikan untuk membentuk sikap setiap orang
aspek psikomotor. Fungsi pendidikan dalam komunikasi harus memberikan
pilihan yang bebas dari khalayak untuk mengambil keputusan.
d. Fungsi Ekonomi
Iklan mengakibatkan orang semakin tahu tentang produk-produk tertentu,
bentuk pelayanan jasa, maupun kebutuhan serta memperluas ide-ide yang
mendatangkan keuntungan finansial.
e. Fungsi Sosial
Iklan juga mempunyai fungsi sosial membantu menggerakkan suatu
perubahan standar hidup yang ditentukan oleh kebutuhan manusia di seluruh
dunia. Misalnya melalui iklan dapat digerakkan bantuan keuangan, bahan-bahan
makanan. Melalui publikasi iklan mampu menggugah pandangan orang tentang
suatu peristiwa, kemudian meningkatkan sikap, afeksi yang positif dan diikuti
tindakan pelaksanaan nyata atau tindakan sosial.
Jenis Iklan
Menurut Bittner dalam bukunya Mass Communication an Introduction, secara umum iklan terdiri dari dua jenis, yaitu (Liliweri, 2001: 31-32):
1. Iklan Standar (Komersil)
Iklan standar adalah iklan yang ditata secara khusus untuk keperluan
mengenal barang, jasa pelayanan untuk konsumen melalui sebuah media. Tujuan
iklan standar adalah merangsang motif dan minat para pembeli atau para pemakai.
2. Iklan Layanan Masyarakat
Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang bersifat non profit, jadi iklan ini
tidak mencari keuntungan akibat pemasangannya kepada khalayak. Hal ini
berbeda dengan iklan standar yang mengharapkan dari pemasangan iklannya
mendapat keuntungan atas penjualan barang produksinya. Umumnya iklan
layanan masyarakat bertujuan memberikan informasi dan penerangan serta
pendidikan kepada masyarakat dalam rangka pelayanan mengajak masyarakat
Jenis-jenis Media Iklan
Adapun jenis-jenis media iklan adalah sebagai berikut:
1. Iklan media cetak: surat kabar, majalah, jurnal, tabloid dan lain-lain
2. Iklan media elektronik: televisi, radio (jingle dan sound) dan lain-lain 3. Iklan media online: internet
4. Poster, papan reklame dan media ruang lainnya
5. Brosur, booklet, catalog dan lain-lain 6. Surat penawaran melalui direct mail
7. Pemberian sponsor dengan penekanan pada tujuan pemasaran dan periklanan
8. Bentuk-bentuk iklan khusus, seperti tas belanja, balon udara dan lain-lain
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis iklan media elektronik
televisi yaitu iklan televisi kartu seluler AXIS dan TELKOMSEL.
2.2.3. Televisi
Televisi merupakan media komunikasi yang menyediakan berbagai
informasi yang update, dan menyebarkannya kepada khalayak umum. Dalam Baksin (2006: 16) mendefinisikan bahwa: “Televisi merupakan hasil produk
teknologi tinggi (hi-tech) yang menyampaikan isi pesan dalam bentuk audiovisual gerak. Isi pesan audiovisual gerak memiliki kekuatan yang sangat tinggi untuk
mempengaruhi mental, pola pikir, dan tindak individu”.
Menurut ensiklopedia Indonesia dalam Parwadi (2004: 28) lebih luas lagi
dinyatakan bahwa: “Televisi adalah sistem pengambilan gambar, penyampaian,
dan penyuguhan kembali gambar melalui tenaga listrik. Gambar tersebut
ditangkap dengan kamera televisi, diubah menjadi sinyal listrik, dan dikirim
langsung lewat kabel listrik kepada pesawat penerima”.
Berdasarkan kedua pendapat di atas menjelaskan bahwa televisi adalah
sistem elektronis yang menyampaikan suatu isi pesan dalam bentuk audiovisual
gerak dan merupakan sistem pengambilan gambar, penyampaian, dan penyuguhan
kembali gambar melalui tenaga listrik. Dengan demikian, televisi sangat berperan
yang audiovisual merupakan media yang dianggap paling efektif dalam
menyebarkan nilai-nilai yang konsumtif dan permisif.
Stasiun televisi merupakan lembaga penyiaran atau tempat berkerja yang
melibatkan banyak orang, dan yang mempunyai kemampuan atau keahlian dalam
bidang penyiaran yang berupaya menghasilkan siaran atau karya yang baik.
Dalam Morissan (2004: 9) dinyatakan bahwa: Stasiun Televisi adalah
tempat kerja yang sangat kompleks yang melibatkan banyak orang dengan
berbagai jenis keahlian. Juru kamera, editor gambar, reporter, ahli grafis, dan staf
operasional lainnya harus saling berintraksi dan berkomunikasi dalam upaya
untuk menghasilkan siaran yang sebaik mungkin
Dari penjelasan di atas maka dapat diuraikan bahwa televisi sangat
berpengaruh terhadap stasiun, karena stasiun merupakan suatu tempat atau kantor
yang mengupayakan untuk menghasilkan siaran yang sebaik mungkin, dengan
demikian melibatkan banyak orang dalam pengelolaan berita atau informasi yang
akan di publikasikan.
Umumnya siaran bertujuan untuk memberi informasi yang dapat dinikmati
dan dapat diterima dikalangan masyarakat, menurut Morissan (2004: 2) bahwa:
“Siaran televisi merupakan pemancaran sinyal listrik yang membawa muatan
gambar proyeksi yang terbentuk melalui pendekatan sistem lensa dan suara”.
Sedangkan Sumadiria (2005: 5) menyatakan bahwa: Siaran televisi adalah
merupakan gabungan dari segi verbal, visual, teknologial, dan dimensi dramatikal.
Verbal, berhubungan dengan kata-kata yang disusun secara singkat, padat, efektif.
Visual lebih banyak menekankan pada bahasa gambar yang tajam, jelas, hidup,
memikat. Teknologikal, berkaitan dengan daya jangkau siaran, kualitas suara,
kualitas suara dan gambar yang dihasilkan serta diterima oleh pesawat televisi
penerima di rumah-rumah. Dramatikal berarti bersinggungan dengan aspek serta
nilai dramatikal yang dihasilkan oleh rangkaian gambar yang dihasilkan secara
simultan.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat didefinisikan bahwa siaran televisi
adalah suatu pemancar yang diproyeksikan melalui pendekatan sistem lensa,
suara, dan menghasilkan gambar yang bergerak dan berisikan suatu informasi
2.2.4. Iklan Televisi
Menurut Gilson & Berkman (1980), Iklan merupakan media komunikasi
persuasif yang dirancang untuk menghasilkan respon dan membantu tercapainya
objektifitas atau tujuan pemasaran.
Secara garis besar terdapat 2 jenis iklan, yaitu iklan standar atau biasa juga
disebut iklan komersil dan iklan layanan masyarakat. Iklan standar adalah iklan
yang ditata secara khusus untuk memperkenalkan barang maupun jasa untuk
konsumen melalui media. Tujuan iklan ini adalah merangsang minat dan motif
para pembeli.
Iklan layanan masyarakat adalah jenis iklan yang bersifat non profit.
Umumnya iklan layanan masyarakat bertujuan memberikan informasi atau
penerangan serta pendidikan kepada masyarakat dalam rangka pelayanan dengan
mengajak masyarakat untuk berpartisipasi serta bersikap positif terhadap iklan
yang ditayangkan.
Televisi merupakan media yang sangat efektif untuk berkomunikasi secara
realis. Bahkan televisi adalah media yang menyajikan fakta secara hiperrealis,
sudut pandangnya adalah fakta audio dan visual ataupun yang bersifat simulasi
disajikan lewat gelombang elektromagnetis yang melewati ruang dan waktu
melebihi apa yang mampu diperkirakan manusia. Jika menilik karakter media
yang luar biasa tersebut, maka upaya manusia untuk berkomunikasi dengan lebih
efektif serta efisien akan semakin terbuka lebar. Dalam bisnis periklanan hal ini
dapat memungkinkan untuk membidik pangsa pasar atau target audience secara luas dengan segmentasi yang lebih heterogen. Satu keuntungan bagi para pemilik
modal dalam menggunakan televisi sebagai media siarnya, adalah bagaimanapun
juga televisi bukan lagi barang lux, dan sudah sedemikian merakyat di penjuru
tanah air, sehingga besar kemungkinan arus informasi yang disiarkan akan dilihat
oleh masyarakat luas.
Berikut ini adalah elemen-elemen yang harus ada di dalam iklan televisi
(Wells, et al, 1992: 459-460) :
• Audio, merupakan keseluruhan unsur audio yang ditampilkan pada iklan
televisi yang biasanya berupa musik, suara, efek suara, ataupun yang berupa
voice over dari talent yang tampil di iklan ataupun dari narator yang tidak kelihatan.
• Talent, merupakan pameran ataupun tokoh-tokoh yang muncul pada sebuah
iklan televisi.
• Props, merupakan produk yang diiklankan pada iklan televisi.
• Setting, merupakan lokasi pembuatan suatu iklan televisi, baik di dalam studio ataupun di luar studio.
• Lighting, merupakan efek pencahayaan yang ditampilkan dalam iklan
televisi yang digunakan sebagai pelengkap iklan ataupun mempertegas suatu
adegan yang muncul dalam iklan televisi.
• Pacing, merupakan kecepatan dari setiap frame ataupun adegan yang
ditampilkan dalam sebuah iklan televisi.
2.2.5 Provider AXIS dan TELKOMSEL 2.2.5.1 Sejarah Perusahaan
a. Provider AXIS
Perjalanan Provider AXIS dimulai dari Februari 2008, Axis meluncurkan
layanannya secara komersial di Jawa Timur. Lalu dilanjutkan dengan peluncuran
di Jawa Barat serta Grand Launch Jabodetabek pada bulan Maret dan April di
tahun yang sama. Kemudian pada bulan Juni 2011, perubahan nama perusahaan
secara resmi menjadi PT AXIS Telekom Indonesia (AXIS). Perusahaan ini
memperkenalkan pendekatan yang berbeda pada penawarannya melalui produk
dan layanan yang sederhana, mudah dipahami dan tarif yang transparan. AXIS
juga menantang norma pasar dengan menghadirkan penawaran yang jujur tanpa
syarat dan ketentuan tersembunyi.
AXIS adalah operator GSM nasional dengan pertumbuhan tercepat di
Indonesia. Perusahaan ini menyediakan layanan 2G, 3G, dan BlackBerry®
secara nasional dan menjangkau seluruh dunia melalui lebih dari 370 mitra
roaming internasional di lebih dari 155 negara. Saat ini AXIS telah menjangkau
Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi dan tersedia di lebih dari 400 kota. Layanan
HSPA+ AXIS kini dapat dinikmati di kota-kota utama di Pulau Jawa, seperti
Jabodetabek, Serang, Cilegon, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Solo, dan akan
dilanjutkan ke kota-kota besar lainnya.
b. Provider TELKOMSEL
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) didirikan yang ditandai dengan
peluncuran kartuHALO pascabayar.
Tabel 2.2
Sejarah TELKOMSEL
Tahun Kegiatan
1996 Telkomsel menyatukan negeri dengan menghadirkan layanan telekomunikasi selular ke seluruh propinsi di Indonesia.
1997 Pertama di Asia yang memperkenalkan layanan prabayar, simPATI.
1998 Menjadi pemimpin industri selular di Indonesia.
2000 Pertama di Indonesia meluncurkan layanan Mobile Banking.
2001 Pertama di Indonesia mengoperasikan GSM dualband pada frekuensi 900 dan 1.800 MHz.
2002 Meluncurkan layanan WAP, web dan data mobile berbasis SMS, dilanjutkan dengan GPRS.
2003 Pertama di Indonesia memperkenalkan layanan roaming internasional prabayar.
2004 • Meluncurkan Kartu As prabayar.
• Menerapkan teknologi EDGE, sebagai teknologi roadmap berikutnya setelah GPRS.
• Bergabung dengan Bridge Alliance, aliansi regional
telekomunikasi selular, untuk memberi manfaat lebih bagi
pelanggan.
• Meluncurkan layanan Nada Sambung Pribadi.
2005 Call Center meraih sertifikasi ISO 9001:2000.
Tahun Kegiatan
2007 • Pertama di Indonesia meluncurkan layanan Telkomsel Flash
HSDPA.
• Pertama di Indonesia meluncurkan Telkomsel cash layanan uang
digital melalui telepon selular.
2008 • Pertama di Asia menggunakan energi terbarukan untuk BTS.
• Pertama di dunia menyediakan layanan suara dan data mobile di
atas kapal PELNI yang memungkinkan pelanggan dapat
berkomunikasi di tengah laut.
• Meluncurkan program Telkomsel Merah Putih dalam rangka
memberikan layanan telekomunikasi bagi pulau-pulau, desa-desa
terpencil dan daerah perbatasan.
2009 Meningkatkan jaringan Telkomsel menjadi HSPA+, dengan kecepatan akses data mencapai 21 Mbps guna memberikan layanan
mobile broadband yang lebih baik.
2010 • Telkomsel menjadi satu-satunya operator selular yang menyediakan akses telekomunikasi di lebih dari 25.000 desa
melalui Program Desa Berdering.
• Pertama di Indonesia meluncurkan Langit Musik layanan toko musik digital yang menyediakan fasilitas unduh lagu secara penuh.
• Pertama di Indonesia meluncurkan aplikasi Mobile Newspaper
yang memungkinkan pelanggan membaca berita melalui telepon
selular.
• Pertama di Indonesia memperkenalkan layanan iklan mobile, yang terarah sehingga memungkinkan pengiklan mencapai para
pengguna Telkomsel.
• Pertama di Indonesia melakukan ujicoba teknologi jaringan pita
lebar LTE.
2.2.5.2 Visi dan Misi Perusahaan
a. Provider AXIS
Tujuan utama AXIS adalah untuk menciptakan nilai lebih bagi para pemilik
saham, pelanggan dan mitra mereka pada khususnya dan masyarakat pada
umumnya. Kerja keras yang mereka lakukan adalah agar dapat menjadi kekuatan
pendorong bagi penciptaan, penyerdehanaan dan perkenalan komunikasi bergerak
dan solusi-solusi kandungan seluler ke pasar.
Brand AXIS, mengartikulasikan ambisi perusahaan dan logonya sebagai
simbol dari pergerakan dan perubahan evolusi tanpa henti AXIS guna lebih
mendukung pelanggan untuk mendapatkan keuntungan penuh dari layanan
komunikasi bergerak dalam kehidupan mereka sehari-hari. AXIS ingin agar para
pelanggan dengan mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, kapanpun
mereka menginginkannya dan terus menerus memberikan inovasi dalam
menyampaikan ide-ide segar. AXIS memiliki misi untuk mewujudkan layanan
telepon, SMS, data dan fitur-fitur layanan lain tersedia dan terjangkau bagi semua
masyarakat Indonesia.
b. Provider TELKOMSEL
Menjadi Mobile Lifestyle Terbaik
Telkomsel siap melakukan lompatan besar dalam evolusi telekomunikasi
selular yang sejalan dengan perubahan gaya hidup. Jaringan Telkomsel
menghadirkan dunia dengan konektivitas tanpa batas, ragam aplikasi untuk
memfasilitasi gaya hidup modern serta rangkaian produk untuk meningkatkan
kualitas hidup manusia. Layanan multimedia dengan teknologi terdepan membuka
peluang kreatif yang memperkaya sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia. Inilah
masa depan Telkomsel sebagai persembahan terbaik bagi negeri.
2.2.5.3 Manajemen Perusahaan
a. Provider AXIS
Peraturan dan ketentuan perusahaan AXIS meliputi keterbukaan dan
transparansi kepada para pemegang saham, manajemen dan juga pihak-pihak lain
yang berkepentingan seperti karyawan, pembuat regulasi, pelanggan, para vendor
Perusahaan juga menyediakan lingkungan kerja yang unik, yang memungkinkan
profesional muda di dalamnya untuk mengembangkan diri dalam lingkungan
yang mengutamakan gairah, inspirasi, akuntabilitas, kecepatan dalam bekerja,
dan motivasi. Saat ini, AXIS memiliki lebih dari 800 karyawan profesional, baik
karyawan lokal maupun internasional, yang tersebar di seluruh nusantara.
AXIS didukung oleh dua operator terkemuka di Asia sebagai pemegang
saham mereka: Saudi Telecom Company (STC), penyedia layanan telekomunikasi nasional terdepan di Kerajaan Arab Saudi. Perusahaan ini memiliki beberapa
perusahaan yang tersebar di Kuwait, Bahrain, India, Indonesia, Malaysia, Turki,
dan Afrika Selatan; serta Maxis Communications Berhad (Maxis), penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Malaysia. Kedua investor utama kami bertekad
memberikan kontribusi penuh bagi pengembangan industri telekomunikasi di
Indonesia.
Didirikan pada tahun 1998, Saudi Telecom Company (STC) menyediakan layanan komunikasi lengkap seperti telepon tetap dan bergerak, internet, dan
layanan data. Perusahaan ini beroperasi melalui empat anak usahanya (Alhatif,
Aljawal, Saudi Data, and Saudinet) dan adalah satu-satunya penyedia layanan
telepon tetap, data, dan internet di Arab Saudi.
Maxis Communications adalah perusahaan penyedia telekomunikasi terbesar di Malaysia, yang memiliki investasi di industri telekomunikasi di India dan
Indonesia. Maxis menyediakan layanan telepon seluler dan tetap, serta layanan
gateway internasional.
b. Provider TELKOMSEL
Departemen Corporate Communication
a. Mengimplementasikan program komunikasi untuk mendukung image
perusahaan Telkomsel.
b. Mengimplementasikan program komunikasi untuk mengelola dan
memperbaiki komunikasi internal/ mendukung penciptaan kondisi kondusif di
1. Manajemen Hubungan Eksternal
a. Mengelola hubungan baik dengan media channel (melalui wartawan dan
secara institutional), dengan stakeholder ( pemerintah & badan regulasi
lainnya, badan non-pemerintahan yang relevan secara manajemen dan
korporat,dsb ), public opinion maker.
b. Menganalisa strategi marketing dan image perusahaan dan
menghubungkannya dengan visi dan misi public relation. c. Membina hubungan dengan pihak eksternal (Pres, Investor, Pemerintah dan badan-badan Regulasi, serta Shareholder Utama) dengan menyediakan dan
meng-update informasi mengenai Telkomsel.
2. Manajemen Komunikasi Internal
a. Mengumpulkan permasalahan-permasalahan, informasi, dan feedback dari karyawan dan seluruh departemen.
b. Menganalisa permasalahan organisasi dan informasi penting lainnya
berdasarkan strategi perusahaan yang dibuat oleh Divisi Coporate Planning, visi dan misi perusahaan dari BoD, dan masukan dari VP Corporate Secretary mengenai strategi dan kebijakan SDM.
c. Menyusun rencana/ program kerja seperti pembuatan, penerbitan, dan
memelihara media internal dengan menggunakan informasi dan feedback dari User.
d. Membuat pesan yang akurat/ penting untuk disebarluaskan
e. Mengaplikasikan program, menyebarkan pesan dan mengidentifikasikan
barang/jasa yang dibutuhkan untuk penyusunan dan penerbitan pesan melalui
media internal dengan melakukan kerjasama dengan Departemen
Procurement
f. Memastikan efektivitas komunikasi internal perusahaan.
3. Manajemen Hubungan Eksternal
a. Mengumpulkan semua pertanyaan dan informasi mengenai Telkomsel dari
pihak eksternal (Pers, Investor, Pemerintah & Badan-badan Regulasi, Shareholder Utama, dan Pelanggan).
b. Mendiskusikan pertanyaan dan infornasi dengan departemen /fungsi lain yang
c. Mengatur materi informasi/event/souvernis dan informasi yang di release/
tanggapan kepada pihak eksternal sebagai tindak lanjut (secara langsung
maupun melalui media komunikasi).
d. Memonitor dan mengevaluasi perkembangannya serta melakukan perbaikan
jika diperlukan.
4. Mediator untuk Investor Relation Group dan Pemerintahan
a. Menerima permintaan dari Investor untuk bertemu dengan pihak Pemerintah atau sebaliknya.
b. Membantu Investor Relation Group untuk bertemu dengan pemerintah, dengan menghubungi dan mengirim surat formal yang ditandatangani oleh
BOD.
c. Mendampingi Investor Relation Group saat bertemu dengan pemerintah dan memperkenalkannya kepada pemerintah.
5. Company Image Management
a. Menganalisa visi dan misi dari BOD serta tema perusahaan dari VP
Corporate Secreatry untuk mengembangkan dan menjaga image perusahaan.
b. Menyelaraskan image dengan Marketing Plan dari Departemen marketing Communication, Planning Development dari Divisi Corporate Planning, serta
Sales Strategy dari Distribution Channel management.
c. Melakukan koordinasi dengan Marketing Communication Department dalam memperoleh hasil survei dari customer dalam rangka mempelajari image dari target audience mengenai bisnis organisasi saat ini.
d. Menganalisa hasil survei, melakukan revisi yang diperlukan serta mengkomunikasikan image perusahaan yang baru / revisi kepada umum ( internal dan eksternal ).
6. Rencana komunikasi Krisis
a. Membuat rencana manajemen krisis untuk menyediakan kebijakan dan
prosedur untuk mengkoordinasikan komunikasi di dalam organisasi, media
dan public pada saat ada kejadian yang emergency atau masalah yang kontroversial.
c. Menganalisa dan mengidentifikasi tingkat krisis dan kondisi melalui panduan
komunikasi berdasarkan diskusi dengan departemen lain dalam situasi
emergency yang secara potensial bisa terjadi.
d. Mengembangkan rencana termasuk menentukan area utama yang harus
diberitahu mengenai adanya krisis, strategi komunikasi internal dan
komunikasi alternative berdasarkan image perusahaan, dengan melakukan
kerjasama dengan departemen terkait serta mendapatkan legal advice dari
Corporate Counsel Departement jika diperlukan.
e. Mengkomunikasikan Crisis Communication Plan kepada departemen lainnya f. Mengadministrasikan dan memfasilitasi implementasi Crisis Communication
Plan kepada public/media publik
2.2.5.4 .Prestasi Perusahaan
a. Provider AXIS
Tabel 2.3 Prestasi AXIS
Tahun Prestasi Perusahaan
2008 • November, Masuk dalam nominasi GSMA's Asia Mobile Awards
2008 dalam kategori 'Green Mobile Award'
2009 • Mei, "AXIS Salam" mendapat pengakuan dari Museum Record
Indonesia (MURI) sebagai "Kartu GSM pertama yang
memberikan SMS terbanyak secara gratis"
2010 • Juli, Menerima penghargaan Selular Award untuk kategori "Best
Marketing Programs"
2011 • April, AXIS memenangkan penghargaan “Best Marketing
Program” selama dua tahun berturut-turut dan “Best Mobile Data
Service for GSM” pada Selular Award 2011
• Mei, AXIS memenangkan penghargaan “Best Growth Story of the Year” pada konferensi TMT Finance and Investments Middle
East 2011 untuk pencapaian AXIS di tahun 2010 di bidang
pertumbuhan dan ekspansi jumlah pelanggan
Sullivan Indonesia Excellence Award untuk Kategori “Most
Promising Mobile Provider of the Year”
2012 • Februari, Pendanaan AXIS senilai USD 1.2 milyar meraih
penghargaan "Deal of The Year" pada Euromoney Islamic
Finance Awards 2012
• Mei, AXIS memenangkan penghargaan “Best Marketing
Program” selama tiga tahun berturut pada Selular Award 2011
b. Provider TELKOMSEL
Sepanjang perjalanan di tahun 2011, perolehan 41 Awards merupakan
pengakuan akan kualitas jasa layanan telekomunikasi selular. TELKOMSEL juga
meraih berbagai penghargaan dalam bidang teknologi, ekonomi, pendidikan,
sosial, lingkungan hidup, serta pengabdian terhadap Negara. TELKOMSEL selalu
menunjukkan kesungguhan bagi 105 juta lebih pelanggannya. Semua ini adalah
bukti bahwa TELKOMSEL sebuah perusahaan yang menyatukan negeri, karena
TELKOMSEL Paling Indonesia.
Berikut ke-41 penghargaan yang diterima Telkomsel selama 2011:
Tabel 2.4
Prestasi TELKOMSEL
Bidang Prestasi Perusahaan
kualitas
jasa
layanan
komunikasi
• Call Center Award 2011 untuk Achieving Excellence Service
Performance dari Marketing & CCSL
• Service Quality Award untuk GraPARI Telkomsel dari
Marketing & CCSL
• Service Star Award 2011 dari Carre-CCS
• Yahoo Big Idea Chair Regional Award 2011 untuk
TELKOMSELSiaga Campaign sebagai The Best ROI
Combine of Display and Search
• Top Brand Award untuk kartuHALO, Postpaid SIM Card dari
Marketing & Frontier
• Top Brand Award untuk simPATI, prepaid simcard dari
• Top Brand Award untuk Telkomsel Flash, Mobile Internet
Service Provider dari Marketing & Frontier
• Top Brand Award untuk Telkomsel, BlackBerry Service
Provider dari Marketing & Frontier
• Brand Equity Champion of Cellular Operator, Indonesia Brand
Champion Award 2011 untuk simPATI dari Marketeers &
Markplus
• Brand Equity Champion of Mobile Internet Provider,
Indonesia Brand Champion Award 2011 untuk Telkomsel
Flash dari Marketeers & Markplus
• Indonesia's Most Favorite Youth Brand 2011 untuk Telkomsel
(provider category) dari Marketeers & Markplus
• Indonesia's Most Favorite Women Brand 2011 untuk
Telkomsel (Kategori Penyedia Layanan Selular) dari
Marketeers & Markplus
• Selular Award untuk Telkomsel, Best Customer Care Operator
dari Majalah Selular
• Selular Award untuk Telkomsel, Best GSM Operator dari
Majalah Selular
• Selular Award untuk Telkomsel, Operator of The Year dari
Majalah Selular
• WOMM Award 2011 untuk kartuHALO sebagai The Most
Recommended Postpaid GSM Card dari SWA & onbee
Marketing Research
• WOMM Award 2011 untuk Telkomsel sebagai The Most
Recommended BlackBerry Internet Service dari SWA & onbee
Marketing Research
• Indonesia Cellular Award 2011 sebagai The Best Bundling
Phone dari Tabloid Sinyal
• Indonesia Cellular Award 2011 sebagai The Best Value Added
Service dari Tabloid Sinyal
Operator Product dari Wartawan Telekomunikasi Indonesia
• Golden Ring Award 2011 untuk Telkomsel sebagai Best
BlackBerry Internet Service dari Wartawan Telekomunikasi
Indonesia
• Golden Ring Award 2011 untuk LangitMusik Telkomsel
sebagai Best Value Added Service dari Wartawan
Telekomunikasi Indonesia
• Golden Ring Award 2011 untuk Telkomsel sebagai Best
Operator dari Wartawan Telekomunikasi Indonesia
• Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2011 untuk
kartuHALO, post paid Sim Card Category dari SWA &
Frontier
• Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2011 untuk
simPATI, pre paid Sim Card Category dari SWA & Frontier
• Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2011 untuk
TELKOMSELFlash, Mobile Internet Service Category dari
SWA & Frontier
• IBBA Award 2011 untuk simPATI, Most Valuable Brand
untuk GSM SIM Card Product Category dari SWA & MARS
• Techlife Innovation Award 2011 untuk Telkomsel sebagai Best
Innovative Operator of the Year dari majalah Techlife
• Techlife Innovation Award 2011 untuk TCASH sebagai Best
Innovative Mobile Payment dari majalah Techlife
• Techlife Innovation Award 2011 untuk LangitMusik sebagai
Best Innovative VAS dari majalah Techlife
• Techlife Innovation Award 2011 untuk BlackBerry Internet
Service (BIS) Telkomsel sebagai Best Innovative BlackBerry
Services dari majalah Techlife
Teknologi • ICT PURA & USO Award 2011 untuk Telkomsel
• Man of the Year in ICT Industry dari TechLife Award
• Bubu Award V.07 untuk The Best Web Award 2011
Ekonomi • Frost & Sullivan Indonesia Excellence Awards 2011 untuk
T-CASH sebagai Most Innovative Application of the Year
• CEO Idaman 2011 hasil survey Indonesia Most Admired CEO
oleh Warta Ekonomi
Pendidikan • Indonesia CSR Award 2011 untuk Program ICT Guru serta
ICT Murid dan Sekolah dari dari Corporate Forum for
Community Development
• Best Mobile Learning Innovation, Global Mobile Awards 2011
untuk Urban English Telkomsel
Sosial • Indonesia CSR Award 2011 untuk Program Teknisi
Handphone Bagi Anak Jalanan, Penyandang Cacat dan Peserta
Rehabilitasi Narkotika dari Corporate Forum for Community
Development
Lingkungan
Hidup
• Indonesia Green Awards 2011 dari Kementerian Kehutanan
Republik Indonesia
Pengabdian
pada
Negara
• Dua bintang penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari
Pemerintah RI
Sumbe
2.2.5.5 Profil Perusahaan
a. Provider AXIS
AXIS adalah satu-satunya operator seluler yang memiliki hubungan dengan
STC, operator terbesar di Arab Saudi, yang memberi kenyamanan maksimal
konsumennya pada saat menjalankan ibadah Haji maupun Umrah. Memasuki
tahun keempat operasinya AXIS telah menyediakan dana lebih dari USD 1,2
milyar untuk melakukan ekspansi jaringan dan infrastrukturnya, memperluas
wilayah layanan mobile broadband, serta mengimplementasikan teknologi
HSPA+ selama tiga tahun kedepan. Saat ini AXIS telah menjangkau lebih dari
80% populasi dan tersedia di lebih dari 400 kota utama di Indonesia
Ekspansi agresif AXIS juga diikuti dengan kinerja perusahaan yang sangat
tahun sebelumnya. Bertekad untuk memperkuat sumber daya manusia dan
menciptakan lebih banyak kesempatan kerja untuk anak bangsa baik langsung
maupun tidak langsung. Rencana konkret dan pendanaan disiapkan untuk
membangun lebih dari 6.000 Base Transceiver Station (BTS) dalam tiga tahun
kedepan.
Beberapa produk GSM prabayar dan paskabayar AXIS adalah sebagai
berikut:
• Layanan GSM suara, SMS, MMS, dan internet yang berkualitas
• 'Internet untuk Rakyat' dari AXIS, terdiri dari:
o Internet Hemat
o AXIS Pro
o Internet Gaul
• Sambungan langsung internasional, VOIP dan layanan roaming dengan
lebih dari 370 operator di hampir 155 negara
• Jaringan 3G dan HSPA+ memungkinkan sambungan internet dari rumah
maupun saat bepergian
• Layanan BlackBerry® "AXIS Worry-Free"” – tersedia paket harian,
mingguan, dan bulanan
• Layanan tambahan seperti layanan download fitur-fitur, nada sambung, dan
SMS Facebook
Layanan Pelanggan yang dapat diakses melalui:
• Gerai AXIS Shop
• Hotline 838 atau 08388000838
• Portal AXIS ne
• Internet Contact Center : akun twitter @ask_AXIS, dan facebook AXISgsm
b. Provider TELKOMSEL
Telkomsel didirikan pada tahun 1995 sebagai wujud semangat inovasi untuk
mengembangkan telekomunikasi Indonesia yang terdepan. Untuk mencapai visi
tersebut, Telkomsel terus memacu pertumbuhan jaringan telekomunikasi di
seluruh penjuru Indonesia secara pesat sekaligus memberdayakan masyarakat.
Indonesia, termasuk yang pertama meluncurkan layanan roaming internasional
dan layanan 3G di Indonesia. Telkomsel merupakan operator yang pertama kali
melakukan ujicoba teknologi jaringan pita lebar LTE. Di kawasan Asia,
Telkomsel menjadi pelopor penggunaan energi terbarukan untuk menara-menara
Base Transceiver Station (BTS). Keunggulan produk dan layanannya menjadikan
Telkomsel sebagai pilihan utama pelanggan di seluruh Indonesia.
Memasuki era ICT (Information and Communication Technology),
Telkomsel terus mengoptimalkan pengembangan layanan di Indonesia dengan
memanfaatkan potensi sinergi perusahaan induk yaitu PT Telkom (65%) dan
SingTel Mobile (35%). Telkomsel terus mengembangkan layanan telekomunikasi
selular untuk mengukuhkan posisi sebagai penyedia layanan gaya hidup selular, a
truly mobile lifestyle.
Dari Telkomsel untuk Indonesia
Telkomsel memiliki komitmen untuk menghadirkan layanan mobile
lifestyle unggulan sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan pelanggan.
Telkomsel menghadirkan teknologi agar bangsa Indonesia dapat menikmati
kehidupan yang lebih baik di masa mendatang dengan tetap mendukung
pelestarian negeri.
Untuk itulah, Telkomsel secara aktif mendorong pemanfaatan energi
terbarukan sebagai sumber energi untuk menara BTS serta menyelenggarakan
pendidikan dan pelatihan bagi remaja dan masyarakat yang kurang mampu.
Melalui peningkatan kualitas masyarakat dan pelestarian lingkungan, Telkomsel
berpartisipasi aktif untuk masa depan bangsa yang lebih baik. "Telkomsel Paling
Indonesia"
2.2.5.6 Struktur Organisasi Perusahaan
a. Provider AXIS
- Jajaran Eksekutif
Erik Aas, President Direktur dan CEO
Syakieb Ahmad Sungkar, Direktur Sales
Daniel Horan, Chief Marketing Officer
Michael McPhail, Chief Technology Officer
Wahyudin Adikusumah, Direktur Human Resources
- Karyawan
Perusahaan mempekerjakan lebih dari 800 profesional yang memusatkan
perhatian mereka pada pelanggan, perkembangan bisnis dan teknologi.
- Pemegang Saham
AXIS didukung oleh dua perusahaan komunikasi internasional terkemuka:
• Saudi Telecom Company (STC), perusahaan telekomunikasi internasional
yang memiliki jaringan dan infrastruktur terbesar untuk layanan seluler di
Timur Tengah dan Afrika Utara
• Maxis Communications Berhad (Maxis), operator seluler terdepan di
Malaysia
b. Provider TELKOMSEL
Secara struktural, Telkomsel terbagi menjadi 3 unit kerja yaitu
Directorate, Non-Directorate dan Area. Ketiga unit kerja ini kemudian
bertanggungjawab langsung kepada direksi. Area merupakan unit kerja yang
berada di wilayah regional. Telkomsel terbagi menjadi 4 Area, yaitu Area 1
,Area 2, Area 3, dan Area 4.
Sedangkan Directorate merupakan unit kerja yang dikepalai oleh
direktur. Direktur bertanggungjawab kepada Direktur Utama. Directorate
membawahi unit kerja yang terdiri dari Planning and Development Directorate,
Operation Directorate, Commerce Directorate, Finance Directorate. Untuk
Sub-Directorate, merupakan unit kerja yang tanggungjawabnya dipegang oleh
Vice Precident bukan oleh Direktur. Vice Precident ini yang bertanggungjawab langsung kepada Direktur Utama. Unit kerja Sub-Directorate terdiri dari
2.3. Model Teoretik
Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan model teoretik
sebagai berikut:
Gambar 2.1
Model teoretik penelitian
Sumber : Diimplikasikan dari teori-teori yang digunakan Komunikasi
Pemasaran
• Komunikasi Tertuju
• Komunikasi Tidak Tertuju
• Video
• Audio
• Talent
• Props
• Setting
• Lighting
• Pacing
Hasil analisis tabel tunggal dan proses hierarki analitik Penyajian iklan provider AXIS dan